Rancang Bangun
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun (p-ISSN: 2476-8928, e-ISSN:2614-4344) is a peer-reviewed scientific journal published by LPPM Muhammadiyah University of Sorong which is managed by the Civil Engineering Journal Management Team, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Sorong. This journal is published twice a year, in April and October. The focus and scope of this journal are: Structural Engineering, Geotechnical Engineering, Transportation Engineering, Ocean Engineering, Earthquake Engineering, Water Resources Engineering, Construction Management and Building Materials and Structures
Articles
185 Documents
Potensi Pemanfaatan Material Kapur Dari Kabupaten Sorong Selatan Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Pada Ruas Jalan Di Kabupaten Sorong
Rusdi, Achmad;
Sikowati, Dwi Guntoro
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.617 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.171
Menurut hasil survey Direktorat Investigasi Sumber Daya Mineral disebutkan bahwa potensi bahan galian batu kapur di Kabupaten Sorong Selatan mempunyai sumber daya hipotetik sebesar 375.000.000 m3. Disisi lain, kondisi umum jaringan jalan di Kabupaten Sorong beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Data dari BPS Kabupaten Sorong menunjukkan bahwa 50% rusak sampai rusak berat; 27,65% rusak sedang serta hanya 21,5% dalam kondisi baik. Yang menjadi sorotan juga pada beberapa ruas adalah terkait daya dukung tanah dasar (sub-base), yang mana pada daerah tersebut mempunyai tanah dasar lempung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan kapur dari Kabupaten Sorong Selatan pada tanah lempung di ruas jalan Kabupaten Sorong terhadap kekuatan daya dukung tanahnya. Dan yang kedua adalah untuk mengidentifikasi kelayakan penambahan kapur dari Kabupaten Sorong Selatan dalam menstabilisasi tanah lempung di ruas jalan Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan di laboratorium. Penelitian yang menggunakan jenis material tanah lempung dari Distrik Mariat. Sampel tanah yang diambil akan dicampur kapur untuk kemudian diketahui karakteristik daya dukungnya berdasarkan uji CBR. Pengujian CBR akan di lakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kapur pada tanah lempung mampu menaikkan nilai CBR dari yang semula 46,48% menjadi 48% pada penambahan 6% kapur. Namun sebaliknya pada penambahan kapur diatas 6% justru mengalami penurunan nilai CBR. Hasil ini juga menunjukkan material kapur yang berasal Kabupaten Sorong Selatan dapat dijadikan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung di ruas jalan Kabupaten Sorong dengan persentase penambahan kapur sebesar 6%.
Potensi Pemanfaatan Limbah PII Quary Sebagai Pengganti Agregat Halus Beton
Mandela, Wennie;
Purwantoro, Didik Setyo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.501 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.173
Fakta di beberapa quary pasir wilayah Sorong Raya, kadar lumpurnya masih cukup tinggi yaitu kisaran 8% - 19 % dengan mutu beton yang didapatkan maksimal K-200. Dalam upaya mencari alternatif material pasir lokal tersebut, teridentifikasi ada limbah dari perusahaan pengolah tambang batu pecah yang ada di Kota Sorong yaitu PT Pro Intertech Indonesia (PII QUARY).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu beton rata-rata yang dihasilkan dari uji laboratorium atas benda uji beton yang memakai limbah PII Quary dan untuk mengidentifikasi potensi serta kelayakan limbah PII Quary apakah dapat dijadikan alternatif pengganti agregat halus beton Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Teknologi Beton Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Penelitian yang menggunakan jenis material limbah dari PII Quary berupa pasir batu. Sampel yang diambil akan dicampur dengan agregat kasar, semen dan air untuk kemudian diketahui karakteristik mutu beton yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan uji kuat tekan rata-rata silinder beton umur 28 hari sebesar 17,5 MPa belum mencapai mutu beton yang ditargetkan yaitu 25 MPa. Limbah batu pecah PII Quary disimpulkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus beton. Akan tetapi, mutu beton yang dihasilkan hanya memenuhi mutu beton kelas 1 yang digunakan bukan untuk pekerjaan struktur.
