cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
Perancangan Desain Model Management Inventory System Apotek Doko, Karmelia Intany; Kristina, Susi Ari; Lazuardi, Lutfan
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.89120

Abstract

Salah satu standar pelayanan kefarmasian di apotek adalah pengelolaan obat dan dapat dijadikan indikator mutu pelayanan kefarmasian di apotek. Sistem informasi merupakan salah satu faktor pendukung kefektifan dan efisiensi pengelolaan obat. Sistem informasi manajemen (SIM) saat ini terbatas pada pencatatan dan pelaporan proses operasional yang ada di apotek dan belum ada fitur tambahan dalam pengelolaan obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model sistem informasi manajemen pengendalian persediaan obat melalui pendekatan user centered design (UCD). Penelitian ini merupakan deskriprif yaitu analisis kebutuhan pengguna menggunakan metode focus group discussion (FGD) dan observasi. Prototype didesain dapat berinteraksi langsung ke pengguna untuk dapat dilakukan perancangan lanjutan. Subyek penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 orang pemilik sarana apotek (PSA) dan 5 orang apoteker. Kebutuhan data dalam pengelolaan obat di apotek meliputi data barang, data satuan, data supplier, data penerimaan dan penjualan, data inkaso, data barang rusak dan kadaluarsa, data usulab obat baru, data pengadaan dan data stock opname. Desain sistem pengelolaan obat yang dibuat merupakan desain dalam bentuk data flow diagram (DFD). Kesimpulan penelitian ini adalah perlu dibuat desain model lanjutan pengelolaan obat yaitu entity relationship diagram (ERD), data dictionary, dan data dummy sehingga akan menghasilkan prototype sistem informasi yang bisa berjalan tanpa adanya error pada sistem.
Evaluasi Kesesuaian Penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik Pada Penyalur Alat Kesehatan Di DIY Faluti, Dimas Rizki; Wedyaningsih, Chairun; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.90846

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami oleh PAK Pusat di DIY dalam mendapatkan sertifikat CDAKB dari Kemenkes RI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelaksanaan kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY terhadap standar CDAKB dan memahami faktor yang memengaruhi tercapainya kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat dengan standar CDAKB. Desain penelitian adalah deskriptif evaluatif pada 20 PAK Pusat secara purposive sampling di DIY selama 3 bulan penelitian. Pendekatan kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner dan pendekatan kualitatif menggunakan pedoman wawancara kepada PJT Alkes. Analisa data kuantitatif dengan perhitungan persentase tingkat kesesuaian pelaksanaan 13 aspek standar CDAKB pada PAK Pusat, kemudian dikategorikan dalam katagori sesuai dan belum sesuai, sedangkan data kualitatif disajikan dengan menarasikan faktor yang memengaruhi tercapainya kesesuaian dengan standar CDAKB. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY terhadap standar CDAKB adalah 75%, sedangkan faktor yang memengaruhi kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat dengan standar CDAKB adalah karakteristik PAK Pusat, faktor manusia, faktor sistem dan faktor lingkungan. Kesimpulan penelitian, masih terdapat ketidaksesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY dengan standar CDAKB dan faktor yang memengaruhi kesesuaian perlu ditindaklanjuti dengan usaha melaksanakan kegiatan distribusi sesuai standar CDAKB baik dari sisi ketersediaan sarana-prasarana serta dokumen pendukung.
Evaluasi Perencanaan dan Distribusi Obat Program TB di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Carolin, Marizka; Satibi, Satibi; Puspandari, Diah Ayu
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.91928

