cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
Pembelajaran menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooratif learning (tipe round table) siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu oktarisna, nira
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.26320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning (tipe round table) siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah guru yang melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menulis anekdot dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning (tipe round table). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi pasif. Instrumen penelitian berupa lembar pedoman observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaraan menulis anekdot dengan strategi pembelajaran kooperatif learning menggunakan tipe round table pada siswa kelas X MIPA SMA Negeri 7 Kota Bengkulu yang dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kurikulum 2013, yaitu terdapat 3 tahap pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa siswa, mengecek kehadiran, memberi motivasi, mengaitkan pembelajaran dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menulis anekdot dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif learning tipe round table dan menggunakan langkah pembelajaran round table pada saat proses pembelajaran materi menulis anekdot berlangsung yang meliputi 5 (lima) tahap pembelajaran yaitu pembentukan kelompok, siswa berdiskusi, siswa membuat teks anekdot, penyampaian gagasan dan evaluasi. Kegiatan penutup, guru memberikan kesempatan bertannya kepada siswa terkait materi anekdot yang telah dibahas dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan tidak melakukan refleksi terhadap pembelajaran.
S TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS: TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS Chairunisa Regianti, Sekar
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.26322

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan toponimi atau penamaan dari desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data pada penelitian adalah informasi dari informan yang mengetahui cerita asal terbentuknya penamaan desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan rekam. Langkah-langkah analisis data yaitu (1) transkripsi data, (2) identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) interpretasi data dan (5) kesimpulan. Hasil penelitian bahwa toponimi desa-desa di Kecamatan Semidang Alas Maras berdasarkan aspek kategorisasi yaitu (1) Aspek Perwujudan (a) Latar air meliputi Desa Gelombang dan Desa Muara Maras (b) Lingkungan alam meliputi Desa Sendawar, Desa Ketapang Baru dan Desa Jambat Akar. (c)Rupabumi meliputi Desa Karang Dapo, Desa Padang Kelapo, Desa Ujung Padang, Desa Rimbo Besar, Desa Gunung Kembang dan Desa Gunung Bantan.(d)Latar Air dan lingkungan alam meliputi Desa Lubuk Betung, Desa Kembang Mumpo dan Desa Muara Timput. (e)Lingkungan alam dan rupabumi meliputi Desa Padang Peri, Desa Padang Bakung, Desa Talang Alai dan Desa Talang Kemang. (f) Latar Air dan rupabumi meliputi Desa Maras Tengah. (2) Aspek Kemasyarakatan meliputi Desa Karang Anyar dan Desa Talang Beringin. (3) Aspek Kebudayaan meliputo Desa Tedunan dan Desa Pematang Riding. (4) Aspek Perwujudan dan kebudayaan meliputi Desa Genting Juar, Desa Serian Bandung dan Desa Maras Bantan. Penamaan desa pada aspek perwujudan berkaitan dengan kehidupan manusia yang menjadikan bumi tempat berpijak dan lingkungan alam sebagai tempat hidupnya, sedangkan aspek kemasyarakatan berkaitan dengan kehidupan sosial dan interaksi masyarakatnya dan aspek kebudayaan berkaitan dengan budaya atau pola hidup suatu masyarakat yang diwarisi secara turun temurun. Pemberian nama pada suatu wilayah merupakan suatu bentuk usaha manusia dalam memberi informasi tentang wilayah tersebut serta dimaksudkan untuk mempermudah agar wilayah itu bisa dikenali oleh orang lain. Penamaan erat kaitannya dengan peristiwa dan fenomena geografis, serta budaya daerah yang melestarikan nilai dan pentingnya daerah itu sendiri.