Perbandingan Laju Sedimentasi pada Embung Beroangin dengan Metode USLE dan Pengukuran Langsung
Djufri, Hasdaryatmin;
Mutiara, Indra
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (856.231 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.170
Salah satu upaya dalam rangka pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan yang rentan terhadap kekeringan adalah dengan membangun Embung Beroangin pada tahun 2015 dengan kapasitas tampungan mati awal sebesar 1.307,49 m3, penurunan kapasitas tampungan mati embung dipengaruhi oleh erosi pada DAS yang selanjutnya terdeposit menjadi sedimen pada area tampungan embung. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi laju sedimentasi yang terjadi pada Embung Beroangin dengan metode analisis USLE menggunakan hasil analisa data sekunder meluputi: Luas DAS, curah hujan, jenis tanah, kelerengan dan penggunaan lahan. Analisa sedimentasi juga dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan echosounder dengan memetakan dan menghitung volume tampungan mati saat ini yang selanjutnya dibandingkan volume tampungan mati awal. Laju sedimentasi yang diperoleh dengan metode USLE adalah sebesar 492.34 m3/tahun, sedangkan metode pengukuran langsung sebesar 435.38 m3/tahun
Pemodelan Respon Struktur Pemecah Gelombang Tipe Terapung dengan Peredam Tambahan (Heave Plate)
Samaila, Muh Akhsan;
Butudoka, Marina Abriani
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1227.611 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.193
Salah satu cara untuk meningkatkan efektifitas sebuah pemecah gelombang terapung adalah dengan memperbesar hydrodynamic damping atau viscous damping. Redaman hidrodinamik bergantung pada bentuk dan frekuensi gerakan dari struktur. Penelitian ini bertujuan meninjau pengaruh penambahan redaman pada struktur terapung dengan variasi sudut yaitu 90o, 150o dan 180o yang membatasi respon gerak struktur terapung hanya arah vertikal (heave motion) dimana sistem pengikat berupa pile untuk menjaga struktur terapung hanya bergerak secara vertikal. Model uji struktur terapung memiliki dimensi panjang 1.1 m, lebar 0.6 m dan tinggi 0.4 m. Gelombang yang digunakan pada model adalah gelombang regular dimana gelombang dicatat menggunakan alat wave gauge sedangkan pencatatan respon gerak struktur menggunakan alat accelerometer. Gerak translasi arah vertical (heave motion) diperoleh dari hasil integrasi numerik data kecepatan hasil pencatatan accelerometer. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai rasio redaman yang paling besar (ζ) yaitu redaman tambahan dengan variasi sudut 90o sebesar 0.418 sedangkan redaman tambahan dengan sudut 180o dan 150o masing-masing sebesar 0.344 dan 0.326. Untuk respon gerak struktur terapung (gerak translasi), sistem redaman tambahan yang memiliki sudut 90o paling besar mengurangi simpangan gerak translasi sebesar 0.1 m.
Analisis Percepatan Tanah Puncak Akibat Gempa Pada Kota Sorong Sebagai Upaya Mitigasi Bencana
Saputro, Imam Trianggoro;
Aris, Mohammad
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.767 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.168
Sorong merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Papua Barat. Daerah ini memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap ancaman bahaya gempa bumi karena lokasinya terletak di antara pertemuan lempengan tektonik dan beberapa sesar aktif. Tingkat kerawanan terhadap gempa pada daerah ini cukup tinggi. Pada September 2016, BMKG mencatat bahwa terjadi gempa bumi dengan skala magnitudo sebesar 6,8 SR (Skala Ritcher) dengan kedalaman 10 meter dari permukaan laut dan berjarak 31 km arah timur laut kota Sorong. Gempa ini bersifat merusak. Akibat gempa ini, sebanyak 62 orang terluka dan 257 rumah rusak. Untuk itu diperlukan suatu analisis terhadap percepatan tanah puncak (Peak Ground Acceleration) terbaru sebagai langkah mitigasi yang nantinya dapat digunakan untuk perencanaan gedung tahan gempa.Pengumpulan data gempa pada peneltian ini yaitu data gempa yang terjadi sekitar kota Sorong pada rentang waktu 1900-2017. Data gempa yang diambil adalah yang berpotensi merusak struktur yaitu dengan magnitudo (Mw) ≥ 5 dengan radius gempa 500 km dari kota Sorong dan memiliki kedalaman antara 0 - 300 km. Setelah diperoleh data gempa maka dibuat peta sebaran gempa di wilayah kota Sorong. Percepatan tanah puncak dihitung berdasarkan fungsi atenuasi matuscha (1980) dan menggunakan pendekatan metode Gumbel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai percepatan tanah puncak (PGA) di wilayah kota Sorong pada periode ulang 2500 tahun atau menggunakan probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun umur rencana bangunan diperoleh sebesar 708.9520 cm/dt2 atau 0.7227 g. Apabila melihat peta gempa SNI 1726-2012 yang menggunakan probabilitas yang sama maka nilai percepatan tanah puncak (PGA) ketika gempa bumi berkisar antara 0.4 g - 0.6 g. Nilai ini mengalami peningkatan yang berarti tingkat resiko terhadap gempa bumi pada wilayah kota Sorong meningkat.
