cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 324 Documents
Penerapan Authentic Assesment Pada Mata Kuliah IPS Terpadu Semester Gasal Tahun Ajaran 2016/2017 Fitra Delita
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.6970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik (authentic assesment)  pada mata kuliah Pembelajaran IPS Terpadu dan mengidentifikasi kelemahan penilaian yang diterapkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2016 Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Subyek penelitian terdiri dari 3 kelas yang mengambil mata kuliah Pembelajarana IPS Terpadu yaitu kelas A reguler 2016 (22 orang), kelas D reguler 2016 (25 orang) dan A ekstensi 2016 (20 orang). Teknik pengumpulan data melalui komunikasi tak langsung dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan rubrik penilaian mahasiswa. Selain itu juga digunakan teknik dokumenter untuk mendapatkan data hasil belajar mahasiswa semester 2 tahun pelajaran 2016/ 2017 pada mata kuliah Pembelajaran IPS Terpadu.Hasil penelitian menunjukkan pada mata kuliah IPS terpadu sudah diterapkan penilaian otentik dalam bentuk penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian tulis dan penilaian sikap. Namun penilaian ini belum mencakup penilaian portofolio dan penilaian diri oleh mahasiswa dan masih perlu dikembangkan. Penilaian 6 tugas wajib yang mencakup Tugas Rutin (TR), Critical Book Review (CBR), Critical Journal Report (CJR), Rekayasa Ide (RI), Mini Riset (MR) dan Project Report (PR) dengan rubrik penilaian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 6 tugas tersebut dikerjakan mahasiswa dengan baik dengan skor yang termasuk kategori tinggi kecuali pada kelas A ekstensi, nilai rata-rata MR tergolong sedang. Pada nilai akhir mata kuliah dan nilai sikap dari tiga kelas terlihat frekuensi terbesar mahasiswa pada nilai B (rentang 80-89) dengan nilai sikap Baik (rentang 2,51- 3,50)Kata kunci: Penilaian otentik, Pembelajaran IPS Terpadu
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Keanekaragaman Hayati di Indonesia Darwin Parlaungan Lubis
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7365

Abstract

Dampak dari perubahan iklim global terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang cukup panjang, antara 50 – 100 tahun. Walaupun terjadi secara perlahan, perubahan iklim memberikan dampak yang sangat besar pada kehidupan mahluk hidup. Dampak langsung perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati adalah : spesies ranges, perubahan fenologi, perubahan interaksi antar spesies, laju kepunahan, sedangkan dampak tidak langsungnya adalah: dampak terhadap ekosistim hutan, dampak pada daerah kutub, dampak pada daerah arid dan gurun, dampak pada ekosistim pertanian, dan dampak ekologis bagi wilayah pesisir (mangrove).Upaya perlindungan keanekaragaman hayati dari kepunahan telah menyusun suatu Strategi Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati yang diikuti dengankompilasi Rencana Aksi Keanekaragaman HayatiKata Kunci:  perubahan iklim,pemanasan, keanekaragaman hayati
Penyebaran Daerah Rawan Banjir di Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Asrul Asrul; Nahor M. Simanungkalit
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8156

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia, bertujuan untuk mengetahui persebaran daerah rawan banjir yang meliputi ;karakteristik banjir dan penyebaran daerah rawan banjir. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh daerah Kelurahan Anggrug dan populasi sekaligus dijadikan sampel (area sampling).Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam  penelitian adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, karena penelitian ini menggunakan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah yang rawan terkena banjir di Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia umumnya berada di sekitar bantaran sungai Babura (banjir kiriman) dan di jalan-jalan raya (banjir lokal). Dengan luas banjir 32.21% dari luas Kelurahan Anggrung, kedalaman banjir berkisar antara 0,1-2 m, lama genangan 1-24 jam dan priode ulang banjir 13,3 kali dalam 4 tahun.Kata Kunci : Banjir,  rawan banjir
PEMANFAATAN BLOG PADA MATA KULIAH SISTEM INFORMASI GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Muhammad Ridha S Damanik; Ali Nurman
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran melaluipemanfaatan blog sebagai media pembelajaran Sistem Informasi Geografis (2)Meningkatkan kemampuan mahasiswa dibidang teknologi informasi melaluipemanfaatan media blog dalam pembelajaran Sistem Informasi Geografis, (3)Meningkatkan tingkat ketuntasan mahasiswa pada mata kuliah Sistem InformasiGeografis.Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliahSistem Informasi Geografi pada semester ganjil tahun akademik 2013/2014. Dalampenelitian ini model pembelajaran yang diterapkan adalah melalui pemanfaatanteknologi informasi, dimana media blog digunakan sebagai sarana bagi mahasiswadan dosen untuk melakukan pembelajaran berbasis internet. Mahasiswa dituntutuntuk menggunakan media blog sebagai wadah diskusi dalam praktek pembuatanpeta digital berbasis SIG.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan Rata-rata tingkatketuntasan belajar mahasiswa dalam mata kuliah SIG meningkat dari 62,2 % padaawal penelitian menjadi menjadi 100% pada akhir penelitian. Pemanfaatan blogsebagai media pembelajaran sangat efektif untuk diterapkan dalam mata kuliahSistem Informasi Geografis di Jurusan Pendidikan Geografi. Selain itu, kemampuanmahasiswa dalam memanfaatkan blog dalam pembelajaran mengalami peningkatan.Hal ini terlihat tinggi keterlibatan mahasiswa dalam pemanfaatan blog untukmencapai ketuntasan belajarnya.Kata Kunci: Blog, Sistem Informasi Geografis.
Pemetaan Kerawanan Kebakaran Menggunakan Pendekatan Integrasi Penginderaan Jauh dan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Tambora Jakarta Barat Siti Dahlia; Wira Fazri Rosyidin; Aditya Ramadhan; Haryadi Haryadi; Khoirul Anwar; Dimas Ersantyo; Rahmad Nur Setiawan; M. Aji Sadewo; Asa Alvi Zahroh
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i1.11319

