cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
FORMULASI SALEP EKSTRAK AIR TOKEK (Gekko gecko L.) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA Mart Yulis Hernani; Mufrod Mufrod; Sugiyono Sugiyono
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.561 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i1.24065

Abstract

Luka topikal merupakan cedera fisik yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan kulit. Proses penyembuhan yang cepat tanpa bekas luka sangat diharapkan. Ekstrak air tokek (Gekko gecko L.) dengan kandungan asam amino berkhasiat sebagai penyembuh luka yang diformulasikan dalam bentuk sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan tipe basis dan kadar ekstrak pada karakteristik fisik sediaan salep dan proses penyembuhan luka. Ekstrak kental tokek diperoleh dengan metode dekokta. Salep ekstrak air tokek dibuat dalam enam formula berdasarkan perbedaan tipe basis dan kadar ekstrak (FI= basis hidrokarbon, FII= basis serap, dengan konsentrasi ekstrak A=12,5%, B=25% dan C= 50%). Salep dibuat dengan metode peleburan. Sediaan salep yang diperoleh dilakukan uji organoleptik (tekstur, warna, dan bau), sifat fisik dan kimia meliputi homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas dan pH, dan uji aktivitas penyembuhan luka pada tikus putih jantan dengan metode Morton. Data uji viskositas, daya lekat, dan daya sebar dianalisis dengan statistik parametrik menggunakan uji two-way anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi basis dan konsentrasi ekstrak berpengaruh pada warna dan tekstur serta sifat fisik sediaan salep. Hasil uji aktivitas penyembuhan luka menunjukkan bahwa sediaan salep basis serap kadar ekstrak sampai dengan 25% memberikan kecepatan penyembuhan yang efektif.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENGGUNAAN OBAT GENERIK DI RUMAH SAKIT UMUM PEMERINTAH TIPE B SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA Nutrisia Aquariushinta Sayuti; Djoko Wahyono; Susi Ari Kristina
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.997 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i1.24023

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan obat dan untuk menjamin aksesibilitas obat di masyarakat, pemerintah mengeluarkan kebijakan penulisan obat generik di fasilitas kesehatan pemerintah dan harga obat. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif. Data kuantitatif dari observasi formularium dan resep bulan Juli sampai September 2010. Data kualitatif dari hasil wawancara. persentase obat generik yang ada di formularium adalah 33,81 %, persentase kesesuaian obat generik di formularium terhadap kepmenkes adalah 75,47 %, persentase item obat generik yang sering diresepkan berdasarkan formularium 74,02%, persentase item obat generik yang terlayani terhadap yang diresepkan 97,57 %, persentase item obat generik di formularium yang ditulis obat bermerk 14,26%, persentase resep obat generik 80,67 %, persentase resep obat generik yang diganti branded 0,30 %, persentase resep obat generik yang tidak terlayani 0,32%, persentase resep obat bermerek yang diganti generik adalah 8,81 %. Kendala dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah tentang penggunaan obat generik di rumah sakit umum tipe B se-eks Karesidenan Surakarta adalah ketidakaktifan Panitia Farmasi dan Terapi dalam sosialisasi dan merevisi formularium agar lebih sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang penggunaan obat generik.
DIMETILSULFOKSID SEBAGAI ENHANCER TRANSPOR TRANSDERMAL TEOFILIN SEDIAAN GEL Resty Annisa Damayanti; Tedjo Yuwono
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.686 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i1.24114

Abstract

Dimetilsulfoksid (DMSO), di Jerman sudah dipelajari secara intensif sejak abad ke-19. Bahan ini telah digunakan sebagai obat, sebagai pelarut, dan sebagai enhancer absorpsi obat, baik obat sintetik maupun herbal. Pada studi ini diteliti pengaruh DMSO sebagai enhancer absorpsi transdermal teofilin, yang sediaannya banyak digunakan untuk antiselulit. Percobaan absrpsi secara transdermal ini dilakukan secara in vitro dari sediaan gel, menggunakan kulit tikus jantan galur Wistar dengan alat difusi tipe vertikal. Ada empat formula gel masing-masing mengandung 7% teofilin dan mengandung DMS dengan konsentrasi yang bervariasi antara 0% – 7%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa DMSO memiliki potensi enhancer yang besar terhadap permeasi teofilin menembus membran kulit tikus. Makin tinggi konsentrasi DMSO makin tinggi pula nilai fluks. Formula yang mengandung 7% DMSO memberikan peningkatan permeasi teofilin dari 17,9 µg menjadi 139 µg selama 8 jam
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN DI RS. PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE MARET-MEI 2009 Khairul Ikhsan; Abdul Karim Zulkarnain
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.574 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24053

