cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 507 Documents
GAMBARAN PERILAKU PETANI SAYUR DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA DI NAGARI KOTO LAWEHKABUPATEN TANAH DATAR Armein Lusi Zeswita; Agus Teguh Prihartono; Yunhendri Danhas
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30848

Abstract

Penggunaan pestisida merupakan kegiatan rutin  dalam pertanian untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi kesehatan petani dan lingkungan. Penggunaan pestisida merupakan hal yang biasa dilakukan di seluruh daerah Indonesia, termasuk di Jorong Kandang Diguguak, Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku petani sayur dalam penggunaan pestisida di Jorong Kandang Diguguak, Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari Sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 212 petani, dan sampel 68 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki pengetahuan tinggi dengan frekuensi 54,4%, sikap positif dalam penggunaan pestisida sebesar 55,9% dan tindakan baik sebesar 54,4% terkait penggunaan pestisida. Namun, masih terdapat sebagian petani dengan pengetahuan rendah sebesar 45,6%, sikap negatif sebesar 44,1% dan tindakan kurang baik sebesar 45,6% seperti hanya mencuci tangan tanpa mengganti pakaian setelah penyemprotan. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku petani dalam penggunaan pestisida sebagian besar sudah cukup baik, meskipun masih ditemukan praktik yang berisiko terhadap keselamatan. Disarankan agar petani meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui penyuluhan serta konsisten menggunakan alat pelindung diri (APD). Pemerintah nagari juga diharapkan mendukung dengan menyediakan sarana dan edukasi terkait penggunaan pestisida yang aman.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Yuli Yuli Suherlin; Dini Suryani; Rica Septinora; Sri Mulyati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30940

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang masih banyak ditemukan di wilayah kerjaPuskesmas Talang Bakung dan dapat menimbulkan komplikasi apabila kadar glukosa darah tidakterkontrol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadappenurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada 3-12 Februari 2026 di wilayah kerjaPuskesmas Talang Bakung. Populasi berjumlah 184 pasien dan sampel sebanyak 47 pasien diabetesmelitus tipe 2 rawat jalan dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa terapi relaksasi ototprogresif, sedangkan kadar glukosa darah diukur menggunakan glucometer sebelum dan sesudahintervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank. Rata-rata kadar glukosa darah sebelumintervensi adalah 248,45 mg/dL (230-280 mg/dL) dan sesudah intervensi menurun menjadi 200,36mg/dL (185-225 mg/dL). Hasil uji statistik menunjukkan p value 0,000 (p<0,05). Terapi relaksasi ototprogresif berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus dandapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI Elsi Rahmadani; Siti Zulva; Melani Sri Cahyani; Yunisa Putri Damayani; Lesa Aprina Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30830

Abstract

School-aged children, especially elementary school children, are vulnerable to dental and oral health problems, especially dental caries and cavities, and other oral problems. This is based on a lack of knowledge about the importance of dental and oral care. Animated video media is an educational tool that can be heard and seen, can help students in the teaching and learning process, and serves to clarify or facilitate understanding of the language being studied. This study aims to improve dental and oral knowledge using animated video media. This type of research is an experiment using a pretest and posttest group design on fourth-grade students at SDN X Bengkulu. Sampling was done by random sampling. The sample in this study was 33 fourth-grade students of SDN X Bengkulu. The data analysis technique used the Wilcoxon Sign Rank Test. The results of the study showed that there was an educational effect on knowledge about teeth and mouth using animated video media. The conclusion is that there was an educational effect on knowledge about teeth and mouth using animated video media at SDN Bengkulu. Keywords: Knowledge, Animated Video, Dental and Oral Health
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA TENTANG HOUSEKEEPING DI AREA PABRIK DI PT XYZ PASAMAN BARAT khaira ilma; Merri Syafrina; Chanigia Chanigia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30850

