cover
Contact Name
Dra. Siti Rochmiyati, M.Pd.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas.dewantara@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Jl. Batikan UH.III No. 2 Tempel, Wirogunan Yogyakarta 55167
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Abdimas Dewantara
ISSN : 26154889     EISSN : 26158782     DOI : https://dx.doi.org/10.30738
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2023)" : 12 Documents clear
Sosialisasi alur sertifikasi halal di Indonesia pada pedagang makanan Pucangan Kartasura Angga Dwi Prasetyo; Nurkholish Majid
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.9438

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim, sehingga pentingnya sertifikasi halal dilakukan oleh pedagang makanan untuk menjamin kehalalan produk yang diperjual belikan, karena pangan halal merupakan menjadi suatu kewajiban umat muslim. Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan informasi kepada pedagang makanan pentingnya sertifikasi halal dan alur pembuatan sertifikasi halal. Metode kegiatan sosialisasi ini dilakukan melalui ceramah dan diskusi dengan jumlah peserta 10 pedagang makanan. Berdasarkan kegiatan didapatkan hasil secara umum kegiatan sosialisasi ini berlangsung baik dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman pedagang terhadap alur sertifikasi halal di Indonesia. Kendala yang dihadapi saat pelaksanaan sosialisasi adalah keterbatasan waktu untuk sosialisasi. Kegiatan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pedagang sekitar kampus akan pentingnya sertifikasi halal pada produk makanan yang dijual belikan.   Socialization of halal certification flows in Indonesia to Pucangan Kartasura food traders   Abstract: Given that the majority of the population in Indonesia is Muslim and that eating halal food is a requirement for Muslims, food sellers in Indonesia must ensure that the products they are trading are in fact halal. This socializing activity's goal is to enlighten food sellers about the value of halal certification and the process involved in obtaining it. Ten food vendors participate in this socialization activity approach through lectures and debates. Based on the events, it was determined that the socializing activities generally went well and improved the traders' knowledge and comprehension of the flow of halal certification in Indonesia. The time constraints on socialization became a problem when it came to implementation. The purpose of the activity is to educate traders about the value of halal certification for food goods that are traded around campus.
Sosialisasi kewaspadaan penyakit tidak menular sebagai faktor komorbid Covid-19 pasca pandemi di Desa Sukowati Bojonegoro Akhmad Al-Bari; Moh. Mualliful Ilmi; Alya Fellinsa Putri; Nia Septiwiani
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.13732

Abstract

Harapan hidup masyarakat indonesia pada tiga tahun terakhir menurun 0,1% dari 276,4 juta jiwa. Penurunan ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang melanda tahun 2019. Peluang keparahan penyakit Covid-19 semakin meningkat apabila penderita memiliki penyakit komorbid. Komorbid covid-19 diakibatkan oleh penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes millitus, dan hipertensi. Hadirnya komorbid ini dapat meningkatkan peluang kematian hingga 29 kali apabila terjangkit Covid-19. Munculnya penyakit tidak menular diakibatkan kemudahan dan kenyamanan moderenisasi yang menimbulkan perilaku gaya hidup yang tidak sehat. Seperti kurang bergerak, kesalahan diet, stress, konsumsi alkohol dan rokok. Sosialisasi kewaspadaan penyakit tidak menular melalui pemberdayaan masyarakat telah dilakukan dalam menunjang pencegahan, dan pengobatan sebagai pembelajaran dari faktor komorbid pada pandemi lalu. Sosialisasi dilakukan dengan metode pemaparan materi dengan pretes dan postes serta sesi tanya jawab. Hasil sosialisasi meningkatkan pengetahuan peserta menjadi 96%. Selaras dengan peningkatan pengetahuan penyakit tidak menular, para peserta diharapkan mampu merubah pola hidup menjadi lebih sehat sehingga terhindar dari resiko memburuknya penyakit seperti pada covid-19.   Abstract: Indonesian people's life expectancy in the last three years decreased by 0.1% from 276.4 million people. This decrease was due to the Covid-19 pandemic that hit in 2019. The chances of the severity of Covid-19 disease increasing if sufferers have comorbid diseases. Co-morbid co-19 is caused by non-communicable diseases such as heart disease, diabetes mellitus, and hypertension. The presence of these comorbidities can increase the chance of death by up to 29 times if infected with Covid-19. The emergence of non-communicable diseases is due to the convenience and comfort of modernization which has led to unhealthy lifestyle behaviors. Such as lack of movement, diet errors, stress, consumption of alcohol and cigarettes. Dissemination of awareness of non-communicable diseases through community empowerment needs to be carried out in support of prevention and treatment as learning from comorbid factors in the past pandemic. Socialization is carried out by the method of material exposure with pretest and posttest as well as a question and answer session. The socialization results increased the participants' knowledge to 96%. In line with the increase in knowledge of non-communicable diseases, the participants are expected to be able to change their lifestyle to become healthier so that they avoid the risk of worsening diseases such as Covid-19.
Peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental dengan menggunakan media audiovisual Romadhiyana Kisno Saputri; Ria Indah Kusuma Pitaloka; Kharisma Kusuma Pratiwi; Puji Aning Nur Nadhiffa
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.13882

