cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PERSEPSI GURU DAN SISWA TENTANG EFEKTIVITAS MANAJEMEN KURIKULUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP KREATIVITAS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Alma'idah Hayuning Sesanti; Burhanuddin Burhanuddin; Nurul Ulfatin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.03 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p171

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa tentang efektivitas manajemen kurikulum dan pengaruhnya terhadap kreativitas siswa SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini adalah 569 guru dan 3.117 siswa kelas XI dari 10 SMA Negeri Malangs. Pengambilan sampel guru dengan teknik quota sampling dan random sampling, kemudian sampel siswa diambil dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 234 guru dan 312 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linieritas, analisis regresi sederhana, dan analisis oneway anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh SMA Negeri Malangs (1) pengelolaan kurikulum cukup efektif; (2) tingkat kreativitas siswa cukup tinggi; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara efektivitas pengelolaan kurikulum terhadap tingkat kreativitas siswa; (4) tidak terdapat perbedaan persepsi guru tentang tingkat keefektifan pengelolaan kurikulum berdasarkan faktor organisasi, (5) tidak terdapat perbedaan persepsi siswa tentang tingkat kreativitas diri berdasarkan faktor individu, dan (6) tidak terdapat perbedaan pada siswa. persepsi tingkat kreativitas diri berdasarkan faktor sosial.Kata kunci: manajemen kurikulum, kreativitas siswa, persepsi guru, persepsi siswaAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan siswa tentang efektivitas manajemen kurikulum dan pengaruhnya terhadap kreativitas siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini adalah 569 guru dan 3.117 siswa kelas 11 dari 10 SMA Negeri di Kota Malang. Pengambilan sampel guru dilaksanakan menggunakan teknik quota sampling dan random sampling, sedangkan pengambilan sampel siswa menggunakan teknik purposive sampling. Terdapat 234 guru dan 312 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi sederhana, serta analisis oneway anova . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di seluruh SMA Negeri Kota Malang (1) manajemen kurikulum sudah cukup efektif; (2) tingkat kreativitas siswa cukup tinggi; (3) ada pengaruh yang signifikan dari manajemen kurva kurva tingkat kreativitas siswa; (4) tidak ada pendapat persepsi guru terhadap tingkat kewenangan manajemen kurikulum berdasarkan faktor organisasional sekolah, (5) tidak ada pendapat persepsi siswa terhadap kreativitas diri berdasarkan faktor individu, serta (6) tidak ada pendapat persepsi siswa terhadap tingkat kreativitas berdasarkan faktor sosial .Kata Kunci: kurikulum manajemen, kreativitas siswa, persepsi guru, persepsi siswa
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH Asnawi Asnawi; Bambang Budi Wiyono; Asep Sunandar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.377 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p131

