cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
TEROBOSAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DIMASA PANDEMI COVID-19 DIPUSKESMAS PADANG SELATAN Ida Mariana; Shanti Dafris; Mona Ariestia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1307

Abstract

Pandemi yang terjadi pada akhir tahun 2019 disebut Corona virus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Situasi ini berdampak pada masyarakat luas, khususnya ibu hamil sebagai kelompok rentan. Anemia pada ibu hamil menempati urutan ketiga tertinggi di dunia dengan prevalensi 74% dan penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan pemeriksaan selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu, populasi yaitu ibu hamil dengan anemia diwilayah Puskesmas Padang Selatan. Sampel adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi seperti ibu yang minum tablet Fe, usia kehamilan 12-24 minggu, kadar HB < 11,0 g/l. sebelum melakukan intervensi terlebih dahulu melakukan pre-test dan tes Hb. Hasil penelitian yaitu variabel usia >20 tahun 73,7%, variabel pekerjaan 57,9% ibu bekerja. Variabel HB pada pengukuran pertama adalah 9,8 dengan standar deviasi 1,1. Kadar HB terendah 6,7 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran kedua adalah 9,9 dengan standar deviasi 0,9. Kadar HB terendah 8,0 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran ketiga adalah 10,9 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran ketiga adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata kadar HB pada pengukuran keempat adalah 11,0 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran keempat adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan adalah 6,3, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 9,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 2,9. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan intervensi adalah 5,7, sedangkan yang diberikan setelah intervensi adalah 8,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor sikap sebesar 2,89. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan intervensi adalah 4,6, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 5,9. Terjadi peningkatan rata-rata skor kepatuhan sebesar 1,29. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN KEPUASAN PESERTA BPJS KESEHATAN Nova Arikhman; Khotima Permata Sari; Elviza Yeni Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1436

Abstract

ABSTRAK  RSUD Kota Dumai dengan kunjungan peserta BPJS Kesehatan cukup tinggi, rata-rata kunjungan pasien yang datang untuk kasus rawat inap per bulan pada tahun 2021sebanyak 915, merupakan kunjungan paling banyak untuk rumah sakit yang berada di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Dumai.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan rawat inap dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan di RSUD Kota Dumai.  Penelitian dilakukan pada tanggal 4 Februari sampai 11 Februari 2022 dengan metode kuantitatif pendekatan cross sectional study di RSUD Kota Dumai, populasi dalam penelitian ini 988 orang, dan sampel penelitian sebanyak 171 orang, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate.Hasil menunjukkan bahwa 41,5% responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan di rawat inap, 75,4% responden menyatakan realibility kurang baik, 29,2% responden responsiveness kurang baik, 71,3% responden Assurance kurang baik, 35,1 % responden Empathy kurang baik, 37,4% responden Tangible kurang baik.  Ditemukan hubungan yang signifikan antara Realibility, responsiveness, assurance, empathy, tangibel dengan kepusan pasien, artinya ada hubungan mutu pelayanan rawat inap dengan kepuasan peserta BPJS Kesehatan di RSUD Kota Dumai.  Direkomendasikan kepada RSUD Kota Dumai agar dapat  meningkatkan mutu dengan melakukan pelatihan bagi tenaga kesehatan, melakukan monitoring dan evaluasi tehadap pelayanan yang telah dilakukan agar dapat memberikan pelayanan terbaik khususnya bagi Peserta BPJS Kesehatan. Kata Kunci         : Mutu Pelayanan, Kepuasan Peserta BPJS Kesehatan. ABSTRACT               The Dumai City Hospital with BPJS Health participant visits is quite high, with an average of 915 patient visits coming for inpatient cases per month in 2021, which is the most visits for hospitals in the Dumai Branch of BPJS Kesehatan. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of inpatient services and the satisfaction of BPJS Health participants at the Dumai City Hospital. The study was conducted using quantitative methods with analytical methods with a cross sectional study approach on February 4 to February 11, 2022 at the Dumai City Hospital, the population in this study was 988 people, and the research sample was 171 people, with accidental sampling technique and data processing. univariate and bivariate.               Univariate results showed that 41.5% of respondents stated that they were not satisfied with the inpatient services, 75.4% of respondents stated that reliability was not good, 29.2% of respondents' responsiveness was not good, 71.3% of Assurance respondents were not good, 35 ,1% of respondents Empathy (Empathy) is not good, 37.4% respondents Tangible (Physical Evidence) is not good. The results obtained are bivariate Realibility (Trustworthy) (p value 0.000), Responsiveness (Responsiveness) (p value 0.000), Assurance (guarantee) (p value 0.000), Empathy (empathy) (p value 0.000), Tangible (Physical Evidence) (p value 0.000), meaning that there is a Quality Inpatient Service with BPJS Health Participant Satisfaction at the Dumai City Hospital. The conclusion of this study is the Quality of Inpatient Services with BPJS Health Participant Satisfaction at the Dumai City Hospital. It is recommended to the Dumai City Hospital to improve quality by conducting training for health workers, monitoring and evaluating the services that have been carried out in order to provide the best service, especially for BPJS Health participants. Keywords: Service Quality, BPJS Health Participant Satisfaction.
THE EFFECT OF LIFETSYLE ON LUTEINIZING HORMONE LEVELS, TESTOSTERONE LEVELS AND INFERTILITY IN OBESITY MEN Angga Bhaim Ibrahim
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1617

