cover
Contact Name
Surya Darma
Contact Email
admin.jlk@untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
admin.jlk@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, FMIPA Universitas Tanjungpura
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Laut Khatulistiwa
ISSN : 26146142     EISSN : 26148005     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan
Jurnal Laut Khatulistiwa is the media for dissemination of information about the ideas from researchers and practitioners whose interested with marine issues. This journal published three times a year by Department of Marine Science, Faculty of Mathematic and Natural Sciences, Tanjungpura University, i.e at February, June and October. The scope of the articles on this journal is focus on study of marine science, including utilization of computing technology and marine instruments, development of measurement methods, and other related study. This journal is expected to be helpfull for practitioners, policy makers, lecturers, students and other parties to better understanding the situation and condition about marine and can provide inspiration on development of ideas to contribute improvement solutions for marine issues globally.
Articles 160 Documents
Kondisi Pasang Surut Air Laut di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Kalimantan Barat Saadi, Saadi; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58040

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat, terletak di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, merupakan pelabuhan perikanan yang berada di WPPN-RI 711. Pelabuhan berada di dalam suatu lingkungan estuary, berjarak 3 km dari muara Sungai Sambas Besar, dan ini menyebabkan dinamika pasang dan surut yang ada di sekitar pelabuhan rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi pasang surut berdasarkan data in-situ. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil pengukuran pasang surut dan data kecepatan arus yang diukur secara langsung di lapangan. Data diolah menggunakan software t_tide untuk mendapat komponen harmonik pasut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe pasang surut di daerah ini adalah campuran harian ganda dengan nilai bilangan Fromzahl sebesar 0,83 serta nilai elevasi MSL sebesar 109 cm, HHWL sebesar 189,77 cm, dan LLWL sebesar 28,22 cm. Pola arah arus yang digambarkan pada diagram mawar menunjukkan bahwa pada pola arus memiliki dua arah (bolak-balik) namun cenderung menuju ke muara sungai.
Cycle of Potential Fishing Area of WPP-NRI 711 Year 2011-2020 Pratama, Septian Surya; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.58556

Abstract

This study discussed the cycle of potential fishing areas in WPP-NRI 711 based on the distribution of Sea Surface Temperature (SST) and distribution of chlorophyll-a concentration using MODIS Aqua satellite imagery. The distribution of Potential Fishing Areas (PFA) was determined based on the distribution of the thermal front which was processed using MGET (Marine Geospatial Ecology Tools) and chlorophyll-a. Determination of fluctuations and the emergence period of PFA for 10 years (2011-2020) is carried out using wavelets. The results showed that the average SST in WPP-NRI 711 was 29 °C. The highest average SST is 31 °C in May of the Transitional I Season, and the lowest average temperature is 27.9 °C in February of the West Monsoon Season. The average chlorophyll-a concentration was 0.6 mg/m3, the highest average chlorophyll-a concentration was 0.76 mg/m3 in December West Monsoon Season, and the lowest average was 0.53 mg/m3 in October Transitional II Season. The average PFA distribution area is 1.111 km2, the highest average area is 1.324 km2 in the West Monsoon Season, then the lowest area is 924 km2 in the Transitional II Season. Based on global spectrum and wavelet analysis, it is known that the period of the appearance of PFA is 3-6 months or Seasonal. then in the Northern Region segment of WPP-NRI 711, covering the Natuna Sea, the appearance of PFA is strongly influenced by Seasonal current movements. Meanwhile in the southern part, including the Karimata Strait, the emergence of PFA is strongly influenced by river runoff and changing Seasons.
Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Kecamatan Mempawah Hilir Ginanjar, Cecep; Harfinda, Elliska Murni; Saputra, Robin
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.68186

