cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
-
Phone
+6281375150018
Journal Mail Official
amj_fk@umsu.ac.id
Editorial Address
Gedung Kampus 1 Lantai II Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UMSU Jl. Gedung Arca No. 53 Medan-Sumatera Utara , Kode Pos 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal)
ISSN : -     EISSN : 26145219     DOI : https://doi.org/10.30596/anatomica
Core Subject : Health, Science,
Anatomica Medical Journal (AMJ) ini merupakan jenis jurnal ilmiah berskala nasional dan dipublikasi via online, memiliki e-issn yang terdaftar di PDII-LIPI. Anatomica Medical Journal ini juga terdaftar dalam jurnal Online Journal System (OJS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ruang Lingkup jurnal ini fokus pada bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan secara umum. AMJ menerima naskah/manuscript artikel dalam meliputi/scope artikel original (original article) dalam bentuk artikel penelitian (research article), tinjauan artikel (article review), laporan kasus (case report) dan tinjauan pustaka (literature review) yang relevan dengan bidang Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 150 Documents
Analisis Perbandingan Kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada Ibu Hamil Normal dengan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kota Surabaya dan Sumenep Idarto, Areta; Siahaan, Salmon Charles; Lukas, Dwi Lily; Setyawan, Yuswanto; Tannus, Ferdinand Aprianto
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.18905

Abstract

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia (2020), dari total 4.656.382 ibu hamil di seluruh provinsi Indonesia, sebanyak 451.350 di antaranya memiliki risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), mewakili persentase sebesar 9,7%. Di antara ibu hamil, 59,5% merupakan primigravida yang mengalami KEK, 56% merupakan ibu hamil yang bekerja, dan 88% merupakan ibu hamil dengan usia berisiko (20-35 tahun) yang mengalami KEK. Tujuan: untuk menganalisis antara kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK dan korelasi antar variabel. Metode: eksperimental dengan desain penelitian epidemiologi analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik non-probability sampling dengan quota dan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil: Analisis penelitian menunjukkan bahwa variabel gravida memiliki distribusi normal pada kedua kelompok ibu hamil normal dan yang mengalami KEK. Data usia dan gravida menunjukkan homogenitas. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK. Selain itu, terdapat korelasi yang signifikan antara kadar Hb dan jumlah eritrosit. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar Hb dan jumlah eritrosit antara ibu hamil normal dan ibu hamil yang mengalami KEK (nilai p 0,001).Kata Kunci: KEK, Hb, Eritrosit
Dampak Skabies Terhadap Kualitas Hidup Santri Di Pondok Pesantren Tahfizh Darul Qur’an Deli Serdang: Metode Analisis Campuran Salsabila, Amira; Pratiwi, Febrina Dewi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.15181

Abstract

Skabies ialah penyakit infeksi pada sistem integumen karena tungau Sarcoptes scabiei. Prevalensi penyakit skabies di provinsi Sumatera Utara belum diketahui dengan pasti, tetapi penelitian di salah satu pesantren Kota Medan tahun 2018 mendapati angka kejadian skabies mencapai 43,52% kasus. Kegiatan santri yang kerap dilakukan bersama, lingkungan padat serta terpisah dari keluarga kemungkinan akan memberikan berbagai respons jika menderita penyakit termasuk skabies. Tujuan: Untuk mengetahui dampak skabies terhadap kualitas hidup santri Pondok Pesantren Tahfizh Darul Qur’an Deli Serdang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik campuran dengan pengisian kuesioner Dermatology Life Quality Index (DLQI) dan wawancara mendalam pada responden kelompok skabies dan tidak skabies. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, penderita skabies di lokasi penelitian mayoritas laki-laki, usia 12–15 tahun, kelas 7, frekuensi skabies satu kali, durasi gejala 6 bulan, dan menularkan keluarga. terdapat perbedaan rerata skor DLQI 12,05 bagi kelompok skabies dan 4,75 bagi kelompok tidak skabies. Mayoritas santri merasakan gatal dan perih, malu dan tidak fokus belajar. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata skor DLQI antara kelompok skabies dan tidak skabies, di mana kelompok skabies memiliki skor DLQI lebih tinggi daripada kelompok tidak skabies.Kata Kunci: indeks kualitas hidup dermatologi, kualitas hidup, skabies
Hubungan Infeksi Cacing Soil Transmitted Helminth dengan Kejadian Alergi: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Sutrisna, Betti Endang; Nurhayati, Nurhayati; Alvarino, Alvarino; Irawati, Nuzulia; Khaira, Fathiyyatul
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.19000

