cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
ISSN : 26147203     EISSN : 25799932     DOI : -
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
Khotbah Ekspositori sebagai Jembatan antara Teks Suci dengan Konteks Kehidupan: Sebuah Studi pada Gereja Pantekosta Tabernakel Surabaya Lumbanbatu, Arjuna; Sugiharto, Ayub
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Understanding the teachings of the Bible is a need of the congregation throughout the history of the church. In particular, today's congregation in the midst of the development of the digital world, is required to understand its faith correctly and relevant to the times. The Bible is the highest authority in the teaching and practical life of the congregation, especially in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. However, for the congregation of the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper, understanding the Bible is not easy, because there is a gap between the text of the Bible and the context of this congregation living in the present. There are differences in language, socio-cultural, political and religious that are very contrasting between the context of the Bible and the present. Expository preaching plays an important role as a bridge between the text of the Bible and the congregation. Through a descriptive qualitative method, the research was conducted by collecting and analyzing library data and then comparing it with the factual situation in the field. In addition, observations were made of sermon archives at the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper in the last four years, as well as short interviews related to the development of the topics discussed with several congregations. From the research, it was found that expository preaching is able to bridge the Bible text with today's congregation, specifically in the Tabernacle Pentecostal Church - Christ the Helper. First, expository preaching rephrases the Bible's teachings into today's language; second, expository preaching structures the sermon in a systematic way that is easy for the congregation to understand; third, it helps the congregation participate in Bible teaching; and fourth, it increases the congregation's interest in Biblical teaching.   Abstrak Memahami pengajaran Alkitab adalah kebutuhan jemaat sepanjang sejarah gereja. Secara khusus jemaat masa kini ditengah-tengah perkembangan dunia digital, diharuskan untuk mengerti imannya secara benar dan relevan dengan zaman. Alkitab adalah otoritas tertinggi dalam pengajaran maupun kehidupan praktis jemaat, khususnya di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Namun bagi jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong, memahami Alkitab bukanlah hal yang mudah, karena adanya kesenjangan antara teks Alkitab dengan konteks jemaat ini yang hidup di masa kini. Ada perbedaan bahasa, sosial budaya, politik serta keagamaan yang sangat kontras antara konteks Alkitab dan masa kini. Khotbah ekspositori menjadi penting peranannya sebagai jembatan antara teks Alkitab dan jemaat. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan dengan pengumpulan dan analisa data-data kepustakaan kemudian dikomparasi dengan situasi faktual di lapangan. Selain itu dilakukan pengamatan terhadap arsip-arsip khotbah di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong empat tahun belakangan ini, juga wawancara singkat terkait perkembangan topik yang dibahas dengan beberapa jemaat. Dari penelitian diperoleh fakta bahwa khotbah ekspositori mampu menjembatani antara teks Alkitab dengan jemaat masa kini, secara khusus di Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Penolong. Pertama, khotbah ekspositori membahasakan ulang pengajaran Alkitab kepada bahasa masa kini; kedua, khotbah ekspositori menyusun khotbah dalam sistematika yang mudah untuk dipahami jemaat; ketiga, membantu partisipasi jemaat terhadap pengajaran Alkitab; dan keempat, meningkatkan minat jemaat terhadap pengajaran yang Biblikal.  
Iman Kristen dalam Membentuk Etika Konsumerisme: Refleksi Teologis terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Ekonomi di Era disruptif van der Krogt, Hanniel Jehoshua
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.373

