JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikanis a journal in the field of educational technology which contains literature review, action reserach, case study research, and empirical findings in scientific disciplines of educational technology theories and practices. The covered topics are involved the foundation and philosophy of educational technology, design and implementation, assessment and evaluation, strategies and models of general and specific learning, research and development methods, research and development methods, emerging technologies, and technology integration in learning. Journal of JKTP is willing to facilitate writers to disseminate conceptual ideas, development, and research findings which are useful in the development of science, study programs, and educational technology profession.
Articles
272 Documents
HUBUNGAN GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DENGAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Mufardisah Arief;
Sihkabuden Sihkabuden;
Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.164 KB)
Seorang peserta didik disebut berhasil dalam kegiatan belajar adalah apabila terdapat perubahan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tercapai atau tidaknya sebuah tujuan pembelajaran bisa diperhatikan dari hasil belajarnya. Sedangkan hasil belajar itu sendiri berkaitan dengan bagaimana guru/dosen memahami peserta didiknya terutama karakteristiknya. Dalam hal ini penulis mengambil gaya belajar sebagai salah satu karakteristik peserta didik dimana ia adalah suatu gabungan dari proses menyerap, kemudian mengatur dan mengolah informasi. Gaya belajar yang ada pada masing-masing individu juga dipengaruhi oleh gender. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian korelasional, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Populasi sebesar 339 mahasiswa dengan sampel 150 mahasiswa (75 laki-laki dan 75 perempuan). Data didapatkan melalui pengisian instrumen gaya belajar mahasiswa (Kolb’s Inventory Learning Style). Uji analisis menggunakan independent sample t-test dan uji korelasi Spearman. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa preferensi gaya belajar mahasiswa dominan pada tipe gaya belajar Diverger sebanyak 33% dan Converger sebanyak 29% . Sedangkan gaya belajar Assimilator sebesar 11%, Accomodator sebesar 8% dan gaya belajar campuran 23%. Berdasarkan uji beda menggunakan independent sample t-test , tidak terdapat perbedaan antara nilai gaya belajar mahasiswa laki- laki dan perempuan dengan nilai t hitung sebesar 0,353 dan nilai t tabel 1,976 (t hitung < t tabel). Kemudian, tidak terdapat hubungan pada gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa dengan nilai korelasi yang berbeda-beda pada setiap tipe gaya belajar. Itu artinya Hₒ diterima dan Hₐ ditolak. Namun, ada salah satu tipe gaya belajar yang memiliki hubungan yang signifikan, yakni gaya belajar Converger. Kata Kunci : gaya belajar, hasil belajar, gender, kolb
PERSEPSI ANAK USIA SEKOLAH DASAR TERHADAP SERIAL ANIMASI DALAM MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN KARAKTER
Dwi Puspa Suryani;
Sulthoni Sulthoni;
Susilaningsih Susilaningsih
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.594 KB)
Anak usia sekolah dasar dewasa ini kian gemar menonton serial aniamsi. Menonton serial aniamsi telah menjadi rutinitas yang dilakukan setiap hari. Tayangan yang dilihat oleh anak-anak juga dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak, termasuk serial animasi. Oleh karena itu, demi terbentuknya karakter yang baik bagi diri sang anak perlu diperhatikan faktor yang mempengaruhi terbentuknya karakater itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi anak usia sekolah dasar di SDN Ngembe I terhadap pesan-pesan yang terkandung dalam serial animasi dan pengaruh serial animasi dalam perkembangan karakter anak usia sekolah dasar di SDN Ngembe I.
HUBUNGAN ANTARA SELF KONTROL DAN INTERNET ADDICTION DISORDER PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN ANGKATAN 2016 UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Mufidatun Lila Anggraeni;
Henry Praherdhiono;
Sulthoni Sulthoni
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.181 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v2i22019p131
Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengertahui hubungan antara Self kontrol dan Internet Addiction Disorder pada mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2016 Universitas Negeri Malang. Rancangan pada penelitian yaitu kuantitatif korelasional, dengan teknik pengambilan sampel proposive sampling atau sampel yang ditentukan oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 86 mahasiswa dengan sampel 40 mahasiswa laki-laki 46 mahasiswa perempuan. Data yang didapatkan melalui instrumen self kontrol dari Hurlock dan Internet Addiction Disorder dari Young. Dari data yang peneliti analisis menggunakan koefisien korelasi product moment mendapatkan hasil Sig.= 0,00 < 0,05 sehingga Ha diterima. Sedangakan pada uji determinasi rxy= o,612 dengan kata lain terdapat hubungan positif antara self kontrol dan internet addiction disorder. Self kontrol memberikan sumbangan efektif sebesar 61, 2% terhadap kecenderungan IAD, dan masih ada 38,8% dari faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Kajian Teori Dalam Penelitian
Ence Surahman;
Adrie Satrio;
Herminarto Sofyan
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (796.246 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v3i12019p049