Abstract

Alergi adalah gangguan inflamasi yang umumnya disebabkan respon imun yang tidak tepat terhadap alergen lingkungan. Respon imun tubuh terhadap penyakit alergi mirip dengan respon tubuh host terhadap infeksi cacing. Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui hubungan infeksi soil transmitted helminth dengan kejadian alergi. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik Pubmed dan Proques menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Literatur terpilih dinilai kelayakannya menggunakan kuesioner The Joanna Broggs Institute (JBI checklist) yang disesuiakan dengan desain masing-masing literatur. Sebanyak 13 studi dimasukkan ke dalam tinjauan sistematis. Terdapat 7 artikel yang menjelaskan adanya hubungan negatif dimana infeksi soil transmitted helminth dapat memproteksi terhadap penyakit alergi. Terdapat 3 studi menunjukkan adanya hubungan positif antara dua variable tersebut atau infeksi soil transmitted helminth tidak bersifat proteksi terhadap penyakit alergi. Namun, terdapat 3 artikel yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara infeksi soil transmitted helminth dengan kejadian alergi. Berdasarkan literatur yang didapatkan terdapat hasil yang bervariasi terkait dengan hubungan infeksi soil transmitted helminth dengan kejadian alergi, sebagian besar menunjukkan adanya hubungan negatif yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.Kata kunci: infeksi soil transmitted helminth, alergi
Perbandingan Profesionalisme Mahasiswa Pada Setiap Angkatan Mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Febriansyah, Renaldi; Isnayanti, Desi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.14422

Abstract

Mahasiswa profesi dokter harus memiliki nilai profesionalisme yang baik pada setiap mahasiswa profesi dokter, perbandingan nilai profesionalisme pada setiap angkatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, faktor stres, beban akademik, lingkungan belajar baru, pengalaman pembelajaran. karena lingkungan belajar yang baru menyebabkan terjadinya stres dan beban akademik menjadi lebih tinggi hal ini akan memicu terjadinya penurunan profesionalisme mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan profesionalisme pada setiap mahasiswa profesi FK UMSU. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional pada 74 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2017 dan 2018 yang dipilih berdasarkan Quota Sampling. Daltal dialmbil menggunalkaln kuesioner Professionallism alssessment scalle for medicall daln dialnallisis dengaln uji t tidalk berpalsalngaln. Halsil. Profesionallisme malhalsiswal profesi tertinggi terdalpalt paldal Alngkaltaln 2017 (88,5) daln perempualn (87,6) dengaln perbedalaln alntalr kelompok yalng tidalk signifikaln (p = 0,100 daln p= 0,233). Kesimpulaln. Tidalk terdalpalt perbedalaln yalng signifikaln paldal profesionallisme malhalsiswal Falkultals Kedokteraln alntalral alngkaltaln 2017 daln 2018 sertal jenis kelalmin lalki-lalki daln perempualn.Kaltal kunci: profesionallisme, malhalsiswal kedokteraln, alngkaltaln belaljalr
Hubungan Tingkat Resiliensi Stres dengan Irritable Bowel Syndrome pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Pembanguan Nasional "Veteran" Jakarta 2023 Isvandiary, Astea Adzani; Pasiak, Taufiq Fredrik; Hasanah, Uswatun; Yulianti, Retno
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.20099

