Articles
157 Documents
Kajian Awal tentang Peran Pendatang dalam Transformasi Konflik di Papua
Mohamad Baihaqi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v7i2.62527
Artikel ini menjelaskan studi literatur awal tentang peran migran dalam transformasi konflik di wilayah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat). Konflik yang terjadi di Papua akhir-akhir ini menurut studi merupakan akibat dari kompleksitas ekonomi, sejarah, sosial termasuk ingatan kolektif masyarakat Papua dan Papua Barat. Kehadiran para pendatang yang berlatar belakang berbagai agama dan suku sering dianggap turut memperparah konflik kepentingan, terutama dengan masyarakat Papua yang pro kemerdekaan. Studi literatur menunjukkan bahwa resistensi terjadi di antara orang Papua dan di dalam diri para pendatang. Namun eksplorasi literatur dalam studi ini juga menemukan adanya kecenderungan di mana pendatang baru (pendatang) mampu beradaptasi untuk bernegosiasi dengan penduduk setempat. Kajian ini disimpulkan melalui beberapa tahapan analisis berdasarkan teori transformasi konflik. Studi ini merangkum rekomendasi pelibatan para pendatang (pendatang baru) untuk peran aktif para pendatang dalam pembangunan perdamaian dan resolusi konflik di Papua.
The Expansion of Nickel Mining, Environmental Damage and Determinants’ of the Bajo Community Marginalization in Pomalaa Regency, Southeast Sulawesi
Irawati Irawati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v7i2.62529
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tata kelola yang kurang tepat dalam pengelolaan sumber daya alam yang seharusnya melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan agar dapat terus sejahtera. Namun, ekspansi pertambangan nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka telah mengakibatkan jurang yang besar antara si kaya dan si miskin. Hal tersebut juga mempengaruhi kelangsungan hidup masyarakat Bajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap determinan atau alasan mengapa masyarakat Bajo terpinggirkan, terutama akibat ekspansi pertambangan di Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Metode penelitian dilakukan dengan paradigma post-positivism dengan menerapkan pendekatan grounded theory untuk analisisnya. Studi tersebut mengidentifikasi tiga faktor penentu utama marjinalisasi masyarakat Bajo. Pertama, air yang tercemar akibat pencemaran pantai. Kedua, tidak tersedia dukungan mata pencaharian alternatif karena terbatasnya akses untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari perluasan pertambangan. Ketiga, lemahnya daya tawar masyarakat Bajo dalam menghadapi politik perusakan lingkungan akibat terbatasnya akses masuk ke dalam struktur pembuat kebijakan yang dilestarikan oleh norma budaya lokal.
Model Ekonomi Pengalaman: Memahami Perilaku Konsumen dan Layanan Konten Berbayar
Muhamad Ferdy Firmansyah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v7i2.62530
Dalam penulisan ini akan mendeskripsikan secara kualitatif mengenai model kepuasan individu dalam perspektif ekonomis dengan menggunakan pendekatan konsep ekonomi pengalaman dan ekonomi perilaku secara kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah konsep teoritisasi data (grounded theory approach) dan melakukan pengembangan terhadap konsep pengkodean berbuka, pengkodean berporos dan pengkodean berpilih untuk memberikan pendekatan kualitatif yang maksimal dalam memahami ekonomi pengalaman. Data yang digunakan adalah data sekunder. Diharapkan dengan penulisan ini akan memberikan perspektif baru mengenai perilaku individu dalam pengalamannya secara rohaniah dan jasmaniah dalam kerangka pemikiran ekonomi.
Pandemi Covid 19 dan Ujian Modernitas: Pembahasan Sosiologi Masyarakat Berisiko
Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v7i2.62531
Modernitas secara esensial membawa risiko dalam praktiknya, begitu pula demokrasi. Dalam konteks menangani wabah Covid19 kita menyaksikan kehidupan masyarakat moderen yang berisiko secara global dihadapkan pada banyak kerumitan. Kenyataannya hampir tidak ada negara yang mampu lolos dari serangan wabah Covid19. Ukuran pembangunan moderen sebuah negara seakan menjadi kurang relevan. Konsep masyarakat berisiko mengajak untuk mengenali moral kemanusiaan sebagai nilai dan perangkat untuk merespon realitas sosial dan transformasinya. Secara epistemologis, kesulitan merekonstruksi moral kemanusiaan terletak pada kredo modernitas itu sendiri. Metode analisis wacana digunakan dalam artikel ini sebagai dialog rekonstruksi ‘perdamaian’ antara ilmu pengetahuan dan agama sebagai basis kemanusiaan. Jadi dapat disimpulkan upaya untuk membongkar mitos mengenai modernitas pasca wabah Covid19 ditujukan untuk membuka ruang-ruang dialogis yang bersifat partisipatoris untuk mereduksi risiko modernitas yang dapat mengabaikan kemanusiaan itu sendiri.
