cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Pertumbuhan dan Sintasan Karang Hasil Transplantasi di Lapangan Minyak Tiaka, Teluk Tolo, Sulawesi Tengah Kasim Mansyur; Achmad Rizal; Musayyadah Tis’in; Muh. Saleh Nurdin; Nuke Susanti
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.953 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan transplantasi karang di Lapangan MinyakTiaka. Keberhasilan transplantasi dinilai dari perkembangan fragmen karang melalui sintasan danpertumbuhan karang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015 – April 2016, di perairanLapangan Minyak Tiaka, Teluk Tolo, Provinsi Sulawesi Tengah. Jumlah fragmen karang yangdigunakan pada penelitian ini sebanyak 1600 pieces. Prosedur kerja transplantasi karang dimulaidari pembuatan tatakan, pemilihan bibit karang, fragmentasi, dan perawatan. Karang yangdigunakan pada penelitian ini yaitu karang jenis family Acrophoridae, (1) Acropora formasa; (2)A. nobilis; (3) A. grandis: (4) A. nasuta. Media transplantasi ditata pada lokasi transplantasidengan kedalaman 5-7 m di bawah permukaan laut saat surut terendah. Hasil penelitian inimenunjukkan pertumbuhan optimum anakan karang hasil transplantasi mencapai 33 cm, terutamajenis karang Acropora formosa dan A. nobilis. Sebesar 61,94% koloni telah mencapai ukuran 25-33 cm, 31,06% berukuran 20-25 cm, 6,43% berukuran 15-20 cm; dan 0,56% berukuran 10 cm.Kisaran nilai sintasan fragmen karang tergolong tinggi dengan nilai 97 – 99,44 %. Sintasan yangtinggi ditemukan pada monitoring terakhir sedangkan terendah pada monitoring kedua. Kondisiperairan sangat optimum untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan terumbu karang.Kata kunci: transplantasi karang, pertumbuhan, sintasan, lapangan minyak Tiaka
Studi Pemanfaatan Lampu Light Emitting Diode (LED) Bawah Air Sebagai Alat Pemikat Ikan pada Alat Tangkap Bubu Fachruqi Waris; Muhammad Kurnia; Musbir Musbir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan bubu dasar denganmenggunakan lampu Light Emitting Diode (LED) berkedip bawah air dan membandingkan hasiltangkapan yang diperoleh dengan menggunakan umpan, lampu LED, dan kombinasi umpan danlampu LED. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2018 di perairan Bira,Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah experimental fishing dan pengumpulan data dilakukan menggunakan metode deskriptifkomparatif dengan mengumpulkan jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Pada penelitianini, uji coba penangkapan dilakukan dengan menggunakan 3 perlakuan yang berbeda pada masing-masing bubu dasar. Bubu yang memakai umpan, bubu yang memakai lampu LED berkedip bawahair dan bubu yang memakai kombinasi umpan dan lampu LED berkedip bawah air. Untukpengambilan data dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan masing-masing sebanyak 30trip. Hasil tangkapan bubu selama penelitian berjumlah 159 ekor ikan, dimana 53 ekor ikantertangkap dengan perlakuan umpan, 40 ekor ikan tertangkap dengan perlakuan lampu LEDberkedip bawah air, dan 66 ekor ikan tertangkap dengan perlakuan kombinasi umpan dan lampu.Hasil analisis uji Anova yang dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis menunjukan pengaruhpenggunaan metode kombinasi umpan dan lampu LED berkedip bawah air lebih besar terhadaphasil tangkapan bubu dasar.Kata Kunci : Bubu dasar, Lampu LED Bawah Air, Hasil Tangkapan.
Kesukaan Konsumen Terhadap Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) dari Tambak Intensif dan Tambak Tradisonal di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Yuliati H Sipahutar; Husnul K Ramli; Maria GE Kristiani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.553 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesukaan konsumen pada udang hasil tambak intensif dantambak tradisional. Penelitian dilakukan di tambak intensif di Desa Mariorennu, KecamatanGantarang, dan tambaktradisional di DesaManjalling, Kecamatan Ujung Loe, KabupatenBulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan dan BalaiPenelitian dan PengembanganMutu HasilPerikanan Makassar. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan waktu penyimpanan0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari dan 8 hari. Parameter uji dilakukandenganHedonik. Analisa datamenggunakan non parametric test Kruskal wallis dan dilanjutkandenganmultiple comparison.Hasil uji organoleptik pada perlakuan penyimpanan menunjukkan bahwa udang tambak intensifdan tambak tradisional sangat berbeda nyata pada parameter kenampakan, bau dan rasa. Ujiorganoleptik menunjukkan udang tambak intensif dan tambak tradisional tidak layak konsumsidan tidak diterima pada penyimpananhari ke-8 dengankenampakanudang 6.54 dan 6.39, bau 6.47dan 6.49 dan rasa 6.36 dan 6.38, sehingga udang ditolak dan tidak sesuai dengan standar nilaiorganoleptik yang telah ditetapkan yaitu 7. Kesimpulan adalah udang tambak tradisional lebihdigemari masyarakat dibandingkan dengan udang tambak intensif.Kata kunci: udang vannamei, tambak intensif, tambak tradisional, kesukaan konsumen
Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Pelagis Provinsi Kalimantan Utara Abd Rasyid Jalil; Alfa Nelwan; Nurjannah Nurdin; Mukti Zainuddin; Ilham Jaya; M. Akbar AS
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.187 KB)

