cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Analisis Kehilangan Air Dengan Metode Neraca Air dan Infrastructure Leakage Index (ILI) Pada PDAM Surya Sembada Kota Surabay Adityo Faqih Pradana; Adhi Yuniarto
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.18630

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memiliki tingkat Non Revenue Water (NRW) sebesar 30,18% (lebih besar dari standar nasional 20%) pada tahun 2021. Hal ini menyebabkan kerugian pertahun sebesar Rp. 331.265.194.845,-, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penurunan NRW. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Neraca Air dan ILI (Infrastructure Leakge Index). Metode Neraca Air bertujuan untuk mengidentifikasi kehilangan air yang terjadi dalam sistem distribusi. Metode ILI merupakan suatu indikator kehilangan fisik yang dapat mengukur sejauh mana satu jaringan distribusi dikelola dengan baik (yaitu dirawat, diperbaiki, dan direhabilitasi) untuk pengendalian kehilangan fisik. Penelitian dengan menggunakan metode Neraca Air, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami kehilangan air fisik sebesar 84.461.047 m³/tahun. Sedangkan dengan metode ILI, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masuk pada golongan D dengan nilai kebocoran >200 liter/sambungan/hari, yang artinya PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami pemborosan sumber daya secara yang luar biasa, sehingga program penurunan kebocoran harus diprioritaskan. 
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN INDUSTRI PENGECORAN LOGAM DENGAN METODE COST BENEFIT ANALYSIS Widiana, Dika Rahayu; Nisa, Intan Zahrotun; Nugroho, Agung; Disrinama, Am Maisarah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20602

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan pengecoran logam di Jawa Timur tidak memenuhi peraturan perundangan pada beberapa aspek. Ketidaksesuaian tersebut diantaranya adalah kondisi tempat penyimpanan sementara (TPS) limbah B3 yang tidak sesuai maupun tidak adanya pengangkutan yang terjadwal sehingga menyebabkan TPS mengalami overload. Untuk meminimalisir ketidaksesuaian ini maka direncanakan alternatif pengelolaan yaitu perbaikan TPS dan melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3 tanpa perbaikan TPS. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak tetapi juga paling mudah untuk diterapkan. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan observasi dan wawancara. Untuk pemilihan alternatif pengelolaan limbah B3 yang layak digunakan metode Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh alternatif pengelolaan limbah B3 yang paling layak adalah memperbaiki TPS serta melakukan penjadwalan pengangkutan limbah B3. Hal ini dibuktikan dengan nilai NPV yang positif dan nilai BCR yang lebih dari satu.
KEMAMPUAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG UNTUK MENDEGRADASI KADAR TPH TANAH TERCEMAR OLI Suprayitno, Didik; Mondiana, Yani Quarta
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20603

Abstract

Berkembangnya industri otomotif dewasa ini menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya adalah pencemaran tanah yang diakibatkan oleh oli bekas. Oli yang digunakan sebagai pelumas mesin merupakan salah satu hasil dari olahan minyak bumi yang tersusun dari campuran senyawa hidrokarbon 90% dan komponen non hidrokarbon 10%. Limbah oli bekas yang terbuang ke tanah akan diserap oleh tanah sehingga menyebabkan turunnya kemampuan tanah dalam menyerap air, menghambat produktivitas tanah serta dapat merubah struktur dan fungsi tanah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pencemaran tanah adalah dengan bioremediasi. Bioremediasi dengan menambahkan MOL bonggol pisang diharapkan mampu untuk mengurangi kadar TPH pada tanah yang tercemar limbah oli bekas. MOL bonggol pisang banyak mengandung bahan organik dan juga mengandung unsur hara yang sangat tinggi yang dapat digunakan oleh mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan MOL bonggol pisang dalam mendegradasi kadar TPH pada tanah yang tercemar limbah oli bekas. Penelitian ini mengguanakan metode ekperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar N, P, K dalam MOL bonggol pisang sangat tinggi, sehingga dengan melakukan penambahan MOL bonggol pisang mampu menurunkan kadar TPH pada tanah tercemar limbah oli bekas. Kadar TPH awal mempunyai konsentrasi sebesar 34,09%, setelah dilakukan penambahan MOL bonggol pisang kadar TPH berkurang menjadi 12,34%.
ANALISIS INTENSITAS BISING SERTA POLA SEBARAN TINGKAT KEBISINGAN DI SEKITAR BUNDARAN WARU MENGGUNAKAN SURFER Abdilllah, Hanif Yusuf Rahman; Yusrianti, Yusrianti; Nilandita, Widya
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20604

