cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL WACANA KESEHATAN
ISSN : 20885776     EISSN : 25416251     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Wacana Kesehatan is a medium that can be used to register, disseminate, and archive the work of research nurses in Indonesia. The work published in this journal is indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. Writing each type of article should follow the Journal of Health Discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Hubungan Konsumsi Protein dan Tekanan Darah dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II Azelia Nurpateha Putri; Ni Made Wiasty Sukanty; Junendri Ardian; M. Thonthowi Jauhari; Widani Darma Isasih
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.934

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi akibat pengendalian glukosa darah yang tidak optimal. Pola konsumsi protein dan tekanan darah diduga berperan dalam pengendalian kadar glukosa darah sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein dan tekanan darah dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 80 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran tekanan darah dengan tensimeter, serta pemeriksaan glukosa darah. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Agustus 2025. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki konsumsi protein rendah, sebagian mengalami hipertensi (53,8%) dan kadar glukosa darah abnormal (93,8%). Rata-rata kadar glukosa darah tergolong tinggi. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi protein dan kadar glukosa darah (p=0,401) serta tekanan darah dengan kadar glukosa darah (p=0,176). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi protein dan tekanan darah tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar glukosa darah. Disarankan pendekatan komprehensif melalui pengaturan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan terapi untuk meningkatkan kontrol glikemik.
Efektivitas Inhalasi Minyak Lavender Dan Kompres Dingin Terhadap Nyeri Pasca Thoracentesis Nur Amri Husna; Rijal Rijal
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.924

Abstract

Thoracentesis merupakan prosedur invasif umum untuk efusi pleura yang seringkali menimbulkan nyeri pasca-prosedural, berdampak negatif pada kenyamanan pasien dan pemulihan. Manajemen nyeri yang efektif sangat krusial untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi inhalasi minyak lavender dan kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri pasca-thoracentesis pada pasien efusi pleura. Menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 60 pasien efusi pleura yang menjalani thoracentesis. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan 30 menit setelah intervensi kombinasi inhalasi minyak lavender dan kompres dingin. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada intensitas nyeri pasca-thoracentesis, dengan rata-rata skor NRS menurun dari 7.14 (SD 1.47) menjadi 4.29 (SD 1.70) setelah intervensi (p < 0.001). Inhalasi minyak lavender dan kompres dingin berpotensi menjadi strategi manajemen nyeri komplementer dalam praktik keperawatan pasca-thoracentesis, meningkatkan kenyamanan pasien dan mendukung pemulihan
Rumah Sehat, Anak Terlindungi: Faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Anak Ahmad Akbar Nafi; Samino Samino; Setiawati Setiawati; Wayan Aryawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.986

Abstract

Tuberkulosis (TB) anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena mencerminkan adanya transmisi TB yang berlangsung di komunitas dan lingkungan rumah tangga. Kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan berpotensi meningkatkan paparan anak terhadap droplet nuclei yang mengandung Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB pada anak usia 0–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Metro Pusat tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain case-control. Sampel berjumlah 192 responden, terdiri atas 96 kasus TB anak dan 96 kontrol. Variabel independen meliputi ventilasi rumah, kepadatan hunian, pencahayaan alami, kelembaban rumah, serta jenis lantai dan/atau dinding. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis, wawancara, observasi rumah, dan pengukuran lingkungan menggunakan meteran, lux meter, dan hygrometer. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil bivariat menunjukkan seluruh variabel lingkungan fisik rumah berhubungan bermakna dengan kejadian TB anak, yaitu ventilasi (OR=4,213; 95% CI=2,303–7,707), kepadatan hunian (OR=3,215; 95% CI=1,776–5,820), pencahayaan alami (OR=2,935; 95% CI=1,628–5,294), kelembaban (OR=4,411; 95% CI=2,406–8,085), serta jenis lantai dan/atau dinding (OR=3,462; 95% CI=1,895–6,335). Hasil multivariat menunjukkan kelembaban rumah merupakan faktor paling dominan (OR=4,791; 95% CI=2,310–9,936), diikuti ventilasi rumah (OR=4,702; 95% CI=2,250–9,826). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor lingkungan fisik rumah berhubungan secara bermakna dengan kejadian TB anak. Intervensi pengendalian TB anak perlu mengintegrasikan investigasi kontak dengan promosi rumah sehat, khususnya pengendalian kelembaban dan perbaikan ventilasi.Kata kunci: TB anak; ventilasi rumah; kepadatan hunian; pencahayaan alami; kelembaban rumah.
Faktor Host Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Anak Irawesi Afif; Samino Samino; Setiawati Setiawati; Wayan Aryawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.987

Abstract

Tuberkulosis pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada wilayah dengan potensi penularan aktif di lingkungan keluarga dan komunitas. Faktor host dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap infeksi tuberkulosis dan progresivitas menjadi penyakit aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia, status gizi, dan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis anak di Kecamatan Metro Pusat Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain case-control yang melibatkan 192 anak usia 0–14 tahun, terdiri dari 96 kasus tuberkulosis dan 96 kontrol. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, wawancara orang tua, observasi bekas imunisasi atau catatan imunisasi BCG, serta penilaian status gizi berdasarkan berat badan menurut umur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,300; OR=1,359; 95% CI: 0,760–2,432). Status gizi berhubungan bermakna dengan kejadian tuberkulosis anak (p=0,000; OR=4,586; 95% CI: 2,210–9,519), demikian pula status imunisasi BCG (p=0,000; OR=4,300; 95% CI: 1,971–9,383). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status gizi dan status imunisasi BCG merupakan determinan host penting terhadap kejadian tuberkulosis anak. Penguatan program perbaikan gizi, optimalisasi imunisasi BCG, dan skrining dini pada anak berisiko direkomendasikan untuk mendukung pengendalian tuberkulosis anak. Kata Kunci: Faktor Host; Imunisasi BCG; Status Gizi; Tuberkulosis Anak
Gambaran Kehamilan Risiko Tinggi Faktor 4T (Terlalu Muda, Tua, Dekat, Sering) Di Puskesmas Bantul 1 Siti Aisyah Amini; Fitnaningsih Endang Cahyawati
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.961

