cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 140 Documents
ANALISIS DAMPAK TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PERILAKU BULLYYING DI TK AL-MAWADDAH KECAMATAN SUKA MAKMUR ACEH BESAR Fitriah Hayati; Cut Malinda
Jurnal Buah Hati Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v7i2.1188

Abstract

Television as an information technology that has a positive and negative impact on children, one of which is bullying. Children who have copycat characteristics will easily imitate scenes on television without supervision. The shows that are often aired and in demand by children are the animated films Adit and Sopo Jarwo, Tom and Jerry, Sponge Bob and others. The purpose of this study was to determine the impact of television films on bully behavior in TK Al-Mawaddah Aneuk Galong Baro, Suka Makmur District, Aceh Besar. This research use desciptive qualitative approach. The population of this research was all students of TK Al-Mawaddah Gampong Aneuk Galong Baro totaling 96 children. The research sample was taken. The sampling was carried out using purposive sampling technique, with various considerations taken as many as 10 children who indicated bullying behavior. Data collection techniques were carried out through interviews and observations. The data analysis technique used in this research is qualitative data analysis, namely describing and interpreting the data obtained in the field from the informants, with steps of presenting data, drawing conclusions and verification. The results showed that the animated film Adit Spoe Jarwo on MCTV, Tom and Jerry on RCTI and Spangebob on Global TV had a negative impact on children's behavior, one of which was bullying. Children tend to imitate and practice the scenes in the animated film in real life. Among the behaviors that are often shown by children, namely hitting, lying, chasing after, laughing at and taunting friends. Abstrak Televisi sebagai salah satu teknologi informasi yang memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi anak salah atunya adalah perilaku bully. Anak yang memiliki sifat peniru akan dengan mudah meniru adegan dalam tayangan televisi jika tanpa adanya pengawasan. Tontonan yang sering tayang dan diminati anak yaitu film animasi Adit dan Sopo Jarwo, Tom and Jerry, Sponge Bob dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak tayangan televisi film terhadap prilaku bully di TK Al-Mawaddah Aneuk Galong Baro Kecamatan Suka Makmur Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid TK Al-Mawaddah Gampong Aneuk Galong Baro berjumlah 96 anak. Sampel penelitian diambil Penarikan sampel dilakuan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan berbagai pertimbangan sampel diambil sebanyak 10 anak yang terindikasi melakukan prilaku bully. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari para informan, dengan langkah penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi Adit Spoe Jarwo di MCTV, Tom and Jerry di RCTI dan Spangebob di Global TV memberikan dampak negatif terhadap perilaku anak salah satunya adalah prilaku bully. Anak cenderung meniru dan mempraktekkan adegan dalam film animasi tersebut dalam kehidupan nyata. Diantara perilaku yang sering ditunjukkan anak yaitu memukul, berbohong, kejar kejaran, menertawakan dan mengejek teman. Kata Kunci: Film Animasi Anak, Perilaku Bullying
KETAHANAN MENTAL KELUARGA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGHADAPI NEW NORMAL Nurhastuti Nurhastuti; Zulmiyetri Zulmiyetri; Setia Budi; Iga Setia Utami
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1204