Abstract

Indonesia memiliki target eliminasi TB tahun 2030 dan bebas TB tahun 2050. Keberhasilan Program membutuhkan ketersediaan dan keterjangkauan Obat TB, sehingga diperlukan manajemen pengelolaan Obat TB yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alur dan evaluasi pada proses perencanaan dan distribusi obat program TB tahun 2022 di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara serta aspek pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengamatan yang bersifat observasi dan wawancara. Data kuantitatif diperoleh secara retrospektif melalui penelusuran data dokumen perencanaan dan distribusi Obat Program TB tahun 2022. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara secara mendalam kepada 4 informan yang menguasai perencanaan dan distribusi obat program TB yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data kuantitatif yang diperoleh diukur menggunakan indikator perencanaan dan distribusi serta dibandingkan dengan hasil penelitian, data kualitatif dianalisis isi wawancara dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil evaluasi menunjukan ada 5 indikator yang tidak memenuhi standar yaitu ketepatan perencanaan (113%), penyimpangan perencanaan (44%), penyimpangan jumlah obat terdistribusi (0,3%), ITOR (1,33 kali) dan rata-rata waktu kekosongan obat (30 hari), sementara terdapat 5 indikator yang memenuhi standar yaitu ketersediaan obat (12,8 bulan), penataan obat (FEFO), obat terdistribusi seluruhnya ke Kabupaten/Kota (100%), nilai obat kadaluarsa dan stok obat mati (0%). Faktor penghambat keterlambatan pencairan dana distribusi dan dropping obat dari pusat. Faktor pendukung terdapat sistem informasi TB dan data pelaporan yang valid. Masih terdapat beberapa indikator yang perlu diperbaiki.
Analisis Penangkapan Radikal Bebas Jamu Rosella dan Fenolik Totalnya Nurhaeni, Farisya; Purwanto, Purwanto; Irianto, Iramie Duma Kencana; Fiqoh, Latifah Nisa; Ardiyanti, Febriana
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.92578

Abstract

Dengan semakin berkembangnya tingkat aktivitas manusia, semakin tinggi pula prevalensi penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh radikal bebas, yang salah satunya disebabkan oleh pola hidup dan polusi yang ada. Untuk menanggulangi radikal bebas tersebut diperlukan antioksidan, yang mana salah satu sumber utamanya adalah dari tanaman herbal. Guna meningkatkan pemanfaatan herbal tersebut, pembuatan sediaan seperti jamu adalah diperlukan karena sediaan ini yang banyak diminati masyarakat. Dalam penelitian ini, herbal seperti bunga rosella, rimpang kunyit, rimpang jahe, sereh, dan jeruk nipis dipilih sebagai bahan jamu godhog yang kaya akan antioksidan. Dalam hal sebagai sediaan jamu, produk ini terbukti cukup aktif dapat menangkap radikal bebas dengan reagen DPPH. Kandungan fenolik dan flavonoid dalam sediaan jamu tersebut adalah komponen utama yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penangkapan radikal bebasnya.
Efektivitas Penggunaan Ozon Untuk Dekontaminasi Mikroba Pada Simplisia Herba Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) di Pasar Bringharjo Dengan Pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) cempaka, agnesia; Bayumurti, Yosi; Purwantini, Indah
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.92732

Abstract

Indonesia secara geografis terletak pada daerah tropis yang memiliki kelembaban relatif tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba. Mikroba tumbuh subur pada lingkungan yang memiliki kadar air tinggi. Produk simplisia merupakan salah satu produk yang dapat terkontaminasi pada kondisi tersebut. Simplisia sebagai bahan baku obat tradisional/obat herbal biasanya disimpan dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan pada proses pembuatan obat. Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk bahan baku obat herbal.Dekontaminasi menggunakan ozon merupakan metode untuk menghilangkan kontaminan mikroba. Dalam penelitian ini dilakukan perlakuan ozon pada 50 g sampel herba sambiloto dilakukan dengan kekuatan 10 g/h dengan interval 0; 30; 60; 90 dan 120 menit. Efektivitas ozon diukur dengan melakukan uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) pada sampel yang diberikan perlakuan dan tanpa perlakuan (kontrol).Dekontaminasi mikroba menggunakan ozon 30; 60; 90; dan 120 menit pada simplisia herba sambiloto dapat menurunkan persentase nilai ALT berturut-turut sebesar 88%; 99%; 99,6% dan 100%, sedangkan untuk persentase penurunan nilai AKK berturut-turut adalah 33%; 67%; 100% dan 100%.
POTENSI SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN CARBOXYMETHYLCELLULOSE – Natrium (CMC-Na) : review Nugraheni, Heka Mareta; Zai, Khadijah; Santosa, Djoko
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.93539

