cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): April" : 70 Documents clear
PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM BAGI GURU IPA Irdalisa Irdalisa; Gufron Amirullah; Arafat Febrian Dirza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.986 KB)

Abstract

Abstrak: Kebiasaan sebagian guru menggunakan perangkat pembelajaran yang diperoleh langsung dari penerbit atau mengunduh dari internet menyebabkan menjadi kurang terkaitnya Kompetensi Dasar (KD) dalam RPP dengan sintaks pembelajaran. Sebagian guru beranggapan bahwa perangkat pembelajaran yang akan digunakan tidak bergantung pada model pembelajaran yang akan diterapkan, sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk melatih guru IPA cara membuat perangkat pembelajaran (RPP dan video pembelajaran) serta melatih guru dan siswa dengan mendesain media pembelajaran pada materi Plantae dengan teknik Ecoprint. Uhamka Boarding School (UBS) Jonggol sebagai mitra dalam pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 44 peserta, cara pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner menggunakan Google Forms. Hasil dari pelatihan ini dapat menambah wawasan para guru tentang STEAM, dapat memotivasi mereka untuk lebih meningkatkan keterampilannya dalam mendesain perangkat pembelajaran media pembelajaran berbasis STEAM.Abstract: The habit of some teachers using learning tools obtained directly from publishers or downloading from the internet causes the Basic Competence (KD) in RPP to be unrelated with learning syntax, teachers assume that the learning tools used are independent of the learning model to be applied, so that learning becomes meaningless. The Community Partnership Program (PKM) aims to train science teachers on how to make learning tools (RPP and learning videos) and train teachers and students with the Ecoprint technique as a learning medium for Plantae material. Uhamka Boarding School (UBS) Jonggol as a partner in this service. The service activity was attended by 44 participants, the method of carrying out the activity consisted of three stages, the planning stage, the implementation stage, and the evaluation stage. Data collection was done by distributing questionnaires using Google Forms. The results of this training can add insight to teachers about STEAM, can motivate them to further improve their skills in designing STEAM-based learning media learning tools.
PENINGKATAN PEMAHANAN SISWA DALAM MENDETEKSI KANDUNGAN FORMALIN PADA MAKANAN Merkuria Karyantina; Akhmad Mustofa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.717 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6978

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan usaha kuliner mendorong persaingan antar pedagang yang kurang sehat antara lain penggunaan bahan pengawet berbahaya guna meningkatkan keuntungan. Fenomena tersebut menuntut masyarakat agar cukup jeli dalam memilih produk makanan. Anak sekolah SMP sebagai sasaran penyuluhan, dengan pertimbangan, mereka diharapkan semakin jeli memilih produk makanan. SMP Kristen Kalam Kudus terletak di pusat kota yang dikeliling oleh penjual makanan dan minuman, menjadi sasaran khusus pada program pengabdian. Kegiatan bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa kelas 8 SMP Kalam Kudus Surakarta (67 orang) tentang deteksi dini kandungan formalin pada produk pangan. Semua siswa mengetahui formalin berbahaya bagi tubuh, namun 100% belum mengetahui cara deteksi dini formalin pada produk yang dikonsumsinya. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan (daring) serta visualisasi deteksi dini kandungan formalin dengan menggunakan ekstrak bunga ruellia. Pada akhir kegiatan, dilakukan pemantauan melalui kuisener, tentang deteksi dini formalin pada makanan yang sering dikonsumsi siswa. Hasil kuisener menunjukkan bahwa 80% siswa telah melakukan deteksi dini dan 50% produk yang diuji menunjukkan kandungan formalin.Abstract: The rapid development of the culinary business encourages unhealthy competition between traders, including the use of harmful preservatives. This phenomenon requires people to be quite observant in choosing food products. Junior high school children as the target of counseling, with consideration, they are expected to be more observant in choosing food products. The located of SMP Kalam Kudus was surrounded by food and beverage vendors, becoming a target the program. The aims to increase the knowledge of 8th graders (67 students) about early detection of formalin content in food. Students know that formaldehyde is harmful, but they not know how to detect formaldehyde early in the products they consume. The activity was carried out using online methods and visualization of early detection of formalin content using ruellia flower extract. At the end of the activity, monitoring was carried out through a questionnaire, regarding the early detection of formalin in foods that students often consume. The results of the questionnaire showed that 80% of students had carried out early detection and 50% of the products tested showed formaldehyde content.
IMPLEMENTASI BUSINESS MODEL CANVAS TERINTEGRASI DALAM PENGEMBANGAN USAHA PUPUK ORGANIK Lina Saptaria; Rizky Arief Shobirin; Rini Astuti; Imam Habibi; Puji Handayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1901.926 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6883

