cover
Contact Name
Asrul Saputra
Contact Email
asrulsaputra.as7@gmail.com
Phone
+6282312952338
Journal Mail Official
tekniksipil@um-sorong.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Rancang Bangun
ISSN : 24768928     EISSN : 26144344     DOI : http://doi.org/10.33506/rb
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
Analisa Perbandingan Nilai Uji Marshall Pada Lapis Aspal Beton (Laston) Dengan Menggunakan Material PT. Pro Intertech Indonesia Dengan Material Batu Kapur Mohammad Aris; Dwi Guntoro Sukowati; Wilman Pandapotan Sitorus
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.779 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1144

Abstract

Lapis aspal beton (Laston) sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama. Jenis perkerasan ini merupakan campuran merata antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikat jenis perkerasan ini mampu memikul beban lalu-lintas berat di bandingkan Lataston. Batu kapur adalah batuan yang banyak ditemukan didaerah maybrat, pada umumnya batu kapur memiliki kualitas yang kurang baik untuk dipakai sebagai bahan pembuat jalan contohnya seperti nilai abrasi yang rendah memiliki struktur yang berpori dan beratnya cenderung lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai uji marshall bila menggunakan batu kapur dan membandingkannya dengan material PT. Pro Intrtech Indonesia yang berada di sorong (saoka). Untuk mengetahui perbandingan nilai uji marshall, maka perlu dilakukan penelitan dengan cara menguji kedua jenis material tersebut dengan menggunakan variasi 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Material yang diuji pada penelitian ini adalah material PT. Pro Intertech Indonesia yang berada di saoka dan material batu kapur yang berada di quary ayawasi di daerah maybrat. Dari hasil penelitian diperoleh Perbandingan atau selisih dari pengujian marshall AC-WC di atas adalah sebagai : Kadar Aspal Optimum sebesar 0,05 %, Stabilitas sebesar 136 kg, Flow sebesar 0,6 mm, VIM sebesar 0,1 %, VFA sebesar 0,5 %, Marshal Quotient sebesar 170 Kg/mm, VMA sebesar 0,2 %, Density sebesar 0,025. Adapun nilai uji marshall kedua material tersebut masih memenuhi spesifikasi yang disyaratkan pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3.
Pengaruh Variasi Abu Sekam Padi Dengan Agregat Alam Lembata-NTT Pada Beton Mutu fc’ 19,3 MPa Handika Setya Wijaya; Antonius Ola Blikon
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.666 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1145

Abstract

Beton merupakan hal yang paling utama dalam suatu konstruksi. Hampir setiap aspek pembangunan tidak terlepas dari beton. Sebagai contoh dalam sebua jenis pekerjaan pembangunan seperti jalan, gedung, jembatan juga jenis pekerjaan pembangunan lainnya, hampir tidak lepas dari adanya beton, beton merupakan bahan bangunan yang terdiri dari campuran agregat kasar ,agregat halus, air sebagai bahan pelarut, dan semen sebagai bahan pengikat. Sekam padi memiliki kandungan mineral yang sama dengan kandungan mineral pada semen, yang mana kandungan tersebut dikenal sebagai kandungan silica. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh abu sekam padi terhadap mutu beton Fc1 19,3 MPa. Perhitungan perencanaan campuran beton menggunakan buku panduan praktikum merencanakan SNI 03-2834-2000. Pengambilan data dengan cara melakukan pengujian terhadap benda uji silinder berjumlah 12 buah dengan campuran 19,3 MPa dengan menggunakan variasi abu sekam padi sebanyak 0%, 5%, 10%, dan 15%. Dari nilai kuat tekan beton masing-masing variasi abu sekam padi, nilai kuat tekan yang paling rendah berada pada campuran beton yang menggunakan variasi 15 % abu sekam padi dengan nilai kuat tekan 8,91 MPa, 5 % penambahan abu sekam padi dengan nilai 11,46 MPa, dan 10 % penambahan abu sekam Padi sebanyak 14,67 MPa, sedangkan pada beton normal nilai kuat tekan beton adalah 17,76 MPa dimana dari nilai beton normal mengalami penurunan.
Pemanfaatan Serbuk Kulit Kerang Sebagai Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Rofikatul Karimah; Yunan Rusdianto; Desy Putri Susanti
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.348 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i1.1146

