cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA DAN KONSUMSI JUNK FOOD DENGAN KEJADIAN FIBROADENOMA MAMAE (FAM) DI RSUD DR. HANAFIAH SM BATUSANGKAR Fanny Jesica; Ramah Hayu; Fafelia Rozyka Meysetri; Ade Nurhasanah Amir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1384

Abstract

Fibroadenoma Mamae atau FAM merupakan salah satu jenis tumor jinak payudara yang paling sering terjadi pada wanita dengan rentang usia 15–35 tahun. Secara epidemiologi fibroadenoma mammae (FAM) baik secara global maupun di Indonesia masih sangat terbatas. FAM merupakan salah satu penyebab terjadinya mobiditas pada wanita, meski belum diketahui secara pasti penyebab FAM ditenggarai ada beberapa faktor risiko yang mengakibatkan seseorang mengidap FAM diantaranya, riwayat keluarga dengan kanker, pola makan dan jenis bahan makanan yang dimakan seperti makanan dibakar, junk food, makanan berlemak, makanan olahan serta kebiasaan konsumsi alkohol dan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat keturunan dan riwayat kejadian tumor payudara di RSUD Dr. Hanafiah Batusangkar. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 hingga April 2022 didapat jumlah responden  sebanyak 33 orang responden. Penilaian pola makan dengan menggunakan kuisioner dan diagnosis FAM dari hasil PA. Hasil penelitian didapatkan terdapat 17 responden (51,5%) memiliki riwayat keluarga dengan tumor payudara, 18 responden (54,5%) memiliki kebiasaaan konsumsi junk food dan 17 responden (51,5%) yang menderita FAM. Hasil uji chi-square terdapat hubungan riwayat keluarga dengan kejadian FAM dengan nilai p value 0.001 (α < 0.05) dan  terdapat hubungan konsumsi junk food dengan kejadian FAM dengan nilai p value 0.002 (α < 0.05). Fibroadenoma Mamae or FAM is one of the most common types of benign breast tumors in women aged 15-35 years. Epidemiologically, mammary fibroadenoma (FAM) both globally and in Indonesia is still very limited. FAM is one of the causes of morbidity in women, although it is not known with certainty the cause of FAM, it is suspected that there are several risk factors that cause a person to suffer from FAM including, family history of cancer, diet and types of food eaten such as burned food, junk food, food fatty foods, processed foods and the habit of consuming alcohol and smoking. The purpose of this study was to determine the relationship between heredity and history of breast tumor incidence in Dr. Hanafiah Batusangkar. This type of research is analytic observational with a cross sectional design. The research was conducted from October 2021 to April 2022, the number of respondents was 33 respondents. Assessment of eating patterns using questionnaires and diagnosis of FAM from PA results. The results showed that 17 respondents (51.5%) had a family history of breast tumors, 23 respondents (69.7%) had junk food consumption habits and 18 respondents (54.5%) suffered from FAM. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between family history and the incidence of FAM with a p value of 0.001 (α < 0.05) and there was a relationship between consumption of junk food and the incidence of FAM with a p value of 0.002 (α < 0.05).
HUBUNGAN PENDIDIKAN SEKSUAL ISLAMI ORANG TUA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWI SMA Eravianti Rusli; Aulia Fitri; Yefrida Rustam; Yussie Ater Merry
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1407