Abstract

Abstrak: Program PPM ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Business Model Canvas (BMC) Terintegrasi pada UD Semi Indah guna menunjang pengembangan usaha pupuk organik yang eco-friendly yang mana juga turut membantu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan dengan survey lokasi mitra, wawancara, pelatihan manajemen bisnis dengan konsep Business Model Canvas (BMC) dan Inovasi Pupuk Organik, dan mentoring dan pendampingan implementasi Business Model Canvas (BMC). Dari pendampingan implementasi BMC pada bisnis pupuk organik UD Semi Indah di Kediri memberikan dampak positif pada respon kepuasan responden, dan peningkatan softskills bisnis secara signifikan, terutama pada aspek manajemen pemasaran, manajemen bisnis, distribusi produk, dan manajemen keuangan. Apabila ditinjau dari hasil rekonstruksi konsep Business Model Canvas (BMC) UD Semi Indah, peningkatan kompetensi perencanaan produksi terlihat pada pengembangan komponen pada segmen key activities dan key resources. Peningkatan kompetensi manajemen pemasaran juga berdampak pada konsep bisnis yang dikembangkan pada segmen customer relationship dan customer segments. Peningkatan manajemen bisnis tentunya memberikan wawasan pengelolaan bisnis lebih progresif dengan value propositions untuk menjadi pioneer produsen pupuk organik, dan pada menggandeng akademisi dan investor sebagai key partners. Peningkatan kompetensi distribusi produk juga menstimulus pelaku usaha untuk memanfaatkan beberapa channels bisnis untuk keperluan distribusi pupuk. Peningkatan manajemen keuangan yang signifikan mendukung penataan keuangan bisnis pada segmen revenue streams dan cost structure, yang mana akan dapat diperoleh impacts yang berupa komponen balance (saldo) UD Semi Indah dan permintaan pasar yang ditinjau dari tiap varian produk, wilayah pasar, segmen pasar, dan channels pemasaran yang digunakan.Abstract: This community service program aimed to implemented the Integrated Business Model Canvas (BMC) concept at UD Semi Indah to support the development of an eco-friendly organic fertilizer business which also assisted preserved the environment in a sustainable manner. Accordingto the analysis that refered to the BMC concept, UD Semi Indah still has many weaknesses recently, especially in the Key-activities, Value Propositions, Key Partners, and Channels segments. In the Value Propositions segment, UD Semi Indah required to develop other more competitive product variants. In the Key-activities segment, UD Semi Indah has weakness in fertilizer formulation and testing activities to improve the quality of the fertilizer to be produced massively. In the Key Partners segment, UD Semi Indah has lacks cooperation in product development through fertilizer innovation and financial support. In the Channels segment, UD Semi Indah required to increase its marketing network through online stores and academic/institutional/company networks to increase market interest and sales frequency. From mentoring the implementation of BMC in the organic fertilizer business, UD Semi Indah in Kediri had positive impact on respondent satisfaction responses and significantly increased business soft skills, especially in aspects of marketing management, business management, product distribution, and financial management. However, UD Semi Indah's respondents themselves need further assistance in implementing the BMC concept in the organic fertilizer business in a sustainable manner so that the organic fertilizer business that has been undertaken could be developed further.
BIMBINGAN BELAJAR MAHIR BERBAHASA INGGRIS UNTUK ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR MELALUI VOCABULARY BUILDING DAN SPEAKING Rijal Amjad Arif; Kriesna Kharisma Purwanto; Jauharotul Maknunah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.85 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7180

