cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 10, No 1, Juni 2021
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.4455

Abstract

Ekspresi Tutur Konstatif ‘Silang Ide’ dalam Dialog Mata Najwa Moh. Badrih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4188

Abstract

In speech, there is verbal complexity in the form of sentences that have the characteristics of continuity, coherence, and according to context. Verbal complexity is used to describe the reality that is observed and felt by the speaker. The problem in this study examines how the ideational constative utterance crosses ideas with factual constative utterances, how the ideational constative utterance crosses ideas with ideational constative utterances, and how is factual constative utterances which crosses ideas with ideational constative speeches. The method used in this study was descriptive qualitative with pragmatic analysis. The data are in the form of words, phrases, and sentences contained in the Mata Najwa dialogue 'Suddenly a Presidential Candidate'. Collecting data using the ‘simak, bebas, libat, cakap’ (SBLC). The data analysis technique uses three components, namely data reduction, data display, and drawing conclusions. The result of this research is that the meaning and intent behind the cross-idea constative speech. The 'ideational - factual' speech occurs in assertive and disentive constative speech. Speech 'ideational - ideational' occurs in retrodictive constative speech. 'Factual - ideational' utterances occur in ascriptive and retractive constative utterances. AbstrakDalam tuturan terdapat kompleksitas verbal berupa kalimat yang memiliki karakteristik kontinuitas, koheren, dan sesuai dengan konteks. Kompleksitas verbal tersebut digunakan untuk mengambarkan realitas yang diamati dan dirasakan oleh penutur. Masalah dalam penelitian ini mengkaji bagaimanakah tuturan konstatif ideasional yang bersilang ide dengan tuturan konstatif faktual, bagaimanakah tuturan konstatif ideasional yang bersilang ide dengan tuturan konstatif Ideasional, dan bagaimanakah tuturan konstatif faktual yang bersilang ide dengan tuturan konstatif Ideasional. Oleh karena itu, tujuan kajian ini ialah mendeskripsikan makna dan maksud dibalik tuturan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan analisis Pragmatik. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam dialog Mata Najwa ‘Mendadak Capres’. Pengumpulan data menggunakan Simak Bebas Libat Cakap (SLBC). Teknik analisis data menggunakan tiga komponen yaitu reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneltian ini ialah ditemukan makna dan maksud dibalik tuturan konstatif silang ide. Tuturan ‘ideasional – faktual’ terjadi pada tuturan konstatif asertif dan disentif. Tuturan ‘ideasional – ideasional’ terjadi pada tuturan konstatif retrodiktif. Tuturan ‘faktual – ideasional’ terjadi pada tuturan konstatif askriptif dan retraktif.
Perception of Interdialectal Accommodation by Sellers and Buyers in Sasak: A Sociolinguistic Perspective Abdul Muhid; Sri Ningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4039

Abstract

This research focuses on the strategy of communication which was used by the speakers of two different dialects between meriaq-meriku vs meno-mene in Sasak language, especially amongst sellers-buyers in markets domain in central Lombok West Nusa Tenggara. The data were recorded at four markets where the speakers of two different dialects meet. This current result reveals the effective strategy in communication by accommodating each other (sellers-buyers). Further, it elucidates the accommodation pattern strategy in two different dialects which are commonly used by the sellers-buyers in doing transactions. The current researchers composed the data through the interview, direct observation, and recording or note-taking. The method used to reveal the phenomenon is a qualitative method and interpreted the data to meet the qualified result of research. Therefore, the result shows that applying inter-dialectal accommodation is effective. AbstrakPenelitian ini berfokus pada strategi komunikasi yang digunakan oleh penutur dua dialek yang berbeda antara meriaq-meriku vs meno-mene dalam bahasa Sasak, khususnya antara penjual-pembeli di ranah pasar di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Data tersebut direkam di empat pasar tempat bertemunya penutur dari dua dialek yang berbeda. Hasil saat ini mengungkapkan strategi yang efektif dalam komunikasi dengan saling mengakomodasi (penjual-pembeli). Selanjutnya diuraikan strategi pola akomodasi dalam dua dialek yang berbeda yang biasa digunakan oleh penjual-pembeli dalam melakukan transaksi. Peneliti saat ini menyusun data melalui wawancara, observasi langsung, dan pencatatan atau pencatatan. Metode yang digunakan untuk mengungkap fenomena tersebut adalah metode kualitatif dan menginterpretasikan data untuk memenuhi hasil penelitian yang memenuhi syarat. Oleh karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akomodasi antar dialek efektif.
Leksikon Gejala Covid-19 dalam Bahasa-Bahasa Bidayuhik di Kalimantan Barat Agus Syahrani; Dedy Ari Asfar; Syarifah Lubna; Binar Kurniasari Febrianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4068