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused social change. Social changes that occur include the category of unplanned social change. Because of its unplanned nature, surely the community is not ready to face it. New normal form new habits, but not everyone is easy to adapt to new lifestyles. The impact of the heavy Covid-19 pandemic will be more felt by parents who have children with special needs. The social changes caused by Covid-19 Pandemic require mental resilience to deal with it. This study aims to determine the extent of family resilience of children with special needs in dealing with new normal. The method used in this study is mixed methods which is a research step that combines two forms of research, namely quantitative research and qualitative research. Data analysis in this study uses descriptive statistical analysis. The results of this study are the Covid-19 pandemic has a tremendous impact on all lines of life and has a dramatic effect on the welfare of many families and communities. In the current condition each family member who has a child with special needs has a role in strengthening the family's mental endurance and also plays a role in maintaining the integrity and welfare of the family. The first thing to do is managing emotions, managing stress, increasing life motivation, and building connections with family members. Abstrak Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi saat ini termasuk kategori perubahan sosial yang tidak direncanakan. Karena sifatnya yang tidak direncanakan, pastilah masyarakat tidak siap menghadapinya. New normal membentuk kebiasaan baru, namun tidak semua orang mudah beradaptasi menghadapi gaya hidup baru. Dampak pandemi Covid-19 yang berat akan lebih dirasakan oleh orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Perubahan sosial yang diakibatkan Pandemi Covid-19 ini memerlukan ketahanan mental untuk menghadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketahanan keluarga anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi new normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods yakni suatu langkah penelitian yang menggabungkan dua bentuk penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian ini adalah pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa di segala lini kehidupan dan memiliki efek dramatis pada kesejahteraan banyak keluarga dan masyarakat. Dalam kondisi saat ini setiap anggota keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus mempunyai peran dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga dan juga berperan dalam mempertahankan keutuhan dan kesejahteraan keluarga. Hal pertama yang harus dilakukan mengelola emosi, mengelola stres, meningkatkan motivasi hidup, dan membina komunikasi dengan anggota keluarga. Kata Kunci: Ketahanan Keluarga,Anak Berkebutuhan Khusus, New Normal
TRADISI KATOBA PEMBENTUK KARAKTER ANAK DI MUNA Hesti Hesti; Ahmad
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1249

Abstract

The purpose of this research is to describe the process of the Katoba tradition as a character forming of children in the Muna ethnic community, and to find the meanings of the Katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community. This research was conducted in Lawa Subdistrict, West Muna Regency. The determination of informants in this study was carried out by determining key informants who served as pioneers for researchers to obtain data. The type of data in this study is qualitative data. Data collection techniques used in this study were: Observation, In-depth Interviews, and Documents. The results showed that the process of the katoba tradition as forming children's character in the Muna ethnic community consisted of 3 stages, namely: 1. the pre-katoba stage, which started with determining the good day of our life, 2. The catoba procession stage which began with: a. opening, b. dofotoba, c. listen to katoba advice containing lansaringino expressions, expressions of naasi rights, and expressions of maintaining the balance of the relationship between nature and the environment. 3. Post katoba (recitation of the prayer congratulations). The meaning contained in the process of implementing Katoba is in the hope that children who are told can understand the boundaries of ethics, norms in social life and can apply them in everyday life. The stages of the process of implementing katoba as forming children's character have a meaning that is believed by the Muna ethnic community, where the meaning cannot be separated from the cultural and belief context. The meaning contained in the process of implementing katoba in the Muna ethnic community is in the hope that the child who is said to be able to understand the boundaries and ethics or norms in social life, and can apply it in everyday life. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna, dan untuk menemukan makna-makna tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Penentuan informan dalam penelitian ini di lakukan dengan menetapkan informan kunci yang berfungsi sebagai pembuka jalan bagi peneliti untuk memperoleh data. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Pengamatan , Wawancara Mendalam, dan Dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses tradisi katoba sebagai pembentuk karakter anak pada masyarakat Etnis Muna terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1. tahap pra – katoba, yang dimulai dengan menentukan hari baik dan ali kita, 2. Tahap prosesi katoba yang dimulai dengan : a. pembukaan, b. dofotoba, c. mendengarkan petuah katoba yang berisi ungkapan lansaringino, ungkapan haku naasi, dan ungkapan menjaga keseimbangan hubungan alam dan lingkungan. 3. Pasca katoba (pembacaan doa selamat). Makna yang terdapat dalam proses pelaksanaan katoba adalah dengan harapan anak yang di toba dapat memahami batasan etika , norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tahapan proses pelaksanaan katoba sebagai pembentuk karakter anakmemiliki makna yang dipercayai oleh masyarakat etnis Muna, dimana pemaknaan tersebut tidak lepas dari konteks budaya dan kepercayaan. Makna yang terdapat pada proses pelaksanaan katoba pada masyarakat etnis Muna adalah dengan harapan anak yang di katoba dapat memahami batasan dan etika atau norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat,serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Tradisi, Katoba, Pembentuk Karakter Anak
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA TANTANGAN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI Feby Atika Setiawati; Suyadi
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1274

