cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,354 Documents
Penerapan Model Pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Novaria Lailatul Jannah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan menerapkan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes, dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran POE(Predict, Observe, Explain), kemampuan keterampilan pemecahan masalah siswa kelasV pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan setiap siklusnya. Ketuntasan klasikal tes kemampuan keterampilan pemecahan masalah siswa pada Siklus I mencapai 59% dan mengalami peningkatan pada Siklus II menjadi 89% yang telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Sedangkan hasil belajar siswa pada Siklus I mencapai 62,1% dan mengalami peningkatan menjadi 86% yang telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Data hasil observasi aktivitas guru menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya. Pada Siklus I aktivitas guru mencapai 73,7%, pada Siklus II meningkat menjadi 87,5%. Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan dari Siklus I menunjukan persentase sebesar 59,5% dan pada Siklus II naik menjadi 85%. Aktivitas guru dan siswa telah mampu mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) dapat meningkatkan keterampilan pemecahan maslah siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Cemengkalang SidoarjoKec.Sidoarjo Kab.Sidoarjo.
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Pengawas Madrasah Imron Muttaqin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.396 KB)

Abstract

The aims ofthis studyare; 1) to describe process of planning to increase the professionalism of teachersled by the madrasah supervisors, 2) implementation, and3) Evaluation of improving the professionalism teachers supervised by madrasah supervisors. The results of this study showed that; 1) the planning process started by the coordinating and meeting team work of supervisor, the determination of the object and the review of the instruments of supervision, 2) the improving of teachers proffessionalism implemented with visiting to the madrasah, lesson planning supervision, learning administration, assessment and supervision for guidance and counseling, workshop and technical guidance, 3) professionalism of teachers evaluated with supervision instruments and Performance Evaluation of Teachers (PKG) instruments.
Evaluasi Pembelajaran Membaca Permulaan di Kelas Awal Sekolah Dasar Asep Muhyidin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.714 KB)

Abstract

The objective of the research was to understand comprehensively the early reading learning at class II Public Elementary School Serang 2, Serang City, Banten Province. The method used in this research is qualitative research. The data were collected through participant observation using interview, observation, and document study. The research finding shows the evaluation on early reading learning: 1)the result evaluation, and 2) the process evaluation.
Materi PAI Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya Choirul Mahfud; Zainul Muhibbin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.002 KB)

Abstract

Materi agama Islam berbasis technopreneurship di ITS Surabaya dihadirkan untuk antisipasi problem di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penelitian ini ditulis dengan menggunakan data kualitatif bersumber pada referensi buku, berita, jurnal dan opini di media massa serta sumber lain yang relevan. Penelitian ini fokus pada pertanyaan-pertanyaan penting berikut ini: Pertama, apa saja isi materi Agama Islam di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya? Kedua, bagaimana materi Agama Islam Berbasis Technopreneurship di ITS Surabaya? Ketiga, apa relevansi materi Agama Islam berbasis technopreneurship dengan masyarakat dan bangsa? Hasil riset menunjukkan; pertama, isi materi Agama Islam di ITS berkaitan dengan konsep manusia berhubugan dengan Tuhan, manusia berhubungan dengan manusia dan manusia berhubungan dengan alam semesta. Kedua, pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani di ITS dilakukan untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman. Ketiga, relevansi pengembangan materi Agama Islam berbasis technopreneurship dan karakter madani dengan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yaitu terletak pada kebutuhan inovasi, kreativitas dan sinergi.
Pengaruh Pembelajaran Tematik Terpadu melalui Metode Bermain Peran terhadap Pemahaman Budaya Osing Siswa Kelas IV SDN 4 Gambiran Banyuwangi Rima Trianingsih
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.639 KB)

Abstract

Education in Banyuwangi have declared bahasa Osing as local content on learning at school. Such things as a step to keep preserving the Osing culture through education role. However, preliminary results of a study on the grade IV SDN 4 Gambiran on July 15, 2017 shows that comprehension of students against the Osing culture are still low. This research aims to know the influence of thematic integrated learning through of the role playing method againt the understanding Osing culture of the grade IV SDN 4 Gambiran, Banyuwangi. Can be obtained that the P value (Sig 2 tailed) for 0.000 smaller than 0.05 so that it can be concluded that there are significant differences between the average data group pre test (before treatment) and post data group test (after treatment). It can be concluded that the hypothesis stating "there are thematic, integrated learning influence through role playing against understanding Osing culture grade IV SDN 4 Gambiran, Banyuwangi" received. So, it can be interpreted that understanding Osing culture students on the thematic integrated learning through role playing better than before the treatment.
Peningkatan Kapasitas Guru dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Information and Communication Technology (ICT) di Madrasah Ibtidaiyah Thoriqul Huda Randuharjo Pungging Mojokerto Nadhifah Nadhifah; Imam Muslih
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.97 KB)

Abstract

The development of information and communication technology are now pervasive in many areas of life, is also in the field of education. In this regard teachers as educators have an obligation to recognize or technological literacy in learning activities. This obligation is intended to further improve the ability and skills to operate a medium of learning in order not to fall behind in the development of information. The capacity of teachers in implementing the learning process required to better utilize existing facilities. Similarly, in the media, teachers are expected to use learning media information and communication technology (ICT) so that the learning process is readily accepted by learners. The conditions found in the majority of teachers in Government Elementary School (MI) Thoriqul Huda Randuharjo Pungging District of Mojokerto in developing learning media is not maximized. This encourages this devotion to study and try to provide solutions through the development of training activities based learning media information and communication technology (ICT). With training and mentoring are expected to improve the capacity of teachers to develop instructional media-based information and communication technology (ICT). The strategic steps to be taken in the process of implementing service programs in the field of education are: Preliminary Study; Focus Group Discussion (FGD); Preparation of the Action Plan; ICT learning media development training; Mentoring action; Reflection - Action Service - Recommendations. This assistance activities provides the following results: the teachers involved in the process of intensive ICT training which plays an active role during the training and mentoring; teachers train in ICT-based learning media microsoft office powerpoint and macromedia flash; and teachers practice teaching media ICT in the learning process in low grade and high grade in MI Thoriqul Huda Randuharjo. While students in grade of 2nd MI lowly grade and high grade ie Grade of 5th MI in the learning activities are actively involved in the learning process and are more receptive to learning materials.
Dinamika Kurikulum di Indonesia M. Asri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 2 (2017): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2850.898 KB)