Abstract

ABSTRAKMasa remaja merupakan masa-masa ingin mencari identitas diri, tertarik dengan lawan jenis dan timbul perasaan cinta. Rasa tertarik pada lawan jenis yang tidak diarahkan dengan benar akan menimbulkan perilaku seksual pranikah pada remaja. Kota Padang merupakan daerah tertinggi yang memiliki kasus AIDS yaitu 557 kasus. AIDS pada kelompok usia 15-19 tahun sebesar 2,7%. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja dengan cara mengoptimalkan peran orang tua dalam memberikan pendidikan seksual islami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan seksual islami orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada siswi SMA Darul Ma’arif Triguna Kota Padang. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi penelitian siswi SMA Darul Ma’arif Triguna Kota Padang. Sampel penelitian yaitu 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan seksual islami orang tua yang kurang 16,3 % dan perilaku seksual berisiko berat 4,1%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan seksual islami orang tua dengan perilaku seksual pranikah (ρ = 0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan antara pendidikan seksual islami oang tua dengan perilaku seksual pranikah.Kata kunci : Remaja, perilaku seksual, pendidikan islami ABSTRACT Adolescence is a time of wanting to find self-identity, being attracted to the opposite sex and feeling love. Interest in the opposite sex that is not directed properly will lead to premarital sexual behavior in adolescents. Padang City is the area with the highest number of AIDS cases, namely 557 cases. AIDS in the 15-19 year age group was 2.7%. As for the efforts that can be made to prevent risky behavior in adolescents by optimizing the role of parents in providing Islamic sexual education. The purpose of this study was to determine the relationship between parents' Islamic sexual education and premarital sexual behavior in Darul Ma'arif Triguna High School students, Padang City. The research design used was cross sectional. The research population is Darul Ma'arif Triguna High School students, Padang City. The research sample is 49 people. The sampling technique used is simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that the parents' Islamic sexual education was less than 16.3% and the risky sexual behavior was 4.1%. Bivariate analysis showed that there was a relationship between parents' Islamic sexual education and premarital sexual behavior (ρ = 0.005). The conclusion of this study is that there is a relationship between parents' Islamic sexual education and premarital sexual behavior.Keywords : Adolescents, sexual behavior, islamic education 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DI MASA PANDEMI COVID-19 DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI 9-13 BULAN DI PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Eireine Maria Pandoh; Adrian Umboh; Novie Rampengan
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1142

Abstract

Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI), World Health Organization (WHO), and United Nations International Children Emergency Fundy (UNICEF) reported that 80 million children aged less than 1 year are at risk of suffering from diseases that can be prevented by giving immunizations (PD3I) due to disruption of routine immunization services in the midst of the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between these factors.Related to maternal behavior during the COVID-19 pandemic and completeness of basic immunization for infants 9-13 months at the Koya Health Center in Minahasa Regency. The sample obtained amounted to 145 respondents with purposeve sampling technique. The activety began by signing the agreement, and continued with interviews, then filling out the questionnaire.Design This research is analytic observational, with aapproach cross sectional. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis withtest Chi-square, and multivariate with logistic regression test. The results of thetest chi square of each variable found the p value of education (p = 0.01), work (p = 0.193), knowledge (p = 0.01), attitude (p = 0.01), family support (p = 0.01) p=0.01), attitude of health workers (p=0.02). The results of the logistic regression test showed that the variable with the highest OR value was family support (OR = 2.45). Conclusion: there is a relationship between education, knowledge, attitudes, family support, attitudes of health workers to the completeness of basic immunization, and the factor most related to the completeness of basic immunization is family support.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN CORONAVIRUS DISEASE 19 (COVID 19) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KERMAN Weni Sartiwi; Dwi Christina Rahayuningrum; Nike Puspita Alwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1385

Abstract

Pemberantasan Coronavirus Disease 19 (COVID 19 yang sangat menular menyebabkan pandemi, menuntut perhatian dan kesadaran masyarakat tentang penularan dan pencegahannya di seluruh dunia. Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia yang menyebabkan penyakit seperti gangguan saluran pernapasan hingga kematian. Data COVID 19 per Kabupaten Provinsi Jambi dari bulan Januari-September penderita yang positif di kabupaten kerinci sebanyak 576 orang. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan tindakan pencegahan wabah Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kerman Kabupaten Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 – 29 Februari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Bukit Kerman Kabupaten Kerinci yang berjumlah 230 orang dan sampel sebanyak 38 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi google form, kemudian data diolah dan dianalisis secara univariat deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square dan korelasi. Hasil penelitian diperoleh lebih dari separuh (55,3%) responden tidak berupaya melakukan pencegahan COVID 19, lebih dari separuh (63,2%) responden memiliki pengetahuan rendah tentang pencegahan wabah covid 19. Artinya terdapat hubungan pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan Covid 19 (p value 0,004). Diharapkan pihak Puskesmas dapat memberi informasi kesehatan tentang pengetahuan masyarakat dengan tindakan pencegahan virus corona secara berkala
HUBUNGAN FUNGSI PENGORGANISASIAN DENGAN PELAKSANAAN KEWASPADAAN STANDAR OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BATU SANGKAR Armanda Tri Murti; Hafni Bachtiar; Supiyah Supiyah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1420

