cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 324 Documents
ANALISIS MIGRASI PENDUDUK KE DESA NDOKUMSIROGA KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN KARO Walbiden Lumbantoruan
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arus migrasi menuju DesaNdokumsiroga, faktor-faktor pendorong dari daerah asal, faktor-faktorpenarik migran di Desa Ndokumsiroga, dampak positif dan negatif yangditimbulkan migran di Desa Ndokumsiroga.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga migranyang bertempat tinggal di Desa Ndokumsiroga (150 KK), sampel ditentukan30% dari populasi yakni 45 orang. Teknik pengambilannya dilakukan dengancara acak sederhana. Teknik pengumpulan data adalah komunikasi tidaklangsung dan teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan : (1) Arus migrasi ke DesaNdokumsiroga sebahagian besar (77,78%) dengan cara langsung dan hanyasebahagian kecil migran (22,22%) dengan cara tidak langsung atau melaluidaerah lain. (2) Faktor-faktor pendorong dari daerah asal, disebabkan faktorekonomi (60%) migran, faktor sosial (22,22%) dan faktor politik (17,78%). (3)Faktor-faktor penarik di Desa Ndokumsiroga adalah seluruhnya (100%)disebabkan oleh faktor ekonomi. (4) Dampak yang ditimbulkan migran adalahdampak positif meliputi meningkatnya rata-rata pendapatan keluarga migran,meningkatnya pendapatan daerah melalui pembayaran pajak bumi danbangunan serta iuran listrik, terciptanya kekerabatan antara penduduk aslidengan pendatang dan terciptanya kerjasama melalui gotong royong. Dampaknegatif yakni pendapatan rata-rata perkapita migran sebahagian kecil (21%)belum dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dan semakin berkurangnyaluas lahan pertanian yang dimiliki penduduk asli.Kata Kunci : Migrasi penduduk dan permasalahannya
PERKEMBANGAN PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR BANDAR UDARA AHMAD YANI SEMARANG Iskandar Sillia; Nany Yuliastuti
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i02.17879