Abstract

Early childhood is an important and crucial time for every human being. Children's cognitive development rapidly through stimuli around them. The scope of cognative development in children aged 5-6 years consists of general knowledge and science and mathematics. In developing the ability to know and understand the concept of numbers in a fun way for children, one of them can be done by using the educational game tool snakes and ladders. This study aims to improve the ability of children aged 5-6 years in understanding the concept of numbers through the strategy of snake ladder challenge games. In this study using qualitative research and data collection techniques using interview, observation, and documentation methods. It can be concluded that the strategy of snakes and ladders game can help teachers convey their learning materials in improving cognitive in early childhood. Abstrak Masa usia dini adalah masa penting dan krusial bagi setiap manusia. Kognitif anak berkembang pesat melalui rangsangan di sekitar mereka. Lingkup perkembangan kogntif pada anak usia 5-6 tahun terdiri dari pengetahuan umum dan sains serta matematika. Dalam mengembangkan kemampuan mengenal dan memahami konsep angka dengan cara yang menyenangkan bagi anak, salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan alat permainan edukatif ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam pemahaman konsep bilangan melalui strategi permainan ular tangga tantangan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa strategi permainan ular tangga dapat membantu guru menyampaikan materi pembelajarannya dalam meningkatkan kognitif pada anak usia dini. Kata Kunci: Strategi Permainan Ular Tangga Tantangan, kognitif, Anak Usia Dini
ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MELALUI PENGENALAN FUNGSI JAM DAN KONSEP WAKTU DENGAN TEORI SCHOENFELD MENYELESAIKAN MASALAH ANAK TK Wasilatur Rofiqoh; Iza Syahroni; Eva Latipah
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1315

Abstract

The problem that arises in this study is “How to analyze children’s thinking skills in solving a problem of introducing the function of the clock and the concept of time with Schoenfels’s theory”. In detail, the problem of how student’s critical thinking skills will be discussed in accordance with the five steps of problem solving according to Schoenfeld, namely Reading, Analysis, Exploration, Implementation, and Verification. Data collection through the method of tests, interviews, and documentation with the subject is three people selected with the criteria of one high- ability student, one medium- ability student, and one low- ability student. This research is qualitative, because the type of data in this study is qualitative in the form if description of words or sentences in the form of a picture. The result of the study concluded that of the three subjects who had high, medium, and low abilities there were differences in critical thinking abilities. In short, the subject with high ability is able to master 12 indicators of critical thinking well, while the subject with moderae ability is able to master 7 of the 12 existing indicators of critical thinking, and the subject with low ability is only able to master 5 of the 12 existing indicators of critical thinking. Abstrak Masalah yang muncul dalam penelitian ini yaitu “ Bagaimana analisa kemampuan berfikir anak dalam menyelesaikan suatu masalah pengenalan fungsi jam dan konsep waktu dengan teori Schoenfeld”. Secara rinci permasalahan bagaimana kemampuan berfikir kritis siswa yang akan dibahas sesuai dengan lima langkah pemecahan masalah menurut Schoenfeld yaitu Reading, Analysis, Exploration, Implementation, dan Verification. Pengumpulan data melalui metode tes, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek adalah tiga orang yang dipilih dengan kriteria satu orang siswa berkemampuan tinggi, satu orang siswa berkemampuan sedang, dan satu orang siswa berkemampuan rendah. Penelitian Ini termasuk kualitatif , karena jenis data dalam penelitian ini bersifat kualitatif berupa deskripsi kata- kata ataupun kalimat dalam bentuk gamber. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari tiga subjek yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah ada perbedaan dalam kemampuan berfikir kritis. Secara singkat yaitu subjek yang memiliki kemampuan tinggi mampu menguasai 12 indikator- indikator berfikir kritis dengan baik, sedangkan subjek berkemampuan sedang mampu mneguasai 7 dari 12 indikator berfikir kritis yang ada, dan subjek berkemampuan rendah hanya mampu mnguasai 5 dari 12 indikator berfikir kritis yang ada. Kata Kunci: Kemampuan Berfikir Kritis, Teori Schoenfeld
CIRI-CIRI DISLEKSIA PADA ANAK USIA DINI Iza Syahroni; Wasilatur Rofiqoh; Eva Latipah
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1326

