cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
PENGARUH MIRROR THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG MADINAH RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Maydinar, Dian Dwiana
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30666

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak mengalami hambatan, Mirror Therapy adalah bentuk citra motorik di mana cermin digunakan untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terpengaruh saat ia melakukan serangkaian gerakan.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh  mirror therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Pengambilan sample yang digunakan yaitu accidental sampling. Mirror therapy dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari.Hasil penelitian uji yaitu Wilcoxon  yang mana diperoleh statistik Wilcoxon Z = -3,471 dengan p-value =0,001. Karena p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak yang bermakna bahwa Ada pengaruh mirror therapy terhadap kekuatan otot ekstermitas atas  pada pasien stroke non hemoragik di Ruang Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 17 responden setelah dilakukan mirror pada hari ke-3 sebanyak  2 pasien (12%) memiliki kekuatan otot skala 1,3 pasien (18%) memiliki kekuatan otot skala 2, 4 orang (23%) memiliki kekuatan otot skala 3, 7 orang (41%) memiliki kekuatan otot skala 4 dan 1 orang lainnya (6%) memiliki kekuatan otot skala 4.Ada pengaruh antara Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rungan Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang terapi cermin (mirror therapy) dan hal-hal yang menjadi penghambat dan keberhasilan terapi sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal pada pasien stroke dengan Tindakan terapi cermin (mirror therapy). Kata Kunci: Stroke, Kekuatan Otot, Mirror Therapy  
Analisis Faktor Mempengaruhi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep mulyani, andi ulfah; Alwi, Muh Khidri; Haeruddin, Haeruddin; Nurlinda, Andi; Baharuddin, Alfina; Rusydi, Arni Rizqiani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3359

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan teknologi penting dalam mendukung pelayanan dan administrasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sistem informasi manajemen di RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling, dengan penetapan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin, dari total populasi sebanyak 219 orang diperoleh sampel sebanyak 142 responden. Sampel terdiri dari berbagai profesi termasuk pejabat structural, perawat, bidan, apoteker, laboran, radiographer, dietisen, manajemn dan tenaga rekam medik. Penentuan jumlah sampel untuk setiap kategori tenaga dilakukan dengan Teknik proporsional random sampling. Menggunakan kuesioner skala lickert. Analisis statistic digunakan meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji chi square menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas system pvalue 0,009, kualitas informasi pvalue 0,007, kualitas pelayanan pvalue 0,019, kepuasan pengguna pvalue 0,006, pengguna system pvalue 0,000 terhadap implementasi SIMRS dan variable lingkugan  dengan pvalue 0,133 tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi SIMRS. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa faktor kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, kepuasan pengguna dan penggunaan system memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi SIMRS. Direkomendasikan kepada rumah sakit umum daerah batara siang untuk meningkatkan fasilitas guna mendukung implementasi SIMRS yang optimal
STUDI KOMPARATIF GAYA HIDUP, STATUS ANEMIA DAN POLA MAKAN PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK) Rusdi, Faza Yasira; Harun, Harnavi; Mufidah, Athasya Aulia; Alyu, Hanifa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30586

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) ditandai dengan penurunan kerja ginjal yang berlangsung secara progresif. Prevalensi dan tingkat kematian yang disebabkan oleh PGK mengalami peningkatan setiap tahun. Kejadian PGK yang meningkat dan perkembangan penyakit yang semakin cepat sering dikaitkan dengan berbagai faktor risiko gaya hidup dan pola makan. Studi ini bertujuan untuk melihat perbandingan gaya hidup, status anemia, dan pola makan antara kelompok pre-dialisis dan hemodialisis. Desain penelitian adalah cross-sectional yang melibatkan 27 penderita PGK pre-dialisis dan 50 penderita PGK hemodialisis di RSUP M. Djamil Padang. Data yang dikumpulkan adalah gaya hidup (kebiasaan merokok dan aktivitas fisik), status anemia, dan pola makan (kepatuhan diet asupan protein). Pengumpulan data pola makan dilakukan menggunakan kuesioner food recall. Data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi-square dan fisher’s exact test dengan signifikansi p < 0.05. Sebagian besar subjek memiliki kebiasaan tidak merokok, aktivitas fisik yang ringan, anemia dan tidak patuh terhadap rekomendasi diet asupan protein. Tidak ada perbedaan kebiasaan merokok dan aktivitas antara kelompok pre-dialisis dan hemodialisis. Namun, terdapat perbedaan status anemia dan kepatuhan diet protein pada kedua kelompok. Intervensi dengan pendekatan holistic dapat diberikan dalam bentuk edukasi gizi terhadap gaya hidup dan peningkatan kepatuhan diet.
Marine Microalgae as Indicators of Heavy Metal Pollution in Coastal Ecosystems Fitri, Wiya Elsa; Putra, Adewirli; Syamsuardi, Syamsuardi; Nofrita, Nofrita; Deswati, Deswati
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30726

