cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
-
Phone
+6281375150018
Journal Mail Official
amj_fk@umsu.ac.id
Editorial Address
Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU Jl. Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal)
ISSN : -     EISSN : 26145219     DOI : https://doi.org/10.30596/anatomica
Core Subject : Health, Science,
Anatomica Medical Journal (AMJ) ini merupakan jenis jurnal ilmiah berskala nasional dan dipublikasi via online, memiliki e-issn yang terdaftar di PDII-LIPI. Anatomica Medical Journal ini juga terdaftar dalam jurnal Online Journal System (OJS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ruang Lingkup jurnal ini fokus pada bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara umum. AMJ menerima naskah/manuscript artikel dalam meliputi/scope artikel original (original article) dalam bentuk artikel penelitian (research article), tinjauan artikel (article review), laporan kasus (case report) dan tinjauan pustaka (literature review) yang relevan dengan bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 156 Documents
Pengaruh Bekam Basah Terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Lapas Kelas I Medan Salsabila Putri Ramadan Siregar; Desi Isnayanti; Hendra Sutysna
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.29066

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Pengelolaan diabetes di lingkungan lembaga pemasyarakatan menghadapi tantangan seperti keterbatasan layanan kesehatan, pola makan tidak terkontrol, dan stres psikososial. Terapi bekam basah (wet cupping) dikenal sebagai terapi komplementer yang dapat meningkatkan mikrosirkulasi, mengurangi stres oksidatif, dan memperbaiki sensitivitas insulin melalui mekanisme detoksifikasi darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest, dan melibatkan sampel sebanyak 29 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon Signed-Rank didapatkan nilai p=0,001 (p0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah sewaktu sebelum dan sesudah diberi terapi bekam basah pada penderita DM tipe 2. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan. Meskipun demikian, intervensi ini tidak dapat diposisikan sebagai terapi utama, melainkan lebih tepat digunakan sebagai terapi komplementer dengan tatalaksana farmakologis standar serta modifikasi gaya hidup sesuai rekomendasi medis.Kata kunci: DM tipe 2, kadar glukosa darah sewaktu, terapi bekam basah, Lembaga Pemasyarakatan, terapi komplementer
Perbedaan Bleeding Time Sebelum dan Sesudah Dipapar Rokok Elektrik Pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Putri Anasi Parangin-angin; Lucia Aktalina; Selly Oktaria; Ira Cinta Lestari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.29327

Abstract

Rokok elektrik mengandung nikotin yang dapat merusak pembuluh darah dan memicu aktivasi trombosit dalam proses hemostasis. Salah satu indikator gangguan hemostasis adalah bleeding time. Meskipun rokok elektrik dianggap lebih aman, dampaknya terhadap bleeding time masih perlu dikaji secara ilmiah melalui penelitian eksperimental pada hewan coba. Tujuan penelitian ini mengetahui perbandingan bleeding time pada tikus wistar setelah paparan asap rokok elektrik. Dilakukan penelitian eksperimental in vivo dengan desain pretest-posttest with control group pada tikus jantan galur Wistar. Bleeding time diukur pada minggu ke-0, ke-1, dan ke-2 setelah paparan asap rokok elektrik. Rerata bleeding time pada kelompok kontrol tetap stabil selama pengamatan, sedangkan kelompok rokok elektrik mengalami penurunan yang signifikan. Paparan asap rokok elektrik secara signifikan menurunkan bleeding time pada tikus dengan nilai (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa rokok elektrik berpotensi memengaruhi hemostasis primer dan meningkatkan kecenderungan pro-trombotik.Kata Kunci: bleeding time, rokok elektrik, tikus wistar jantan
Hubungan Obesitas dan Denyut Nadi Istirahat pada EKG dengan Skor Kualitas Hidup Pasien Atrial Fibrilasi di RS Mitra Medika Amplas Yunia Tasya Wanda; Ahmad Handayani
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.29093

