cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024): October" : 7 Documents clear
STUDI KELAYAKAN OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM KAWASAN EKOWISATA MANGROVE SETAPUK Yuniarti, Erni; Rekayasa Hernovianty, Firsta; Novita Pratiwi, Nana; Listyo Widodo, Muji
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.71864

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk adalah salah satu destinasi wisata Mangrove yang ada di Kota Singkawang. Kawasan ekowisata Mangrove ini digolongkan menjadi Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP)-II dengan tujuan menambah dan mengembangkan daya tarik wisata baru dengan atraksi atau event yang kreatif dan inovatif. Pengelolaan konservasi Mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bentuk ekowisata (ekologi wisata) yang bersifat berkelanjutan karena tidak hanya mengupayakan kelestarian alam tetapi juga memanfaatkan komunitas lokal masyarakat di daerah terkait Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan objek daya tarik wisata alam di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dengan sistem bobot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk masuk ke dalam kategori Wisata Layak Dikembangkan dengan total indeks nilai potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam sebesar 75.4%. Unsur objek dan daya tarik yang dapat dikembangkan di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk terdiri dari unsur daya tarik (85,7%); sarana dan prasarana (75,0%); beserta keamanan (91,7%). Sementara untuk unsur Objek Daya Tarik Wisata Alam yang masuk ke dalam kategori belum layak dikembangkan adalah aksesibilitas (54.5%), pengelolaan dan pelayanan (55,6%) beserta kategori yang tidak layak dikembangkan adalah pemasaran (16,7%). Adapun manfaat ataupun kontribusi dalam penelitian ini memberikan informasi tentang elemen sarana dan prasarana yang sudah layak dan yang belum memadai, seperti aksesibilitas dan pemasaran. Hal ini dapat panduan bagi arsitek dan perencana kota untuk merancang infrastruktur yang mendukung, seperti akses jalan, fasilitas umum, dan bangunan yang ramah lingkungan di sekitar kawasan mangrove, guna mendukung keberlanjutan wisata dan kenyamanan pengunjung
KABUPATEN SINTANG MENUJU KOTA TANGGUH: ANALISIS LOKASI EVAKUASI BENCANA BANJIR Affrilyno, Affrilyno; Jumaylinda Br. Gultom, Bontor; Rahayu Jati, Dian
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.78157

Abstract

Konsep resilient city (kota tangguh) saat ini menjadi salah satu konsep pembangunan yang sedang gencar diterapkan di berbagai kota. Salah satu bagian dari penerapan konsep kota tangguh adalah kota dapat beradaptasi, menanggulangi, dan mengurangi efek kerugian bencana yang terjadi. Kabupaten Sintang merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat rentan terhadap bencana banjir. Berdasarkan data BPBD Kalimantan Barat, 38 dari 190 desa rawan banjir Provinsi Kalimantan Barat berada di Kabupaten Sintang. Evakuasi merupakan salah satu hal terpenting dalam menanggulangi bencana banjir. Berdasarkan permasalahan yang dijabarkan, tujuan penelitian ini adalah menemukan peletakan lokasi evakuasi yang tepat di Kabupaten Sintang. Metodologi yang digunakan adalah metode gabungan pengumpulan data sekunder dan analisis space syntax serta populasi dalam grid (grid population). Hasil dari penelitian ini yang berdasarkan pada aksesibilitas dan jangkauan titik evakuasi eksisting, peneliti menyarankan 4 titik evakuasi tambahan yang berada di area Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Sei Tebelian, dan Kecamatan Dedai.
A COMPARATIVE EVALUATION ON SENSE OF COMMUNITY AND STUDENT SATISFACTION IN ONLINE AND OFFLINE ARCHITECTURAL DESIGN STUDIOS Lukman, Aldyfra Luhulima; Mochtar, Sahid
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.76346