Abstract

Potensi ikan pelagis di perairan Indonesia adalah 3,2 juta ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan46,59% sehingga peluang untuk pengembangannya masih 43,41% namun pemanfaatannya harusmemperhatikan lokasi penangkapannya karena penangkapan ikan pelagis di Indonesia sebagianbesar telah memperlihatkan tingkat penguasaan yang berlebih seperti di Laut Jawa dan SelatMalaka kecuali untuk Laut Arafura dan Laut Sulawesi serta Samudera Pasifik. Tujuan penelitianxini adalah menganalisis potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis di perairanProvinsi Kalimantan Utara. Pendekatan metode yang digunakan adalah metode “SurplusProduksi”. Metode ini berfungsi sebagai estimator kelimpahan relatif suatu sumberdaya ikan padaperairan provinsi Kalimantan Utara yang didasarkan pada hasil tangkapan per unit upayapenangkapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan armada perikanan pelagis besar diProvinsi Kalimantan Utara belum dapat menjangkau daerah penangkapan ikan pelagis besar yangpotensial. Sumberdaya ikan pelagis besar yang memiliki habitat di perairan laut lepasmembutuhkan kemampuan armada yang lebih besar untuk menjangkau lokasi penangkapan ikanyang potensial. Tren hasil tangkapan per unit upaya penangkapan (CPUE) kelompok ikan pelagisbesar di perairan Kalimantan Utara menunjukkan tren menurun dengan laju penurunan sebesar0,02 ton/unit dalam kurun waktu tahun 2010-2014 adalah 3,8 ton/unit, sedangkan CPUE yangtertinggi sebesar 10,1 ton unit dengan jumlah upaya standar sebesar 256 unit.Kata kunci : ikan pelagis, CPUE, armada, Kalimantan Utara
Pengaruh Keterbukaan Gelombang dan Zona Pasang Surut Terhadap Biomassa Lamun di Perairan Pulau Barrangcaddi Nurul Asirah Asirah; Chair Rani; Mahatma Lanuru
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.696 KB)

