cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Retensi Nutrien Pakan pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) dalam Pakan Sebagai Prebiotik bagi Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Masriqah; Siti Aslamyah Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.988 KB)

Abstract

Ubi jalar sebagai prebiotik secara optimal akan meningkatkan populasi bakteri Lactobacillus sp.sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan, yang akan meningkatkan penyerapannutrisi yang lebih baik. Penyerapan nutrisi yang lebih baik akan meningkatkan nutrien yangtersedia untuk diserap oleh tubuh yang disebut retensi nutrien. Tujuan penelitian ini adalahmenentukan dosis ubi jalar (Ipomoea batatas) dalam pakan sebagai prebiotik dari Lactobacillussp. terhadap retensi nutrien pada pemeliharaan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Wadahyang digunakan adalah box kontainer sebanyak 12 buah, ditempatkan di dalam ruangan (in-door)dengan aerasi bersumber dari blower. Hewan uji adalah juvenil udang vaname (Litopenaeusvannamei) dengan bobot 1,1 g/ekor, yang dipelihara selama 49 hari dengan padat penebaran 1ekor/L dan 50 ekor/wadah. Pemberian pakan uji dengan frekuensi pemberian 5 kali seharisebanyak 5% dari bobot tubuh pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA. Penelitiandilakuan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan konsentrasiprebiotik ubi jalar (0, 10, 15, dan 20%) dan 3 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVAmenggunakan program SPSS versi 16 yang dilanjutkan dengan uji W-Tukey. Hasil penelitianmenunjukkan berbagai dosis ubi jalar tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap retensi protein danretensi energi tetapi berpengaruh nyata pada retensi lemak dengan rataan tertinggi 14.44 ± 7.88,retensi energi 0.04 ± 0.02 dan retensi lemak 2.70 ± 0.05. Berdasarkan data retensi nutrient dapatdisimpulkan bahwa dosis ubi jalar 20% sebagai prebiotik dari Lactobacillus sp. merupakan dosisterbaik.Kata kunci : Lactobacillus sp, retensi nutrient, ubi jalar, udang vaname
Kajian Kondisi dan Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Kabupaten Bone Irwan Irwan; Irwansyah Irwansyah; Agus Surachmat; Khairul Jamil; Supryady Supryady; Hamsir Lasikada
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.697 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2018 dengan tujuan untuk melihat kondisidan komposisi vegetasi mangrove yang terdapat di enam kecamatan wilayah pesisir KabupatenBone, yaitu Kecamatan Cenrana, Awangpone, Tanete Riattang Timur, Barebbo, Mare dan Tonra.Pengambilan data dilakukan dengan mengunakan metode transek kuadran membentuk plotberukuran 10x10 m 2 . Setiap plot, 10x10 m 2 dilakukan pengukuran diameter batang pohonmangrove (diameter >4 cm atau keliling batang >16 cm) menggunakan meteran jahit. Hasilpenelitian didapatkan 8 jenis mangrove yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora lamarckii,Rhizophora apiculata, Nypa fruticans, Sonneratia alba,Avicenia marina, Avicenia officinalis,Xylocarpus granatum. Vegetasi mangrove di tiap kecamatan pesisir Kabupaten Bone didominasioleh kategori pohon yang memiliki kerapatan berkisar 1.600-10.200 individu/ha. BerdasarkanKeputusan Menteri Lingkungan Hidup tahun 2004 tentang kriteria baku mutu kerusakan mangrovedapat disimpulkan bahwa, kondisi mangrove di tiap kecamatan Kabupaten Bone berada dalamkondisi “baik” dengan tingkat kerapatan “sangat padat”. Kerapatan tertinggi dijumpai diKecamatan Awangpone Desa Kajuara dengan nilai kerapatan mencapai 10.200 individu/ha,sedangkan kerapatan terendah ditemukan di Desa Usto Kecamatan Mare dengan kerapatanpohon1.600 individu/ha. Nilai kepadatan relatif tertinggi dari jenis Nypa fruticans (35,94%),sedangkan untuk nilai indeks penting jenis Rhizophora mucronata (56,72%) dan Sonneratia alba(51,08%) memiliki nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan 6 jenis mangrove lainnya yangterdapat pada lokasi pengamatan .Kata kunci :kondisi, vegetasi mangrove, wilayah pesisir, Kabupaten Bone.
Minabisnis Ubur-Ubur Konsumsi Crambione mastigophora di Teluk Saleh, NTB: Implementasi Perikanan Berkelanjutan Evron Asrial; Hamid Hamid; Muhammad Marzuki; Rusmin Nuryadin; Al Furkan
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.506 KB)