Abstract

Seiring dengan meningkatnya tuntutan dan harapan konsumen terhadap pelayanan kesehatan, perlu adanya peningkatan pelayanan yang berkualitas oleh pihak penyedia jasa kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 100 pasien. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) dan uji GAP untuk menggambarkan tingkat kepuasan pasien. Chi-square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien, analisi tersebut menggunakan bantuan program SPSS for windows version 13.0. Hasil uji IKK (tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja) dan uji GAP menunjukkan kinerja yang dilakukan RSU PKU Muhammadiyah bagian instalasi rawat jalan belum memenuhi harapan pasien atas rumah sakit tersebut,dilihat dari nilai GAP sebesar -0.79 dan dari nilai IKK sebesar 0,95. Dari uji Chi-square, memperlihatkan adanya perbedaan signifikan distribusi kepuasan berdasarkan profil (karakteristik), pasien pada dasarnya tetap ingin mendapatkan pelayanan yang terbaik.
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX DC.) DALAM PASTA GIGI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN DAYA ANTIBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Tiar Rizki Hayu; Mimiek Murrukmihadi; Mutmainah Mutmainah3
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.559 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24104

Abstract

Penyakit karies gigi adalah suatu kerusakan gigi yang dimulai dari permukaan dan berkembang ke arah dalam pada gigi, diawali dengan proses demineralisasi gigi. Penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Minyak atsiri kulit buah jeruk purut memiliki kandungan utama berupa sitronellal. Senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut terhadap karakteristik fisik dan daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Minyak atsiri kulit buah jeruk purut yang tersedia dibuat pasta gigi dengan berbagai konsentrasi minyak atsirinya F1 (4%), F2 (6%), dan F3 (8%). Masing-masing formula dilakukan uji karakteristik fisik dan daya antibakteri Streptococcus mutans. Berdasarkan percobaan, peningkatan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut menurunkan nilai pH, viskositas, daya lekat, pembentukan busa, dan meningkatkan daya sebar namun tidak berpengaruh pada organoleptis dan homogenitas. Pada uji antibakteri Streptococcus mutans peningkatan konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut meningkatkan daya antibakteri terhadap Streptococcus mutans ditunjukkan dengan meningkatnya zona bening yang terbentuk yaitu F1 (12,70mm), F2 (17,49mm), dan F3 (23,44mm) tetapi uji statistik tidak menunjukkan perbedaan signifikan
PRODUKSI MATERIAL CO-PROCESSED DARI AMILUM MANIHOT DAN SUKROSA DENGAN METODE SPRAY DRYING T. N. Saifullah Sulaiman; Hertanti Trias Febriani
Majalah Farmaseutik Vol 6, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.109 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v6i3.24042

Abstract

Amilum manihot dalam formulasi tablet, dapat berfungsi sebagai pengikat, pengisi ataupun penghancur. Amilum manihot mempunyai sifat alir dan kompaktibilitas yang kurang baik. Sukrosa merupakan bahan pengikat dengan sifat alir dan kompaktibilitas yang lebih baik dibanding amilum manihot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi amilum manihot dan sukrosa dengan metode spray drying terhadap sifat alir dan kompaktibilitas material co-processed. Proporsi amilum manihot:sukrosa yang digunakan adalah 90%:10%; 80%:20%; 70%:30%; 60%:40%; dan 50%:50%. Campuran bahan disuspensikan pada aquadest dengan konsentrasi 40%(b/v). Produksi material co-processed menggunakan metode spray drying. Bentuk dan kondisi permukaan material co-processed dianalisa dengan SEM. Material co-processed dievaluasi sifat fisik granul dan tablet. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA satu jalan dan uji Kruskal-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spray drying dapat memperbaiki sifat alir dan kompaktibilitas material co-processed. Proporsi dengan respon terbaik adalah pada rentang perbandingan amilum manihot:sukrosa 68,42%:31,58% sampai 50%:50%.
EVALUASI STRUKTUR PELAYANAN PRAKTEK PERACIKAN OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN BADUNG, BALI Dewa Ayu Putu Satrya Dewi; Chairun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.58 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i2.24070

Abstract

Puskesmas sebagai tempat pelayanan primer perlu menyediakan segala keperluan yang dibutuhkan pasien, meliputi ketersediaan sarana dan prasarana penyediaan obat. Peracikan obat merupakan bagian yang penting dari pelayanan kefarmasian yang harus menjamin keamanan dan kualitas sediaan racikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran struktur pelayanan praktek peracikan yang dilakukan di puskesmas. Penelitian ini merupakan gabungan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan cara observasi menggunakan checklist untuk mengetahui gambaran pelayanan peracikan obat di puskesmas. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mendukung penelitian kualitatif tentang pengetahuan tenaga peracik. Penelitian dilakukan pada puskesmas utama yang terletak di Kabupaten Badung, Bali. Data yang diperoleh meliputi sarana dan prasarana peracikan di puskesmas seperti kriteria personel, fasilitas, kebersihan, peralatan, dan dokumentasi. Pengetahuan tenaga peracik dilihat dari pengetahuan tentang timbangan, bahan tambahan, dan sinonim obat. Data kualitatif yang dihasilkan dianalisis secara content analysis, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan sistem skoring. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat apoteker di puskesmas tersebut. Pengetahuan tenaga peracik umunya masih rendah. Meja peracikan pada umumnya tidak dipisah dari aktivitas lainnya sehingga bersifat multifungsi.Alat timbangan di seluruh puskesmas tidak tersedia, karena sediaan racikan dibuat dari sediaan jadi.Perlengkapan personel seperti masker dan sarung tangan tidak digunakan oleh tenaga peracik. Dokumentasi khusus untuk peracikan obat tidak dimiliki oleh seluruh puskesmas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas sarana prasarana peracikan di puskesmas masih rendah termasuk pengetahuan tenaga peracik.
ANALISIS KESESUAIAN RESEP UNTUK PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DENGAN INDIKATOR PERESEPAN WHO 1993 PADA INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RSUD UNGARAN PERIODE JANUARI - JUNI 2014 Ragil Setia Dianingati; Septimawanto Dwi Prasetyo
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.539 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i3.24129