Abstract

Abstrak : This study aims to find out, (1) steps the school principal creates religious culture, (2) forms of religious culture in schools, (3) ways of socializing and implementing religious culture, (4) support of teachers and school members in creating religious culture, ( 5) how to overcome the problem of creating a religious culture. This research uses a qualitative approach design, with a case study research design. The location of this research is at Public SHS 9 Malang. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The analysis technique used is reduction, data display, and data verification. The results of this study (1) the step of the school principal creating a religious culture begins with a meeting consisting of a core team to design an outline of the relevant activities then in consultation with the teachers, (2) the forms of religious culture in the school are Dhuha pray, DhuhurPray and AsrPray in congregation, study of the yellow book, Friday prayers in congregation and princess activities, non-Muslim students religious guidance, training to become qotib, istighosah, ramadhanpondok activities, Commemoration of Islamic Holidays, (3) socialization and implementation of Religious culture through social media, print , electronics, school websites, and verbally. While the implementation is a strategy that has been designed from the stages of planning, implementing, and habituating in daily life in the school environment, (4) teacher and school community support in creating a religious culture including, the teacher goes to the mosque when he hears the call to prayer, starts the lesson by praying, and encourage students to pray Dhuha before the lesson begins, students lead literacy, students become qotib, educational staff every Friday-morning at the morning apple to deliver information on activities carried out on that day. Parental support is parents doing zakat fitrah and zakat mal at school, the establishment of a school mosque is an idea and contribution from parents of students; (5) The way to overcome problems in creating a religious culture is by evaluating systematically and carried out by related parties. Keywords: Strategy, headmaster, religious culture Abstrak : Penelitian ini bertujuanmengetahui, (1)langkah-langkah kepala sekolah menciptakan budaya religius, (2) bentuk budaya religius di sekolah, (3) cara sosialisasi dan implementasi budaya religius, (4) dukungan guru dan warga sekolah dalam menciptakan budaya religius, (5) cara mengatasi masalah menciptakan budaya religius. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini di SMA Negeri 9 Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dandokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi, display data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini (1) langkah kepala sekolah menciptakan budaya religius diawali rapat yang beranggotakan tim inti untuk merancang segara garis besar terkait kegiatan barulah di musyawarahkan dengan para guru, (2) bentuk-bentuk budaya religius yang ada di sekolah adalah Salat Dhuha, Salat Dhuhur dan Ashar berjamaah, kajian kitab kuning, Salat jumat berjamaah dan kegiatan keputrian, siswa non muslim pembinaan keagamaan, pelatihan menjadi qotib, istighosah, kegiatan pondok ramadhan, Peringatan Hari Besar Islam, (3) sosialisasi dan implementasi budaya Religius melalui media sosial, cetak, elektronik, website sekolah, dan secara lisan. Sedangkan implementasinya adalah strategi yang sudah dirancang dari tahap pereencanaan, pelaksanakan, dan pembiasaan di keseharian di lingkungan sekolah, (4) dukungan guru dan warga sekolah dalam menciptakan budaya Religius meliputi, guru menuju masjid saat mendengar adzan untuk menunaikan Salat,mengawali pelajaran dengan berdoa, dan menganjurkan siswa untuk Salat Dhuha sebelum pelajaran dimulai, siswa memimpin literasi, siswa menjadi qotib, tenaga kependidikan setiap hari selasa-jumat dilakukan apel pagi untuk penyampaian informasi kegiatan yang dilakukan pada hari itu. Dukungan orangtua adalah orangtua melakukan zakat fitrah dan zakat mal disekolah, berdirinya masjid sekolah merupakan gagasan dan sumbangan dari orangtua siswa; (5) Cara mengatasi masalah dalam menciptakan budaya Religius adalah dengan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait. Kata kunci : strategi, kepala sekolah, budaya religius 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK fernanda rahmadika putra; Ali Imron; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.116 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p182