Abstract

Bundaran Waru, merupakan jalan kolektor sekunder di Kota Surabaya yang sering mengalami kemacetan, terutama di persimpangan yang padat dari berbagai arah jalan, dikenal sebagai salah satu zona lalu lintas yang padat. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 menyatakan bahwa tingkat ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kebisingan lalu lintas termasuk dalam klasifikasi polusi suara. Dengan menggunakan perangkat lunak Surfer, penelitian ini mencoba untuk mengetahui pola dan intensitas sebaran kebisingan di sekitar Bundaran Waru dari 20 titik dalam radius 500 meter. Metodologi yang digunakan untuk pengukuran kebisingan sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan, dan pengukuran dilakukan pada hari Senin dan Jumat untuk merefleksikan hari kerja dan hari Minggu untuk merefleksikan hari libur. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di sekitar Bundaran Waru melampaui Baku Mutu (55 dB) dan (70 dB) yang telah ditetapkan, yaitu berkisar antara 66,15 hingga 87,89 dBA. Pola distribusi kebisingan menunjukkan tingkat tertinggi di titik 18 untuk hari Senin dan Jumat dan titik 6 untuk hari Minggu, sementara tingkat terendah secara konsisten tercatat di titik 17 di ketiga hari tersebut.
PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN DI LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN FLY OVER KOTA BANDUNG Wardani, Eka; Salsabella, Abelda
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20598

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kebisingan pada rencana pembangunan fly over Kota Bandung. Pengukuran kebisingan dilakukan di sembilan titik yang berada pada area Kecamatan Cicendo dan Andir dengan rencana panjang fly over 550 meter dan lebar 11,5 meter. Metode pengumpulan data meliputi data primer yaitu observasi lapangan, dokumentasi kondisi eksisting dengan mengukur tingkat kebisingan. Data sekunder yaitu deskripsi kegiatan dan peta lokasi. Pengolahan dan Analisis data mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Hasil penelitian pengukuran tingkat kebisingan di titik 1 sebesar 80,60 dBA, titik 2 sebesar 80,98 dBA, titik 3 sebesar 80,27 dBA untuk peruntukan perdagangan dan jasa sebesar 70 dB(A) dan titik 4 sebesar 77,45 dBA, titik 5 sebesar 77,96 dBA, titik 6 sebesar 77,93 dBA, titik 7 sebesar 78,77 dBA, titik 8 sebesar 75,75 dBA dan titik 9 sebesar 79,08 dBA untuk peruntukan perumahan dan pemukiman sebesar 55 dB(A). Kesimpulan penelitian ini bahwa tingkat kebisingan di rencana pembangunan Fly Over Kota Bandung melebihi baku mutu.
ANALISIS PENGARUH MOLASES DAN LAPISAN TANAH SEBAGAI CO-FACTOR TERHADAP OPTIMASI PENGOMPOSAN LIMBAH NANAS (ANANAS COMOSUS) Viareco, Hariestya; Bemis, Restina; Puspitasari, Ratih Dyah; Pratiwi, Nurul; Adriansyah, Endi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20605