Abstract

Education does not have a standard reference, which covers access for revision by the authorities. Because education continues to grow along with the rolling times. Therefore, all matters relating to education also do not have a standard reference, including educational curriculum. The curriculum is one of the important elements that has a role to advance education in Indonesia, in accordance with the ideals of the constitution. Curriculum changes are not taboo for education in developed countries of the world (such as Japan, Finlandia, USA, etc.). Basically the dynamics of curriculum in Indonesia aims to make education in Indonesia able to compete with the developed countries in the world.
Nilai-Nilai Religius dalam Novel 99 Hari di Prancis Karya Wiwid Prasetiyo Kajian Feminisme Syamsun Syamsun
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 1 No 1 (2014): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.103 KB)

Abstract

Objek formal penelitian ini adalah nilai-nilai religius yang berhubungan antara manusia dan Tuhan-Nya. Sedangkan objek materialnya adalah tokoh (pelaku) dalam novel 99 Hari di Prancis yang menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan Religiusitas dalam Novel 99 Hari di Prancis karya Wiwid Prasetiyo dengan menggunakan kajian feminisme. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, karena data diambil dalam novel 99 Hari di Prancis karya Wiwid Prasetiyo yang terbit pada bulan Desember 2012 dengan tebal 482 halaman. Penelitian yang menggunakan metode deskripsi kualitatif ini akan membedah tentang “agama dan wanita” yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Hasil yang diperoleh adalah (1) religiusitas harus terpatri dalam hati setiap insan, (2) ketidakadilan kerap dirasakan oleh wanita, dan (3) perjuangan Maria untuk memperoleh feminisme, yang juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kesimpulan adalah religiusitas harus terpatri dalam hati setiap individu. Niscaya, religiusitas akan menuntun manusia ke jalan yang benar. Selain itu, wanita bukanlah orang yang lemah, semua orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Wanita harus bisa berguna bagi diri sendiri, keluarga, bangsa, dan juga agama.
Hubungan Antara Bimbingan Belajar dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa di MI Nidhomiyah Jombang Miftahillah Miftahillah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 1 No 2 (2014): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.058 KB)

Abstract

With many appearing tutoring then expected to increase learning achievement student. Achievement of learning achieved by student is influenced by several factors, among them tutoring and motivation learning. The problem in this research is the relationship between tutoring and motivation learning to learning achievement student MI Nidhomiyah Jombang. The purpose of this study was to determine the relationship between tutoring and motivation learning to learning achievement student MI Nidhomiyah Jombang. This research is taking the entire population of the sixth grade students at MI Nidhomiyah Jombang academic years 2011/2012, amounting to 30 students, the data sampling technique used in this study is a questionnaire technique and documentation, with using SPS Sutrisno Hadi and Yuni Pamardiningsih, Psychology UGM Yogyakarta. Conclusion simultaneously with R2 = 0.312 F = 6.131 with p=0.007 (p 0.05, and X2Y there is correlation very significant r = 0.556 with p = 0,002 where p<0.01.
Pemikiran Pendidikan Moral Albert Bandura Qumruin Nurul Laila
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.34 KB)

Abstract

Albert Bandura dilahirkan pada tanggal 4 Desember 1925 di Mundare, sebuah kota kecil di barat daya Alberta, Kanada, sekitar 50 mil sebelah timur Edmonton. Berasal dari keluarga keturunan Eropa Timur. Ayahnya dari Krakow Polandia dan ibunya dari Ukraina. Pada tahun 1952 Albert Bandura menikah dengan Virginia Varns dan dikaruniai dua orang anak, Mary dan Carol. Bandura belajar bersama Robert Sears, salah satu perintis teori belajar sosial lainnya dan mengambil gelar diplomanya dari University of British Columbia dan gelar kesarjanaan psikologinya dari University of Iowa. Karena reputasinya, pada tahun 1974 dia dipercaya menjabat sebagai Presiden Asosiasi Psikologi Amerika (APA). Sebagai ahli dibidang psikologi, dia percaya bahwa proses transfer keilmuan atau pendidikan, tak lepas dari norma-norma moral yang berlaku di masyarakat hingga nilai-nilai dari norma tersebut diejawantahkan dalam prilaku siswa sehari-hari. Atas dasar asumsi tersebut, maka teori pembelajaran Albert Bandura disebut sosial kognitif karena proses kognitif dalam diri individu memegang peranan dalam pembelajaran, sedangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkungan sosial. Proses tahapan-tahapan dalam pembelajaran social kognitif meliputi: Tahap perhatian (attentional phase), Tahap penyimpanan dalam ingatan (retention phase), Tahap reproduksi (reproduction phase) dan tahap motivasi (motivation phase). Teori pembelajaran sosial ini menekankan kepada proses bagaimana anak-anak belajar norma-norma kemasyarakatan. Jika pesan yang disampaikan bersifat positif, anak-anak menerimanya dengan baik dan pengaruh lainnya adalah sama positifnya, maka anak itu akan cenderung untuk membesar dengan nilai-nilai yang baik. Begitu juga sebaliknya.

Page 6 of 136 | Total Record : 1354