cover
Contact Name
Didik Supriyanto
Contact Email
didiksupriyanto21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmodeling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI
ISSN : 24423661     EISSN : 2477667X     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,305 Documents
Pengembangan Mutu Perguruan Tinggi Islam Berbasis Pesantren (Kebijakan Manajemen Mutu Perguruan Tinggi Islam dalam Naungan Pesantren di Kabupaten Jombang) Utsmani, M Mujib
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2669

Abstract

Peningkatan mutu perguruan tinggi merupakan keniscayaan untuk menghadapi persaingan dan meraih kepercayaan masyarakat. Eksistensi Perguruan Tinggi Islam (PTI) di Indonesia sangat urgen, terutama sebagai pilar pendidikan Islam secara keseluruhan. PTI memiliki misi sebagai center of excellence untuk menghasilkan lulusan yang unggul dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan guna: Menganalisis kebijakan pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang. Mendeskripsikan implementasi manajemen pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang. Mengidentifikasi model evaluasi manajemen pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang. Penelitian ini memetakan kerangka konseptual strategi pengembangan mutu PTI sebagai salah satu model peningkatan kualitas. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk memahami fenomena secara mendalam dan menyeluruh. Pilihan pendekatan fenomenologis didasarkan pada dua alasan: pertama, fenomena di lokasi penelitian bersifat holistik dan tidak terfragmentasi; kedua, penelitian ini bersifat naturalistik, deskriptif, dan induktif, bertujuan menemukan makna di balik fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan mutu PTI berbasis pesantren di Kabupaten Jombang meliputi perencanaan program, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut, yang berfokus pada pembinaan serta peningkatan mutu dosen serta tenaga kependidikan. Implementasi manajemen pengembangan mutu telah memenuhi beberapa kriteria pengembangan sumber daya manusia berbasis pesantren, dengan memperhatikan kesesuaian antara kebutuhan dosen dan staf akademik serta dinamika dunia pendidikan masa depan. Model evaluasi yang diterapkan lebih mengutamakan proses implementasi. Pendekatan evaluasi meliputi konteks, input, proses, dan hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi berdasarkan nilai-nilai kepesantrenan.
The Influence of Audio-Visual Media on Students' Speaking Skills of the First Semester of PAI Program Rizal, Syamsul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2670

Abstract

This study explores the impact of audio-visual media on the speaking skills of the first semester students of PAI program, with a focus on fluency, pronunciation, and overall communication effectiveness. In recent years, the integration of multimedia tools, such as videos, films, and instructional content, has been recognized as a valuable resource in language learning. The research employs a mixed-methods design, combining quantitative assessments of fluency and pronunciation with qualitative interviews to capture students' perceptions. Over a six-week period, participants were exposed to a variety of audio-visual materials, and pre- and post-assessments were conducted to measure improvements in speaking performance. The results indicated a significant enhancement in students' fluency, pronunciation accuracy, and confidence in speaking. Furthermore, students reported increased comfort in engaging in conversations and public speaking after exposure to the media. These findings support the idea that audio-visual media provide authentic language models that help students internalize effective communication strategies. This study underscores the potential of audio-visual tools in fostering speaking skills and suggests that educators should incorporate these resources into language curricula to create a more dynamic and engaging learning environment.
Penerapan program rutin shalat dhuha Terhadap Penumbuhan sikap tanggung jawab di SMP Bilingual Terpadu Krian Sidoarjo Efendi, Arif; Mukminin, Amirul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2678