Abstract

Kesehatan mental pada remaja akhir-akhir ini menjadi perhatian serius karena prevalensi gangguan mental pada remaja meningkat dan remaja saat ini sangat rentan terkena gangguan mental. Pengetahuan remaja terkait kesehatan mental dapat meningkat dengan pemberian penyuluhan menggunakan media yang tepat. Media audio visual, khususnya video terbukti memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan media lain dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental dengan menggunakan media audiovisual. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan dan media audio visual yaitu video. Hasil kegiatan adanya peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 42%. Evaluasi kegiatan menujukkan sebanyak 78% sangat puas terhadap kegiatan penyuluhan dan 86% sangat puas terhadap materi yang disajikan. Media audio visual berupa video mampu meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental.   Improving adolescents' knowledge about mental health using audiovisual media   Abstract: Mental health in adolescents has recently become a serious concern because the prevalence of mental disorders in adolescents is increasing and today's youth are very vulnerable to mental disorders. Adolescent knowledge related to mental health can be increased by providing counseling using the right media. Audio-visual media, especially video, has proven to be more effective than other media in increasing adolescent knowledge. This community service activity aims to increase youth knowledge about mental health by using audiovisual media. Activities are carried out using counseling methods and audio-visual media, namely video. The result of the activity is an increase in target knowledge by 42%. Evaluation of the activities showed that 78% were very satisfied with the counseling activities and 86% were very satisfied with the material presented. Audio-visual media in the form of videos can increase adolescents' knowledge about mental health.
Pelatihan pembuatan candied ginger untuk meningkatkan imunitas warga di tengah pandemi Covid-19 Rina Setyaningsih; Anggri Sekar Sari; Lilis Kusuma
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.10291

