cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
MOVING BED BIOFILM REACTOR UNTUK MENURUNKAN BOD DAN NUTRIEN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI SUSU Agus Slamet; Daffa Rayhan; Ali Masdu
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17058

Abstract

Air limbah industri pengolahan susu terdiri dari proses-proses yang membutuhkan air dengan volume besar seperti pencucian, pembersihan, pemanasan, pendinginan, dan pencucian lantai. Tingginya kandungan COD dan BOD pada air limbah tersebut, serta keberadaan senyawa-senyawa seperti laktosa, protein terlarut, lemak, garam mineral, dan deterjen dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, seperti rendahnya oksigen di air dan kematian biota akuatik. Salah satu sistem pengolahan air limbah industri susu yang diusulkan adalah moving bed biofilm reactor (MBBR). MBBR yang didesain menggunakan model Modified Ludzack-Ettinger (MBBR-MLE) dengan tiga zona: anoksik, aerobik pertama, dan aerobik kedua. Proses MBBR tidak memerlukan resirkulasi lumpur dan dapat mengurangi kandungan polutan dalam air limbah. Sistem pengolahan ini mampu menurunkan polutan BOD 2.028 mg/L, COD 6.917 mg/L, TSS 2.600 mg/L, dan NH3 43,15 mg/L menjadi masing-masing 22,8 mg/L, 59,7 mg/L, 1,17 mg/L, dan 1,73 mg/L. Kata kunci: industri susu, moving bed biofilm reactor, nutrien, pengolahan air limbah.
ANALISIS KINERJA LINGKUNGAN PT. X TERHADAP PROGRAM PENILAIAN PERINGKAT KINERJA PERUSAHAAN (PROPER) Muhammad Firdaus Kamal; Arie Dipareza Syafei
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17578

Abstract

PT. X merupakan perusahaan agrobisnis di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri pakan ternak yang dalam aktivitas produksinya menghasilkan berbagai macam limbah yang berpotensi berdampak terhadap kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan analisis kinerja lingkungan berdasarkan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Metode penelitian yang diterapkan yaitu analisis deskriptif-kualitatif untuk menganalisis data mengenai pelaksanaan UKL-UPL dan penilaian PROPER di PT. X dengan fokus pada dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan pengelolaan Limbah B3. Kesimpulan penelitian ini adalah diperlukan pembaruan matriks UKL-UPL agar tolak ukur yang digunakan memenuhi peraturan perundang-undangan terbaru, terdapat aspek pengendalian pencemaran air dan pengendalian pencemaran udara yang belum memenuhi penilaian PROPER, dan mempertahankan konsistensi dalam pengelolaan Limbah B3, serta disarankan untuk melakukan kajian timbulan Limbah B3 guna mengantisipasi kapasitas TPS Limbah B3 dalam menampung limbah. Kata kunci: industri pakan ternak, kinerja lingkungan, program penilaian peringkat kinerja perusahaan
PERHITUNGAN STATUS MUTU AIR BENDUNGANDI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Eka Wadhani; Athaya Zahrani Irmansyah; Syania Budi Oktaviani; Aulia Ulfie Rindiantika
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17559

