cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH KULIT JERUK SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI DESA SELOREJO, KABUPATEN MALANG: LITERATURE REVIEW Billy Akhbar Nugraha; Talitha Philofia Sopandi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12965

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil buah jeruk terbesar di Asia Tenggara. Produksi buah jeruk pada tahun 2019 tercatat sebesar 2,77 juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat 3,64% setiap tahunnya. Potensi tersebut mendukung pertumbuhan industri olahan jeruk yang didominasi oleh industri kecil dan menengah. Salah satu sentra industri olahan buah jeruk di Indonesia berada di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan kapasitas produksi 15.080 ton/tahun. Tingginya kapasitas produksi olahan buah jeruk sebanding dengan rata-rata limbah kulit jeruk yang dihasilkan yaitu sebesar 208 ton/tahun. Limbah yang dihasilkan dalam volume besar dapat menimbulkan potensi degradasi lingkungan apabila tidak disertai pengolahan yang tepat.  Pengolahan limbah kulit jeruk dapat dilakukan dengan bantuan Microbial Fuel Cell (MFC). MFC merupakan salah satu teknologi yang mampu mengahasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan. MFC dapat mengubah energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik menjadi energi listrik dengan bantuan mikroorganisme (biokatalis). Tujuan penelitian ini untuk menyajikan alternatif pengolahan limbah kulit jeruk agar material organik dapat terdegradasi dan menghasilkan sumber energi terbarukan (bioelectricity). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelusuran yang digunakan adalah literature review berupa case report melalui situs jurnal terakreditasi seperti ProQuest, Science Direct dan Emerald Publishing. Kata kunci: Energi Terbarukan, Limbah Kulit Jeruk, Microbial Fuel Cell (MFC), Pengolahan Limbah. Indonesia is the biggest orange producer in the Southeast Asia. The orange production in 2019 was recorded at 2,77 million tons and is expected to continue to increase by 3,64% annually. This potential supports the orange processing industry growth, which is dominated by small and medium enterprises. One of the Indonesia’s orange processing industrial center is in Selorejo Village, Dau District, Malang Regency with a production capacity of 15.080 tons/year. The high production capacity of processed orange is comparable to the average orange peel waste produced, which is 208 tons/year. Waste generated in large volumes can cause potential environmental degradation if it is not accompanied by proper treatment. Orange peel waste treatment can be done using Microbial Fuel Cell (MFC). MFC is a technology that can produce renewable and environmentally friendly energy. MFC converts chemical energy of organic compounds into electricity with the help of microorganisms (biocatalysts). This study aims to provide an alternative for orange peel waste treatment to degrade organic matter while producing renewable energy source (bioelectricity). This study uses qualitative and quantitative methods (descriptive analytical). Literature review is deployed in the form of case reports through accredited journal sites such as ProQuest, Science Direct and Emerald Publishing. Keywords: Microbial Fuel Cell (MFC), Orange Peel Waste, Renewable Energy, Waste Treatment.
PENGARUH PENAMBAHAN MALEAT ANHIDRIDA (MAH) TERHADAP SIFAT FISIK PAPAN POLIMER SAMPAH PLASTIK MULTILAYER DAN HDPE Vina Lestari Riyandini; Wathri Fitrada1; Jerry Jerry
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.13033

