cover
Contact Name
Asrul Saputra
Contact Email
asrulsaputra.as7@gmail.com
Phone
+6282312952338
Journal Mail Official
tekniksipil@um-sorong.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 27 Kelurahan Klabulu, Distrik Malaimsimsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Rancang Bangun
ISSN : 24768928     EISSN : 26144344     DOI : http://doi.org/10.33506/rb
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
Pengaruh Kadar Aktivator 0,53 dan Rasio SS/SH (0,5-1,5) pada Beton Geopolimer dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Toughness Agus Setiya Budi; Dwi Hermawan, Ivan; Wibowo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3593

Abstract

Beton geopolimer merupakan varian beton yang reaksi pengikatannya tidak seperti beton konvensional yang menggunakan reaksi hidrasi melainkan reaksi polimerisasi. Beton ini mengaplikasikan fly ash (abu terbang) sebagai bahan pengikatnya dan menggunakan aktivator untuk meningkatkan reaksi polimerisasi yang terjadi serta membantu dalam pencampuran fly ash, pasir, dan kerikil. Aktivator yang dipakai pada penilitian ini adalah menggunakan cairan NaOH atau sodium hidroksida (SH) dan cairan Na2SiO3 atau sodium silikat (SS). Bahan-bahan kimia ini bertujuan untuk memingkatkan kekuatan dari beton, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan pengurangan emisi karbon. Kajian ini menerapkan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di laboratorium, dengan sampel uji berbentuk silinder dengan dimensi 15 cm x 15 cm x 30 cm. Rasio alkali aktivator yang digunakan adalah 0,53 dengan variasi SS/SH sebesar 0,5; 1,0; dan 1,5. Sampel-sampel ini akan diuji setelah benda uji berusia 28 hari. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai kuat tekan pada sampel beton dengan variasi rasio SS/SH dari 0,5 hingga 1,5. Hasil pengujian setelah 28 hari menunjukkan kuat tekan dengan variasi SS/SH 0,5; 1,0; dan 1,5 berturut-turut sebesar 30,48 MPa, 32,06 MPa, dan 35,90 MPa. Berdasarkan pengujian kuat tekan ditemukan bahwa rasio SS/SH yang memberikan hasil terbaik adalah 1,5, dengan kuat tekan 35,90 MPa.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN RAYA BAU MASSEPE AKIBAT RUMAH MAKAN PIZZA HUT KOTA PAREPARE Ervina Aprilia; Jasman; Abdul Muis
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3651

Abstract

Kota Parepare merupakan salah satu jalan yang mempunyai peranan penting dalam mendukung perkembangan sektor-sektor perdagangan, perkantoran, pendidikan dan jasa. Jalan raya Bau Massepe merupakan salah satu segmen jalan arteri dimana hanya dilalui satu arah kendaraan. Jalan ini termasuk dengan katagori jalan arteri, untuk kondisi jalan perkotaan di desain dengan kecepatan 60 km/jam. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perkembangan dan memperkirakan akibat lalu lintas jalan Raya Bau Massepe khususnya di depan Pizza Hut Kota Parepare. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian Kuantitatif dengan melakukan survey geometri jalan. Secara umum dari kinerja jalan yang dinyatakan dalam: kapasitas, derajat kejenuhan, waktu tempuh, kecepatan rata-rata. Volume kendaraan paling padat terjadi pada hari minggu. Volume puncak kendaraan di Jalan Bau Massepe terjadi pada Sore hari selain karena jam pulang kerja, kebanyakan warga Pare-Pare bekerja di pusat kota dan juga aktivitas di pelabuhan yang semakin padat setiap harinya. Disamping itu dari arah yang sama kebanyakn warga berwisata di monument Habibie Ainun. Dampak lalu lintas di ruas Jalan Bau Massepe khususnya di depan pizza hut yakni efektifitas pengoperasian badan jalan yang terganggu akibat aktivitas parkir yang mengambil bahu jalan sebagai tempat parkir menyebabkan tingkat pelayanan pada ruas jalan ini sedikit terhambat.
The THE EFFECT OF COCONUT FIBER ASH AS AN ALTERNATIVE TO REPLACE PART OF CEMENT USING ADDITIVE MATERIAL SIKA VISCOCRATE 8670 MN ON THE SPLIT TENSILE STRENGTH OF CONCRETE Zulkarnain, Fahrizal; Intan Permata Sari
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3661