Abstract

Heavy-metal contamination remains a critical ecological threat in tropical coastal ecosystems, particularly along the West Coast of Sumatra, where concentrations of Pb, Cd, and Cu frequently approach or exceed biological stress thresholds. This article evaluates marine microalgae as indicators of heavy metal pollution, combining global biomarker evidence with region-specific hydrodynamic conditions, referring referring to publications from the last six years. The findings reveal strong cross-study convergence in microalgal responses, including chlorophyll degradation, photosynthetic inhibition, oxidative stress, and antioxidant enzyme activation. These biomarker patterns align closely with local observations from Sumatra, indicating that microalgae operate within exposure ranges known to induce sublethal physiological impairment. Hydrodynamic modulation driven by monsoon cycles further amplifies metal bioavailability, producing alternating acute and chronic stress regimes that chemical monitoring alone often fails to detect. This review provides the first integrated assessment linking microalgal biomarker evidence with monsoon-regulated metal dynamics in Indonesian coastal waters. By synthesizing mechanistic, ecological, and environmental data, the study establishes a robust scientific foundation for adopting microalgae as a core component of early-warning systems and coastal biomonitoring frameworks. The findings also highlight methodological gaps and propose future directions to strengthen monitoring programs within a One Health perspective
The Relationship Between Digital Health Literacy and Treatment Compliance in Patients with Non-Communicable Diseases Mahmudah, Rifahatul
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30533

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a global challenge, accounting for more than 70% of deaths, particularly in developing countries (WHO, 2020). Medication adherence plays an important role in preventing complications, yet remains low due to limited access and understanding of health information (Basu et al., 2020). This study aimed to determine the relationship between Digital Health Literacy (DHL) and medication adherence among NCD patients in the working area of Kuranji Primary Health Center. This research used a quantitative method with a descriptive-analytic design and a cross-sectional approach. The population consisted of all NCD patients in the working area of Kuranji Primary Health Center, with a sample of 51 patients selected through accidental sampling. The results showed that out of 51 respondents, 33 (64.7%) had high digital health literacy and 30 (58.8%) demonstrated high medication adherence. The chi-square test revealed a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating a significant relationship between digital health literacy and medication adherence among NCD patients at Kuranji Primary Health Center. It can be concluded that improving DHL supports patient adherence. Therefore, health workers at Kuranji Primary Health Center are recommended to optimize digital health literacy education for NCD patients.
EFEKTIVITAS TERAPI KOMBINASI AKUPRESUR (CV4 DAN SP6) DENGAN AROMATERAPI MINYAK Citrus Sinensis TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI THE EFFECTIVENESS OF COMBINED ACUPRESSURE THERAPY (CV4 AND SP6) WITH Citrus Sinensis ESSENTIAL OIL AROMATHERAPY ON REDUCING DYSMENORRHEA PAIN IN ADOLESCENT GIRLS Trisnadewi, Eliza; Jesica, Fanny; Sari Dewi, Ratna Indah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30715