Abstract

Obesity is a state of imbalance between incoming energy and outgoing energy over a long period of time (Hartono, 2008). Obesity is becoming an epidemic throughout the world, both in developed and developing countries, and two-thirds suffer from obesity (Stefan, 2010). The increase in obesity will reach 50% in 2025 for developed countries (Sudoyo, 2009). According to WHO (2013), there are 2.1 billion obese people in the world, Indonesia ranks 10th with a total of 40 million obese people, after the United States, China, India, Russia, Brazil, Mexico, Egypt, Germany and Pakistan. Was from Riskesdas (2013), adolescents aged 13-21 years in Indonesia suffer from 10.8% obesity, 8.3% obesity and 2.5% very obesity.                 In obesity, there is an increase in adiponectin and a decrease in resistin and RBP-4, resulting in the formation of fat cell adipocytes which affect the hormone testosterone (Ganong, 2012). Testosterone (17-hydroxyandrost-4-en-3) is the main androgen hormone synthesized in the testes and adrenal cortex. Testosterone is synthesized primarily in the leydig cells, whereas the leydig cells are regulated by luteinizing hormone (LH). The amount of testosterone synthesized is regulated by the hypothalamus-pituitary-testicular axis (Muller, 2013). When testosterone levels are low, gonadotropin-releasing hormone (GnRH) is released by the hypothalamus, which stimulates the anterior pituitary gland to release LH stimulating the testes to synthesize the hormone testosterone. Finally, it increases testosterone levels through negative feedback (Ganong, 2012). Some of the factors that cause a decrease in hormone levels are lifestyle such as smoking, stress and consuming alcohol.               The conclusion of the study is that there is an effect of lifestyle on LH levels, the hormone testosterone and infertility in obese men. Suggestions for future researchers to conduct research with a larger sample size.
PSIKOEDUKASI KELUARGA MENINGKATKAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Dwi Happy Anggia Sari; Vino Rika Nofia; Hidayati Hidayati; Yessy Aprihatin; Mike Asmaria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1593

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik dengan angka kejadian yang terus meningkat. Data Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit diabetes mellitus mengalami peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5%. Kondisi ini terjadi salah satunya karena kurangnya dukungan dari keluarga dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga dalam meningkatkan kepatuhan diet pada penderita Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment  pre dan post test without control group dengan jumlah sampel 30 orang. Berdasarkan uji pair t-test diperoleh hasil ada peningkatan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet pada pasien setelah dilakukan psikoedukasi keluarga dengan p-value= 0,000. Sehingga dengan pemberian psikoedukasi keluarga yang tepat akan meningkatkan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus.
KAJIAN TERAPI MASSAGE DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN CEPHALGIA : LITERATUR RIVIEW Neni Triana; Loren Juksen; Lina Lina; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1627