Abstract

This study aims to describe the lexical forms of Covid-19 symptomps in Bidayuhik languages in West Kalimantan, such as Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, and Kerambai. This type of research is qualitative. The technique used in collecting data are note taking, interview, and study of literature. The technique used in data collection is done by orthographic and phonetic transcripstion. The method used to analyze data is a referential and translational equivalent method. The results of this study indicate that Bidayuhik speakers in West Kalimantan have their own lexicon in naming Covid-19 symptoms. The lexical naming of Covid-19 symptomps are in the form of a lexeme and a combination of words. There are differences in the naming of Covid-19 symptoms between Bidayuhik languages in identifying disease terms, such as cough, influenza, stomach ache, and pneumonia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk leksikon gejala Covid-19 dalam bahasa-bahasa Bidayuhik yang ada di Kalimantan Barat, seperti Dayak Hibutn, Bidayuh, Bakati’ Palayo, dan Kerambai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Tulisan ini menggunakan studi kepustakaan dan metode simak dan cakap dalam memperoleh data. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan ortografis dan fonetis. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan referensial dan translasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penutur Bidayuhik di Kalimantan Barat memiliki leksikon tersendiri dalam penamaan gejala Covid-19. Leksikon penamaan gejala Covid-19 ini berbentuk satu leksem dan gabungan kata. Terdapat perbedaan penamaan gejala COVID-19 antarbahasa Bidayuhik dalam mengidentifikasi istilah penyakit, seperti batuk, influenza, sakit perut, dan penyakit pernapasan.
Attitudinal Meaning in COVID-19 Local Language Guidelines of Indonesia: A Systemic Functional Linguistic Study Dini Sri Istiningdias; Lia Maulia Indrayani; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Wagiati Wagiati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4050

Abstract

The Ministry of Education and Culture has published 3M's health protocol behavior change guidelines regarding the campaign to prevent COVID-19 transmission in 77 local languages of Indonesia. However, this research only focused on guidelines that used Sundanese as a local language in West Java. This research aimed to identify the types of attitudes and analyze the meanings that appear in these guidelines. The author used the theory of Martin and White (2005), namely the attitude subsystem as part of the appraisal system with Systemic Functional Linguistic approach which showed the author's evaluative attitude towards various things written to lead the readers. The result of this research showed that some information contained judgement both positive and negative side such as the authors found 15 clauses included in the affective indicator of the attitude subsystem in security meaning and four clauses satisfaction meaning. In addition, the authors found 16 clauses included in the attitude subsystem of judgment indicator referring to social esteem and three clauses referring to social sanction. The author also found 12 clauses included in the attitude subsystem of appreciation indicator referring to composition, five clauses referring to valuation, and two clauses referring to reaction. Based on the results of the analysis of each clause listed in the 3M health protocol behavioral change guidelines then the authors conclude that the message conveyed is positive attitude for the society. AbstrakKementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M terkait kampanye pencegahan penularan COVID-19 dalam 77 bahasa daerah di Indonesia. Namun, penelitian ini hanya berfokus pada pedoman yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sikap dan menganalisis makna yang muncul dalam pedoman tersebut. Penulis menggunakan teori Martin and White (2005) yaitu subsistem sikap sebagai bagian dari sistem penilaian dengan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional yang menunjukkan sikap evaluatif penulis terhadap berbagai hal yang ditulis untuk mengarahkan pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa informasi mengandung penilaian baik sisi positif maupun negatif seperti, penulis menemukan 15 klausa yang termasuk dalam indikator afektif subsistem sikap bermakna keamanan dan 4 klausa bermakna kepuasan. Selain itu, penulis menemukan 16 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator penilaian yang mengacu pada penghargaan sosial dan 3 klausa yang mengacu pada sanksi sosial. Penulis juga menemukan 12 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator apresiasi mengacu pada komposisi, 5 klausa mengacu pada penilaian, dan 2 klausa mengacu pada reaksi. Berdasarkan hasil analisis dari setiap klausa yang tercantum dalam pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M maka penulis menyimpulkan bahwa pesan yang disampaikan bermakna sikap positif bagi masyarakat.
Current Implementation and Future Prospects of Santi-Morf V.1.0 Prihantoro Prihantoro
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4189

