cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,234 Documents
Analisis Risiko Pasar dengan Menggunakan Metode Value at Risk (VaR) dan Expected Shortfall (ES) terhadap Valuta Asing USD/AMU di Perbankan Indonesia Steven Steven; Umar Rivaldy; Teuku Sadri; Rudi Asrudin; Tommy Novianto; Safira Ayu; Vera Anita; Dewi Hanggraeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.782 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12141

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengukuran risiko pasar antara ES dengan VaR, khususnya valuta asing. Penelitian ini menggunakan data historis nilai tukar USD/AMU dan menerapkan perhitungan ES dan VaR dengan menggunakan metode nonparametrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa, secara umum ES memberikan estimasi risiko yang lebih konservatif dan informatif dibandingkan dengan VaR, terutama dalam konteks risiko ekstrim. VaR tidak mencakup kerugian potensial yang signifikan yang terjadi di ekor distribusi probabilitas, sedangkan ES memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kerugian yang diharapkan dalam situasi tersebut. Studi ini menegaskan pentingnya menggabungkan ES sebagai salah satu alat pengukuran risiko dalam mengelola eksposur valuta asing, sebagai pelengkap atau pengganti Value at Risk dan perlunya diterapkan di industri perbankan di Indonesia serta diawasi oleh OJK sebagai regulator.
Governance of Risk Management: Studi Kasus di Bank Mandiri Mahardika Dwi Jayanti; Rachim Chan; Teddy Maulana Putra; Muhammad Fikry Alfisyahrin; Kresna Nurdianto; Paras Dita; Lintang Putri Enggaringtyas; Dewi Hanggraeni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.526 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12144

Abstract

Sebagai upaya mengurangi risiko yang dihadapi sektor perbankan akibat dampak pandemi COVID-19, maka perlu adanya penerapan manajemen risiko yang berkiblat pada Basel III yang merupakan kerangka kerja peraturan perbankan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tata kelola manajemen risiko secara spesifik di Bank Mandiri dengan metode kualitatif dengan membandingkan komponen permodalan, likuiditas dan pengawasan di Bank Mandiri dengan kerangka Basel III, POJK, dan SEOJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah mengaplikasikan Basel III, POJK dan SEOJK sebagai acuan risk management govenance dengan cukup baik sehingga mampu memenuhi ekspektasi dan melebihi standar yang dipersyaratkan. Namun, Bank Mandiri masih perlu meningkatkan manajemen risikonya terutama pada komponen likuiditas dan pengawasan agar dapat semakin meningkatkan mitigasi atas risiko masa depan. Secara keseluruhan dalam konteks governance of risk management, aspek pemodalan, likuiditas dan pengawasan saling mempengaruhi untuk memastikan proses manajemen risiko berjalan efektif dengan kepatuhan terhadap regulasi yang ada demi keberlanjutan bisnis Bank Mandiri maupun lembaga keuangan secara umum.
Determination Of PNS Career Management, Work Culture and ASN Core Value to Create ASN Mindset Transformation That Stimulates Investment Picesco Andika Tulus; Pudji Astuty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.544 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12147

Abstract

Topik didasari atas pentingnya manajemen karir PNS, budaya kerja, serta nilai-nilai disiplin ASN. Hal ini mecakup ilmu manajemen, perilaku organisasi, dan pengembangan organisasi itu sendiri. Tujuan utamanya ialah dapat membantu perubahan pola pikir ASN untuk terus berinvestasi. Digunakan metode kualitatif maupun kuantitati dalam penelitian ini. Peraturan menteri hukum dan ham nomor 8 Tahun 2021 serta Surat edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik indonesia nomor 20 Tahun 2021, dijadikan sebagai sampel kajian. Berdasarkan Peraturan menteri hukum dan ham nomor 8 tahun 2021 serta Peraturan menteri hukum nomor 20 Tahun 2021, Manajemen Karir PNS berupaya Meningkatkan Kompetensi dan Kinerja PNS Memberikan Kejelasan dan Kepastian Karir PNS serta mendorong pengembangan profesional PNS. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan mempertimbahkan secara mendalam perihal wawasan tentang bagaimana Peraturan menteri hukum dan ham nomor 8 Tahun 2021. Hal ini memengaruhi kedua pihak yakni pegawai dan lembaga pemerintah. Ditunjukkan bahwa bidang-bidang di mana penerapan dan penegakan aturan harus semakin diperhatikan. Surat edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi republik indonesia nomor 20 Tahun 2021 secara garis besar bertujuan untuk mengubah cara berpikir pejabat sipil Indonesia.
Perancangan Sistem Informasi Penggajian pada PT Duta Jaya Pritztama Jakarta Ratna Sondari; Rini Suwartika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.768 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12148