Abstract

Perubahan garis pantai sangat berkaitan erat dengan alih fungsi lahan, tata ruang, dan tutupan lahan di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di pesisir Kecamatan Mempawah Hilir pada tahun 2010 "“ 2022. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dengan media citra satelit Landsat 7 dan 8, teknik analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada software ArcGIS dengan metode single transect dan metode end point rate. Hasil analisis didapati bahwa perubahan garis pantai di pesisir Kecamatan Mempawah Hilir terjadi dalam bentuk abrasi dan akresi, besaran total abrasi dalam kurun waktu 12 tahun mencapai 139,37 Ha dan total akresi yang terjadi sebesar 352,83 Ha. Perubahan luas yang signifikan terjadi pada Kawasan mangrove dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Pada tahun 2010, 2014, 2018 dan 2022 berturut "“ turut sebesar 385,15 Ha, 474,98 Ha, 557,27 Ha dan 656,65 Ha. Perubahan luasan tutupan lahan (mangrove) disebabkan oleh faktor alami dan aktivitas masyarakat pesisir serta pemerintah setempat dalam hal konservasi mangrove, hal ini berpengaruh pada perubahan garis pantai (akresi) yang terjadi pada wilayah tersebut.
Struktur Komunitas Mangrove di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara Raynaldo, Adityo; Saputra, Robin; Erli, Erli; Marista, Etha; Zibar, Zan; Shofiyah, Sofi Siti; Rafdinal, Rafdinal; Linda, Riza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.67339

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting di kawasan pesisir, terutama dalam mitigasi bencana dan habitat jenis-jenis ikan dan udang. Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara dikelilingi kawasan mangrove, saat ini belum memiliki data yang komprehensif dan terbaru terkait dengan potensi struktur komunitas mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan struktur komunitas mangrove di Kecamatan Pulau Maya. Pengambilan data dilakukan pada Juni - Agustus 2022, di 7 stasiun yang dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan sebaran mangrove dan zonasi kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan. Data struktur komunitas diambil dengan plot pengamatan 10 x 10 m, tiap tegakan dengan DBH 4 cm didata jenis, ukuran diameter dan tinggi, serta data-data lain seperti jumlah semaian, tutupan kanopi juga dicatat berdasarkan pedoman standar. Hasil menunjukkan 8 spesies mangrove ditemukan, yaitu Acanthus ilicifolius, Acrostichum aureum, Avicennia marina, Bruguiera parviflora, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Xylocarpus granatum. Kerapatan individu berkisar 800 "“ 1700 ind ha-1 dan nilai basal area berkisar 6,13 "“ 112,95 m2 ha-1.Indeks nilai penting (INP) tertinggi ditemukan pada spesies R. apiculata (94,79%). Potensi mangrove di lokasi cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah lain, sehingga monitoring dan pemanfaatan yang lestari dari hasil hutan non-kayu, wisata edukasi, riset dan program padat karya berbasis masyarakat diharapkan dapat diutamakan untuk kelestarian kawasan mangrove di lokasi.
Struktur Komunitas Kepiting Bakau di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Thasya, Rafaela; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.64637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas kepiting bakau dan parameter kualitas perairan yang terdapat di kawasan hutan mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Catch Per Unit Effort (CPUE). Metode dilakukan dengan menghitung jumlah sampel kepiting bakau yang tertangkap dalam setiap upaya penangkapan. Penangkapan dilakukan sebanyak 4 kali dalam rentang waktu seminggu sekali selama sebulan. Hasil yang di dapat menunjukkan terdapat tiga jenis kepiting bakau yang berada pada kawasan mangrove Desa Sungai Nibung yaitu S. serrata, S. tranquebarica, dan S. olivacea. Hasil kepadatan relatif kepiting bakau yaitu 19,59% untuk jenis S. serrata, 75,71 % untuk jenis S. tranquebarica, dan 4,69% untuk jenis S. olivacea. Nilai indeks komunitas adalah indeks keeanekaragaman 0,674, indeks keseragaman 0,613, dan indeks dominansi 0,614. Keseluruhan indeks komunitas masuk ke dalam kategori sedang. Kualitas perairan kawasan mangrove Desa Sungai Nibung masuk ke dalam kategori sedang dan layak untuk menjadi habitat tempat kepiting bakau melakukan perkembangbiakan.
Struktur Komunitas Bivalvia di Kawasan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kalimantan Barat Sundari, Nova; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.64636