Abstract

Abstrak: Munculnya Covid-19 menimbulkan banyak masalah, terutama bagi dunia pendidikan. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyesuiakan strategi pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Namun pada faktanya, guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran online karena kondisi ekonomi siswa pada umumnya dari kalangan menengah ke bawah. Dalam pelaksanaan KKN, penulis memberikan bimbingan belajar bahasa Inggris dengan tujuan meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar di Desa Siser. Adapun penulis bekerjasama dengan dua lembaga pendidikan dalam penelitian ini yakni, SD Negeri Siser dan MI Thoriqotul Hidayah Siser. Metode yang digunakan penulis adalah memberikan bimbingan belajar terkait penggunakan kosa kata Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Adanya program ini menghasilkan peningkatan pengetahuan Bahasa Inggris siswa yang mana masing-masing nilai rata-rata pre-test dan post-test berturut-turut yaitu 66,1, dan 80,5. Dalam hal ini penulis menggunakan konsep kesebandingan dan didapatkan peningkatan sebesar 21,79%.Abstract: The emergence of Covid-19 has caused many problems, especially for the education of the world. The government has made adjustments to the learning strategy so that teaching and learning activities can be continued. However actually, teachers cannot carry out of online learning because the economic conditions of students are generally from the lower middle class. In implementing of KKN, the author was provided English language tutoring with the aim for increasing of the English knowledge for elementary school students in Siser Village. The author collaborated with two educational institutions in this study, namely SD Negeri Siser and MI Thoriqotul Hidayah Siser. The method used by the researcher is to provide tutoring related to the use of English vocabulary in daily activities. The result obtained from this program is an increasing of students' knowledge of English where the average scores of the pre-test and post-test respectively were 66.1 and 80.5 In this case, the researcher used the concept of proportionality and found an increasing in the value between the average pre-test and post-test scores of 21.79%.
PENINGKATAN HARD SKILL SISWA MELALUI PENGENALAN INTERNET OF THINGS DAN COMPUTER VISION Ida Afriliana; Lukmanul Khakim; Wildani Eko Nugroho; Muhammad Teguh Prihandoyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.414 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7402

Abstract

Abstrak: Internet of Things (IoT) yakni benda-benda atau alat-alat yang cerdas yang dapat berguna untuk kehidupan manusia. IoT ini sangat mempengaruhi perkembangan teknologi yang amat pesat dalam kehidupan di era industri 4.0. Benda-benda yang “cerdas” karena pada benda tersebut telah dilengkapi dengan alat-alat teknologi sesuai dengan kebutuhan manusia. Inilah konsep pada Internet of Things yakni benda-benda yang cerdas dengan dilengkapi teknologi. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang tepat untuk mempersiapkan lebih awal terkait pengetahuan dan penerapan teknologi IoT. Dengan latar belakang perkembangan teknologi IoT yang amat pesat maka sangat dibutuhkan pengetahuan ini diberikan kepada siswa-siswa SMK N 3 Tegal untuk memberikan wacana dan pengetahuan tentang IoT dalam penerapannya di dunia industri 4.0 saat ini. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada peserta pkm. Adapun materi pelatihan ini adalah Internet of Things dan Computer Vision. Pelatihan ini dilakukan dengan 2 tahap, yang pertama dalah pemaparan materi dan tahap selanjutnya adalah demontrasi produk yang mengimplementasikan Internet of Things dan Computer Vision. Dari 100 peserta siswa SMK N 3 yang ikut, 55 siswa tertarik untuk mendalami Internet of Things dan sisanya berminat untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang materi Computer Vision. Dari post test dan pre test yang dilakukan, hasil penilaian bagus dengan rata-rata nilai post test 89. Hal ini menggambarkan tentang penyampaian materi yang telah ditransformsikan dengan baik oleh narasumber. Penilaian ini menunjukkan adanya peningkatan hardskill di bidang Internet of Things dan Computer Vision, karena nilai post test cenderung mengalami kenaikan dari nilai pre test.Abstract: Internet of Things (IoT) are intelligent objects or tools that can be useful for human life. This IoT greatly affects the rapid development of technology in life in the industrial era 4.0. Objects that are "smart" because they have been equipped with technological tools in accordance with human needs. This is the concept of the Internet of Things, namely smart objects equipped with technology. Vocational High School (SMK) is the right level of education to prepare early related to knowledge and application of IoT technology. With the background of the very rapid development of IoT technology, it is very necessary that this knowledge be given to students of SMK N 3 Tegal to provide discourse and knowledge about IoT in its application in the current industrial 4.0 world. This service activity is carried out by providing training to PKM participants. The training materials are Internet of Things and Computer Vision. This training is carried out in 2 stages, the first is the presentation of the material and the next stage is a product demonstration that implements the Internet of Things and Computer Vision. Of the 100 participating SMK N 3 students, 55 students were interested in exploring the Internet of Things and the rest were interested in knowing more about Computer Vision material. From the post-test and pre-test conducted, the results of the assessment were good with an average post-test score of 89. This illustrates the delivery of material that has been well transformed by the resource persons. This assessment shows an increase in hard skills in the field of Internet of Things and Computer Vision, because the post test scores tend to increase from the pre test scores.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Ulfatul Latifah; Riska Arsita H; Reny Eka Saputri; Vivin Avianti Oktavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.818 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7132