Abstract

Mengikuti perkembangan informasi yang semakin pesat dan semakin canggih, PT Duta Jaya Fritztama Jakarta merupakan perusahan yang bergerak dalam perusahaan pembersihan gedung dan perawatan gedung. Dengan proses pengolahan data yang masih belum terkomputerisasi dengan menggunakan program bantu MS.Exel. hal ini sering menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam perhitungan gaji karyawan dan proses cetak slip gaji yang memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, setiap bulannya bagian HRD juga harus merekap data karyawan dan menginput laporan gaji karyawan tetap dan karyawan kontrak. Teknik dan sumber pengumpulan data adalah melalui proses observasi dan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait pada perusahaan tersebut. Hasil dari analis perancangan sistem ini adalah sistem penggajian karyawan yang terkomputerisasi, yang memudahkan dalam perhitungan gaji karyawan, pengelolaan data karyawan, serta pelaporan gaji karyawan dan Hal ini juga dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Kawin Beda Agama, Bagaimana? Agnia Rahmah; Mohamad Fajri Mekka Putra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.698 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12149

Abstract

Setiap agama memiliki peraturan masing masing bagi umat yang meyakini untuk keberlangsungan dalam menjalani kehidupannya. Ajaran agama merupakan suatu pondasi yang kokoh dan mempunyai hubungan erat dengan suatu perkawinan. Perkembangan masyarakat Indonesia yang dinamis dewasa ini menjadikan suatu hukum perkawinan bukanlah suatu hambatan untuk melakukan perkawinan yang semakin beragam, misalnya perkawinan beda agama sulit untuk dihindari. Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas, peneliti melakukan penelitian mengenai perkawinan beda agama yang akan dilengkapi dengan adanya peran notaris dalam mengurusi hal keperdataan sebagai implikasi dari adanya suatu perkawinan beda agama. Penelitian hukum ini menggunakan bentuk penelitian yuridis normatif, dimana terdapat sudut pandang dari sisi peraturan perundang-undangan dan disisi lain terdapat suatu realita terhadap peraturan yang berlaku di masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkawinan beda agama ini tidak sah menurut masing masing agama, sehingga dapat kita simpulkan dengan tegas bahwa perkawinan ini tidak sah menurut UU Perkawinan. Menurut hukum islam pun tidak diperbolehkan perkawinan antara seorang lelaki dan seorang wanita yang berbeda keyakinan. Fenomena perkawinan beda agama ini bukan berarti suatu hal yang harus kita dukung. Namun hal tersebut seharusnya kita arahkan agar kuantitasnya berkurang hingga tidak dilakukan kembali oleh masyarakat, sehingga suatu perkawinan dapat berlangsung sesuai dengan keyakinan masing masing dan juga sesuai dengan peraturan negara. Kehadiran anak hasil perkawinan tersebut tidak berarti dapat dijadikan alasan untuk memperbolehkan keabsahan dalam suatu perkawinan beda agama.
The Relationship Between Physical Activity and Musculoskeletal Disorders (Using The Rula, GPAQ and Nbm Methods) Linda Theresia; Gadih Ranti; Yenny Widianty; Besta Rahmasari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.34 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12175

Abstract

This research at PT Inspira Multi Karya, a furniture-producing company where most activities are done manually. Lot of physical activities may cause workers to suffer from musculoskeletal disorders (MSD) whose symptom are feelings of pain and discomfort in muscles. Therefore, this study aims to see the relationship between physical activity and MSD complaints and also the sensitivity of tools for improving work systems. Tools to measure physical activity used the Global Physical Activity Questionnaire and tools to measure MSD complaints used Rapid Upper Limb Assessment and Nordic Body Map. The observed operators total 15 people, working at 6 different workstations with different postures. Interesting findings show that there is a significant correlation between physical activity and complaints of musculoskeletal disorders. When physical activity increases, MSD complaints also increase. The research findings show that 60% of operators have a work posture that needs immediate attention to be corrected because it has a high chance of causing MSDs complaints. The body parts that experience the biggest subjective complaints of MSD are the left calf, waist, forearm, back, right hand, and right calf. Mainly urgent repairs need to be done on the press machine (operators work in static postures for more than 10 minutes, with a lifting load of 2 kg-10 kg). Improvements were made by increasing the height of the base of the press machine as high as 50 cm. The improvement of work system can reduce MSD score from 7 to 4 in RULA scale. A comparison of the three methods shows that the RULA is the most suitable methods for analysing MSD in furniture factories because it can analyse upper/lower extreme body postures, both in static and dynamic postures, with repetitive activities, with loads, and carried out for a long time.
Aneka Pengaturan Kewarisan Keturunan Saudara Sebagai Ahli Waris Pengganti Saudara Pewaris Angky Anggia Ayu; Yeni Salma Barlinti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.006 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12176

