cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL WACANA KESEHATAN
ISSN : 20885776     EISSN : 25416251     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Wacana Kesehatan is a medium that can be used to register, disseminate, and archive the work of research nurses in Indonesia. The work published in this journal is indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. Writing each type of article should follow the Journal of Health Discourse.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Stres Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Mahasiswi Tingkat Akhir Yunitasari, Eva; Kusuma, Anggi; Palupi, Rini
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v8i2.527

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), hampir 75% wanita usia subur di seluruh dunia mengalami premenstruasi syndrome (PMS). Hasil prasurvei yang dilakukan pada mahasiswa semester akhir Universitas Aisyah Pringsewu menunjukkan bahwa 9 dari 10 siswa mengalami premenstrual syndrome. Keluhan mereka meliputi rasa tegang pada payudara, nyeri perut, sakit pinggang, dan rasa sensitif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan stres dengan kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswi tingkat akhir reguler di fakultas kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitafif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 136 mahasiswi Tingkat Akhir Reguler Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji analisis gamma. Hasil penelitian ini diperoleh melalui uji gamma dengan nilai p=0,059, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan premenstrual syndrome. Hasil analisis data menunjukkan nilai p=0,024 (<0,05), yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan premenstrual syndrome pada mahasiswi tingkat akhir reguler di Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Diharapkan mahasiswa dapat mengelola dan mengontrol kondisi stress, baik akademik atau non akademik dengan baik agar dapat meminimalisir risiko terjadinya premenstrual syndrome
Analisis Pengetahuan Remaja Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Meylawati, Luluk Eka; Anggraeni, Fitri
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.668

Abstract

Transisi perkembangan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang dikenal sebagai masa remaja ditandai oleh berbagai fenomena perkembangan. Pada tahap ini, remaja tidak berdaya menghadapi berbagai masalah yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku mereka, dan masalah-masalah ini tidak dapat dipisahkan dari proses perkembangan dan kemajuan yang mereka alami. Remaja sering mencoba hal-hal baru selama masa ini untuk mendapatkan penerimaan sosial, sering kali tanpa memikirkan konsekuensinya. Penelitian ini  menggunakan desain pre-eksperimental One-group Pretest-posttest, dengan 62 siswa yang dipilih menggunakan metode Quota Sampling. Pretest dilakukan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum intervensi pendidikan kesehatan, dan posttest dilakukan setelahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, sebanyak 43 siswa (69,3%) yaitu memiliki pengetahuan yang lebih baik perihal perilaku seksual sebelum nikah, serta 4 siswa (6,5%) memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 57 siswa (91,9%), dan tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan yang kurang. Berdasarkan uji statistik T-Test Paired, dengan hasil 0,000 (P < 0,05), menunjukkan adanya perbedaan  signifikan pada tingkat pengetahuan siswa sebelum maupun sesudah dilakukan intervensi. Dengan kesimpulan pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual pranikah.
Skrining Faktor Risiko Obesitas Usia Produktif Kohir, Dedek Saiful; Murhan, Al; Sulastri, Sulastri
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.673

Abstract

Latar belakang obesitas merupakan salah satu faktor risiko kematian paling penting di dunia. Penelitian dilakukan dengan menghitung prevalensi obesitas dan memeriksa faktor risiko yang berhubungan dengan obesitas dengan menggabungkan data dari indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian obesitas pada usia produktif.  Metode penelitian melibatkan 117 responden beruaisa dewasa dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan pengambilan sampel acak. Data tentang demografi, indeks massa tubuh (BMI), lingkar perut, pola lama tidur, dan pola makan dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Pengukuran digunakan bersama dengan tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin untuk menghitung BMI. Selanjutnya data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi.  Hasil analisi diketahui sebagian besar mengalami obesitas, yaitu 49,3% reponden, memiliki lingkar perut diatas normal (59,5%), pola tidur sebagian besar (62%) 7-8jam/hari, dan pola makan kurang baik (62%). Obesitas di seluruh dunia meningkat hampir 3 kali lipat sejak 1975. Pada tahun 2016 sebanyak >1,9 milyar orang dewasa yang berusia ≥18 tahun mengalami kegemukan, dari jumlah tersebut >650 juta orang mengalami obesitas. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 11% sedangkan pada perempuan sebanyak 15%1. Di Indonesia prevalensi obesitas pada penduduk usia >18 tahun sebanyak 35,4%, dengan sebaran 39,7% di perkotaan dan 30% di perdesaan. Prevalensi obesitas pada laki-laki sebanyak 26.6% dan pada perempuan sebanyak 44,4%2.Obesitas menjadi masalah global, diperlukan informasi yang memadai tentang bahaya obesitas dan intervensi untuk mengatasi obesitas.
Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Remaja Di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta Ratnasari, Karmelina; Fitriani, Rosmauli Jerimia
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.671