Abstract

Cephalgia adalah istilah medis dari nyeri kepala atau sakit kepala. Cephalgia berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu cephalodan algos. Cephalo memiliki arti kepala, sedangkan algos memiliki arti nyeri. Cephalgia dapat menimbulkan gangguan pada pola tidur, pola makan, menyebabkan depresi sampai kecemasan pada penderitanya. Tujuan : Literature review ini bertujuan untuk memaparkan Informasi berdasarkan evidence based di area keperawatan terkait dengan masalah pengaruh terapi massage terhadap intensitas nyeri pada pasien cephalgia. dan mampu mengidentifikasi, menelaah jurnal yang terkait dengan masalah pengaruh terapi massage terhadap intensitas nyeri pada pasien cephalgia. Desain : desain yang digunakan adalah Literatur Review yaitu mengumpulkan artikel terkait masalah terapi massage terhadap intensitas nyeri pasien cephalgia. Sumber Data : Strategi pencarian menggunakan database elektronik yaitu : Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2010 – 2020 diperoleh 8 artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Metode Review : metode review yang digunakan dalam literature review ini yaitu PRISMA checklist dan JBI Critical Appraisal. Hasil : dari 5.372  jurnal penelitian yang diperoleh, didapatkan 8 penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh terapi massage yang signifikan terhadap intensitas nyeri pada pasien cephalgia. Terapi Massage sangat membantu tenaga medis dalam proses pengurangan nyeri pada pasien cephalgia. Kesimpulan : Terapi Massage suatu metode refleksologi yang bertujuan untuk memperlancar kembali aliran darah, dengan penekanan-penekanan atau pijat-pijatan kembali aliran darah pada titik-titik sentra refleksi bahwa massage merupakan suatu tundakan yang bertujuan untuk menyembuhkan suatu penyakit melaui urat-urat saraf dan memperlancar peredaran darah.
DUKUNGAN SUAMI IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PEKANBARU Reka Familia; hetty ismainar; aldiga rienarti abidin; mitra mitra; juli selvi yanti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1266

Abstract

Deteksi   dini risiko tinggi kehamilan adalah diagnosis  dini  pada  ibu hamil yang dilakukan  sejak awal kehamil agar tidak terjadi kehamilan dengan resiko tinggi. Menurut Profil Kemenkes RI angka kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 305 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ini masih tinggi jika dibandingkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), target AKI yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam deteksi dini risiko tinggi pada kehamilan di Puskesmas Garuda tahun 2021. Desain penelitian adalah Analytic Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini ibu hamil yang berjumlah 155 orang. Teknik sampel menggunakan Systematic random sampling dengan membuat kerangka sampel, pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian variabel yang memiliki hubungan yang signifikan p value <0,05  yaitu dukungan suami, umur, pekerjaan, pendidikan dan jarak kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 8 variabel yang memiliki hubungan yang signifikan. Diharapkan kepada suami ibu hamil untuk selalu memberikan dukungan ibu untuk melakukan deteksi kehamilan ke fasilitas kesehatan, dengan adanya dorongan dari suami ibu hamil akan lebih berpotensi mau melakukan deteksi dini risiko tinggi kehamilan.
PENGALAMAN DOSEN DALAM MENGAJARKAN ANATOMI PADA MAHASISWA KESEHATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI Siska Mayang Sari; Wahyu Praba Yudha; Susi Erianti; Raja Fitrina Lestari; Dian Roza Adila; Rani Lisa Indra; Rian Ordila
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1475

Abstract

 Kondisi pandemi akibat COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan dalam dunia pendidikan. Penerapan protokol kesehatan menuntut diminimalkan bahkan ditiadakannya pembelajaran secara tatap muka. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali berbagai hal tentang pengalaman dosen dalam mengajarkan anatomi pada mahasiswa selama terjadinya pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan berjumlah 4 orang yang merupakan dosen yang mengajar anatomi di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Universitas Awal Bros Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan analisis data dengan teknik collaizi. Penelitian ini menemukan empat tema yaitu 1) Hambatan dosen dalam memaparkan materi anatomi tubuh manusia, 2) Masalah yang dihadapi dosen dalam mengajarkan anatomi tubuh manusia, 3) Teknik dosen dalam mengajar anatomi seperti media dan metode, dan 4) Penggunaan teknologi untuk mengajar anatomi tubuh manusia. Partisipan berharap adanya aplikasi yang interaktif tentang anatomi tubuh manusia sehingga memudahkan partisipan dalam mengajarkan topik tersebut pada masa pandemi COVID-19, kepada institusi pendidikan diharapkan untuk mengembangkan aplikasi digital guna menunjang proses pembelajaran tentang anatomi tubuh manusia.
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH (M. musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Betty Fitriyasti; Irma Primawati; Siska Ferilda; Viola Aranta
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1632

