cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
STUDI PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PUSKESMAS DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH Jamiatul Khusna; Emmy Sri Mahreda; Rizqi Puteri Mahyudin; Emmy Lilimantik
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16106

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap pelayanannya menghasilkan limbah medis dan nonmedis baik cair maupun padat. Peningkatan pelayanan Puskesmas secara tidak langsung akan mempengaruhi laju timbulan dan komposisi limbah. Limbah yang dihasilkan Puskesmas ini apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak penyakit dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah timbulan serta komposisi limbah medis padat Puskesmas di Kabupaten Barito Timur, menganalisis kondisi eksisting pengelolaannya dan memberikan rekomendasi strategi pengelolaan limbah medis padat agar sesuai dengan PERMEN LHK NO 56 TAHUN 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan mulai Bulan Januari sampai Februari 2022 pada tiga Puskesmas di Kabupaten Barito Timur yaitu Puskesmas Pasar, Puskesmas Tamiang Layang dan Puskesmas Ampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah timbulan limbah medis padat Puskesmas yang terbesar adalah pada Puskesmas Ampah yaitu 1,94 kg/hari dengan laju timbulan 0,002 kr/org/hari dan komposisi limbah medis yang paling banyak adalah limbah infeksius benda tajam yaitu berupa vial/botol vaksin covid – 19. Kondisi eksisting pengelolaan limbah medis padat Puskesmas di Kabupaten Barito Timur mulai dari tahapan pemilahan, pengumpulan, penyimpanan dan pengangkutan belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.56/MenLHK-Setjen/2015. Berdasarkan dari hasil analisis hal – hal yang belum sesuai dengan peraturan sehingga akan diberikan rekomendasi strategi pengelolaan yang sesuai dengan Permenlhk P.56/MenLHK-Setjen/2015 yang aman dan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.Kata Kunci:  Limbah Medis Padat, Pengelolaan, Puskesmas di Kabupaten Barito Timur
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PEMINDAHAN SAMPAH “SURUNG SINTAK” DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Firmansyah; Bella Nadya Safitri
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16110

Abstract

Sempitnya wilayah dan padatnya penduduk di Banjarmasin menyebabkan sulitnya mencari lahan untuk membangun TPS di setiap kelurahan sehingga satu TPS dapat melayani beberapa kelurahan. Tidak meratanya TPS di setiap kelurahan mengakibatkan beberapa wilayah pemukiman relatif jauh untuk menjangkau TPS tersedia. Permasalahan tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menciptakan sebuah inovasi baru yaitu “Surung Sintak”. “Surung Sintak” merupakan tradisi Kalimantan Selatan, yang berarti diserahkan dan diambil. Penerapan “Surung Sintak” pada inovasi pemindahan sampah yang diciptakan oleh DLH Kota Banjarmasin adalah sampah diserahkan oleh petugas pengumpul, yang kemudian akan atau diterima oleh petugas “Surung Sintak” untuk dimasukkan ke dalam truk pengangkut sampah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknis operasional pemindahan sampah “Surung Sintak” dan menganalisis efektivitas pemindahan sampah “Surung Sintak” dengan TPS Konvensional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi kepada pihak-pihak terkait. Penetapan daerah layanan Surung Sintak dilakukan dengan pihak kelurahan mengusulkan ke DLH Banjarmasin. Pengumpulan sampah dilakukan oleh petugas pengumpul. Pemindahan sampah dilakukan pada waktu dan lokasi yang telah disepakati bersama dengan estimasi waktu 2 jam pada satu titik layanan. Pengangkutan sampah dilakukan oleh satu orang supir (driver) dan tiga orang yang membantu, dengan alat pengangkut yaitu compactor truck. Dilihat dari jaraknya, pemindahan “Surung Sintak” lebih efektif dibandingkan membuang sampah ke TPS konvensional. Biaya operasional Surung Sintak lebih kecil Rp 87.300.000 dibandingkan TPS konvensional karena upah pekerja, pemeliharaan, dan kelengkapan untuk Surung Sintak lebih sedikit dibandingkan TPS konvensional. Kata Kunci: Efektivitas, Pemindahan Sampah, Surung Sintak.
LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16640