Abstract

Excessive and unwise consumer ethics, which are not based on needs but placing and hedonistic lifestyles, have become rampant and increasingly dominate social and economic life in the modern era. This behavior has created inequality and injustice and ignored spiritual values ??in human life. Consumerism, which focuses on purchasing goods and consumption as an indicator of happiness and prestige more than self-esteem, has had a negative impact that is very different and contradicts the teachings in the Bible about simplicity. This study explores the relevance of Christian teachings in forming more sustainable and responsible consumer ethics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it was found that the Christian faith is an ethical construction with social and economic responsibility in dealing with consumer behavior. Abstrak Etika konsumerisme yang berlebihan dan tidak bijak yang mana disdasari bukan kebutuhan namun plexing dan gaya hidup hedon telah menjadi-jadi dan semakin mendominasi kehidupan sosial dan ekonomi di era modern. Perilaku ini telah menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan, serta mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan manusia. Konsumerisme yang berfokus pada pembelian barang dan konsumsi sebagai indikator kebahagiaan dan prestise lebih dari harga diri telah membawa dampak negative yang mana hal ini sangat berbeda dan bertentangan dengan ajaran-ajaran dalam Alkitab tentang kesederhanaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuka pemahama terkait relevansi ajaran Kristen dalam membentuk Etika Konsumerisme yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka didapatkan bahwa iman Kristen menjadi konstruksi etika yang memiliki tanggung jawab sosial dan ekonomi dalam menghadapi perilaku konsumtif.
Revitalisasi Nilai Pendidikan Kristiani dalam Membentuk Karakter Bangsa di Era Postmodern Herlim, Leonardi; Fernando, Andreas
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 7 No 2: November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kristen memiliki potensi besar dalam membentuk karakter bangsa, terutama di era postmodern yang ditandai dengan perubahan budaya gtermasuk dalam sosial, dan nilai-nilai kehidupan yang cepat berkembang. Di tengah tantangan zaman yang penuh dengan relativisme dan sekularisme, maupun era individualisme pendidikan Kristen menawarkan landasan moral dan etika yang kokoh untuk membangun pribadi yang berbudi pekerti luhur. Melalui ajaran alkitabiah. Penelitian kualitatif menjadi metode dalam artikel ini yang mengedepankan pendidikan Kristen mengajarkan nilai-nilai universal yang tidak hanya relevan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga praktis dalam konteks sosial dan kehidupan sehari-hari. Adapun kesimpulan yang dinyatakan dalam penelitian ini menekankan bahwa pendidikan Kristen juga menghadapi sejumlah tantangan pengaruh budaya global yang cenderung mereduksi nilai-nilai moral dan norma agama. Meskipun demikian, dengan memanfaatkan peran perkembangan teknologi dan paltform media sosial, dalam pendidikan Kristen dapat lebih efektif menjangkau generasi muda dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembentukan karakter bangsa. Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan Kristen untuk terus mengadaptasi diri dengan dinamika zaman, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti yang mendasari ajaran Kristus dalam membentuk masyarakat yang lebih bermoral dan beradab.
Konsep Trilogi Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dan Implementasinya bagi Pendidikan Kristiani Sugiharto, Ayub; Kristanti, Sri Puji
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 7 No 2: November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The educational trilogy of Ki Hajar Dewantara has made a significant contribution to the development of education in Indonesia. The purpose of this study is to identify how the concept of Ki Hajar Dewantara's leadership trilogy is implemented in the context of Christian education. In facing the changing times in the current era of globalization, it is important for educators to re-understand the concept of education in the educational trilogy. This trilogy consists of three things, namely: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. By applying qualitative descriptive methods and literature approaches, it can be concluded that the application of the concept of the educational trilogy in Christian education will support teachers in playing their roles well, both as good examples, facilitators, and motivators for students.   Abstrak Trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara telah memberikan sumbangan besar bagi pendidikan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat konsep trilogi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara diimplementasikan dalam konteks pendidikan Kristen. Dalam menghadapi perubahan zaman di era globalisasi saat ini, penting bagi pendidik untuk kembali memahami konsep pendidikan dalam Trilogi pendidikan. Trilogi ini terdiri dari tiga hal, yaitu: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan literatur, dapat disimpulkan bahwa penerapan konsep trilogi pendidikan pada pendidikan Kristen akan mendukung guru dalam memainkan peran mereka dengan baik, baik sebagai contoh yang baik, fasilitator, maupun motivator bagi siswa.  
Inovasi Pendidikan Kristiani dalam Peran Gereja untuk Meningkatkan Spiritualitas Anak Marginal di Era Kontemporer Agustini
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.462