Abstract

Carboxymethylcellulose – Natrium (CMC-Na) merupakan salah satu senyawa turunan dari selulosa yang memiliki berbagai kegunaan baik pada bidang farmasi, tekstile, konstruksi dan makanan. CMC-Na dapat diperoleh dari bahan alam yang mengandung selulosa seperti batang tumbuhan, kayu, daun, kulit buah, tangkai maupun serabut. Berdasarkan banyaknya kegunaan dan berlimpahnya bahan alam sebagai bahan utama pembuatan CMC-Na menjadikan banyaknya penelitian terkait sintesis CMC-Na. Review artikel ini bertujuan untuk membahas potensi bahan alam sebagai bahan baku dalam pembuatan CMC-Na. Pencarian arikel dilakukan secara online melalui Google Scholar dengan katakunci tertentu untuk mendapatkan informasi terbaru yang dipubikasi pada tahun 2013 sampai tahun 2022. Proses sintesis CMC-Na melalui beberapa tahapan, yaitu delignifikasi, bleaching, alkalisasi dan karboksimetilasi. Disisi lain, terdapat beberapa faktor yang perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut, seperti proses ekstraksi selulosa, konsentrasi NaOH dan Natrium Monokloroasetat yang dgunakan, serta waktu dan suhu. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam mempengaruhi kualitas CMC-Na yang dihasilkan, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa bahan alam yang tersedia melimpah di Indonesia dapat menghasilkan produk CMC-Na dengan kualitas yang baik.
Perbandingan Disolusi Dispersi Padat Valsartan Dalam Bentuk Tablet dan Kapsul cahyani, sulastari; Laksitorini, Marlyn Dian; Sulaiman, Teuku Nanda
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.94205

Abstract

ABSTRAK Valsartan adalah zat aktif yang sukar larut air yang mana kelarutannya bergantung pada pH saluran cerna. Dispersi padat merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi zat aktif sukar larut. Penelitian sebelumnya telah didapatkan dispersi padat valsartan dengan pembawa PVP VA, poloxamer 188 dan poloxamer 407 yang memiliki kelarutan jenuh dan disolusi intrinsik yang baik. Kendati demikian pelepasan dispersi padat valsartan dalam bentuk sediaan khususnya tablet dan kapsul belum diketahui, sebagaimana diketahui bahwa pembawa yang digunakan dan bentuk sediaan obat mempengaruhi profil disolusi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan disolusi dispersi padat valsartan dalam bentuk sediaan  tablet dan kapsul pada pH 1,2 dan 4,5. Karakteristik fisik tablet dispersi padat dispersi padat valsartan meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Adanya PVP VA, poloxamer 188 dan poloxamer 407 pada sistem dispersi padat menghasilkan tablet yang memiliki pelepasan obat diperlama dan menghasilkan daya apung setelah diformulasi menjadi tablet. Kapsul dispersi padat valsartan memiliki profil disolusi yang lebih baik dibandingkan tablet dispersi padat valsartan pada pH 1,2 maupun pH 4,5.  Nilai Q60 kapsul dispersi padat valsartan pada pH 1,2 dan 4,5 berturut-turut 2,73% dan 103,28% sedangkan nilai Q60 tablet dispersi padat valsartan berturut-turut 2,89% dan 36,75%.Kata Kunci : dispersi padat, valsartan, tablet, kapsul
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Tabir Surya Pentagamavunon-5 Serta Uji Aktivitasnya Secara In Vitro Zulkarnain, Abdul Karim; Syach, Muhammad Ferdian; Ritmaleni, Ritmaleni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.95459