Abstract

Plastik multilayer adalah limbah plastik yang banyak dikeluhkan oleh pemilik bank sampah, hal ini disebabkan plastik multilayer tidak dapat dijual ke pengepul. Salah satu pengolahan yang telah dilakukan yaitu mendaur ulang menjadi prakarya dengan tujuan memperlambat masuknya sampah plastik multilayer ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA). Oleh karena itu, dibutuhkan proses daur ulang menjadi material yang bersifat jangka panjang. Pada penelitian ini dilakukan proses daur ulang sampah plastik multilayer menjadi papan polimer menggunakan alat Hot press. Papan polimer dibuat dengan kombinasi sampah plastik HDPE sebagai matrik. Untuk mendapatkan kualitas papan polimer yang baik dilakukan penentuan komposisi yang tepat antara filler dan matrik. Pada penelitian ini akan divariasikan komposisi penyusun papan polimer. Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas perlu ditambahkan zat adiktif berupa Maleic Anhydride (MAH) sebagai compatibilizer dengan variasi 5% dan 10 %. Hasil penelitian menunjukkan papan polimer dengan variasi 30% multilayer: 70% HDPE dengan penambahan MAH 10% memiliki nilai keteguhan tekan sebesar 90 kgf/cm3, nilai kerapatan tertinggi sebesar 1,16 gr/cm2, kadar air 0% dan daya serap air 0%. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi limbah plastik multilayer dengan berat maksimal 30% dari berat keseluruhan dan penambahan MAH 10% memberikan hasil memenuhi SNI 03 – 2105 -2006.Penambahan MAH memberikan pengaruh dalam meningkatkan kualitas papan polimer. Kata Kunci : Plastik Multilayer dan Papan Polimer. Multilayer plastic is plastic waste that many waste bank owners complain about, this is because multilayer plastic cannot be sold to collectors. One of the processes that have been carried out is recycling into crafts with the aim of slowing down the entry of multilayer plastic waste into the Final Processing Site (TPA). Therefore, a long-term recycling process is needed. In this study, the process of recycling multilayer plastic waste into polymer boards was carried out using a hot press. Polymer board is made with a combination of HDPE plastic waste as a matrix. To get a good quality polymer board, it is done with the right composition between filler and matrix. In this study, the composition of the polymer board will be varied. Furthermore, to improve the quality of additives that need to be added in the form of Maleic Anhydride (MAH) as a compatibilizer with variations of 5% and 10%. The results showed that the polymer with 30% multilayer variation: 70% HDPE with the addition of 10% MAH had a compressive strength value of 90 kgf/cm3, the highest density value was 1.16 gr/cm2, 0% moisture content and 0% water absorption. This shows that the composition of multilayer plastic waste with a maximum weight of 30% of the total weight and the addition of 10% MAH gives results that meet SNI 03 – 2105 -2006. The addition of MAH has an effect in improving the quality of the polymer board. Keywords: Multilayer Plastic dan Polymer Board.
KUALITAS AIR TERDAMPAK LIMBAH SEBAGAI INDIKATOR PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI SUB DAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Masdarina Sofiana; Anang Kadarsah; Dini Sofarini
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12966