Abstract

Perkembangan pemanfaatan lahan terbangun yang semakin pesat dapat menimbulkan dampak bagi tata ruang, terutama dengan adanya alih fungsi lahan. Kondisi ini juga terjadi pada kawasan sekitar bandar udara Ahmad Yani Semarang, mengingat dengan adanya pengembangan bandar udara tersebut menyebabkan pergeseran pemanfaatan lahan pada kawasan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana keberadaan pengembangan bandar udara Ahmad Yani Semarang memberikan dampak terhadap pemanfaatan lahan di kawasan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa perkembangan pemanfaatan lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun di wilayah penelitian semakin bertambah setiap tahunnya sebagaimana pada tahun 2016 luas lahan terbangun berjumlah 60.893 m2. adanya pengembangan bandar udara pada tahun 2017, luasan pemanfaatan lahan terbangun semakin bertambah seperti pada tahun  2017 s/d 2019 bertambah menjadi  247.917 m2. Meningkatnya perkembangan pemanfaatan lahan terbangun perlu adanya penetapan kebijakan pemanfaatan lahan secara khusus oleh Pemerintah Kota Semarang/Dinas Penataan Ruang untuk Kelurahan dengan tingkat nilai daya dukung 0,091 Ha/Jiwa. Sedangkan Kelurahan dibawah ambang batas tingkat daya dukung lahan 0,026 s/d 0,006 juga perlu pengawasan pemanfaatan lahan terbangun agar tidak melebihi ambang batas daya dukung lahan 0,100 Ha/Jiwa. Adapun kesesuaian lahan di wilayah penelitian hanya terdapat satu kategori kesesuaian lahan yaitu sesuai sebagai fungsi budidaya, dengan jumlah  keseluruhan 1.691 Ha.Kata kunci: pemanfaatan lahan, daya dukung lahan, kesesuaian lahan, bandar udaraThe development of the land use built that growing rapidly could makes an impact on spatial planning, especially to the land conversion. This condition also happened to the area around the Ahmad Yani airport in Semarang city, in case that the airport development caused a land use change in the surrounding area. This study aims to see how the presence of the development of Ahmad Yani Airport in Semarang has an impact on land use in the surrounding area. This study uses quantitative descriptive methods. The results of the study found that there was increase of land use development  from not built to built up land in the study area for every year, as in 2016 the area of built up land amount of 60,893 m2. With the development of airports in 2017, the area of land use developed has increased as in 2017 to 2019, it has increased to 247,917 m2. Increasing the development of built land use requires the establishment of specific land use policies by the Semarang City Government / Spatial Planning Office for urban village with a carrying capacity value of 0.091 Hectare / Soul. While the urban village below the carrying capacity level of land 0.026 to 0.006 also needs supervision  land use so that it does not exceed the threshold of carrying capacity land of 0.100 Hectare / Soul. As for land suitability the study area there is only one land suitability that is suitable as a funcation of culvitation, with a number whole of 1,691 Hectare.Key words: land use, land carrying capacity, land suitability, airport
Analisis Spasial yang Mempengaruhi Perkembangan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Tahun 2005-2010 Darwin Parlaungan Lubis; Nurhidayah Sitorus
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 2 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i2.8057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor fisik geografi yang mempengaruhi perkembangan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun (2) Faktor nonfisisk yang mempengaruhi perkembangan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ujung Padang pada tanggal 20 Juni 2012 sampai 20 Juli 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh desa yang ada di Kecamatan Ujung Padang yang terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan. Popoulasi ini sekaligus menjadi sampel (total sampling). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi dan studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) letak Kecamatan Ujung Padang yang strategis menjadikan Kecamatan ini sebagai daerah transit dan produksi kelapa sawit. Jarak yang terjangkau sekitar 25 km ke Kabupaten Batubara, 45 km ke Kabupaten Asahan, dan 25 Km ke Kecamatan Bosar Maligas memberikan kemudahan aksesibilitas bagi penduduk untuk melakukan interaksi. Iklim di kecamatan ini termasuk jenis iklim tropis. Luas penggunaan lahan pertanian sebesar 85%. Topografi kecamatan ini berada pada ketinggian 25 m dpl dengan kondisi datar sampai agak curam 0-40%. Sumberdaya alam diketahui luas panen sekitar 3,485 Ha dengan produksi 19,27 ton untuk padi sawah, dan 14.129,47 Ha dengan jumlah produksi 42.917,53 ton untuk kelapa sawit. (2) tidak terjadi pertumbuhan penduduk selama 5 tahun karena pertumbuhan nya hanya -1,46%. Jenis permukaan jalan berbatu 76%, beraspal 19%, pengerasan 5%, kondisi jalan baik 73%. Sarana pendidikan dan kesehatan yang sudah memadai membuat kecamatan ini mudah untuk berkembang.Kata kunci:    Analisis Spasial, Perkebangan Wilayah
FRONT MATTER (Cover, Editorial Team, Daftar Isi, Kata Pengantar) Riki Rahmad
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8767