Abstract

ABSTRAKFasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit memiliki indikator mutu, salah satunya adalah presentase angka kejadian infeksi nosokomial. Akibat yang ditimbulkan jika terjadi infeksi yaitu lama hari rawat dan biaya perawatan menjadi bertambah sampai kematian. Tahun 1997 CDC (Center For Desease Control) melaporkan ada 52 kasus petugas kesehatan menderita HIV akibat tertusuk jarum saat menangani pasien yang teridentifikasi HIV, sedangkan 114 orang petugas lain di duga terinfeksi. Laporan ICN (2005) bahwa estimasi sekitar 19- 35% semua kematian pegawai kesehatan pemerintah di Afrika di sebabkan oleh tertusuk jarum dari penderita HIV/AIDS. Sedangkan di Indonesia data ini belum terlaporkan. Perawat mempunyai andil yang paling besar untuk tertular akibat terpapar cairan dan tertusuk jarum, sehingga berkembang upaya untuk mencegah terinfeksi dari paparan HIV melalui kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan standar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan fungsi pengorganisasian dengan  pelaksanaan kewaspadaan standar oleh perawat pelaksana. Penelitian ini dilakukan di RSUD Batu Sangkar, pada tanggal 16 Juni sampai 4 Juli 2014 dengan jumlah sample 36 orang Desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan observasi. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara fungsi pengorganisasian (kepemimpinan, ketersediaan sarana dan prasarana) dengan penerapan kewaspadaan  standar oleh perawat pelaksana yaitu p value < 0,05 serta faktor yang dominan adalah ketersediaan sarana dan prasarana (OR = 21.207). Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pihak rumah sakit khususnya bidang keperawatan untuk memperhatikan sarana dan pra sarana, khususnya ketersediaan alat pelindung diri, pengelolaan limbah medis dan non medis.Kata Kunci : Kewaspadaan Standar, Fungsi Pengorganisasian, Perawat PelaksanaABSTRACTHospital health care facilities have quality indicators, one of which is the percentage of the incidence of nosocomial infections. Consequences if an infection is a long-day care and maintenance costs be increased until death. In 1997 the CDC (Center For Desease Control) reported there were 52 cases of health care workers living with HIV as a result of needle stick while treating patients identified with HIV, while 114 other officers in the suspect is infected. ICN report (2005) that an estimated 19- 35% of all government health employee deaths in Africa caused by needle stick from people living with HIV / AIDS. While in Indonesia, these data have not been reported. Nurses have the greatest contribution from exposure to infected fluids and needles, so that it develops an attempt to prevent the infection from exposure to HIV through compliance of nurses in the application of standard precautions. The purpose of this study is to identify the function of organizing relations with the implementation of standard precautions by nurses. This research was conducted at the Hospital stone cage, on June 16 to July 4, 2014 with a sample size 36 cross-sectional study design. Data was collected using questionnaires and observation. The results of this study found an association between organizational functions (leadership, availability of facilities and infrastructure) with the application of standard precautions by nurses that p value <0.05 and the dominant factor is the availability of facilities (OR = 21 207). The results of this study recommend to the hospital, especially the field of nursing to care facilities and pre means, particularly the availability of personal protective equipment, management of medical and non-medical waste. Keywords: Standard, Function Organizing, Implementing Nurse
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK SETIA PADANG PARIAMAN aprima yona amir; Fafelia Rozyka Meysetri; Febby Herayono; Dewi Fransisca; Hartati Deri Manila
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1398

Abstract

Nyeri punggung adalah rasa seperti ditusuk-tusuk yang terjadi pada sendi dan otot bagian tulang panggul dan punggung bagian bawah. Nyeri ini terjadi akibat punggung yang bertugas untuk menopang tubuh mengalami pertambahan berat badan. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri punggung adalah pijat endorfin yang mampu melepas endorfin yang dikenal sebagai pereda rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pijat endorfin terhadap intensitas nyeri punggung ibu hamil Trimester III. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh  pemberian Endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Desain yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one grup pretest posttest design. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi di Klinik Setia Padang Pariaman pada bulan November sampai Desember 2021 sebanyak 20 responden dengan consecutive sampling. Variabel independen yaitu teknik Endorphin massage sedangkan variabel dependen yaitu nyeri punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan Endorphin massage sebagian besar ibu hamil trimester III mengalami nyeri berat dan setelah dilakukan Endorphin massage berkurang menjadi nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon sign rank test dengan α=0,05 menunjukkan p=0,000 sehingga p<0,05 artinya ada pengaruh Endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung. Endorphin massage merupakan salah satu alternatif nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri sehingga disarankan agar Bidan memberikan Health education dan mengajarkan pasangan ibu hamil Endorphin massage untuk meringankan gejala nyeri punggung.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM PERMATA BUNDA MANADO Stella Rasu; Erwin Gidion Kristanto; Ora Et Labora Immanuel Palandeng
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1127

