cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
Analisis Nilai Sosial dalam Lagu Daerah di Bengkulu Selatan Lorenza, Kerin; Hiasa, Fina; Canrhas, Amril
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36193

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Nilai Sosial dalam Lagu Daerah di Bengkulu Selatan.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sosial yang terkandung di dalam lagu-lagu daerah Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan teknik dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sepuluh lagu daerah Bengkulu Selatan yang telah dianalisis dengan menentukan tema dan sub tema mengandung berbagai macam makna seperti keindahan alam, kebersamaan, sukacita, pertemanan, adat, kerendahan hati, spiritual, tolong menolong, kekeluagaan, komitmen, dan kasih sayang. Bentuk nilai sosial yang terkandung dalam lagu daerah Bengkulu Selatan yaitu nilai religius, nilai keindahan, nilai adat, nilai moral, nilai kebersamaan. Nilai sosial merupakan nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat guna menciptakan masyarakat dengan kehidupan yang teratur dan harmonis.
Representasi Budaya dalam Lagu Daaerah Rejang di Kabupaten Rejang Lebong Huljanna, Mifta; Hiasa, Fina; Lubis, Bustanuddin
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.36194

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Representasi Budaya dalam Lagu Daerah Rejang di Kabupaten Rejang Lebong. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menguraikan bentuk representasi budaya dalam lagu daerah Rejang di Kabupaten Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi (1) pelestarian alam yang terdapat dalam lagu Senie ne Sadieku, dan lagu Wisata Taneak Tanei Jang, (2) penderitaan terdapat di dalam lagu Tebo Kabeak, dan Ideak, (3) interaksi sosial terdapat dalam lagu Semulen Jang dan Adep Cao (4) adat terdapat dalam lagu 4 Bikeu, Iben adat, dan Buteu Paco (5) tanggung jawab terdapat di dalam lagu Muning Raib. Kesimpulannya bahwa sepuluh lagu daerah Rejang di Kabupaten Rejang Lebong merepresentasikan budaya sistem sosial. Representasi budaya sistem sosial ini diperoleh dari sepuluh lirik lagu daerah Rejang yang memiliki makna representasi pelestarian alam, representasi ketidakadilan, representasi interaksi sosial, representasi suku dan representasi tanggung jawab.
Struktur Naratif dalam Cerita Rakyat Batu Betajuk di Kabupaten Bengkulu Selatan Zahlet, Janati; Lubis, Bustanuddin; Chanafiah, Yayah
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.36211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cerita rakyat batu betajuk dan mengetahui struktur naratif Vladimir Propp dalam cerita rakyat batu betajuk di Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat diambil kesimpulan bahwa cerita batu betajuk adalah salah satu cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Serawai, cerita batu betajuk ini mengangkat kisah dua bersaudara yang nyaris menikah karena mereka tidak pernah diperkenalkan dengan orang tua mereka, akhirnya Laili dan Kumala kecewa dan mengutuk diri. Laili menjadi batu betajuk dan Kumala menjelma menjadi ular hitam. Struktur naratif Vladimir Propp yang diperoleh sebanyak 13 fungsi yaitu dimulai dengan situasi awal (α), kemudian diikuti fungsi ketidakhadiran (β), pelarangan (γ), pelanggaran (δ), kekurangan (a), kejahatan (A), mediasi (B), keberangkatan (↑), kemenangan (J), kembali (↓), kedatangan tidak dikenal (o), pernikahan (W), pengenalan (R), tugas berat (M), solusi  (N), dan perubahan rupa (T). Fungsi yang ditemukan sangat efektif dalam menjawab struktur naratif Vladimir Propp karena fungsi berfokus pada elemen yang menentukan bagaimana cerita berkembang dan bergerak maju.
Campur Kode Bahasa Daerah terhadap Bahasa Indonesia di SMA Negeri 6 Seluma Septriyani, Dwi; Supadi; Eka Chandra Wardhana, Dian
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.36343