Abstract

KAJIAN PENDEKATAN EKOSISTEM DALAM PENGELOLAAN PERIKANAN DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN (WPP) 571 SELAT MALAKA PROVINSI SUMATERA UTARA Muhammad Ridha S Damanik; Muhammad Riza Kurnia Lubis; Anik Juli Dwi Astuti
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perikanan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 571 Selat Malaka Provinsi Sumatera Utara serta memberikan gambaran kondisi sumberdaya perikanan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 571 Selat Malaka Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan. Pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan dilakukan dengan menggunakan content analysis, di mana kajian difokuskan pada isi (content) keragaan pengelolaan perikanan di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dengan mengacu kepada kriteria indikator. Indikator yang digunakan adalah indikator habitat, indikator sumberdaya ikan, indikator teknis penangkapan ikan, indikator ekonomi, indikator sosial, dan indikator kelembagaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multi-criteria analysis (MCA) di mana sebuah set kriteria dibangun sebagai basis bagi analisis keragaan wilayah pengelolaan perikanan yang sdilihat dari pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan melalui pengembangan indeks komposit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator yang dinilai, terdapat 3 indikator yang termasuk dalam kriteria baik yaitu indikator habitat, indikator sumberdaya ikan, dan indikator sosial, dengan nilai komposit masing-masing 213, 214 dan 233. Selanjutnya terdapat 2 indikator yang termasuk dalam kriteria sedang yaitu indikator teknis penangkapan ikan dan indikator kelembagaan, dengan nilai komposit masing-masing 183 dan 167. Sedangkan untuk indikator ekonomi termasuk dari kategori buruk dengan nilai komposit 125. Berdasarkan perhitungan agregat komposit seluruh indikator maka nilai rata-rata komposit adalah 189 atau termasuk dalam kategoti sedang.Kata Kunci : Pendekatan Ekosistem, Pengelolaan PerikananMalacca Strait North Sumatra province and provide an overview of the condition of fishery resources in the fishery management area (WPP) 571 Malacca Strait North Sumatra Province. This research is a qualitative descriptive study using an ecosystem approach to fisheries management. The ecosystem approach to fisheries management is done by using content analysis, in which the study is focused on the content (content) variability in the fisheries management fisheries management area (WPP) with reference to the indicator criteria. The indicator used is the habitat indicator, the indicator fish resources, fishing technical indicators, economic indicators, social indicators, and institutional indicators. Data analysis was performed using a multi-criteria analysis (MCA) in which a set of established criteria as a basis for variability analysis of the fishery management area sdilihat of the ecosystem approach in fisheries management through the development of a composite index. The results of this study showed that of the six indicators were assessed, there are three indicators that are included in both criteria are indicators of habitat, an indicator of fish resources, and social indicators, with a composite score of each 213, 214 and 233. Then there are two indicators that are included in criterion was that the technical indicators and indicators of institutional fishing, with a composite score of each 183 and 167. As for economic indicators including the poor category with a composite score of 125. Based on the calculation of the entire aggregate composite indicator of the average composite score is 189 or including the classes of being.Keywords: Ecosystem Approach, Management of Fisheries
Pemetaan Rekomendasi Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Dari Potensi Ancaman Perambahan Arinalhaq Arinalhaq; Totok Wahyu Wibowo
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.14987

Abstract

AbstractKawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memiliki ragam potensi keunikan keanekaragaman hayati, alam, budaya dan sosial ekonomi, sehingga keberadaan kawasan ini penting dalam menciptakan hubungan yang berkelanjutan antara manusia dan lingkungan alam. Ancaman akan kelestarian TNGM salah satunya datang dari kegiatan perambahan yang dilakukan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta tingkat potensi perambahan di TNGM dengan menggnakan pemodelan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengetahuan tentang tingkat potensi perambahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengetahui distribusi wilayah yang perlu disarankan untuk tindakan pengawasan. Pemodelan potensi ancaman perambahan disusun berdasarkan parameter ketinggian tempat, kemiringan lereng, jarak dari jaringan jalan, jarak dari jaringan sungai, jarak dari penggunaan lahan, dan jarak dari permukiman. Proses analisis yang digunakan adalah analisis tumpang susun dengan menggunakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Hasil pemetaan potensi ancaman kemudian diintegrasikan dengan peta zonasi kawasan untuk menghasilkan rekomendasi tindakan pengawasan. Berdasarkan peta potensi ancaman diketahui bahwa bagian selatan dari daerah kajian memiliki tingkat ancaman yang paling tinggi, yang mana merupakan daerah di sekitar batas TNGM. Analisis rekomendasi tindakan pengawasan menunjukkan bahwa terdapat 1.194,71 hektar (58.35%) dari daerah kajian disarankan untuk diawasi. Daerah tersebut memiliki nilai potensi ancaman perambahan yang relatif tinggi dan termasuk dalam Zona Inti. Tepatnya berada dekat dengan batas kawasan yang kemungkinan besar terpengaruh oleh aktivitas masyarakat.Kata kunci: TNGM, Potensi Ancaman Perambahan, Sistem Informasi Geografis, Pemodelan Spasial. Mount Merapi National Park (TNGM) has a variety of potential uniqueness of biodiversity, nature, culture and socio-economic. The existence of this region is critical in creating sustainable relationships between humans and their natural environment. One of the threats to TNGM sustainability comes from encroachment activities carried out by humans. This study aims to perform spatial modeling by utilizing Geographic Information System to produce potential encroachment level map and uncover the areas that need monitoring. There are six parameters used to develop an encroachment threat model, namely elevation, slope, distance from the road, distance from the hydrological network, distance from land use, and distance from the settlement. Overlay analysis was implemented using a quantitative weighted scoring method. The result is then integrated with the TNGM zonation map to produce recommendations for supervision actions. The map of the potential level of encroachment threat show there are five classes of threat varying from high to low. The high-threat spatial arrangement dominates the southern area which is around the TNGM boundary. Recommendation analysis of supervisory actions shows that there are 1194.71 hectares (58.35%) of the study area recommended being monitored. Those were the region that both have a relatively high potential threat of encroachment and settled in the Core Zone. Precisely located near the boundaries of the area which are commonly affected by community activities.Key words: TNGM, Potential encroachment threat, Geographic Information System, Spatial modelling.
Analisis Kesesuaian Fasilitas Parkir On-Street dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Geografi dan Citra Quickbird di Kecamatan Medan Maimun Rizky Harrianto Nainggolan; Muhammad Ridha Syafii Damanik
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.7062

