Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal)
Anatomica Medical Journal (AMJ) ini merupakan jenis jurnal ilmiah berskala nasional dan dipublikasi via online, memiliki e-issn yang terdaftar di PDII-LIPI. Anatomica Medical Journal ini juga terdaftar dalam jurnal Online Journal System (OJS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ruang Lingkup jurnal ini fokus pada bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara umum. AMJ menerima naskah/manuscript artikel dalam meliputi/scope artikel original (original article) dalam bentuk artikel penelitian (research article), tinjauan artikel (article review), laporan kasus (case report) dan tinjauan pustaka (literature review) yang relevan dengan bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lainnya.
Articles
144 Documents
Menyibak Fuchs' Endothelial Corneal Dystrophy sebagai Penyebab Edema Kornea
Iskandar, Raden Fitri Fatimah;
Idrus, Elfa Ali;
Fajriansyah, Angga
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i2.17752
Abstrak: Kornea melindungi permukaan okular terhadap paparan eksternal dan patogen. Struktur kornea memiliki regulasi sehingga kejernihan dan fungsinya tetap terjaga. Jumlah sel endotel yang memadai menyebabkan fungsi optimal dari epitel dan stroma, berfungsi bersama dalam homeostasis dan kejernihan. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk menyajikan kasus pasien dengan distrofi kornea Fuchs dan membahas terkait beberapa etiologi edema kornea. Laporan kasus: Pasien laki-laki 79 tahun dirujuk dengan keluhan utama buram dan nyeri pada mata kiri. Pasien sebelumnya telah diobati dengan terapi anti-virus karena sebelumnya diagnosis dengan keratitis Herpes Simpleks Virus. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan adanya guttae pada lapisan endotel kornea mata kanan serta edema pada mata kiri. Pasien menjalani pemeriksaan dengan specular microscope dan Optical Coherence Tomography segmen anterior untuk melihat detil anatomi kornea. Pasien didiagnosis dengan Fuchs’ endothelial corneal dystrophy; pasien mendapat terapi obat tetes mata hypertonic agent dan bandage contact lens. Pada waktu kontrol satu minggu berikutnya terjadi peningkatan tajam penglihatan. Diskusi: Kornea yang edema dapat disebabkan oleh beberapa sebab. Gambaran klinis masing-masing etiologi dapat tumpang tindih. Kesimpulan: Fuchs’ Endothelial Corneal Dystrophy ditandai dengan adanya kehilangan sel endotel yang progresif, pada dekade ke 5 kehidupan. Gambaran khas berupa guttata pada endotel dan penebalan membran Descemet’s, sehingga terjadi edema, nyeri dan penurunan tajam penglihatan. Terapi diberikan sesuai derajat keparahan.Kata Kunci: kornea, edema kornea, distrofi, Fuchs’s
Hubungan Antara Telogen Effluvium Dengan Pasien Paska Infeksi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kota Metro Lampung
Andrini, Nita;
Fatihin, Ifadatul
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i1.16877
Introduction: Covid-19 is a new corona virus that has now spread to human life, more specifically, it was first detected in Wuhan in China and has now reached 196 affected countries. Coronavirus disease 2019 is a disease caused by a virus from the Coronaviridae family called SevereAcuteRespiratory Syndrome Coronavirus-2. The Covid-19 pandemic has caused a profound psychological impact on society as a whole and a long-term sequelae of the disease. Excessive hair loss after Covid-19 can occur in patients and may affect their mental health. The hair cycle is highly susceptible to endogenous and exogenous stimuli, including febrile states and emotional stress, which persist in this era of pandemics. Telogen effluvium is a non-inflammatory disease characterized by diffuse loss of telogen hair, caused by disruption of the hair cycle leading to increased and synchronized telogen release. Methods: This research used a descriptive observational research design with cross-sectional method, which carried out for 1 month, at Muhammadiyah General Hospital Metro City, Lampung. The target population in this study were telogen effluvium sufferers with post-Covid-19 period July 2020 to May 2021, with the sampling technique used was total sampling from medical record data. Results:Based on the Chi Square test, the Fisher's Exact Test Sig value was obtained. (2-sides) is 0.001 (P0.05) which means that there is a significant relationship between the two variables. Decision: There is a relationship between telogen effluvium in post-Covid-19 infection patients at Muhammadiyah General Hospital Metro City, Lampung.