Abstract

Kecamatan Tambora Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah di DKI Jakarta yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi, kondisi tersebut mengakibatkan wilayah penelitian rawan terhadap kebakaran. Untuk itu, tujuan penelitian yaitu untuk membuat peta kerawan kebakaran menggunakan pendekatan integrasi penginderaan jauh dan persepsi masyarakat di Kecamatan Tambora Provinsi DKI Jakarta. Pembuatan peta kerawanan kebakaran merupakan salah satu upaya mitigasi nonstruktural, sehingga wilayah penelitian teridentifikasi tingkat zonasi kerawanan kebakaran untuk bahan acuan kebijakan penurunan tingkat risiko. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu interpretasi, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Metode analisis yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif yang digunakan yaitu menginterpretasi data citra Quickbird berdasarkan unsur-unsur interpretasi dan mendeskripsikan temuan kondisi di lapangan. Analisis kuantitatif yang digunakan yaitu menggunakan metode pembobotan dan skoring. Hasil penelitian yaitu wilayah Kecamatan Tambora mayoritas merupakan area kerawanan kebakaran tingkat tinggi seluas 258 Ha, tingkat kerawanan sedang seluas 113 Ha, dan tingkat kerawanan rendah seluas 137 Ha. Kelurahan dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi yaitu Kelurahan Pekajon, Angke, Krendeng, Duri Utara, dan Kalianyer. Kelurahan dengan tingkat kerawanan kebakaran sedang yaitu Tanah Sereal, Jembatan Besi, dan Duri Selatan. Kelurahan dengan tingkat kerawanan kebakaran rendah yaitu Roa Malaka, Jembatan Lima, dan Tambora.
DINAMIKA PENDUDUK DAN KEBUTUHANAIR Astrid Damayanti; Firman Hidayat
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6370

