cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP)
ISSN : 2597520X     EISSN : 25975218     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
Kontribusi Mata Kuliah Bahasa Indonesia terhadap Pembentukan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Akademik Mahasiswa Program Sarjana Universitas Negeri Manado Merdekawati Mentu, Jeisi Riska; Raflesia, Citra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/q43zvv03

Abstract

  Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi mata kuliah Bahasa Indonesia terhadap kemampuan berpikir kritis dan literasi akademik mahasiswa Program Sarjana Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan membaca kritis, menulis ilmiah, dan argumentasi akademik mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 120 mahasiswa dari berbagai program studi yang telah menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui angket kontribusi mata kuliah, tes kemampuan berpikir kritis berdasarkan indikator Ennis, tes literasi akademik, serta analisis dokumen tugas ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mata kuliah Bahasa Indonesia dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa (r = 0,62), serta hubungan yang kuat dengan literasi akademik mahasiswa (r = 0,71). Peningkatan kemampuan terlihat pada aspek argumentasi, struktur penulisan ilmiah, penggunaan sitasi, dan pemahaman wacana akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis analisis teks ilmiah di perguruan tinggi. Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Berpikir Kritis, Literasi Akademik, Mahasiswa Sarjana
Permasalahan Siswa SMP dalam Menerapkan HOTS pada Kegiatan Presentasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Riyanti, Asih -; Magepira
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/0j826955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena masalah siswa SMP di Tarakan dalam menerapkan HOTS dalam kegiatan pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas  kelas VII B tahun ajaran 2024/2025 yang melakukan kegiatan presentasi bahasa Indonesia secara individu dan kelompok. Tempat penelitian di SMP 11 Tarakan Kalimantan Utara dengan. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan pedoman wawancara.Data dianalisis dengan menggunakan beberapa langkah dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwapada tingkat  analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pada tingkat analisis, mayoritas siswa belum mampu menghubungkan teori dengan contoh, mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan, tanggapan dari audiens, serta menjelaskan materi dengan cara yang terstruktur. Pada tingkat evaluasi, kemampuan untuk menilai ketepatan, relevansi, dan kedalaman isi presentasi juga masih belum optimal. Di sisi lain, di tingkat menciptakan hampir semua siswa belum menunjukkan kemampuan dalam merancang, mengembangkan ide baru, atau menciptakan karya serta solusi yang kreatif. Temuan ini keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan presentasi masih perlu mengindikasikan bahwa ditingkatkan melalui metode pembelajaran yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kata kunci: HOTS, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Presentasi
Nilai Budaya dalam Tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara Zely Adesti, Zely Adesti; Yuniati, Ira; Gunawan, Hafiz; Suyuthi, Hasmi
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/3n4ecq54