Abstract

Architectural education, which include design studio normally involving physical interaction, in the times of Covid-19 pandemic, needs to be conducted in an online or hybrid format. Online or hybrid format was commonly applied to prevent or minimize the spread of coronavirus. This study intends to identify differences and correlation between sense of community and satisfaction regarding learning process by comparing architecture students participating in offline and online studio. This study measures and compares architecture student performance in offline/ physical design studio and online/ virtual design studio. Sense of community and student satisfaction are operational variables used to measure and compare student performance in this study. Sense of community and satisfaction were chosen because the study focuses on student performance from the students' perspective.  Data were collected through an online questionnaire applying Likert scale to architecture students involved in a hybrid design studio and then analyzed by applying statistical method. The analysis results do not show significant differences on sense of community and satisfaction regarding learning process, between students participating in offline studio and those of online studio. However, this study identifies that sense of community correlates with the satisfaction regarding learning process, in offline and online architectural design studios. The correlation indicates that sense of community and student satisfaction can be used to signify students"™ performance in offline, online or hybrid architectural design studios. This study recommends offline or hybrid mode of learning as the optimum format for architecture design studio in the post-Covid-19 era.
MORFOLOGI PERKOTAAN PADA KAWASAN BERSEJARAH DI KORIDOR KAYUTANGAN KOTA MALANG Salam, Rahmi Ariani; Sudikno, Antariksa; Parlindungan, Johannes
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.77996

Abstract

Kawasan bersejarah dalam suatu kota sering dianggap sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Namun, transformasi fisik terjadi seiring kemajuan kota, mengubah karakter kawasan tersebut. Koridor Kayutangan, sebelumnya dikenal dengan bangunan bersejarah kolonial Belanda, kini menjadi fokus pembangunan perkotaan yang kadang mengesampingkan nilai sejarahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan Koridor Kayutangan seiring perkembangan zaman dengan mengeksplorasi struktur fisik Koridor Kayutangan, Kota Malang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan morfologi perkotaan dengan menggunakan teknik analisis tipo-morfologi dan komparatif yang terfokus pada pola street, landuse dan building pada masa sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan pola jalan dan fungsi Koridor tetap konsisten, meskipun beberapa perubahan terlihat dalam nama jalan, arus lalu lintas, moda transportasi dan parkir liar. Untuk penggunaan lahan Koridor ini masih menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan beberapa penyesuaian pada fungsi bangunannya. Sedangkan bangunan di Koridor Kayutangan mengadaptasi bangunan bergaya modern, meskipun beberapa bangunan bergaya kolonial masih bertahan
MODEL PENILAIAN DAN EVALUASI BANGUNAN LAMA PADA KORIDOR HEERENSTRAAT PROBOLINGGO Shabri, Sayyidah Rafi Dianya; Soemardiono, Bambang; Cahyadini, Sarah
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.79222

Abstract

Pelestarian bangunan lama menjadi isu penting dalam warisan budaya. Penelitian ini bertujuan menentukan model penilaian bangunan lama dan mengevaluasi bangunan-bangunan lama pada koridor Heerenstraat Probolinggo. Heerenstraat sebagai sumbu Kota Probolinggo merupakan koridor bersejarah peninggalan Belanda. Namun, Heerenstraat kini mengalami penghancuran dan terbengkalainya bangunan lama, termasuk perubahan bangunan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian historical interpretative, dengan tool appraisal study dalam urban research method. Analisis yang digunakan analisis deskriptif dan evaluasi (skoring) bangunan lama. Hasil penelitian menghasilkan model evaluasi bangunan lama, dengan parameter nilai sejarah, nilai sosial, umur bangunan, keaslian, estetika dan arsitektur, memperkuat citra kawasan, kelangkaan/keistimewaan, dan scientific/ilmu pengetahuan. Penelitian ini juga menghasilkan evaluasi penilaian 13 bangunan lama yang berusia lebih dari 50 tahun pada koridor Heerenstraat Probolinggo.  
MEMBANGUN KEBERLANJUTAN WARISAN BUDAYA: KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA DAN KONSERVASI WARISAN BUDAYA KAWASAN KOTABARU YOGYAKARTA Kinanthi, Maria; Mayang, Servatia; Cristina Aprilia Norman, Laurensia; A. Panggabean, Meiti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.79532