Abstract

Life Cycle Assessment (LCA) atau pendekatan daur hidup adalah sebuah alat yang mempelajari aspek lingkungan dan dampak penting melalui daur hidup suatu produk dari perolehan bahan mentah sampai hasil produksi, penggunaan dan pemrosesan akhir. Pendekatan LCA telah banyak dilakukan untuk membandingkan alternatif proses produksi dan ini mencakup penggunaan LCA untuk membandingkan strategi pengelolaan sampah. LCA dapat digunakan secara luas untuk menilai dampak lingkungan semua jenis pilihan strategi pengelolaan sampah dan sangat membantu pengambil keputusan untuk mempertimbangkan strategi terpilih terutama dengan mempertimbangkan aspek dampak lingkungan. Kata kunci: Dampak lingkungan, Life Cycle Assessment, pengelolaan sampah.
ANALISIS POTENSI RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC (Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control) DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGIFAKULTAS KEDOKTERAN UNAND Devi Rofiani; Yaumal Arbi; Sri Yanti Lisha
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17575

Abstract

Pada data kasus kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh kurangnya penerapan budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja, tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi moril, dan kerusakan lingkungan namun juga mempengaruhi produktivitas serta kesejahteraan masyarakat. Laboratorium merupakan tempat berkembangnya ilmu pengetahuan melalui berbagai macam penelitian dan percobaan. Penelitian bertujuan untuk mengenali jenis-jenis risiko dan tingkat bahaya K3 yang terjadi di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UNAND dan untuk memperkecilkan terjadinya potensi kecelakaan kerja, pada penelitian ini menggunakan metode HIRARC. Dari hasil penelitian didapat 40 potensi bahaya kecelakaan kerja di Laboratorium Mikrobiologi FK UNAND, terdapat 21 potensi bahaya kecelakaan kerja yang tingkat penilaian low (rendah), 11 potensi bahaya kecelakaan kerja tingkat medium (sedang) dan 8 resiko kecelakaan kerja dengan tingkat high (tinggi). Jika dipresentasekan terdapat 52% tingkat risiko low (rendah), 28% tingkat risiko medium (sedang) dan 20% tingkat risiko high (tinggi). Pengendalian risiko yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja seperti: membaca SOP sebelum bekerja, menyediakan dan memakai APD lengkap, penyediaan antiseptik dan P3K, penyediaan APAR, pemasangan rambu-rambu peringatan, pengecekan lampu yang kurang terang atau tidak menyala, service AC berkala dan pembatasan orang di dalam laboratorium, serta memberi sanksi kepada yang melangar aturan. Kata kunci: K3, Laboratorium Mikrobiologi, HIRARC.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BANK SAMPAH DI INDONESIA Rian Yaitsar Chaniago
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17432

Abstract

Bank sampah merupakan salah satu kebijakan pengurangan sampah yang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai strategi pengurangan sampah, implementasi bank sampah bertujuan untuk merubah paradigma masyarakat terhadap sampah, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bank sampah saat ini tidak hanya sebatas tempat untuk jual beli sampah, namun telah berkembang menjadi unit pengolahan sampah. Kegiatan pada bank sampah bergantung dari jenisnya yakni Bank Sampah Induk (BSI) atau Bank Sampah Unit (BSU). Perbedaan antara kedua jenis bank sampah terletak pada jangkauan pelayanan dan kelengkapan fasilitas bank sampah. Saat ini, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada bank sampah. Hal ini dibuktikan dari adanya penurunan presentase bank sampah di beberapa daerah. Penurunan presentase ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja bank sampah, antara lain: desain pengelolaan sampah, desain Standar Operasional Prosedur (SOP) pendirian bank sampah,infrastruktur bank sampah, sistem organisasi bank sampah, kompetensi pengelola bank sampah, sinergi antar pemangku kepentingan, partisipasi masyarakat, jenis sampah, dan rantai pasok sampah.Kata kunci: bank sampah, kinerja, sampah.
PERKIRAAN DEBIT ALIRAN SUNGAI KEMUNING BANJARBARU MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH Rony Riduan; Ade Brian Perdana; Chairul Abdi; Riza Miftahul Khair
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17567