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan balita yang ditandai dengan postur tubuh pendek yang timbul karena malnutrisi kronis. Stunting pada balita dapat merugikan perkembangan fisik, dan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan yang rendah. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko 9 kali lebih besar untuk memiliki nilai IQ dibawah rata-rata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan ketrampilan menyiapkan MP ASI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik. Adapun materi yang diberikan tentang stunting antara lain: pengertian, penyebab, dampak dan pencegahan. Sedangkan pemberian praktik tentang menyiapkan makanan pendamping ASI untuk mencegah stunting pada balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerjasam dengan Puskesmas Sumurpanggang Kota Tegal. Adapun Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-24 bulan di Wilayah Kelurahan Margadana Kota Tegal yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 November 2021 bertempat di Posyandu yang dihadiri sebanyak 20 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi dengan mengamati keaktifan peserta dan penjelasan kembali ntuk memastikan peserta memahami materi stunting dan menyiapkan makanan pendamping ASI (M-PASI) secara tepat. Hasil dari pre-test dan post-test terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta yaitu dari nilai pre test 90% pengetahuan dan ketrampilan kurang serta nilai pos test 100% dengan pengetahuan dan ketrampilan baik.Abstract: Stunting is a health problem for toddlers which is characterized by short stature that arises due to chronic malnutrition. Stunting in toddlers can be detrimental to physical development, and affects low intelligence levels. Children who experience stunting have a 9 times greater risk of having an IQ score below the average. This community service activity aims to increase knowledge about stunting and skills in preparing MP ASI. This community service activity is carried out in the form of socialization and practice. The material provided on stunting includes: understanding, causes, impacts and prevention. While providing practice on preparing complementary foods for breastfeeding to prevent stunting in toddlers. This community service activity is in collaboration with the Sumurpanggang Health Center, Tegal City. The targets for this activity are mothers who have babies aged 0-24 months in the Margadana Village, Tegal City, which will be held on 18-19 November 2021 at the Posyandu which was attended by 20 people. The evaluation was carried out through observation by observing the activity of participants and explaining again to ensure that participants understood the stunting material and prepared complementary foods for breastfeeding (M-PASI) appropriately. The results of the pre-test and post-test showed an increase in participants' knowledge and skills, namely from the pre-test score of 90%, the knowledge and skills were lacking and the post-test score was 100% with good knowledge and skill.
PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN DI LAYANAN ISOLASI TERPUSAT DENGAN METODE PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION PROGRAM BALI BANGKIT BALI KEMBALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Made Martini; Putu Sukma Megaputri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.634 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.6681

Abstract

Abstrak: Peningkatan kasus covid-19 kembali meningkat dengan adanya virus Delta varian baru yang sudah masuk ke wilayah Bali. Isolasi mandiri yang dilakukan di rumah secara mandiri dirasa kurang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 karena kurang dispilin dan kurangnya informasi ataupun kegiatan pemberdayaan kesehatan yang dapat dilakukan. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan kesehatan para pasien di layanan isolasi terpusat dan membantu para petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan di isolasi terpusat. Kegiatan ini melibatkan 12 orang mahasiswa semester 5 dan 7 dari Prodi Kebidanan dan Keperawatan. Metode yang digunakan adalah PLA (Participatory Learning and Action) dengan pemberian layanan terdiri dari senam irama meningkatkan imunitas, pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 , pemberian paket obat covid-19 pada mitra sasaran yaitu pasien di isoter, serta penggunaan aplikasi teknologi untuk membantu petugas program dalam mengumpulkan data pasien di isoter. Jumlah sasaran mitra yaitu 70 orang pasien di isoter dan 2 orang petugas kesehatan pemegang program contact tracing di Puskesmas Buleleng I. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan lembar observasi, lembar wawancara mendalam, data yang terekam pada administrasi layanan isoter Puskesmas selama 3 bulan (Juli-September 2021). Hasil dari kegiatan yang dilakukan bahwa seluruh pasien telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seluruh pasien dapat melakukan kegiatan pemberdayaan kesehatan secara rutin, rata-rata kesembuhan pasien mencapai 90%. Beban kerja para petugas kesehatan selama layanan isoter ini juga menurun dengan kegiatan administrasi pelaporan pasien di isoter. Kegiatan ini dilakukan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Abstract: The increase in Covid-19 cases has again increased with the presence of a new variant of the Delta virus that has entered the Bali area. Self-isolation carried out at independent homes is deemed less effective to prevent the distribution of Covid 19 due to lack of discipline and lack of information or health empowerment activities that can be carried out. The purpose of this service is to educate and empower the health of patients who provide responsible services and assist health workers in health services at liberty. This activity involved 12 students in semester 5 and 7 from the Midwifery and Nursing Study Program. The method used is PLA (Participatory Learning and Action) by offering services consisting of rhythmic gymnastics to increase immunity, routine health checks, education on Covid-19 transmission prevention protocols, giving covid-19 drug packages to target partners, namely patients on isoters, and the use of applications. technology to assist program staff in collecting patient data outside the room. The target number is 70 patients in isoter and 2 health workers holding contact tracing programs at the Buleleng I Health Center. This activity uses observation sheets, in-depth interview sheets, data recorded at the isoter service administration of the Puskesmas for 3 months (July-September 2021). The results of the activities carried out are that all patients have implemented strict health protocols, all patients can carry out health empowerment activities on a regular basis, the average patient recovery reaches 90%. The workload of health workers during this isoter service also decreased with the administrative activities of reporting patients at isoter. This activity was carried out smoothly in accordance with the planned objectives. 
PENGUATAN PROFESIONALITAS GURU BIOLOGI DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DI BANDARLAMPUNG Wisnu Juli Wiono; Median Agus Priadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.833 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7286