Abstract

Banyaknya aktivitas antropogenik seperti pembuangan limbah industri dan domestik ke perairan menyebabkan terjadinya penurunan kulitas air, seperti halnya di sub DAS Martapura Kabupaten Banjar. Tentunya hal ini  patut diwaspadai mengingat keberadaan limbah akan berdampak terhadap kualitas lingkungan dan pengembangan kapasitas sumber daya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas air yang terdampak limbah sehingga dapat dijadikan sebagai indikator perencanaan pembangunan berkelanjutan di sub DAS Martapura secara khusus. Lokasi penelitian berada di sub DAS Martapura Kabupaten Banjar dengan 4 titik  sampling berdasarkan keberadaan sumber limbah  yang dominan. Kualitas air sungai diukur berdasarkan parameter fisika dan kimia. Analisis kualitas dan penentuan status mutu air menggunakan metode STORET. Hasilnya adalah (1) Parameter fisika-kimia perairan yang terdampak pencemaran  di  sub DAS  Martapura  Kabupaten  Banjar terutama :  DO, BOD, COD, pH dan suhu pada beberapa stasiun pengamatan nilainya telah melebihi baku mutu air sungai Kelas II menurut PP No. 22 Tahun 2021. (2) Hasil perhitungan status mutu air pada sub DAS Martapura menunjukkan total skor sebesar -18. Kondisi perairan di sub DAS Martapura menunjukkan diperlukannya usaha mitigasi dan adaptasi dampak pencemaran lingkungan yang terintegrasi untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: Kualitas Air, Metode STORET, Sub DAS Martapura. Numerous anthropogenic activities like industrial and domestic waste disposal into the waters causes decreasing water quality, as is the case in the Martapura sub-watershed, Banjar Regency.  This should be watched out for considering waste will affect environmental quality and resource capacity development in context of sustainable development.The research purpose was to determine the water quality affected by waste, using it as an indicator of sustainable development planning in the Martapura sub-watershed specifically. The research location was the Martapura sub-watershed with 4 sampling points based on the presence of dominant waste source. River water quality was measured based on physical and chemical parameters. Quality analysis and determination of water quality status was done using the STORET method. The results are (1)The physico-chemical parameters of waters affected by pollution in the Martapura sub-watershed, Banjar Regency, especially: DO, BOD, COD, pH and temperature at several observation stations have exceeded the Class II river water quality standard according to Government Regulation No. 22 of 2021. (2)The results of the calculation of water quality status in the Martapura sub-watershed show a total score of-18. Martapura sub-watershed waters condition showed the need for integrated mitigation and adaptation of environmental pollution impacts to support sustainable development programs. Keywords: Martapura Sub-Watershed, STORET Method, Water Quality.
KAJIAN TIMBULAN SAMPAH POPOK SEKALI PAKAI DI KABUPATEN KARAWANG Rae Ahmad Parinsa; Nico Halomoan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12992

Abstract

Sampah merupakan sisa dari aktivitas manusia, jenis timbulan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga semakin beragam, salah satunya adalah popok sekali pakai, jenis sampah ini membutuhkan perhatian yang besar dalam pengelolaan sampah popok sekali pakai. Sampah popok sekali pakai mengandung kotoran manusia yang dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan.  Kabupaten Karawang dengan penduduk yang semakin bertambah dengan timbulan sampah 904,93 ton/hari, timbulan sampah popok menjadi salah satu timbulan dari kegiatan rumah tangga di Kabupaten Karawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui timbulan sampah popok sekali pakai dari rumah tangga di Kabupaten Karawang, Metode yang digunakan dalam pengukuran timbulan sampah yaitu mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah. Timbulan sampah popok sekali pakai di Kabupaten Karawang rata-rata berdasarkan golongan pendapatan ekonomi yaitu sebesar 0,540 kg/o/h untuk golongan pendapatan rendah, pendapatan sedang sebesar 0,578 kg/o/h, pendapatan tinggi sebesar 0,673 kg/o/h dan pendapatan sangat tinggi sebesar 0,562 kg/o/h. Untuk jumlah timbulan sampah popok sekali di Kabupaten Karawang setiap harinya sebanyak 101.083,964 Kg/hari atau sebanyak 101,08 ton/hari dan/atau 1212,902 m3/hari. Dengan jumlah popok sekali pakai sebesar ini diperlukan pengelolaan lebih lanjut.  Kata Kunci: Kabupaten Karawang, Popok Sekali Pakai, Sampah, Timbulan Sampah. Solid waste is a residual of human activities, the types of waste generated by households are increasingly diverse, one of which is disposable diapers, this type of waste requires great attention in managed disposable diaper waste. Disposable diaper waste contains human waste which can have a negative impact on the environment. Karawang Regency with an increasing population with 904.93 tons/day of waste generation, the generation of diaper waste is one of the generation from household activities in Karawang Regency. The purpose of this study was to determine the generation of disposable diaper waste from households in Karawang Regency. The method used in measuring waste generation was referring to SNI 19-3964-1994 regarding methods of taking and measuring samples of waste generation and composition. The average disposable diaper waste generation in Karawang Regency based on economic income group is 0.540 kg/p/d for low income group, medium income is 0.578 kg/p/d, high income is 0.673 kg/p/d and very high income. height of 0.562 kg/o/h. For the amount of diaper waste generated once in Karawang Regency every day is 101,083.964 Kg/day or as much as 101.08 tons/day and/or 1212.9 m3/day. With this large number of disposable diapers, further management is needed. Keywords: Disposable Diaper, Karawang Regency, Solid Waste, Waste Generation.
KAJIAN PERBAIKAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PASCA TAMBANG MENGGUNAKAN METODE COMPOSTING BERBAHAN DASAR SAMPAH ORGANIK DENGAN VARIASI AKTIVATOR MOL DAN EM4 Frissilia Destania; Nopi Stiyati Prihatini
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12988