Abstract

There are challenges faced by marginalized children in society, especially in obtaining an education that is not only academic but also leads to the development of spiritual welfare and practical building. As a spiritual institution, the church has a significant role and potential to create Christian education innovations relevant to marginalized children, considering that they are by the teachings of faith that can shape character and strengthen their faith and spirituality. This study aims to provide an understanding and strategy of how the church's role in Christian education innovation can contribute to the spiritual well-being of marginalized children. Using descriptive qualitative methods and a literature study approach, it was found that Christian education is precious for marginalized children. Hence, the church plays a vital role in developing and teaching Christian values ??to them.   Abstrak Adanya tantangan yang dihadapi oleh anak-anak marginal dalam masyarakat, khususnya dalam memperoleh pendidikan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mengarah pada per-kembangan kesejahteraan rohani dan membangun afektif. Gereja sebagai lembaga kerohanian memiliki peran dan potensi besar untuk menciptakan inovasi pendidikan kristiani yang relevan bagi anak-anak marginal, mengingat sesuai dengan ajaran iman yang dapat membentuk karakter dan memperkuat iman dan keroahnian mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan strategi bagaimana peran gereja dalam inovasi pendidikan kristiani dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan rohani anak marginal. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka, didapatkan bahwa pendidikan kristiani sangat berharga bagi anak marginal, sehingga gereja berperan penting dalam mengembangkan dan  mengajarkan nilai-nilai kristiani bagi mereka.
Memanusiakan Manusia: Konseling Pendidikan Kristiani dalam Mengatasi Sikap Apatis Remaja Manalu, Johanes; Arisman; Sitorus, Johnson; Ndraha, Amoli; Sukatman, Kristian
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.463

Abstract

The rapid development of technology has become a means for human needs to carry out various activities, and it has even become a place to make money. The use of gadgets, a technology that is so sophisticated and almost owned by every group, makes humans dependent on gadgets. This paper studies how the use of gadgets causes the loss of social interest in adolescents and how its influence causes apathy in adolescents. This research focuses on the use of gadgets by adolescents and their influence on the attitudes and behavior of adolescents in their environment. The aim is to look at the development of adolescents through the progress of today's times and how to react to it so that they remain on the right track and do not deviate from the teachings of the Word of God. The author uses a qualitative method with a literature study approach to review and analyze topics from various sources, such as journals, books, and the Internet, that are relevant to the discussion of writing. The influence of gawais erodes the attitude of respect, and respect affects social interest and becomes apathetic, so a good mentor who can monitor teenagers' activities and self-control from the teenagers themselves so that the wrong dependence on the use of gawais does not carry them away.   Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu pesat menjadi sarana kebutuhan manusia untuk melakukan berbagai aktifitas, bahkan telah menjadi wadah untuk mencari uang. Penggunaan gawai yang adalah bentuk teknologi canggih yang hampir dimiliki setiap kalangan, membuat manusia bergantung pada gawai. Dalam penulisan ini mengkaji bagaimana penggunaan gawai mempengaruhi peranan remaja sebagai manusia yang adalah makhluk sosial, terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini berfokus pada penggunaan gawai oleh remaja upaya mengatasi sikap apatis. Tujuannya untuk melihat perkembangan remaja melalui kemajuan zaman saat ini dan bagaimana cara menyikapinya supaya tetap dijalur yang baik dan benar, yang tidak menyimpang dari ajaran Firman Tuhan. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan literatur untuk mengkaji dan menganalisis topik dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet yang relevan dengan pembahasan penulisan. Pengaruh gawai mengikis sikap hormat dan respek yang memengaruhi minat sosial dan menjadi apatis, sehingga dibutuhkan mentor yang baik yang dapat memantau aktivitas remaja serta pengendalian diri dari remaja itu sendiri supaya tidak terhanyut pada ketergantungan yang salah pada penggunaan gawai.    
Menghadapi Ajaran Sesat di Era Digital: Perspektif Teologi Kristen dan Strategi Pendidikan Iman untuk Menghadapi Konsekuensi Digitalisasi Sitanggang, Mariati Purnama
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.477

