cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pembuatan Produk Home Industry Hand Sanitizer Alami di Masa Pandemi Covid-19 Ari Putra; Olen Okta Reza; Ane Lia Pratiwi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.38164

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka memberdayakan masyarakat agar tetap produktif dimasa pandemi Corona Virus Desease -19 (COVID-19) dengan meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam menciptakan produk yang dapat membantu mengurangi angka penyebaran virus corona 19. Kebutuhan akan pentingnya menjaga diri sendiri agar tidak terpapar virus menjadi sebuah keharusan. Hand Sanitizer menjadi upaya dalam pencegahan virus corona. Dalam melengkapi kebutuhan terhadap Hand Sanitizer tersebut dilakukanlah pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk Hand Sanitizer home industry. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan produktifitas Masyarakat dan memutus rantai penyebaran Virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dengan pendekatan studi kasus.  Subjek penelitian ini adalah ibu-ibu rumah tangga di Puri Angreek. Hasil dari peneltiian ini adalah meningkatknya pengetahuan dan keterampilan ibu –ibu di bukit mekarwangi dalam  memanfaatkan peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan public terhadap Hand Sanitizer dan mengembangkan kapasitas diri agar tetap produktif dimasa pandemi. AbstractThis research was carried out in order to empower the community to remain productive during the Corona Virus Desease -19 (COVID-19) pandemic by increasing the power of the community in creating products that can help reduce the spread of coronavirus 19. The need for the importance of keeping yourself from being exposed to the virus becomes a necessity. Hand Sanitizer becomes an effort in the prevention of coronavirus. In completing the need for Hand Sanitizer is carried out the empowerment of housewives in developing products Hand Sanitizer home industry. This is done with the aim of increasing community productivity and breaking the chain of spread of the Covid-19 Virus. This research uses qualitative method with case study approach.  The subjects of this study were housewives in Puri Angreek. The result of this research is the increasing knowledge and skills of mothers in mekarwangi hill in utilizing opportunities to be able to meet the public needs of Hand Sanitizer and develop their capacity to remain productive during pandemics.
Kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Berbasis Qur’an Iin Purnamasari; Sri Wahyuni; Ismatul Khasanah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.36532

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM berbasis qur’an pada Qur’anic School Kota Surakarta. Metode peneitian menggunakan Reasearch and Development/RnD, dengan desain Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Qur’anic School mengembangkan model kurikulum yang memadukan antara kurikulum nasional, nilai-nilai qur’an, dan keterampilan sebagai life skill atau Program Kecakapan Hidup. Pada struktur kurikulum tersebut terdiri dari kompetensi nasional, berbasis Qur’an dan keterampilan. Dapat disimpulkan, Kurikulum Qur’anic School of Dewan Da’wah terbagi menjadi 4 bagian besar, yaitu (1) Tahfizhul qur’an, (2) Bahasa Arab, (3) Adab Islami, dan (4) Mata Pelajaran Umum. Dari beberapa krikulum yang ada, Qur’anic School of Dewan Da’wah Surakarta menekankan pada tahfizhul qur’an dan Bahasa, dengan alokasi waktu tahfizh Alqur’an sebanyak 70% dari keseluruhan KBM, sedangkan 30% tersisa untuk kurikulum mata pelajaran umum dan pengenalan adab islami. CURRICULUM OF COMMUNITY LEARNING ACTIVITIES CENTER BASED ON QUR'AN                                               AbstractThe research aims to develop a quran-based curriculum for Community Learning Activities Center at the Qur'anic School in Surakarta. The research method uses Reasearch and Development / RnD, with the ADDIE Model design (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results showed that PKBM Qur'anic School developed a curriculum model that combines the national curriculum, quran values, and skills as life skills or Life Skills Program. The curriculum structure consists of national competences, based on the Qur'an and skills. It can be concluded that the Qur'anic School of Da'wah Council curriculum is divided into 4 major sections, namely (1) Tahfizhul quran, (2) Arabic, (3) Islamic Adab, and (4) General Subjects. Tthe several existing quirks, the Qur'anic School of the Surakarta Da'wah Council emphasizes on tahfizhul qur'an and language, with a time allocation for tahfizh Alqur'an as much as 70% of the total teaching and learning activities, while the remaining 30% is for general subject curriculum and introduction islamic manners.
Pemetaan Kebutuhan Program Parenting Education dalam Persiapan Regenerasi Remaja di Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta Fitta Ummaya Santi; Kabut Yuli Asih; Desi Astika Sari; Dewi Pristanti
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.32265