Abstract

Abstrak:Pentingnya pendidikan karakter karena melalui pendidikan karakter dapat menumbuhkan kecerdasan, keterampilan dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) pembelajaran kode etik, (2) bentuk pendidikan tingkah laku budi pekerti, (3) penanaman pendidikan karakter yang santun, (4) faktor pendukung penanaman budi pekerti pendidikan karakter, (5) optimalisasi Pemanfaatan faktor pendukung penanaman pendidikan karakter kesantunan, (6) faktor kendala dalam pembinaan kesantunan pendidikan karakter, (7) solusi kendala pembinaan kesantunan pendidikan karakter. Kesimpulan dari penelitian ini: (1) pembelajaran kode moral dalam kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk-bentuk perilaku pendidikan karakter sudah terbentuk, hanya menambah kekurangan,Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, budi pekerti, teologi moral Abstrak: Pentingnya pendidikan karakter yang didasarkan pada pendidikan karakter itu bisa menumbuhkan kecerdasan, kecakapan, dan kemampuan siswa. Fokus penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran Akidah Akhlak, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun, (4) faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter sopan santun , (6) faktor kendala dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun, (7) solusi dari kendala penanaman pendidikan karakter sopan santun. Simpulan penelitian ini: (1) pembelajaran Akidah Akhlak  pada kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, efektif, dan inovatif, (2) bentuk perilaku pendidikan karakter sopan santun sudah ada pembentukan, tinggal menambah dari kekurangan yang ada, (3) penanaman pendidikan karakter sopan santun Bapak dan Ibu Guru memberikan contoh sikap yang mulia, memberi dorongan, dan membiasakan perilaku yang mulia, (4) faktor penunjang dalam  penanaman pendidikan karakter sopan santun yakni didukung oleh sarana prasarana kelas yang baik dan memadai dan minat belajar siswa yang tinggi, (5) pengoptimalan pendayagunaan faktor penunjang penanaman pendidikan karakter pihak sekolah harus bisa bertanggungjawab dalam mengembangkan penanaman pendidikan karakter sopan santun yang mulia, (6) faktor kendala yang ditemui dalam penanaman pendidikan karakter sopan santun yaitu faktor lingkungan, keberagaman peserta didik, salah dalam memilih teman, (7) ) solusi yang dilakukan dari kendala penanaman pendidikan karakter yakni memberi nasihat, memberi hukuman atau teguran berupa peringatan.Kata kunci : implementasi, pendidikan karakter, sopan santun, akidah akhlak 
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG KELAS SEBAGAI SARANA PERKULIAHAN Barson Robert Murib; Ahmad Supriyanto; Asep Sunandar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i22020p141

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) melihat tingkat keefektifan penggunaan ruang kuliah bagi mahasiswa Administrasi Pendidikan pada setiap semester mata kuliah tahun pelajaran 2018/2019; (2) bagi tingkat penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan angkatan 2016, 2017, dan 2018 pada semester genap tahun ajaran 2018/2019; dan (3) tingkat keefektifan penggunaan ruang kuliah bagi seluruh mahasiswa Administrasi Pendidikan semester genap tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian ini adalah (1) tingkat keefektif pada penggunaan ruang kuliah bagi mahasiswa Administrasi Pendidikan pada setiap semester mata kuliah tahun ajaran 2018/2019 termasuk kategori tinggi; (2) tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan 2016, 2017 dan 2018 pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 juga termasuk dalam kategori tinggi; (3) Tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah bagi seluruh mahasiswa Administrasi Pendidikan semester genap tahun ajaran 2018/2019 juga termasuk dalam kategori tinggi. Kata kunci : Efektivitas; Penggunaan Ruang Kuliah; Jurusan Administrasi Pendidikan Abstrak: tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan tiap mata kuliah semester genap tahun akademik 2018/2019; (2) mengetahui tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan angkatan 2016, 2017 dan 2018 pada semester genap tahun akademik 2018/2019; dan (3) mengetahui tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah seluruh mahasiswa Adminitrasi Pendidikan semester genap tahun akademik 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah (1) tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan tiap mata kuliah semester genap tahun akademik 2018/2019 termasuk kategori tinggi; (2) tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah mahasiswa Administrasi Pendidikan angkatan 2016, 2017 dan 2018 pada semester genap tahun akademik 2018/2019 juga dikatergori tinggi; (3) tingkat efektivitas penggunaan ruang kuliah seluruh mahasiswa Administrasi Pendidikan pada semeter genap tahun akademik 2018/2019 juga dikategori tinggi.  Kata Kunci : Efektivitas; Penggunaan Ruang Kuliah; Jurusan Administrasi Pendidikan
MANAJEMEN SEKOLAH RAMAH ANAK Moh. Dwi Kurniyawan; Sultoni Sultoni; Asep Sunandar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.612 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p192