Dua Kasus Langka Anatomi Appendix yang di Diagnosis Menggunakan Computerized Tomography
Uinarni, Herlina -
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i2.19334
Abstrak: Posisi appendix adalah fitur anatomi yang dapat bervariasi dan dapat ditemukan di berbagai lokasi yang tidak biasa. Computerized Tomography (CT)-scan adalah alat diagnostik yang berharga untuk mengidentifikasi berbagai struktur anatomi dan kelainan, termasuk lokasi anatomi appendix yang jarang terjadi. CT scan dapat memberikan gambaran rinci tentang organ-organ internal dan struktur-struktur di abdomen dan pelvis, memungkinkan visualisasi yang akurat tentang morfologi appendix dan lokasinya. Dalam laporan ini, dilaporkan dua kasus langka yang melibatkan variasi letak anatomi appendix yang tidak biasa. Kasus pertama appendix lokasi retrohepatica, sementara kasus kedua appendix letak dalam canalis inguinalis. Diagnosis pada kedua kasus ini ditegakkan menggunakan CT sebagai modalitas utama.Kata kunci: CT-scan, kasus langka-appendix, lokasi anatomi appendix
The Effectiveness Of E-Counseling toward Weight Loss Program Among Obesity Students
Siregar, Fitri Nur Malini;
Utami, Ratih Yulistika
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i1.15161
A pandemic of obesity has caused many people to gain weight during the COVID pandemic.This pandemic has also caused people to minimize seeking treatment at health facilities. Therefore, the e-counseling method in the weight loss program is considered capable of being a treatment for obesity during a pandemic. This study aims to determine the effectiveness of e-counseling on the weight loss management program among obesity students. Methods: This study is a retrospective cohort analytic study involving obese patients. Sixty subjects was taken by the consecutive sampling method. The E-counseling method that the patient undergoes is in the form of face-to-face virtual counseling at the beginning of the program about 15 minutes per person, then a meal plan is given by reducing 500-700 kcal from the daily intake. This is followed by providing education on healthy lifestyles and periodic consultations through the WhatsApp group while undergoing the weight loss program. Results:. After undergoing the intervention for 1 month, the effects of losing as much weight as 3,39 – 4,21 kg (p0.001) used T- dependent test. Body mass index of research subjects also decreased as much as 1,72 kg/m2 to 1,88 kg/m2 (p0.001) used T dependent test. Waist circumference measurements also showed a decrease as much as 4,4 cm to 5,8 cm (p0.001) used Wilcoxon test. Conclusion: The weight loss program through the e-counseling method was clinically and statistically proven effective in reducing body weight, body mass index and waist circumference in research subjects after 1 month of intervention.Keywords: e-counseling, obesity, body mass index, waist circumference
Perbedaan Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Basuki, Rochman;
Yazid, Noor;
Sulfika, Sheryl Ula Esfandiany
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i2.16328
Abstrak. Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab kematian terbanyak urutan ketujuh di dunia. Negara Indonesia menduduki negara kelima dengan kasus DM terbanyak di dunia. DM Tipe 2 merupakan tipe yang paling banyak dialami oleh masyarakat dibandingkan dengan DM tipe lainnya. Pengendalian gula darah yang tinggi dalam tubuh merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya komplikasi DM. Penggunaan obat antidiabetes merupakan upaya utama pengendalian gula darah. Pilihan pengendalian gula darah adalah dengan terapi alternatif yaitu terapi bekam. Metode: Penelitian eksperimen dengan metode pre-eksperimental (one group pretest-posttest). Sampel penelitian sebanyak 32 responden dengan 16 responden pada tiap-tiap kelompok (minum obat dan tidak minum obat). Setiap kelompok diberikan terapi bekam selama 3 bulan sebanyak 6 kali dengan frekuensi 1 kali bekam setiap 2 minggu. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Berdasarkan uji hipotesis t berpasangan pada kelompok minum obat didapatkan nilai t hitung t tabel (6,312 1,753), sedangkan pada kelompok tidak minum obat didapatkan nilai t hitung t tabel (7,174 1,740) Berdasarkan uji hipotesis t berpasangan pada kelompok terapi bekam dengan minum obat dan tidak minum obat didapatkan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bekam terhadap kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 pada kelompok minum obat maupun kelompok tidak minum obat dengan penurunan kadar gula darah yang lebih rendah pada kelompok minum obat dengan terapi bekam.Kata kunci: diabetes melitus, terapi bekam, kadar gula darah
Perbedaan Pertumbuhan Larva Musca sp. Pada Beberapa Medium
Hajar, Nabil;
Suharto, Gatot;
Ratnaningrum, Kanti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i1.15977
Lama waktu kematian dapat diperkirakan dengan metode entomologi forensik. Serangga pertama yang tiba di jasad dan bertelur di sana adalah lalat Musca sp. Pertumbuhan larva dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya faktor medium. Oleh karena itu, penelitian harus dilakukan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan larva Musca sp. pada berbagai media. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only control group design dengan objek penelitian larva Musca sp. yang dibiakkan pada daging yang diletakkan di beberapa medium. Sampel diambil secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi 9 larva terbesar. Uji hipotesis menggunakan uji Oneway ANOVA atau uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji Post Hoc dengan uji Tukey HSD. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan pertumbuhan larva Musca Sp. di berbagai media, yakni di darat, air tawar dan air laut. Perbedaan pertumbuhan larva Musca sp. di medium tersebut terhitung pada hari ke-4 sore dengan titik kritis pertumbuhan pada hari ke 6 sore. Pertumbuhan larva tercepat adalah di medium darat dan pertumbuhan larva terbesar di medium air laut. Simpulan: Durasi pertumbuhan larva Musca sp. tercepat adalah di medium darat dan pertumbuhan larva terbesar di medium air laut dengan titik kritis pertumbuhan pada hari ke 6 sore.Kata kunci: entomologi forensik, pertumbuhan larva, medium, Musca sp.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Tingkat Kecukupan Protein dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi
Afriandi, Dian;
Aktalina, Lucia
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i1.17211
Abstrak: Di Indonesia prevalensi anemia defisiensi besi sekitar 57,1% terjadi pada remaja putri. Anemia defisiensi besi dapat mengakibatkan gangguan fungsi Hemoglobin, produktivitas rendah, perkembangan mental dan kecerdasan terhambat serta menurunnya sistem imunitas tubuh dan morbiditas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan kejadian anemia pada mahasiswi fakultas kedokteran UISU Medan. Metode: Jenis penelitian ini adalah sobservasi dengan menggunakan rancangan potong lintang. Populasi adalah seluruh mahasiswi fakultas kedokteran UISU semester II yang berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 50 orang diambil dengan random. Hasil: Hubungan pengetahuan dan tingkat kecukupan protein dengan kejadian anemia menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahun yang baik 72 %, responden yang mengkonsumsi protein cukup 84%. Terdapat 18% responden yang yang menderita anemia. Kesimpulan: Berdasarkan uji Chi square ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan kejadian anemia (p value 0,05) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi protein, terhadap kejadian anemia (p value 0,05). Kata Kunci: Anemi defisiensi besi, remaja, pola makan, status gizi
Otitis Media Supuratif Kronis Tanpa Kolesteatoma
Fayyaza, Nesya Alya;
Nasution, Muhammad Edy Syahputra
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i2.19113
Abstrak: Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah peradangan kronis mukosa telinga tengah dan mastoid, yang disertai perforasi membran timpani. OMSK dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu OMSK tipe benigna (tanpa kolesteatoma) dan OMSK tipe maligna (dengan kolesteatoma). OMSK tipe benigna adalah berkurangnya fungsi pendengaran. Penyebab OMSK tipe benigna adalah bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Pengobatan awal OMSK tipe benigna adalah pembersihan liang telinga dan pemberian antibiotik. Jika terapi awal tidak berhasil, maka penatalaksaan selanjutnya adalah pembedahan.Kata kunci: otitis media, perforasi membrane timpani,tipe benigna
Effect of Suweg Flour (Amorphophallus Campanulatus) on Reducing Blood Glucose Levels in Diabetic Rats
Setyawati, Ika;
Rahmasari, Farindira Vesti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i1.15665
Suweg (Amorphophallus campanulatus) is a food ingredient with a low glycemic index that contains phenolic and flavonoid antioxidants, as well as glucomannan. Food intake is a key factor in managing Diabetes Mellitus (DM). Diabetes mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease that can cause various complications.This study aims to determine the hypoglycemic effect of suweg (Amorphophallus campanulatus) flour. This experimental research used 25 male Wistar white rats divided into five groups. The group is normal (N), positive control (K), standard (S), treatment group with suweg flour 1.25 gr/day(P1), and the treatment group with suweg flour 2.50 gr/day(P2). Data was obtained by measuring glucose levels before and after giving suweg flour. Data were analyzed using paired difference tests (paired sample t-test). This research showsThere was a significant difference in blood glucose levels between the group given suweg flour and the positive control (p0.001). Significant correlation in treatment groups (P1 and P2).It can be concluded that administration of suweg flour (Amorphophallus campanulatus) has hypoglycemic activity (p0.05).Keywords: diabetes mellitus, hypoglycemic, suweg (Amorphallus campanulus)
Hubungan Postur Kerja dengan Kejadian Nyeri Bahu Pada Pekerja Konveksi
Shalihah, Farah;
Munawaroh, Siti
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/amj.v7i2.16821
Abstrak: Nyeri bahu menempati posisi ketiga dalam keluhan muskuloskeletal yang membawa pasien datang ke dokter atau fisioterapi. Salah satu penyebab nyeri bahu adalah postur kerja yang salah. Nyeri bahu berhubungan dengan kegiatan kerja yang bersifat monoton atau dikerjakan dengan berulang-ulang dengan gerakan yang sama. Kegiatan kerja tersebut biasanya dilakukan oleh pekerja konveksi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi ada tidaknya hubungan antara postur kerja dengan kejadian nyeri bahu pada pekerja konveksi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel penelitian adalah 26 divisi sewing dan 12 divisi finishing. Pengukuran postur kerja dilakukan dengan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkan pengukuran tingkat nyeri bahu dilakukan dengan kuesioner Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Analisis bivariat kedua variabel menggunakan uji korelasi Kendall’s tau. Hasil: Dari hasil penelitian ditemukan postur kerja dengan risiko sedang dan risiko tinggi sama-sama berjumlah 19 responden. Pada data nyeri bahu diperoleh 37 responden dengan minimal keluhan dan hanya 1 responden yang memiliki keluhan ringan. Hasil uji analisis bivariat diperoleh nilai signifikansi p=0,445 (p0,05) yang menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak bermakna (H1 ditolak). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri bahu pada pekerja konveksi.