Abstrak: Penelitian merupakan aktivitas ilmiah untuk menghasilkan temuan baru dalam berbagai bidang keilmuan. Penelitian merupakan tulang punggung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian yang baik membutuhkan serangkaian proses yang standar mulai dari tahap analisis masalah, kajian pustaka, penentuan metode penelitian, analisis hasil dan penyimpulan. Salah satu tahapan yang penting diperhatikan dalam penelitian adalah penulisan kajian pustaka yang dibutuhkan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kajian teori dalam penelitian serta prosedur teknis pengutipan dengan menggunakan beberapa gaya pengutipan. Metode penulisan menggunakan studi pustaka dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa gaya pengutipan seperti APA Style, IEEE Style, Harvard style, Chichago Style dan lain-lain. Penentuan gaya pengutipan didasarkan pada kebijakan tempat publikasi kaya ilmiah. Penulis harus mengenali gaya selingkung yang digunakan pada suatu penerbit.Abstract: Research is a scientific activity to produce new findings in various scientific fields. Research is the backbone of the development of science and technology. Good research requires a series of standard processes starting from the stage of problem analysis, literature review, determination of research methods, analysis of results and conclusions. One of the important stages to be considered in research is the writing of the required literature review. This paper aims to explain the concept of theoretical studies in research and technical procedures for citation using several citation styles. The writing method uses literature study and comparative analysis. The analysis shows that there are several citing styles such as APA Style, IEEE Style, Harvard style, Chichago Style and others. Determination of citation style is based on the policy of a place of scientific rich publication. The author must recognize the style of environment used in a publisher.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG BERUPA SUPLEMENT PADA MUATAN LOKAL KHAS NGAWI
Muhammad Andri Wicaksono;
Sihkabuden Sihkabuden;
Arafah Husna
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.443 KB)
Muatan lokal adalah mata pelajaran yang di kembangkan melalui lembaga pendidikan yang secara keseluruhan dikaitkan kebutuhan daerah lokal, ciri khas, keunggulan dan potensi daerah setempat. Hal tersebut yang mendasari beberapa sekolah pada satuan pendidikan menengah pertama, untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal. Namun dalam proses tersebut, pendidik mengalami kesulitan untuk menjelaskan dan membuat siswa mengerti dengan pelajaran muatan lokal. Oleh karena itu, pengembang ingin membantu pendidik untuk lebih mudah dalam penyampaian materi kepada siswa menggunakan media smartphone android. Siswa bisa mempelajari materi muatan lokal hanya dengan membuka aplikasi dan memilih menu yang berupa materi dalam pelajaran muatan lokal. Dalam pembuatan media pembelajaran, pengembang menggunakan metode Lee amd Owens (2004). Alasan digunakan metode ini karena memiliki alur yang lengkap, dimulai dari tahap analisis, serta penilaian, tahap desain, tahap pengenbangan implementasi dan tahap evaluasi. Dari hasil pengembangan media pembelajaran diperoleh hasil 90% memenuhi Kriteria Ketuntasan Siswa, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa aplikasi media pembelajaran android smartphone termasuk kategori efektif atau berhasil dan layak untuk proses pembelajaran mandiri.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DENGAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) KELAS VII SMP NEGERI 3 MALANG
Dwi Risdyanti;
Dedi Kuswandi;
Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.009 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v2i12019p068
Dalam rangka penerapan kurikulum 2013 dengan SKS jenjang pendidikan menengah, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran IPA, kendala dan solusi dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan SKS kelas VII program 4 semester. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keaslian data yang menggunakan triangulasi metode dan sumber. Analisis data berikut meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan dari penelitian menunjukkan: (1) SMP Negeri 3 Malang telah melaksanakan pembelajaran IPA sesuai dengan RPP yang mengacu pada Kurikulum 2013 dengan SKS. Pembelajaran lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam mempercepat proses belajar. (2) kendala yang timbul dalam melaksanakan pembelajaran IPA yaitu penyampaian materi oleh guru masih bersifat umum belum spesifik. (3) Peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan kurikulum 2013 dengan SKS dapat dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan workshop, diklat dan pelatihan-pelatihan lain. Pelaksanaan pembelajaran IPA dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan SKS siswa kelas VII 4 semester sudah baik dilakukan oleh guru IPA
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Tema 9 Subtema 1 di MI YPSM Al Manaar
Ledy Ahrisya;
Henry Praherdhiono;
Eka Pramono Adi
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.904 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v2i42019p306
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan model pembelajaran CTL dengan yang tidak menggunakan model pembelajaran CTL. Penelitian ini menggunakan quasy experimental design dengan model nonequivalent control group. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI YPSM Al Manaar. Instrumen yang digunakan adalah soal tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 71,44 dan kelas kontrol sebesar 75,79. Setelah diberi perlakuan, rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 83,22 dan kelas kontrol sebesar 82,42. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran CTL. Abstract This study aims to determine differences in the average value of students before and after using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model, and to find out the differences in student learning outcomes between those who use the CTL model and those who do not use the CTL model. This research uses quasy experimental design with a nonequivalent control group model. The subjects of this study were all fifth grade MI YPSM Al Manaar students. The instruments used were test questions and observation sheets. The results showed that the average pretest value of the experimental class was 71.44 and the control class was 75.79. After being given treatment, the average value of the experimental class was 83.22 and the control class was 82.42. The results of the study concluded that there were differences in the average scores of students before and after using the CTL model.