Abstract

Peningkatan produksi nanas sebagai komoditas di Desa Tangkit Baru sejalan dengan meningkatnya limbah nanas yang dihasilkan. Mengubah limbah nanas menjadi pupuk kompos merupakan solusi yang tepat untuk masyarakat Desa Tangkit Baru. Namun, mengingat karakteristik limbah nanas yang cenderung asam, diperlukan upaya lebih lanjut dalam proses pengomposannya. Penelitian ini menggunakan larutan molases dan lapisan tanah sebagai co-factor untuk mengoptimalkan proses pengomposan limbah nanas. Penggunaan larutan molases terbukti dapat meningkatkan unsur hara dalam kompos, terutama C-organik yang mencapai 54%, sedangkan lapisan tanah membantu mempertahankan kadar air dan mempercepat proses pengomposan. Proses pengomposan limbah nanas berlangsung selama 13 hari untuk mencapai kompos yang matang dengan parameter pH, suhu, dan kelembaban yang optimal. Larutan molases dan lapisan tanah memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pengomposan limbah nanas, menghasilkan kompos berkualitas tinggi. Namun, pemilihan co-factor perlu diperhatikan dengan rasio yang tepat agar kualitas kompos dapat maksimal dengan proses yang lebih efisien.
UJI EFISIENSI FILTER PARTIKULAT MATTER BERBAHAN SERBUK KAYU UNTUK MENGURANGI EMISI FINE PARTICLE ASAP ROKOK Destrianingtyas, Aulia Safitri; Hurnah, Hurnah; Fajriah, Baiq Nurul; Wahana, Lidia; Budianto, Arif; Rahayu, Susi; Anggriani, Ni Ketut
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20601

Abstract

Partikulat yang dikeluarkan oleh asap rokok diketahui berkontribusi terhadap polusi udara dan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi konsentrasi asap rokok di udara. Dalam penelitian ini, kami mengembangkan filter partikulat yang terbuat dari serbuk kayu dengan tepung terigu sebagai perekat filternya. Variasi filter yang digunakan pada penelitian ini adalah filter yang dijemur langsung di bawah sinar matahari dan menggunakan pengering rambut. Filter ini ditandai dengan nilai efisiensinya dalam mengurangi emisi asap rokok. Efisiensi filter dalam mereduksi partikel ditentukan dengan membandingkan asap rokok sebelum dan sesudah penambahan filter. Hasil penelitian menunjukkan nilai efisiensi filter dalam mereduksi partikel asap rokok adalah sekitar 95,24%. Nilai efisiensi yang dihasilkan dari variasi perlakuan filter yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan.
PENGARUH JENIS MEDIA FILTER ALAMI ALAT PENJERNIH AIR BIO-MULTIFILTER TERHADAP PERUBAHAN pH DAN TDS Kristina, Mei Yulia; Jaya, Allan Restu; Nindito, Dwi Anung
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i2.20684

Abstract

Permasalahan terkait air baku bagi masyarakat yang bermukim di lahan rawa gambut adalah rendahnya nilai pH air tanah dan keruhnya air permukaan akibat proses sedimentasi di sungai. Alternatif solusi dari permasalahan tersebut adalah membuat alat penjernih air bio-multifilter yang mampu menaikkan pH dan menurunkan kekeruhan dengan memanfaatkan media filter alami ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh jenis media filter alami alat penjernih air bio-multifilter terhadap perubahan pH dan TDS. Metode uji eksperimental terhadap penjernih air bio-multifilter dilakukan menggunakan kombinasi media filter yaitu batu zeolit pada lapisan dalam, karang jahe di lapisan tengah dan media filter alami di lapisan luar. Media filter alami divariasi menggunakan serat goni, serat daun nanas, serabut kelapa, daun purun dan kulit jagung. Air baku yang diujicobakan adalah air tanah dengan pH rendah yang dicampur dengan tanah lempung sehingga menyerupai air sungai yang keruh dengan tingkat keasaman seperti air di lahan rawa gambut. Kerapatan media filter dan campuran tanah lempung awal dikondisikan konstan pada tiap percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi jenis media filter memberikan pengaruh yang beragam terhadap parameter pH dan TDS yang dihasilkan. Filter alami serabut kelapa memiliki kemampuan biosorben lebih baik dalam menaikkan pH dan menstabilkan TDS dibandingkan dengan media filter lainnya.
ANALISIS KUALITAS AIR DAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR SUNGAI RETOK KABUPATEN KUBU RAYA Yudita, Arthika; Akbar, Aji Ali; Saziati, Ochih
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i1.20664

