Articles
179 Documents
HUMANISASI PENDIDIKAN SEBAGAI AKTUALISASI KONSEP KI HAJAR DEWANTARA TERHADAP PAUD
Sya'baniah, Anisa Hafsah;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 10 No 1 (2025): Juli: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v10i1.3712
Humanization of education is to humanize humanity by means of education, in this concept education seeks to develop all abilities and potentials that each student has by accepting the differences that each student has. Early Childhood Education commonly called PAUD is education that facilitates children aged 0 - 6 years. At this time children are very easy to remember things. According to Ki Hajar Dewantara, early childhood is a very active child and has a lot of potential that must be developed. By implementing early humanization education based on Ki Hajar Dewantara's theory, it is expected to improve the quality of education in Indonesia. Using the soul, based on creativity, taste and intention. In addition, humanization of education can improve morale, religion and manners not only learning. This discussion was raised so that the humanization of education in Indonesia that was sparked by the Father of Indonesian Education could run as it should and produce superior individuals with their own potential. The research method used is a qualitative method. The approach taken is descriptive analysis and literary studies from various sources ABSTRAKHumanisasi pendidikan adalah memanusiakan manusia dengan cara pendidikan, pada konsep ini pendidikan berusaha untuk mengembangkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik dengan menerima perbedaan yang dimiliki setiap peserta didik. Pendidikan Anak Usia Dini biasa disebut PAUD adalah pendidikan yang memfasilitasi anak berusia 0 - 6 tahun. Pada masa ini anak sangat mudah dalam mengingat sesuatu. Menurut Ki Hajar Dewantara anak usia dini adalah anak yang sangat aktif dan memiliki banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan menerapkan pendidikan humanisasi sejak dini berdasarkan teori Ki Hajar Dewantara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Memakai jiwa, berdasarkan cipta, rasa dan karsa. Selain itu, humanisasi pendidikan dapat meningkatkan moral, agama dan sopan santun tidak hanya pembelajaran saja. Pembahasan ini diangkat agar humanisasi pendidikan di Indonesia yang dicetuskan  oleh Bapak Pendidikan Indonesia dapat berjalan sebagai mana mestinya dan menghasilkan individu – individu yang unggul dengan potensi yang dimiliki masing- masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah deskriptif analisis dan studi literarur dari berbagai sumber
MENCIPTAKAN TENAGA PENDIDIK PAUD YANG BERKOMPETEN SEJALAN DENGAN TEORI KI HAJAR DEWANTARA
Fauziyyah, Nida Salma;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3716
The study was conducted to determine and analyze more deeply by finding the relevance of the theories by Ki Hajar Dewantara to produce competent PAUD educators, especially in Indonesia. This study used a qualitative method or a descriptive approach. The theories or basic discussion was obtained from the results of literature studies from various sources, such as journals, books, and articles. Then, the results were obtained that the theories of Ki Hajar Dewantara’s thoughts, including the among system and its 3 mottoes are still very relevant to be applied in the education circumstances today. It is considering that these theories actually make the learning process as an effort to humanize humans. The teacher’s competence as intended by the theory is considered ideal to be applied by PAUD teachers at this time. By understanding the theory, it is expected to improve the competence of PAUD teachers, given the success of the education world in the past. Therefore, PAUD teachers nowadays have many demands to be able to always be professional with awareness to further improve their pedagogical competencies, in order to produce competent students as well. Thus, it is necessary to have competence and experience that is qualified and able to realize the theories of Ki Hajar Dewantara when teaching.                                        ABSTRAKPenelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam dengan mencari relevansi akan teori-teori dari Ki Hajar Dewantara demi menciptakan tenaga pendidik PAUD yang berkompeten khususnya di negara Indonesia sendiri. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau pendekatan secara deskriptif.  Yang mana teori ataupun dasar pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dari berbagai sumber  seperti jurnal, buku dan artikel. Kemudian diperoleh hasil bahwa teori  dari hasil pemikira Ki Hajar Dewantara yaitu sistem among dan 3 semboyannya masih sangat relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini. Mengingat teori - teori tersebut benar - benar menjadikan proses belajar sebagai upaya memanusiakan manusia. Kompetensi guru yang dimaksudkan oleh teori tersebut dirasa ideal untuk diaplikasikan oleh guru PAUD masa kini. Dengan memahami teori tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dari guru PAUD, mengingat akan keberhasilan dunia pendidikan terdahulu. Oleh karena itu, guru PAUD masa kini memiliki banyak tuntutan untuk dapat senantiasa profesional dengan kesadaran untuk semakin meningkatkan kompetensi pedagogiknya, demi menciptakan peserta didik yang berkompeten pula. Maka perlu memiliki kompetensi serta pengalaman yang mumpuni dan mampu merealisasikan teori dari Ki Hajar Dewantara ketika mengajar.
RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER KI HAJAR DEWANTARA DENGAN PAUD DI INDONESIA
Rizkina, Van Biaila;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i2.3719
This research aims to determine the relationship between the character education theory of Ki Hajar Dewantara on early childhood education in Indonesia. This research uses qualitative research methods by comparing several sources related to the title of this article. The approach uses analytical descriptive based literary studies. Ki Hajar Dewantara is one of the Indonesian education figures who make character education as a concept in education. Early childhood education was the earliest stage of the birth and growing characteristics of a child. Ki Hajar Dewantara implements character education in early childhood education by carrying the concept of "Tri Education Center" in three wards, namely family, school, and community. In addition, Ki Hajar Dewantara Applied "System Among" and "Tutwuri Handayani" in character education that must be performed by educators in schools. In the concept, Ki Hajar Dewantara intends that character education in early childhood education should be able to liberate the learners according they own age but not as well as from the watch care of teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teori pendidikan karakter Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan membandingkan beberapa sumber yang berkaitan dengan judul artikel ini. Pendekatan menggunakan deskriptif analitis berdasarkan studi literatur. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang menjadikan pendidikan karakter sebagai konsep dalam pendidikan. Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal dari lahir dan berkembangnya karakteristik seorang anak. Ki Hajar Dewantara mengimplementasikan pendidikan karakter pada pendidikan anak usia dini dengan mengusung konsep “Tri Pusat Pendidikan†dalam tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Selain itu, Ki Hajar Dewantara menerapkan “Sistem Among†dan “Tutwuri Handayani†dalam pendidikan karakter yang harus dilakukan oleh para pendidik di sekolah. Dalam konsepnya tersebut, Ki Hajar Dewantara bermaksud bahwa pendidikan karakter dalam pendidikan anak usia dini pelaksanaannya harus dapat membebaskan peserta didik sesuai kemauannya tetapi tidak terlelepas juga dari pantauan guru sebagai pendidik.