Abstract

 Pentagamavunon-5 (PGV-5) adalah salah satu senyawa analog kurkumin yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi yang dapat berpotensi dimanfatkan sebagai bahan aktif tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan asam stearat dan parafin cair untuk mendapatkan sediaan tabir surya yang memiliki sifat fisik yang baik serta menghasilkan efek proteksi dari PGV-5 sebagai bahan aktif dengan maksimal. Metode optimasi formula dilakukan dengan mengubah konsentrasi dari asam stearat dan parafin cair. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design pada Design Expert versi 13 yang dilanjutkan dengan verifikasi formula optimum dan uji sifat fisik serta stabilitas sediaan krim. Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan One-Sample t-Test dengan taraf kepercayaan 95% dan IBM SPSS Statistic 26 untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dengan PGV-5 sebesar 0,25% dihasilkan nilai SPF sebesar  40,25; sedangkan SPF basis krim sebesar 6,93. Hasil uji stabilitas fisik sediaan yang disimpan pada suhu ekstrim pada  siklus 0, 1, 2, dan 3 tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi > 0.05. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan memiliki SPF 40,25 dan stabil selama penyimpanan pada suhu ekstrim. Nilai %Te krim PGV-5 24%, sedangkan nilai %Tp adalah 12,69% termasuk dalam kategori sebagai sunblock 
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Apotek di Yogyakarta Supadmi, Woro; Sary, Mega Indah; Gailea, Astrimulyana; Monica, Lia; Saputri, Ginanjar Zukhruf; Hastuti, Dwi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.95659

Abstract

Jumlah penderita hipertensi tahun 2021 di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 251.100 kasus. Jumlah pasien yang sudah mendapat pelayanan kesehatan 129.420 kasus (51,5%). Pengetahuan tentang obat hipertensi dapat berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif pada Maret-April 2023. Jumlah sampel di tentukan dengan rumus Lameshow. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data meliputi karakteristik pasien, data penggunaan obat, pengetahuan menggunakan kuesioner dan kepatuhan kuesioner MARS. Data dianalisis secara univariat dan biavariat untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan 200 pasien didapatkan hasil tingkat pengetahuan tinggi 68,0% dan kepatuhan patuh 80,0%. Hasil uji menggunakan uji chi-square dan kolerasi Spearman diperoleh p-value<0,05, koefisien kolerasi 1,000. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan sangat kuat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta. Terdapat hubungan sangat kuat antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta.
Network Pharmacology Analysis of Secondary Metabolites of Ciplukan (Physalis angulata L.) Against Lung Cancer Khoirunnisa, Azka; Jamil, Ahmad Shobrun; Muchlisin, Muhammad Artabah
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.96275

Abstract

Lung cancer is the most common and high-risk type of cancer. Ciplukan (Physalis angulata L.) has antibacterial, anti-inflammatory, and anticancer activities, as well as cytotoxic ability and inhibits cancer cell growth. Research that discusses the molecular cellular mechanism of P. angulata's potential as an anti-lung cancer has not been widely informed, especially on the network pharmacology aspect of this plant's active compounds. This study reveals the prediction of the molecular mechanism of active compounds of P. angulata as anti-lung cancer using several tools including: Compound database retrieval with Knapsack and PubChem. Absorption Distribution Metabolism and Excretion (ADME) screening with SwissADME. Target protein identification with Gene Card, SwissTargetPrediction and Venny Diagram. Network pharmacology construction with String-DB and Cytoscape. Network pharmacology analysis using Gene Ontology (GO), and Cellular Component and Molecular Function. Based on the results of the analysis of P. angulata protein potential based on Maximal Clique Centrality (MCC) on CytoHubba in Cytoscape application, it shows that the Protein-protein Interaction (PPI) network has 10 main targets, namely ERBB2, KRAS, TP53, PTEN, CDKN2A, NRAS, PIK3CA, BRAF, NF1, and EGFR which interact with each other to regulate cell growth, differentiation, and survival. The results of this study can be concluded that the secondary metabolite compounds of P. angulata have the potential to control and alternative for lung cancer therapy.

Page 2 of 2 | Total Record : 20