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Permasalahan orang tua di kawasan Desa Wisata Pentingsari terhadap persiapan regenerasi desa wisata, (2) kebutuhan program parenting di Desa Wisata Pentingsari dalam upaya mempersiapkan regenerasi desa wisata, (3) faktor pendukung dan penghambat dalam rencana program Parenting education di desa wisata Pentingsari.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif dengan subjek penelitian: tokoh masyarakat, pengelola wisata dan orang tua yang memiliki anak remaja di Desa Wisata Pentingsari. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara/FGD, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dengan triangulasi, diskusi terfokus dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan Program parenting education dipandang penting untuk meningkatkan pengetahuan parenting bagi orang tua. Akan tetapi, pengetahuan dan keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan regenerasi desa wisata masih kurang. Kebutuhan program parenting education dalam mempersiapkan regenerasi desa wisata diantaranya: peningkatan kesadaran orang tua, membangun komunikasi efektif orang tua dan anak, dan strategi dalam persiapan regenerasi desa wisata. Faktor pendukung adalah dukungan pengelola wisata dan keterlibatan forum orang tua di desa Pentingsari ditandai dengan adanya program kerja yang sama. Faktor penghambat adalah antusias yang masih rendah dari orang tua untuk terlibat dalam program. Mapping of Parenting Education Program Needs in Preparation for Regeneration in Pentingsari Tourism Village AbstractThis study aims to describe: (1) The problems of parents in the Tourism Village area of Pentingsari regarding the preparation for regeneration of a tourism village, (2) the need for a parenting program in Pentingsari Tourism Village in an effort to prepare for regeneration of a tourist village, (3) supporting and inhibiting factors in the program plan Parenting Education in the tourist village of Pentingsari. This type of research is a qualitative-descriptive study with research subjects: community leaders, tourism managers and parents who have teenagers in Pentingsari Tourism Village. The method of data collection was done by interviewing / FGD, observation, and documentation. Data analysis used qualitative analysis techniques with triangulation, focused discussion and extension of observations. The results showed that the parenting education program was deemed important to increase parenting knowledge for parents. However, the knowledge and involvement of parents in preparing tourism village regeneration is still lacking. The needs for parenting education programs in preparing for the regeneration of tourism villages include: increasing parental awareness, building effective communication between parents and children, and strategies in preparing for regeneration of tourist villages. The supporting factor is the support of the tourism manager and the involvement of the parents forum in Pentingsari village which is marked by the existence of a similar work program. The inhibiting factor is the low enthusiasm of parents to be involved in the program.
Pembelajaran Keaksaraan Dasar PKBM Bina Sekar Melati di Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul Sutrisno Sutrisno
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.32418

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  (1) Pelaksanaan pendidikan keaksaraan dasar, (2) Hasil dari pendidikan keaksaraan dasar, dan (3) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaaan pendidikan keaksaraan dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengelola PKBM Bina Sekar Melati, tutor pendidikan keaksaraan dan warga belajar pendidikan keaksaraan dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, Teknik analisis data menggunakan miles dan huberman. Hasil penelitian yaitu (1) Pelaksanaan Pendidikan keaksaraan dasar di Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul berjalan dengan baik, (2) Hasil dari pendidikan keaksaraan dasar ialah warga belajar mampu membaca, menulis dan berhitung sederhana setelah diberikan pembelajaran, dan (3) Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan keaksaraan dasar ialah (a) Kemampuan tutor, (b) dukungan dari pemerintah pusat, (c) dukungan dari pemerintah setempat, (d) motivasi dari warga belajar, dan (e) sarana dan prasarana yang memadai . Sedangkan faktor penghambatnya ialah (a) daya tangkap warga belajar berbeda-beda, (b) Kegiatan di desa seperti arisan PKK, Membantu tetangga yang mempunyai hajatan serta mati listrik membuat warga belajar tidak berangkat pembelajaran Basic Literacy Learning PKBM Bina Sekar Melati in Triharjo Village, Pandak District, Bantul AbstractThis study aims to determine (1) Implementation of basic literacy education, (2) Results of basic literacy education, and (3) Supporting and inhibiting factors in implementing basic literacy education. This study uses qualitative research methods with a qualitative descriptive approach. The subjects of this study were the manager of PKBM Bina Sekar Melati, literacy education tutors and residents learning basic literacy education. Data collection methods used were interviews, observation and documentation, data analysis techniques using miles and Huberman. The results of the study are (1) The implementation of basic literacy education in Triharjo Village, Pandak Subdistrict, Bantul Regency is going well, (2) The results of basic literacy education are the people learning to be able to read, write and count simple after learning, and (3) Factors supporters of the implementation of basic literacy education are (a) Tutor ability, (b) support from the central government, (c) support from local government, (d) motivation from learning citizens, and (e) adequate facilities and infrastructure. While the inhibiting factors are (a) the different learning capacities of the residents of learning, (b) Activities in the village such as the PKK social gathering, helping neighbors who have a celebration and power outages make learning residents not go to learning. 
Peningkatan Keterampilan Komunikasi melalui Participatory Learning pada Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Citra Dwi Palenti; Suardi Jasman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37074