ANALISIS SOAL BAHASA INDONESIA PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2021/2022 SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 KOTA BENGKULU DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF MODEL ANDERSON DAN KRATHWOHL Saputra, Muhammad Ali
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.27396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek kognitif model Anderson dan Krathwohl pada soal Bahasa Indonesia penilaian akhir semester ganjil 2021/2022 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Pendeskripsian yang penulis lakukan mendasar pada teori Anderson & Krathwohl. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen soal Bahasa Indonesia penilaian akhir semester ganjil  kelas XI SMA N 5 Kota Bengkulu yang berjumlah 50 butir soal dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa kehadiran soal didominasi pada level 1 LOTS sebanyak 40% yang meliputi aspek kognitif mengingat (C1) sebanyak 18 butir soal dan memahami (C2) sebanyak 2 butir soal, sedangkan pada level 2 MOTS sebanyak 28%  yang meliputi aspek kognitif menerapkan (C3) sebanyak 14 butir soal. Jumlah ini tentunya lebih banyak dari pada soal-soal yang mengukur soal level 3 HOTS yang hanya ada pada presentase 22% yang meliputi aspek kognitif menganalisis (C4) sebanyak 7 butir soal, mengevaluasi (C5) sebanyak 3 butir soal, dan mencipta (C6) sebanyak 1 butir soal.
Itu Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dalam Menulis Teks Puisi Dengan Metode Sugima (Sugesti-Imajinasi) Pada Kelas X Sman 6 Kota Bengkulu: Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dalam Menulis Teks Puisi Dengan Metode Sugima (Sugesti-Imajinasi) Pada Kelas X Sman 6 Kota Bengkulu Puspitasari, Mely; Ariesta, Ria; Joko Purwadi, Agus
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.29324

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan Hasil Belajar Siswa dalam Menulis Teks Puisi dengan Metode Sugima (Sugesti-Imajinasi) pada Kelas X Sman 6 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil metode eksperimen dan pendekatan kuantitatif memakai desain eksperimen sederhana (Posttest Only Control Group Design). Penelitian ini memilih 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan diberikan posttest. Populasi penelitian ini seluruh peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Sampel yang dipakai yaitu sampling purposive yang sebanyak 68 peserta didik. Teknik pengumpulan data mengambil teknik tes berupa posttest untuk mengukur kemampuan menulis puisi dengan tema ayah. Aspek yang dinilai dalam penulisan puisi siswa adalah ketepatan isi dengan judul, diksi, gaya bahasa, rima dan irama dan amanat. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan rumus Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian ini bahwa yang pertama penerapan pembelajaran dalam menulis puisi dengan metode sugima (sugesti-imajinasi). kedua  kemampuan menulis puisi siswa tidak dengan metode sugima (sugesti-imajinasi) berkategori tinggi dengan nilai rata-rata siswa 77,24. ketiga kemampuan menulis puisi siswa tidak menggunakan metode sugima (sugesti-imajinasi) berkategori tinggi dengan nilai rata-rata siswa 82,53. keempat  terdapat perbedaan hasil menulis puisi siswa berdasarkan hasil uji-t dari pengujian hipotesis tersebut  maka diperoleh nilai thitung (6.036) > ttabel (2.0345) yang berada pada daerah penolakan H0.
Propaganda dalam novel 3 karya primadona angela Indrayani, Vivi; Amrizal; Hiasa, Fina
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.29338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk propaganda dan mengetahui dampak yang terjadi akibat propaganda yang terdapat pada novel “3” karya Primadonna Angela. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatatif dengan analisis teks berupa kutipan-kutipan kalimat atau paragraf yang berkaitan dengan propaganda dalam novel “3”. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika untuk menganalisis bentuk dan dampak propaganda yang terjadi dalam novel “3” karya Primadonna Angela. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik analisis konten dimana peneliti membaca, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 bentuk propaganda pada novel “3” karya Primadonna Angela yaitu, 1) Name calling, 2) Glittering Generalities, 3) Testimonial, 4) Card Stacking, 5) Transfer, 6) Band Wagon technique, 7) Reputable Mouthpiece, dan 8) Using All Form of Persuations. Secara umum propaganda yang terjadi pada novel “3” karya Primadonna Angela adalah propaganda politik yang tujuannya untuk mencapai kedudukan dengan menyudutkan pihak lain (orang Islam). Caranya adalah dengan penggiringan opini dan pembentukan stigma terhadap masyarakat agar propagandanya tersampaikan. Secara umum dampak dari hadirnya propaganda pada novel “3” adalah terkucilnya orang-orang islam sehingga mempersempit ruang lingkup orang-orang Islam tersebut.