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode composting berbahan dasar sampah organik dengan aktivator MOL dan EM4 dalam memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah pasca tambang. Permasalahan utama dari tanah pasca tambang adalah sedikitnya kandungan unsur hara, memiliki pH yang rendah (masam), dan minimnya nilai C-organik pada tanah. Tanah pasca tambang berada di fase kerusakan dan perlu dilakukan pembenahan. Pembenahan dapat dilakukan dengan penambahan kompos pada tanah pasca tambang. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari proses pelapukan bahan-bahan organik. Aktivator kompos berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi pada kompos. Penggunaan aktivator EM4 dan MOL bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas kompos yang dihasilkan. Penambahan aktivator MOL dan EM4 dapat mempengaruhi kualitas kompos dan dari kedua aktivator tersebut tidak memberikan perbedaan yang terlalu signifikan sehingga kedua nya efektif digunakan sebagai aktivator kompos. Penambahan kompos pada tanah pasca tambang mampu meningkatkan unsur hara tanah. Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian yang menunjukan adanya perubahan warna tanah menjadi kehitaman, peningkatan nilai C-organik, pH netral, serta peningkatan nilai N, P dan K pada tanah pasca tambang.  Kata kunci: EM4, Komposting, MOL, Tanah. This article aims to analyze the composting method based on organic waste with MOL and EM4 activators to improve the physical and chemical properties of post-mining soil. The main problems of post-mining soil are the lack of nutrients, have a low pH (acidic), and the minimal value of C-organic in the soil. The post-mining soil is in the damage phase and needs to be improved. Improvements can be made by adding compost to the post-mining soil. Compost is an organic fertilizer that comes from the weathering process of organic materials. Compost activator serves to speed up the decomposition process in compost. The use of EM4 and MOL activators aims to determine the difference in the quality of the compost produced. The addition of MOL and EM4 activators can affect the quality of compost and the two activators do not provide too significant differences so that both are effectively used as compost activators. The addition of compost to post-mining soil can increase soil nutrients. This is evident from several research results which show a change in soil color to black, an increase in the value of C-organic, neutral pH, and an increase in the value of N, P and K in post-mining soil. Keywords: Composting, EM4, MOL, Soil.
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH DI RUMAH SAKIT X BANDUNG Fillya Vallyana Novarizal; Kancitra Pharmawati; Anindito Nurprabowo
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12993