Abstract

Biomassa lamun merupakan berat dari semua material yang hidup pada suatu satuan luas tertentu,baik yang berada diatas maupun dibawah substrat yang sering dinyatakan dalam satuan gram beratkering per m 2 (gbk/m 2 ). Biomassa lamun dapat terpengaruh akibat beberapa faktor sepertiketerbukaan gelombang dan zona pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh keterbukaan perairan dan setiap zona pasang surut terhadap biomassa lamun.Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober 2018 di Pulau Barrangcaddi, Kota Makassar,Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian dibagi ke dalam 2 Stasiun yaituStasiun 1 (Terbuka) dan Stasiun 2 (Terlindung). Pada Stasiun 1 (Terbuka) dibagi menjadi 2 zonapasang surut yaitu (Intertidal dan Subtidal), sedangkan untuk Stasiun 2 (Terlindung) hanya adazona subtidal. Pengambilan data lamun dilakukan dengan menggunakan transek kuadran 50 cm x50 cm sepanjang transek garis, dan setiap penempatan transek kuadran dilakukan juga pengukuranfaktor oseanografi fisika seperti suhu, salinitas, kecepatan arus, sedangkan untuk setiappenempatan transek garis dilakukan pengukuran gelombang, pengambilan sampel air dan sedimen.Pengukuran biomassa lamun dibagi menjadi dua bagian yakni biomassa atas (daun) dan biomassabawah (rhizome dan akar) menggunakan metode dari Mashoreng (2015). Analisis data untukperbandingan biomassa atas dan bawah berdasarkan stasiun dan zona pasang surut dianalisismenggunakan Uji-t Independent.. Hasil Penelitian menunjukkan biomassa atas jenis C.rotundatatidak terpengaruh, sedangkan untuk biomassa bawah terpengaruh oleh keterbukaan perairan. Padazona pasang surut biomassa bawah hanya jenis E. acoroides dan C.rotundatayang terpengaruh,sedangkan untuk biomassa atas untuk semua jenis tidak terdapat pengaruh yang nyata.Kata kunci: lamun, biomassa, gelombang, zona pasang surut, Pulau Barrangcaddi.
Kondisi dan Karakteristik Usaha Pengasapan Ikan Cakalang di Kabupaten Bone Muh. Patekkai; Andi Adri Arief; Mardiana Ethrawaty Fachry
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.282 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan karakteristik usaha pengasapan ikanCakalang di Kabupaten Bone. Ruang lingkup meliputi teknologi dan proses produksi, lama usaha,status kepemilikan dan legalitas usaha, skala usaha, kelayakan usaha, dan pemasaran. Penelitiandilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2018 di Kecamatan Tanete Riattang TimurKabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Responden berjumlah 32 orang pengolah ikan asapCakalang. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara dan observasi, dan menggunakankuisoner sebagai pedoman. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatankuantitatif dan kualitatif, dan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excell 2013 untuk tabulasidata. Hasil penelitian menujukkan bahwa kondisi usaha masih menggunakan teknologi tradisional,62.5% pengolah sudah menjalankan usaha lebih dari 10 tahun, 56.25 % pengolah merupakanpemilik usaha sendiri, 71.88% pengolah belum memiliki legalitas usaha, seluruh pengolahmemasarkan produknya di pasar tradisional dan hanya 25% yang sudah memasarkannya ke luarBone. Karaktersitik usaha menunjukkan bahwa skala usaha jika dilihat dari segi aset 100% masihskala mikro dan jika dilihat dari omzet penjualan hanya ada 6.25% yang sudah berskala kecil, dandari segi tenaga kerja hanya ada 2 usaha yang berskala Kecil. Hasil uji kelayakan usahamenunjukkan keuntungan yang diperoleh usaha skala kecil bisa mencapai Rp. 6,837,500,- / bulandan usaha skala miko mendapat keuntungan sebesar RP. 4,837,500,- / bulan. Sedangkan, R/CRatio sebesar 1.29 pada skala kecil dan pada skala mikro R/C Rasio sebesar 1.28. Artinya bahwausaha pengasapan ikan Cakalang di Bone layak untuk dikembangkan.Kata kunci: pengolahan, ikan asap, cakalang, kondisi usaha, karakteristik usaha, skala usaha,Kabupaten Bone.
Rekonstruksi Daging dan Tulang Ikan Asin Tongkol (Euthynnus affinis C.) dalam Produk Otak-Otak Ikan Asin Hadroko Hadroko; Lucia C. Soedirga; Vania Vania
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.345 KB)