Abstract

Dyslexia is a type of learning difficulty in children in the form of reading disabilities, symptoms that are not caused by the ability of sight, hearing, intelligence, or skills in languagee, but rather to disturbances in the brain processes when processing the information it receives. The factors that couse dyslexia, are phenoological problems, educational factors, psychological factors, and biological factors. As for the characteristics of dyslexia, among others: symptoms of dyslexia in pre-school: 1), loves to mix up words and phrases, 2), difficulty learning the repetition of sounds (rhymes) and rhythms, 3) it’s hard to remember names, 4) late development in language, 5) happy to read a book, but not interested in words or letters, 6 it’s hard to dress. The characteristics of dyslexia at elementary school age: 1) difficulty reading and speeling, 2) often confused letters and numbers, 3) it’s hard to remember names, 4) difficult to understand the writing he read, 5. Slow at writing, 6 difficulty concentrating, 6) difficulty concentrating, 7) it’s hard to tell right and left, or the order of the week, 8) low self-esteem, and 9) still have difficulty in dressing. Abstrak Disleksia adalah jenis kesulitan belajar pada anak berupa ketidak mampuan membaca, gejala yang tidak disebabkan oleh kemampuan penglihatan, pendengaran, intelegensia, atau keterampilannya dalam berbahasa, melainkan lebih kepada gangguan dalam proses otak ketika mengolah informasi yang diterimanya. Faktor-faktor penyebab disleksia , adalah masalah fenoologi, faktor pendidikan, faktor psikologis, dan faktor biologis. Adapun ciri-ciri disleksia di antaranya: Ciri-ciri disleksia pada pra-sekolah: (1) Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa (2) Kesulitan mempelajari pengulangan bunyi (rima) dan irama (ritme), (3) Sulit mengingat nama, (4) Perkembangan dalam berbahasa yang terlambat, (5) Senang dibacakan buku, tetapi tidak tertarik dengan kata-kata atau huruf, (6) Sulit untuk berpakaian. Adapun ciri-ciri disleksia diusia sekolah dasar: (1) Sulit membaca dan mengeja, (2) Sering tertukar huruf dan angka, (3) Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel, (4) Sulit mengerti tulisan yang ia baca, (5) Lambat dalam menulis, (6) Sulit konsentrasi, (7) Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan dalam sepekan, (8)Percaya diri yang rendah, (9) Masih tetap kesulitan dalam berpakaian. Kata Kunci: Disleksia, Kesulitan Belajar, dan Pendidikan
PEMANFAATAN GAME ONLINE SEBAGAI PERMAINAN EDUKATIF MODERN UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK Rezki Perwita Arum; Aat Mar’atun Sholehah; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Buah Hati Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v8i1.1342

Abstract

This research wasswritten withhthe aimoof presenting about understanding modern educational games using a research methodiin theeform ofaa libraryystudy (LibraryrResearch). Theddata usediin ending the research is obtained frommthe library, in theform of books, encyclopedias,ddictionaries,jjournals, documents,mmagazines andsso on, which relates to the problem to be solved. The implementation of understanding modern educational games is an implementation or application in the form of real action to understand modern educational games with various kinds of activities. The importance of modern educational games in developing. Basedoon therresults ofddata analysissthrough literature study, ittwas founddthat he could understand educational modern games. Keywords: Types, Characteristics, Benefits, and Implementation of Modern Games. Abstrak Penelitiannini ditulis bertujuanmmennyajikan tentang memahami permainan modern yang edukatif menggunakan metode penelitian yang berupa Studi Kepustakaan (Library Research).Data yang dipergunakan di dalam mengakhiri penelitian tersebut didapatkan mengenai buku, literature, catetan, juga beragam informasi yang bersangkutan dengan masalah yang akan diselesaikan. Implementasi memahami permainan modern yang edukatif merupakan sebuah pelaksanaan atau penerapan dalam bentuk aksi nyata untuk memahami permainan modern yang edukatif dengan berbagai macam kegiatan. Pentingnya permainan modern yang edukatif dalam mengembangkan .Berdasarkan hasil analisis data melalui studi kepustakaan di peroleh bahwasannyadapat memahami permainan modern yang eduktaif. Kata Kunci: Jenis, Karakteristik, Manfaat, dan Pelaksanaan Permainan Modern.
MENUMBUH-KEMBANGKAN MINAT, EFIKASI DIRI, DAN REGULASI DIRI PADA ANAK Aprilia Chusna Maimanah; Abdul Munib; Eva Latipah; Subaidi Subaidi
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i1.1671