Abstract

Keberadaan ahli waris pengganti masih menjadi sebuah polemik dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena adanya pengaturan kewarisan keturunan saudara pewaris yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian mengenai perbedaan pengaturan kewarisan keturunan saudara sebagai ahli waris pengganti saudara pewaris berdasarkan hukum waris Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan dari ketiga peraturan, beberapa penetapan dan putusan tersebut adalah: (1) keturunan saudara pewaris tidak dapat menjadi ahli waris pengganti dengan alasan adanya pembatasan ahli waris pengganti adalah sampai batas cucu dari garis ke bawah dan adanya saudara laki-laki pewaris yang masih hidup, dan (2) keturunan saudara pewaris dapat menjadi ahli waris pengganti karena memenuhi syarat-syarat sebagai ahli waris yaitu ada hubungan darah, beragama Islam, masih hidup ketika pewaris meninggal.
Implementasi Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah terhadap Para Pelaku Bisnis Perumahan Ferisa Nurfauziyah; Mohamad Fajri Mekka Putra
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.274 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12177

Abstract

Penelitian ini dilakukan setelah hadirnya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Kebijakan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah dan aturan pendukung lainnya yang menimbulkan beberapa masalah lapangan, khususnya terkait Para Pelaku Bisnis Perumahan dalam menjalankan bisnis mereka. Isi dari Peraturan tersebut yang berdampak pada Para Pelaku Bisnis Perumahan ialah masalah perizinan. Perizinan yang sulit didapatkan ini membuat hak warga negara atas kebutuhan tempat tinggal atau rumah menjadi terhambat.
Peran dan Tanggung Jawab Notaris Dalam Pendirian Perseroan Perorangan Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Ghia Riezna Zhadira; FX. Arsin Lukman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.141 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12178

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar diundangkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang memberikan definisi baru mengenai perseroan. Perluasan definisi tersebut melahirkan badan hukum baru yaitu perseroan perorangan. Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas, perseroan sebagai badan hukum didirikan menggunakan akta notaris. Sedangkan setelah adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang memberi peraturan turunan pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2021 bahwa pendirian perseroan perorangan tidak memerlukan akta notaris. Sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana kedudukan perseroan perorangan sebagai badan hukum dalam Undang-Undang Cipta Kerja, serta bagaimana peran serta tanggung jawab notaris dalam pendirian perseroan perorangan. Tujuan dibuat Penelitian ini untuk mengetahui apa saja peran dan tanggung jawab notaris dalam pendirian peseroan perorangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendirian Perseroan Perorangan tidak memerlukan akta notaris, yaitu dengan hanya mendaftarkan di kementerian hukum dan hak asasi manusia republik Indonesia dan mendapatkan sertifikat. Sehingga Notaris tidak berwenang untuk membuat akta pendirian perseroan perorangan. Dalam Perseroan Perorangan notaris hanya berperan untuk membuat perubahan status Perseroan Perorangan menjadi Perseroan Persekutuan Modal apabila perseroan perorangan sudah tidak memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil serta pemegang saham menjadi lebih dari 1 (satu) orang. Selain itu notaris juga berperan dalam perseroan perorangan hanya sebatas penyuluh hukum kepada calon pengusaha Perseroan Perorangan.
Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit dengan Tingkat Kepuasan Pasien Caesary Merybella; Puput Oktamianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.9 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan Rumah Sakit dengan tingkat kepuasan pasien. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel jurnal ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan atau library research. Studi literatur dilakukan dengan melakukan pencarian artikel dan buku yang relevan dengan topik Lesson Study sebagai gerbang peningkatan mutu pendidikan dan profesionalisme guru (Kusumawati, 2020) Pencarian dilakukan melalui mesin pencari Google Scholar, ProQuest, dan EBSCO. Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya relevansi yang begitu kuat antara kualitas pelayanan rumah sakit dengan tingkat kepuasan pasien. Pelayanan rumah sakit yang baik dapat di tinjau dari beberapa aspek yakni;(a) Keamanan pasien, (b) kualitas pelayanan medis, (c) Ketersedian fasilitas dan teknologi. Adapun upaya untuk meningkat kepuasan pasien pada pelayanan kualitas rumah sakit dapat berupa; (a) Menghargai dan merespon umpan balik pasien, (b) Mengelola keluhan pasien.

Filter by Year

2016 2026