Abstract

Rumah Sakit X dibangun untuk memenuhi kebutuhan fasilitas rumah sakit di Kota Bandung. Salah satu sarana penunjang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit adalah prasarana sanitasi mencakup sistem plambing. Perencanaan sistem plambing sangat dibutuhkan untuk menunjang penyediaan air bersih dan penyaluran air limbah. Penyediaan kebutuhan air bersih dapat ditentukan berdasarkan jumlah populasi. Sistem pengaliran yang dugunakan adalah sistem tangki atap, dimana air akan ditampung terlebih dahulu pada tangki bawah kemudian dipompa menuju tangki atap lalu dialirkan secara gravitasi ke setiap alat plambing. Penyaluran air limbah menggunakan sistem gravitasi, dimana air limbah yang dihasilkan dari setiap alat plambing dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sewage Treatment Plant (STP). Perencanaan jalur dan dimensi pipa mengacu pada SNI 8153-2015. Jenis pipa yang digunakan untuk air bersih adalah Poly Propilene Random (PPR) dan untuk air limbah adalah PolyVinyl Chloride (PVC) dengan diameter berada pada rentang 20 mm sampai 114 mm. Kata kunci : Air Bersih, Air Limbah, Sistem Plambing. Hospital X was built to meet the needs of hospital facilities in the city of Bandung. One of the supporting facilities to improve hospital health services is sanitation infrastructure including a plumbing system. Plumbing system planning is needed to support the provision of clean water and waste water distribution. Provision of clean water needs can be determined based on the number of population. The drainage system used is the roof tank system, where the water will be accommodated first in the lower tank and then pumped to the roof tank and then flowed by gravity to each plumbing device. The distribution of waste water uses a gravity system, where waste water generated from each plumbing device is transferred to the Sewage Treatment Plant (STP) Wastewater Treatment Plant (IPAL). Line planning and pipe dimensions refer to SNI 8153-2015. The type of pipe used for clean water is Poly Propylene Random (PPR) and for waste water is PolyVinyl Chloride (PVC) with diameters ranging from 20 mm to 114 mm. Keywords: Clean Water, Plumbing System, Waste Water.
KEMAMPUAN TANAMAN GENJER (LIMNOCHARIS FLAVA) DALAM MENURUNKAN KADAR LOGAM BERAT TIMBAL PADA AIR LIMBAH ARTIFISIAL Roci Lidiana; Dedy Suprayogi; Sulistiya Nengse
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.13034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman genjer dalam menurunkan kadar logam Pb pada air limbah. Penelitian ini dilaksanakan secara ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan menggunakan dua faktor variasi, yaitu jumlah tanaman (5, 10, dan 15 tanaman) dan waktu paparan (3, 5, dan 7 hari). Jenis reaktor fitoremediasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu reaktor batch. Hasil penelitian menunjukan tanaman genjer mampu menurunkan logam Pb. Penurunan logam Pb yang paling efisien terjadi pada variasi 5 tanaman dengan lama paparan 7 hari yakni sebesar 0,06 ppm (99,6%). Namun, hasil penurunan tersebut belum memenuhi baku mutu air kelas 1 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yaitu sebesar 0,03 ppm. Berdasarkan analisis statistik Kruskal-Wallis yang dilakukan, didapatkan P-value>0,05, atau tidak ada perbedaan nyata pada penggunaan variasi jumlah tanaman dan waktu paparan dalam menurunkan logam Pb.  Kata Kunci: Air Limbah, Fitoremediasi, Logam Berat Timbal, Tanaman Genjer.This study aims to determine the capability of yellow velvetleaf to reduce the Pb levels in wastewater. The research is accomplished by doing an experiment that uses a Completely Randomized Design (CRD)with two variation factor, the number of plants (5, 10, and 15 plants) and exposure time (3, 5, and 7 days). The type of phytoremediation reactor used in this study is a batch reactor. The result showed that yellow velvetleaf were able to reduce Pb. The most efficient reduction of Pb levels occurs in the variation of 5 plants with exposure time for 7 days which is equal to 0,06 ppm (99,6%). However, the results of this reduction have not met the class 1 water quality standard of Peraturan Pemerintah Nomer 22 Tahun 2021, which is 0.03 ppm. Based on the Kruskal-Wallis statistical analysis, it was found that the P value> 0.05, or there was no significant difference in the use of variations in the number of plants and exposure time in reducing Pb. Keywords: Lead Heavy Metal, Phytoremediation, Wastewater, Yellow Velvetleaf.
KOMBINASI AERASI TERDIFUSI, BIOSAND FILTER DAN KARBON AKTIF UNTUK MENGOLAH LIMBAH DOMESTIK Indah Nurhayati; Muhammad Syafi'i
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.13031