PARADIGMA JOHN LOCKE TERJADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI ERA MILENIAL
Triandini, Septi;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3726
The development of education for early childhood is an attempt to make changes to the thinking of society towards education, many people say that education is important but not all people know that the cost of education is not too expensive. An educational development for young children is an initial development gate for the progress of the nation through the nation's next generation. With this in order to achieve an educational goal in early childhood develops six aspects of development aspects such as aspects of norms and religion, physical aspects of motoric, cognitive aspects, social emotional aspects and aspects of language and dance. Efforts are being made to further develop education for early childhood, namely by the harmony of teachers or teachers with the position of parents at home, by giving responsibilities to parents to participate in teaching children at home, there will be a change in future education. . The subject of this study is emphasized more towards early childhood learning efforts in the home environment so that children do not only learn in the school environment.ABSTRAKPerkembangan pendidikan bagi usia dini merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan terhadap pemikiran masyarakat terhadap pendidikan, banyak masyarakat mengakatan jika pendidikan itu penting namun tidak semua masyarakat tahu bahwa biaya pendidikan itu tidak terlalu mahal. Suatu perkembangan pendidikan bagi anak usia dini meruapakan sebuah awal gerbang perkembangan bagi kemjuan bangsa melalu generasi penerus bangsa. Dengan hal ini untuk mecapai suatu tujuan pendidikan pada anak usia dini ini mengembangakan enam aspek aspek pekembangan seperti, aspek norma dan agama, aspek fisik motorik, aspek kognitif, aspek sosial emosional dan aspek Bahasa dan tari. Upaya yang di lakukan untu lebih mengembangkan pendidikan bagi anak usia dini ini yaitu dengan adanya keselarasan terhadap pengajar atau guru dengan kedudukan orang tua di rumah, dengan memberikan tanggung jawab terhadap orang tua untuk ikut serta mengajarkan anak di rumah maka akan terjadilah suatu perubahan bagi pendidikan kedepannya. Subjeke penelitian ini lebih di tekankan terhadap upaya pembelajaran anak usia dini di lingkungan rumah sehingga anak tidak hanya belajar di lingkungan sekolah. Â
PENGGUNAAN METODE KUALITATIF DENGAN PENDEKATAN DESKRIPTIF ANALITIS DALAM PAUD
Imanina, Kafilah
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 10 No 1 (2025): Juli: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v10i1.3728
In an education, there is a need for educators who have high loyalty. Having various competencies as a teacher requires him to always be ready to face all situations and conditions that occur. Using qualitative research methods with a descriptive analytical approach makes it easy for us to know how a teacher who is dedicated to the nation. ABSTRAKDalam sebuah pendidikan sangatlahdibtuhkan tenaga pendidik yang memiliki loyalitas yang tinggi. Dengan memiliki berbagai kompetensi sebagai seorang guru mewajibkannya untuk selalu siap menghadapi segala situasi dan konxdisi yang terjadi. Menggunakan metodeb penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis memudahkan kita untuk mengetahui bagaimanakah seorang guru yang memiliki dedikasi untuk bangsa.
PENANAMAN NILAI KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Kasus di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta)
Irmade, Oka;
Wahyuseptiana, Yetty Isna
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 10 No 1 (2025): Juli: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v10i1.3767
This study discusses the role of entrepreneurial values instilled in children in the formation of independence and find ways to instill entrepreneurial values in children in the formation of independence. This study uses qualitative case study types. Data collection methods used include the method of observation, interview methods, and documentation methods. The data in this study were analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion search. Conducting research in the Al Islam Kindergarten, Surakarta. The output of this study discusses the assessment of entrepreneurial values in the formation of independence in children in addition to articles related to the accountability of research results that are ready to be published in scientific journals. The results of this study indicate the cultivation of entrepreneurship in the formation of independence in children in the Al Islam Surakarta Kindergarten Institute. Independence in children is implemented in classroom learning activities, teachers need to be more active in learning activities related to entrepreneurship related activities that involve entrepreneurship can affect the level of independence in children.                        ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari nilai kewirausahaan yang ditanamkan pada anak dalam pembentukan kemandirian dan mengetahui cara menanamkan nilai kewirausahaan pada anak dalam pembentukan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanakan penelitian di Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Luaran dari penelitian ini adalah rekomendasi mengenai penanaman nilai kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak disamping artikel sebagai pertanggunganjawab hasil penelitian yang siap dimuat di jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan penanaman kewirausahaan dalam pembentukan kemandirian pada anak di Lembaga Taman Kanak-kanak Al Islam Surakarta. Kemandirian pada anak diimplementasikan dalam kegiatan belajar di kelas, tentunya guru perlu lebih aktif dalam menyajikan aktivitas belajar yang berkaitan dengan kewirausahaan dikarenakan aktivitas yang melibatkan kewirausahaan dapat mempengaruhi tingkat kemandirian pada anak.