Abstract

Kejadian blooming ubur-ubur konsumsi (gullung) Crambione mastigophora di Teluk Salehberlangsung selama Oktober-Desember sejak 2002, dan dimanfaatkan mulai 2006. Penelitian inibertujuan mengetahui status keberlanjutan minabisnisnya. Metode sampling, observasi, dialog,dan dokumentasi untuk menghimpun data primer. Penghimpunan data sekunder menggunakanmetode dokumentasi. Analisis keberlanjutan pengelolaan minabisnis gullung dengan pendekatanmultidimensi dan teknik Rapjellyfish-6D. Subsistem produksi menghasilkan komoditas danproduk gullung melalui penerapan teknologi sederhana. Subsistem pemasaran berproses hinggamembentuk pasar oligopsoni dan harga dibawah titik ekuilibrium yang menghilangkan sebagiankeuntungan nelayan. Pihak pembeli/pengolah gullung adalah eksportir dari Surabaya yangmembeli dan mengolah mouth-arm gullung. Hasil tangkapan gullung oleh nelayan sebanyak 8-30basket/perahu/trip selama 25 hari sepanjang musim tangkap, memakai perahu kayu, mesin on-board, serok, dan lampu. Dengan harga rerata mouth-arm IDR 80.000,-/basket, maka nilai reratatransaksinya IDR 1,52 juta/trip. Pendapatan nelayan mengikuti sistem bagi hasill menjadi 5bagian, sehingga pendapatannya IDR 254.000,-/trip (IDR 6.350.000,-/bulan) dan rente bisnisgullung IDR 12.800.000,-/bulan. Nilai R/C = 3,05, dan titik impas (TI) masing-masing TI H = IDR13.158,-/basket dan TI P = 3,13 basket/trip. Status pemanfaatan gullung yaitu fully exploited(90,09%). Keberlanjutan pengelolaan minabisnis gullung di Teluk Saleh berbasis dimensiteknologi (36,13%) dan ekonomi (49,64%) berstatus “Kurang Berkelanjutan”. Atribut-atributpendapatan nelayan, R/C, dan TI indikator para pihak telah mengelola minabisnis gullung secaraberkelanjutan di Teluk Saleh berbasis pendekatan ekonomi (sektoral, regional, komunal).Kata Kunci: Atraktor, Minabisnis, Gullung, Rente
Kandungan Agar dan Senyawa Aktif Makroalga Merah yang Ditemukan di Perairan Arubara Kabupaten Ende Yuliana Salosso
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.159 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk kandungan agar dan fitokimia makroalga merah yang yangditemukan pada Perairan Pantai Arubara Kabupaten Ende. Pengambilan sampel Makroalgadilakukan pada saat surut terendah dengan cara menjelajahi sepanjang pantai dan mengoleksi sertamemotret setiap jenis makroalga yang ditemui untuk diidentifikasi Setelah mengetahui jenisnya,masing-masing makroalga dibersihkan dan dikeringkan kemudian dihaluskan untuk diujikandungan agar dan fitokimia yang meliputi uji senyawa alkaloid, saponin, Flavanoid, tannin,terpenoid dan steroid. Penelitian ini menggunakan analisis data secara deskriptif dengan bantuantabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukan makroalga merah dominan yang ditemukan diPerairan Pantai Arubara kabupaten Ende yaitu Gracillaria sp, Amphiroa sp, Acantophora sp,Catinela sp, Galaxaura sp. Kandungan agar makroalga merah jenis Gracillaria sp yaitu 16,0 ±14,0 %, Acantophora sp 15,3 ± 26,6% dan Catinela sp 16,0 ± 14,0%. Setiap sampel makroalgamerah mengandung senyawa aktif flavonoid, fenolik, tanin dan saponin dan tidakmengandung alkaloid.Kata kunci: makroalga merah, kandungan firokimia, kandungan agar, perairan Arubara Ende
Komposisi Kimia Tubuh dan Kadar Glikogen pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai Prebiotik dari Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamaei). Nurdera Aprilia Lestari; Siti Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.906 KB)