Abstract

Biosand filter adalah salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengolah air limbah domestik skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi aerasi, biosand filter dan adsobsi dalam menurunkan COD dan fosfat, mengkaji pengaruh debit terhadap penurunan COD dan fosfat.  Reaktor terdiri dari bak aerasi volume 50 L dengan aerator terdifusi dengan tipe TAKARI AT-350, kolom biosand filter dari pipa PVC 8” tinggi 75 cm dengan media pasir halus, pasir kasar dan kerikil, dan kolom adsorpsi dari pipa PVC 6” tinggi 15 cm dengan adsorben karbon aktif granul. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan sistem batch. Variasi yang digunakan adalah debit aliran 0,9 ml/detik dan 3,6 ml/detik. Reaktor beroperasi selama 7 hari, pengambilan sampel dilakukan setiap hari pada inlet dan outlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil debit semakin tinggi penurunan COD dan fosfat. BSF1 debit 0,9 ml/detik dapat menurunkan COD sebesar 92% dan fosfat 88%; BSF2 debit 3,6 ml/detik dapat menurunkan COD sebesar 75% dan fosfat 78%. Kata Kunci : Aerasi, Air Limbah Domestik, Biosand Filter, Karbon Aktif. The biosand filter is a technology that can be applied to treat domestic wastewater on a household scale. This study aims to analyze the combination of aeration, biosand filter, and adsorption in reducing COD and phosphate, examine the effect of discharge on the reduction of COD and phosphate. The reactor consists of an aeration tank with a volume of 50 L with a diffused aerator of the TAKARI AT-350 type, a biosand filter column made of 8” PVC pipe 75 cm high with fine sand, coarse sand and gravel media, and an adsorption column made of 6” PVC pipe 15 cm high, with granular activated carbon adsorben. Research on a laboratory scale with a batch system. Variations used are flow rates of 0.9 ml/second and 3.6 ml/second. The reactor operates for 7 days, sampling is done every day at the inlet and outlet. The results showed that the smaller the discharge, the higher the decrease in COD and phosphate. BSF1 discharge of 0.9 ml/second can reduce COD by 92% and phosphate by 88%; BSF2  of 3.6 ml/second can reduce COD by 75% and phosphate by 78%.  Keywords: Activated Carbon, Aeration, Biosand Filter, Domestic Wastewater.
KAJIAN PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG SUNGAI WINONGO SEGMEN TENGAH-HILIR BERDASARKAN PARAMETER BOD DAN COD DENGAN PROGRAM QUAL2KW Qori Aulia Ulfa; Nelly Marlina; Noviani Ima Wantoputri
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12990

