Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 13 No. 2 (2025): Desember"
:
10 Documents
clear
Qs. Asy Syura:38 Pada Praktik Sosial: Musyawarah Dalam Komunikasi Para Lintas Tokoh Antar Agama
Shafa, Shafa;
Said, Muhammad Nor
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3746
Abstract: This study examines the application of the principle of shura (consultation) in the Qur’an, particularly based on QS. Asy-Shura: 38, within the context of interfaith communication in Indonesia. Given the country’s religious diversity, social tensions often arise and pose threats to national harmony. This paper argues that shura, as a dialogical and inclusive decision-making method, can serve as a vital tool in fostering tolerance and social cohesion among religious communities. Using a qualitative library research approach, this study analyzes contemporary interpretations of the verse and connects them with real-life practices such as national interfaith summits and digital religious dialogue content. The findings indicate that shura aligns with democratic values and supports the social construction of peace through the processes of externalization, objectivation, and internalization, as theorized by Peter L. Berger. Therefore, this Qur’anic value offers a practical, inclusive, and adaptable framework for interreligious engagement in a pluralistic society.
Transformasi Tafsir Gender Qur’ani: Mewujudkan Keadilan Produksi Dan Konsumsi Halal Berbasis Inklusivitas Gender
Amir, A. M. Nur Atma;
Abubakar, Achmad;
Irham, Muhammad
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3756
Industri halal global masih menghadapi kesenjangan partisipasi perempuan akibat minimnya kebijakan sensitif gender dan tafsir Al-Qur’an yang bias patriarkal. Penelitian ini mengkaji bagaimana transformasi tafsir gender Qur’ani dapat menjadi landasan normatif bagi keadilan produksi dan konsumsi halal yang inklusif. Metode yang digunakan adalah kualitatif-eksploratif dengan tafsir maudhu‘i, kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, serta telaah dokumen kebijakan sertifikasi halal. Analisis ayat QS. al-Nisa’ [4]:32, al-Aḥzāb [33]:35, dan al-Ḥujurāt [49]:13 menunjukkan bahwa tafsir kontekstual menegaskan kesetaraan hak dan peran ekonomi gender. Hasil penelitian memetakan ayat-ayat tersebut ke dalam tujuan syariah dan menghasilkan matriks indikator audit halal responsif gender yang meliputi akses modal, pelatihan sertifikasi, dan edukasi konsumen. Kesimpulannya, tafsir Qur’ani progresif menyediakan dasar strategis untuk mereformasi standar sertifikasi halal dan memperkenalkan label “Halal Inklusif Gender.”
Pemikiran Fazlur Rahman (Pragmatis-Instrumental) Tentang Pendidikan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Islam Kontemporer
Alfurqon, Muhamad Hadli;
Siregar, Maragustam
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3787
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan Islam, khususnya dalam pendekatan pragmatis-instrumental, serta menganalisis relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah stagnasi dalam sistem pendidikan Islam tradisional yang ditandai dengan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia, pendekatan literalistik, serta minimnya pengembangan nalar kritis dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui telaah terhadap karya-karya utama Fazlur Rahman seperti Islam and Modernity, Major Themes of the Qur’an, serta berbagai artikel akademik dan kajian sekunder yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks dan pemikiran Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman menawarkan paradigma pendidikan Islam yang integratif, dinamis, dan kontekstual. Ia menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia, serta mengusulkan pendekatan hermeneutik historis melalui metode “double movement” untuk menafsirkan ajaran Islam secara relevan dengan tantangan zaman. Pendidikan, menurut Rahman, harus menjadi alat transformasi sosial yang membentuk intelektualisme Islam yang kritis dan etis, bukan sekadar pewarisan teks klasik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman dapat dijadikan dasar konseptual dan praktis untuk merancang sistem pendidikan Islam yang lebih adaptif dan transformatif di era modern.