Profil Daya Saing Kontraktor Lokal Papua Dalam Sistem Pelelangan Secara Elektronik (SPSE) di Wilayah Propinsi Papua Barat
Widodo, Slamet;
Desembardi, Faried;
Pristianto, Hendrik
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.142 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.159
Dengan dilaksanakannya Otonomi Khusus sejak tahun 2001, Percepatan Pembangunan Propinsi Papua Barat, Pasar Tunggal ASEAN 2015 serta belum meratanya kualitas SDM Konstruksi pada kontraktor lokal Papua, dan saat ini ditambah lagi dengan pembaharuan teknologi dalam penerapan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dimulai sejak tahun 2008 dan akan diupdate sepenuhnya dari versi 3 ke versi 4 pada tahun 2018, maka dipandang perlu mengevaluasi kapasitas daya saing kontraktor lokal Papua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi  profil daya saing kontraktor lokal Papua dalam mengikuti pelelangan pekerjaan melalui aplikasi SPSE. Penelitian dilaksanakan dengan mereview data paket pekerjaan yang pelelangnya dimenangkan kontraktor lokal Papua di wilayah Propinsi Papua Barat.  Hasil penelitian didapatkan adalah profil daya saing kontraktor lokal Papua dalam memenangkan pelelangan melalui Layanan Pelelangan Secara Online (LPSE) pada kurun waktu 2015-2018 adalah berada dalam kisaran rata-rata 25,96% dari total pekerjaan yang dilelangkan di Provinsi Papua Barat. Mengingat kualifikasi perusahaan adalah bagian utama yang dinilai dalam sistem pelelangan secara online ini, dan dengan rata-rata baru 25,96% yang bisa dimenangkan oleh kontraktor lokal Papua maka mekanisme perusahaan dalam pengelolaan sumberdaya masih sangat perlu ditingkatkan kapasitasnya.
Studi Perencanaan Prasarana Jaringan Transportasi Moda Becak-Motor Bemor Di Kota Makassar
Nurwahyudi, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.3 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v4i2.172
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi bemor di Kota Makassar; (2) menganalisa karakteristik operasional bemor sebagai moda transportasi alternatif di Kota Makassar; (3) merumuskan konsep penetapan NSPK pada perencanaan prasarana bemor di Kota Makassar. Pada studi ini dilakukan penelitian survey yang dalam pelaksanaannya dilakukan pengambilan sampel dari populasi menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fenomena sosial berupa fakta, keadaan, sifat, individu atau kelompok serta hubungan diantaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepsi masyarakat pengguna terhadap keberadaan bentor di Kota Makassar, cukup positif karena waktu tempuh yang singkat, aman, mudah dan tarif yang terjangkau sertamempunyai aksesibilitas yang cukup tinggi, tetapi persepsi pemerintah cenderung khawatir terhadap pemakai bemor dari faktor keselamatan kendaraan bemor tidak memenuhi persyaratan teknis. Pengelola/pengendara bemor lebih memperhatikan aspek keterbukaan lapangan kerja dan memperoleh pendapatan dengan keberadaan bemor. (2) Banyaknya pangkalan bemor yang tersebar di Kota Makassar baik didaerah permukiman, perdagangan, dan sekolah menunjukkan besarnya permintaan/kebutuhan akan sarana transportasi ini. (3) Kontribusi tidak langsung keberadaan bemor ditinjau dari segi sektor migas yaitu dengan banyaknya jumlah bemor yang beroperasi maka akan terjadi peningkatan penjualan BBM hal ini dapat memberikan kontribusi secara tidak langsung bagi pendapatan negara.
