cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 324 Documents
Zonasi Pemanfaatan Lahan Pasca Penambangan Pasir di pesisir Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Ruli As'ari; Erni Mulyanie; Dede Rohmat
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.10712

Abstract

Aktivitas tambang pasir besi di Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Beberapa permasalahan pasca penambangan pasir besi yaitu; rusaknya ekosistem, kondisi lahan yang rusak, pemukiman penduduk terganggu polusi, rusaknya prasarana transportasi dan terjadi konflik di masyarakat. Kondisi pantai pasca penambangan pasir besi saat ini sudah mengalami perubahan, beberapa kawasan telah di manfaatkan untuk budidaya udang vannamei. Diperlukan zonifikasi kawasan pemanfaatan lahan pantai pasca penambangan pasir besi untuk meminimalisir dampak negatif yang timbul akibat aktivitas penambangan pasir besi. Metode penelitian ini adalah Deskriptif Survey, teknik pengumpulan data melaui survey lapangan, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui Pemetaan Kawasan Pantai Cipatujah dengan mengklasifikasikan kawasan menjadi tiga zona utama berdasarkan karakteristik aktivitas masayarakat dan potensi setiap kawasan pantai pasca penambangan pasir besi. Lokasi Penelitian di Kawasan Pantai Selatan yang berada di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Hasil Penelitian menunjukkan zonasi kawasan reklamasi lahan pasca penambangan pair besi di Kecamatan Cipatujah dibagi menjadi 3 Zona diantaranya: Zona I: merupakann zona kawasan budidaya udang vannamei, Zona II: Zona Kawasan Pariwisata, Zona III: zona kawasan konservasi.Kata Kunci: Zonasi, Reklamasi lahan, Pasir BesiIron sand mining activities at Cipatujah Beach Tasikmalaya District have a negative impact on the environment. Some problems post iron sand mining are; damage to the ecosystem, damaged land conditions, pollution of the population, damage to transportation infrastructure and conflict in the community. The condition of the coast after iron sand mining has changed, some areas have been utilized for Vannamei shrimp cultivation. Zonification of coastal land use areas is needed after iron sand mining to minimise the negative impacts arising from iron sand mining activities. The method used in this study is a descriptive survey method with data collection techniques used in field surveys, interviews, documentation studies and literature studies. Data analysis was carried out through Mapping the Cipatujah Coast Area by classifying the area into three main zones based on the characteristics of community activities and the potential of each coastal area after iron sand mining. Research Sites on the South Coast in the Cipatujah District of Tasikmalaya Regency. The results showed zoning of the land reclamation area after iron pair mining in Cipatujah subdistrict was divided into 3 zones including Zone I: zone of Vannamei shrimp cultivation area, Zone II: Tourism Zone, and Zone III: zone of ecological conservation.Keywords: Zoning, land reclamation, Sand, Mining, Coastal
KOMUNIKASI SOSIAL MAHASISWA DALAM PENCAPAIAN PRESTASI BELAJAR (Kasus Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan) Maringan Sirait
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah adahubungan antara komunikasi sosial mahasiswa dalam pencapaianindeks prestasi belajar pada Jurusan Pendidikan Geografi FakutasIlmu Sosial Universitas Negeri Medan, dan gambaran hubungankomunikasi sosial yang terjalin, baik antarmahasiswa maupunantara mahasiswa dengan dosen.Penelitian ini menggunakan metode deskripstif, denganpopulasi adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi yangaktif pada Tahun Pengajaran 2004 s/d 2006 yang berjumlah 345orang. Sampel sebanyak 172 orang yang diambil secara acakberstrata (Stratified Random Sampling). Pengumpul data primerdengan menggunakan angket sebagai alat, kemudian datadianalisis dengan analisis regresi linier ganda yang dikerjakandengan program SPSS versi 13 dikomputer.Hasil penelitian menunjukkan, ada terdapat hubungan yangkurang siqnifikan antara komunikasi sosial mahasiswa dalampencapaian prestasi belajar yang ditunjukkan oleh persamaanregresi untuk TP 2004 – 2006 yaitu: Y 2,27+0,056X1+0,008X2+0,022X3+0,007X4+0,004X5-0,004X6+0,003X7+0,017X8-0,019X9+0,013X10dimana diperoleh Fhitung > Ftabel atau 3,642>1,87 sehinggakorelasi pada prestasi belajar (Y) dapat dijelaskan oleh indikatorkepemimpinan, sosialibilitas, kestabilan emosi, objektifitas,persahabatan, perenungan, hubungan pribadi, pengenalan diri,kejantanan dan aktifitas umum. Dengan harga R=0,429 pada tarafnyata α=0,05 dan korelasi determinasi antara komunikasi sosialmahasiswa (X) dalam prestasi belajar (Y) yaitu sebesar 18%.Gambaran komunikasi sosial yang terjalin, baik antarmahasiswamaupun antara mahasiswa dengan dosen, walaupun sebahagianbesar termasuk ke dalam kategori sedang.Kata Kunci: Komunikasi Sosial Mahasiswa dan Prestasi HasilBelajar
Penerapan Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi Berpikir Induktif dalam Mata Pelajaran Geografi Pada Kelas XI SMA Negeri 15 Medan Tumiar Sidauruk; Weni Ayu Sunita Zandroto
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 2 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i2.7358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran pemrosesan informasi berpikir induktif dalam mata pelajaran geografi pada kelas XI SMA Negeri 15 Medan pada materi biosfer. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS-2 yang bejumlah 40 orang yang terdiri 25 laki- laki dan 15 perempuan. Alat pengumpul data digunakan tes pilihan berganda yang terdiri dari 25 butir soal dengan 5 option dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata keaktifan siswa yaitu 53,37% pada pertemuan I dan 82,5% pada pertemuan II. Sedangkan untuk ranah psikomotorik terdapat nilai rata-rata siswa secara keseluruhan yaitu 83,20% dengan ketercapaian indikator kelas pada fase Pembentukan Konsep sebesar 79,71%, Interpretasi Data sebesar 89,35%, dan Aplikasi Prinsip sebesar 88,08%. Dari analisis data yang diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pre test adalah 55,5, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar pos test adalah 79,9. Sementara nilai akhir (akumulasi nilai afektif, psikomotorik dan kognitif) yaitu nilai rata-ratanya sebesar 75,02. Dari data-data yang dihasilkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran pemrosesan informasi berpikir induktif dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam belajar pada materi biosfer.Kata kunci : Berfikir Induktif, Mata Pelajaran Geografi
Pelestarian Adat Dalam Upacara Perkawinan Masyarakat Batak Karo Sebagai Atraksi Wisata Dalam Menunjang Kepariwisataan di Kabupaten Daerah Tingkat II Karo Minah Sinuhaji
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data yang objektif tentang usaha pelestarian adat-istiadat Batak Karo, serta memahami fungsi dan peranan adat dalam pesta perkawinan masyrakat Batak Karo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat karo yang berada di Kabupaten Karo dan sampel yang diambil adalah masyarakat dari 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Barusjahe, Kecamatan Tiga Panah dan Kecamatan Simpang Empat. Pengolahan data dengan menggunakan analisis deskriptif dan peralatan kepustakaan kemudian permasalahannya dintinjau dari teori-teori yang relavan. Selanjutnya merumuskan teori-teori yang dianalisis melalui data emperis untuk menarik kesimpulan. Metode penelitian membahas hubungan dua variable yaitu variable terikat adalah Pelestarian adat perkawinan Batak Karo sebagai atraksi wisata dan variable bebas adalah kepariwisataan di Daerah Tingkat II Karo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat istiadat dalam suku Karo tidak terlepas dari peranan “marga” dan rangkuman Dalikan Si Telu dalam ikatan kekeluarga.’Tujuan perkawinan bagi suku Karo adalah kebahagiaan lahir batin mendapatkan keturunan memperbaiki tali persaudaraan agar hak waris jatuh pada anak laki-laki langsung agar mendapat pengakuan dari kerabat masyarakat tempat kejadian dimana upacara adat perkawinan berlangsung. Suku Karo memiliki budaya cukup tinggi/menunjukkan nilai luhur yang memerlukan pelestarian. Upacara adat perkawinan dalam adat karo bila dilestarikan maka dapat disuguhkan kepada wisatawan sebagai atraksi wisata budaya yang dapat menunjang kepariwisataan.Kata kunci: Pelestarian adat, perkawinan, batak karo, atraksi wisata 
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP MINAT SISWA MEMILIH JURUSAN IPS DI KELAS XI SMA NEGERI 1 KOTAPINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Ade Tri Rahmadani; Muhammad Arif
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 1 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i1.6040