Abstract

SANTI-Morf (Prihantoro, 2021) is a new morphological analyser for Indonesian. In SANTI-Morf annotation scheme (Prihantoro, 2019), morpheme tokens are linked to their annotations. The tokens are presented in their orthographic and citation forms to allow (allo)morph or morpheme-based searches. Users can also perform retrievals on the basis of formal and functional morphological criteria as SANTI-Morf tagset encodes the analyses of morphemes’ forms (e.g. roots, clitics, affix type) and functions (e.g. passive voice, active voice, adjective degrees, etc.). Currently, the scheme is implemented in Nooj (Silberztein, 2003), a linguistic development environment. It enables users to index and annotate Indonesian texts in their local PC, and later perform searches based on morphological criteria and or tokens defined by the SANTI-Morf scheme. AbstrakSANTI-Morf (Prihantoro, 2021) adalah sebuah program analisis morfologi terbaru untuk bahasa Indonesia. Dalam skema anotasi SANTI-morf (Prihantoro, A new tagset for morphological analysis of Indonesian, 2019), setiap token morfem terhubung dengan anotasinya. Token-token ini direpresentasikan dalam bentuk ortografis dan bentuk sitasi sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan penelusuran berbasis (alo)morf atau morfem. Selain itu, pengguna juga bisa melakukan penelusuran berbasiskan bentuk atau fungsi morfem. Ini karena tagset analitik yang digunakan di SANTI-morf mencakup bentuk (di antaranya: akar, klitik, jenis afiksasi) dan fungsi (di antaranya: aktif, pasif, derajat ajektiva). Saat ini, SANTI-morf diimplementasikan menggunakan NooJ (Silberztein, 2003), sebuah program pengembangan aplikasi linguistik. Pengguna dapat mengindeks dan menganotasi teks berbahasa Indonesia di komputer mereka, dan selanjutnya melakukan penelusuran menggunakan kriteria morfologi dan skema tokenisasi yang digunakan di skema anotasi SANTI-morf.
Kajian Sosiopragmatik Iklan Dakwah tentang Riba Fatmahwati A. Adnan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.1622

Abstract

The purpose of this study is to find out the types of speech acts and the pragmatic power of the proselytism advertisement on usury. The qualitative approach is used in this study. The method used is the descriptive phenomenological method. Data regarding Islamic proselytism advertisements are collected from field studies and documentation, while pragmatic power data are obtained through interviews. The research findings reveal that the speech act used the most is the assertive speech act, namely presenting facts, information, knowledge, and Islamic law on usury by including arguments and evidence based on the Quran and Hadith. The data regarding the pragmatic power obtained from the respondents show that 46% of respondents "ignored", 32% "rejected", and 22% acknowledged the messages on the proselytism advertisements. The conclusion drawn from the sociopragmatic study of this phenomenon is that Muslims tend to "ignore" the messages about usury because of hedonistic lifestyle of today. AbstrakTujuan kajian ini ialah mengetahui jenis tindak tutur dan daya pragmatik iklan dakwah tentang riba. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif yang bersifat fenomenologis. Data iklan dakwah dikumpulkan dengan melakukan studi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data daya pragmatik diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penyampaian pesan yang terbanyak digunakan ialah tindak tutur asertif, yaitu menyatakan fakta, informasi, pengetahuan, dan hukum dengan menyertakan argumen dan bukti yang didasarkan pada Alquran dan hadis Rasulullah. Tanggapan responden menunjukkan daya pragmatik iklan dakwah tersebut. Ternyata, 46% responden “mengabaikan”, 32% “menolak”, dan 22% menerima pesan iklan dakwah itu. Simpulan yang ditarik dari kajian sosiopragmatik terhadap fenomena ini ialah masyarakat muslim cenderung “mengabaikan” pesan dakwah tentang riba karena lebih mementingkan tuntutan dan gaya hidup hedonis yang “mewabah” dewasa ini.
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Volume 10, No 2, Desember 2021
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modalitas Epistemik sebagai Wujud Lingual Tuturan Berpagar Mahasiswa Multikultural di Surabaya Luluk Isani Kulup; Bambang Yulianto; Budinuryanta Yohanes
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4044