Abstract

COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Pandemi COVID-19 telah berdampak pada penurunan pasien di fasilitas kesehatan dan mempengaruhi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis jumlah kunjungan sebelum dan saat pandemi COVID-19 dan hambatan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak di Rumah Sakit Umum Permata Bunda Manado. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mix Method). Metode kuantitatif untuk menganalisis jumlah kunjungan Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), dan Postnatal Care (PNC)  pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Metode kualitatif untuk menganalisis hambatan pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSU Permata Bunda Manado. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kunjungan sebesar 15.54% (ANC), 3.76% (INC), 9.90% (PNC). Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah kunjungan ANC (p = 0.001) dan PNC (p = 0.017) sebelum dan saat pandemi COVID-19, sedangkan pada INC (p = 0.572) tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan saat pandemi COVID-19. Hambatan pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSU Permata Bunda Manado yaitu adanya rasa takut, prosedur yang sulit, fasilitas belum memadai, interaksi dengan orang lain dibatasi, dan biaya meningkat. Kesimpulan penelitian ini yaitu pandemi COVID-19 berdampak pada Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RSU Permata Bunda Manado dari segi jumlah kunjungan dan terjadi hambatan dalam pelayanan.     
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PESTISIDA SEMPROT Nova Arikhman; Amrizal Arief; Iga Febriani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1435

Abstract

ABSTRAKAlat pelindung diri merupakan seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemakaian alat pelindung diri pestisida semprot pada petani di Nagari Sandi Ulakan Tahun 2021.  Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakuakan di Nagari Sandi Ulakan.  Populasi dalam penelitian ini berjumlah 261 sedangkan sampel berjumlah 65 respoden dengan teknik pengambilan sampel proportional sampling.  Hasil penelitian menunjukan lebih dari separuh tidak memakai APD lengkap yaitu 55,4%, sebagian besar pengetahuan cukup yaitu 43,1%, lebih dari separuh sikap negatif yaitu 58,5%.  Ada hubungan pengetahuan dengan pemakaian alat pelindung diri pestisida semprot pada petani dengan p-value 0,0001, ada hubungan sikap dengan pemakaian alat pelindung diri pestisida semprot pada petani dengan p-value 0,0001.  Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemakaian alat pelindung diri pestisida semprot pada petani di Nagari Sandi Ulakan. Saran bahwa pemakaian APD sangat dibutuhkan untuk petani yang melakukan penyemprotan, dengan melakukan himbauan dan melakukan pemasangan poster bahwa penyemprotan pestisida harus diterapkan penggunaan APD yang lengkap.Kata Kunci :Pengetahuan, Sikap, APD. ABSTRACTPersonal protective equipment is a set of tools used by workers to protect part or all of their bodies from potential hazards or.  The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitude with the use of personal protective equipment with spray pesticides on farmers in Nagari Sandi Ulakan in 2021.  The research uses quantitative research with an analytical survey approach with a cross sectional design. This research was conducted in Nagari Sandi Ulakan. The population in this study amounted to 261 while the sample amounted to 65 respondents with proportional sampling sampling technique.The results showed that more than half did not wear complete PPE, namely 55.4%, most of the knowledge was sufficient, namely 43.1%, more than half had negative attitudes, namely 58.5%.  There is a relationship between knowledge and the use of spray pesticides personal protective equipment on farmers with a p-value of 0.000, there is a relationship between attitudes and the use of spray pesticides personal protective equipment on farmers with a p-value of 0.000.From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between knowledge and attitude with the use of personal protective equipment with spray pesticides on farmers in Nagari Sandi Ulakan.  The researcher's suggestion through Wali Nagari Sandi Ulakan is that the use of PPE is very much needed for farmers who do spraying, by making an appeal and placing posters that spraying pesticides must be applied to the use of complete PPE.Keywords: Knowledge, Attitude,  PPE
Effektivitas Telenursing terhadap Kepatuhan Pasien TB dalam Konsumsi Obat Anti TB: Tinjauan Literatur Rahmi Rahmi; Sigit Mulyono
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1410