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil survei awal di PT. XYZ Pasaman Barat yang menunjukkan bahwa sebagian pekerja belum memahami dan menerapkan prinsip housekeeping dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap pekerja tentang housekeeping di area pabrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 65 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis univariat dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 39 orang (60%) dan sikap positif sebanyak 47 orang (72,3%). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar pekerja sudah memahami pentingnya housekeeping, masih diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan untuk mencapai pemahaman yang merata. Peneliti menyarankan agar perusahaan melaksanakan pelatihan dan sosialisasi rutin serta menanamkan budaya kerja yang menekankan tanggung jawab individu dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja guna meningkatkan keselamatan dan produktivitas kerja.
DINAMIKA PSIKOSOSIAL DALAM PERILAKU BULLYING PADA ANAK REMAJA DI SMK WILAYAH KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Putri Minas Sari; Ade Nurhasanah Amir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.30998

Abstract

Perilaku Bullying merupakan situasi dimana seseorang yang kuat menekan, memojokan, menyakiti seseorang yang lemah dengan sengaja dan berulang-ulang. Perilaku bullying bisa berdampak kepada seseorang untuk melakukan hal yang mengakibatkan bunuh diri. Sebanyak 41,1% mengaku pernah mengalami dan melakukan perilaku bullying di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara psikosial remaja dengan perilaku bullying pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Penelitian ini mengggunakan desain analytic dengan pendekatan cross sectional study dengan populasi kelas X dan kelas XI di SMK N 1 Padang dengan jumlah 814 orang dan jumlah sampel 100 orang dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6-11 Januari 2025. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata perilaku bullying pada remaja di SMK N 1 Padang adalah 93,53, hasil ini termasuk tinggi dari nilai maksimum perilaku bullying yaitu 225. Hasil rata-rata psikososial remaja adalah 67,93, hasil ini termasuk tinggi dari nilai maksimum psikososial remaja yaitu 115 pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Terdapat hubungan antara psikososial remaja (p value= 0,006 dan r= -0,273) terhadap perilaku bullying. Kesimpulan terdapat hubungan antara psikososial remaja dengan perilaku bullying pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Saran diharapkan guru BK memberikan peran dalam layanan informasi seperti pemasangan poster bahaya bullying disekolah, bimbingan kelompok, edukasi tentang bahaya bullying dan konseling individu untuk mengurangi bullying yang terjadi di sekolah.Kata Kunci : Perilaku Bullying, Psikososial, Remaja
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK Tisnawati Tisnawati; Wira Heppy Nidia; Wilda Arafianti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30967

Abstract

Rendahnya cakupan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, masih di bawah target nasional dan disertai meningkatnya kasus PD3I. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap ibu, dukungan keluarga, persepsi, serta akses pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi dasar pada anak di wilayah kerja Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kota Padang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ibu yang memiliki anak usia ≥15–24 bulan dengan menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan studi dokumentasi dari buku KIA, data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian mayoritas sebanyak 71,4% responden telah memberikan imunisasi dasar yang lengkap kepada anaknya. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh terdapat hubungan pengetahuan, KIPI dan persepsi dengan kelengkapan imunisasi. Hasil regresi logistik menunjukkan pengetahuan (p-value=0.000), KIPI (p-value=0.034), persepsi (p-value=0.108). Dengan demikian faktor yang paling dominan berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar anak  adalah faktor pengetahuan. Diperlukan penguatan edukasi berkelanjutan, serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan imunisasi dasar pada anak.
Hubungan Hambatan Komunikasi Terapeutik dengan Efektivitas Komunikasi Perawat ICU RS Royal Prima Jambi Yogi Yogi Trisnaningsih; Dini Suryani; Matda Yunartha; Winna Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30941

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan bagian penting dalam asuhan keperawatan, terutama pada pasien paliatif dengan penurunan kesadaran di ruang Intensive Care Unit (ICU). Kondisi pasien kritis, penggunaan alat medis, serta lingkungan ICU dapat menimbulkan hambatan komunikasi yang berdampak pada efektivitas interaksi perawat dan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hambatan komunikasi terapeutik dengan efektivitas komunikasi perawat pada pasien paliatif dengan penurunan kesadaran di ruang ICU RS Royal Prima Jambi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 10 perawat ICU yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner hambatan komunikasi terapeutik dan kuesioner efektivitas komunikasi perawat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat mengalami hambatan komunikasi kategori sedang sebanyak 6 orang (60%) dan efektivitas komunikasi kategori cukup sebanyak 5 orang (50%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara hambatan komunikasi terapeutik dengan efektivitas komunikasi perawat (p = 0,021; r = -0,648). Semakin tinggi hambatan komunikasi terapeutik, semakin rendah efektivitas komunikasi perawat.
Efektivitas Pelvic Rocking Exercise terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Kebidanan kori kornelia; helpi nelwatri; Sri Daryani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30973