Abstract

The use of hedges in student speech varies greatly depending on the situation and conditions of use, both in casual situations and in formal situations, it is stated that the use of adequate hedges must take into account the context. The purpose of this study was to determine the epistemik modality as a form of lingual speech by multicultural students in Surabaya. Hedges are a group of words whose function is to communicate, the communication function of language cannot be used properly without context. One group of words in question is in the form of an epistemik modality. This study aims to describe the epistemik modality as a form of hedges in multicultural students. The approach used is qualitative. This approach is considered relevant because it emphasizes the natural role, uses descriptive data, and uses inductive means because it does not test hypotheses. The data in this study is the verbal speech of multicultural students. The data sources of this research are multicultural students from four universities in Surabaya. The data retrieval technique used is the listening, recording, engaging, proficient, and note-taking technique. Analysis of the data used is the technique of sorting, turning, and connecting. The results of this study indicate that the epistemik modalities used as a form of hedges by multicultural students are the modality of predictability, modality of possibility, and modality of necessity. AbstrakPenggunaan hedges dalam tuturan mahasiswa sangat bervariasi tergantung situasi dan kondisi penggunaannya, baik itu dalam situasi santai maupun dalam situasi resmi dinyatakan bahwa penggunaan hedges yang memadai harus mempertimbangkan konteks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modalitas epistemik sebagai wujud lingual tuturan berpagar mahasiswa multikultural di Surabaya. Hedges adalah sekelompok kata yang fungsinya untuk melakukan komunikasi, fungsi komunikasi bahasa tidak dapat digunakan dengan semestinya tanpa konteks. Sekelompok kata yang dimaksud salah satunya berupa modalitas epistemik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan modalitas epistemik sebagai wujud hedges pada mahasiswa multikultur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Pendekatan ini dianggap relevan karena menonjolkan peran alami, menggunakan data deskriptif, dan menggunakan sarana induktif karena tidak menguji hipotesis. Data dalam penelitian adalah tuturan verbal mahasiswa multikultural. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa multikultural dari empat perguruan tinggi di Surabaya. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik simak, rekam, libat, cakap, dan catat. Analisis data yang digunakan adalah teknik pilah, balik, dan hubung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modalitas epistemik digunakan sebagai wujud hedges oleh mahasiswa multikultural adalah modalitas keteramalan, modalitas kemungkinan, dan modalitas keharusan.
Tipologi Pronomina Persona dalam Bahasa Jawa, Sunda dan Madura Menik Winiharti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.2092

Abstract

One of the language typologies which can be observed in languages across the globe is personal pronouns. This paper aims to discover the characteristics of personal pronoun typology in three Indonesian local languages, namely Javanese, Sundanese and Madurese. It is also to find the similarities and differences of the three languages’ personal pronoun characteristics. The theory or claim used as the main reference is of Moravcsik (2013). The data are secondary ones which are personal pronouns in the three languages collected from textbooks and results of previous studies. The data is then identified with regard to each form, whether it is independent or not. If the pronoun is not independently formed, the process of its derivation is analyzed. The results of the study show that Javanese, Sundanese and Madurese have personal pronouns which are formed both independently and through a derivation process. The first personal pronouns tend to have an independent form while the second, third and plural personal pronouns tend to be formed through a derivation process. The most obvious difference is of the Javanese singular personal pronouns which do not have derivation in three speech levels.AbstrakSalah satu tipologi bahasa yang terdapat di semua bahasa di dunia adalah pronomina persona. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tipologi pronomina persona dalam tiga bahasa daerah di Indonesia, yaitu bahasa Jawa, bahasa Sunda dan bahasa Madura, juga untuk mengetahui persamaan dan perbedaan karakteristik pronomina persona ketiga bahasa itu. Teori atau klaim yang digunakan sebagai rujukan utama adalah dari Moravcsik (2013). Data pronomina persona dalam ketiga bahasa tersebut berupa data sekunder yang diperoleh dari buku teks dan hasil studi terdahulu. Data ini kemudian diidentifikasi terkait masing-masing bentuknya, apakah independen atau tidak. Jika pronomina tersebut bukanlah bentuk yang independen, proses derivasinya dianalisis dan dirumuskan. Hasil studi menunjukkan bahwa bahasa Jawa, Sunda dan Madura memiliki bentuk pronomina persona baik yang independen maupun yang dibentuk melalui proses derivasi. Pronomina persona pertama cenderung memiliki bentuk yang independen sedangkan persona kedua, ketiga dan plural cenderung mengalami proses derivasi. Perbedaan yang jelas terlihat adalah pada pronomina persona tunggal bahasa Jawa yang tidak memiliki bentuk derivasi sama sekali pada tiga tingkatan tuturan.