Abstract

Sungai Kemuning di Kecamatan Banjarbaru Utara merupakan salah satu sungai yang ada di Kota Banjarbaru yang sering mengalami peristiwa banjir. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan dalam mengidentifikasi bencana banjir yaitu dengan melakukan evaluasi daya tampung sungai dan debit aliran sungai yang terjadi secara cepat menggunakan bantuan citra penginderaan jauh. Tujuan dari perencanaan ini adalah menganalisis debit hasil pengolahan citra satelit dengan analisis hidrologi konvensional dan hasil survei kondisi eksisting pada Sungai Kemuning Kecamatan Banjarbaru Utara. Software bantu yang digunakan pada penelitian ini adalah HEC-HMS versi 4.11 dan Google Earth Engine untuk mendapatkan besaran debit aliran sungai dari DAS Kemuning pada rentang tahun 2018-2022. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Google Earth Engine didapatkan hasil untuk debit sungai Kemuning di tahun 2018 sebesar 27,01 , tahun 2019 sebesar 20,07 , tahun 2020 sebesar 27,46 , tahun 2021 sebesar 26,23 , dan tahun 2022 sebesar 23,72 . Hasil perbandingan analisis pengolahan data citra satelit terhadap hasil analisis hidrologi konvensional pada tahun 2018 sebesar 83%, tahun 2019 sebesar 45%, tahun 2020 sebesar 80%, tahun 2021 sebesar 73%, dan pada tahun 2022 sebesar 78%. Debit pada analisis HEC-HMS lebih akurat karena mendekati debit normal eksisting jika dibandingkan debit banjir rencana Google Earth Engine, namun perhitungan melalui debit debit banjir rencana menggunakan Google Earth Engine lebih efisien dari sudut pandang waktu dan sumber daya yang diperlukan. Kata Kunci: debit aliran, Google Earth Engine, HEC-HMS, penginderaan jauh, sungai Kemuning
PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN Agus Hidayat; Emmy Lilimantik; Irma Febrianty; Emmy Sri Mahreda
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17057

Abstract

Kegiatan manusia dan penggunaan sumber daya air sungai adalah penyumbang utama polusi air sungai. Dampak kontaminan terhadap kehidupan hewan air dan lingkungan dapat digunakan untuk memperkirakan polusi sungai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku masyarakat di sekitar tepian sungai terhadap kualitas air sungai di Kabupaten Tapin. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi, serta diperoleh dari berbagai literatur, laporan hasil penelitian sebelumnya, laporan kegiatan, dan data statistik mengenai hasil pengukuran yang dikeluarkan oleh lembaga terkait. Teknik triangulasi digunakan untuk menentukan pengaruh perilaku masyarakat terhadap kualitas air yang digunakan. Subjek penelitian adalah masyarakat desa di 3 kecamatan yang tinggal di tepian sungai di Kabupaten Tapin. Sampel masyarakat diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, 90,5 persen dipengaruhi oleh sikap dan perilaku masyarakat setempat. Kata kunci: air sungai, masyarakat, perilaku
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK JENIS PLASTIK POLYPROPYLENE (PP), HIGH-DENSITY POLYETHYLENE (HDPE), POLYETHYLENE TEREPHTALATE (PET) DAN LOW-DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) ALTERNATIF DENGAN PROSES PIROLISIS DALAM UPAYA PENGURANGAN SAMPAH AN-ORGANIK Muhammad Abrar Firdausy; Nabella Safitri; Wulannika Listiara; Andy Mizwar
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17577

Abstract

Plastik memiliki kelemahan sulit terurai, diperlukan solusi mengatasi hal tersebut dengan mengubah menjadi BBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengolahan minyak yang dihasilkan sampah plastik serta menganalisis kualitas minyak yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah plastik jenis Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE), Polyethylene Terephthalate (PET) dan Low-Density Polyethylene (LDPE). Proses pirolisis dilakukan selama 60 menit pada suhu 400oC sebanyak 500 gram dengan dua kali pengulangan. Pengujian hasil minyak didapatkan berdasarkan nilai densitas, nilai kalor dan titik nyala serta dibandingkan dengan standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar minyak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa plastik PP mendekati bahan bakar minyak tanah, minyak yang dihasilkan sebanyak 31,1%, nilai densitas 778 kg/m3, nilai kalor 41,2 Kj/g dan titik nyala 37oC. Plastik HDPE mendekati bahan bakar minyak jenis solar, minyak yang dihasilkan sebanyak 24,7%, nilai densitas 751 kg/m3, nilai kalor 44,17 Kj/g dan titik nyala 47oC. Plastik LDPE mendekati bahan bakar minyak jenis solar, minyak yang dihasilkan sebanyak 62%, nilai densitas 736 kg/m3, nilai kalor 44,7 Kj/g, dan titik nyala 50oC. Sedangkan plastik PET mendekati bahan bakar minyak jenis bensin, minyak yang dihasilkan sebanyak 9%, nilai densitas 726 kg/m3, nilai kalor 40 Kj/g dan titik nyala 48,5oC.  Kata Kunci: bahan bakar minyak, pirolisis, Polypropelene (PP), Polyethylene (PE), Polyethylene Terephthalate (PET)
DESAIN UNIT PENGOLAHAN LUMPUR DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) GUNUNG LINGAI PERUMDAM TIRTA KENCANA KOTA SAMARINDA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN TIMBULAN LUMPUR YANG DIHASILKAN Salsabilla Nurul Aulia; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17431