Abstract

The rapid development of the world of digital technology within the scope of the internet and the industrial era 4.0 in recent decades has had a significant impact on the spiritual life of Christianity. One of the most striking impacts is the spread of heresies through digital platforms that are increasingly widespread and easily accessible. However, some teachings differ from Christian teachings, often spread through social media and quickly reach a universal audience. This situation poses a significant challenge for churches and Christians in maintaining the truth of doctrine and faith. This study aims to analyze the phenomenon of the spread of heresies in the digital era and examine the perspective of Christian theology on how to overcome this. And also the role of the church and Christianity in formulating effective faith education strategies in facing the challenges of digitalization. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the phenomenon of the spread of heretical teachings in the digital era needs to be anticipated by understanding the perspective of Christian theology on heretical teachings and digital misdirection. So, Christianity raises the importance of Faith Education Strategies in Facing the Challenges of Digitalisation. This is so that Christianity can assist people to be more critical of the teachings circulating in cyberspace.   Abstrak Perkembangan pesat dunia teknologi digital dalam lingkup internet dan era industri 4.0 dalam beberapa dekade terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan spiritualitas kekristenan. Salah satu dampak yang paling mencolok adalah penyebaran ajaran sesat melalui platform digital yang semakin luas dan mudah diakses. Namuna ada ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen yang seringkali tersebar melalui media sosial yang menjangkau audiens secara universal dalam waktu singkat. Keadaan ini menimbulkan tantangan besar bagi gereja dan umat Kristen dalam menjaga kebenaran doktrin ajaran dan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penyebaran ajaran sesat di era digital dan mengkaji perspektif teologi Kristen mengenai cara menanggulangi hal tersebut. Dan juga peran gereja dan kekristenan dalam merumuskan strategi pendidikan iman yang efektif dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa adanya fenomena Penyebaran Ajaran Sesat di Era Digital perlu diwaspadahi dengan memberikan pemahaman terkait perspektif Teologi Kristen terhadap Ajaran Sesat dan Penyesatan Digital. Sehingga kekristenan memunculkan pentingnya Strategi Pendidikan Iman dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi. Ini dimaksud supaya kekristenan dapat mendampingi umat agar lebih kritis terhadap ajaran yang beredar di dunia maya.  
Dialog dengan yang tak Terlihat: Menguak Pesan Penglihatan Elifas dalam Ayub 4:12-17 Sonata, Valeria
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.484

Abstract

This study examines Eliphaz's vision in Job 4:12-17, which has given rise to various interpretations regarding the identity of the spirit that appears. Through textual analysis, it is found that Eliphaz’s message, accusing Job of sin and doubting his righteousness before God, contradicts the depiction of Job as a righteous man in the book’s prologue. Although initial attempts to shake Job’s faith through physical and emotional suffering prove ineffective, Satan’s message of unbelief reappears through the vision Eliphaz recounts, indicating a thematic continuation of skepticism surrounding the authenticity of human righteousness and devotion to God. The study also explores the complexities of the language and theological context surrounding the vision and the implications of the influence of an evil spirit that may have played a role in conveying this misleading message.   Abstrak  Penelitian ini membahas visi Elifas dalam Kitab Ayub 4:12-17, yang menimbulkan berbagai interpretasi mengenai identitas roh yang muncul. Melalui analisis teks, ditemukan bahwa pesan Elifas, yang menuduh Ayub berdosa dan meragukan kebenarannya di hadapan Tuhan, bertentangan dengan penggambaran Ayub sebagai orang benar dalam prolog kitab. Meskipun upaya awal untuk menggoyahkan iman Ayub melalui penderitaan fisik dan emosional terbukti tidak berhasil, pesan ketidakpercayaan Setan muncul kembali melalui penglihatan yang diceritakan Elifas, yang menunjukkan kelanjutan tematik dari skeptisisme seputar keaslian kebenaran manusia dan pengabdian kepada Tuhan. Penelitian ini juga mengeksplorasi kompleksitas bahasa dan konteks teologis yang mengelilingi visi tersebut, serta implikasi dari pengaruh roh jahat yang mungkin berperan dalam penyampaian pesan yang menyesatkan ini.    
Kepemimpinan Kristen dan Tantangan Hedonisme: Membimbing Jemaat Menghindari Perangkap Pinjaman Online Diana, Messelina
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.503