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu produk perikanan unggulan karena bernilai ekonomis tinggidan permintaan pasar yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ubi jalar(Ipomea batatas) dalam pakan sebagai prebiotik Lactobacillus sp. terhadap komposisi kimia tubuhdan kadar glikogen udang vaname. Udang vaname dengan bobot awal rataan 1,1 g/ekor ditebardengan kepadatan 1 ekor/L dan 50 ekor/wadah dalam wadah box kontainer berukuran 63,1 cm x41,4 cm x 30,7 cm. Wadah diisi air laut dengan salinitas 30-35 ppt dengan volume 50 L. Penelitiandidesain dalam Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan berbagai dosis ubi jalar dalam pakan,yaitu : 0, 10, 15, dan 20%. Udang uji dipelihara selama 49 hari dan diberi pakan 5% bobottubuh/hari dengan frekuensi 5 kali/hari pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA.Hasil penelitian menunjukkan berbagai dosis ubi jalar tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadapkadar protein, serat dan glikogen. Namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak,Bahan Ekstrak tanpa Nitrogen (BETN) dan abu. Kadar protein yang dihasilkan berkisar antara87.03±0.75 - 88.24±0.66 kadar serat 1.28±0.26 - 1.58±0.43 dan kadar glikogen 9.51±0.31 -10.17±0.59. Kadar lemak terendah pada dosis ubi jalar 15% 0.29±0.09 dan 20% 0.34±0.05 nyataberbeda dengan dosis ubi jalar 0% 0.47±0.07 dan 10% 0.59±0.10 sedangkan kadar BETN terendahpada dosis ubi jalar terendah pada dosis ubi jalar 0% 0.63 ± 0.45 dan 10% 0.23±0.13 nyata berbedadengan dosis 15% 2.67±0.84 dan 20% 1.77±0.52 dan kadar Abu terendah pada dosis 15% 8.73±0.2nyata berbeda dengan dosis 0% 9.21±0.28, 10% 9.16±0.47 dan 20% 9.16±0.47. Berdasarkan datakomposisi kimia tubuh meliputi protein, lemak, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen, serat, dan abuserta kadar glikogen dapat disimpulkan bahwa dosis ubi jalar sebagai prebiotik dari lactobacillussp. pada udang vaname adalah 20%.Kata kunci : glikogen, komposisi kimiawi tubuh, Lactobacillus sp., prebiotic, ubi jalar, udangvaname
Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) pada Kolam Terpal Bundar dengan Sistem Microbuble Muhammad Irsyam Irsyam; Ismin Nuryadin; Denny Saputra Ramadhan; Siti Rafiah Drajat; Sahabuddin Sahabuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.562 KB)

Abstract

Menurunnya kualitas air dan lahan budidaya yang berdampak pada berbagai permasalahan dalamproduksi udang vaname yang menyebabkan pembudidaya sering mengalami kerugian sehinggamemerlukan terobosan teknologi perikanan budidaya dalam menunjang sumber pangan danmeningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan untukkegiatan budidaya perikanan dengan menggunakan kolam terpal. Penelitian ini bertujuanmengetahui kelayakan usaha budidaya udang vaname di kolam terpal bundar denganmenggunakan system teknologi microbable. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitudengan menggunakan metode eksperimen dan deskriptif kualitatif dengan sistem microbable dannonmicrobable. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kolam dengan sistem microbablemenunjukkan pertumbuhan dan sintasan lebih baik yaitu 10,3 gr/ekor dan 94% dengan jumlahnilai produksi sebesar Rp. 3.944.000,-, sedangkan kolam nonmicrobable menunjukkanpertumbuhan dan sintasan lebih rendah yaitu rata-rata 8,9 gr/ekor dan 87% dengan jumlah nilaiproduksi sebesar Rp. 2.413.000,-. Analisis usaha budidaya udang vaname dengan menggunakankolam terpal bundar system microbuble layak untuk dikembangkan namun masih dibutuhkantambahan waktu pemeliharaan untuk mendapatkan pertumbuhan udang vaname budidaya yangmaksimal.Kata kunci: Analisa usaha, udang vaname, microbuble.
armorata) di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar M. Hairul Haj; Sri Suro Adhawati
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.758 KB)