Abstract

Sejumlah penelitian teknologi kontruksi terus dikembangkan dengan tujuan dapat menghasilkan teknologi kontruksi yang tepat guna. Salah satunya dengan memanfaatkan serbuk kulit kerang yang dihasilkan oleh 89 unit pengolahan kerang di Desa Campurejo, Gresik. Dari 1 unit pengelolahan kerang mampu memanen ±100 kg setiap minggunya. Dari kegiatan tersebut dapat menghasilkan limbah padat berupa serbuk kulit kerang yang cukup tinggi. Untuk mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan yang disebabkan oleh limbah tersebut, maka dilakukan pemanfaatan limbah serbuk kulit kerang sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan serbuk kulit kerang sebagai pengganti agregat halus terhadap kuat tekan beton. Variasi penggunaan serbuk yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% dari berat agregat halus dengan FAS 0,6. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan beton mengalami kenaikan pada prosentase 10% dan selanjutnya kuat tekan beton menurun seiring dengan pertambahan prosentase penggunaan serbuk kulit kerang. Sedangkan nilai absorbsi beton mengalami kenaikan pada prosentase 30% dari berat agregat halus.
Kerusakan Perkerasan Lentur Dengan Metode Bina Marga STA 140 + 000 – STA 150 + 000 Batas Sumatera Barat – Riau Eko Prayitno; Era Triana
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.377 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1147

Abstract

Metode bina marga adalah metode yang dipakai untuk menentukan jenis kerusakan, yang perlu diperhatikan saat melakukan survei visual adalah kekasaran permukaan, lubang, tambalan, retak, alur dan amblas. Retak adalah suatu gejala kerusakan atau pecahnya permukaan perkerasan sehingga akan menyebabkan air pada permukaan perkerasan masuk ke lapisan dibawahnya. Penentuan nilai kondisi jalan dilakukan dengan menjumlahkan setiap angka dan nilai untuk masing-masing keadaan kerusakan. untuk mengetahui jenis kerusakan jalan dan menganalisa tingkat kerusakan jalan dengan metode bina marga serta bentuk penanganannya, maka harus diadakan pemilihan terhadap jenis dan luas kerusakan yang terjadi. Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas jalan batas Sumatera Barat – Riau STA 140 + 000 – STA 150 + 000 antara lain retak buaya, retak memanjang, tambalan, lubang, amblas dan alur. Tingkat kerusakan jalan dengan metode bina marga serta jenis penanganannya adalah tingkat atau nilai prioritas kerusakan batas Sumatera Barat – Riau STA 140 + 000 – STA 150 + 000 dengan menggunakan metode bina marga adalah 5, menandakan bahwa jalan perlu dimasukkan ke dalam program pemeliharaan berkala.
Analisis Daya Dukung Dan Penurunan Pondasi Tiang Pancang Proyek Gedung DPRD Kabupaten Pemalang Amris Azizi; M. Agus Salim; Gilang Ramadhon
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.96 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1148

Abstract

Pondasi merupakan bagian penting dari suatu bangunan yang berfungsi memikul beban bangunan dan beban lainnya dan meneruskannya ke dalam tanah sampai ke lapisan atau kedalaman tertentu. Dalam perencanaan pondasi terlebih dahulu harus dihitung dan ditentukan kapasitas dukung rencana. Hal lain yang penting diperhitungkan adalah besarnya penurunan pondasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya dukung dan penurunan pondasi tiang pancang pada proyek gedung DPRD Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data berupa hasil uji test SPT dan shop drawing. Berdasarkan hasil analisis didapat seluruh pondasi tiang pancang mampu menahan beban yang bekerja diatasnya, sehingga pondasi dikategorikan aman (Qall > Pp). Dengan perbandingan dari beban terbesar pada pondasi tipe 1 sebesar 145,727 ton > 49,962 ton, pondasi tipe 2 sebesar 290,710 ton > 107,077 ton, pondasi tipe 3 sebesar 579,930 ton >380,931 ton dan pondasi tipe 4 sebesar 727,396 ton > 489,773 ton. Penurunan yang terjadi pada pondasi sedalam 0,029 m atau lebih kecil dari penurunan ijinnya yaitu sebesar 10% diameter.
Analisis Perilaku Lalu Lintas Jalan Perkotaan Kota Baubau Dengan Membandingkan Metode MKJI 1997 Dan PKJI 2014 Muhammad Chaiddir Hajia
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.711 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1149