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi jenis-jenis campur kode yang terjadi dalam bahasa daerah Indonesia dan alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya campur kode tersebut yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 6 Seluma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode observasi, pencatatan, pencatatan, dan wawancara digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian ini. Mentranskripsikan data, mengidentifikasi data, mengkategorikan data, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan adalah prosedur yang dilakukan dalam analisis data penelitian ini. Penelitian ini menemukan adanya bentuk terjadi campur kode bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa dan Serawai. Bahasa Indonesia dan Bahasa Serawai dicampurkan di SMA Negeri 6 Seluma melalui penggunaan kata, frasa, pengulangan kata, dan taktik menakut-nakuti. Di SMA Negeri 6 Seluma, bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dicampurkan melalui kata, frasa, dan pengulangan kata. Di SMA Negeri 6 Seluma, faktor-faktor seperti 1) lawan bicara, 2) lokasi diskusi, 3) gaya percakapan, 4) subjek, dan 5) modus percakapan semuanya dapat menyebabkan terjadinya campur kode ketika berbicara dalam bahasa Indonesia, dan 5) hadirnya penutur ketiga.
Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong: Pemanfaatan Sumber Belajar Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong Tri Vusva Melviani, Ani; Yanti, Nafri; Arifin, Muhammad
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37768

Abstract

Sehubungan dengan adanya pembaruan dalam pendidikan yaitu kurikulum merdeka maka penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mendeskripsikan tentang Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Rejang Lebong. Dalam penelitian ini terdapat enam jenis-jenis sumber belajar yang menjadi aspek pengamatan Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Pengaturan merupakan enam kategori materi pembelajaran yang menjadi komponen observasi. Pendekatan deskriptif kualitatif diambil dalam penelitian ini. Wawancara, metode pencatatan, dan observasi merupakan metode yang dipergunakan untuk mendapatkan data. Temuan penelitian menunjukkan hal itu jenis sumber belajar berupa pesan yaitu informasi dari guru berupa materi pembelajaran yang dibahas, kemudian sumber berupa orang dinilai sulit karena dibutuhkan banyak dana, waktu dan usaha yang lebih, sumber berupa bahan yang ditemui yaitu LKS, buku cetak, slide power point, dan poster lalu sumber berupa alat, proyektor dan laptop, teknik yang dipergunakan yaitu ceramah, diskusi dan tanya jawab, lalu latar yang dipergunakan ruang kelas dan halaman sekolah. dari enam jenis pemanfaatan sumber belajar tersebut terdapat empat yang lebih di munculkan dalam bentuk pesan, bahan, alat, dan latar, kemudian sumber-sumber tersebut sudah dapat sekaligus meningkatkan keterampilan reseptif, seperti membaca dan mendengarkan, dilanjutkan dengan keterampilan produktif, seperti berbicara dan menulis, bagi siswa dan memenuhi persyaratan standar pembelajaran bahasa Indonesia kurikulum otonom.
PENGGUNAAN CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI REJANG LEBONG oktavia, sarioktavia10; Arono; Yanti , Nafri
Jurnal Korpus Vol 8 No 2: Agustus 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i2.37769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka, serta mengeksplorasi perangkat akses media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari lembar observasi, wawancara serta dokumentasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong sudah memiliki perangkat akses media pembelajaran berupa proyektor, layar proyektor, komputer, serta jaringan internet untuk menunjang keberhasilan penayangan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif serta memudahkan pemahaman konsep-konsep bahasa Indonesia. Pemanfaatan canva ini untuk menciptakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Selain itu, kemajuan teknologi untuk mengakses canva menjadi daya tarik sehingga dapat menyesuaikan dan memudahkan untuk menyeimbangkan dengan kemajuan teknologi serta    kurikulum yang berlaku.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu Carlos, Juan; Trianto, Agus; Arifin, M.
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37918

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, rekaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru hanya merencanakan dimensi profil pelajar pancasila dibagian informasi umum, pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, tidak direncanakan secara jelas. Pengimplementasian Profil Pelajar Pancasila yang tercantum dalam modul ajar, beberapa dimensi yang telah direncanakan ada yang terlaksana dan juga ada yang tidak terlaksana dalam proses pembelajaran. Hal itu menggambarkan bahwa ada ketidaksesuaian antara perencanaan Profil Pelajar Pancasila dalam modul ajar dengan pelaksaanannya dalam proses pembelajaran.
Profil Media Pembelajaran Guru Bahasa Indonesia Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMAN 6 Kota Bengkulu Jeki, Jeki Rahmad H; Arono; Kurniawan, Rio
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mendeskripsikan profil media pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan di SMAN 6 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan saat masih dalam masa penerapan Kurikulum Merdeka dalam sekolah dan melihat bagaimana profil media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi yang dilakukan di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil media pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum Merdeka yaitu media visual yang berbentuk Buku, LKPD dan alat pembelajaran visual yaitu spidol dan papan tulis, serta media multimedia yang berbentuk gawai dan laptop. Media visual dan multimedia ini digunakan untuk menjelaskan materi dan mencari referensi pada teks argumentasi.
Penggunaan Bahasa Asing pada Media Luar Ruang di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara Marfuah; Suryadi; Rahayu, Ngudining
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.37942