Abstract

Abstrak: Penerapan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik pada mata pelajaran biologi di Bandarlampung mengalami beberapa kendala. Salah satunya adalah pemberdayaan guru sebagai pengendali pembelajaran di kelas belum optimal. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk memberikan wawasan dan bimbingan kepada para guru biologi dalam menyusun program pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Bentuk workshop dipilih sebagai metode kegiatan karena mempertimbangkan karakteristik kesibukan guru. Peserta yang tergabung sebanyak 37 orang yang berasal dari MGMP Biologi Kota Bandarlampung. Pengukuran keberhasilan kegiatan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Berdasarkan analisis hasil kegiatan ditemukan bahwa peserta (1) sangat membutuhkan materi tentang pendekatan saintifik, penilaian dan model pembelajaran; (2) sebanyak 84% peserta mengalami peningkatan peningkatan pemahaman (n-gain ≥ 1) tentang materi pelatihan; (3) sebanyak 93% peserta pelatihan terlibat aktif dan antusias dalam diskusi dan berbagi gagasan selama mengikuti pelatihan; dan (4) mampu menghasilkan produk rancangan program pembelajaran yang selaras dengan pendekatan saintifik. Berdasarkan hasil analisis, maka bentuk workshop peningkatan profesionalitas guru tersebut mampu menghasilkan luaran yang bermutu. Diharapkan bentuk workshop tersebut dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan mutu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di masa mendatang.Abstract: The application of learning based on a scientific approach to biology subjects in Bandarlampung experienced several obstacles. One of them is the empowerment of teachers as controllers of learning in the classroom has not been optimal. This service activity is intended to provide insight and guidance to biology teachers in preparing learning programs based on a scientific approach. The form of the workshop was chosen as the activity method because it took into account the busy characteristics of the teacher. The participants who joined were 37 people who came from the Biology teacher community Bandarlampung. The measurement of activity success uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) model developed by Daniel Stufflebeam. Based on the analysis of the results of the activity, it was found that participants 1) really needed material on scientific approaches, assessments and learning models; 2) as many as 84% of participants experienced an increase in understanding (n-gain ≥1) about the training material; 3) 93% of the training participants were actively and enthusiastically involved in discussions and sharing ideas during the training; and 4) able to produce learning program design products that are in line with the scientific approach. Based on the results of the analysis, the form of the workshop for improving the professionalism of teachers is able to produce quality outcomes. It is hoped that this form of workshop can be a reference in improving the quality of Community Service activities in the future.
EDUKASI DINI PENGGUNAAN SMARTPHONE YANG BAIK PADA ANAK-ANAK Dara Aulia Feryando; Agustinus Prasetyo Edi Wibowo; Arief Darmawan; Santi Triwijaya; Sunardi Sunardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.163 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7004