Abstract

Kecamatan Polombangkeng Utara merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensiperikanan tangkap/darat yang cukup besar, dengan data potensi perikanan tangkap pada tahun2016 sebesar 3,827 ton. Hal ini mendorong munculnya usaha mikro penangkapan ikan betutu yangdapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Pemasaran dan investasi merupakankendala terbesar dalam usaha penangkapan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiberapa besar produksi dan pendapatan nelayan serta pemasaran ikan betutu. Penelitian inidilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2018. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Metodepengambilan sampel yang digunakan yaitu metode random sampling dengan jumlah sampelsebanyak 22 orang yang dimana 14 nelayan bubu, 6 nelayan pancing, 1 pedagang pengumpul dan1 eksportir. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan dan analisis pemasaran. Hasilpenelitian yang diperoleh yaitu keuntungan rata-rata per trip yang diperoleh nelayan bubu Rp.264.506 lebih tinggi dari keuntungan rata-rata per trip nelayan pancing Rp. 41.711, sedangkankeuntungan rata-rata per trip yang didapatkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 257.404, daneksportir sebesar Rp. 638.669. Serta Margin pemasaran tertinggi terdapat di saluran pemasaran 2pada lembaga pemasaran eksportir yaitu sebesar Rp.130.000 dan margin pemasaran terendahterdapat di saluran pemasaran 2 pada lembaga pemasaran distributor sebesar Rp. 10.000 Biayapemasaran tertinggi yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran terdapat di saluran pemasaran 2pada lembaga pemasaran eksportir yaitu sebesar Rp.70.000 dan biaya pemasaran terendahterdapat di saluran pemasaran 2 pada lembaga pemasaran distributor sebesar Rp. 6.000 sertatingkat efesiensi pemasaran yang paling efisien terdapat pada saluran 2 yaitu 0.027%.Kata kunci: ikan betutu, nelayan bubu dan pancing, produksi, dan pemasaran.
Strategi Pemasaran Bandeng Presto Benny Audy Jaya Gosari; Sitti Fakhriyah; Sri Suro Adhawati; Muhammad Asri Triyadi Saputra
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.535 KB)

Abstract

Strategi pemasaran yang tepat dimulai dari evaluasi diri baik secara internal maupun eksternal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bauran pemasaran (7P) yang diterapkan diUMKM Tegar Mandiri di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Sampel sebanyak 20 orangyang ditentukan dengan teknik Cluster sampling. Penelitian ini menunjukkan nilai rerata padasetiap aspek pada tanggapan produsen (Internal) : product 3,3 kategori sangat baik, price 3 kategoribaik, place 2,6 kategori baik, promotion 2,5 kategori kurang baik, people 2,5 kategori kurang baik,process 2,8 kategori baik, physical evidence 2,8 kategori baik. Berdasarkan tanggapan konsumenrerata pada setiap aspek (Eksternal): product 3,1 kategori baik, price 3 kategori baik, place 2,6kategori baik, promotion 1,7 kategori tidak baik, people 3 kategori baik, process 3 kategori baik,physical evidence 2,6 kategori baik. Hasil ini menandakan diperlukan sebuah kebijakan yang kuatuntuk memperbaiki strategi pemasaran pada aspek promotion, sehingga diperoleh kemajuan secaramaksimal untuk produsen UMKM Tegar Mandiri.Kata Kunci : Strategi Pemasaran, UMKM Tegar Mandiri, Marketing Mix.
Wisata Budaya dan Konservasi Laut Rohani Ambo- Rappe; Marzuki Ukkas; Suriadi Mappangara; Ahmad Faizal; Ratnawati Ratnawati; Irma Andriani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.364 KB)