Abstract

Dismenore primer merupakan gangguan ginekologis yang umum dialami mahasiswi dan berdampak negatif terhadap aktivitas akademik, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelvic rocking exercise dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang. Desain penelitian quasi-experimental one-group pretest-posttest digunakan dengan 20 responden yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dua kali sehari pada hari ke-1 hingga ke-3 menstruasi selama minimal dua siklus berturut-turut (2 set × 10–15 repetisi per sesi, ±10–15 menit). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS 0–10). Hasil menunjukkan rerata nyeri sebelum intervensi 5,43 ± 1,40 dan sesudah intervensi 3,95 ± 1,47, dengan penurunan rerata 1,48 ± 0,75. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan bermakna (t = 9,02; p < 0,001). Pelvic rocking exercise terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore melalui mekanisme peningkatan sirkulasi pelvis, relaksasi otot, dan stimulasi endorfin. Intervensi ini direkomendasikan sebagai manajemen nonfarmakologis dismenore di lingkungan akademik
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI yulita elvira silviani; Desi Fitriani; Loren Juksen
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30961

Abstract

Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mempelajari hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI di TPMB R. Metode penelitian menggunakan desain analitik dengan desain cross sectional, Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara cara primer dengan cara membagikan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 33 Ibu nifas. Data yang diperoleh selanjutnya, diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square dan contigency coefficient. Hasil penelitian ini adalah: analisis univariat dari 33 responden terdapat 16 (48,5%) responden yang mengalami bendungan ASI, dan  terdapat 15 (45,5%) responden mempunyai pengetahuan kurang tentang perawatan payudara. Hasil analisis bivariat didapat nilai  χ2=12.304 dengan p-value=0,002<0,05 berarti signifikan, menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu nifas dengan Kejadian Bendungan ASI di TPMB R kategori hubungan kuat. Kepada pihak TPMB diharapkan dapat meningkatkan peran serta keluarga dalam mendukung ibu hamil dalam membantu kelancaran pemberian ASI dengan memberikan dukungan baik terhadap kelancaran maupun upaya meningkatkan kemampuan ibu dalam melakukan perawatan payudara yang baik dan benar.
ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PADA MASA NIFAS DALAM MENINGKATKAN PEMULIHAN IBU Evi Kritina; Mastina Mastina; Fika Lestari; Yen Risa Sanputri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 17, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v17i1.30858

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dalam proses pemulihan kesehatan ibu setelah persalinan. Pada fase ini, ibu tidak hanya mengalami perubahan fisik seperti involusi uterus, nyeri perineum, dan adaptasi laktasi, tetapi juga perubahan psikologis dan sosial yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan asuhan kebidanan yang mampu memenuhi kebutuhan ibu secara menyeluruh melalui konsep holistic. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asuhan kebidanan holistik dalam mendukung pemulihan ibu pada masa nifas berdasarkan literatur terbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artikel melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait masa nifas, asuhan kebidanan, pemulihan ibu, laktasi, dan involusi uterus. Proses seleksi artikel dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada PRISMA untuk meningkatkan transparansi, meliputi tahap identifikasi, penyaringan, dan penentuan kelayakan artikel. Kriteria inklusi mencakup artikel full-text berbahasa Inggris atau Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026. Sebanyak 10 artikel dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa asuhan kebidanan holistik berperan dalam mendukung pemulihan fisik ibu, antara lain melalui percepatan involusi uterus, penurunan nyeri postpartum dengan intervensi nonfarmakologis, serta peningkatan keberhasilan menyusui. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis ibu melalui dukungan emosional dan keberlanjutan asuhan (continuity of care), serta memperkuat aspek sosial melalui keterlibatan keluarga dan akses layanan kesehatan. Integrasi ketiga aspek tersebut menunjukkan hasil pemulihan yang lebih optimal dibandingkan dengan pendekatan yang parsial. Asuhan kebidanan holistik berkontribusi dalam meningkatkan pemulihan ibu pada masa nifas secara menyeluruh. Penerapan pendekatan ini dalam praktik kebidanan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta kesejahteraan ibu.