Abstract

Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan kimia pada tanaman ini berupa saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan antikoagulan. Senyawa yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu flavonoid. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) terhadap kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Farmakologi dan Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret – Desember 2021 di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan “ the pre-test/post test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah mencit jantan (Mus musculus) yang berumur 8 minggu dengan berat sekitar 20-30 gram yang didapatkan dari laboratorium Farmakologi Universitas Andalas. Sampel ini diambil secara random dengan 36 mencit. Analisa data menggunakan Uji Anova jika data terdistribusi normal, atau Uji Kruskall-Wallis jika terdistribusi tidak normal. Hasil: Rerata tertinggi kadar glukosa darah adalah pada kelompok kontrol (+) yaitu 307,61 gr/dl. Rerata terbaik berada pada ekstrak 400 mg/kgBB yaitu 152,94 gr/dl, terdapat pengaruh ekstrak daun sambung nyawa (Gynura Procumbens) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang di induksi aloksan dengan nilai sig = 0,000 < 0,05. P4 merupakan kelompok perlakuanterbaik. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang di induksi aloksan
Analisis Modus dan Efek Kegagalan pada Prosedur Penilaian Kinerja Karyawan Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya Menggunakan Pendekatan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) Lama&#039;ah Azzahra&#039;; Budhi Setianto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1376

Abstract

Penilaian kinerja karyawan sebagai salah satu kegiatan yang penting dilakukan di rumah sakit untuk menilai kinerja para karyawannya. Dilakukan minimal setahun sekali dan setiap ada tujuan atau kepentingan tertentu seperti halnya pengangkatan karyawan, penentuan prestasi kerja karyawan, penentuan promosi jabatan dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis modus dan efek kegagalan yang dapat menghambat pelaksanaan proses penilaian kinerja karyawan Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya (RSIAS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dan untuk menganalisis modus dan efek kegagalan adalah dengan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil brainstorming dan indepth interview bersama dengan Kepala Unit dan Staf bagian Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karir RSIAS pada tahapan-tahapan FMEA didapatkan bahwa perlu adanya perbaikan pada sistem penilaian kinerja karyawan di RSIAS dapat juga dilakukan dengan memilih metode penilaian kinerja yang tepat dan sesuai dengan kondisi rumah sakit seperti metode BARS yang dapat mengatasi masalah penilaian kinerja karyawan yang cenderung subjektif. Atau juga metode MBO yang dapat mengakomodasi kebutuhan rumah sakit atau pihak instansi terkait dengan standar dan feedback yang diberikan dari hasil penilaian kinerja karyawan untuk pelaksanaan penilaian kinerja yang lebih baik kedepannya.
PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT ANTARA METODE POCT DAN ENZIMATIK Rahmi Novita Yusuf; Arni Christiani telabonua; ermiyanti ermiyanti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1586

Abstract

ABSTRAKKadar Asam Urat yang terlalu banyak di dalam darah bisa menumpuk di dalam arteri dan membentuk plak. Untuk itu, tes Asam Urat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada risiko banyaknya plak di arteri yang bisa menyebabkan penyempitan arteri atau tersumbat di seluruh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar Asam Urat Antara Metode POCT dengan Enzimatik (POCT). Jenis penelitian quasy eksperimen dengan jenis observasional analitik . Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Sungai Sariak dan waktu pelaksanaannya pada bulan Maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Asam Urat dengan sampel penelitian 46 orang sampel. Analisa data dengan memakai uji t.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Asam Urat dalam darah dengan menggunakan alat POCT adalah 5.791 mg/dl, skor minimum 3 mg/dl dan skor maksimum adalah 10,7 mg/dl dengan standar deviasi, 1.935 mg/dl. Rata-rata skor kadar Asam Urat dalam darah dengan menggunakan Metode Enzimatik adalah 5,004 mg/dl, skor minimum 2,1 mg/dl dan skor maksimum adalah 7,8 mg/dl dengan standar deviasi, 1,5863 mg/dl. Hasil uji statistik menggunakan uji t diperoleh  ρv =  0,000 (α = 0,05), berarti  ρv lebih kecil dari α, yang artinya secara statistik adalah Ho ditolak atau Ha diterima dimana ada perbedaan kadar Asam Urat menggunakan Metode Enzimatik dengan Alat Point of Care Testing (POCT) pada responden.Terdapat Perbedaan antara kadar Asam Urat dengan menggunakan alat POCT dengan Metode Enzimatik. Petugas kesehatan, terutama dokter yang bertugas di Pelayanan diharapkan menggunakan Metode Enzimatik untuk pemeriksaan kadar Asam Urat.Kata kunci : Fotometer, Alat Point of Care Testing (POCT), Kadar Asam Urat