Abstract

Ikan asin tongkol (Euthynnus affinis C.) merupakan salah satu hasil pengolahan produk perikanan yang secara tradisional banyak dilakukan karena pengolahannya tergolong mudah untuk dilakukan. Namun, aplikasi ikan asin dalam suatu produk masih jarang dilakukan sehingga dibutuhkan diversifkasi produk dari ikan asin agar dapat meningkatkan variasi konsumsi masyrakat, yakni berupa otak-otak dengan penambahan kalsium dan fosfor dari tulang ikan asin. Otak-otak merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tepung (terigu, tapioka, dan campuran terigu dan tapioka 1:1) dan konsentrasi daging ikan asin (25, 50, 75, dan 100%) terhadap karakteristik otak-otak ikan asin. Adonan dengan jenis tepung dan konsentrasi daging ikan asin terbaik akan dicampurkan dengan tepung tulang ikan asin pada konsentasi 25, 50, 75, dan 100%. Otak-otak ikan asin dengan penambahan tepung tulang ikan asin terbaik akan dibandingkan dengan otak-otak komersil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa campuran tepung terigu dan tapioka (1:1) dengan penambahan daging ikan asin sebanyak 75% dari total berat tepung dan penambahan tepung tulang ikan asin sebanyak 100% menghasilkan otak-otak ikan asin dengan karakteristik terbaik dibandingkan dengan otak-otak ikan komersil, yakni 41.44% kadar air, 3.19% kadar abu, 3.39% kadar lemak, 16% kadar protein, 13.69% kadar karbohidrat, 211.08 mg/100 g kalsium, 1758.20 ppm fosfor, dan 0.01% garam. Kata Kunci: ikan asin tongkol, otak-otak, tepung tulang ikan, kalsium, fosfor. 
Penilaian Kesehatan Udang Melalui Kaki Renang Hamzah Hamzah; Srinawti Srinawti; Jumriadi Jumriadi; Alfa Astiana Afandi; Muh. Asa’at Asa’at; Herawaty Herawaty; Nono Hartanto
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.014 KB)

Abstract

Berbagai jenis patogen sering menyerang udang di tambak, baik skala tradisional maupun intensif.Adanya patogen penyebab penyakit dapat berasal dari lingkungan budidaya, bawaan dari benihudang, dan masukan lainnya (introduksi). Oleh karena itu melakukan pencegahan danpendeteksian sejak dini mutlak sangat dibutuhkan, agar dapat mengambil tindakan yang tepat.Untuk memudahkan pengamatan kondisi kesehatan udang dapat melalui pengamatan organ kakirenang. Kejadian nekrosis pada kaki renang udang jika dibiarkan dan terus berlanjut akan menjalarsampai ke karapaks abdomen udang, sehingga udang akan kelihatan memerah. Pada beberapakasus akan kehilangan kaki renang dan uropod, dan tentunya akan menurunkan nilai jual dariudang tersebut. Pada tambak intensif yang mengaplikasikan PAC kejadian nekrosis pada kakirenang mulai ditemukan pada pekan ke tujuh pemeliharaan. Pada kegiatan ini terdapat hubunganyang signifikan antara terjadinya kasus nekrosis kaki renang udang dengan peningkatan nilai nitritdalam air. Jika nilai nitrit naik sebanyak 1 mg/L akan menyebabkan munculnya nekrosis hingga5,2% dari populasi udang vanname dalam suatu petakan tambak .Kata kunci: udang, nekrosis, kualitas air.
Pertumbuhan dan Mortalitas Tuna Bambulo Gymnosarda unicolor (Ruppell) di Perairan Simeulue (Pulau Babi dan Lasia), Provinsi Aceh Burhanis Burhanis; Jaliadi Jaliadi; Edwarsyah Edwarsyah; Zul Radmi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.231 KB)

