cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 507 Documents
PENGARUH DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN TEKANAN DARAH ARTERI PADA ANJING TERANESTESI Siti Aminah
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.353 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i3.24073

Abstract

Murbei (Morus alba L.) merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia, ditanam orang di halaman dan dikebun-kebun sebagai tanaman buah-buahan atau tanaman yang digunakan untuk memelihara ulat sutera. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sari daun murbei terhadap frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri pada anjing. Serbuk daun murbei dibuat dari daun murbei dengan pengayakan 25 mesh. Sari daun murbei dibuat dari serbuk daun murbei 10 % dalam air pada suhu 90o C selama 0,5 jam, kemudian ditambah NaCl 0,9 % selanjutnya diberikan intra vena pada anjing teranestesi melalui v.mediana cubiti dengan dosis 0,1 cc/kg berat badan. Dalam penelitian ini ditentukan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri sebelum dan sesudah pemberian sari daun murbei serta ditentukan juga gambaran aktivitas listrik jantung pada pemberian sari daun murbei. Hasil menunjukkan bahwa sari daun murbei dapat menurunkan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah arteri dengan sangat bermakna (p
THE EFFECT OF SWEETENER TO THE FORMULATION OF LOZENGES TABLET FROM CITRUS FRUIT PEELS PONTIANAK’S ESSENTIAL OILS Ella Sriasih; Wintari Taurina; Rafika Sari
Majalah Farmaseutik Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.3 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v12i1.24132

Abstract

Pontianak orange (Citrus nobilis Lour. var. microcarpa) has good benefit for health. Adding value of peel waste, it can be the waste of Pontianak citrus it can be formulated into lozenges contains essential oils. The lozenges were made by direct compress method with variation of manitol-sukrose ratio as sweetening agent. Formula 1 uses sucrose as sweetener, formula 2 employs combination of manitol-sukrose (1:1). Meanwhile, formula 3 uses manitol as sweetening agent. Based on the research, it showed that variations of the sweetener affect the physical properties of lozenges. Friability test of the tablet performed significant difference between formula 1 and formula 2 which formula 1 is better than formula 2 in friability. Taste test and preference of the respondent showed formula 1 as the most preferred with score of 124 in flavor aspect and texture with score of 113. 
UJI POTENSI AMOKSISILIN KADALUWARSA TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Riswaka Sudjaswadi; Agusrina RIW
Majalah Farmaseutik Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v6i1.24031

Abstract

Uji potensi amoksisilin yang telah kadaluwarsa selama 16 bulan (A), 12 bulan (B), dan 9 bulan (C) telah dilakukan terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Echerichia coli. Pengujian dilakukan pada 3 macam kadar 20, 30, dan 60 mikrogram/ml menurut metode difusi (sumuran). Hasil uji menunjukkan bahwa semua penetapan daya hambat obat yang bersangkutan lebih rendah daripada baku pembandingnya. Data juga tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antara penurunan potensi dengan lamanya waktu kadaluwarsa ataupun kadar penelitian. Potensi obat uji dari kadar 20-60 mikrogram/ml tersisa 72,53% - 84,75% (A), 72,53% - 79,50% (B), 92,50% - 92,78% (C) terhadap Staphylococcus aureus. Terhadap Escherichia coli potensi tersebut tersisa 83,80% - 75,53% (A), 84,82% - 84,60% (B), 88,71% - 83,74% (C), dibandingkan terhadap amoksisilin baku pembanding. Berdasarkan potensi yang masih ada, amoksisilin kadaluwarsa tidak diijinkan digunakan untuk terapi, karena daya hambatnya lebih rendah daripada persyaratan baku. Penelitian dengan bahan dan nama yang sama perlu dilakukan.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK TERHADAP MANAGEMEN NYERI KANKER DI RSUP Dr. SARDJITO PERIODE OKTOBER 2008-JUNI 2009 Khrisna Heryanti Febti Kurniasar; Chairun Wiedyaningsih
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.579 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i1.24064