Abstract

Tiang agama dan sarana komunikasi efektif antara hamba dengan sang khalik adalah melakukan shalat wajib maupun sunnah. Di samping shalat dapat membentuk karakter diantaranya karakter tanggung jawab. Penelitian untuk mengetahui penerapan program rutin shalat dhuha terhadap penumbuhan sikap tanggung jawab di SMP Bilingual Terpadu Krian Sidoarjo.Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang bersifar korelasional. Populasi penelitian adalah siswa SMP Bilingual Terpadu Sidoarjo kelas VIII berjumlah 252 dan dibagi 25% dari 252 hingga didapat hasil sampel sejumlah 63 siswa. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling karena pengambilan sampel secara tidak teratur dari populasi tanpa melihat derajat, kepandaian dan lainnya yang ada dalam populasi.Analisis data hasil Uji korelasi menggunakan Uji Person Corelation diketahui tingkat signifikan P value 0,000 < α 0,05 maka H1 diterima artinya ada korelasi Penerapan program rutin shalat dhuha Terhadap Penumbuhan sikap tanggung jawab di SMP Bilingual Terpadu Krian Sidoarjo
Psikologi Agama sebagai Alat Intervensi dalam Mengatasi Emosional pada Peserta Didik Astuti, Rahayu Fuji; Yani, Dwi Afri; Pane, Nazliyani; Br Rambe, Mita Safira; Haya Lubis, Fatih Alwi; Aminah Tanjung, Siti Nur; Luthfi, Hafiz
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi agama sebagai alat intervensi dalam mengatasi emosional pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan library research atau studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan berbagai sumber literatur yang relevan dan kredibel, termasuk buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan teori kecerdasan emosi yang dikembangkan oleh Daniel Goleman. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat 5 komponen dasar kecerdasan emosional menurut Daniel Goleman, diantaranya pengaturan diri, motivasi, empati dan kecerdasan social. Kemudian terdapat beberapa pendekatan psikologi agama yang dapat digunakan sebagai alat intervensi dalam mengatasi masalah emosional pada peserta didik, meliputi dukungan sosial, penerapan nilai-nilai agama, pemahaman diri, perkembangan emosional, dan relisiensi. Kesimpulan dari penelitian ini Psikologi Agama berfungsi sebagai alat intervensi dalam memahami dan mengatasi masalah kejiwaan yang berkaitan dengan keyakinan religious pada peserta didik. Selain itu dukungan sosial keagamaan dapat diperoleh dari kelompok atau teman sebaya. This research aims to determine the role of religious psychology as an intervention tool in dealing with emotions in students. The method used in this research is a qualitative method with a library research or literature study approach. Data collection techniques in this research involve various relevant and credible literature sources, including books, scientific journals, articles and other documents related to the theory of emotional intelligence developed by Daniel Goleman. The results of this research are that there are 5 basic components of emotional intelligence according to Daniel Goleman, including self-regulation, motivation, empathy and social intelligence. Then there are several religious psychology approaches that can be used as intervention tools in overcoming emotional problems in students, including social support, application of religious values, self-understanding, emotional development, and resilience. The conclusion from this research is that Religious Psychology functions as an intervention tool in understanding and overcoming psychological problems related to religious beliefs in students. Apart from that, religious social support can be obtained from groups or peers.
Efektifitas Bimbingan Konseling Islam dalam Mengatasi Permasalahan Siswa di MAN Dairi Sidikalang Berasa, Muslimah; Darmayanti, Nefi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2705

Abstract

Pada dasarnya pendidikan merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. keberadaan bimbingan konseling di lembaga pendidikan yang mengatasnamakan islam dalam menjalankan tugas bimbingannya tentu harus berpegang teguh pada ajaran islam sesuai dengan al-qur’an dan hadist. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bimbingan konseling islam dalam mengatasi permasalahan siswa di sekolah MAN Dairi Sidikalang. metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut penulis menggunakan beberapa teknik wawancara mendalam dengan guru Bk, wali kelas dan salah satu siswa. serta melakukan observasi langsung ke lapangan atau di lokasi penelitian tepatnya di sekolah MAN Dairi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan konseling islam memberikan manfaat yang signifikan bagi permasalahan siswa. Efektivitas bimbingan konseling islam yang dilakukan oleh guru Bk di sekolah madrasah aliyah dairi (MAN Dairi) antara lain yaitu : pertama, melakukan bimbingan konseling islam di awali dengan Basmallah dan di akhiri dengan do'a. Kedua, memberikan pengarahan tentang sikap tawadhu kepada siswa. Ketiga, memberikan motivasi pemahaman tentang agama. Keempat, membimbing dan mengarahkan siswa. Program ini membantu siswa mengembangkan keterampilan menghadapi stres, mengatasi masalah, serta berinteraksi sosial sehat. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling islami efektif dalam menangani masalah yang dialami siswa.
Pendidikan Multikultural: Mengintegrasikan Keragaman Suku, Agama, Budaya, Sosial, dan Gender dalam Pembelajaran Azimi, Muhammad Habibi; Aldiansyah, Aldiansyah; OK, Azizah Hanum
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 3 (2024): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i3.2719