Abstract

Ukuran tuna bambulo dapat memberikan informasi tentang pola pertumbuhan, populasi dansebaran ikan sehingga dapat mengidentifikasi keberadaan stok ikan. Tujuan dari penelitian untukmengetahui ukuran panjang dan pola pertumbuhan tuna bambulo yang didaratkan di TPILabuhan Bajau (Teupah Selatan) Kabupaten Simeulue. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-November 2016. Pengambilan data dilaksanakan di perairan Simeulue seminggu sekali. Datayang dikumpulkan berupa data panjang cagak (fork lenght). Analisis frekuensi panjang ikanuntuk menentukan selang kelas, nilai tengah dan ukuran panjang ikan dihitung meng gunakanrumus distribusi frekuensi. Pendugaan panjang pertama kali tertangkap dilakukan denganmembuat grafik berbentuk S antara (Sumbu Y dan Sumbu X). Parameter pertumbuhan ikan (Kdan L) menggunakan sub program ELEFAN I yang terdapat pada software FISAT II. Jumlahtotal hasil tangkapan tuna bambulo (Gymnosarda unicolor (Ruppell)) yang berhasil diukursebanyak 190 ekor. Ukuran panjang cagak tuna bambulo berkisar antara 45,5-111,5 cm. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pendugaan panjang tuna bambulo pertama kali tertangkap diperairan Simeulue (pulau Lasia dan pulau Babi) pada ukuran panjang 65,18 cm. Hasil analisisfrekuensi panjang tuna bambulo menggunakan metode Von Bertanlanffy yang menggunakandata panjang maksimum (L∞) yang berukuran 121,28 cm, nilai K sebesar 0,790 pertahun, umurteoritis sebesar 0,084 tahun dan indek penampilan pertumbuhan (Ø) sebesar 4,0. Hasil analisislenght convented catch curve menunjukkan bahwa nilai mortalitas total (Z) sebesar 2,40,mortalitas alami (M) sebesar 1,09 dengan kisaran suhu 31 o C, mortalitas penangkapan (F) sebesar1,31, rasio ekploitasi (E) sebesar 0,55.Kata kunci: Bambulo, Mortalitas, Perairan Simeulue, Pertumbuhan, Ukuran.
Pengawasan Racun Hayati Laut dan Logam Berat pada Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP 713) Rosmini Rosmini; Syamsurya Amsi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.381 KB)

Abstract

Pengawasan racun hayati laut dan logam berat pada wilayah pengelolaan perikanan (WPP 713)bertujuan untuk mengetahui apakah ikan demersal yang diperoleh dari perairan Makassar dan telukBone terinfeksi ciguatoxin dan untuk mengetahui kandungan racun hayati laut, dan logam berat(Pb, Cd, dan Hg) pada wilayah pengelolaan perikanan (WPP 713). WPP 713 meliputi teluk Bone,perairan Makassar dan perairan Maros.Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif(disajikan dalam bentuk tabel dan grafik). Hasil monitoring ikan demersal yang diperoleh dariselat Makassar dan teluk Bone negatif terinfeksi ciguatoxin dan adapun racun hayati lain yangmeliputi ASP, PSP dan BTX (Brevetoxi) diperoleh pada kekerangan berasal dari perairan Marosmemperlihatkan hasil pengujian ASP (667,1 mg/kg) dan PSP (57,73 mg/kg) menunjukkankandungan tersebut melebihi ambang batas hal ini berdasarkan hasil pengujian yang dilakukandi laboratorium BUSKI PM.Kata kunci: Pengawasan, racun hayati, logam berat, WPP 713

Page 8 of 19 | Total Record : 184