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan spiritual melalui sastra lisan berupa tuturan dan pantun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai budaya dalam tradisi Pencak Silat Rejang Pat Petulai Kabupaten Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data penelitian berupa tuturan dan pantun yang diperoleh dari sesepuh, pesilat senior, dan pesilat pemula melalui teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 data nilai budaya dalam hubungan manusia antara lain, nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan 6 data, nilai budaya hubungan manusia dengan alam 10 data, nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat 10 data,nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain 10 data nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri 8 data.   Kata Kunci: Nilai Budaya, Pencak Silat Rejang Pat Petulai, Sastra Lisan, Tradisi Lokal  
Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Setetes Embun Cinta Niyala Sutradara Anggy Umbara Fitriani, Umi; Gunawan, Hafiz; Yuniati, Ira; Elyusra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ww6r5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech dalam dialog antartokoh film Setetes Embun Cinta Niyala karya sutradara Anggy Umbara. Fokus utama penelitian ini adalah enam maksim kesantunan, serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dalam tuturan para tokoh. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam media film, serta memberikan wawasan tentang nilai-nilai kesantunan yang direpresentasikan melalui dialog dalam karya audiovisual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan para tokoh dalam film berdurasi 109 menit yang mengandung unsur kesantunan berbahasa. Prosedur analisis meliputi tahap pengumpulan data, identifikasi, klasifikasi, interpretasi berdasarkan teori Leech, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 tuturan yang mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian: maksim kebijaksanaan (9 tuturan), kedermawanan (15), penghargaan (8), kesederhanaan (13), pemufakatan (12), dan kesimpatian (17). Maksim yang paling dominan adalah maksim kesimpatian dan kedermawanan, sedangkan maksim penghargaan merupakan yang paling sedikit muncul.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Setetes Embun CintaNiyala tidak hanya menyajikan komunikasi verbal antar tokoh, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa yang mencerminkan empati dan kemurahan hati dalam interaksi sosial. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan prinsip kesantunan dalam berbagai genre film atau mengaitkannya dengan konteks budaya dan sosial yang lebih luas.   Kata Kunci: Film Setetes Embun Cinta Niyala, Kesantunan Berbahasa, Maksim Leech, Pragmatik
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan (Kajian Semantik) Isranur Shella, Serly; Hafiz Gunawan; Ira Yuniati; Elyusra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xgsdaz18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotatif dan konotatif dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan melalui kajian semantik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian teori semantik, khususnya terkait penggunaan makna denotatif dan konotatif dalam karya sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat-kalimat dalam novel yang mengandung kedua jenis makna tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, sedangkan analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung makna denotatif dan konotatif yang digunakan secara kontekstual oleh pengarang. Makna konotatif negatif ditemukan paling dominan, sementara makna konotatif positif paling sedikit. Dominasi makna konotatif tersebut dimanfaatkan pengarang sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial serta menggambarkan realitas kehidupan kepada pembaca, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: Kajian Semantik, Makna Denotatif dan Konotatif, Novel  
Minat Pembaca terhadap Karya Sastra Digital Shanty, Laras; Yuniati, Ira; Mahdijaya; Atmaja, Loliek Kania
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kwyx4r54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat pembaca terhadap karya sastra digital dengan menggunakan pendekatan resepsi sastra pada mahasiswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses karya sastra melalui media daring, seperti novel yang dipublikasikan pada platform digital. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana minat pembaca, khususnya mahasiswa, terhadap karya sastra digital.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan resepsi sastra. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berjumlah 35 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang disebarkan melalui Google Form. Instrumen penelitian disusun berdasarkan jenis minat pembaca yang meliputi minat realistik, investigatif, artistik, sosial, enterprising, dan konvensional. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mendeskripsikan hasil jawaban responden berdasarkan skala Likert yang terdiri dari sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.   Kata Kunci: Karya Sastra Digital, Mahasiswa, Minat Pembaca, Resepsi Sastra  
Kepribadian Abnormal dalam Kumpulan  Cerpen111 Evil Ways Karya Wulan Wahyuning Ratri Trisna Anugrah; Yuniati, Ira; Paulina, Yanti; Kania Atmaja, Loliek
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/tkn9y588

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan berbagai jenis kepribadian abnormal yang dialami tokoh serta cara mengatasi gangguan kepribadian yang terdapat dalam kumpulan cerpen berjudul 111 Evil Ways karya Wulan Wahyuning Ratri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif melalui sudut pandang psikologi sastra. Sumber data penelitian terdiri dari kutipan-kutipan yang mencerminkan kepribadian abnormal dalam cerpen, dan data diambil dari kumpulan cerpen 111 Evil Ways. Proses pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yang meliputi membaca, menandai, dan mencatat kutipan-kutipan yang sesuai. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa para tokoh dalam cerpen tersebut menampilkan beberapa tipe kepribadian abnormal yang masuk ke dalam kluster A, yaitu termasuk gangguan kepribadian paranoid, skizoid, dan skizotipal. Penanganan gangguan kepribadian tersebut bisa dilakukan melalui berbagai metode seperti psikoterapi, terapi kognitif, terapi psikodinamik, terapi keluarga, serta pemberian obat-obatan. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi bidang psikologi sastra, khususnya untuk memahami bagaimana gangguan kepribadian tokoh tergambar dalam karya sastra. Kata kunci: Cerpen, Kepribadian Abnormal, Psikologi Sastra
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Bila Esok Ibu Tiada Karya Rudi Soedjarwo Windi Putri Andini; Yuniati, Ira; Rustinar, Eli; Zakaria, Jelita
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/p4fwwp80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian tindak tutur ilokusi dalam memahami komunikasi yang efektif melalui media film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam film "Bila Esok Ibu Tiada" karya Rudi Soedjarwo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak, rekam, dan catat dialog film. Hasil penelitian menunjukkan adanya 75 data tindak tutur ilokusi yang meliputi asertif (19 data), direktif (21 data), ekspresif (23 data), komisif (9 data), dan deklaratif (3 data). Tindak tutur ekspresif menjadi yang paling dominan. Kesimpulannya, film ini kaya akan penggunaan tindak tutur ilokusi yang berfungsi untuk menyampaikan emosi, membangun hubungan antartokoh, dan menghidupkan dinamika cerita. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dan analisis wacana dalam media audiovisual.                                                                                           Kata Kunci: Film, Pragmatik, Tindak Tutur Ilokusi  
Representasi Perempuan dalam Album Lagu Nadin Amizah: Kritik Feminisme Serli Eka Susanti; Dina Ariyanti, Tri; Hakim, Man; Mahdijaya
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/466gvv20