Abstract

Dinamika kependudukan dan sumber daya air ternyatamenunjukkan hubungan timbal balik. Dinamika penduduk sangatberpengaruh dalam menentukan lokasi dan jenis proyekpengelolaan sumber daya air disesuaikan dengan karakteristikfungsional, skala dari proyek, perkiraan biayanya, serta manfaatdari proyek tersebut. Makalah ini menunjukkan bagaimanahubungan kebutuhan air dan dinamika penduduk diestimasidengan pendekatan matematis. Model matematis ini kerapmemperhitungkan kegiatan ekonomi terkait, selain faktor lain yaitudampak harga permintaan, konservasi air dan pendekatannonstruktural lainnya, serta keterkaitan air dan energi. Dalammakalah ini, akan dibahas mengenai hal-hal yang terkait denganstudi demografi sebagai sebuah ilmu yang digunakan untukmelakukan estimasi dinamika penduduk dan bagaimanahubungannya terkait dengan perhitungan kebutuhan akan sumberdaya air.Kata kunci: dinamika, kebutuhan, penduduk, sumber daya air
Analisis Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar Rosni Rosni; Ratih Puspita
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri Di Kota Pematangsiantar.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Kota Pematangsiantar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru geografi kelas X sebanyak 12 guru dan 5 wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan observasi.Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah tekhnik analisa deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran Geografi kelas X termasuk dalam kategori baik (71, 12%). (2) Faktor pendukung dalam pelaksanaan KTSP antara lain : Perencanaan ,meliputi Pelatihan (65%), Pengkajian (65%), Prota(100%), program semester (100%), program mingguan dan harian (85%), Modul (75%), program pengembangan diri (55%), Pengorganisasian meliputi pengembangan silabus (90%), RPP (100%), mendayagunakan kondisi sekolah (65%) penyampaian materi (80%), orientasi pembelajaran (85%), variasi mengajar (70%), sumber pembelajaran (95%). Pelaksanaan KBM meliputi Pre test (80%), penilaian kognitif (75%), aspek afektif (80%), psikomotorik (70%), penguasaan penilaian (75%), post test (80%): Penilaian hasil belajar, meliputi ulangan harian (80%), pembuatan soal (25%), ulangan umum (70%), penilaian portofolio (60%), dan  Pelaporan meliputi laporan guru, pelaporan hasil belajar siswa (90%), guru bekerjasama dengan orangtua (60%), membantu kepala Sekolah (55%), diskusi dan evaluasi (60%). Faktor penghambat dalam pelaksanaan (KTSP) pada mata pelajaran geografi kelas X di Kota Pematangsiantar pada indikator penggorganisasian yakni penggunaan alokasi waktu (50%) dan sarana pembelajaran (50%) dan indikator evaluasi berupa penilaian kelas (25%).Kata Kunci: Pelaksanaan KTSP, mata pelajaran Geografi
Karakteristik Penduduk Migran di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara Nuraini Nuraini; Mbina Pinem
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor penyebab migran melakukan perpindahan dari tempat asal ke tempat yang baru, (2) karakteristik demografi migran meliputi umur, jenis kelamin, tempat lahir, lama waktu tinggal, daerah asal, pendidikan formal, jenis pekerjaan dan pendapatan di Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara.Pelaksanaan ini dilaksanakan di Kecamatan Halongonan pada pertengahan bulan Juli 2012. Polulasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk migrant yang berada  di Kecamatan Halongonan dengan jumlah 420 kepala keluarga, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan acak dengan cara mengambil 15 % dari jumlah populasi sehingga diperoleh sampel sebanyak 63 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi langsung. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab migran melakukan migrasi yaitu faktor pendorong terdiri dari a) semakin sempitnya lapangan pekerjaan di daerah asal sebesar 44,44%, b) penghasilan tidak mencukupi kebutuhan sebesar 26,98%, c) ajakan keluarga sebesar 15,87%, d) keinginan dari diri sendiri untuk mencoba merantau kedaerah lain sebesar 11,12%, e) faktor karena bencana alam sebesar 1,59%, sedangkan faktor penarik a) kesempatan kerja lebih besar dengan persentase sebesar 73,02%, b) pengasilan sedikit lebih besar dengan persentase sebesar 14,28%, c) pekerjaan yang menarik dengan persentase sebesar 12,70%. (2) Untuk karakteristik penduduk migran, umumnya 47,62% para migran berusia 30 – 39 tahun. Dan lebih didominasi oleh laki-laki (84,13%). Mayoritas penduduk migran beragama islam (76,19%) dan hampir sebagian besar penduduk migran merupakan suku jawa (50,79%). Sebanyak 25,40% penduduk migran kebanyakan sudah menetap 2 tahun di Kecamatan Halongonan. Sebagian besar penduduk migrant (25,40%) yang berada di Kecamatan Halongonan berasal dari daerah kisaran. Pendidikan penduduk migran tergolong sangat rendah hanya mampu menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD) (47,62%). Dan umumnya 36,51% penduduk migran bekerja sebagai pekerja kasar yaitu buruh deres. Pendapatan para migran tergolong pendapatan rendah karena 46,62% migran hanya memiliki pendapatan antara Rp 900.000 – Rp 1.300.000, kalau dihubungkan dengan upah minimum regional (UMR) yaitu Rp 1.200.000 untuk wilayah Sumatera Utara pendapatan yang penduduk migran terima sudah dapat dikatakan sesuai dengan UMR Sumatera Utara.Kata Kunci : Migran, Faktor Penyebab dan Karakteristik Demografi
MENYIAPKAN TENAGA KERJA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Novida Yenny
JURNAL GEOGRAFI Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v7i1.9385