Abstract

Penelitian ini menganalisis status mutu air Bendungan Batujai, Pandaduri, Pengga, Tibu Kuning, dan Telaga Lebur yang berlokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kualitas air waduk dihitung dengan menggunakan Peraturan Pemerintah Lingkungan Hidup No 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Sampling air dianalisis dari titik genangan dan sungai yang masuk ke bendungan tersebut. Hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas air bendungan termasuk ke dalam kategori tercemar ringan sampai cemar berat dimana tingkat pencemaran terendah ada di Bendungan Telaga Lebur dan tertinggi di Bendungan Pengga. Pencemaran terjadi karena terdapat delapan parameter yang telah melebihi baku mutu yaitu TSS, DO, Ammonia, Nitrat, Nitrit, Besi, Mangan, dan Total Fosfat. Terdapat parameter yang memenuhi baku mutu karena ada aktivitas lain di sekitar bendungan yang dapat dilihat dari penggunaan lahan yang merupakan sumber pencemar.  Dilihat dari setiap sumber pencemarnya, dapat disimpulkan bahwa jumlah TSS, BOD, COD, TN, dan TP di setiap bendungan paling besar bersumber dari permukiman, sehingga perlu adanya upaya pengendalian kualitas air berupa pengelolaan di sektor pertanian, persampahan, dan limbah domestik. Kata kunci: Bendungan, Nusa Tenggara Barat, Pencemaran, Status Mutu Air.
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR PADA LAHAN PERTANIAN DAERAH PEMATANG PANJANG, KECAMATAN SUNGAI TABUK Elma Sofia; Gawit Hidayat; Moh. Alfianoor Risyandha; Mirwan Muhammad Rasyid
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17572

Abstract

Salah satu unsur yang berperan dalam ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman adalah curah hujan terutama pada lahan tadah hujan. Potensi ketersediaan air merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam peningkatan indeks pertanaman. Pada penelitian kali ini akan dilakukan investigasi ketersediaan dan kebutuhan air di daerah Pematang Panjang, Kabupaten Banjar. Investigasi ini bertujuan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh daerah pertanian tersebut dengan menganalisis kebutuhan dan ketersediaan air yang ada. Batasan masalah penilitian ini yaitu ketersediaan air yang dianalisis berasal hanya dari curah hujan. Pada penelitian ini digunakan data-data sekunder berupa data hujan, data klimatologi dari tahun 2001 sampai tahun 2021, serta data debit sungai tahun 2001. Data-data tersebut di analisis menggunakan beberapa metode diantara nya yaitu rumus Harza untuk mendapatkan curah hujan andalan yang kemudian digunakan untuk menghitung curah hujan efektif, metode Penman Monteith untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi, serta metode F.J. Mock untuk mendapatkan debit andalan atau ketersediaan air. Dari penelitian ini diketahui bahwa debit andalan atau ketersediaan air maksimum terjadi pada bulan Februari ke-I yaitu sebesar 1,961 m3/dt, sedangkan debit andalan paling rendah terjadi pada bulan Agustus ke-I yaitu sebesar 0,103 m3/dt. Kata kunci: Debit Andalan, Evapotranspirasi, F.J. Mock, Pematang Panjang, Penman Monteith
PENGARUH PENAMBAHAN KONSORSIUM BAKTERI AEROB TERHADAP KADAR PENCEMAR LIMBAH CAIR INDUSTRI OBAT TRADISIONAL Oto Prasadi; Witya Nur Yanti; Ayu Pramita
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17061

Abstract

Industri Obat Tradisional menjadi salah satu industri yang menghasilkan limbah cair. Sebelum limbah cair dibuang ke lingkungan terlebih dahulu diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil pengujian di IPAL Industri Obat Tradisional menunjukan efektivitas dalam menurunkan TSS 10,7%; BOD 12,97%; COD 5,4%; dan menurunkan pH 0,04. Dari efektivitas tersebut perlu dilakukan upaya optimalisasi pengolahan limbah cair agar lebih efektif. Optimalisasi dilakukan dengan mengolah limbah cair menggunakan teknologi bioremediasi berupa konsorsium bakteri aerob. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dan mencari konsorsium bakteri aerob yang paling efektif dalam menurunkan kadar pH, TSS, BOD, COD, dan Fenol. Penelitian dilakukan dengan mengkonsorsiumkan bakteri AB (Bacillus s. & Pseudomonas a.); AC (Bacillus s. & Klebsiella sp.); BC (Pseudomonas a. & Klebsiella sp.); dan ABC (Bacillus s., Pseudomonas a., & Klebsiella sp.). Hasil penelitian menunjukan konsorsium bakteri ABC mampu menurunkan semua parameter pencemar dan merupakan variasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar pH, TSS, BOD, COD, Fenol sebesar 2; 60 ppm; 36 ppm; 78 ppm; 0,002 ppm dan telah memenuhi baku mutu. Kata kunci: bioremediasi, konsorsium bakteri aerob, limbah cair industri obat tradisional
KAJIAN RENCANA AKSI DAERAH PENGURANGAN DAN PENGHAPUSAN MERKURI (Hg) DI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Husin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17561