Abstract

Pada proses pengolahan air bersih IPA Gunung Lingai menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan residu sampingan berupa lumpur. Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air bersih tersebut belum dilakukan pengolahan dan pemanfaatan, sehingga diperlukan unit pengolahan lumpur agar tidak mencemari lingkungan. Dilakukan uji parameter lumpur yang keluar dari pipa pembuangan sedimentasi yang diambil secara grab sampling meliputi pH, suhu, kekeruhan, TS, TSS, BOD, COD, Fe, dan Al yang dihasilkan IPA Gunung Lingai. Kuantitas lumpur diketahui dari perhitungan berdasarkan data debit air baku, kekeruhan air baku, dan dosis koagulan yang digunakan IPA Gunung Lingai. Pada penelitian ini dilakukan pemilihan unit dewatering menggunakan analisis SWOT dan analisis decision matrix. Perhitungan dimensi setiap unit digunakan sebagai dasar pembuatan Detail Engineering Design (DED). Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel lumpur IPA Gunung Lingai, jika dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2014 nilai TSS pada IPA Gunung Lingai 2 melebihi baku mutu lingkungan yaitu sebesar 708 mg/L dan parameter lainnya masih sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Volume lumpur yang dihasilkan IPA Gunung Lingai sebesar 65,590 m3/hari. Alternatif yang terpilih meliputi bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press, dan bak pengumpul dry cake. Rencana anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1.589.000.000.Kata kunci: instalasi pengolahan air, perencanaan, pengolahan lumpur 
ANALISIS POLA DAN KUALITAS UDARA PADA PARKIRAN BASEMENT PUSAT PEBELANJAAN BANJARBARU Riza Miftahul Khair; Ainun Rahmaniah; Muhammad Husin; Nova Annisa
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17571

Abstract

Pencemaran udara di dalam ruang merupakan salah satu fenomena lingkungan yang membahayakan kesehatan manusia. Parkiran basement merupakan ruangan yang berpotensi menghasilkan emisi gas buang kendaraan. Pusat perbelanjaan yang memiliki parkiran di basement dapat menggangu indeks kenyamanan melalui kualitas udara yang tercemar. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas udara di Parkiran Basement Pusat Perbelanjaan Banjarbaru dengan parameter CO dan TSP. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku dan menginterpretasikannya menjadi bentuk peta pola sebaran melalui Software Quantum GIS 2.28.2. Pengukuran CO dilakukan menggunakan NDIR Analyzer  melalui teddlar bag berdasarkan SNI 7119.10-2011 memakai metode Non-Dispersive Infrared Sensor (NDIR) dan metode manual alat menggunakan TSI DustTrak II Aerosol Monitor untuk pengukuran konsentrasi TSP. Pengukuran dilakukan pada jam puncak kepadatan pengunjung yang bertepatan di akhir pekan pada hari minggu selama satu jam pada masing-masing titik. Titik pengambilan sampel terdiri dari 6 titik berdasarkan grid lokasi. Dalam pengukuran konsentrasi tiap parameter, nilai faktor meteorologis meliputi suhu, kelembaban, tekanan udara serta arah dan kecepatan angin turut dilakukan pengukuran. Hasil pengukuran parameter diperoleh konsentrasi CO tertinggi dititik 5 sebesar 5852 µg/Nm3 dan konsentrasi TSP tertinggi dititik 4 sebesar 0,022 µg/m3. Nilai tersebut masih berada dibawah baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 untuk CO 10000 µg/Nm3 dan TSP 250 µg/m3. Nilai faktor meteorologis kelembaban, tekanan udara, serta arah dan kecepatan angin masih terbilang aman untuk indeks kenyamanan ruang kerja yang ditetapkan Permenaker No.5 Tahun 2018. Namun untuk nilai suhu melebihi ketetapan tersebut dengan maksimal rentang 23°C-26°C sedangkan hasil pengukuran memperoleh nilai 32°C-34°C. Hasil pemetaan pola sebaran CO dan TSP menunjukkan perbedaan kerapatan garis dan warna kontur. Perbedaan kerapatan garis kontur mengartikan bahwa dispersi polutan memiliki intensitas tertentu. Warna kontur menunjukkan tingkatan dari sebaran polutan tertinggi dan terendah. Berdasarkan peta pola sebaran, sebaran CO terbilang lebih pekat pada beberapa titik. Sedangkan sebaran TSP yang diterima terbilang kecil.  Kata Kunci: CO, Parkiran Basement, Pola Sebaran, TSP, Quantum GIS 2.28.2