Abstract

The study of psychology is an interesting study. More specifically, how to cultivate interest, self-efficacy and self-regulation. Because these three aspects are the key to high-quality learning. Interest in a child who is not well developed cannot lead to self-efficacy and self-regulation so that learning outcomes are not optimal. The focus of this research is to try to see how then the relationship between self-efficacy interests and self-regulation. Among the objects of this research is to develop interest in learning, self-regulation, self-efficacy in children. The research approach is literature review research using a quantitative approach. In reviewing various problems to answer the problems studied, both through the Google schoolar database, ScienceDirect and Shinta. The conclusion in the study is that interest is part of the cognitive that can be continuously developed so as to form self-efficacy and self-regulation. Abstrak Kajian terhadap psikologi merupakan kajian yang menarik. Lebih khususnya adalah bagaimana menumbuh kembangkan minat, efikasi diri dan regulasi diri. Sebab ketiga aspek ini merupakan kunci dari pembelajaran yang bermutu tinggi. Minat pada seorang anak yang tidak berkembang dengan baik tidak dapat memunculkan efikasi diri dan regulasi diri sehingga hasil pembelajaran tidak optimal. Fokus penelitian ini, mencoba melihat bagaimana kemudian keterkaitan anatara minat efikasi diri dan regulasi diri. Dianatara salah satu objek penelitian ini adalah menumbuh kembangkan minat belajar, regulasi diri, efikasi diri pada anak. Adapun pendekatan penelitian yaitu penelitian literatur review dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam mengkaji berbagai problematika untuk menjawab permasalahan yang dikaji baik melalui database Google schoolar, ScienceDirect dan Shinta. Kesimpulan dalam penelitian adalah bahwa minat merupakan bagian dari kognitif yang bisa terus di kembangkan sehingga mampu membentuk efiksai diri dan regulasi diri.
IMPLEMENTASI MODEL ATIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM MENYUSUN POLA ABCD-ABCD Halifa Rahakbauw; Sri Watini
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i1.1696

Abstract

This study aims to improve cognitive abilities in children, especially the ability to compose ABCD-ABCD patterns. This happens because the initial observations made when the child is in school, the child's cognitive ability in compiling the ABCD-ABCD pattern is still low. The model used in this study is a classroom action research (CAR) model with the Arikunto model design through two cycles. Each cycle consists of 4 meetings. The subjects of the study were group B2 students aged 5-6 years at the RA Bina Insan Nusantara Manokwari institution with a total of 12 children consisting of 3 boys and 9 girls. The instruments used are observation sheets, photo documentation of children's work, performance. The results showed an increase in students' ability to compose the four ABCD-ABCD patterns. Before being given the action (pre-action) the child's ability to compose patterns was 83.3% in the sufficient category and only 16.7% in the good category. After being given action in Cycle I, namely by using the ATIK method, there was an increase in ability of 66.6% with good category. This means that there is an increase of 16.7%. At the end of the second cycle, it increased to 83.3% with good category. The success of this research if it reaches 80% in the good category. Thus, it can be said that the application of the ATIK method has succeeded in increasing children's cognitive abilities, especially in compiling the ABCD-ABCD pattern. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada anak yaitu pada khususnya pada kemampuan menyusun pola ABCD-ABCD. Hal ini ini disebabkan hasil pengamatan awal yang dilakukan pada saat anak di sekolah kemampuan kognitif anak dalam menyusun pola ABCD-ABCD masih rendah. Model yang digunakan dalam penilitian ini merupakan model penilitian tindakan kelas (PTK) dengan desain model Arikunto melalui dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 pertemuan. Subjek penilitian adalah siswa kelompok B2 usia 5-6 tahun pada lembanga RA Bina Insan Nusantara Manokwari sebanyak 12 anak terdiri dari 3 laki-laki dan 9 perempuan.. Instrumen yang digunakan berupa lembaran observasi, hasil dokumentasi foto hasil karya anak, unjuk performance. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam kemampuan menyusun empat pola ABCD-ABCD dari siswa. Sebelum diberi tindakan (pratindakan ) kemampuan anak dalam menyusun pola sebesar 83,3 % pada kategori cukup dan hanya 16,7 % pada kategori baik. Setelah diberi tindakan pada Siklus I yaitu menggunakan metode ATIK, terjadi peningkatan kemampuan sebesar 66,6 % pada kategori baik. Artinya terjadi peningkatan 16,7 %. Pada akhir siklus II meningkat menjadi 83,3 % pada kategori baik. Keberhasilan penelitian ini bila mencapai 80 % pada kategori baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan metode ATIK berhasil meningkatkan kemampuan kognitif anak khusunya dalam menyusun pola ABCD-ABCD.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DINI PADA ANAK DISLEKSIA MELALUI METODE “VAKTA” Maria Ulfa Hasballah; Norfishah Bt Mat Rabi
Jurnal Buah Hati Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Early Childhood Education, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v9i1.1735