Abstract

Pandemi Covid-19 yang diawali dari Wuhan China pada awal tahun 2020 telah masuk ke Indonesia. Dimana penyakit ini menyerang pernafasan secara akut, sehingga diperlukan imunitas yang  kuat  untuk menangkal penyakit tersebut berkembang. Indonesia merupakan salah satu penghasil rimpang  (jahe) dengan kandungan antioksidan dan anti-inflamasi yang cukup tinggi dalam menjaga imunitas tubuh. Tujuan abdimas ini untuk meningkatkan ketrampilan warga dalam pembuatan candied ginger dalam rangka peningkatkan imunitas warga dan menambah income ditengah pandemic covid 19. Pelatihan ini dilaksanakan di Dusun Klegung , Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 21 Januari 2021. Sasaran kegiatan ini adalah  ibu-ibu PKK dan pemuda Dusun Klegung. Metode abdimas berupa pelatihan dan sosialisasi menggunakan ceramah, diskusi, demonstrasi, pelatihan dan video tutorial. Hasil kegiatan abdimas adalah warga dusun klengun yang memiliki ketrampilan dalam pembuatan candied ginger.   Dengan adanya pelatihan dan sosialisasi warga memiliki pengetahuan dan kertrampilan  pembuatan candied ginger dan dapat memanfaatkan TOGA. Selain itu warga sangat antusias dengan adanya kegiatan pelatihan dari Tim Abdimas UST Yogyakarta.   Abstract: The Covid-19 pandemic that started in Wuhan, China, in early 2020 has entered Indonesia. When this disease attacks the respiratory system acutely, so strong immunity is needed to prevent the disease from developing. Indonesia is one of the rhizome (ginger) producers with high antioxidant and anti-inflammatory content in maintaining body immunity. This community service aims to improve residents' skills in making candied ginger to increase residents' immunity and income amid the covid 19 pandemic. This training was carried out in Klegung Hamlet, Katongan Village, Nglipar District, Gunung Kidul Regency, on January 21, 2021. The target of this activity is PKK women and youth from Klegung Hamlet. The community service method is in the form of training and socialization using lectures, discussions, demonstrations, training, and video tutorials. The results of community service activities are residents of Klengun hamlet who have skills in making candied ginger. With training and outreach, residents have knowledge and skills in making candied ginger and can utilize TOGA. In addition, the residents were very enthusiastic about the training activities from the UST Yogyakarta Abdimas Team.
Menuju desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana melalui pemberdayaan masyarakat Kepulauan Mentawai Lolom Evalita Hutabarat; Efendy Tambunan; Pinondang Simanjuntak
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14343

Abstract

Salah satu dari lokasi potensial pariwisata berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang termasuk wilayah provinsi Sumatera Barat dengan ibukota Tuapejat yang berada di Kecamatan Sipora Utara dan berjarak 153-kilometer dari Padang. Hal ini menjadi penyebab industri pariwisata di Mentawai masih jauh tertinggal akibat buruknya infrastruktur jalan dan jembatan serta pengelolaan lingkungan yang masih kurang tertata dengan baik termasuk kesiapan menghadapi bencana. Langkah strategis adalah dengan mengacu kepada pembangunan berwawasan lingkungan, kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga disertai dengan meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Tim PkM Prodi Teknik Sipil UKI berkolaborasi dengan pemerintah setempat dalam mendukung hal ini berupa bimbingan teknis dan pendampingan kepada Masyarakat dan Perngkat desa setempat di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk mempersiapkan desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana. Tim Prodi Teknik sipil UKI menyediakan materi bimbingan teknis yang terkait dengan lingkungan berkelanjutan sesuai konsep desa wisata ramah lingkungan dan tanggap bencana melalui pemberdayaan masyarakat secara swadaya dan swadana.     Abstract: One of the possible tourism destinations is the Mentawai Islands Regency, located in the province of West Sumatra and has the capital city of Tuapejat in the Sipora Utara District, 153 kilometers from Padang. This is why the tourism business in Mentawai currently needs to catch up due to poor road and bridge infrastructure and poorly structured environmental management, particularly disaster preparedness. The strategic step is to refer to environmentally sound development to ensure ecological sustainability while strengthening resilience to calamities. The PkM UKI Civil Engineering Study Program team worked with the local government to prepare eco-friendly and disaster-responsive tourism villages in the Mentawai Islands Regency by providing technical guidance and assistance to local residents and village officials. Through self-help and self-funding community empowerment, the UKI Civil Engineering Study Program team delivers technical guidance material connected to a sustainable environment based on the notion of an eco-friendly and disaster-responsive tourism town.
Social media training: The role of the student community for smoking cessation campaign Dianita Sugiyo; Sutantri Sutantri; Resti Yulianti Sutrisno; Noven Tri Wandasari
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.12575