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran dan kesesuaian fasilitas On–Street Parking di Kecamatan Medan Maimun serta mengukur tingkat akurasi citra Quickbird sebagai alat analisis penetapan fasilitas On – Sreet Paking. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh unit jalan di Kecamatan Medan Mauium Kota Medan, sedangkan sampel penelitian adalah jaringan jalan yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan sebagai fasilitas parkir on-street . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter, interpretasi citra, dan observasi. Sebaran fasilitas parkir digambarkan dengan menggunakan sistem informasi geografis, sedangkan pengukuran tingkat kesesuaian fasilitias parkir mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan No:66 tahun 1993 Tentang Fasilitas Parkir untuk Umum dan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/1996 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir.  Teknik sampling dalam penghitungan tingkat akurasi interpretasi citra yaitu dengan purposive sampling menggunakan 10 titik lokasi parkir. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebaran fasilitas parkir on-street  di Kecamatan Medan Maimun tidak merata dan terkonsentrasi di Kelurahan Aur yang merupakan lokasi paling sibuk di Kecamatan Medan Maimun. Prosentase fasilitas parkir on-street  di Kecamatan Medan Maimun yang sesuai adalah 54.49% sedangkan 45.51% dikategorikan tidak sesuai. Aturan larangan parkir 25m sebelum dan sesudah persimpangan adalah yang paling sering tidak diikuti dalam penetapan fasilitas parkir on-street  di Kecamatan Medan Maimun. Terdapat 46.74% dari total jaringan jalan Kecamatan Medan Maimun dapat direkomendasikan sebagai fasilitas parkir on-street  sesuai dengan peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Tingkat akurasi interpretasi jaringan jalan menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Medan Maimun sebesar 98.03%.Kata Kunci: Fasilitas Parkir on-street , Kesesuaian, Interpretasi, Akurasi
Aliran Air Tanah Pada Akuifer Antara Alur Sungai Tualang dan Sungai Bekala di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Ratna Bernadetta; Nahor M. Simanungkalit
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui arah aliran airtanah dangkal pada akifer antara sungai Tualang dan Bekala. (2) mengetahui hubungan kedua sungai terhadap airtanah, apakah bersifat influent atau effluent, (3) mengetahui sumur-sumur mana yang cenderung menerima masukan air dari sungai.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi langsung dan Studi dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya di analisa secara Deskriptif Kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akuifer yang terletak pada kawasan lahan antara alur sungai Tualang dan sungai Bekala dimana sebagai sumber data adalah sumur-sumur preatis dalam bentuk sumur timba sebanyak 36 sumur dan titik pengukuran sungai sebanyak 25 titik. Hasil penelitian menunjukkan (1) Arah aliran air tanah di daerah penelitian cukup bervariasi dapat dilihat pada gambar 1, Peta Arah Aliran Air Tanah Pada Akuifer Antara Alur Sungai Tualang Dan Sungai Bekala, (2) diantara sungai Tualang dan sungai Bekala, hanya sungai Bekala yang tergolong influent terhadap air tanah, sedangkan sungai Tualang sepanjang alirannya dari hulu hingga ke hilir bersifat effluent. (3) Pada daerah hulu alur sungai sepanjang 1,14km dari hulu menuju bagian tengah, sungai Bekala bersifat influent terhadap air tanah sehingga  memberikan masukan air tanah pada sumur nomor 14 (030 27’ 45,2” LU dan 980 38’ 04,9” BT), sumur nomor 8 (030 27’ 42,8” LU dan 980 38’ 03,6” BT), sumur nomor 11 (030 27’ 30,3” LU dan 980 37’ 56,6” BT), sumur nomor 4(030 27’ 49,3” LU dan 980 38’ 15,0” BT) beserta sumur-sumur yang berada di daerah sekitarnya.Kaca kunci : Aliran air tanah, akuifer
Peran Dewan Riset Daerah Dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Sleman Muhammad Baiquni
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.14722