Abstract

Desa Sungai Nibung terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kalimantan Barat dengan luas hutan mangrove 3.058 Ha. Ekosistem mangrove mempunyai fungsi ekologis sebagai habitat hidup biota, termasuk bivalvia. Kelimpahan kerang dalam suatu ekosistem sangat penting dalam mempengaruhi struktur rantai makanan dan sangat ditentukan oleh faktor lingkungan yang sesuai dengan sifat biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia dan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 dengan menggunakan metode sistematik random sampling di tiga stasiun. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan dengan menggunakan kuadran transek berukuran 5 x 5 m2 dan sub plot berukuran 1 x 1 m2 dengan 5 titik di dalamnya secara acak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 spesies bivalvia yaitu Geloina expansa dan Pharella acutidens. Indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0-0,47, indeks keseragaman (E) antara 0,18 sampai tidak terdefinisi, dan indeks dominasi (C') berkisar 0,89-1. Parameter lingkungan seperti suhu air, salinitas, pH air, pH tanah, dan DO termasuk dalam kategori optimal bagi kehidupan bivalvia. Sedangkan, substrat masih belum optimal dalam mendukung kehidupan jenis kerang lainnya selain G. expansa.
Pemetaan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Tongkol Komo (Euthynnus affinis) di WPP-RI 711 Pratama, Muhammad Rizky; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.59731

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia 711 (WPP-RI 711) merupakan perairan laut yang meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara, yang memiliki potensi sumber daya laut yang dominan ditangkap yaitu ikan tongkol komo (Euthynnus affinis). Pola gerakan dan sebaran ikan tongkol komo dapat diprediksi dengan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a. Tujuan penelitian ini yaitu memetakan daerah potensial penangkapan Ikan tongkol komo berdasarkan data SPL dan klorofil-a, dari satelit Aqua MODIS, yang dihubungkan dengan data tangkapan pada Bulan Desember hingga November 2021. Hasil penelitian ini didapat bahwa sebaran nilai SPL dan klorofil-a di WPP-RI 711 berkisar 25,88 °C-34,68 °C dan nilai klorofil-a berkisar 0,051 mg/m3 - 64,46 mg/m3. Nilai sebaran tersebut sangat berpengaruh dengan distribusi Ikan tongkol komo. Titik koordinat daerah potensial penangkapan berada diantara 4 °2'53,557"LS - 7 °20'16,715"LU dan 103 °17'14,958"BT - 110 °9'53,124"BT. Daerah potensial penangkapan Ikan tongkol komo cenderung lebih banyak di bagian Selatan daripada Utara yang tersebar di laut lepas dan di sekitar perairan pulau "“ pulau oseanik di WPP-RI 711. Daerah Potensial Penangkapan Ikan tongkol komo cenderung lebih banyak terdapat pada Musim Barat dengan prediksi tangkapan yang lebih banyak dari pada musim lainnya.
Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Pulau Temajo Mempawah Kalimantan Barat Fadhilah, Wardatul; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.64222