Abstract

Sungai Winongo ialah sungai penting yang terletak di DIY. Berdasarkan pengukuran parameter BOD dan COD seluruhnya berada diatas BMA yang ditetapkan menurut Pergub DIY No.20 Tahun 2008 Kelas II. Penelitian dilakukan menggunakan 9 segmen melewati Sleman, Jogja, dan Bantul. Penelitian dilakukan untuk menganalisis besaran daya tampung beban pencemar berdasarkan parameter BOD dan COD Sungai Winongo menggunakan pemodelan Qual2Kw. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Qual2Kw efektif untuk menentukan daya tampung beban pencemar pada sungai. Qual2Kw bekerja menggunakan data kualitas air, hidrolik, dan klimatologis. Pemodelan dilakukan dengan trial dan error pada sumber pencemar agar sesuai dengan kondisi eksisting. Pada penelitian ini validasi dilakukan dengan metode RPD dengan hasil parameter BOD adalah 12% dan COD 6%, dengan ketentuan model diterima <25%. Setelah terverifikasi dilakukan analisis kondisi dengan 4 simulasi. Simulasi pertama untuk melihat kondisi eksisting, simulasi kedua untuk menentukan kondisi sungai pada tahun 2026, simulasi ketiga  untuk menentukan kondisi sungai dengan polutan maksimum, sedangkan simulasi keempat untuk menentukan kondisi sungai tanpa adanya polutan yang masuk. Perhitungan beban pencemaran dilakukan dengan simulasi ketiga dan keempat. Didapatkan hasil pada parameter BOD daya tampung yang berlebih pada  titik 3 dan 5 dengan nilai -180,59 kg/hari dan -302,4 kg/hari. Sedangkan untuk parameter COD pada titik 10 dengan nilai -56,16 kg/hari. Kata kunci: Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP), Kualitas Air, Qual2Kw, Sungai Winongo. Winongo River is an important river located in DIY. Based on analysis of BOD and COD, all of them are above the quality standars according to Pergub DIY No.20 2008 Class II. The study was conducted using 9 segments through Sleman, Jogja, and Bantul. The study was conducted to analyze the amount of pollutant load capacity based on the BOD and COD parameters of the Winongo River using Qual2Kw modeling. Several studies have shown that Qual2Kw effective to determining load capacity. Qual2Kw works using water quality, hydraulic and climatological data. The modeling done by trial and error pollutant sources to fit the existing conditions. In this study, validation was using the RPD method with the results of the BOD parameter is 12% and COD 6%, that the model was accepted <25%. The analysis using 4 simulations. First to see the existing conditions, Second to determine the condition of river quality in 2026, third simulation to determine the condition of the river with maximum pollutants, fourth to determine the condition of the river without any incoming pollutants. The calculation of the pollution load carried out by the third and fourth simulations. The results obtained on the excess capacity of the BOD parameter at points 3 and 5 with a value of -180.59 kg/day and -302.4 kg/day. As for the COD parameter at point 10 with a value of -56.16 kg/day. Keywords: Loads Capacity, Qual2Kw, Water Quality, Winongo River.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH B3 PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) DI PT.X Bagas Dwiky Hardiyanto; Audiananti Meganandi Kartini; Noven Pramitasari
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i2.14913

Abstract

ABSTRAKPT X merupakan salah satu industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang pada proses produksinya menghasilkan limbah B3. Berdasarkan karakteristik dan sifat limbah B3, maka limbah B3 memerlukan pengelolaan yang baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pengelolaan limbah B3, mengevaluasi pengelolaan limbah B3, menganalisis kinerja sistem pengelolaan limbah B3, dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap sistem pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku. Evaluasi dilakukan untuk membandingkan kondisi eksisting pengelolaan limbah B3 dengan metode skoring skala Guttman. Penilaian kinerja pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan format neraca limbah B3. Hasil evaluasi dengan skala Guttman menunjukan persentase kesesuain pengelolaan limbah B3 sebesar 34% dengan kategori “Buruk” dan penilaian pada neraca limbah B3 telah melaksaanakan ketaatan pengelolaan sebesar 93%. Berdasarkan penilaian tersebut, maka PT X harus melakukan upaya perbaikan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan peraturan yang berlaku.Kata Kunci: Evaluasi, Limbah B3, Neraca limbah B3, PT X, Skala Guttman.                                                                ABSTRACTPT X is a bottled drinking water (AMDK) industry which in its production process produces hazardous and toxic waste. Based on the characteristics and nature of hazardous and toxic waste, waste requires good management in accordance with applicable regulations. This study aims to determine the existing condition of hazardous and toxic waste management, evaluate hazardous and toxic waste management, analyze the performance of the hazardous and toxic waste management system, and provide recommendations for improvements to the hazardous and toxic waste management system in accordance with applicable regulations. The evaluation was conducted to compare the existing condition of hazardous and toxic waste management with the Guttman scale scoring method. hazardous and toxic waste management performance assessment is carried out based on the hazardous and toxic waste balance format. The results of the evaluation with the Guttman scale show the percentage of hazardous and toxic waste management compliance is 34% with the "poor" category and the assessment on the hazardous and toxic waste balance has implemented management compliance of 93%. Based on this assessment, PT X must make efforts to improve hazardous and toxic waste management in accordance with applicable regulations. Keywords: Balance, Guttman Scale, Hazardous and Toxic Waste, PT X.