Covidiot di Masyarakat Post-Truth: Dari Anti-Otoritarianisme ke Anti-Religiusitas
Abdullah Muslich Rizal Maulana;
M. Kharis Majid;
Tonny Ilham Prayogo;
Tistigar Sansayto
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): July
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.68010
This article aimed to elaborate on 'Covidiot' as discourse emerged within the Post-Truth Society and how it is linked to 'Anti-Authoritarianism' and 'Anti-Religiousity'. It turns out that Covidiot is considered as one of the lethal ignorance practised by the global communities, refuting parts or the whole COVID-19 protocols regulated by the government while at the same time distributing the massive number of hoaxes. In order to enquire into the discussion, Researcher utilized the 'Discourse-Analysis' method uncovering the ideological substance of Covidiot, starting from its definition and history, followed by an analysis concerning a relationship between COVID-19 and the Post-Truth era. The research continued with a proper comprehension regarding the impact of Covidiot on society and ended with a reflection regarding how Covidiot symbolized an act of 'Anti-Authoritarianism' and 'Anti-Religiousity'. This paper concluded that Covidiot in the Post-Truth society is in urgent demand of the sustained approach from government officers and religious figures to successively educate society further about the jeopardy of Covidiot.
Peran Kapital pada Media Sosial: Pertarungan Kuasa Wacana Tri Rismaharini di Twitter dengan Analisis Jaringan Sosial
Grady Nagara
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): June
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.68244
Penelitian ini bertujuan untuk memotret peranan kapital dan pertarungan kuasa dalam penentuan posisi aktor sosial dan pembentukan polarisasi di dalam perdebatan tentang wacana tentang Tri Rismaharini di Twitter. Twitter, dalam penelitian ini dimaknai sebagai arena digital yang dianalisis melalui pendekatan sosiologi Pierre Bourdieu. Kerangka teoretik Bourdieu menawarkan dinamika konsep antara habitus, kapital, dan arena yang sangat relevan untuk menganalisis pertarungan kuasa wacana di media sosial. Pendekatan Bourdieu memungkinkan peneliti untuk menganalisis dinamika pertarungan dan faktor-faktor apa saja yang menentukan dominasi aktor dalam arena berdasarkan kepemilikan kapital. Penelitian ini merupakan riset digital dengan memvisualisasikan arena melalui struktur jaringan sosial. Oleh sebab itu, perarungan kuasa di sini perlu dianalisis melalui teknik analisis jaringan sosial (social network analysis). Penelitian ini menghasilkan dua temuan utama. Pertama, penelitian ini menemukan bahwa kapital, terutama kapital sosial, sangat berperan dalam menentukan dominasi aktor mengenai perdebatan isu Tri Rismaharini di Twitter. Kedua, pertarungan kuasa yang ditemukan melalui bukti empiris dalam studi ini, menunjukkan bahwa klaster-klaster polarisasi yang terjadi sangat beragam. Namun, banyak klaster wacana yang termarjinalisasi dalam arena karena tidak adanya aktor-aktor dengan kapital yang besar pada klaster tersebut.
Dampak Psikologis Janda Perkawinan Model Komunitas Samin Studi Kasus di Kudus Jawa Tengah
Moh Rosyid;
Lina Kushidayati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): July
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.68246
The purpose of this article is portraying psychological impact of divorce for Samin people whose marriage is unregistered. Data are gathered through observation and interview among the leader and Samin people. Samin people do not register their marriage and thus, they do not undertake the regulation on the minimum age for marriage. Once divorce occurs, the wife receives psychological impacts: rumors of cohabitation (kumpul kebo), does not receive inheritance, rumors of illegal marriage. Some of Samin people try to find the way to have marriage certificate, thus register their community as a local religion. On April 25th, 2019, for the first time, the Office for Civil Affairs of Kudus issued marriage certificate for Samin people. Kudus government should pay attention to the minority rights.