Abstract

Rumah sakit sebagai instansi penyedia layanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai jaminan sosial untuk masyarakat Indonesia yang berlaku sejak 1 Januari 2014 memerlukan suatu pantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjaga rasionalitas pengobatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Indikator yang dapat dipakai untuk melihat rasionalitas penggunaan obat adalah indikator peresepan WHO 1993. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian resep untuk pasien JKN pada instalasi farmasi rawat jalan di RSUD Ungaran dengan indikator peresepan WHO 1993 dan Formularium Nasional (Fornas). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan masukan bagi rumah sakit, dokter, apoteker, serta pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberikan pengobatan yang rasional. Diambil 739 lembar resep sebagai sampel yang dikumpulkan selama bulan Januari – Juni 2014 dari 7781 lembar resep yang ada. Hasil perhitungan rata-rata jumlah item obat tiap lembar resep 3,2 (> 1,2-2,2), hasil perhitungan persentase penggunaan obat generik adalah 68,84 % (< 82,00 %), hasil perhitungan persentase penggunaan antibiotik dan injeksi adalah 24,63% (> 22,70%) dan 6,77% (> 0,00%). Hasil perhitungan persentase kesesuaian obat dengan Fornas adalah 61,76% (
PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIKA UNTUK PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SWASTA SELANGOR, MALAYSIA, PERIODE OKTOBER SAMPAI DESEMBER 2004 Riswaka Sudjaswadi; Aslina Ashaari
Majalah Farmaseutik Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v6i1.24028

Abstract

Observasi tentang peresepan antibiotika untuk pasien rawat jalan telah dilakukan secara retrospektif mengumpulkan semua resep yang masuk selama bulan Oktober hingga Desember 2004. Selanjutnya diamati dan dihitung resep yang mengandung antibiotika, disajikan data persentase penggunaan antibiotika, jenis yang banyak diresepkan, persentase penulisan obat paten/generik, persentase obat teresepkan tercantum dalam formularium rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penggunaan antibiotika mencapai 19,54%, obat yang paling banyak diresepkan adalah turunan beta laktam sebesar 58,16% dari seluruh antibiotika. Peresepan produk paten sebesar 93,71%, sedangkan generik hanya 6,29%. Berdasarkan indikator peresepan, penggunaan antibiotika tersebut masih di bawah hasil penelitian WHO yang terendah, 22,70%, dapat disebut rasional, dan diperkuat dengan hasil pengamatan, bahwa semua antibiotika yang diresepkan tercantum dalam formularium rumah sakit yang bersangkutan, meskipun penggunaan obat generik sangat kecil.
Effect of Tithonia Diversifolia (Hemsley) A.Gray and Curcuma Domestica Val Extracts Combination Against Nodule and Body Weight In Cancer Rats Model Mae Sri Hartati Wahyuningsih; Wahyu Nur Halimah; Woro Rukmi Prtiwi
Majalah Farmaseutik Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.174 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v13i1.38465

Abstract

Kembang bulan [Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray] is a potentially anticancer plants  that have been previously shown have cytotoxics effect on WiDr colon cancer cells, IC50=61.55µg/mL. Turmeric (Curcuma domestica Val.) is widely used in traditional medicine. Curcuminoids compounds from turmeric have potential anticancer activity with possibly modulate immune function mediated by lymphocytes. With the immunostimulant effect of turmeric when mixed with kembang bulan as an anticancer candidate is expected to synergize better. This study aims to determine the potential of T. diversifolia and C. domestica ethanolic extracts combination in cancer rats model by measuring weight, number of nodules, and nodule volume animals. The study was a quasi-experimental study. Mixed 70% ethanol extract of kembang bulan’s leaves and turmeric’s rhizome divided into 3 doses, 40:150mg, 80:150mg, and 160:150mg. Then it given to each group of rats by orally that had experienced breast cancer . After that, see potential on body weight, number of nodules, and nodule volume. Then compared with normal group, negative control group, and positive control group. Furthermore, the percentage change in each treatment group were compared and statistically tested using ANOVA analysis. Comparison of the results of rat’s body weight between the control group (doxorubicin) and test group showed significantly no different results. Comparison of the results of rat’s breast cancer nodule volume between the control group and the test group showed significantly no different results. A combination of 70% ethanol extract of kembang bulan’s leaves and turmeric’s rhizome have no significant effect on body weight and breast cancer nodules. 

Page 8 of 49 | Total Record : 488