Abstract

Masalah nyeri kanker telah menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan bagi kesehatan masyarakat. Nyeri merupakan simptom sakit yang sangatdirasakan bagi pasien dengankanker stadium lanjut. Pengukuran nyeri pada penderita kanker sangat penting dilakukan karena kegagalan dalam penegakan diagnosis dapat mengakibatkan ketidakberhasilan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur nyeri dan mengevaluasi pengobatannya. Penelitian dilakukan pada pasien kanker di Instalasi Rawat Inap I RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Oktober 2008-Juni 2009.Sampel dipilih secara purposif terhadap pasien kanker yang bersedia diwawancara yang merasakan nyeri atau yang mendapat terapi analgetik. Pengukuran nyeri kanker dengan Brief Pain Inventory (BPI) untuk mengetahui intensitas nyeri dan gangguan akibat nyeri. Pain Management Index (PMI) digunakan untuk mengevaluasi manajemen nyeri kanker dengan cara membandingkan tingkat nyeri terhadap analgetik yang diresepkan. Hasil penelitian terhadap 42 pasien menunjukkan bahwa intensitas nyeri terburuk selama 24 jam skala berat dialami oleh 10 (23,81%) pasien. Pasien dengan nyeri berat semuanya mengalami gangguan aktivitas fungsional yang berat. Analgetik non opioid yang paling banyak digunakan adalah ketorolak parenteral. Morfin adalah opioid oral yang paling banyak digunakan pada kasus nyeri berat. Ajuvan yang paling banyak digunakan adalah kortikosteroid. Skor negatif PMI terjadi pada 28 (66,67%) pasien, skor nol dan positif terjadi pada14 (33,33%) pasien. Banyaknya skor negatif menunjukkan terapi analgetik untuk mengatasi nyeri pada pasien kanker di RSUP Dr. Sardjito masih belum tercukupi.
PENGARUH BASIS GEL SEDIAAN MASKER EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS LINN.) PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 Rufi Andaryekti; Mustofa Mufrod; Siti Munisih
Majalah Farmaseutik Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.913 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v11i2.24122

Abstract

Camellia sinensis Linn. atau yang lebih dikenal daun teh hijau sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan juga bisa dijadikan olahan produk makanan maupun minuman. Kandungan flavonoid yang utama yaitu flavanol. Katekin teh didominasi oleh flavonol yang berfungsi sebagai antibakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan kombinasi PVA dan HPMC 60SH dalam sediaan gel masker yang mengandung ekstrak daun teh hjau serta untuk mengetahui karakteristik fisik dan aktivitasnya sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun teh hijau menggunakan metode remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Konsentrasi PVA dan HPMC 60SH yang digunakan pada formula I yaitu (7% : 2%), formula II (6,75% : 2,25%), formula III (4,5% : 4,5%), formula IV (2,25% : 6,75%), dan formula V (2% : 7%). Pengujian karakteristik fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, pH serta aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji karakteristik fisik dianalisis menggunakan anova 1 jalan, uji aktivitas antibakteri menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann-Whitney Test. Berdasarkan uji statistika menunjukkan hasil bahwa kombinasi PVA dan HPMC 60SH pada kelima formula menghasilkan perbedaan yang signifikan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kombinasi PVA dan HPMC 60SH sebagai basis gel dapat mempengaruhi karakteristik fisik sediaan dan daya hambat antibakteri pada sediaan gel masker ekstrak daun teh hijau.
PENGGUNAAN SIKLODEKSTRIN DALAM BIDANG FARMASI Angi Nadya Bestari
Majalah Farmaseutik Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.206 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v10i1.24113

Abstract

Obat dengan rasa yang tidak enak dan kelarutan yang rendah menjadi permasalahan dalam bidang farmasi. Pembentukan kompleks obat dengan siklodekstrin, dikenal sebagai kompleks inklusi, diketahui dapat meningkatkan kelarutan, laju disolusi, bioavailabilitas, stabilitas, dan menutupi rasa tidak enak dari obat. Artikel ini membahas tentang siklodekstrin ditinjau dari penggolongannya serta cara pembentukan, metode pembuatan, karakterisasi, dan hasil studi terhadap kompleks inklusi yang terbentuk. Siklodekstrin telah digunakan secara luas dalam bidang farmasi dan mempunyai potensi besar pada masa mendatang
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN FARMASI DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Novi Hastuti; Akhmad Kharis Nugroho; Lutfan Lazuardi
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.574 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v7i2.24052

Abstract

Kepuasan pengguna sistem informasi dapat diukur menggunakan beberapa prediktor diantaranya kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan. Kepuasan pengguna yang tinggi nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Kuesioner diisi oleh subyek penelitian sebanyak 34 responden kemudian dianalisis deskriptif, korelasi rank kendall, dan analisis jalur. Untuk memperkuat analisis, dilakukan juga wawancara mendalam terhadap beberapa informan. Korelasi terkuat antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel manfaat yaitu 63,2% (p < 0,05). Sedangkan Korelasi antara variabel kualitas informasi dengan kepuasan pengguna yaitu 44,9% (p < 0,05). Variabel kepuasan pengguna paling berpengaruh yakni 68,8% (p < 0,05) secara signifikan terhadap manfaat yang diperoleh pengguna. Sementara itu, variabel kepuasan pengguna dipengaruhi secara kuat dan signifikan sebesar 40,2% (p < 0,05%) oleh kualitas informasi. Dengan demikian, kualitas informasi perlu mendapatkan perhatian lebih besar dalam hal perbaikan sistem informasi selanjutnya yang nantinya diharapkan berujung pada kepuasan pengguna hingga memberikan manfaat besar bagi penggunanya.
ISOLASI FLAVONOID DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI PENURUN TEKANAN DARAH ARTERI PADA ANJING TERANESTESI Siti Aminah; Suwijiyo Pramono
Majalah Farmaseutik Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.445 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v9i1.24103