Abstract

Abstrak: Abad 21 ini juga ditandai dengan keterbukaan artinya manusia pada abad 21 mengalami perubahan yang furdamental yang memiliki perbedaan dengan kehidupan sebelumnya. Dengan demikian saat perkembangan pada abad 21 ini semua aspek akan mengalami perubahan termasuk pada sumber daya manusia  yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat keterampilan komunikasi melalui Particiaptory Learning (PL) pada kegiatan pemberdayaan kelompok tani Desa Sricunoro. Metode yang digunakan social action research penelitian digunakan dengan 3 siklus. Hasil penelitian dengan PL menunjukkan pada siklus 1 terhadap 4 warga belajar dengan persentase 60-75% (sedang) dan 19 warga belajar dengan persentase 55-50% (cukup). Siklus II 3 warga belajar dengan persentase 76-86% dan 20 warga belajar persentase 60-75% (sedang), dan siklus III terjadi menunjukkan warga belajar dengan persensate 76-85% (baik) dan warga 16 warga belajar dengan persentase 60-75% (sedang). Improvement of Communication Skills through Participatory Learning in Community Empowerment activities Abstract: The 21st century also experiences openness, that is, humans in the 21st century experience changes that are different from their previous lives. Thus the development of the 21st century, all aspects will experience changes, including quality human resources. The purpose of this study was to measure the level of communication skills through Particiaptory Learning (PL) in the empowerment activities of farmer groups in Sricunoro Village. The method used is social action research which is studied in 3 cycles. The results of the research with PL showed that in cycle 1 there were 4 learning citizens with a proportion of 60-75% (moderate) and 19 citizens learning with a proportion of 55-50% (sufficient). Cycle II 3 residents learn with a proportion of 76-86% and 20 residents learn the proportion of 60-75% (moderate), and cycle III shows that residents learn with a percentage of 76-85% (good) and 16 residents learn with a proportion of 60-75% (moderate).
Metode Pengenalan Berbahasa Inggris di Pioneer Montessori School Padang Arifah Prima Satrianingrum; Yulsyofriend Yulsyofriend; Syahrul Ismet
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.31571

Abstract

AbstrakMasa usia dini disebut juga dengan golden age yang sangat tepat untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak. Aspek bahasa merupakan salah satu aspek yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai metode pengenalan berbahasa Inggris di Pioneer Montessori School Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini ialah kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sedangkan teknik pengabsahan data menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pioneer Montessori School Padang terdapat 12 (dua belas) metode pengenalan berbahasa Inggris untuk anak usia dini. Metode tersebut terdiri dari TPR (Total Physical Response), singing song, dancing, concrete things, art, reward, story telling, three period lesson, games, sport, listen and repeat, serta pembiasaan dan pengulangan dalam berbahasa.  THE INTRODUCTION METHOD TYPE OF ENGLISH AT PIONEER MONTESSORI SCHOOL OF PADANGAbstractThe early childhood era also called by golden age which is precise for them to support their development and growth. Language aspect is one of the important aspect. The purpose of this research is to describe what kind of method th at Pioneer Montessori School of Padang use for introducing English. This researchis  using descriptive- qualitative method. The informantion gained from the head master and  teachers of the school. The technical of data aggregation  are observation, interview and documentation. Data analysis conducted through data reduction, data display, and data verification. The technical of approval was using credibility, transferability, dependability and confirmability. The result of research showed that in Pioneer Montessori School of Padang there are 12 (twelve) English introduction methods for early childhood. The method are TPR (Total Pyshical Response), singing song, dancing, concrete things, art, reward, story telling, three period lesson, games, sport, listen and repeat, also habituation and repetition. 
Komunitas Baca Rumah Luwu Sebagai Inovasi Sosial Untuk Meningkatkan Minat Baca Di Kabupaten Luwu Rahmawati Rahmawati
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.32593