Abstract

Remaja merupakan usia periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa dewasa. Pola konsumsi pada usia remaja biasanya tidak teratur, sering melewatkan sarapan, dan kebiasaan jajan. Status gizi yang tidak normal pada remaja disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak seimbang secara berlebihan. Seringnya konsumsi makanan jajanan dan kurangnya aktivitas fisik berdampak pada status gizi remaja, karena konsumsi makanan jajanan secara berlebihan akan memicu gizi lebih. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan konsumsi makanan jajanan dan aktivitas fisik dengan status gizi di SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 195 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara konsumsi makanan jajanan dengan status gizi remaja SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,01, serta terdapat hubungan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di SMA  Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta dengan nilai p= 0,04.
Hubungan Modal Sosial Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Halimah, Nurul; Budhiana, Johan; Sanjaya, Waqid
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.661

Abstract

Indonesia merupakan negara rentan bencana, contohnya ialah bencana tanah longsor karena di sebabkan oleh keadaan geografis, dibutuhkan untuk mengetahui hubungan modal sosial atas kesiapan masyarakat untuk mengenali bencana tanah longsor pada diskusi jangka Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Kesiapsiagaan kalau kita merupakan unsur penting dalam kegiatan pra pencegahan. Modal sosial yang mempunyai sifat organisasi sosial contohnya norma, jaringan peserta keyakinan sebagaimana fasilitasi perilaku serta kerjasama bagi keuntungan bersama. Desain penelitian menerapkan korelasional yang mengimplementasikan cross sectional. Populasinya di sini merupakan seluruh masyarakat pada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi dan sampelnya yakni 373 responden lewat teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner dan analisa data yang diterapkan ialah somers’D. Dominan responden mempunyai modal sosial dengan kategori tinggi serta kesiapsiagaan kategori ini hampir siap di mana nilai p valuenya yakni 0,000 artinya tidak lebih dari 0,05 di mana ada hubungan antara modal sosial dan kesiapsiagaan. Kesimpulannya yakni ada hubungan modal sosial dengan kesiapsiagaan untuk menangani bencana tanah longsor di Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi. Disarankan kepada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan Pendidikan informasi serta pelatihan supaya masyarakat lebih siaga serta paham untuk menghadapi bencana tanah longsor.
Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki Safitri, Elfiana Dwi; Mustain, Mustain; Firdaus, Insanul
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.657

Abstract

Di Indonesia dan di seluruh dunia, tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, hal ini merupakan salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan. Mycobacterium tuberkulosis, sering dikenal sebagai M. tuberkulosis, adalah penyakit menular yang menyebabkan TBC, salah satu dari 10 penyakit yang paling banyak membunuh orang di seluruh dunia. Tingkat pengetahuan penderita mengenai manfaat obat dan kepatuhan penderita dalam meminum obat ini sangat erat hubungannya dan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis. Jika pasien mengikuti pengobatan sesuai resep dokter selama enam hingga delapan bulan, mereka dapat sembuh dari tuberkulosis. Perjalanan pengobatan TBC memakan waktu lama. Ada kemungkinan pasien tidak akan meminum obat sesuai resep karena tidak banyak informasi tersedia mengenai manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan model pendekatan subjek Cross Sectional. Responden yang memiliki pengetahuan manfaat obat baik sebanyak 18 (60,0%) dan responden yang memiliki kepatuhan tinggi sebanyak 18 (60,0%). Hasil uji statistik Rank Spearman didapatkan nilai p.value=0,000 (p.value=<0,05) hasil tersebut menunjukkan ada hubungan pengetahuan manfaat obat terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TBC di Puskesmas 1 Baki.Kata Kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Pengetahuan
Profil HBA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sehat Baznas Jakarta Tahun 2021 Martina, Martina; Septian, Farid; Fadhil, Ahmad; Nur A, Siti; Hanafi, Aprizal Satria
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.666