Nilai-Nilai Sufistik Dalam Kitab Khaṣā’iṣ al-Muṣṭafā Karya Nasiruddin Mughalthai
Al-Hamimy, Muhammad Faishol;
Prayogi, Rizal Mifthakhul;
Siswanto, Eko
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4056
This study aims to reveal the Sufi values contained in the book Khaṣā’iṣ al-Muṣṭafā by Nāṣiruddīn Mughālṭāy, an 8th-century H. scholar of hadith. This book, which contains short narratives about the special characteristics of the Prophet Muhammad SAW, is analyzed using a qualitative approach through content analysis. The focus of the study is to explore how the manifestation of Sufi values in the stories and behavior of the Prophet makes him an ideal model (al-uswah al-hasanah) in Islamic spirituality. The findings show that the spiritual dimension of the Prophet Muhammad SAW in the book represents several profound Sufi values, including tawakkal, ma'rifah, mahabbah, zuhud, ikhlas, muraqabah, tawāḍu', iḥsān, and ṣabr. In conclusion, Khaā’iṣ al-Muafā not only affirms the prophetic status of Muhammad SAW but also positions him as a perfect figure (al-insān al-kāmil), serving as the main reference in the Sufi tradition. The implication of this research is the affirmation that the Prophet's spiritual example is integral and comprehensive, providing an ethical-religious foundation for those who walk the Sufi path.
Relevansi Pemikiran Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi Sebagai Solusi Terhadap Krisis Moral dan Intelektual Generasi Digital
Sianly, Sekar;
Nabila, Nadia;
Sari, Herlini Puspika
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4094
Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi sebagai landasan konseptual dalam menghadapi krisis moral dan intelektual generasi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka, penelitian ini mensintesiskan gagasan filosofis ketiganya yang menekankan integrasi antara rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas dalam pendidikan. Al-Ghazali memandang pendidikan sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) yang bertujuan membentuk akhlak mulia dan kematangan spiritual. Ibnu Sina menitikberatkan pendidikan pada pengembangan potensi manusia melalui pendekatan rasional, moral, dan sesuai tahap perkembangan untuk mencapai al-insan al-kamil (manusia sempurna). Sementara itu, Al-Farabi melihat pendidikan sebagai instrumen pembentukan al-madinah al-fadhilah (masyarakat utama) yang berlandaskan keadilan, ilmu, dan etika. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ketiganya tetap relevan di abad ke-21 sebagai panduan dalam menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kesadaran etis dan tanggung jawab digital. Sintesis gagasan Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Al-Farabi memberikan kerangka filosofis sekaligus praktis bagi pembentukan generasi digital yang cerdas, berakhlak, dan berlandaskan nilai spiritual.
Implikasi Akhlak Kepada Allah SWT di Era digital: Solusi Krisis Moral dan Sekularisasi Ilmu
Hidayati, Eni;
Hidayat, Nur;
Purnawati, Retno Try
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4107
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi akhlak kepada Allah SWT sebagai solusi terhadap krisis moral dan sekularisasi ilmu di era digital. Fenomena modernisasi dan kemajuan teknologi telah membawa dampak serius terhadap degradasi spiritual serta pemisahan antara ilmu pengetahuan dan nilai ketuhanan. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menelaah pandangan dari berbagai sumber ilmiah mengenai pentingnya integrasi nilai akhlak dan tauhid dalam sistem pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya penerapan akhlak kepada Allah SWT menyebabkan disorientasi moral, perilaku digital yang menyimpang, dan sekularisasi ilmu. Sebaliknya, penguatan nilai-nilai seperti takwa, ikhlas, syukur, dan muraqabah mampu menuntun manusia untuk menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab. Pendidikan Islam yang berlandaskan wahyu dan akal menjadi sarana utama dalam membentuk manusia berilmu yang beriman, sekaligus mencegah terjadinya pemisahan antara sains dan spiritualitas. Dengan demikian, penerapan akhlak kepada Allah SWT merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang beradab di tengah tantangan era digital
Perkembangan Jiwa Keagamaan Remaja: Peran Pendidikan Agama Dan Keluarga Dalam Mencegah Kenakalan Remaja
Misrida, Anisa;
Jannah, Miftahul;
Mahmud, Salami
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4250