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi memberikan bahwa kompetensi individu sangat diperlukan untuk dapat mencapai kehidupan yang lebih baik. Persoalan menumbuhkan dan meningkatkan semangat baca serta menjadikan membaca sebagai budaya masyarakat Indonesia, merupakan salah satu persoalan yang sangat menarik untuk di bahas. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seperti apa inovasi sosial yang di lakukan sahabat komunitas Rumah Luwu dalam peningkatan minat baca masyarakat kabupaten luwu sebagai perwujudan kepedulian yang di implementasikan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong minat baca di masyarakat sejak tahun 2017 hingga sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Alat yang digunakan untuk menggumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan yaitu bahwa inovasi sosial melalui kegiatan-kegiatan literasi yang di lakukan oleh komunitas baca rumah luwu membawa dampak yang positif terhadap minat baca masyarakat kabupaten luwu, hal ini bisa di lihat dari peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya selain itu adanya modal sosial yang di jadikan prinsip dalam menjalankan komunitas ini  di yakini akan mengembangkan komunitas Rumah Luwu dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan mensejahterakan masyarakat. Luwu House Reading Community as a Social Innovation to Increase Reading Interest in Luwu Regency AbstractThe development of technology provides that individual competence is indispensable for achieving a better life. The issue of growing and increasing the enthusiasm for reading and making reading the culture of Indonesian society is one of the most interesting issues to discuss. So, this study aims to describe what social innovations have been carried out by the friends of the Rumah Luwu community in increasing reading interest in the people of Luwu district as a manifestation of concern which has been implemented through activities that can encourage reading interest in the community since 2017 until now. The method used in this research is descriptive qualitative. The tools used to collect data were observation, interviews and documentation. The data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results found were that social innovation through literacy activities carried out by the reading community of Rumah Luuwu had a positive impact on the reading interest of the people of Luwu district, this can be seen from the increase in community participation in its implementation besides the existence of social capital which was made The principle of running this community is believed to develop the Rumah Luwu community in increasing people's interest in reading and improving the welfare of the community. 
Systematic Review: Strategi Pemberdayaan Pelaku UMKM Menuju Ekonomi Digital Melalui Aksi Sosial Debi S Fuadi; Ade Sadikin Akhyadi; Iip Saripah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.37122

Abstract

Abstrak: Seiring perubahan perilaku konsumen di era digital menjadi satu peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas akses pasar serta menjadi tantangan beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan pelaku UMKM go digital melalui aksi sosial yaitu Volunter, Komunitas UMKM, Klinik ekonomi digital, Model Desa Cerdas dan Pahlawan ekonomi dengan melakukan pendampingan secara berkelanjutan serta berkolaborasi dengan berbagai pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review melalui beberapa tahapan yaitu identifikasi pertanyaan penelitiaan, menetapkan data base hasil penelitian, seleksi hasil penelitian yang relevan dan terindeks, ekstarsi data, sintasi hasil dengan metode naratif dan penyajian data. Dari hasil analisis peran komunitas sosial memberikan kontribusi serta solusi terhadap permasalahan yang dihadapi untuk menekan kesenjangan arus digitalisasi antara desa dan kota. Manfaat dari penelitian ini bisa dijadikan bahan referensi dalam merancang kurikulum pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM dalam menuju digitalisasi. Systematic Review: Strategies for Empowering UMKM Subject Toward a Digital Economy through Social ActionAbstract: Along with changes in consumer behavior in the digital era, there is an opportunity for small and medium enterprises (UMKM) to expand market access and become a challenge to adapt. This study aims to analyze the strategy for empowering UMKM subject to go digital through social actions, namely Volunteers, UMKM Communities, Digital Economy Clinics, Smart Village Models and Economic Heroes by providing ongoing assistance and collaborating with various parties. This study uses a systematic review approach through several stages, namely identification of research questions, establishing a data base of research results, selecting relevant and indexed research results, data extraction, synthesis of results using narrative methods and data presentation. From the results of the analysis of the role of the social community in contributing and solutions to the problems faced in reducing the gap in the flow of digitalization between villages and cities. The benefits of this research can be used as reference material in designing a curriculum for developing and empowering UMKM subject towards digitalization.
Jalinan Kemitraan Program Posyandu dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Bastian Rina; Ishak Abdulhak; Yanti Shantini
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.31620