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap minat siswa memilih jurusan IPS di SMA Negeri 1 Kotapinang Tahun Ajaran 2015/2016. (2) faktor Internal (bakat, perhatian, motif/tujuan. (3) faktor Eksternal (keluarga, sekolah, teman bergaul, dan Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kotapinang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 167 orang. Sampel ditentukan 30% populasi sehingga berjumlah 40 orang yang diambil secara acak. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah tekni angket. Analisa datanya dengan cara deskriptif dan teknik inferensial. Untuk validitas dan reliabilitas diambil dari kelas IPS 3 sebanyak 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Faktor Internal (bakat, perhatian, motif/tujuan) terhadap minat siswa memilih jurusan IPS dapat dikategorikan baik hal ini diperoleh dari hasil pengolahan data seluruh jawaban responden terhadap indikator faktor internal yakni 62% menjawab selalu, 35% menjawab sering, dan 2,5% menjawab kadang-kadang.(2) Faktor eksternal (keluarga, sekolah, teman bermain) terhadap minat siswa memilih jurusan IPS dapat dikategorikan baik hal ini diperoleh dari hasil pengolahan data seluruh jawaban responden terhadap indikator faktor eksternal yakni 52,5% menjawab selalu, 37,5% menjawab sering, 10% menjawab kadang-kadang dan hanya 5% menjawab tidak pernah. (3) Ada pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap minat siswa memilih jurusan IPS di SMA Negeri 1 Kotapinang hal ini diperoleh dari hasil pengolahan data dan dibuktikan dengan pengujian hipotesis dimana Fhitung > Ftabel = 8,22 > 3,09 dengan taraf signifikansi 0,000 > 0,005. Kontribusi faktor internal dan faktor eksternal terhadap minat siswa memilih jurusan IPS sebesar 62%, dan 38% dipengaruhi oleh faktor lain diluar faktor internal dan faktor eksternal siswa.Kata Kunci: faktor internal, faktor eksternal, minat siswa, IPS
Pemantauan Perubahan Garis Pantai Jangka Panjang dengan Teknologi Geo-Spasial di Pesisir Bagian Barat Kabupaten Tuban, Jawa Timur M. Arif Zainul Fuad; Nena Yunita; Rarasrum D. Kasitowati; Nurin Hidayati; Aida Sartimbul
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i1.11409