The Characterization and Conflict Techniques in the Soap Opera Ikatan Cinta Production by Mnc Picture: Teknik Penokohan dan Konflik Dalam Sinetron Ikatan Cinta Produksi Mnc Picture Triyeni, Imel; Noermanzah; Utomo, Padi
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.30948

Abstract

Sinetron yang menarik memiliki teknik penokohan dan teknik konflik yang memiliki keunikan dibandingkan dengan sinetron yang lainnya. Untuk itu penelitian ini mendeskripsikan teknik penokohan dan teknik konflik yang terdapat dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture dan teknik konflik dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (kualitatif). Sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture banyak diminati oleh penonton dan pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dokumentasi dan teknik catat yaitu mentrankripsikan dari audio visual menjadi teks tulis. Langkah-langkah analisis data yang digunakan  merumuskan apa yang diteliti, memilih objek penelitian, membuat rumusan masalah,  melakukan pemisahan setiap kategori, mencari data dan memasukkannya dalam kategori, melakukan pemeriksaan kembali, pengecekan sumatif, menginterpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penokohan dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture menggunakan metode dramatik yang mana dapat dilihat dari 8 teknik penokohan bahwa, andin memili sifat yang enggan terhadapat orang lain, bersikap marah jika dipaksa oleh orang lain, romantis, tidak enakan hati, tokoh Aldebaran merupakan tokoh yang suka menolong dan membela keluarga, tokoh Elsa seorang tokoh yang tidak bertanggung jawab, pembohong dan pembunug, serta suka memfitnah. Tokoh Nino orang yang lugu dan romantis, tokoh Elsa yang terlalu menyayangi Elsa terlalu berlebihan dan tokoh Surya selalu membela Andin. 8 teknik tersebut dapat menggambarkan karakter masing-masing tokoh. Sedangkan teknik konflik yang digunakan dalam sinetron Ikatan Cinta Produksi MNC Picture dengan adanya karakter antagonis dan protagonis maka terjadi lah konflik, yaitu adanya teknik batin seorang Andin, teknik kejiwaan seorang tokoh Andin.
Tradisi Beijau Dusun-laman sebagai Dokumen Warisan Budaya Tak Benda pada Masyarakat Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan Apriani, Della; Agustina, Emi; Sarwono, Sarwit
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan makna tradisi beijau dusun-laman pada Masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan pendokumentasian. Hasil dari penelitian ini yaitu, beijau dusun-laman  merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk mengesahkan sekaligus mengumumkan tanggal pernikahan pada Masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan, selain itu juga untuk menentukan jenang pada pernikahan nantinya. Pada proses pelaksanaan tradisi beijau dusun-laman  melalui beberapa tahapan yaitu 1) makan lupis, 2) pelaksanaan beijau 3) pengumuman hasil. Tradisi beijau dusun-laman memiliki makna sosial berupa gotong royong dan kerja sama, menjalin silaturahmi, saling berbagi, kedekatan dan kekerabatan, penghormatan kepada adat, dan penguatan ikatan. Masyarakat meyakini dengan pelaksanaan tradisi beijau dusun-laman akan melancarkan pesta pernikahan, kemudian hubungan dengan masyarakat sekitar akan semakin erat dan kekerabatan akan semakin muncul.
Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Ogan Komering Ulu dan Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA Diana Putri, Manda; Agustina, Emi; Sarwono, Sarwit
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.36139

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hikayat yang dimiliki masyarakat OKU, mendeskripsikan nilai moral dalam cerita rakyat OKU dan mendeskripsikan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 cerita yang terkumpul, 8 diantaranya tergolong Legenda, 1 Dongeng, dan 1 Mite. Ditemukan 6 nilai moral dalam hikayat OKU yang dapat dijadikan pedoman seseorang dalam berperilaku, serta temuan nilai moral dalam hikayat OKU bisa dimanfaatkan pihak sekolah pada pembelajaran sastra di SMA, terkhusus untuk kelas X pada KD 3.7 dalam K.13 mata pelajaran Bahasa Indonesia
Sapaan Bahasa Rejang di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Salsabila, Azzahra; Diani, Irma; Rahayu, Ngudining
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan penggunaan kata sapaan dalam bahasa Rejang di Desa Taba Sating, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang. Skripsi ini juga mengeksplorasi kaidah alternasi Ervin-Tripp dalam bahasa Rejang di desa tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data berupa sapaan dalam ujaran yang dituturkan oleh penutur bahasa Rejang di Desa Taba Sating, Kabupaten Kepahiang. Sumber data mencakup ujaran yang mengandung sapaan yang digunakan oleh penutur dan mitra tutur dalam konteks kekerabatan, nonkekerabatan, serta sosial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data meliputi transkripsi, identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penyimpulan data. Hasil dari penelitian ini, berdasarkan bentuk dan penggunaan yaitu ditemukan 1) Sapaan Kekerabatan Secara Vertikal, yaitu Puyang, Nikbong, Nikboe, Bapak, Inok, Baklei, Wak, Maklei, Bakcik, Makwan, Kepew, Piyut. 2) Sapaan Kekerabatan Secara Horizontal, yaitu Udo, Wo, Asoah, Tuk. 3) Sapaan Nonkekerabatan secara vertikal yaitu Ninik, Wak, Mang, Maklei, Bik. 4) Sapaan Nonkekerabatan secara Horizontal, yaitu Do, Do + Nama, Wo, Wo + Nama, Manand, Wok atau panggil nama. 5) Sapaan yang berhubungan dengan status yaitu Ginde, Buk Sekdes, Pak Sekdes, Buk Bendahara, Pak Bendahara, Pak Kadus, Pak Imem, Pak Khetib, Buk + gelar atau Jabatan, Buk Bidan, Ki Ajei, Tui Sbei, Tui Batin, Tui Bujang, Tui Gadis, Pengulu. Kaidah alternasi Ervin-Tripp sapaan dalam Bahasa Rejang di Desa Taba Sating juga dianalisis berdasarkan perangkat identitas, pangkat, status dan jenis kelamin.
klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPIT Kota Bengkulu Aprilia, Elin; Eka Chandra W, Dian; Wulandari, Catur
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Metode observasi pada pengumpulan data ini yaitu kegiatan observasi non partisipan, dimana kegiatan ini merupakan proses pengamatan yang melibatkan kegiatan pengamatan terhadap partisipan tanpa berpartisipasi secara aktif, dimana pilihan ini digunakan untuk memahami suatu fenomena dengan memasuki komunitas atau sistem sosial yang terlibat, sambil tetap terpisah dari aktivitas yang diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi pertanyaan siswa kelas VIII SMPIT Iqra’ Kota Bengkulu termasuk kategori jenis pertanyaan masih pada tingkat LOTS (Low Order Thinking Skill) karena hanya kisaran jenjang C-1 sampai C-2. Hasil analisis kemunculan pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas VIII dalam enam kali pertemuan dan dari dua jenis materi pembelajaran sebanyak 40 buah pertanyaan, kemudian jenis pertanyaan siswa yang muncul terdapat pada jenis pertanyaan jenjang C-1 (mengetahui) sebanyak 16 buah pertanyaan dan jenis pertanyaan jenjang C-2 (memahami) sebanyak 24 buah pertanyaan. Jenjang pertanyaan-pertanyaan tersebut, lebih sering diajukan oleh siswa kepada guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dari jumlah keseluruhan pertanyaan yang diajukan siswa jika dipersentasekan maka diperoleh jenjang C1 sebanyak 40%, kemudian jenjang C2 sebanyak 60%.