Abstract

Beton dikenal dalam bentuk material bangunan yang sudah dikenal sejak lama dan semakin umum digunakan bukan hanya pada bangunan bertingkat beton juga sering digunakan pada beberapa konstruksi seperti jembatan, bendungan, jalan raya, bandara dan beberapa konstruksi lainnya. Penggunaan bahan pengganti kedalam campuran sebuah beton seperti abu sabut kelapa merupakan langkah yang atraktif/menarik sebagai pangganti material konvensional dan dapat menghasilkan inovasi baru sekaligus dapat memanfaatkan sampah limbah. Riset ini berniat untuk mendapati nilai kuat Tarik belah beton menggunakan substitusi abu serabut kelapa dan sika viscocrate 8670 MN. Dalam pengujian ini sampel yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 15x30 cm³ menggunakan sampel sebanyak 12 buah. Pada pengujian ini menggunakan tiga variasi pada persentase abu serabut kelapa yaitu 5%, 6,5%, 8,5% dan Sika Viscocrate 0,85%. Dari pengujian yang sudah dilakukan memperoleh nilai rata-rata kuat Tarik belah ialah BN (2,005 MPa), BASK 5% + SV 0,85% (1,179 MPa), BASK 6,5% + SV 0,85% (1,415 MPa), DAN BASK 8,5% + SV 0,85% (1,250 MPa).
PENGARUH SUBSITUSI AMPAS TEBU PADA FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER Saputra, Ksatria; Mulyati, Ely; Firdaus
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geopolymer mortar is an alternative material to replace Indonesian portland cement. Made from a mixture of rice husk ash and fly ash without using cement, utilizes industrial waste and is environmentally friendly. This study analyzes the effect of sugarcane bagasse substitution on mortar setting time and compressive strength of geopolymer mortar in fly ash-based mixtures. The benefits include increasing the additional value of bagasse fly ash as a mixture and reducing the use of cement material in mortar. Become a reference for other researchers. This research shows that the results of the substitution of bagasse for fly ash have an effect on the hardening time and strength of the mortar. The hardening time meets the standards for initial sett, but not for final sett. The greatest effect occurred at a percentage of 15% with an initial set hardening time of 90 minutes and a final set of 135 minutes. Mortar strength continues to increase from 7 days to 28 days at each percentage, with the highest value at the 15% percentage of 10.4 Mpa.
ANALISIS STABILITAS LERENG DI JALAN AHMAD YANI NO. 49, KOTA SORONG MENGGUNAKAN SOFTWARE ROCSLIDE Islami, Anisul; Saputra, Asrul Saputra; Puspa Rini, Retno; Rokhman; Januar Jafaruddin, Ahmad
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vihara Budha Jayanti which is one of the natural attractions and is also a place of worship of Buddhists in the city of sorong which is geographically located on hills that have the potential for landslides because the slope of the area is included in the steep category with a slope angle of 51°. The purpose of this study was to evaluate the slope stability of the most potential landslide areas in the area. Slope stability analysis was done manually or using Rocslide software with Fellenius method as a comparison to determine the lowest safety factor in critical collapse areas. In this analysis, input data of soil parameters from the laboratory, such as the weight of the soil, cohesion and the angle of friction are needed. Based on the results of the analysis obtained safety factor (SF) slopes in saturated conditions using Rocslide software of 0,85 (SF < 1,25) and manual calculation of 0,60 (SF < 1,25). From these two calculations it can be concluded that unstable slopes or landslides are common because the value of the safety factor (FS) < 1,25.
PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,33 DAN RASIO SS/SH (2,0-3,0) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Dahlilliyanto, Rafilla Hafnan; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i01.3615

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang mempunyai reaksi pengikatan yang berbeda dengan beton konvensional. Reaksi yang terdapat pada beton geopolimer adalah reaksi polimerisasi. Beton geopolimer menggunakan limbah hasil pembakaran batu bara yang bernama fly ash (abu terbang). Bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi dalam fly ash adalah menggunakan kombinasi alkali hidroksida dengan alkali silika. Sodium hidroksida (SH) serta sodium silikat (SS) adalah jenis alkali yang digunakan pada beton geopolimer. Sampel beton yang diterapkan pada penelitian ini adalah silinder dengan dimensi 15 cm x 15 cm x 30 cm dengan kadar aktivator 0,33 serta variasi sodium silikat dan sodium hidroksida sebesar 2,0; 2,5; dan 3,0 yang nantinya akan diuji setelah beton berumur 28 hari. Pengujian yang diterapkan adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton geopolimer dengan rasio variasi SS/SH sebesar 2,0-3,0. Dari hasil pengujian kuat tekan didapatkan bahwa rasio variasi SS/SH 2,0; 2,5; 3,0 masing-masing sebesar 41,06 MPa, 41,33 MPa, dan 45,56 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan didapatkan hasil maksimal dengan menggunakan rasio SS/SH sebesar 3,0 dengan kuat tekan sebesar 45,56 MPa.
PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,33 DAN RASIO SODIUM SILIKAT DENGAN SODIUM HIDROKSIDA (0,5-1,5) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Tampubolon, Jerricho; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i01.3622