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease caused by impaired insulin action. The incidence of this disease is still increasing in Indonesia, especially type II DM. Measuring glycated hemoglobin (HbA1c) is the best glycemic control to determine blood glucose levels. Patients who have HbA1c levels >7% are at 2 times higher risk of experiencing complications. Checking HbA1c levels is very important to help establish the diagnosis, glycemic control and prognosis of type II DM. The aim of this study was to determine the description of HbA1c levels in type II diabetes mellitus patients at the Central BAZNAS Health Center in 2021 and the proportions based on region, age and type of therapy. This research uses a cross-sectional descriptive research type. The research sample included an affordable population that met the inclusion and exclusion criteria of 64 samples. The research data is in the form of secondary data obtained from the Hypertension Diabetes program from 2020. Most of the respondents were women (82.8%) and were in the age range of 51-60 years (37.5%) and the least were in the productive age, namely 30-40 year around 4.7%. Respondents who had taken diabetes mellitus medication after having an Hba1C examination showed that the majority (14 people) had normal HbA1C values <6.5% and continued (13 people) with results in the range of 8.7-9.6%. Bogor Regency and Bekasi City, the area with the most respondents is Bogor Regency because there are 2 assisted village points, namely in Ciampea District and Citayam Village, Bojonggede District
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lemon Dan Akupresur Terhadap Penurunan Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Praktek Mandiri Bidan Suryati Kabupaten Jayapura Purba, Ellen R.V; Romauli, Suryati; Rahayu, Gemi; Gultom, Elis
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.667

Abstract

Nausea and vomiting are common symptoms experienced by pregnant women, especially in the first trimester, and can interfere with the quality of life and well-being of the mother. Although this condition is often considered normal, excessive nausea and vomiting can lead to dehydration, electrolyte imbalance, and weight loss, which is a risk to the health of the mother and fetus. The combination of lemon aromatherapy and acupressure has long been known as a non-invasive method that can help reduce nausea and vomiting. The purpose of the study was to evaluate the effect of the combination of lemon aromatherapy and acupressure on the reduction of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester at the Suryati Midwifery Independent Practice, Jayapura Regency. The results showed that before the intervention was given, the majority of respondents in the intervention and control groups experienced nausea and vomiting in the moderate and severe categories. After the intervention for 7 days with a frequency of 3 times a day, the intervention group experienced a significant decrease in the rate of nausea and vomiting, switching to the moderate and mild categories. In contrast, the control group that did not receive the intervention showed no significant change, with the majority remaining in the category of moderate and severe nausea and vomiting. Statistical analysis showed that there was a significant difference in the intervention group with a p-value of 0.001 (p < 0.05), while there was no significant difference in the control group (p-value 0.564). These findings confirm the effectiveness of the combination of lemon aromatherapy and acupressure as a safe and effective alternative in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester.
HUBUNGAN USIA DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Saputri, Ringga Fardhani; Astuti, Dwi Woro; Saleh, Asep Jalaludin
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.779

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) during pregnancy is still a serious problem because it can impact the health and safety of mothers and babies as well as the quality of babies born. The factor that causes pregnant women to experience CED is due to lack of nutritional consumption. However, increasing the incidence of CED in pregnancy can also be influenced by various factors, including occupational factors and maternal age at pregnancy. The purpose of this study is to determine the correlation of between age and profession of mothers with chronic energy deficiency in pregnant women in the Donomulyo Lampung Community Health Center. The research design used an analytic study with a cross sectional design, the population in this study were pregnant women in the working area of the Donomulyo Public Health Center, East Lampung, totaling 191 people. The sample used was 130 people. The analysis in this study used the Chi square test. The results of statistical tests show that the distribution of the incidence of CED in pregnant women is found to be 10.8%, most of the pregnant women are between the ages of 20-35 years (64.6%), and the employment is not working (56.9%). The results of the analysis of the age variable obtained p-value = 0.034; OR: 3,843; and job variable p-value = 0.044; OR: 5,304. It is concluded that there is a mother's age and occupation with the incidence of CED in pregnant women
Hubungan Sikap, Tingkat Pendidikan, Dan Usia Terhadap Upaya Pencegahan Demam Berdarah di Desa Tanjung Baru Meyrinda, Lilis; Candra, Elwan; Zanzibar, Zanzibar
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.672

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a growing public health issue, particularly in tropical regions like Indonesia. This study aims to examine the relationship between attitudes, education levels, and age with dengue fever prevention efforts in Tanjung Baru Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency, South Sumatra. A cross-sectional design with a quantitative correlational approach was employed. The sample consisted of 243 respondents selected using accidental sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between attitudes and dengue prevention efforts (p = 0.004), education levels and dengue prevention efforts (p = 0.010), and age and dengue prevention efforts (p = 0.000). Respondents with positive attitudes, higher education levels, and younger ages were more active in carrying out prevention measures. These findings suggest that attitudes, education, and age play crucial roles in the success of dengue fever prevention. Therefore, it is recommended that health education programs and prevention campaigns be enhanced, especially for groups with low education levels and older age. Increasing community participation in prevention efforts is expected to reduce the incidence of dengue fever in the future.