Abstract

The influence of hedonism and the rise of online loans (pinjol) in this country hurt financial life. Hedonistic attitudes and unhealthy debt habits often encourage individuals to ignore the values of healthy financial management. Although offering easy access, online loans favored by the public usually lead to mounting debt problems. Therefore, Christian leadership, namely pastors and clergy, guides the congregation to avoid this trap and return to sound financial principles to overcome the impact of hedonism and loan sharks on everyday life. Using a descriptive qualitative method, it is concluded that there is an influence of hedonism in the context of modern society, so it is hoped that the role of Christian leadership in guiding congregations to face the temptation of online loans is by applying biblical principles in financial management and solutions to overcome the traps of hedonism and online loans.   Abstrak Pengaruh hedonisme dan maraknya pinjaman online (pinjol) di negara ini dan tentunya berdampak negatif terhadap kehidupan finansial. Sikap hedon dan kebiasaan utang yang tidak sehat seringkali mendorong individu untuk mengabaikan nilai-nilai pengelolaan keuangan yang sehat. Pinjaman online yang diminati oleh masyarakat, meskipun menawarkan kemudahan akses, seringkali berujung pada masalah utang yang semakin menumpuk. Maka itu dalam kepemimpinan Kristen yaitu gembala dan para rohaniawan sejatinya memiliki peran dalam membimbing jemaat untuk menghindari perangkap ini dan kembali pada prinsip-prinsip keuangan yang sehat. Sehingga dapat mengatasi dampak hedonisme dan pinjol dalam kehidupan sehari-hari. Menggunkan metode kualitatif deskritif maka disimpulkan bahwa adanya pengaruh sikap hedonisme dalam konteks masyarakat modern, maka diharaapkan adanya peran kepemimpinan Kristen dalam membimbing jemaat menghadapi godaan pinjaman online yaitu dengan menerapkan prinsip alkitabiah dalam pengelolaan keuangan dan solusi untuk mengatasi perangkap hedonisme dan pinjaman online.
Teologi Salib dan Total Depravity: Membangun Kerangka Etika Kristen yang Berpusat pada Penebusan Nugroho, Binuko Edi; Purwonugroho, Daniel Pesah
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 2: November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dirangkai dalam rangka membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan melalui kombinasi teologi salib dan doktrin total depravity. Teologi salib menggarisbawahi kuasa Allah untuk keselamatan melalui salib Kristus. Total depravity menegaskan tentang kebobrokan manusia karena dosa yang diwarisi oleh Adam dan Hawa. Kerangka etika Kristen yang dibangun atas dasar kombinasi teologi salib dan total depravity akan membawa setiap orang Kristen berpusat pada penebusan untuk membangun kehidupan etisnya. Dengan demikian, setiap orang Kristen akan mengalami kuasa transformatif yang akan membawa setiap orang Kristen dapat menunjukkan kehidupan etis serta moral dengan kuasa ilahi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis mencoba menelusuri keterkaitan antara teologi salib dan total depravity untuk membangun kerangka etika Kristen yang berpusat pada penebusan. Penulis menegaskan bahwa teologi salib dan total depravity dapat membawa setiap orang Kristen membangun kerangka etika yang berpusat pada penebusan karena disanalah ada kuasa transformatif yang dapat mengubah dan membangun kehidupan etis setiap orang percaya.