Abstrak: Artikel ini membahas peran perkembangan agama dalam pembentukan akhlak remaja serta kaitannya dengan fenomena kenakalan remaja di era digital, yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya perilaku menyimpang akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikospiritual. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur dalam bidang psikologi perkembangan, psikologi agama, dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa remaja merupakan fase krisis identitas yang ditandai oleh pencarian makna hidup dan internalisasi nilai keagamaan, di mana lemahnya perkembangan jiwa keagamaan berkontribusi pada rendahnya kontrol diri dan meningkatnya kenakalan remaja, baik konvensional maupun digital. Sebaliknya, internalisasi nilai agama yang sehat berfungsi sebagai faktor protektif dalam pembentukan akhlak dan perilaku moral. Pendidikan agama yang kontekstual serta peran keluarga yang suportif dan komunikatif terbukti memiliki kontribusi signifikan dalam mencegah kenakalan remaja, sehingga penguatan perkembangan psikospiritual melalui sinergi pendidikan agama dan keluarga menjadi strategi penting dalam membentuk remaja yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Ritual Perjalanan Terakhir Suku Anak Dalam Jambi: Studi Perbandingan Dengan Hukum Islam
Putra, Rama Satria
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4347
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian ritual perjalanan terakhir SAD dengan ketentuan hukum Islam mengenai tata cara pengurusan jenazah. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris dengan pendekatan antropologi hukum. Dan data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara dengan Temenggung serta anggota komunitas SAD. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah praktik ritual SAD tidak sejalan dengan ketentuan syariat, terutama dalam hal larangan meratap berlebihan, kewajiban memandikan dan mengkafani jenazah, kewajiban menshalatkan, serta perintah untuk menguburkan jenazah di dalam tanah. Sebaliknya, hukum Islam menekankan prinsip pemuliaan terhadap jenazah, ketertiban syariat, serta penghindaran dari keyakinan terhadap roh-roh yang dapat mengganggu manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya memadukan analisis hukum Islam dengan realitas empiris komunitas adat yang memiliki sistem kepercayaan unik dan jarang dikaji dalam studi pengurusan jenazah. Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai bagaimana interaksi antara tradisi lokal dan hukum Islam, serta kontribusi terhadap pengembangan kajian fiqh jenazah dalam konteks sosial budaya yang ada Indonesia.
Kalam Insyā’ Ṭalabī Dalam Surah al-‘Alaq: Kajian Balaghah Terhadap Tuntutan Implisit
Siregar, Idris;
Maha, Intan Permata;
Nasution, Ratu Diva Tanzilla;
Hasibuan, Muhammad Rezan
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4348
This article examines the kalam insya' in Surah Al-'Alaq by emphasizing the function of the implicit demands contained in the command (amr) and rhetorical istifham. So far, studies of Surah Al-'Alaq have generally focused only on verses 1-5 as the first revelation revealed to the Prophet Muhammad, while the subsequent verses have not been widely analyzed in terms of balaghah, especially within the framework of kalam insya' thalabi. This study uses a qualitative-descriptive method with a balaghah analysis approach through the perspective of ma'ani science, by examining the linguistic structure of the verses of Surah Al-'Alaq and the rhetorical meanings they contain. The results of the study show that Surah Al-'Alaq does not only contain explicit demands such as the command iqra', but also implicit demands conveyed through rhetorical istifham, especially in verses 9-19. This form of istifham is not included to obtain a literal answer, but rather functions as an invitation to reflection, a moral critique of arrogance and rejection of guidance, and an affirmation of theological awareness of God's supervision. This study concludes that the kalam insya' thalabi in Surah Al-'Alaq serves as an effective Quranic rhetorical instrument in establishing continuity between the initial message of revelation and moral demands, while simultaneously strengthening the persuasive and dialogical character of the Quran.
Moderasi Beragama dan Ketahanan Keluarga di Malang Dalam Perspektif Sejarah Hukum Islam
Marwinata, Pepy;
Hakim, Muhammad Nur Rizal
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4414
Artikel ini mendiskusikan strategi membangun resiliensi keluarga melalui penguatan moderasi beragama. Moderasi beragama atau sikap moderat dalam beragama merupakan cara pandang dan sikap beragama yang adil dan seimbang. Pola pikir dan perilaku moderat dalam keluarga sangat signifikan bagi pasangan suami isteri agar terhindar dari hal-hal yang dapat merusak kehormatan dan martabat keluarga. Karena itu,strategi membangun resiliensi keluarga harus diupayakan oleh seluruh anggota keluarga. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pandang dan sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi keluarga. Strategi membangun resiliensi keluarga meliputi: sistem keyakinan, proses organisasi, proses komunikasi, dan pemecahan masalah. Di antara materi yang sangat penting untuk penguatan moderasi beragama dalam keluarga adalah toleransi, kepemimpinan dalam keluarga, pembagian peran dalam keluarga, relasi setara suami-isteri, penghargaan eksistensi dan komunikasi berkualitas seluruh anggota keluarga, serta membudayakan musyawarah dalam pengambilan keputusan.