Abstract

Diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) membuat setiap negara di kawasan Asia Tenggara harus siap untuk berkompetisi terutama sektor ekonomi. Memaknai pasar bebas ASEAN, dibidang ekonomi berarti Indonesia secara sumber daya harus mampu menyiapkan SDM yang berkualitas, produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar, sumber daya manusia/tenaga kerja yang mampu bersaing secara kompetitif, dan tentunya kebijakan pemerintah yang mendukung untuk menghadapi perubahan. Fenomena globalisasi yang terjadi sejak dekade terakhir abad ke-20 tengah berlangsung sampai saat ini, merupakan dimensi yang mempengaruhi baik perilaku organisasi maupun perilaku individu. Para pelaku ekonomi-wirausaha, investor, manajer dan para pekerja baik di sektor swasta maupun publik semakin dituntut untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari budaya lain, baik melalui komunikasi tatap muka atau melalui media elektronik. Orang semakin dituntut untuk saling memahami dan menghormati rekan-rekan mereka dari latar belakang budaya yang berbeda, disamping harus berusaha meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja mereka. Pembentukan pasar tunggal Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat. Dengan besarnya arus tenaga asing yang akan menyerbu bursa tenaga kerja Indonesia, tentunya dibutuhkan kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi dan melindungi tenaga kerja Indonesia walaupun secara legal tidak ada larangan bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia. Negara, perusahaan, organisasi dan individu harus menyiapkan sumber daya manusia yang siap berkompetisi dalam persaingan global, tenaga kerja harus meningkatkan keahliannya dan juga perlunya pemahaman akan perbedaan budaya yang akan berintegrasi satu sama lain. Pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui pengembambangan dan pelatihan terhadap sumber daya manusia agar siap bersaing di pasar global.Kata kunci: tenaga kerja, MEA, ekonomi
Analisis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Guru Geografi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat Nofrion Nofrion; Bayu Wijayanto; Ratna Wilis; Rery Novio
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.9070

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi TPACK Guru Geografi di Kabupaten Solok. Data dalam artikel ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 16 orang Guru yang terdiri dari data kompetensi TPACK guru dalam hal penguasaan materi, pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran serta kompotensi pedagogik yang dilihat dari dokumen perencanaan pembelajaran/RPP dan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran. Data didapatkan dengan Paket Soal Tes Penguasaan Materi yang valid, Lembar Observasi Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Lembar Observasi Pembelajaran serta Lembar Check List untuk analisis Dokumen. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK – Content Knowledge Guru Geografi di Kabupaten Solok berada pada kategori sedang atau pada nilai rata-rata 51. Soal materi kelas X adalah soal paling sulit bagi guru. Hasil TPACK – Technology guru Geografi menunjukkan kategori sedang. Namun, terindikasi media presentasi yang ditampilkan adalah hasil modifikasi dari media yang sudah dibuat orang lain. Sedangkan TPACK – Pedagogic Guru berdasarkan kinerja  dalam pelaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 80,79 atau berada pada kategori sedang dengan tingkat relevansi komponen RPP dengan Standar Proses adalah 100%. Berdasarkan data di atas maka perlu diberikan pembinaan untuk meningkatkan penguasaan materi kelas X bagi guru. Lalu, pelatihan untuk merancang media presentasi pembelajaran berbasis Ms. Office Power Point dan lain-lain hasil karya sendiri serta penguatan dalam merancang RPP berdasarkan karakteristik siswa di sekolah masing-masing.Kata Kunci: Kompetensi TPACK, Pembelajaran Geografi This article was written to find out and analyze Geography Teacher’s TPACK competence in Solok Regency. The data in this article was obtained from a study involving 16 teachers consisting of teachers’ TPACK competency data in terms of materials mastery, media and technology utilization in learning and also pedagogical competence which is seen from lesson plan/RPP and performance in learning implementation. Data were obtained with valid Material Mastery Test Package, Observation Sheet of Media and Technology Utilization in Learning, Learning Observation Sheet and Checklist Sheet for Document analysis. Data were analyzed by quantitative descriptive. The results showed that TPACK - Content Knowledge of Geography Teachers in Solok Regency was in the medium category or in the average score of 51. The question of class X materials is the most difficult thing for teachers. The result of TPACK – Technology of Geography teacher shows medium category. However, it is indicated that media presentation which is displayed is the result of modifications from the media that has been created by others. Moreover, TPACK - Pedagogic of teacher based on performance in learning implementation have average 80,79 or in medium category, with RPP component relevance level with Standard Process is 100%. Based on the data above, it is necessary to provide coaching to improve mastery of class X materials for teachers. In addition, the training to design their own instructional media presentation based on Ms. Office Power Point etc. and also strengthening in designing RPP based on the characteristics of students in each school.Keywords: Geography Learning, Geography Teacher, TPACK Competency

Page 8 of 33 | Total Record : 324