Abstract

Sungai Retok memiliki peran penting untuk aktivitas masyarakat di sekitarnya. Daerah sekitar Sungai Retok merupakan pemukiman penduduk, perkebunan, dan perindustrian, sehingga berpotensi untuk tercemar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber pencemar, menilai tingkat pencemaran sungai dengan Indeks Pencemaran (IP), dan merekomendasi metode pengendalian. Mengacu pada baku mutu air kelas II sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Kualitas air sungai retok di Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya menunjukan bahwa hasil penelitian parameter BOD melebihi baku mutu dengan nilai BOD 3,6 mg/L - 4,57 mg/L titik tertinggi pada titik ke 4, parameter Nitrogen Amoniak juga melebihi baku mutu dengan nilai Nitrogen Amoniak 0,48 mg/L – 0,58 mg/L titik tertinggi terdapat di titik ke 1 dengan sumber pencemar pemukiman penduduk dan adanya industri sarang wallet, kayu, serta pasir. Secara keseluruhan status mutu sungai Retok menunjukan bahwa termasuk sungai dalam kategori tercemar ringan dengan nilai Indeks Pencemaran (IP) berkisar antara 2,152 - 2,442. Strategi pengendalian pencemaran sungai Retok yang tercemar ringan dapat dilakukan dengan mengurangi beban pencemaran dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan yang lebih baik melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, serta perlunya pemantauan kualitas air sungai secara berkala.
KARAKTERISTIK LOGAM BERAT PADA LIMBAH CAIR RSD IDAMAN KOTA BANJARBARU Wardani, Hesti Sasmila; Suhartono, Eko; Isnasyauqiah, Isnasyauqiah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i2.20680

Abstract

Limbah cair rumah sakit memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan limbah cair domestik biasa. Obat-obatan dan zat toksik lainnya menyebabkan adanya kandungan logam berat pada limbah cair. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik dan kualitas logam berat pada limbah cair pada rumah sakit di Kota Banjarbaru serta mengevaluasi kepatuhan konsentrasi logam berat dalam limbah cair terhadap standar baku mutu yang berlaku. Penelitian ini menyelidiki 9 parameter logam berat pada limbah cair rumah sakit. Pengujian ini dilakukan sejak Januari 2023 sampai Desember 2023.  Konsentrasi rata-rata As, Fe, Cd, Mn, Zn, Pb, Cu, Co, dan Ni pada inlet berturut-turut 0,0037, 0,3557, 0,0034, 0,0331, 0,0272, 0,0035, 0,0323, 0,004, 0,0064 mg/L; pada outlet 0,0037, 0,199, 0,0034, 0,0361, 0,0194, 0,0030, 0,0324, 0,004, 0,0064 mg/L Hasil penelitian menyimpulkan konsentrasi pada inlet dan outlet masih berada dibawah standar baku mutu yang ditetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Ada tren peningkatan dan penurunan konsentrasi pada bulan-bulan tertentu.  Cd, Cu, Pb, Co dan Ni memiliki tren penurunan konsentrasi pada bulan Januari sampai Agustus, dan meningkat pada bulan September sampai Desember.  Konsentrasi Mn dan Zn menunjukkan tren penurunan dari Januari hingga April, kemudian meningkat pada Mei hingga Desember. Sebaliknya konsentrasi As menunjukkan tren peningkatan dari Januari hingga Agustus, kemudian menurun pada September hingga Desember. Sedangkan Fe tidak ada tren yang jelas.