Abstract

AbstrakKesehatan tubuh menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam menjaga fisik selalu sehat dan selalu berproduktif. Hal tersebut tidak semua orang memahami pentingnya pengembangan diri secara mandiri yang tidak bisa dipisahkan dengan kesehatan tubuh. Agar dapat berproduktif maka masyarakat perlu diberdayakan. Memberdayakan masyarakat yang bersangkutan dengan membangun kemitraan dalam bentuk kerja sama antara beberapa pihak. Di sini kemitraan antara masyarakat dan Posyandu telah dibentuk. Kemitraan antara keduanya adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat di sektor kesehatan. Hal ini dapat dilakukan dengan mempraktikkan kemitraan program yang saling menguntungkan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi serta studi literatur terkait yang membahas program kemitraan pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan. Data dapat berupa: (1) bentuk kemitraan yang saat ini terjalin dalam pengembangan program Posyandu (2) bentuk pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kemitraan yang terjadi di posyandu Ledeng Kota Bandung belum terjalin dengan baik, salah satu penyebabnya adalah kurangnya komuniasi antara pihak posyandu dan pihak masyarakat. Bentuk pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan yaitu memberdayakan masyakat khususnya para orang tua angota posyandu untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pemberdayaan masyarakat di sector kesehatan mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat. Posyandu Program Partnership in Efforts to Empower Communities in the Health Sector AbstractBody health becomes an important thing to consider in maintaining a healthy and always productive. Not everyone understands the importance of independent self-development which cannot be separated from physical health. In order to be productive, the community needs to be empowered. Empowering the community concerned by building partnerships in the form of cooperation between several parties. Here a partnership between the community and Posyandu has been formed. The partnership between the two is an effort to empower people in the health sector. This can be done by practicing mutually beneficial partnership programs. The approach in this research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques use observation, interviews, documentation and study of related literature that discusses community empowerment partnership programs in the health sector. Data can be in the form of: (1) forms of partnerships currently in place in developing the Posyandu program (2) forms of community empowerment in the health sector. The results showed that the forms of partnership that occurred in Posyandu Ledeng Bandung had not been well established, one of the causes was the lack of communication between the posyandu and the community. The form of community empowerment in the health sector is empowering the community, especially the parents of posyandu members to keep the environment clean. Community empowerment in the health sector includes the ability to identify and solve health problems through community empowerment. 
SUMBANGAN POSYANDU LANSIA “DELIMA” DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL LANSIA DI DUSUN WIDORO KIDUL Sri Sundariningsih
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v4i2.32683

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang sumbangan Posyandu Lansia “Delima” dalam meningkatkan kepedulian sosial lansia melalui: (1) Kegiatan, (2) Pelaksanaan, (3) Hasil kegiatan, (4) Faktor pendukung dan penghambat kegiatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kader dan anggota lansia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kegiatan di Posyandu Lansia “Delima” yaitu penimbangan berat badan, pengukuran tensi darah, penyuluhan dan konseling, kunjungan rumah, PMT, kajian keagamaan, arisan, dan senam lansia. Kedua, pelaksanaan program meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dalam pelaksanaan tersebut anggota lansia mendapatkan sumbangan kepedulian sosial lansia. Ke tiga, hasil dari kegiatan adalah anggota lansia sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan fisik, psikologis dan meningkatkan kembali hubungan sosial di masyarakat. Ke empat, faktor pendukung meliputi adanya kader yang berkompeten, adanya dukungan  dana dari pemerintah dan dukungan dari keluarga. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kondisi lanjut usia yang sudah lemah, kondisi cuaca yang tidak menentu dan belum lengkapnya peralatan kesehatan. THE CONTRIBUTION OF POSYANDU LANSIA “DELIMA” INCREASING SOCIAL CARE FOR THE ELDERLY IN  WIDORO KIDUL AbstractThis study aims to describe the contribution of PosyanduLansia “Delima” in increasing elderly social care, which consists: (1) Activities, (2) Implementation, (3) Results of activities, (4) Factors supporting and inhibiting the activities. This research belongs to a qualitative approach with a kind of descriptive research. The subject of this research were cadre and elders. The data were collected through interview techniques, observation, and documentation. The validation that used was source triangulation. The data analysis technique that used was data reduction, data collection method, and conclusion drawing. The results of this research show: first, the activity of PosyanduLansia “Delima” is weight lift, blood measures, counseling, home visits, PMT, religious, arisan, and gymnastic for the elderly. Second, the implementation of activities including the planning, implementation, and evaluation which are in this implementation the elders get a contribution of social care. Third, The results of the activity are elderly members who already have the knowledge and skills to maintain physical, psychological health and improve social relations in the community. Four, supporting factors including competent cadres, the government funding supports, and support from the family. Inhibiting factors are elderly conditions that have been weak, erratic weather conditions, and incomplete health equipment.

Page 8 of 15 | Total Record : 148