Abstract

Transportasi mempunyai peran penting terhadap pergerakan manusia terkhususnya di Kota Baubau. Peningkatan volume lalu lintas Kota Baubau dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sehingga kinerja lalu lintas mengalami penurunan. Salah satu lokasi yang mengalami dampak berkurangnya kinerja lalu lintas yaitu Jalan Anoa Kota Baubau. Untuk menganalisis perilaku lalu lintas dapat dilakukan dengan dua metode yaitu dengan metode MKJI 1997 dan PKJI 2014. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku lalu lintas dengan membandingan kedua metode tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari dimulai dari jam 08.00 – 16.00 WITA dengan interval waktu penelitian diambil selama 15 menit dan tipe jalan yaitu 2/2 UD. Hasil penelitian didapatkan dari dua metode tersebut memberikan hasil yang sama dimana perilaku lalu lintas di Jalan Anoa memiliki tingkat pelayanan jalan tipe B dengan nilai V/C adalah 0,38 < 0,75 sehingga pada ruas jalan tersebut tidak perlu dilakukan pelebaran jalan, ataupun penambahan jalur. Kedua metode tersebut juga memberikan hasil sama untuk nilai derajat kejenuhannya sehingga untuk untuk menganalisis perilaku lalu lintas bisa dengan menggunakan metode MKJI 1997 ataupun PKJI 2014.
Analisis Perbandingan Biaya Konstruksi Bangunan Tahan Gempa Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Diza Roshaunda; Agustinus Agus Setiawan
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.84 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i2.1158

Abstract

Dalam merencanakan gedung bertingkat sangat dituntut perencanaan yang efektif dan efisien. Dimana efektivitas dan efisiensi struktur dilihat dari segi kekuatan dalam menahan beban gempa dan biaya konstruksi yang ekonomis. Tujuan penelitian ini untuk menentukan Kategori Desain Seismik, dan membandingkan besarnya biaya pekerjaan struktur kolom dan balok pada bangunan tahan gempa di Wilayah DKI Jakarta dan Penajam Paser Utara Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menahan beban gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimana struktur beton bertulang akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan beban gempa yang ekstrim dengan kata lain struktur diharuskan daktail (fleksibel) agar dapat dikategorikan aman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada Wilayah DKI Jakarta dengan dimensi kolom utama 800 mm × 800 mm dan balok utama 400 mm × 800 mm, sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 10.349.794.090. Sedangkan untuk Wilayah Penajam Paser Utara dengan dimensi kolom utama 700 mm × 700 mm dan balok utama 400 mm × 600 mm, struktur gedung sudah mampu memikul beban gempa sesuai dengan faktor keamanan dengan total biaya konstruksi sebesar RP. 9.340.381.082 atau lebih rendah 9,75% dari biaya konstruksi di Wilayah DKI Jakarta.
Analisis Tarif Angkutan Umum Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, Ability To Pay Dan Willingness To Pay Andre Beny Saputra; Sunarto Sunarto; Samin Samin
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 7 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.857 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i1.1204

Abstract

Angkutan umum merupakan sistem transportasi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang biasanya disediakan oleh pengusaha jasa angkutan umum. Untuk menggunakan jasa angkutan umum, penmpang akan dikenakan tarif sesuai dengan perjalanan yang ditempuh. Tarif merupakan salah satu unsur dalam menunjang kelangsungan operasional kendaraan umum. Kebijakan dalam menentukan tarif yang berlaku harus ditinjau terhadap dua aspek, yang terdiri dari pengusaha jasa angkutan umum dan penumpang selaku pengguna jasa angkutan umum. Dari aspek pengusaha jasa angkutan umum yaitu PO. BAGONG, tarif ditentukan berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang dikeluarkan yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Sedangkan, dari aspek pengguna jasa angkutan umum, tarif yang berlaku ditentukan dengan melihat nilai Ability To Pay (ATP) atau kemampuan penumpang dalam membayar jasa angkutan umum dan Willingness To Pay (WTP) atau kemauan penumpang dalam membayar jasa angkutan umum. Data mengenai komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung didapatkan dengan melakukan wawancara dengan pihak dari PO. Bagong, kemudian data dianalisis dan didapatkan besaran biaya operasional kendaraan yang dikeluarkan oleh PO. Bagong. Untuk mengetahui nilai Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP), data yang diperlukan, didapat dengan penyebaran kuesioner yang diisi oleh penumpang bus PO. Bagong. Hasil analisis menunjukkan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) saat ini adalah sebesar Rp. 27.000,00, berdasarkan nilai Ability To Pay (ATP) didapatkan tarif sebesar Rp. 40.043,05 dan nilai Willingness To Pay (WTP) sebesar Rp. 22.779,49.
MODEL ESTIMASI BIAYA DENGAN METODE COST SIGNIFIANT MODEL PADA PEMBANGUNAN RUMAH DI KABUPATEN TEGAL Saufik Luthfianto; Annisatul Muthoharoh
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 7 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.093 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i1.1213