Abstract

ABSTRAKDismenore primer merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada kualitas hidup serta aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti akupresur dan aromaterapi saat ini menjadi alternatif yang mulai banyak dikembangkan karena dinilai aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi kombinasi akupresur titik CV4 dan SP6 dengan aromaterapi minyak Citrus sinensis terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pre-test post-test control group. Sampel penelitian berjumlah 20 responden, terdiri dari 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol yang dipilih secara purposive. Tingkat nyeri diukur menggunakan skala numerik sebelum dan sesudah intervensi selama tiga hari berturut-turut, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun (45%) dan sebagian besar mengalami nyeri sedang (50%) sebelum intervensi. Pada kelompok intervensi, nyeri sedang yang dominan pada pre-test (60%) bergeser menjadi nyeri ringan (60%) dengan 10% bebas nyeri pada post-test, sedangkan kelompok kontrol tetap didominasi nyeri sedang tanpa responden bebas nyeri. Analisis bivariat menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor nyeri dari 6,20 menjadi 4,90 pada hari pertama (p=0,012), dari 5,10 menjadi 3,50 pada hari kedua (p=0,001), dan dari 4,00 menjadi 2,70 pada hari ketiga (p=0,000). Dengan demikian, kombinasi akupresur CV4 dan SP6 dengan aromaterapi minyak Citrus sinensis terbukti efektif menurunkan nyeri dismenore secara signifikan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis yang dapat diterapkan pada remaja putri, serta perlu diteliti lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih besar dan periode tindak lanjut yang lebih panjang untuk memastikan konsistensi efeknya.Kata kunci : Dismenore, Akupresur (CV4, SP6), Aromaterapi, Citrus sinensis, Remaja putri ABSTRACT Primary dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems among adolescent girls and may affect quality of life and daily activities. Non-pharmacological management such as acupressure and aromatherapy has increasingly been developed as safe and effective alternatives. This study aimed to determine the effectiveness of a combination therapy of acupressure at CV4 and SP6 points with Citrus sinensis essential oil aromatherapy in reducing dysmenorrhea pain among adolescent girls. A quasi-experimental design with a pre-test post-test control group was employed. The sample consisted of 20 respondents, including 10 in the intervention group and 10 in the control group, selected purposively. Pain intensity was measured using a numeric rating scale before and after intervention for three consecutive days, and analyzed using univariate and bivariate approaches with the Wilcoxon test. Results showed that most respondents were 16 years old (45%) and experienced moderate pain (50%) prior to intervention. In the intervention group, the dominant moderate pain at pre-test (60%) shifted to mild pain (60%) with 10% reporting no pain at post-test, whereas the control group remained dominated by moderate pain with no pain-free respondents. Bivariate analysis indicated a significant reduction in mean pain scores, from 6.20 to 4.90 on day one (p = 0.012), from 5.10 to 3.50 on day two (p = 0.001), and from 4.00 to 2.70 on day three (p = 0.000). These findings demonstrate that the combination of CV4 and SP6 acupressure with Citrus sinensis aromatherapy is effective in significantly reducing dysmenorrhea pain. This intervention is recommended as a non-pharmacological alternative for adolescent girls and further studies with larger sample sizes and longer follow-up periods are suggested to confirm its consistency.Keywords: Dysmenorrhea, Acupressure (CV4, SP6), Aromatherapy, Citrus sinensis, Adolescent girls@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}@font-face {font-family:Aptos; panose-1:2 11 0 4 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 3 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:8.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Aptos",sans-serif; mso-ascii-font-family:Aptos; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Aptos; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Aptos; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;}p {mso-style-priority:99; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Aptos; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Aptos; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Aptos; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:8.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
EFEKTIVITAS TEKNIK ACTIVE CYCLE OF BREATHING KOMBINASI POSTURAL DRAINAGE TERHADAP SATURASI OKSIGEN DAN CLEARANCE SPUTUM TB PARU MULTI DRUG RESISTANT Amri, Novita; Sakti Anggraini, Siska; Morika, Honesty Diana
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30667