PENGEMBANGAN OBYEK 3D DIGITAL PADA MEJA PIRAMIDA HOLOGRAM UNTUK PEMBELAJARAN KELAS
Yerry Soepriyanto;
Sihkabuden Sihkabuden;
Ence Surahman
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 1, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.416 KB)
Obyek 3D digital yang dimaksud disini adalah benda tiruan dalam bentuk grafis digital ditampilkan pada piramida hologram yang terletak di atas meja. Piramida hologram sebenarnya adalah sebuah reflektor terbuat dari akrilik berbentuk piramida terpotong yang ditempatkan di atas meja. Reflektor ini mampu merefleksikan obyek dari layar monitor berukuran besar yang ditempatkan di meja menghadap ke atas. Model Lee-Owen digunakan untuk mengembangkan bahan ajar tersebut dengan tahapan analisis, desain, dan pengembangan. Tahapan analisis meliputi penilaian kebutuhan dan analisis awal-akhir. Tahapan desain terbagi menjadi dua yaitu desain bahan ajar dan desain meja piramida hologram. Tahapan pengembangan yaitu mengembangkan meja piramida hologram dan bahan ajarnya yang diujicobakan kepada mahasiswa dalam pembelajaran kelas. Pertanyaan terbuka diajukan kepada audien setelah ujicoba kedua, karena uji coba pertama audien menyatakan bahan ajar obyek 3D-nya belum jelas terlihat. Hasil pengembangan mendapat respon cukup positif dari pertanyaan terbuka yang disampaikan dan audien memberikan saran konstruktif tentang pemanfaatannya di masa yang akan datang
Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Ukir Jepara Sebagai Upaya Kelestarian
Miftahur Rizka Maulia Mahfudlo;
Sulton Sulton;
Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (827.927 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v2i32019p238
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk kurikulum muatan lokal seni ukir Jepara yang menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan potensi daerah jepara kepada siswa pada jenjang SMP, sehingga dapat terjaga kelestarian lokal daerah Jepara serta dapat menjadi generasi penerus yang peduli untuk menjaga bahkan mengembangkan seni ukir Jepara. Metode pengembangan yang menjadi pedoman adalah model pendekatan kompetensi oleh Toenlioe (2017). Yang menjadi subjek penelitian adalah MTs Roudlotul Ulum Suwawal Jepara. Data yang di gunakan adalah data kuantitatif , dari Instrumen ahli kurikulum, ahli materi dan kualitatif dari observasi dan wawancara. Hasil validasi kurikulum muatan lokal Seni Ukir dinyatakan valid. Dengan perolehan presentase dari ahli materi mencapai 90.88 % dan dari ahli kurikulum mencapai 89.50 %.[ES1] AbstractThe purpose of this research is to produce a curriculum for local content in Jepara carving which is one of the efforts to introduce the potential of Jepara to students at junior high school level, so that local Jepara area can be preserved and be able to become the next generation that cares to maintain and even develop Jepara carving . The development method that becomes the guideline is the competency approach model by Toenlioe (2017). The subject of the study was MTs Roudlotul Ulum Suwawal Jepara. The data used are quantitative data, from curriculum expert instruments, material experts and qualitative observations and interviews. The results of the validation of the Carving Art local content curriculum were declared valid. With the acquisition of material experts reached 90.88% and from curriculum experts reached 89.50%.
Pengaruh Game Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam
Syarif Hidayatulloh;
Henry Praherdhiono;
Agus Wedi
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.474 KB)
|
DOI: 10.17977/um038v3i22020p199
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji adanya perbedaan hasil belajar pemahaman antara siswa yang menggunakan game pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan game pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi suhu dan perubahannya kelas VII MTs Raudlatul Ulum Karangploso. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen Nonequivalen Control Group Design. Penelitian ini melibatkan 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas ekperimen diberikan perlakuan menggunakan game pembelajaran, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran ceramah. Masing masing diberikan pretest dan posttest. Hasil pengolahan data menunjukkan perhitungan nilai rata-rata post test dari kelas eksperimen sebesar 75,35 sedangkan kelas kontrol 63,21. Kesimpulan hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan hasil belajar pemahaman antara kelompok yang menggunakan game pembelajaran dengan kelompok yang tidak menggunakan game pembelajaran. Hasil belajar pemahaman siswa yang menggunakan game pembelajaran lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan game pembelajaran.Abstract: The purpose of this study is to examine the differences in understanding learning outcomes between students who use learning games and students who do not use learning games on Natural Sciences subjects temperature material and changes in class VII MTs Raudlatul Ulum Karangploso. The research method used is a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design method. This research involves 2 classes, namely the experimental class and the control class. The experimental class was treated using a learning game, while the control class used lecture learning. Each was given a pretest and posttest. The results of data processing showed that the calculation of the average post-test score of the experimental class was 75.35 while the control class was 63.21. The conclusion of the research is that there are differences in understanding learning outcomes between groups that use learning games and groups that do not use learning games. Learning outcomes for students who use learning games are higher than those who do not use learning games