STABILISASI TANAH LEMPUNG KABUPATEN SORONG DENGAN KAPUR SEBAGAI LAPISAN SUB - GRADE JALAN ( Studi Kasus Daerah Mariat Pantai )
Asfian, Ahmad Ibnu
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.373 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v2i2.479
Daerah Mariat Pantai adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sorong. Kondisi jalan di daerah tersebut sangat rusak parah sepanjang jalan sekitar 1,5 Km sejak tahun 2014 yang lalu. Tujuan penelitian ini ditekankan pada bagaimana mengetahui kelayakan tanah yang distabilkan dengan kapur sebagai lapisan pondasi bawah pada suatu perkerasan jalan. Penstabilan tanah menggunakan kapur sebagai lapisan perkerasan dimaksudkan sebagai campuran lapisan perkerasan tanah. Adapun model pola pengujian menggunakan uji CBR Unsoaked, sempel langsung di uji untuk mengetahui daya dukung tanah tersebut. Pengujian tanah asli yang akan distabilisasi dengan kadar kapur yang berbeda-beda. Kadar kapur yang akan dipakai adalah 6%, 8%, 10%, dan 12%. Dalam proses pencampuran menggunakan campuran antara tanah asli dan kapur dengan perbandingan berat 5 kg tanah asli persempel dari berat kering tanah asli itu sendiri, ditambah pencampuran kadar kapur sesuai dengan masing – masing percobaan. Hasil penelitian tersebut dapat dianalisa bahwa Penstabilan tanah untuk perkerasan jalan dengan kapur setelah melalui proses pengujian laboratorium telah layak, dengan menghasilkan Nilai CBR unsoaked tanah asli sebesar 46,48%, sementara nilai CBR unsoaked tanah dengan campuran 6% kadar kapur yang dipadatkan kemudian langsung di uji nilai CBR-nya adalah sebesar 48,41% . lebih efektif dibandingkan dengan pencampuran tanah asli plus kadar kapur 8%,10%, dan 12%.
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN GEDUNG EKON 3 LANTAI DI KOTA WAISAI
Nurjaman, Annisyah Putri
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (790.134 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v2i2.480
Perencanaan dalam pembangunan suatu gedung diperlukan guna keamanan, kenyamanan dan keselamatan pemilik atau orang yang berada didalamnya. Perencanan Sturktur Bangunan Gedung Ekon ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Dimensi dan penulangan struktur atas Gedung Ekon. (2) Dimensi dan penulangan struktur bawah Gedung Ekon. Struktur atas berupa pelat, tangga, balok dan kolom sedangka struktur bawah berupa pondasi. Bahan utama penyusun struktur adalah beton bertulang mengacu pad SNI 03-2847-2013. Perencanaan beban akibat gempa menggunakan analisis respon spektrum. Sedangkan beban non gempa disesuaikan dengan SNI 03-1727-2012: Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Dalam tugas akhir ini akan direncanakan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pada SRPMK diperoleh kebutuhan tulangan struktur atas yaitu tulangan balok B1 (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 6D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16; tulangan balok B2(40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 5D16 dan tulangan lentur lapangan 5D16; tulangan balok B3 (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 5D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16; tulangan balok atap BA (40 x 55) dengan tulangan lentur tumpuan 4D16 dan tulangan lentur lapangan 4D16. Tulangan transversal kolom K1 8D16; K2 6D16; dan K3 4D16.  Pada struktur bawah digunakan pondasi telapak dengan dimensi 2x2 m dan tulangan 12D16
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN KONSTRUKSI JEMBATAN
Khoirul, Khoirul;
Pristianto, Hendrik;
Rusmin, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (776.758 KB)
|
DOI: 10.33506/rb.v2i2.481
Setiap proyek konstruksi lazimnya mempunyai rencana pelaksanaan dan jadwal pelaksanaan yang tertentu, kapan pelaksanaan proyek tersebut harus dimulai, kapan harus diselesaikan dan bagaimana proyek tersebut akan dikerjakan, serta bagaimana penyediaan sumberdayanya.Namun dalam proses pelaksanaan tersebut, sering terjadi hambatan - hambatan yang tidak diketahu isebelumnya. Untuk itu kiranya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan penyelesaian proyek agar waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana. Maksud dan tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pekerjaan konstruksi jembatan Klamalu Kabupaten Sorong, merangking faktor-faktor keterlambatan tersebut, serta mengetahui persepsi responden terhadap faktor-faktor penyebab keterlambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan SPSS. Peneliti mengambil sampel 11 responden yang terdiri dari penyedia jasa, pengguna jasa dan konsultan pengawas pada pekerjaan konstruksi Jembatan Klamalu Kabupaten Sorong. Hasil dari penelitan ini ialah faktor-faktor keterlambatan konstruksi Jembatan Klamalu Kabupaten Sorong setelah di rangking sebagai berikut Cuaca buruk (hujan deras / lokasi tergenang), Tidak memenuhi perencanaan awal proyek, Produktivitas tidak optimal oleh kontraktor, Mengalami gangguan diluar proyek,Keterlambatan pengiriman bahan. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi responden berdasarkan jabatan responden setelah dilakukan Uji Chi Square dimana nilai asymptotic signifikansi lebih besar dari 0.05 atau Ho diterima.