Abstract

Keadaan ekonomi disaat ini hadapi persaingan yang sangat ketat serta keberhasilan bergantung pada ketepatan dalam menaksir dan mengantisipasi pembengkakan biaya (cost overrun). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan suatu model estimasi yang memberikan informasi anggaran diawal proyek secara efisien, lebih gampang dan dengan hasil yang pas serta akurat pada pembangunan perumahan Kabupaten Tegal dengan type rumah  serta untuk menerapan proyek di tahun depan. Penelitian ini menggunakan metode Cost Significant Model, model yang berpengaruh sangat significant dalam total anggaran proyek. Hasil penelitian membuktikan kalau pekerjaan yang sangat mempengaruhi sebesar 84.13% antara lain dipengaruhi pekerjaan pasangan (X3) sebesar 25.53% pekerjaan plester, acian serta profil (X4) sebesar 16.43%, pekerjaan rangka atap serta penutup sebesar (X6) sebesar 13.48%, pekerjaan beton bertulang 1: 2: 3 (X5) sebesar 8.28%, pekerjaan rangka plafond serta penutup (X7) sebesar 6.97%, pekerjaan finishing/ cat (X11) sebesar 6.96%,  pekerjaan kusen serta jendela (X8) sebesar 6.48%. Dengan memakai model ditaksir ini didapatkan sesuatu model  Y’=- 503,865. 643+ 8. 289 X4 maksudnya anggaran pekerjaan plester, acian, serta profil yaitu 0, hingga total anggaran proyek pekerjaan sebesar- Rp 503, 865. 643 serta bila variabel independent lain nilainya senantiasa serta alami peningkatan 1% hingga total anggaran pekerjaan (Y’) hendak mengalami kenaikan sebesar Rp 8.298. Hasil dari pengujian model ini didapatkan tingkatan keakuratan -5.1355% s/ d 4.26% bersumber pada klasifikasi AACE International terletak di kelas 2 sehingga model ini dapat digunakan buat control bid/tender/penawaran dalam tender serta tingkatan sesuatu proyek
STUDI KENYAMANAN PEDESTRIAN DI TROTOAR Agusman S.T., M.M.
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 7 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.452 KB) | DOI: 10.33506/rb.v7i1.1214

Abstract

Trotoar dibuat untuk melindungi pejalan kaki dari kendaraan yang melintas di area jalan raya. Trotoar yang semestinya digunakan para pejalan kaki untuk memudahkan mereka berjalan dengan aman diatas trotoar sudah tidak lagi dirasakan. Sebab, trotoar yang tersedia di Jalan Protokol Kecamatan Pasarwajo telah beralih fungsi sebagai tempat pedagang kaki lima dan area parkir bebas oleh masyarakat sekitar. Selain itu kebersihan trotoar juga tidak terjaga sehingga telah ditumbuhi rumput jalanan disekitar trotoar. Di trotoar itu sendiri telah terisi oleh gerobak para penjual gorengan sehingga menggangu kenyamanan pejalan kaki yang akan berjalan di trotoar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyaman pengguna di Kawasan trotoar jalan protokol. Berdasarkan tingkat kulitas jalur trotoar, pada lokasi penelitian disimpulkan bahwa  kualitas jalur trotoar belum memenuhi spesifikasi trotoar yang telah disyaratkan. Dimana pasa hasil pengamatan dilokasi penelitian didapatkan hasil pengukuran luas trotoar < 2 meter yaitu 1,5 meter dan ruang bebas trotoar < 2,5 meter yaitu 1,8 meter sehingga menyebabkan tingkat kenyamanan yang sangat rendah dimana fasilitas kebutuhan trotoar yang tidak tersedia dan berdasarkan hasil responden pengguna trotoar lebih mengacu pada tidak nyaman dengan jumlah persentase responden masyarakat terhadap kenyamanan 66% merasa tidak nyaman sehingga perlu perlu adanya penambahan luar trotoar dan perbaikan drainase pada daerah tersebut.

Page 11 of 19 | Total Record : 185