Abstract

The prevalence rate of smokers in adolescents in Indonesia is increasing, so it is necessary to hold a program to increase adolescent knowledge about the dangers of smoking. The purpose of this community service is to provide training in managing social media for smoking cessation campaigns to the student community in Yogyakarta. The methods of implementing this community service are; (1) Pretest by looking at the amount of social media reach before the training; (2) Social media content creation training; (3) Instagram live about the dangers of smoking; (4) Post-test by looking at the amount of social media reach after the training. The results of the training program showed that the number of social media reach for smoking cessation campaigns has increased.
Kampung Wisata Purbayan: Harmonization of religious values and socio-cultural identity in community based tourism development Windi Novia Ratri Wardhani; Ratih Pratiwi; Muhammad Thohir; Luluk Mubarokah; Julio Valen DB; Ari Setiawan
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14656

Abstract

This study examines the potential for halal tourism by investigating the relationship between religion and socio-cultural identity in Kamwis Purbayan, DIY. This study refers to a literature survey and direct observation approach which is strengthened by data and information from reliable sources. The findings show that religious teachings, along with local culture, are one of the positive elements that influence the adoption of cultural and religious heritage tourism in Kamwis Purbayan. Kamwis Purbayan is the forerunner to the emergence of Islamic Mataram in Java. The existing Islamic principles are represented in the form of physical culture, in addition to those embraced by the community and used as a reference in daily activities. Furthermore, the interaction between religious values and traditional values is well presented both in buildings, regional structuring, social life systems and also cultural systems that are still growing strong today. This supports the symbiotic relationship shown in the form of constructive support between religion, culture, social engagement and the tourism business at Kamwis Purbayan in the context of halal tourism.
Model integrasi kewirausahaan pemberdayaan perempuan sahabat yatim, LAZISMU, dan PKK di Kabupaten Bantul Zunan Setiawan; Agus Siswanto; Aftoni Sutanto; Ratih Pratiwi
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14657

Abstract

Perempuan merupakan salah satu komponen yang ada di masyarakat yang bisa dilibatkan dalam pembangunan. Dalam bidang pendidikan dan ekonomi misalnya, banyak perempuan yang tidak memiliki kemampuan memperoleh peluang kerja karena keterbatasan atau tidak bisa mengolah potensi yang ada pada dirinya maka perlunya pemberdayaan perempuan.  Tujuan pemberdayaan kewirausahaan yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan memperoleh capaian luaran peningkatan keterampilan bidang usaha kewirausahaan, dan pengkreasian kemandirian. Solusi dari permasalahan berbasis pada metode proses meningkatkan jiwa kewirausahaan bagi perempuan dalam meningkatkan pengetahuan pemasaran berbasis teknologi digital.  Metode pelaksanaan berbasis pada desain pemikiran dan sistimatis meliputi rangkaian workshop dengan pokok diskusi mengenai solusi permasalahan kekinian dengan menyertakan bentuk keterlibatan dan peran serta amal usaha Muhammadiyah, berbasis pada penjelasan tahapan untuk mengatasi beberapa solusi permasalahan beberapa bidang utama yang memberikan hasil pengetahuan, ketrampilan, kualitas, jumlah, jenis, kapasitas produk, jumlah aset, omset, kemampuan manajemen, keuntungan, dan kemudahan penjualan. Hasil dan luaran kegiatan setelah dilaksanakan sosialisasi yaitu mengalami peningkatan pemahaman mengenai model kewirausahaan dan pelatihan penjualan berbasis pemasaran online. Selanjutnya, peningkatan pemahaman mengenai pengambilan gambar produk sebagai strategi pemasaran dan pelaku usaha menerapkan pembuatan iklan yang menarik bagi produk.     Abstract: Women are one of the societal components that might contribute to growth. In the sectors of education and the economy, for instance, many women cannot find employment prospects because they are constrained or unable to realize their potential; therefore, it is essential to empower women. Empowering entrepreneurship aims to develop high-quality human resources, obtain outputs that enhance entrepreneurial business abilities, and foster independence. The solution to the issue is based on a method for developing women's entrepreneurial spirit and marketing skills based on digital technologies. The technique of execution is based on critical thinking and systematic design, comprising a series of workshops with the subject of debate on solutions to current problems by including forms of involvement and participation in Muhammadiyah humanitarian activities, based on an explanation of the phases to overcome numerous problem solutions in several primary areas that produce outcomes of knowledge, skills, quality, number, type, product capacity, total assets, turnover, and management capacity. First, there was a greater grasp of the entrepreneurial model and Internet marketing-based sales training due to the activities conducted after socializing. Second, improving understanding of product photography as a marketing tactic and business actors' implementation of appealing product advertisements.
Sosialisasi dan penyusunan Raperda Pendidikan Dasar di Kabupaten Pesisir Selatan Aep Saefullah; Fahri Fahri; Devid Putra Arda; Ahmad Fadli; Joned C Saksana; Moeljono Moeljono
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14658