Abstract

Artikel ini menjelaskan peran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyusun rencana aksi daerah dalam upaya pengurangan dan penghapusan Merkuri di daerah seperti yang diamanatkan di dalam Perpres 21/2019. Kajian ini melakukan pengidentifikasian bidang prioritas pengelolaan merkuri dan target rencana aksi daerah untuk pengurangan dan penghapusannya berdasarkan acuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang disesuaikan dengan keadaan daerah Kalimantan Selatan. Dari hasil kajian ini bidang prioritas manufaktur total pemakaian batu bara pada industri semen mencapai 280.811 ton, dengan estimasi emisi merkuri sebesar 53,335 kg/tahun. Direkomendasikan target pengurangan kandungan emisi dan lepasan merkuri pada tahun 2030 adalah 50% sehingga emisi dan lepasan merkuri menjadi 26,667 kg/tahun. Bidang prioritas energi hasil estimasi total pemakaian batu bara adalah 3.062.610 ton/tahun dengan estimasi emisi dan lepasan merkuri sebesar 0,1094 ton/tahun. Target pengurangan kandungan emisi dan lepasan merkuri pada tahun 2030 ditetapkan sebesar 33,2% sehingga menjadi 102,5 kg/tahun. Bidang prioritas Kesehatan total alat kesehatan yang mengandung merkuri dan masih disimpan atau dihapus berjumlah 1656 unit, terdiri dari termometer 473 unit, sfigmo-manometer/ tensimeter 666 unit dan dental amalgam 517 unit dengan target pengurangan 100% pada tahun 2025.   Kata Kunci: Penghapusan, Pengurangan, Rencana Aksi Daerah, Merkuri (Hg)
PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN EMISI UDARA JENIS FINE PARTICLE SKALA PORTABLE UNTUK LABORATORIUM Arif Budianto; Susi Rahayu; Ramadian Ridho Illahi; Lalu Sahrul Hudha; Intan Utami
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17574

Abstract

Emisi udara jenis fine particle tergolong partikel submikron yang berukuran sangat kecil dan sangat mudah untuk terhirup. Sistem pengukuran ataupun mitigasi emisi ini tergolong relatif mahal dan kurang portable. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem portable yang relatif murah untuk pengukuran emisi udara jenis fine particle dalam ruang laboratorium. Sistem dirancang dengan sebuah sensor partikulat yang relatif murah namun memiliki performa yang baik. Sensor tersebut dihubungkan dengan sebuah mikrokontroler yang berfungsi memproses sinyal sensor. Sistem diuji di dalam area soldering laboratorium selama satu jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang laboratorium, pada area soldering, memiliki konsentrasi fine particle antara 23 sampai dengan 463 µg/m3. Sistem ini memiliki performa yang baik, ditunjukkan dengan linearitas 99% dan akurasi lebih dari 90%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sistem dapat mendeteksi sekaligus mengukur besar konsentrasi emisi udara jenis fine particle skala ruangan dengan rentang 0 – 999 µg/m3. Kata kunci: emisi, partikulat, polusi udara, sistem pengukuran
ANALISIS KEHILANGAN AIR DENGAN METODE NERACA AIR DAN INFRASTRUCTURE LEAKAGE INDEX (ILI) PADA PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA Adityo Faqih Pradana; Adhi Yuniarto
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17062