Abstract

Sindrom iritasi usus/Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kelainan gastrointestinal fungsional jangka panjang yang menyebabkan nyeri perut, distensi, dan gangguan pola dan tekstur defekasi tanpa gangguan organik, dan seringkali dikaitkan dengan stres psikologis. Melalui komunikasi antara axis gut-brain, stres memengaruhi masalah gastrointestinal. Stres terbesar yang dialami mahasiswa kedokteran mungkin berasal dari tuntutan akademik yang melampaui kemampuan mahasiswa. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada 30 mahasiswa tingkat 3 dan 4 Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (FK UPN) “Veteran” Jakarta tahun 2023. Hasil: data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik menggunakan metode uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar penderita IBS adalah perempuan (43,3%) dengan tingkat mahasiswa terbanyak yaitu tingkat 3 (30%). Hasil uji statistik bivariat didapatkan p-value = 0.002.  Kesimpulan:  terdapat hubungan antara tingkat resiliensi stres dengan kejadian IBS pada mahasiswa FK UPN “Veteran” Jakarta Tahun 2023.Kata kunci: irritable bowel syndrome, mahasiswa kedokteran, resiliensi stres
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai Dengan Kejadian Computer Vision Syndrome Pada Pelajar Sekolah Menengah Atas Swasta Shafiyyatul Amaliyyah Kota Medan Tahun 2022 Gufraan, Gathan; Rahmat, Said Munazar
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v7i3.14395

Abstract

Gawai adalah perangkat elektronik yang umum digunakan. Intensitas penggunaan, kecerahan layar, masalah penglihatan dan pengaturan tempat kerja yang tidak tepat merupakan faktor penyebab gangguan penglihatan yang disebut computer vision syndrome. Bertujuan mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan gawai dengan kejadian computer vision syndrome pada pelajar sekolah menengah atas swasta Shafiyyatul Amaliyyah. Metode: Penelitian ini melibatkan 104 subjek. Merupakan studi deskripitif analitik secara cross sectional. Intensitas penggunaan gawai diukur dalam satuan jam/hari.  Kejadian computer vision syndrome diukur melalui kuesioner Computer Vision Symptom Scale-17 (CVSS17). Data dianalisis menggunakan uji Krusskal walis. Hasil: Distribusi frekuensi tingkat intensitas penggunaan gawai selama 6 jam sebanyak 23 orang (22,1%). Tingkat kejadian computer vision syndrome, didominasi kelompok yang mengalami keluhan sebanyak 103 orang (99%). Keluhan yang paling banyak didominasi oleh mata lelah sebanyak 98 orang (94,2%). Distribusi frekuensi tingkat keparahan computer vision syndrome didominasi oleh level 3 sebanyak 39 orang (37,5%). Distribusi frekuensi tingkat keparahan ESF dan ISF computer vision syndrome didominasi oleh ESF level 2 sebanyak 57 orang (54,8%) dan ISF level 1 sebanyak 71 orang (68,2%). Tidak terdapatnya hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gawai dengan kejadian computer vision syndrome (p=0,992). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gawai dengan kejadian computer vision syndrome pada pelajar sekolah menengah atas swasta Shafiyyatul Amaliyyah.Kata kunci: computer vision syndrome, gawai,  pelajar
Studi Atropometri: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Sefalik Pada Suku Timor Di Kota Kupang-Nusa Tenggara Timur Hutasoit, Regina Marvina; Iswaningsih, Iswaningsih; Rarawoda, Rachel; Lendu, Febryantie; Kusumah, Safira Prabasari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.21323

Abstract

Ukuran antropometri dari kepala seseorang akan memberikan bentuk penampilan yang khas pada seseorang dan kemudian akan membentuk ciri khas pada suatu suku atau ras tertentu. .Indeks sefalik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, suku, ras, lingkungan geografis dan genetik. Faktor yang mempengaruhi ukuran antropometri kepala seperti jenis kelamin dan umur yang dianggap sebagai identitas umum  diamati dan di analisis untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ukuran indeks sefalik sehingga identitas suku Timor dapat diamati dan perkembangan yang terjadi  dapat diamati kedepannya .Selain itu melengkapi data primer untuk identifikasi dari suku Timor. Metode: penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 100 responden yang beridentitas suku Timor asli berusia 11-50thn berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Hasil: Uji Maan-whitney, menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rerata indeks sefalik dengan jenis kelamin (p=0.992) dan umur  (p=0,161) Kesimpulan: kedua faktor jenis kelamin dan umur tidak memberikan pengaruh yang signifikan  pada indeks sefalik apabila diterapkan pada individu yang berasal dari suku, lingkungan geografis dan usia yang tidak jauh berbeda. Bentuk kepala pada suku Timor berdasarkan jenis kelamin masih didominasi dengan bentuk brachicepalic.Kata kunci : indeks sefalik, suku Timor,umur, jenis kelamin
Aspergilosis Invasif: Diagnosis dan Tatalaksana Hapsah, Hapsah
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.18967