Abstract

Masyarakat pesisir senantiasa dikategorikan sebagai masyarakat miskin yang dihubungkan denganketergantungannya yang tinggi terhadap hasil laut di sekitarnya yang sangat fluktuatif. DesaSanrobone adalah satu contoh desa pesisir dengan karakteristik khas masyarakat pesisir yang telahmengkonversi sebagian besar hutan bakaunya menjadi tambak untuk memelihara ikan dan rumputlaut. Hal ini mengakibatkan kerapatan mangrove yang makin menipis sehingga tidak lagi mampumenopang lahan pesisir yang ada sehingga terjadi abrasi dan penurunan kualitas air tambak. Salahsatu solusi yang harus dilakukan adalah mencari alternatif matapencaharian guna menanggulangikerusakan lingkungan dan sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Halyang paling potensial untuk dilakukan yaitu pengembangan wisata budaya. Desa Sanrobonememiliki potensi wisata budaya yang sangat menjanjikan yakni adanya Benteng Sanrobone danMakam Raja-Raja Sanrobone. Objek wisata ini memiliki daya tarik, keunikan dan keindahanpanorama bahari. Akan tetapi, lokasi kedua obyek wisata potensial ini telah mengalami kerusakanoleh kejadian abrasi yang menimpa daerah tersebut. Kegiatan yang telah kami lakukan sebagaisolusi awal yaitu: (1) Sosialisasi Desa Wisata Budaya Sanrobone kepada masyarakat lokal,pemerintah terkait, dan media massa, (2) Pembenahan sarana prasarana wisata budaya danpenguatan kelembangaan, (3) Identifikasi daerah terabrasi dan potensi rehabilitasi berupapenanaman mangrove pada wilayah pesisir Desa Sanrobone yang akan mengurangi kejadianabrasi. Selanjutnya kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki/memelihara cagar budaya yangsangat potensil untuk menarik wisatawan untuk datang dan secara tidak langsung akan menjadimata pencaharian tambahan masyarakat Desa Sanrobone.Kata kunci: cagar budaya, ekosistem, masyarakat pesisir, rehabilitasi hutan bakau, abrasi
Konsumsi dan Efisiensi Pakan pada Berbagai Dosis Ubi Jalar (Ipomea batatas) dalam Pakan Sebagai Prebiotik bagi Lactobacillus sp. pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sarah Amelia Rayi Dini; Siti Aslamyah; Zainuddin Zainuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.121 KB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditi budidaya yang diminati.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik ubi jalar (Ipomea batatas) dalam pakansebagai prebiotik Lactobacillus sp. terhadap konsumsi dan efisiensi pakan udang vaname. Udanguji dengan bobot awal rataan 1,1 g/ekor ditebar dengan kepadatan 1 ekor/L dan 50 ekor/wadahdalam wadah box kontainer berukuran 63,1 cm x 41,4 cm x 30,7 cm. Wadah diisi air laut dengansalinitas 27-32 ppt dengan volume 50 L. Penelitian didesain dalam Rancangan Acak Lengkapdengan perlakuan berbagai dosis ubi jalar dalam pakan, yaitu : 0, 10, 15, dan 20%. Udang ujidipelihara selama 49 hari dan diberi pakan 5% bobot tubuh/hari dengan frekuensi 5 kali/hari padapukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00, dan 23.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan berbagai dosisubi jalar berpengaruh terhadap konsumsi pakan. Dosis ubi jalar 20% dengan nilai konsumsi109.70±10.13 berbeda nyata dengan dosis ubi jalar 0% 77.18±2.78 , 10% 78.12±43, tetapi tidakberbeda nyata dengan dosis ubi jalar 15% 90.10±95, sedangkan untuk efisiensi pakan udangdengan pemberian berbagai dosis ubi jalar meningkat seiring pertambahan dosis ubi jalar namuntidak berbeda antara setiap perlakuan, dengan kisaran efisiensi pakan 37.57±1.17 sampai55.86±2.21% demikian dosis 20% ubi jalar dalam pakan merupakan dosis terbaik sebagaiprebiotik dari Lactobacillus sp pada udang vaname.Kata kunci: efisiensi pakan, konsumsi pakan, Lactobacillus sp, ubi jalar, udang vaname.

Page 7 of 19 | Total Record : 184