Abstract

Atrial fibrilasi merupakan gangguan irama jantung supraventrikular yang paling sering ditemukan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas serta penurunan kualitas hidup pasien. Faktor kardiometabolik seperti obesitas dan denyut nadi istirahat diketahui berperan dalam patofisiologi AF dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas dan denyut nadi istirahat pada elektrokardiografi dengan kualitas hidup pasien atrial fibrilasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 31 pasien atrial fibrilasi rawat jalan di Poliklinik Jantung RS Mitra Medika Amplas. Obesitas dinilai berdasarkan indeks massa tubuh, denyut nadi istirahat diperoleh dari pemeriksaan elektrokardiografi, dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner SF-36 versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman dan regresi linear. Hasil: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan kualitas hidup baik pada domain fisik maupun mental (p 0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara denyut nadi istirahat dan domain kesehatan mental kualitas hidup pasien AF (r= 0,531; p= 0,002), namun belum terbukti sebagai faktor independen pada analisis multivariat (p= 0,095).Kata kunci: atrial fibrilasi, denyut nadi istirahat, kualitas hidup, obesitas
Hubungan Sleep Hygiene dan Sleep Quality dengan Acne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Rahma Maulina; Retno Indrastiti; Rifka Widianingrum
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.29120

Abstract

Acne Vulgaris adalah suatu penyakit kulit yang banyak diderita, tingkat prevalensi penyakit ini di Indonesia tergolong pada angka yang cukup tinggi yakni sekitar 87,5%. Acne Vulgaris dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah gangguan tidur yang berkaitan dengan sleep hygiene dan sleep quality. Kedua faktor tersebut berperan dalam regulasi hormon androgen dan produksi sebum yang berkontribusi terhadap terjadinya Acne Vulgaris. Mahasiswa kedokteran seringkali mengalami permasalahan tidur akibat beban dan tekanan akademik yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko Acne Vulgaris. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan Sleep Hygiene Index (SHI), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta pemeriksaan fisik untuk menilai Acne Vulgaris. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa sleep hygiene dengan Acne Vulgaris (p = 0,043) dan sleep quality dengan Acne Vulgaris (p = 0,010). Kesimpulan: Sleep hygiene dan sleep quality berhubungan signifikan dengan Acne Vulgaris. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sleep quality merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian Acne Vulgaris (OR = 2,44; 95% CI: 1,062–5,611), sedangkan sleep hygiene tidak menunjukkan hubungan simultan.Kata kunci: acne vulgaris, sleep hygiene, sleep quality
Variabilitas Nomenklatur Otot Craniofacial dalam Literatur Anatomi dan Klinis: Sebuah Kajian Pustaka Shafiyah Az Zahra; Annisaa Putri Ariyani; Wita Anggraini; Indrani Sulistyowati
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.28846

Abstract

Terminologi anatomi merupakan kosakata dasar dalam ilmu kedokteran gigi dan berfungsi sebagai alat komunikasi antarakademisi dan praktisi. Penggunaan terminologi anatomi otot craniofacial yang tepat dan seragam, memegang peranan penting dalam bidang kedokteran gigi. Terminologi anatomi telah terstandarisasi dalam buku yang berjudul Terminologia Anatomica (TA). Dalam pendidikan kedokteran gigi, terdapat keragaman dalam penggunaan terminologi anatomi otot craniofacial, sehingga berpotensi menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengetahui variasi nomenklatur pada anatomi otot craniofacial.Kata kunci: keragaman, terminologi anatomi, nomenklatur, otot craniofacial
Anatomi Mikroskopik Pulpa Gigi: Kajian Pustaka Diva Marcelina Wulandari; Annisaa Putri Ariyani; Wita Anggraini; Indrani Sulistyowati
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i2.28847

Abstract

Jaringan pulpa gigi merupakan jaringan ikat lunak yang berperan penting dalam mempertahankan vitalitas, nutrisi, dan proteksi gigi. Pulpa tersusun dari berbagai jenis sel, termasuk odontoblas, fibroblas, sel punca, dan sel imun seperti makrofag dan limfosit, yang seluruhnya bekerja secara terkoordinasi untuk menjaga homeostasis dan mendukung kemampuan regeneratif jaringan. Pulpa juga menerima suplai darah dan saraf yang mendukung respons terhadap cedera. Penelitian terkini menyoroti sel punca yang mampu berdiferensiasi menjadi odontoblas yang berperan meregenerasi struktur kompleks dentin-pulpa. Telaah Pustaka ini menekankan pentingnya pemahaman anatomi mikroskopik pulpa gigi untuk mendukung strategi terapi regeneratif terkini di bidang kedokteran gigi.