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa asing media luar ruang di Kecamatan Ketahun dikaji dari segi 1) stuktur, 2) konteks penggunaan bahasa dilihat dari tempat, partisipan dan tujuan. Metode di dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini media luar ruang beruapa spanduk, plang merek dagang, papan nama tempat usaha dan lembaga yang berada di Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil Penelitian menunjukkan, media luar ruang di Kecamatan Ketahun ditemukan penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam bentuk kata dan frasa. Jenis kata yang ditemukan yaitu 1) verba, 2) nomina, 3) adjektiva dan 4) numeralia. Jenis frasa yang ditemukan yaitu frasa verba dan nomina. Berdasarkan hasil penelitian terdapat penggunaan bahasa luar ruang yang tidak sesuai kaidah dan Undang-Undang yang berlaku, penggunaan struktrur frasa campuran antara bahasa asing (Inggris dan Arab) dengan bahasa Indonesia. Partisipan yang menggunakan bahasa asing media luar ruang adalah 1) lembaga pendidikan dan 2) lembaga usaha dengan maksud untuk menarik calon peserta didik dan calon pembeli atau pengguna jasa tertentu.
ANALISIS KEBUTUHAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS PEMBELAJARAN PROYEK DI PERGURUAN TINGGI Susetyo; Tyas Palupi, Muncar
Jurnal Korpus Vol 8 No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v8i3.38549

Abstract

Sampai saat ini Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) belum memiliki Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Bahasa Indonesia Berbasis Pembelajaran Proyek. Para dosen yang mengampu Mata Kuliah MKWK Bahasa Indonesia masih menggunakan buku-buku lama dari berbagai sumber, Hal ini menyebabkan bahan kajian yang disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa berbeda-beda dan belum berbasis pembelajaran proyek . Untuk itu, diperlukan Buku Ajar MKWK Bahasa Indonesia agar materi ajar yang disampaikan oleh  dosen sama. Langkah awal untuk penyusunan buku ajar tersebut diperlukan kajian tentang analisis kebutuhan bahan kajian Bahasa Indonesia terhadap mahasiswa dan dosen Bahasa Indonesia. Hasil kajian bahan ajar nantinya digunakan sebagai dasar untuk menyusun Buku Ajar MKWK Bahasa Indonesia Berbasis Proyek di UPY. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan dosen dan mahasiswa tentang bahan kajian Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta yang telah mengambil Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Sampel penelitian sebanyak 22 mahasiswa diperoleh dengan teknik sampling purposif. Instrumen yang digunakan untuk mengidentifikasi analisis kebutuhan mahasiswa dan materi yang dibutuhkan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah angket. Guna melengkapi analisis kebutuhan mahasiswa tentang bahan kajian Bahasa Indonesia tersebut sebanyak 5 dosen MKWK Bahasa Indonesia Universitas PGRI Yogyakarta juga dimintai pertimbangannya  dengan cara mengisi angket yang sama. Hasil dari keempat belas bahan kajian Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang ditanyakan kepada  22 mahasiswa melalui angket analisis kebutuhan bahan ajar Bahasa Indonesia bahwa  (1) sebanyak 51,60% mahasiswa menyatakan sangat membutuhkan, (2)  sebanyak  45,50% menyatakan membutuhkan. (3) sebanyak 2,92% menyatakan tidak membutuhkan sebanyak dan (4) sebanyak 0% menyatakan sangat tidak membutuhkan. Selanjutnya, dari 14 bahan kajian bahasa Indonesia yang ditanyakan  kepada 5 dosen menyatakan bahwa (1) sebanyak  80 % menyatakan sangat membutuhkan (2) sebanyak 20 % menyatakan membutuhkan, (3) sebanyak 0% menyatakan tidak membutuhkan dan (4) menyatakan sangat tidak membutuhkan sebanyak 0%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ke-14 bahan kajian Bahasa Indonesia dibutuhkan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan dapat dilanjutkan sebagai materi pembelajaran  MKWK Bahasa Indonesia di Universitas PGRI Yogyakarta.