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami representasi perempuan dalam karya sastra populer, khususnya dalam lirik lagu. Lagu tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan sosial, budaya, dan ideologi. Salah satu musisi Indonesia yang banyak menghadirkan pengalaman emosional perempuan dalam lirik lagunya adalah Nadin Amizah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi perempuan dalam sepuluh lagu karya Nadin Amizah melalui perspektif kritik feminisme. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminisme, khususnya feminisme eksistensialis. Data penelitian berupa kutipan lirik lagu yang menggambarkan pengalaman dan posisi perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan terhadap lirik lagu, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sepuluh lagu tersebut terdapat berbagai representasi perempuan yang menggambarkan pengalaman emosional, luka batin, pergulatan perasaan, serta proses penerimaan diri. Perempuan dalam lirik lagu digambarkan tidak hanya sebagai sosok yang rapuh, tetapi juga sebagai individu yang berusaha memahami dirinya, bangkit dari pengalaman yang menyakitkan, dan menemukan jati dirinya. Dengan demikian, lagu-lagu karya Nadin Amizah tidak hanya menyampaikan pengalaman personal perempuan, tetapi juga menggambarkan perjuangan perempuan dalam memahami diri dan menghadapi tekanan sosial.   Kata Kunci: Lirik Lagu, Kritik Feminisme, Representasi Perempuan
Tindak Tutur Direktif dalam Ceramah Ustadz Hanan Attaki pada Platform Youtube Agustina, Ria; Gunawan, Hafiz; Suyuthi, Hasmi; Yuniati, Ira
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xt45v207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif dalam ceramah Ustadz Hanan Attaki pada video “Sabar, Terus Memperbaiki Diri” dan “Rahasia Mengubah Takdir (Jodoh, Rezeki, dan Sukses)” di platform YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam kajian pragmatik. Data penelitian berupa tuturan verbal yang mengandung tindak tutur direktif yang bersumber dari video ceramah Ustadz Hanan Attaki di YouTube. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik 1) mengakses video, 2) menonton video, 3) menyimak 4) mencatat, dan 5) menandai, sedangkan analisis data meliputi 1) mengidentifikasi data, 2) mengklasifikasikan data, 3) menginterpretasikan data, dan 4) menyimpulkan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan pedoman klasifikasi tindak tutur direktif, serta keabsahan data diuji melalui ketekunan pengamatan dan pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ceramah “Sabar, Terus Memperbaiki Diri” ditemukan 45 data tindak tutur direktif yang terdiri atas ajakan 4 data, larangan 20 data, perintah 2 data, permintaan 4 data, nasihat 14 data, dan kritikan 1 data. Bentuk dominan adalah larangan, sedangkan yang paling sedikit adalah kritikan. Pada ceramah “Rahasia Mengubah Takdir (Jodoh, Rezeki, dan Sukses)” ditemukan 48 data yang meliputi ajakan 3 data, larangan 28 data, perintah 7 data, permintaan 3 data, nasihat 6 data, dan tidak ditemukan kritikan. Dominannya tindak tutur larangan menunjukkan bahwa penceramah menekankan pengendalian diri, penguatan nilai keimanan, serta pencegahan perilaku negatif melalui pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa tindak tutur direktif menjadi strategi utama penyampaian dakwah yang edukatif dan adaptif di media digital.   Kata Kunci: Ceramah Dakwah, Pragmatik, Tindak Tutur Direktif

Filter by Year

2017 2026