Abstract

AbstrakPesisir Tuban bagian barat berpotensi mengalami perubahan garis pantai yang dipengaruhi oleh adanya pembangunan di wilayah pesisir berupa pelabuhan, permukiman, budidaya perikanan, dan reklamasi. Oleh karena itu perlu adanya pemantauan dinamika pesisir, kerusakan pesisir, dan perencanaan pembangunan pada kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren perubahan garis pantai jangka panjang dalam kurun waktu 1973-2018 dan memprediksi garis pantai di Tuban bagian barat. Penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemantauan perubahan garis pantai di pantai dengan Citra Landsat tahun 1973, 1988, 1998, 2008, 2017, and U.S Army Map Service tahun 1964. Perhitungan perubahan garis pantai menggunakan aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan menggunakan metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) untuk menganalisis perubahan garis pantai yang telah terjadi, sedangkan metode Linear Regression Rate (LRR) digunakan untuk memprediksi perubahan garis pantai pada 10 tahun mendatang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pantai Tuban bagian barat akresi terbesar terjadi di Desa Remen yaitu sejauh 323 m dengan laju akresi sebesar 7,32 m/tahun. Sebaliknya abrasi tertinggi dialami oleh Desa Mentosa dengan rata-rata jarak abrasi sebesar 181,90 m dan rata-rata laju abrasi sejauh 4,11 m/tahun. Prediksi perubahan garis pantai untuk 10 tahun kedepan mengindikasikan terjadinya akresi di Desa Glodonggede dan abrasi di Desa Mentosa.Kata kunci: Garis Pantai, Akresi, Abrasi, Pemantauan, DSASAbstractThe western Tuban coast has the potential to experience shoreline changes influenced by the development in coastal areas in the form of ports, settlements, aquaculture and reclamation. Therefore, it is necessary to monitor coastal dynamics, coastal damage, and development planning in coastal areas. This study aims to determine the trend of long-term shoreline changes in the period 1973-2018 and predict coastlines in the western part of Tuban. This study uses remote sensing technology and Geographic Information System (GIS) to monitor changes in coastlines on the western coast of Tuban Regency with Landsat imagery in 1973, 1988, 1998, 2008, 2017, and US Army Map Service in 1964. Calculation of shoreline changes using Digital Shoreline Analysis System (DSAS) application using Net Shoreline Movement (NSM) and End Point Rate (EPR) methods to determine shoreline changes, while the Linear Regression Rate (LRR) method is used to predict shoreline changes in the next 10 years. The results showed that in the western part of Tuban Beach the largest accretion occurred in the village of Remen which was 323 m with an accretion rate of 7.32 m / year. Conversely, the highest abrasion was experienced by Mentosa Village with an average abrasion distance of 181.90 m and an average abrasion rate of 4.11 m / year. Predictions of shoreline changes for the next 10 years indicate the occurrence of accretion in Glodonggede Village and abrasion in Mentosa Village Keywords: Shoreline, Accretion, Abrasion, Monitoring, DSAS 
ALAM, SUMBER BELAJAR YANG TIDAK PERNAH HABIS Julismin Julismin
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6366