Abstract

Kehamilan berisiko tinggi merupakan kondisi yang meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kehamilan berisiko tinggi adalah faktor 4T, yaitu terlalu muda (<20 tahun), terlalu tua (>35 tahun), terlalu dekat jarak kehamilan (<24 bulan), dan terlalu sering melahirkan (≥4 kali). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kehamilan berisiko tinggi berdasarkan faktor 4T pada ibu hamil di Puskesmas Bantul 1. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Bantul 1. Sampel berjumlah 104 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan selama satu hari dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis periode Januari 2025 hingga Maret 2026 menggunakan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 7 responden (6,7%) termasuk kategori terlalu muda, 57 responden (54,8%) terlalu tua, 37 responden (35,6%) memiliki jarak kehamilan terlalu dekat, dan 11 responden (10,6%) termasuk kategori terlalu sering melahirkan. Faktor yang paling dominan adalah usia ibu terlalu tua (>35 tahun). Dapat disimpulkan bahwa faktor usia terlalu tua merupakan faktor 4T yang paling banyak ditemukan pada ibu hamil di Puskesmas Bantul 1. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan deteksi dini, edukasi, dan pemantauan kehamilan secara optimal, terutama pada ibu dengan usia lebih dari 35 tahun, untuk mencegah terjadinya komplikasi maternal dan neonatal 
Pengaruh Edukasi Melalui Media Cetak Poster Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Asupan Energi Pasien Tuberkulosis (TBC) di Wilayah Kerja Puskesmas Labuhan Lombok Lina Muliani; M. Thonthowi Jauhari; Ni Made Wiasty Sukanty; Junendri Ardian; Widani Darma Isasih
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.963

Abstract

Masalah yang muncul pada pasien TBC salah satunya kekurangan zat gizi. Asupan zat gizi yang tidak seimbang dapat menurunkan kekebalan tubuh saat terserang penyakit. Sehingga upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah asupan zat gizi pada penderita TBC ini dengan melakukan edukasi kepada penderita. Pemberian edukasi tentang zat gizi seimbang kepada penderita TBC penting karena dapat meningkatkan pengetahuan pasien TBC, yang nantinya akan meningkatkan kepatuhan terapi, meningkatkan status gizi, meningkatkan fungsi imunitas, mempercepat konversi sputum negatif, mengoptimalkan efek terapi dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Edukasi melalui media cetak poster memiliki keunggulan yang dapat mempermudah dan mempercepat penyampaian informasi responden, dan dapat dilengkapi dengan warna yang menarik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang melalui media cetak poster terhadap tingkat pengetahuan dan asupan gizi seimbang pasien tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Lombok. Penelitian menggunakan desain Pra-eksperimendengan rancang penelitian One Group Pretest-Posttest Design pada 39 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar food recall asupan energi sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest pengetahuan dari 67,26 menjadi 86,59 dan tingkat asupan energi rata-rata pretest dari 764,24 kkal menjadi 1590,83 kkal dengan nilai p = 0,001, yang menunjukkan terdapat pengaruh edukasi melalui media cetak poster terhadap tingkat pengetahuan dan asupan energi pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Lombok. Disimpulkan media poster berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan asupan energi pasien TBC di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Lombok 
Gambaran Daya Terima Makanan Dan Asupan Zat Gizi Makro Remaja Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan Aunur Rofiqoh; Novia Zuriatun Solehah; Widani Darma Isasih; M. Thonthowi Jauhar; Laksmi Nur Fajriani
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.973

Abstract

Daya terima makanan merupakan indikator penting karena berkaitan langsung dengan jumlah konsumsi makanan yang disajikan. Makanan dengan daya terima rendah akan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sehingga tidak memenuhi kebutuhan gizi remaja dan berpotensi menyebabkan kekurangan asupan zat gizi. Berdasarkan studi pendahuluan, daya terima makanan remaja termasuk kategori kurang baik dengan sisa makanan >20%, sedangkan asupan zat gizi makro juga termasuk kategori kurang dengan tingkat asupan <80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya terima makanan dan asupan zat gizi makro pada remaja di Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Populasi penelitian berjumlah 35 remaja yang menetap di panti asuhan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penimbangan sisa makanan dan recall konsumsi 1×24 jam selama 7 hari, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan analisis frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus menu yang diterapkan masih memiliki variasi bahan makanan dan jenis olahan yang terbatas, daya terima makanan belum optimal yang ditandai dengan sisa makanan >20%, serta tingkat asupan zat gizi makro berada pada kategori kurang dengan tingkat asupan <80%. Disimpulkan bahwa daya terima makanan dan asupan zat gizi makro pada remaja di Panti Asuhan Nurul Jannah NW Ampenan masih termasuk dalam kategori kurang baik