Abstract

Abstrak:The purpose of the publication of this article is to describe the management of child-friendly schools in SMPN 10 Malang starting at the planning, organizing, implementing, monitoring, and roles of school principals, teachers, parents, and outsiders towards child-friendly school programs. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of research conducted at the planning stage are to make indicators of the implementation of child-friendly schools that are listed in eight national education standards. The organizing stage is forming a child-friendly school implementation team. At the implementation stage is learning activities outside the classroom as a form of child-friendly learning. Child-friendly school supervision is conducted regularly by teachers and school principals on all school activities. Principals play a role in setting up child-friendly school programs, teachers play a role in fostering and assisting child-friendly school programs, parents play a role in supporting and participating in child-friendly school activities, and outsiders play a role in socializing child-friendly schools.Keywords: management, school, child friendly schoolAbstrak: Tujuan dari publikasi artikel ini yaitu mendeskripsikan mengenai manajemen sekolah ramah anak di SMPN 10 Malang yang dimulai pada tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan peran kepala sekolah, guru, orang tua, dan pihak luar terhadap program sekolah ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah membuat indikator implementasi sekolah ramah anak yang tertera di dalam delapan standar nasional pendidikan. Tahap pengorganisasian yaitu membentuk tim pelaksana sekolah ramah anak. Pada Tahap pelaksanaan adalah kegiatan belajar di luar kelas sebagai bentuk pembelajaran ramah anak. Pengawasan sekolah ramah anak dilakukan secara berkala oleh guru dan kepala sekolah terhadap semua kegiatan sekolah. Kepala sekolah berperan membuat tatanan program sekolah ramah anak, guru berperan membina dan mendampingi program sekolah ramah anak, orang tua berperan mendukung dan mengikuti kegiatan sekolah ramah anak, dan pihak luar berperan member sosialisasi terkait sekolah ramah anak.Kata kunci: manajemen, sekolah, sekolah ramah anak
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN UNIT BISNIS CENTER TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA Dita Putri Cahyani; Bambang Budi Wiyono; Djum Djum Noor Benty
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.731 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p110

Abstract

Abstrak: This study aims to find out: (1) variable description of (a) entrepreneurship education, (b) fieldwork practices of the Business Center units, and (c) entrepreneurial interests, (2) positive and significant influence of education entrepreneurship on entrepreneurial interest, (3) there is a positive and significant influence of fieldwork practices in the business center unit on entrepreneurial interest, (4) as well as a positive and significant influence on entrepreneurship education and business center fieldwork practices on entrepreneurial interest. This research uses a quantitative approach with descriptive analysis and hypothesis testing. The result of study: (1) showed that there was a significant positive effect between entrepreneurship education on the entrepreneurial interest of OTKP and XK grade students in Accounting, (2) There is a significant positive effect between the work practices of the business center business units, and (3) Simultaneously there is a positive and significant influence of entrepreneurship education and fieldwork practices in the business center units on entrepreneurial interest. keywords: entrepreneurship education, fieldwork practices, interest in entrepreneurship Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi variabel tentang (a) pendidikan kewirausahaan, (b) praktik kerja lapangan Unit Bisnis Center, dan (c) minat berwirausaha, (2) adanya pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha, (3) adanya pengaruh positif dan signifikan praktik kerja lapangan di unit bisnis center terhadap minat berwirausaha, (4) serta adanya pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan dan praktik kerja lapangan unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan uji hipotesis. Hasil Penelitian menujukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI OTKP dan Akuntansi. Ada pengaruh positif yang signifikan antara praktik kerja lapangan unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan pendidikan kewirausahaan dan praktik kerja lapangan di unit bisnis center terhadap minat berwirausaha. kata kunci : pendidikan kewirausahaan, praktik kerja lapangan, minat berwirausaha
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SISWI SMA NEGERI Rahmat Hidayat; Effendi Effendi; Alfon Vekoli Laia
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.156 KB) | DOI: 10.17977/um027v3i22020p152