Kelayakan Materi Komik Berbasis Kearifan Lokal Reog Ponorogo sebagai Bahan Bacaan Kategori Membaca Permulaan pada Pendidikan Anak Usia Dini
Rahmawati, Ida Yeni
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 1 (2020): Jurnal AUDI :June 2020, 8 Articles, Pages 1-63
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i1.3770
Language skills in the 4.0 industrial revolution era like today are very important. Based on the purpose of this study is to describe and explain the appropriateness of the material contained in the comic book based on local wisdom beginning reading category for early childhood education. Basically this research is based on the phenomenon in the community regarding the habit of using gadgets in early childhood which results in addiction. This local wisdom-based comic Reog Ponorogo is one of the answers to the community's anxiety about parenting in dealing with children who are addicted to using gadgets. This comic is one of the solutions that can be used by the community, especially young parents who are confused about providing reading materials that are appropriate to their age. Thus, this article discusses the feasibility of this book's material as reading material in early childhood. This type of research is a descriptive study in which data collection techniques can be done through document analysis. Thus, the existence of comics based on local wisdom can be used as one of the literacy materials, especially in assisting parenting in the use of devices wisely in early childhood education.       ABSTRAKKemampuan berbahasa di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini sangatlah penting. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kelayakan materi yang terdapat dalam buku komik berbasis kearifan lokal kategori membaca permulaan bagi pendidikan anak usia dini. Pada dasarnya penelitian ini berlatarbelakangkan fenomena di masyarakat mengenai kebiasaan penggunaan gawai pada anak usia dini yang mengahkibatkan kecanduan. Komik berbasis kearifan lokal Reog Ponorogo ini sebagai salah satu jawaban atas kegelisahan masyarakat mengenai pola asuh dalam menghadapi anak yang kecanduan menggunakan gawai. Komik inilah salah satu solusi yang dapat digunakan oleh masyarakat khususnya orang tua muda yang kebingungan memberikan bahan bacaan yang sesuai dengan usianya. Dengan demikian, pada artikel ini dibahas mengenai kelayakan materi buku ini sebagai bahan bacaan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif yang teknik pengumpulan datanya dapat dilakukan melalui analisis dokumen. Dengan demikian, dengan adanya komik berbasis kearifan lokal ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan literasi khususnya pada pendampingan pola asuh penggunaan gawai secara bijak pada pendidikan anak usia dini.
Program One Day With Lampung Language
Pratiwi, Wiwi;
Oktaria, Renti
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 8 No 2 (2024): Januari: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v6i1.3919
One of the most important parts in the development of thinking is language. Language develops systematically with age. Mother tongue in the context of early childhood is the first language mastered by children from birth through interactions with family members and the environment. Mother tongue is often used and even carried over in formal situations in the use of Indonesian. The one-day program in Lampung was established to restore the mother tongue to early childhood in Lampung province. The existence of the Lampung language in Lampung Province is currently in the endangered category because there has been no regeneration of the Lampung language to the next generation as well as the influence of the environment and daily interactions. So that conservation and revitalization are carried out so that the Lampung language continues to exist and needs to be maintained. This research was conducted using the Literature Study method. One-day warning research program in Lampung language for early childhood at TK Kartika II-27 Bandarlampung. Researchers analyzed how children's learning activities by focusing on research programs one day in Lampung language. AbstrakSalah satu bagian terpenting dalam perkembangan berpikir adalah bahasa. Bahasa berkembang secara sistematis bersamaan dengan bertambahnya usia. Bahasa ibu dalam lingkup anak usia dini merupakan bahasa pertama yang dikuasai anak sejak lahir melalui interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungan. Bahasa ibu sering kali digunakan bahkan terbawa kedalam situasi formal pada penggunaan bahasa Indonesia. Program one day with Lampung language dibentuk untuk mengembalikan bahasa ibu pada anak usia dini di provinsi Lampung. Keberadaan Bahasa Lampung di Provinsi Lampung saat ini juga masuk dalam kategori terancam punah lantaran belum ada regenerasi bahasa lampung kepada generasi-generasi penerus selanjutnya serta pengaruh dari lingkungan, dan pergaulan sehari-hari. Sehingga perlu adanya konservasi dan revitalisasi yang dilakukan agar Bahasa Lampung tetap eksis dan dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Studi Literatur. Peneliti mengamati program one day with Lampung language pada anak usia dini di TK Kartika II-27 Bandarlampung. Peneliti menganalisa bagaimana kegiatan belajar anak dengan memfokuskan penelitian pada program one day with lampung language.