Abstract

Wisata budaya dan sejarah menjadi daya tarik utama di Yogyakarta karena memiliki nilai budaya yang unik. Namun, kekhawatiran yang terjadi ketika suatu tempat bersejarah menjadi pariwsata adalah terkadang hanya sebagai branding tanpa kekuatan nilai budaya yang utuh. Kotabaru adalah salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya dengan status cagar budaya yang dilindungi. Pepohonan yang rindang dan ruang tepi jalan dibagian depan bangunan yang bergaya arsitektur indis dan kolonial menjadi karakteristik pembeda dengan tempat lain. Kawasan Kotabaru merupakan kawasan yang cukup cepat perkembangannya. Awalnya perumahan elit kini menjadi tempat pariwisata. Kekhawatiran yang terjadi adalah perkembangan kawasan ini yang tidak terkontrol dan dapat menghilangkan citra Kawasan. Dengan adanya wisata yang terintegrasi maka diharapkan beberapa bangunan cagar budaya yang tidak terawat, menjadi poin yang dapat dikembangkan juga sehingga tidak menjadi terbengkalai. Selain itu partisipasi masyarakat di dalamnya sebagai upaya pelestarian merupakan salah satu prioritas yang harus tercapai dalam memanfaatkan bangunan cagar budaya berwawasan pelestarian. Penelitian ini akan mengkaji keberlanjutan warisan budaya dengan mendiskripsikan praktik pengembangan dan pelestarian wisata budaya yang unggul dalam nilai sejarah, estetika, dan ekonomi melalui framework VCC (Values-Centered Conservation). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menjaring pendapat dari responden purposif menggunakan kuisioner terkait pelestarian dan daftar bangunan cagar budaya yang bisa dikembangkan menjadi perencanaan wisata heritage dalam tujuan pelestarian serta pemetaan bangunan secara fisik. Hasilnya adalah adanya rekomendasi bentuk pelestarian secara holistik menurut framework VCC untuk wisata Kotabaru.
PENGEMBANGAN DESAIN PORTABEL UNTUK UNIT MODULAR RUMAH SAKIT LAPANGAN Effendi, Moch Yusuf; Ngurah Antaryama, I Gusti; Badai Samodra, FX Teddy
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.83476

Abstract

Rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021 menghasilkan gempa bumi sesar opak berkategori aktif yang berdampak pada sektor pelayanan medis. Rumah sakit wilayah tersebut tidak semua siap menghadapi bencana karena tidak ada persiapan matang dan siklus bencana membuat pemasalahan semakin kompleks. Rumah sakit lapangan di Indonesia saat ini masih banyak permasalahan dalam cara perakitan yang memerlukan waktu lama dan tidak memiliki kelebihan tertentu menghadapi kondisi akibat bencana. Arsitektur portabel merupakan salah satu cara untuk menemukan solusi permasalahan desain ini, namun beberapa sistem dan teknologinya memiliki keterbatasan. Tujuan penelitian adalah merancang rumah sakit lapangan yang memiliki kemampuan efisiensi pengemasan serta dapat beradaptasi di lingkungan secara efektif. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data survei konteks lokasi lahan berdasarkan aspek khusus pendirian rumah sakit lapangan dan rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021, proses desain menggunakan force-based framework. Menunjukkan bahwa tingkat modularitas desain dalam mengemas bentuk cukup efisien dengan terintegrasinya peralatan medis, perakitan hanya membutuhkan waktu 19 menit dengan 4 orang dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kontur lahan setempat. Hasil ini bermanfaat sebagai perkembangan kajian prinsip desain rumah sakit lapangan

Page 1 of 1 | Total Record : 7