Abstract

Sampah plastik laut merupakan masalah lingkungan global dan kompleks yang berdampak pada ekosistem dan kehidupan manusia. Plastik bersifat persisten dan membutuhkan waktu lama untuk terdekomposisi. Keberadaan mikroplastik dapat terakumulasi di dalam tubuh biota melaui rantai makanan. Mikroplastik ini juga menjadi masalah bagi kawasan pesisir Kalimantan Barat, khususnya di perairan pulau Temajo. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis dan kelimpahan serta jenis polimer dari mikroplastik di perairan Pulau Temajo, Kalimantan Barat. Sampel air diambil dengan menggunakan plankton net di dua stasiun. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop, dan identifikasi jenis polimer mikroplastik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun I memiliki kelimpahan total mikroplastik lebih tinggi (6823,30 partikel/L) dibandingkan dengan stasiun II (4766,38 partikel/L), dengan persentase film (66,53%), fragmen (7,28%), fiber (25,36%), dan pelet (0,83%). Jenis polimer yang teridentifikasi adalah High-Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polyvinyl Chloride (PVC) dan Poly Methyl Methacrylate (PMMA)
Distribusi Total Suspended Solid (TSS) di PPN Pemangkat Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat Rahmat, Muhammad Farhan; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Risko, Risko
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.57988

Abstract

Pendangkalan PPN Pemangkat akibat sedimentasi sudah menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi 3 sumber sedimentasi yang berasal dari Sungai Sambas Besar, Sungai Prapakan Tanjung, dan Sungai Penjajap untuk menentukan sumber dominan penyuplai sedimen di dalam area pelabuhan. Data yang digunakan yaitu elevasi pasang surut, arus, debit aliran sungai, dan konsentrasi TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus di PPN Pemangkat memiliki dua arah, dengan arah arus dominan yaitu keluar kolam pelabuhan. Konsentrasi TSS pada fase purnama lebih besar dibandingkan fase perbani, serta konsentrasi TSS pada kedalaman 0,8d lebih besar dibandingkan kedalaman 0,2d. Selanjutnya kondisi bagian depan dermaga (Stasiun 4) dan sisi kanan kolam pelabuhan (Stasiun 1 dan 3) memiliki konsentrasi TSS yang lebih besar. Konsentrasi rata-rata TSS minimum yaitu berkisar 75-128 mg/L pada fase purnama dan 46-64 mg/L pada fase perbani, sedangkan konsentrasi rata-rata TSS maksimum yaitu berkisar 137-293 mg/L pada fase purnama dan 94-203 mg/L pada fase perbani. Hasil ini menunjukkan bahwa sumber TSS dari Sungai Sambas Besar memiliki pengaruh yang kecil, sehingga sumber sedimen yang berkontribusi besar dalam proses sedimentasi di PPN Pemangkat berasal dari Sungai Prapakan Tanjung.
Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai Santolo dan Sayang Heulang Kabupaten Garut Tahun 2015-2022 Assifa, Siti Rohmah; Cahyadi, Ferry Dwi; Sasongko, Agung Setyo
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.67260

Abstract

Salah satu bentuk dinamika perubahan garis pantai yaitu perubahan garis pantai yang terjadi secara berkelanjutan. Perubahan tersebut berupa abrasi dan akresi. Perairan terbuka atau perairan yang menghadap langsung ke Samudera Hindia salah satunya adalah kabupaten Garut. Pantai Santolo dan Sayang Heulang merupakan salah satu pantai wisata di Pesisir Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan garis pantai dan faktor penyebab perubahan garis pantai. Citra yang digunakan pada penelitian ini menggunakan citra satelit Google Earth Pro. Penelitian ini menggunakan analisis digital shoreline analysis system (DSAS) dengan metode Net Shoreline Movement dan End Point Rate. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya abrasi dan akresi. Di Pantai Santolo terjadi abrasi tertinggi berkurang -97,29 meter dengan laju -13,89 m/tahun dan terjadi akresi tertinggi bertambah +51,15 meter dengan laju +7,30 m/tahun. Sedangkan di Pantai Sayang Heulang terjadi abrasi tertinggi -24,75 m dengan laju -3,53 m/tahun dan akresi tertinggi +36,11meter dengan laju +5,15 m/tahun. Faktor perubahan akibat abrasi di sebabkan oleh gelombang laut dan faktor perubahan akibat akresi disebabkan oleh aktivitas manusia seperti penambahan infrastruktur di bibir pantai dan sedimentasi Muara Sungai Cilauteureun.

Page 9 of 16 | Total Record : 160