PARENTING SUKSES: MENGHADAPI BULLY TEMAN BAGI ANAK GAGAP
Siron, Yubaedi;
Khotimah, Khusnul;
Sholeha, Siti Sarah Aidah
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i2.3937
The purpose of this study is to describe how parents of children with suttering deal with bully that is done by the peers.. This research uses descriptive case study design with qualitative approach. This research uses descriptive case study design with qualitative approach. The subjects of this study are three parents who have children with stuttering. The technique of collecting data in this study using interviews. The results of research on how parents of children with stuttering deal with bully that is done by the peers are: (1) frequently communicate with the child; (2) motivate the child to increase self-confidence by developing self-concepts; (3) motivate the child to be brave and tough in dealing with bullying; (4) develop child's talent. Bullying that usually happened on stuttering children are verbal bullying such as making fun of them, saying bad words, and laughing at them. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara orang orang tua anak penyandang gagap dalam menghadapi masalah berupa tindakan bullying yang dilakukan oleh teman-temannya. Penelitian ini menggunakan desain descriptive case study dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu tiga orang tua yang memiliki anak penyandang gagap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara/interview. Hasil penelitian mengenai Menghadapi Bully Teman Bagi Anak Gagap menunjukkan bahwa terdapat beberapa cara orang tua dalam menghadapi masalah bullying dari teman yaitu: (1) sering berkomunikasi dengan anak, (2) meningkatkan rasa percaya diri dengan membangun konsep diri, (4) pemberani dan tangguh dalam menghadapi bullying, (3) mengembangkan bakat yang dimiliki anak. Tindakan bullying yang sering terjadi yaitu bullying verbal seperti mengejek, mengucapkan kata-kata yang kurang baik, dan menertawai anak gagap.
Peran Manajemen Perpustakaan dalam Menyukseskan Program Literasi di Lembaga PAUD
Rukmana, Ika Siti;
Munastiwi, Erni
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 5 No 2 (2020): December 2020, 8 ARTICLES, PAGES 64 - 142
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/jai.v5i2.3974
This research deeply examines the role od library management to success literacy program at early childhood education. It is backed by that implementation of library management on early childhood education face varities of contraints in managing and interent in reading of Indonesian society. Indonesian society has to be regularly read from early childhood period, therefore, early childhood education library is supposed to be managed thoughtfully to success literacy program. The qualitative research is library research. Data collection method is by collecting books from subject matter and support book. Data analysis technique is content analysis. Research result shows that there are some roles of library early childhood education management: (1) From human resource, (2) interested programs, (3)infrastucture, (4) comfortable services, and (5) rules. A early childhood education library which is managed thoughfully and intered can make early childhood to come to school library, it makes literacy program can implement successly. Abstrak Penelitian ini mengkaji secara mendalam tentang peran manajemen perpustakaan dalam suksesnya program literasi pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa kendala dalam mengelola perpustakaan pada lembaga PAUD dan masih rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia sehingga perlu dibiasakan membaca sejak dini, maka pengelolaan perpustakaan di lembaga PAUD seharusnya dikelola secara optimal agar program literasi terlaksana dengan sukses. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka. Metode pengumpulan data dengan menumpulkan buku referensi pokok dan buku referensi pendukung. Teknik analisis data bersifat analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peran pengelolaan perpustakaan untuk mensukseskan program literasi pada jenjang PAUD yakni dari segi sumber daya manusianya, program-programnya, sarana dan prasarannya, pelayanannya, dan peraturan yang ada. Sebuah perpustakaan di lembaga PAUD yang dikelola dengan optimal dan menarik mampu menarik perhatian anak usia prasekolah untuk berkunjung ke perpustakaan