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak program suplementasi zat besi Puskesmas Merlung terhadap peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan selama 15 hari dari tanggal dua puluh lima September sampai dengan tanggal delapan Oktober 2019. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswi tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi dan penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program suplementasi zat besi telah berhasil meningkatkan kesadaran PHBS di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat, berdasarkan efektivitas pelaksanaan program. peningkatan suplementasi zat besi pada mahasiswi, dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. dan kesadaran mereka untuk terus mengkonsumsi suplemen zat besi. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Program ini efektif dilaksanakan berdasarkan tingkat kepatuhan siswa terhadap program hingga 152 (76%) dari 200 siswa perempuan. Perilaku suplementasi zat besi meningkat dari 6 (3%) menjadi 200 mahasiswi (100%). Selanjutnya 155 mahasiswi (77,5%) sudah sadar untuk terus mengonsumsi suplemen zat besi. Penelitian serupa perlu dilakukan di sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh sekolah maupun oleh puskesmas, guna mendapatkan data tentang efektifitas program suplementasi zat besi di sekolah, sehingga terlaksananya program tersebut. dapat dievaluasi dan ditingkatkan. Keywords: iron spplementation program; compliance; PHBS consciousness Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah program pemberian tablet tambah darah oleh Puskesmas Merlung dapat meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswi di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan selama 15 hari sejak tanggal 25 September 2019 sampai dengan tanggal 8 Oktober 2019. Subjek penelitian adalah seluruh siswi tahunn ajaran 2019/2020 yang berjumlah 200 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui metode angket, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pemberian tablet tambah darah (TTD) di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat berhasil meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Hal tersebut didasari atas efektivitas pelaksanaan program tersebut, peningkatan perilaku mengonsumsi TTD oleh siswi, dan kesadaran  mereka untuk terus mengonsumsi TTD. Program tersebut dilaksanakan dengan efektif berdasarkan tingkat kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD yang mencapai 152 siswi (76%) dari total 200 siswi. Perilaku siswi dalam mengonsumsi TTD meningkat dari hanya 6 orang (3%) menjadi 200 orang (100%). Selanjutnya, sebanyak 155 siswi (77,5%) memiliki kesadaran untuk terus mengonsumsi TTD.Penelitian serupa harus pula dilakukan di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Merlung dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, baik oleh pihak sekolah maupun oleh pihak puskesmas, agar diperoleh data tentang efektivitas program pemberian TTD di lingkungan sekolah, sehingga pelaksanaan program tersebut dapat dievaluasi dan disempurnakan. Kata kunci : program TTD; bagian; kesadaran PHBS
PERBEDAAN TINGKAT KINERJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PEGAWAI TATA USAHA DI PERGURUAN TINGGI Nova Syafira Ariyanti; Bambang Budi Wiyono; Agus Timan; Burhanuddin Burhanuddin; Mustiningsih Mustiningsih
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i32020p233

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni, (1) lihat tingkat kinerja pegawai berdasarkan jenis kelamin laki-laki, (2) lihat tingkat kinerja pegawai berdasarkan jenis kelamin, dan (3) pengawasan ada atau tidaknya acuan kinerja berdasarkan jenis kelamin pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan di masing-masing unit di lingkungan Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 301 orang pegawai. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis deskriptif dan independent sample t-testdengan bantuan program SPSS 24.0. Hasil penelitian ini yakni; (1) tingkat kinerja pegawai UM berdasarkan jenis kelamin laki-laki berada pada kategori sangat baik, (2) tingkat kinerja pegawai UM berdasarkan jenis kelamin perempuan berada pada kategori sangat baik, dan (3) tidak ada acuan kinerja berdasarkan jenis kelamin pegawai UM.
ANALISIS KESIAPAN PESERTA DIDIK DAN GURU PADA ASESMEN NASIONAL (ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM, SURVEY KARAKTER, DAN SURVEY LINGKUNGAN BELAJAR Deni Ainur Rokhim; Binti Nuriyati Rahayu; Laila Nur Alfiah; Ristiwi Peni; Bambang Wahyudi; Asnan Wahyudi; Sutomo Sutomo; Hayuni Retno Widarti
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v4i12021p61