Abstract

Aspergillus adalah jamur kosmopolitan yang biasanya dijumpai pada sisa debris organik, kompos, makanan, gandum, ventilasi udara dan debu atau vegetasi busuk lainnya. Spesies Aspergillus yang paling sering menyebabkan penyakit pada manusia adalah Aspergillus fumigatus dan aspergiluus. Gejala khas yang lazim ditemui pada pasien Aspergilosis invasif yaitu sesak napas, batuk, nyeri dada pleuritik, hemoptisis, demam, dan dapat pula terjadi komplikasi berat yang mengancam jiwa seperti gagal napas, syok, gagal organ dan kematian. Diagnosis Aspergilosis invasif masih menjadi tantangan karena gejala klinis yang tidak khas ditambah uji diagnostik yang belum ideal masih belum tersedia, tetapi pemeriksaan serologi dan molekuler dapat diharapkan membantu ketepatan diagnosis.Kata kunci: Aspergilosis invasif, aspergillus sp, infeksi jamur
Hubungan Durasi Sakit dan Fungsi Keluarga terhadap Fungsi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Nurhasanah, Nurhasanah; Nuralita, Nanda Sari
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.22876

Abstract

Gangguan kecemasan adalah kondisi yang memengaruhi kualitas hidup, termasuk fungsi sosial dan pekerjaan. Selain faktor individu, dukungan keluarga juga memainkan peran penting dalam mempengaruhi tingkat keparahan gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi sakit, fungsi keluarga, dan dampaknya terhadap fungsi pasien gangguan kecemasan di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel pasien gangguan kecemasan yang dirawat di Rumah Sakit Madani, Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur durasi sakit, dukungan keluarga, dan fungsi sosial pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat, Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara durasi sakit dengan fungsi pasien (p-value 0,001; r = 0,650), yang berarti semakin lama durasi sakit, semakin buruk fungsi pasien. Selain itu, ada hubungan signifikan antara fungsi keluarga dan fungsi pasien (p-value 0,001; r = -0,651) yang mengindikasikan bahwa semakin baik fungsi keluarga, semakin rendah skor fungsi pasien. Kesimpulan: Durasi sakit yang panjang memperburuk fungsi psikososial pasien gangguan cemas, sementara dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga yang kuat dan pengelolaan durasi sakit yang tepat penting dalam pemulihan pasien gangguan cemas.Kata Kunci: durasi sakit, fungsi keluarga, fungsi pasien
Sindroma Koroner Akut pada Pasien Kanker: Pendekatan Manajemen Kardio-Onkologi Laksono, Sidhi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i1.21637

Abstract

Kanker dan penyakit jantung koroner saling berhubungan karena memiliki faktor risiko yang sama, dimana pasien kanker akan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan serangan jantung atau sindroma koroner akut. Selain itu, terapi kanker baik obat-obatan, kemoterapi atau radioterapi dapat menyumbang patofisiologi terjadinya sindroma koroner akut. Gejala klinis nya pun bervariasi dan tidak khas, sehingga diperlukan penegakan diagnosis menggunakan pemeriksaan penunjang lainnya. Manajemen sindroma koroner akut pada pasien kanker sesuai dengan pendekatan kardio-onkologi, berupa evaluasi risiko trombosis atau perdarahan, stadium atau jenis kanker, penyulit anemia, angka harapan hidup dan prognosis. Hal inilah yang menyebabkan tatalaksana sindroma koroner akut (SKA) pada pasien kanker sangatlah tergantung kondisi pasien tersebut.Kata kunci: kanker, sindroma koroner akut, tatalaksana