Abstract

Dyslexic children who have difficulty in reading and writing skill, even speak and listen to other people’s voices and translate them into words, analyze the meaning of these words and mx sounds in words. This problem is commonly experienced by children with dyslexia. The lack of vocabulary controlled by dyslexic childrenis due to neurological factors in dyslexic is due to neurological factor in dyslexic children, where the left hemisphere of the brain which is related to sequence, linear thinking and language skill is smaller than normal human. Good and proper handling will make dyslexic children able to overcome ths problem well. The learning model with multisensory approach using the VAKTA methode (Visual, Auditory, Kinesthetic, Tactile and Al-Quran) is an new breakthrough in the process of learning to read early in dyslexic children. With the Aceh local wisdom approach, wich requires religiosity, interprets the Al Quran as a means of relaxation in learning to read early. The Purpose of this reaseach is to create an innovative learning methode that is simple and attractive, especially for dyslexic children to improve their earli literacy skill. The VAKTA method makes dyslexic children learn in their fun way. This study uses experimental techniques the one group pretest post test with Single Reasearch Subject (SSR), which is an approach that provides treatment to one research group using only one research subject, then the result will be calculated the difference. The treatment used is to provide treatment using the VAKTA methode. This research is expected to create a new paradigm for the world of education, especially for dyslexic children, learning to read with an interesting, easy and fun method. Abstrak Anak Disleksia yang mengalami kesulitan dalam kemampuan membaca dan menulis, bahkan berbicara serta mendengarkan suara orang lain dan menerjemahkannya ke dalam bentuk kata-kata, menganalisa maksud kata-kata tersebut serta mencampurkan suara dalam kata-kata. Masalah ini yang umum dialami oleh anak-anak para penyandang disleksia. Minimnya kosakata yang dikuasai oleh anak disleksia dikarenakan factor neurologi pada anak disleksia, dimana belahan otak sebelah kiri yang berkaitan dengan urutan, cara berfikir linear dan kemampuan berbahasa memiliki ukuran yang kecil dari pada manusia normal. Penanganan yang baik dan tepat akan membuat anak disleksia mampu mengatasi masalah ini dengan baik. Model belajar dengan pendekatan multisensory menggunakan metode VAKTA (Visual, Auditory, Kinestetika, Tactile dan Alquran) adalah sebuah terobosan baru dalam proses belajar membaca dini pada anak disleksia. Dengan pendekatan kearifan lokal Aceh yang syarat religiusitas memaknai Al Quran sebagai sarana relaksasi dalam belajar membaca dini. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah menciptakan sebuah inovasi metode belajar yang sederhana dan menarik khususnya bagi anak disleksia untuk meningkatkan kemampuan literasi dini mereka. Metode VAKTA ini membuat anak disleksia belajar dengan cara mereka yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan tehnik eksperimen the one group pretest post test dengan Single Reaseach Subjek (SSR) yaitu sebuah pendekatan yang memberikan perlakuan pada satu kelompok penelitian yang hanya menggunakan satu subjek penelitian kemudian hasilnya akan dihitung perbedaan nya. Perlakuan yang digunakan adalah dengan memberikan perlakuan dengan menggunakan metode VAKTA. Penelitian ini diharapkan akan menjadikan sebuah paradigma baru bagi dunia pendidikan khususnya untuk anak-anak disleksia, belajar membaca dengan metode yang menarik, mudah dan menyenangkan.

Page 10 of 14 | Total Record : 140