Abstract

Abstract: This study aims to see and analyze the readiness of teachers and students in the National Assessment. The research was conducted with a survey method through the distribution of google form questionnaires. The data obtained were analyzed using descriptive statistics. The results of the study group of students showed that 46.6% of students understood national assessment and 53.2% of students did not understand well about national assessment. This is due to the fact that the education unit has not yet disseminated the implementation of the national assessment which has three instruments including the Minimum Competency Assessment (AKM), learning surveys and learning environment surveys. The results of the teacher group research stated that 75% of teachers understood national assessment and 25% of teachers did not understand national assessment. A national assessment is carried out to evaluate the input, process, and quality of teaching and learning in the classroom so as to improve the quality of Indonesian education. Keywords: analysis of the readiness of teachers; students; national assessment Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kesiapan guru dan peserta didik dalam Asesmen Nasional. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui penyebaran angket google form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian kelompok peserta didik menujukkan bahwa 46,6% peserta didik memahami mengenai asesmen nasional dan 53,2% peserta didik belum memahami dengan baik mengenai asesmen nasional. Hal ini disebabkan karena satuan pendidikan terkait belum melakukan sosialisasi penerapan asesmen nasional yang memiliki tiga instrumen penilaian meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey belajar, dan survey lingkungan belajar. Hasil penelitian kelompok guru menyatakan bahwa 75% guru memahami mengenai asesmen nasional dan 25% guru belum memahami mengenai asesmen nasional. Asesmen nasional dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap input, proses, dan kualitas belajar-mengajar di kelas sehingga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Kata kunci: analisis kesiapan guru; peserta didik; asesmen nasional
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN MELALUI PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT Raden Djadjang Afdoludin; HAR Tilaar; Santosa Murwani; Muhammad Arsyad Subu
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v3i42020p370

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang penerapan konsep total quality management (TQM) dalam meningkatkan mutu Akademi Keperawatan Politeknik Kesehatan Jakarta. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang melibatkan mahasiswa, staf pengajar, dan staf administrasi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, focus group discussion dan seminar. Survei dilakukan sebelum tindakan siklus pertama untuk mendapatkan informasi tentang kondisi yang ada dan untuk mengidentifikasi potensi masalah. Hasil studi menunjukkan peningkatan kualitas institusi yang signifikan melalui empat pilar TQM. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Kepuasan mahasiswa, kualitas akademik lulusan meningkat, yang menunjukkan fokus manajemen pada kepuasan pelanggan. Fasilitas pendidikan, Peningkatan pelayanan akademik dan administrasi menunjukkan telah dilakukan upaya peningkatan pelayanan kepada mahasiswa. Perbaikan kampus meningkat. Hal itu telah dilakukan pula peningkatan kualitas sumber daya manusia berupa pendidikan lanjutan sebagai honorarium. Oleh karena itu, implementasi pilar TQM secara terus menerus menjadi sangat penting. Keywords:  Total quality management, customer satisfaction, quality improvement, nursing. Abstrak: Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan konsep manajemen kualitas total (TQM) dalam meningkatkan kualitas Akademi Keperawatan, Poltekkes Kesehatan Jakarta. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam tiga siklus yang melibatkan mahasiswa, staf pengajar, dan staf administrasi akademi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, focus group discussion (FGD) dan seminar. Survey dilakukan sebelum siklus pertama dari tindakan untuk memperoleh informasi tentang kondisi yang ada dan untuk mengidentifikasi potensi masalah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Kepuasan mahasiswa, mutu lulusan akademik  meningkat, yang  menunjukan pengelolaan telah berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Fasilitas pendidikan, pelayanan akademik dan administrasi meningkat, menunjukan bahwa telah dilakukan upaya peningkatankan pelayanan kepada mahasiswa. Perbaikan lingkungan kampus meningkat. Telah dilakukan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan lanjutan sebagai penghargaan. Oleh karena itu pelaksanaan terus menerus dari pilar-pilar TQM  sangat penting. Kata kunci : Total qualitas manajemen, kepuasan pelanggan, peningkatan kualitas, Keperawatan

Page 11 of 31 | Total Record : 303