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mewujudkan regulasi dan peraturan tentang penye-lenggaraan dan pengelolaan Pendidikan dasar di Kabupaten Pesisir Selatan serta memberikan wawasan pemahaman kepada 240 tenaga pendidiik di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain terwujudnya Rancangan perda tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dasar di Kabupaten Pesisir Selatan, masyarakat setuju dengan Perda Penye-lenggaraan dan Pendidikan Dasar, Perlu segera disahkan agar menjadi payung hukum dalam tata kelola pendidikan dasar serta dapat meningkatkan mutu pendidikan.   Socialisation and drafting of a draft Regulation on Basic Education in Pesisir Selatan District   Abstract: This community service aims to realize regulations and regulations regarding the implementation and management of basic education in Pesisir Selatan districts and provide insight into understanding 240 education personnel within the scope of the South Coast District Education Office. The results of community service activities include the realization of a draft bylaw on the management and implementation of basic education in Pantai Selatan District. The community agrees with the Regional Regulation on the Implementation and Basic Education. It needs to be passed immediately so that it becomes a legal umbrella in basic education governance and can improve the quality of education.
Menumbuhkan semangat berprestasi melalui achievement motivation training bagi pedagang pengecer Fisla Wirda; Trimardi Jaya Putra; Wilson Gustiawan
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14659

Abstract

Management is a determining factor for business success, both human resources management, marketing, or finance. One of the problems in Human Resource Management for traders is the low achievement to improve business performance. This activity aims to increase achievement motivation for retailers. This training lasted for three days and was attended by 50 retailers with the following topics: Becoming a Successful Entrepreneur, Knowing Entrepreneurial Character, and Marketing. The training participants were very enthusiastic about participating in all training activities in the form of lectures, games, discussions, and simulations. This activity was successful, as indicated by the low level of absenteeism training and participants' absorption of the material. Participants were satisfied with the materials, methods, and trainers provided during the training. Retailers are enthusiastic about training activities because the opportunities for participating are very limited. This activity is useful in increasing the knowledge and motivation of retailers.   Abstrak: Manajemen usaha merupakan faktor penentu keberhasilan usaha, baik manajemen Sumber Daya Manusia, pemasaran ataupun keuangan. Salah satu permasalahan dibidang Manajemen Sumber Daya Manusia bagi pedagang pengecer adalah rendahnya semangat berprestasi sehingga keinginan untuk meningkatkan kinerja usaha rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berprestasi/achievement motivation  pedagang pengecer. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari yang diikuti oleh 50 pedagang pengecer  dengan materi:  Menjadi Wirausaha yang Sukses, Mengenal Karakter Wirausaha dan  Marketing. Peserta sangat antusias mengikuti semua kegiatan pelatihan baik yang berbentuk ceramah, games, diskusi dan simulasi. Kegiatan pelatihan ini berhasil dengan baik yang dibuktikan dengan  rendahnya tingkat absensi peserta dan tingginya daya serap peserta terhadap materi pelatihan. Peserta puas dengan materi, metoda dan trainer yang disediakan selama pelatihan. Pedagang pengecer antusias dalam kegiatan pelatihan  karena kesempatan mengikuti pelatihan yang sangat terbatas.  Kegiatan ini bermanfaat dalam menambah ilmu wawasan serta motivasi pedagang pengecer.

Page 1 of 2 | Total Record : 12