Abstract

Tujuan dari studi ilmiah ini adalah untuk menganalisa lebih mendalam terkait dengan pendidikan multikultural dalam rangka mengintegrasikan keragaman suku, agama, budaya, sosial, dan gender dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang dipergunakan dalam kajian ini merupakan data sekunder, meliputi berbagai jurnal, serta buku yang sesuai dengan topik yang dikaji. Hasil studi menyatakan bahwa pada dasarnya pendidikan multikultural tidak akan pernah ada tanpa adanya keberagaman yang mendasari terjadinya polemik di masyarakat. Pendidikan multikultural sendiri merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang memposisikan pandangan multikultural sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Dalam pendidikan multikultural, terdapat beberapa komponen yang perlu untuk diintegrasikan dengan baik dalam diri peserta didik maupun masyarakat agar nantinya tercipta masyarakat yang memiliki sifat toleransi dan multikultural dalam dirinya. Adapun untuk dapat mengintegrasikan berbagai komponen tersebut, pendidik perlu memperhatikan elemn-elemen penting dari pendidikan multikultural, yakni kesadaran budaya, relevansi budaya, lingkungan yang mendukung, akses yang adil, fleksibilitas pembelajaran, dan integrasi instruksional. Abstract The purpose of this scientific study is to conduct an in-depth analysis of multicultural education to integrate diversity in ethnicity, religion, culture, social status, and gender into learning. This research employs a qualitative research method with a library research approach. The data used in this study consists of secondary data, including various journals and books relevant to the topic under review. The results of the study indicate that multicultural education fundamentally cannot exist without the diversity that underpins societal conflicts. Multicultural education is a discipline that positions multicultural perspectives as an essential part of the educational process. In multicultural education, several components need to be effectively integrated into learners and society to cultivate a community characterized by tolerance and multicultural values. To integrate these components, educators must consider key elements of multicultural education, namely cultural awareness, cultural relevance, supportive environments, equitable access, flexible learning, and instructional integration.
Pendidikan Multikultural dalam Konteks Global: Tantangan dan Peluang Pohan, Sonya Elsa Triyanda; Ismail, Ismail; Sitorus, Muhammad Rum; OK, Azizah Hanum
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2720

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pendidikan multikultural dalam konteks global dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi dalam implementasinya. Di era globalisasi, pendidikan multikultural menjadi semakin krusial sebagai instrumen untuk mempersiapkan generasi yang mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan multikultural meliputi: (1) kesenjangan sosio-ekonomi, (2) ketidaksetaraan gender, (3) implementasi era digital, (4) homogenitas lingkungan sosial, (5) arus globalisasi. Sementara itu, peluang yang dapat dioptimalkan mencakup: (1) meningkatkan toleransi dan pemahaman diantara individu, (2) dialog dan toleransi agama, (3) mengurangi potensi konflik, (4) pemanfaatan teknologi digital. Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan multikultural memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek kebijakan, kurikulum, dan praktik pembelajaran. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kebijakan pendidikan inklusif. Pengembangan kurikulum berbasis keragaman dan peningkatan kapasitas pendidik dalam manajemen kelas multikultural.
Pendidikan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal (Melestarikan Budaya Tari Daerah sebagai Warisan Budaya Bangsa) Armansyah, Armansyah; Ramadhan, Wahyu; OK, Azizah Hanum
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa lebih mendalam mengenai pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal, khususnya dalam penelilian ini adalah tari daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data yang dipergunakan dalam kajian ini menggunakan berbagai jurnal dan buku yang sesuai dengan topik yang dikaji. Hasil studi menyatakan bahwa kearifan (budaya) lokal dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran multikultural terbaik bagi peserta didik. Warisan budaya lokal yang dijadikan sebagi sumber pembelajaran tersebut tidak hanya menjadi media untuk mencapai tujuan pendidikan multikultural, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan warisan budaya agar tidak tergerus oleh jaman. Bahkan lebih jauh lagi, kearifan lokal dalam penerapannya mampu menjadi sarana dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa. Salah satu contoh dari penerapan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran multikultural dan upaya dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi siswa adalah Tari Gandrung Banyuwangi. Upaya pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan Tari Gandrung patut untuk dicontoh oleh pemerintah daerah lainnya. Hal ini tidak hanya sesuai dengan pengaplikasian kurikulum yang berlaku saat ini, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri dan pelestarian warisan budaya bangsa.
Kreativitas Guru dalam Memanfaatkan Barang Bekas sebagai Media Pembelajaran Kelas V Mata Pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok Tahun Pelajaran 2023/2024 Rahman, Samsul Hadi
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2722