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang memiliki reaksi berbeda dengan beton konvensional yaitu reaksi polimerisasi. Beton ini menggunakan limbah dari hasil pembakaran batu bara yang bernama fly ash  yang membutuhkan aktivator untuk mengikat campuran dari fly ash  dengan pasir dan kerikil untuk menjadi sebuah beton inovasi pengganti beton konvensional. Bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi pada fly ash  adalah dengan menggunakan alkali hidroksida dengan alkali silika atau disebut dengan sodium silikat dan sodium hidroksida (SS/SH). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan dilakukan pada laboratorium struktur dan bahan dengan benda uji silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15 cm dengan rasio 0,33 untuk perbandingan alkali dengan fly ash  dan variasi SS/SH sebesar 0,5 ; 1,0 ; dan 1,5.. Pengujian yang dilakukan adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan pada beton geopolimer dengan rasio variasi SS/SH sebesar 0,5-1,5. Berdasarkan hasil pengujian slump dan kuat tekan yang sudah dilakukan didapatkan bahwa rasio variasi SS/SH yang memberikan hasil maksimal adalah dengan menggunakan rasio SS/SH sebesar 1,5 dengan kuat tekan sebesar 41,16 MPa dan nilai workability terkecil.
Effect of Activator Level 0.43 and SS/SH Ratio (0.5-1.5) on Compressive Strength of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete Muhammad Hayyu 'Alam; Agus Setiya Budi; Setiono
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3712

Abstract

Beton merupakan bahan utama yang umum dipakai dalam proyek-proyek infrastruktur. Peningkatan pembangunan infrastruktur berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan semen sebagai bahan pengikat. Sayangnya, produksi semen menjadi salah satu kontributor utama emisi CO2.  Beton geopolimer mengadopsi abu terbang (fly ash), hasil samping dari pembakaran batu bara, sebagai alternatif bahan pengikat semen dalam matriks betonnya. Fly ash berperan sebagai prekursor pada reaksi kimia dalam beton geopolimer. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivator untuk mereaksikan silika dan alumina pada fly ash agar mampu membentuk material dengan kemampuan merekatkan yang kuat. Aktivator yang digunakan adalah sodium silikat (SS) dan sodium hidroksida (SH). Pada penelitian ini diselidiki kuat tekan beton geopolimer pada sejumlah benda uji berbentuk silinder 15 cm x 30 cm dengan variasi perbandingan Na2SiO3 (sodium silikat) terhadap NaOH (sodium hidroksida) 0,5; 1,0; dan 1,5 pada suhu ruang dengan umur 28 hari. Hasil studi menunjukkan kuat tekan optimum diperoleh beton geopolimer dengan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 1,5 sebesar 41,13 MPa. Sedangkan pada rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 0,5 dan 1,0 didapatkan hasil kuat tekan berturut-turut 33,61 MPa dan 34,33 MPa. Dengan demikian, peningkatan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton geopolimer.
EVALUASI KINERJA JARINGAN DAERAH IRIGASI WAY METEN BERBASIS e-PAKSI Haumahu, Rian Michael; Warniyati, Warniyati; Sihombing, Tri Octaviani; Tutkey, Monica R.
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem irigasi, pengawasan dan pengendalian terhadap operasional jaringan irigasi secara teratur merupakan hal yang sangat penting. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibentuklah sistem operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air guna mencegah terjadinya kerusakan maupun penurunan fungsi. Pengelolaan ini dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas penanganan terhadap kerusakan yang terjadi pada sistem irigasi. Berdasarkan prioritas tersebut, dilakukan evaluasi terhadap kinerja jaringan irigasi, mengingat sistem irigasi merupakan suatu kesatuan yang saling terintegrasi. Salah satu alat bantu yang digunakan dalam proses ini adalah e-PAKSI (Evaluasi Performa dan Kinerja Sistem Irigasi), yang berfungsi untuk mengolah data irigasi secara masif dan menghasilkan skala prioritas penanganan kerusakan berdasarkan indeks penilaian kinerja irigasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan metode ini, ditemukan bahwa kinerja irigasi terburuk berada pada Daerah Irigasi (D.I) Way Meten, yang mencakup empat saluran: saluran primer 1d Way Meten, saluran sekunder 1a Way Aha, saluran primer 1c Way Meten, dan saluran sekunder 1f Mako.
Kajian Literatur Sistematis: Alat Pengukuran Intensitas Getaran Akibat Aktivitas Transportasi: Systematic Literature Review: Measuring Tools for Vibration Intensity Due to Transportation Activities Dewi; Mahmudah, Amirotul MH; Pangalapan Tua, Pasaribu Satria
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transport is a tool that plays an important role in society to help move people, goods and services. Improving the economic, tourism and social sectors is one of the positive impacts of transport. Behind the many positive impacts, transport activities have a negative impact in the form of vibrations that affect the surrounding environment. Vibration caused by transport activities can interfere with public comfort and health and cause damage to surrounding infrastructure. This proves that mitigation of vibration impacts is an important thing to do, especially vibration due to transportation activities. Vibration mitigation begins with obtaining measurable and reliable data. The data will be compared with the vibration quality standard regulations that apply in each region. Therefore, it is important to gain an understanding of the use of vibration intensity measuring devices, especially due to transportation activities that have been used by recent researchers. This article is a systematic literature review. The purpose of this article is to find out the application of various vibration measuring devices and analysis methods that can be used. From this goal, it is hoped that it can be a consideration for further research in choosing the vibration measuring device and measurement method to be used.