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang paru-paru tetapi juga bisa menyerang tulang, usus atau kelenjar. Penyakit ini disebabkan oleh kuman  Mycobacterium Tuberculosis yang dapat disembuhkan jika penderita patuh dalam mengonsumsi beberapa jenis obat dan dalam jangka waktu yang cukup lama (minimal enam bulan). Kepatuhan dalam pengobatan ini memerlukan monitoring melalui komunikasi yang inten sehingga penderita tetap termotivasi. Untuk itu Telenursing menjadi pertimbangan yang tepat sebagai intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan yang mana telah banyak digunakan pada berbagai penyakit. Tujuan penelitian: Mengetahui efektifitas penggunaan telenursing terhadap kepatuhan pasien TBC dalam konsumsi Obat Anti TBC. Bahan dan Metode: Menggunakan studi literature yaitu mencari sumber data dari PubMed, Wiley dan Sage Publications dengan menggunakan kata kunci 1) Telenursing, 2) Tuberculosis dan 3) Kepatuhan konsumsi obat. Hasil penelitian: Dari telaah dan review 10 jurnal pilihan, didapatkan suatu kesimpulan bahwa penggunaan telenursing dapat meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam konsumsi Obat Anti TB. Kesimpulan: Diharapkan telenursing tetap digunakan dan makin ditingkatkan jangkauannya khususnya untuk daerah terpencil.
PARTISIPASI REMAJA DALAM EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA: STUDI KUALITATIF Hema Malini; Miftah Khairunnisa; Windy Freska
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i1.1422

Abstract

ABSTRAK  Kesiapsiagaan merupakan upaya yang dilakukan untuk menghadapi situasi darurat saat menghadapi bencana. Kesiapsiagaan agar terlaksana secara efektif perlu adanya partisipasi remaja sehingga diharapkan dapat meningkatan kapasitas individu terhadap ancaman kematian akibat bencana. Penelitian ini berfokus pada partisipasi remaja dalam edukasi kesiapsiagaan bencana yang diadakan di RW 14 Kelurahan Pasie Nan Tigo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi remaja dan  mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat remaja berpartisipasi  pada edukasi kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dari wawancara dan dokumentasi yang dilakukan kepada 4 remaja yang hadir dan  3 remaja yang tidak hadir pada kegiatan kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukan dari 7 partisipan dengan 3 tema utama pertama, faktor pendukung partisipasi remaja adalah adanya respon positif dari remaja, adanya keingintahuan remaja untuk menambah ilmu dalam kesiapsiagaan bencana, dapat makanan, dan menambah teman. Kedua, faktor penghambat patisipasi remaja seperti rasa malas, tidak peduli serta masalah pekerjaan yang lebih dipentingkan.Ketiga, beberapa partisipan merasa penting untuk dilakukan penyuluhan. Hasil penelitian ini merekomendasikan tokoh masyarakat agar bisa melibatkan remaja dalam kegiatan sosialsisasi ataupun pertemuan lainnya dan diharapkan remaja dapat membentuk kader siaga bencana untuk berbagi informasi Kata kunci : Kesiapsiagaan; mitigasi; edukasi; remaja; partisipasi  ABSTRACT  Disaster Preparedness is an effort to deal with situations when facing disasters. Thus, to increase the effectiveness youth participation is expected to increase individual capacity against the threat of death due to disasters. This study focuses on youth participation in disaster preparedness education held in RW 14, Pasie Nan Tigo Village. The purpose of this study was to determine the participation of adolescents and to determine the factors supporting and inhibiting participation in disaster preparedness education. The method used is a qualitative descriptive method with a case study approach, data collected from interviews and documentation conducted on 4 youths who attended and 3 youths who did not attend disaster preparedness activities. The results showed that of the 7 participants with the first 3 main themes, the supporting factors for adolescents were the positive response from teenagers, the curiosity of teenagers to increase knowledge in disaster preparedness, get food, and add friends. Second, inhibiting factors for youth participation such as feeling lazy, not caring and work problems are more important. Third, some participants felt it was important to do counseling. The results of this study recommend community leaders to involve youth in other socialization activities and it is hoped that youth can form disaster preparedness cadres to share information.Keywords : preparedness; mitigation; education; adolescents; participation