Abstract

Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat penting.Lingkungan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar dapat berupalingkungan social dan lingkungan fisik (alam). Alam, merupakan sumber belajaryang tidak pernah habis, dengan memanfaatkan alam sebagai sumber belajarberarti menggunakan sumber yang telah tersedia di sekitar kita yang dapatdiperoleh secara mudah dan murah.Kata kunci: sumber belajar, alam
Kebijakan Berwawasan Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Mahara Sintong
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8081

Abstract

Di era modernisasi, masalah kependudukan perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius dari seluruh institusi negara, melalui kebijakan berwawasan kependudukan berbasis human welfare yang dapat memberikan kontribusi dalam meminimalisir masalah kependudukan bagi keberhasilan pembangunan. Untuk itu, dalam konteks kebijakan berwawasan pembangunan, penduduk tidak hanya ditempatkan sebagai obyek tetapi juga sekaligus sebagai subyek dari pembangunan. Kebijakan berwawasan kependudukan harus segera terumuskan dan menjadi arahan pembangunan yang dalam implementasinya, perlu diterapkan secara komprehensif dan sinergis dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan memiliki daya saing global. Sinergisitas kebijakan berwawasan kependudukan dengan kualitas sumber daya manusia, mensyaratkan perlunya pendidikan berkualitas sebagai wahana sistemik dalam menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki life skill, personal skill yang mencakup self awareness dan thinking skill, serta social skill, academic skill, maupun vocational skill.Kata kunci: kebijakan berwawasan kependudukan, sumber daya manusia.
Demografi Politik Sumatera Utara: Analisis Pilihan Politik Masyarakat Berdasarkan Persebaran Penduduk, Agama dan Etnis Dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 di Kota Medan Budi Ali Mukmin; Muhammad Ridha Syafii Damanik
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.10532

Abstract

Studi demografi memberikan kemudahan bagi kajian ilmu politik dalam hal pemetaan potensi diluar dari variabel non-demografi. Jika studi demografi memberikan data kuantitatif yang berkaitan tentang jumlah populasi penduduk, golongan usia, data gender, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan ekonomi, maka kajian ilmu politik dapat menjadikan data tersebut untuk penentuan basis para pemilih yang dilihat dari jumlah penduduk, mampu mengetahui isu apa yang tepat untuk kampanye yang dilihat dari usia penduduk, kajian ilmu politik mampu mengemas isu kampanye yang tepat jika dapat dilihat dari tingkat pendidikan dan pendapatan ekonomi. Demografi politik di Sumatera Utara pada pilkada Sumatera Utara tahun 2018 menyuguhkan data yang menarik untuk dianalisis. Kota Medan yang dijadikan sebagai lokus kajian memberikan sinyalemen bahwa pola persebaran penduduk yang berdomisili pada masing-masing Kecamatan di Kota Medan tidak bisa dianggap sebagai pola domisili biasa. Jika ditelisik lebih jauh pola pemukiman penduduk di Kota Medan ternyata telah membentuk pola pemukiman yang dihuni berdasarkan kesamaan agama, kesamaan etnis, dan kesamaan asal daerah pada masing-masing Kecamatan. Hal ini tampaknya berimplikasi terhadap pilihan-pilihan politik yang diambil oleh penduduk di Kota Medan dalam pilkada gubernur Sumatera Utara dimana isu agama, isu etnisitas dan isu-isu ke-daerahan ‘putra daerah’ menjadi vote getter untuk meraih tampuk kekuasaan. Kata kunci: Demografi Politik, Vote Getter, Pemilihan Kepala Daerah
Analisis Karakteristik Hidrogeokimia Airtanah Di Pulau Koral Panggal, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Ahmad Cahyadi; Wahyu Hidayat
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.6052

Abstract

The small island has a very unique hydrological characteristics. The unique character are low rainfall, rain catchment narrow and high vulnerability to seawater intrusion. This study aims to (1) analyze the groundwater hydrogeochemistry facies in Panggang Cay and (2) to analyze the evolution of groundwater hydrogeochemistry in Panggang Cay. Data used include major element analysis results of the groundwater samples taken from the study site. Hidrogeochemistry fasies of groundwater determined the type of diagram analysis stiff, while the analysis of the hydrogeochemistry evolution of groundater analyzed using piper diagram. Groundwater hydrochemical facies in Panggang Cay is MgCl2 with hydrogeochemical evolution of CaCO3 into MgCl2. The evolution of hydrogeochemistry fasies that occur indicate the sea water intrusion process.

Page 10 of 33 | Total Record : 324