Abstract

Tuberkulosis Paru Multi Drug Resistant (MDR-TB) merupakan salah satu tantangan kesehatan global dengan tingkat mortalitas yang tinggi dan terapi yang kompleks. Pasien MDR-TB kerap mengalami hipoksemia akibat gangguan pertukaran gas serta retensi sputum yang berisiko menimbulkan komplikasi berupa atelektasis dan perburukan fungsi paru. Kondisi ini membutuhkan intervensi tambahan selain pengobatan farmakologis. Teknik Active Cycle of Breathing (ACBT) dan Postural Drainage (PD) secara teoritis mampu meningkatkan saturasi oksigen dan memperbaiki clearance sputum, namun bukti empiris mengenai efektivitasnya pada pasien MDR-TB masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi gap pengetahuan tersebut sekaligus mengeksplorasi intervensi fisioterapi yang sederhana dan terjangkau sebagai terapi adjuvan dalam tatalaksana MDR-TB.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi ACBT dan PD dalam meningkatkan saturasi oksigen serta clearance sputum pada pasien MDR-TB. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan rancangan pretest–posttest control group. Sebanyak 30 pasien MDR-TB direkrut sebagai sampel penelitian dan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=15) yang mendapatkan terapi ACBT + PD dan kelompok kontrol (n=15) yang hanya memperoleh perawatan standar. Intervensi diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, sedangkan clearance sputum dievaluasi berdasarkan volume dan karakteristik sputum. Analisis data dilakukan dengan paired t-test untuk melihat perbedaan intrakelompok dan independent t-test untuk membandingkan hasil antar kelompok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen pada kelompok intervensi meningkat signifikan dari 91,80% ± 3,25 menjadi 95,60% ± 2,80 (p=0,018), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna dengan nilai rata-rata 91,40% ± 3,10. Pada aspek clearance sputum, kelompok intervensi mengalami peningkatan volume dari 8,90 ± 2,20 ml menjadi 15,70 ± 3,05 ml (p=0,007), sedangkan kelompok kontrol tetap relatif stabil yaitu 9,10 ± 2,30 ml. Analisis bivariat menegaskan bahwa terdapat perbedaan bermakna baik pada saturasi oksigen maupun volume sputum antara kelompok intervensi dan kontrol.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ACBT dan PD terbukti efektif dalam meningkatkan oksigenasi serta memperbaiki clearance sputum pada pasien TB paru MDR.Kata Kunci : Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; saturasi oksigen; clearance sputum ABSTRACTMultidrug-resistant pulmonary tuberculosis (MDR-TB) remains a major global health challenge with high mortality rates and complex treatment regimens. Patients with MDR-TB often experience hypoxemia due to impaired gas exchange and sputum retention, which may lead to complications such as atelectasis and further deterioration of lung function. These conditions require adjunctive interventions in addition to pharmacological therapy. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) and Postural Drainage (PD) are theoretically capable of improving oxygen saturation and enhancing sputum clearance; however, empirical evidence regarding their effectiveness in MDR-TB patients remains limited. Therefore, this study is important to address the existing knowledge gap and explore simple, affordable physiotherapy interventions as adjuvant therapy in the management of MDR-TB.This study aimed to analyze the effectiveness of combining ACBT and PD in improving oxygen saturation and sputum clearance in MDR-TB patients. A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. A total of 30 MDR-TB patients were recruited and divided into two groups: the intervention group (n=15), which received ACBT + PD therapy, and the control group (n=15), which received standard care only. The intervention was administered for four weeks with a frequency of three sessions per week. Oxygen saturation was measured using a pulse oximeter, while sputum clearance was evaluated based on volume and characteristics. Data analysis was conducted using paired t-tests for intragroup comparisons and independent t-tests for intergroup comparisons.The results showed that the mean oxygen saturation in the intervention group significantly increased from 91.80% ± 3.25 to 95.60% ± 2.80 (p=0.018), while the control group showed no significant changes with a mean value of 91.40% ± 3.10. In terms of sputum clearance, the intervention group experienced a significant increase in sputum volume from 8.90 ± 2.20 ml to 15.70 ± 3.05 ml (p=0.007), whereas the control group remained relatively stable at 9.10 ± 2.30 ml. Bivariate analysis confirmed significant differences between the intervention and control groups in both oxygen saturation and sputum volume.In conclusion, the combination of ACBT and PD is proven effective in improving oxygenation and enhancing sputum clearance among patients with MDR pulmonary tuberculosis.Keywords: Active Cycle of Breathing; Postural Drainage; MDR-TB; oxygen saturation; sputum clearance 
PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PASCAOPERASI DI RSU HAJI MEDAN Hasibuan, Fauzi Alvian; Suhaymi, Ery
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30537