Abstract

Abstrak: Di era digital seperti sekarang, telepon genggam tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi jarak jauh tetapi juga memiliki banyak penggunaan lainnya. Oleh karena itu, telepon genggam saat ini dikenal dengan istilah smartphone. Banyaknya kegunaan smartphone dalam berbagai bidang membuat smartphone digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Smartphone yang digunakan dengan kurang baik dapat memberikan dampak negatif. Sehingga, edukasi penggunaan smartphone perlu dilakukan. Kegiatan edukasi penggunaan smartphone dilaksanakan melalui metode sosialisasi di Kota Madiun. Peserta kegiatan adalah anak-anak berjumlah 24 orang dengan rentang usia 5-17 tahun yang tergabung dalam Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Masjid Firdaus. Metode evaluasi yang digunakan untuk mengetahui hasil kegiatan adalah metode tanya-jawab dan umpan-balik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa antusiasme peserta dalam menjawab pertanyaan sangat tinggi dan persentase ketepatan peserta dalam menjawab pertanyaan juga tinggi, yaitu sebesar 93%. Selain itu, pada metode umpan-balik, respon yang diberikan oleh perwakilan peserta tentang kegiatan yang dilaksanakan adalah positif.Abstract: In the digital era like now, mobile phones are not only used as a medium of long-distance communication but also have many other uses. Therefore, mobile phones are currently known as smartphones. The many uses of smartphones in various fields make smartphones used by various groups, including children. Smartphones that are used poorly can have a negative impact. So, education on the use of smartphones needs to be done. Educational activities on the use of smartphones are carried out through the socialization method in Madiun City. Participants in the activity were 24 children with an age range of 5-17 years who were members of the Al-Quran Education Park (TPA) of the Firdaus Mosque. The evaluation method used to determine the results of the activity is the quiz method and feedback. The results obtained showed that the enthusiasm of the participants in answering the questions was very high and the percentage of participants' accuracy in answering the questions was also high, which was 97%. In addition, in the feedback method, the response given by participant representatives regarding the activities carried out was positive.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG EVENT BUDAYA LOKAL UNTUK MENYIAPKAN SDM DESA WISATA Gana Wuntu; Aurilia Triani Aryaningtyas; Mengku Marhendi; Idah Kusuma Dewi; Renny Aprilliyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.237 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7215

Abstract

Abstrak: Saat ini, jenis kegiatan pariwisata yang memanfaatkan kebudayaan sebagai objek wisata sangat diminati oleh wisatawan. Desa Branjang yang kaya akan potensi budaya juga sedang mempromosikan keberadaannya sebagai desa wisata. Namun sumber daya manusia yang dimiliki desa tersebut belum memiliki kemampuan dalam mengelola potensi tersebut, terutama untuk menjadikannya sebagai daya tarik wisata. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan dalam penyiapan sumber daya manusia Pariwisata dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan penyelenggaraan kegiatan event budaya desa Branjang. Mitra kegiatan adalah Pemerintah Desa, BUMdes, Pengelola Desa Wisata, Pokdarwis, Grup Kesenian dan Grup Rebana, dengan total peserta berjumlah kurang lebih 40 orang. Enam metode yang digunakan adalah Pra Kegiatan, FGD (focus group discussion) masalah, FGD Sumber daya manusia, FGD Pra Event, Praktik event, serta Sosialisasi dan praktik sadar wisata. Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner terhadap peserta kegiatan. Hasil menunjukkan 100% peserta kegiatan yang terdiri dari pengurus dan anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis), BUMDes, serta pengelola desa wisata menyatakan ada peningkatan pemahaman tentang event budaya lokal serta kesiapan mereka untuk menjadi penyelenggara dalam event-event budaya di desa Branjang.Abstract: At this time, tourism activities that utilize culture as a tourist attraction are very popular with tourists. Branjang Village which has a lot of cultural potential is also promoting its existence as a tourist village. However, the human resources of the village do not yet have the ability to manage this potential, especially to make it a tourist attraction. Based on this, the purpose of this community service activity is to provide assistance in the preparation of tourism human resources by providing socialization and training in the implementation of Branjang village cultural events. The activity partners are the Village Government, BUMdes, Tourism Village Managers, Pokdarwis, Arts Group and Tambourine Group, with a total of approximately 40 participants. The six methods used are Pre-Activity, FGD (focus group discussion) on issues, Human Resources FGD, Pre-Event FGD, Event practice, and socialization and tourism awareness practices. Evaluation is done by giving questionnaires to activity participants. The results showed that 100% of the activity participants consisting of administrators and members of the tourism awareness group (Pokdarwis), BUMDes, and tourism village managers stated that there was an increased understanding of local cultural events and their readiness to become organizers of cultural events in Branjang village.