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memiliki tingkat Non Revenue Water (NRW) sebesar 30,18% (lebih besar dari standar nasional 20%) pada tahun 2021. Hal ini menyebabkan kerugian pertahun sebesar Rp. 331.265.194.845,-, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penurunan NRW. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Neraca Air dan ILI (Infrastructure Leakge Index). Metode Neraca Air bertujuan untuk mengidentifikasi kehilangan air yang terjadi dalam sistem distribusi. Metode ILI merupakan suatu indikator kehilangan fisik yang dapat mengukur sejauh mana satu jaringan distribusi dikelola dengan baik (yaitu dirawat, diperbaiki, dan direhabilitasi) untuk pengendalian kehilangan fisik. Penelitian dengan menggunakan metode Neraca Air, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami kehilangan air fisik sebesar 84.461.047 m³/tahun. Sedangkan dengan metode ILI, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masuk pada golongan D dengan nilai kebocoran >200 liter/sambungan/hari, yang artinya PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami pemborosan sumber daya secara yang luar biasa, sehingga program penurunan kebocoran harus diprioritaskan.Kata kunci: ILI, Neraca Air, NRW, PDAM
KAJIAN STATUS MUTU AIR DAN IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR SUNGAI CANTUNG MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN (IP) Gusti Ihda Mazaya; Rizqi Puteri Mahyudin; Chairul Abdi; Riza Miftahul Khair
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i2.17563

Abstract

Sungai Cantung merupakan salah satu sungai yang mengalir di Kabupaten Kotabaru dengan luas DAS sebesar 112,694 ha. Kajian dilakukan untuk menganalisis status kualitas air Sungai Cantung agar dapat mengetahui kondisi dan tingkat status mutu airnya sehingga dapat mengambil kebijakan pengelolaan dan pengendalian pencemaran dengan tepat. Penelitian dilakukan pada saat musim hujan. Nilai status mutu air dianalisis dengan Metode Indeks Pencemaran (IP) yang perhitungannya mengacu pada KepMen LH No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Berdasarkan perhitungan indeks pencemaran (IP) menunjukkan Sungai Cantung pada C2 kawasan pemukiman dalam kondisi baik, dan 9 titik sampling termasuk kategori cemar ringan berdasarkan Baku Mutu PP Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup peruntukan air sungai dan sejenisnya kelas II, untuk nilai Indeks Pencemaran (IP) terendah sebesar 0,74 dan tertinggi sebesar 2,53.  Kata kunci: Indeks Pencemaran (IP), Status Mutu Air, Sungai Cantung
PENGARUH MASSA ADSORBEN ZEOLIT, ARANG AKTIF SEKAM PADI, DAN ARANG AKTIF JERAMI PADI TERHADAP EFISIENSI PENURUNAN KONSENTRASI ION TIMBAL (Pb2+) Desriyanti, Desriyanti; Akbari, Tauny; Fitriyah, Fitriyah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20606

Abstract

Kadar ion timbal Pb2+ yang terdapat pada limbah cair dapat berpengaruh terhadap lingkungan yang akan menimbulkan sifat racun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh massa adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi terhadap efisiensi penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+) pada larutan sampel Pb konsentrasi 5 mg/L. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan 3 perlakuan adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi yaitu (0,5 gram, 1,0 gram, dan 1,5 gram) dengan uji adsorpsi pada kecepatan pengadukan 250 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian diperoleh bahwa efisiensi penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+) paling tinggi dicapai oleh media adsorben zeolit (massa 1,5 gram) sebesar 90% (0,48 mg/L), media adsorben arang aktif sekam padi (massa 1,5 gram) sebesar 87% (0,64 mg/L), dan media adsorben arang aktif jerami padi (massa 1,5 gram) sebesar 85% (0,73 mg/L). Penambahan massa adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi berpengaruh signifikan terhadap penurunan konsentrasi ion timbal (Pb2+). Efisiensi penurunan ion timbal (Pb2+) oleh media adsorben zeolit, arang aktif sekam padi, dan arang aktif jerami padi berada pada kisaran 85% - 90% namun belum memenuhi syarat baku mutu berdasarkan PERMENLH No 5 Tahun 2014 yaitu 0,1 mg/L.