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan mengkaji peran Dewan Riset Daerah (DRD) dalam perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Sleman dan bagaimana agenda riset terkait dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Makna penting dari penelitian ini adalah mengkaji inovasi dan kreativitas pemimpin daerah dalam mengaitkan pelaksanaan pembangunan daerah. Metode penelitian ini adalah kajian pustaka, wawancara mendalam dan sarasehan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran DRD Sleman telah berlangsung lama hampir 20 tahun dan telah memberikan masukan penting bagi pimpinan daerah dan jajaran perencana di Bappeda untuk menyerap hasil riset bagi kebijakan pembangunan daerah. Peranserta perguruan tinggi di Kabupaten Sleman juga menunjukkan antusias yang tinggi ditandai dengan minat keikutsertaan hibah riset dan pengabdian masyarakat bagi pembangunan Kabupaten Sleman. Kata kunci: peran riset, tujuan pembangunan berkelanjutan, kepemimpinan This research objective is to study the role of Local Resarch Council in development planning in Sleman Regency and also how Sustainable Development Goals integrated in the development program. Strategic meaning of this research also exploring the role of the leader in implementing development progam.  The research metodes employed are literature study, indepth interview and focus group discussion. The research results show that Local Research Council established almost 20 years ago which has contributed to strategic inputs to the leaders and also to Bappeda. The involvement of universities and research institutes have improved the development plans and implementations.Key words: role of the research, sustainable development goals, leadership
PEMAHAMAN NILAI ANAK DAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA MANDAILING DI KELURAHAN SIDANGKAL KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5325

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pemahaman nilai anak dalam ProgramKeluarga Berencana bagi Keluarga Mandailing. Populasinya berjumlah 123 KepalaKeluarga (KK) dan sampel diambil secara acak sebanyak 18 KK. Teknik pengumpulan datayang dilakukan dengan komunikasi langsung (wawancara) terhadap responden daninforman kunci. Data dianalisis dan diinterpretasi secara kualitatif dalam bentukdeskriptif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) Masyarakat (pasangan suami/isteri)Mandailing memahami bahwa anak laki-laki memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengananak perempuan. Pemahaman ini dipengaruhi faktor bahwa marga bagi suku Mandailingakan diteruskan oleh anak laki-laki; anak laki-laki penerus marga. (2) Masyarakat (pasangansuami/isteri) suku Mandailing memahami bahwa Program Keluarga Berencana bukansebagai program untuk membatasi jumlah anak, tetapi sebagai program untukmenjarangkan jarak kelahiran anak, sekaligus sebagai usaha untuk mewujudkan keluargakecil bahagia dan sejahtera.Kata kunci: Nilai anak dan program KB bagi keluaarga.

Page 9 of 33 | Total Record : 324