Internalisasi Budaya Gotong Royong Sebagai Identitas Nasional
Nelly Marhayati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): July
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.68407
Saat ini budaya gotong royong sedang mengalami entropi budaya. Dimana sistem nilai dari budaya tersebut masih ada, namun sistem sosial yang ada didalam budaya tersebut tidak mampu lagi memotivasi dan mengontrol perilaku yang ada di masyarakat. Tujuan tulisan ini adalah menawarkan sebuah gagasan berupa internalisasi nilai-nilai budaya gotong royong sehingga diharapkan masyarakat Indonesia tidak hanya memahami dan mengingat kembali budaya gotong royong tetapi juga memahami nilai yang terkandung dan menjadikan budaya tersebut sebagai identitas yang melekat khususnya ke dalam diri setiap individu. Jika seluruh masyarakat Indonesia menjadikan gotong royong sebagai identitas diri sebagai bangsa Indonesia maka secara otomatis identitas diri tersebut akan menjadi identitas nasional. Jenis penelitian ini adalah study pustaka yang mencoba menghasilkan sebuah gagasan atau ide baru dengan cara menganalisis data yang dikumpulkan dari buku-buku dan karya ilmiah tentang gotong royong dan identitas nasional.
Volunteer Tourism sebagai Pilihan Konsumsi Leisure Pemuda Kontemporer: Antara Altruisme dan Komodifikasi
Khansa Nur Husna;
M. Falikul Isbah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): July
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.69117
Volunteer tourism adalah program yang memadukan kesukarelawanan dengan turisme. Akhir-akhir ini, program semacam ini semakin popular di Indonesia, terutama menarik minat mahasiswa atau kaum muda. Beberapa studi telah mengkritik volunteer tourism sebagai aktifitas kesukarelawan yang bias kelas, mereproduksi cara pandang kolonialis, dan rendahnya kredibilitas untuk memberikan dampak dan kelestarian pada masyarakat di lokasi program. Artikel ini mengeksplorasi konteks sosial ekonomi atas perkembangan pesat volunteer tourism di Indonesia dan apa yang mendasari pemuda Indonesia memilih untuk terlibat di dalamnya. Data penelitian ini dihasilkan melalui serangkaian observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi baik secara online maupun offline pada penyelengara program volunteer tourism dan juga pemuda yang ikut serta dalam volunteer tourism. Penelitian ini menunjukkan bahwa volunteer tourism di Indonesia akhir-akhir ini berkembang pesat dalam konteks sosial ekonomi yang sedang mengalami peralihan dari non-leisure consumption menuju leisure consumption. Peralihan pola konsumsi ini juga didukung dengan digitalisasi dan juga masifnya perkembangan pasar leisure baru di Indoesia. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua nilai yang mengemuka dari volunteer tourism, yakni semangat altruisme pemuda dan nuansa komodifikasi program ini untuk keuntungan penyelenggara dan para peserta.
Kearifan Lokal dan Finansial Masyarakat Temon Sesudah Pembebasan Lahan YIA
Chiquitha Tiara Fithiadi Sedjati;
Qonita Luthfia Alimah;
Langit Gemintang Muhammad Hartono;
Salsabila Nur Aini;
Malik Anwar;
Derajad Sulistyo Widhyharto
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 8, No 1 (2021): July
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jps.v8i1.69249
Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana kearifan lokal memainkan peran dalam keputusan ekonomi masyarakat dan bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam literasi finansial melalui pendekatan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan mendalam dari sudut pandang subjek terhadap suatu fenomena. Hasil penelitian adalah (1) kearifan lokal masih berperan penting dalam keputusan ekonomi masyarakat. Nilai gemi, nastiti, dan ngati-ngati serta filosofi tuna satak bathi sanak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (2) Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam literasi finansial bukan berarti semata-mata mengikuti nalar masyarakat, tetapi berusaha untuk berusaha untuk menyelaraskan nilai tersebut dengan prinsip ekonomi.