Abstract

Daun murbei (Morus alba Linn.) secara tradisional digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan pada penelitian terdahulu endapan fraksi airnya telah terbukti memiliki efek penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi dan didalamnya terdeteksi senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi flavonoid yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah pada anjing teranestesi. Endapan air dekokta daun murbei difraksinasi dengan eter, etil asetat dan air. Isolasi flavonoid masing-masing fraksi dilakukan secara kromatografi kertas dengan fase gerak campuran tersier butanol, toluene, asam asetat, dan air dalam berbagai perbandingan. Pengujian aktivitas penurunan tekanan darah dilakukan dengan memberikan larutan isolat aktif 1% dalam larutan NaCl fisiologis secara intravena. Identifikasi isolat aktif dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa daun murbei mengandung 3 isolat yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penurunan tekanan darah arteri anjing teranestesi, yaitu biflavonoid yang tersusun oleh flavon dengan 3’, 4’ dihidroksi dan auron dengan 5,4’ dihidroksi (21,66 % penurunan), senyawa kumarin yang struktur parsialnya mengarah pada eskuletin (24,30 %) dan flavonoid rutin (35,95 %).
GAMBARAN EFEK SAMPING OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE OKTOBER-NOVEMBER 2009 Septimawanto Dwi Prasetyo; Dewinta Chrisandyani
Majalah Farmaseutik Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.49 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v6i2.24041

Abstract

Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular. Hipertensi terdeteksi saat pemeriksaan fisik karena alasan penyakit tertentu, sehingga sering disebut sebagai “silent killer”. Tanpa disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital seperti jantung, otak ataupun ginjal. Efek samping obat (ESO) sering merupakan kejadian yang menyertai terapi obat. ESO yang tidak terdeteksi pada uji awal mungkin terlihat bila pemakaiannya sudah lebih luas. Namun yang menjadi masalah utama adalah pelaporan ESO yang sangat sedikit (± 10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kejadian dan jenis efek samping obat antihipertensi pada pasien dengan diagnosa hipertensi di instalasi rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Oktober-November 2009. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif non eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif pada pasien rawat inap dengan diagnosis hipertensi di RS PKU Muhamadiyah Yogyakarta periode Oktober-November 2009, melalui kartu rekam medik pasien dan wawancara kepada sejumlah 50 pasien. Data kemudian dianalisis menggunakan metode dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping terjadi pada 23 pasien (48%) dengan total sebanyak 34 kejadian, yang meliputi efek samping kaptopril sebanyak 9 kejadian (8,9%), furosemid sebanyak 4 kejadian (3,9%), amlodipin sebanyak 11 kejadian (11,9%), nifedipin sebanyak 1 kejadian (1%), vasaltran sebanyak 2 kejadian (2%), irbesartan sebanyak 2 kejadian (2%), losartan sebanyak 3 kejadian (2,9%), klonidin sebanyak 2 kejadian (2%), propanolol dan HCT tidak ada yang mengalami efek samping obat.
PENGARUH PENAMBAHAN CARBOMER 934 DAN SETIL ALKOHOL SEBAGAI EMULGATOR DALAM SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinenis L.) TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA Staphylococcus aureus Mimiek Murrukmihadi; Rizki Ananda; Tri Utami Handayani
Majalah Farmaseutik Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.241 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v8i2.24069

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan antibakteri dari alam. Bunga kembang sepatu mempunyai khasiat antiradang, antipiretik serta antivirus. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat sediaan krim untuk meningkatkan efektifitas terapetik serta kenyamanan saat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan carbomer 934 dan setil alkohol sebagai emulgator dalam sediaan krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu terhadap sifat fisik serta pengaruhnya terhadap aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus. Bunga kembang sepatu diekstraksi dengan etanol 70% menggunakan metode maserasi. Formula krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat dengan perbedaan konsentrasi carbomer 934 dari setil alkohol yaitu untuk formula 1 tanpa carbomer, formula 2 (carbomer 0,15%), formula 3 (carbomer 0,30%) dan formula 4 (carbomer 0,45%). Formula 5 tanpa setil alkohol, formula 6 (setil alkohol 2,00%), formula 7 (setil alkohol 3,50%) dan formula 8 (setil alkohol 5,00%) dengan uji sifat fisik krim yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi padat (sumuran) dengan mengukur diameter zona hambat pada media. Sebagai kontrol positif digunakan krim gentamicin 0,1%. Data yang didapat diuji dengan korelasi regresi.Hasil menunjukkan adanya pengaruh kenaikan konsentrasi carbomer 934 tehadap sifat fisik, yaitu meningkatkan viskositas dan daya sebar serta menurunkan daya lekat krim. Pada uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa penambahan carbomer 934 menurunkan aktivitas antibakteri krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu. Penambahan setil alkohol meningkatkan viskositas pada konsentrasi 2% tetapi menurunkan pada 5%, daya sebar menurun pada konsentrasi 2% tetapi meningkat pada konsentrasi 5% serta daya lekat semakin menurun dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus semakin menurun.

Page 6 of 51 | Total Record : 507