Abstract

This study aims to determine the effect of smoking habits on the postoperative wound healing process at RSU Haji Medan. The study used a quantitative analytical design with a cross-sectional study approach. The population was all postoperative patients at RSU Haji Medan in 2024, with a total sampling technique of 37 respondents who met the inclusion criteria. The independent variable was smoking habits classified into light, moderate, and heavy smokers, while the dependent variable was the inflammatory phase of wound healing. Data were obtained through questionnaires and observation sheets, then analyzed using the Chi-square test. The results of this study indicate that smoking habits significantly influence delayed postoperative wound healing. Higher smoking intensity is correlated with an increased risk of delayed wound healing and longer recovery time. Medical education, smoking cessation counseling, and perioperative interventions are needed to minimize complications in smoking patients undergoing surgery.
IMPLEMENTASI VIRTUAL REALITY DAN GRATITUDE THERAPY UNTUK REDUKSI NYERI DAN STRES PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI KABUPATEN BUNGO fitriwati, citra indah
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30548

Abstract

Postoperative pain and postpartum stress are two major issues commonly experienced by mothers who undergo sectio caesarea delivery. Poorly managed pain can increase stress, delay the recovery process, and interfere with mother–infant bonding. This study aimed to identify the effect of virtual reality and gratitude therapy on pain and stress among post-cesarean section mothers, who often face more complex physical and emotional challenges. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach and was conducted in July–August 2025 with 50 participants. Data were analyzed using an independent t-test. Pain was measured using Numeric Rating Scale, and stress was assessed using Perceived Stress Scale. Results showed that 68% of respondents were aged 20–35 years, 48% had a college education, 60% were working mothers, 80% were multigravida, and 82% had a history of previous sectio caesarea. Statistical analysis revealed a significant difference in pain and stress scores after the intervention, with a p-value of 0.0005. These findings suggest that virtual reality combined with gratitude therapy can serve as an effective non-pharmacological intervention for reducing pain and stress in post-sectio caesarea mothers.Keywords: Virtual reality; Gratitude therapy; Pain; Stress; Sectio caesarea
FAKTOR PERILAKU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENERIMAAN TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA KONTAK SERUMAH Sary, Annisa Novita; Suhaimi, Fakticia; Marsyah, Finy; Dasril, Oktariyani; Rosa, Audrey Faiza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30722

Abstract

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan program pengendalian tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu strategi dalam percepatan eliminasi TB 2030. Kontak serumah pasien TB menjadi orang yang berisiko tinggi terinfeksi Tuberkulosis dan menjadi sasaran prioritas TPT. Penemuan kasus TB baru di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024 mencapai 56%, jauh dari target nasional sebesar 90%. Dari target capaian sebesar 68% Propinsis Sumatera Barat, sebesar 9% dari total kontak erat yang menerima TPT. Capaian TPT di Kabupaten Solok hanya mencapai 7%. Hal ini menunjukkan adanya hambatan besar dalam upaya pencegahan TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah. Desain penelitian ini adalah desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Singkarak, Puskesmas Paninggahan dan Puskesmas Muara Panas. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien TB positif di wilayah kerja Puskesmas tersebut dengan jumlah sampel sebanyak 91 sampel. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa responden menolak TPT sebesar 92,3%, pengetahuan yang kurang (52,7%%), sikap yang negatif (54,9%), persepsi yang negatif (53,8%), dan tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan (56%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p value = 0,049), sikap (p value = 0,043), persepsi (p value = 0,046) dan dukungan tenaga kesehatan (p value = 0,041) dengan penerimaan TPT. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi dan dukungan tenaga kesehatan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah di Kabupaten Solok. Diharapkan keluarga yang kontak serumah TB dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya TPT pada kontak serumah sehingga menerima TPT.