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang mendorong guru memanfaatkan barang bekas untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V mata pelajaran IPA di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024 dan menganalisis hambatan guru dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran siswa kelas V di MI Fityatul Ulum Pelepok tahun pelajaran 2023/2024. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus yang bertujuan untuk menggambarkan secara objektif keadaan ditempat penelitian dengan sumber data penelitiannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data (data display), penyajian data, (data conclusion), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) kreativitas guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: memilih jenis media pembelajaran terlebih dahulu yang disesuaikan dengan materi pembelajaran di kelas V, menentukan bahan yang akan digunakan dalam membuat media pembelajaran, membuat media pembelajaran dari barang bekas, dan menggunakan media pembelajaran tersebut pada proses pembelajaran. (2) hambatan yang dihadapi guru kelas V dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran IPA adalah: (a) keterbatasan waktu, (b) keterbatasan sarana dan prasarana.
Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Lingkungan Hidup di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah Lombok Tengah Tahun 2024 Fahlawi, Sahrizal; Pertiwi, Rizka Eliza
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i4.2723

Abstract

Recently, environmental issues have become a significant concern for global leaders, prompting governments worldwide to take various measures to address these problems. In Indonesia, systematic efforts are underway, particularly through educational institutions, with Islamic education playing a key role by implementing environmentally-oriented curricula. This research was conducted at Al Mansyuriyah Junior Islamic School in Central Lombok. Data was gathered using several methods, with interviews being the primary technique, alongside observations. From the studies conducted, it can be concluded that environmental issues presented in the Akidah Akhlak (Faith and Morality) subjects, especially in the first semester of seventh grade, focus on personal hygiene discipline. This includes actions such as maintaining cleanliness, waste management, organizing clothing, and avoiding unhygienic behavior, with an emphasis on the negative impacts of indiscipline. In contrast, the second semester of sixth grade introduces environmental topics that shape morality towards living beings, including animals and plants. The curriculum covers ethical interactions with these beings and the potential negative consequences of immoral behavior towards them. However, it is important to note that environmental education within the Akidah Akhlak subjects has not yet fostered sufficient awareness about environmental concern. The themes taught still offer a limited understanding of the environment, focusing on competencies like cultivating virtuous morals, avoiding negative behavior, and reinforcing basic values such as discipline and cleanliness in daily life. Abstrak Belakangan ini, isu lingkungan hidup menjadi perhatian penting bagi para pemimpin dunia, dengan berbagai pemerintahan di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Di Indonesia, upaya sistematis dilakukan, termasuk melalui lembaga pendidikan, terutama pendidikan Islam yang mengharuskan penerapan kurikulum yang berorientasi pada lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al Mansyuriyah di Lombok Tengah. Data dikumpulkan melalui berbagai metode, dengan wawancara menjadi metode yang paling sering digunakan, selain metode observasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa isu lingkungan yang disampaikan dalam mata pelajaran Akidah Akhlak, terutama pada kelas VII semester ganjil, lebih fokus pada aspek kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri. Hal ini mencakup tindakan-tindakan seperti merawat kebersihan pribadi, mengelola limbah, merapikan pakaian, dan menghindari perilaku yang tidak higienis, dengan penekanan pada dampak negatif dari ketidakdisiplinan tersebut. Sementara itu, pada kelas IX semester genap, materi yang berkaitan dengan lingkungan hidup lebih mengarah pada pembentukan akhlak terhadap makhluk hidup, termasuk binatang dan tumbuhan, dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini membahas etika dalam berinteraksi dengan makhluk tersebut serta konsekuensi negatif yang dapat timbul akibat perilaku yang tidak bermoral terhadap mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa pendidikan lingkungan yang diberikan melalui mata pelajaran Akidah Akhlak belum cukup mampu meningkatkan kesadaran mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tema-tema yang diajarkan masih terbatas pada pemahaman lingkungan yang sempit, meliputi kompetensi dasar seperti membiasakan akhlak terpuji, menghindari perilaku tercela, serta disiplin dan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Page 72 of 131 | Total Record : 1305