cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG REMAJA SEHAT DAN CERDAS UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI ANTILOWBATT DI SMK Ulfatul Latifah; Riska Arsita H; Mutiarawati Mutiarawati; Istiqomah Dwi Andari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13507

Abstract

Abstrak: Makanan bergizi adalah power supply penting yang harus terpenuhi, akan tetapi menjadikan jauh lebih dahsyat, dengan asupan gizi yang seimbang akan membawa dampak luar biasa bagi tubuh. Kalau tubuh ini kita ibaratkan gadget, maka asupan makanan itulah yang jadi charger-nya yang akan mensuplai energi ke baterai tubuh kita Maka baterai kita perlu banget dicharge dengan gizi yang seimbang, lengkap karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, air dan serat. Tujuan Kegitan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang Remaja sehat dan cerdas untuk menciptakan genarasi antilowbatt. Metode yang digunakan dalam bentuk sosialisasi kepada siswa SMK Negeri 2 Slawi yang di hadiri sejumlah 32 siswi, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Januari 2023. Hasil pretest dan posttest terdapat peningkatan pengetahuan para siswa yaitu dari nilai pre tes terdapat siswa dengan pengetahuan kurang sebanyak 89,7% setelah dilakukan post test terdapat 93,7% siswa mempunyai pengetahuan baik. Abstract: Nutritious food is an important power supply that must be fulfilled, but making it even more powerful, with a balanced nutritional intake will have a tremendous impact on the body. If we compare the body to a gadget, then food intake is the charger that will supply energy to our body's battery. So our batteries really need to be charged with balanced nutrition, complete with carbohydrates, protein, fat, vitamins and minerals, water and fiber. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about healthy and intelligent youth to create an anti-lowbatt generation. The method used was in the form of outreach to students of SMK Negeri 2 Slawi which was attended by 32 students, the activity was carried out on January 12-13 2023. The pretest and posttest results showed an increase in students' knowledge, namely from the pre-test scores there were 89 students with less knowledge 89.7% after the post test was carried out there were 93.7% of students who had good knowledge.  
PENGINTEGRASIAN TPACK DAN HOTS DALAM MENDESAIN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF PELAJARAN BAHASA INGGRIS Erly Wahyuni; Hartono Hartono; Santi Prastyowati; Roeslaini Roeslaini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13840

Abstract

Abstrak: Kurangnya pemahaman guru terkait komponen pempelajaran abad 21 yaitu TPACK dan HOTS dalam rancangan pembelajaran secara mandiri perlu mendapatkan perhatian khusus.Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan dalam bentuk pelatihan pada guru dalam mengintegrasikan TPACK dan HOTS yang interaktif dan menyenangkan dalam rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya yang dapat menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik. Kegiatan dilaksanakan di MA Muhammadiyah 1 Malang dengan 5 guru mapel Bahasa Inggris dengan metode pelaksanaan, yaitu: (1) Workshop: Sosialisasi TPACK dan HOTS; (2) Pelatihan dan pendampingan pengintegrasian TPACK dan HOTS dalam menyusun rancangan pembelajaran abad 21 berbasis daring dan luring secara kolaboratif; (3) Implementasi TPACK dalam konteks HOTS dalam proses pembelajaran yang menjadi model; dan (4) Monitoring dan evaluasi terkait performansi guru dan mencermati modul ajar yang dihasilkan serta diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru diantaranya; (a) mampu menentukan materi dan menyusun aktivitas interaktif (100%) yang menjadi model pembelajaran dengan sistem collaborative skill; (b) mampu merancang modul ajar berbasis HOTS dan 4C (80%); dan (c) mampu mengintegrasikan dan menerapkan TPACK (100%) dalam proses pembelajaran.Abstract: The teacher's lack of understanding regarding the 21st century learning components, namely TPACK and HOTS in independent learning designs needs special attention. The purpose of this activity is to provide skills in the form of training to teachers in integrating interactive and fun TPACK and HOTS in learning designs and their implementation that can foster active participation of students. Activities carried out at MA Muhammadiyah 1 Malang with 5 English subject teachers with implementation methods, namely: (1) Workshop: Socialization of TPACK and HOTS; (2) Training and mentoring for the integration of TPACK and HOTS in developing collaborative online and offline 21st century learning designs; (3) Implementation of TPACK in the context of HOTS in the learning process that becomes a model, and; (4) Monitoring and evaluation related to teacher performance and observing the resulting teaching modules and discussions. The results of the activity showed an increase in teacher abilities including; (a) being able to determine material and compiling interactive activities (100%) which became a learning model with a collaborative skill system and; (b) being able to design teaching modules based on HOTS and 4C (80%), c) being able to integrate and apply TPACK (100%) in the learning process.  
PENINGKATAN PRODUK KREATIF YANG BERNILAI TAMBAH MELALUI PEMBINAAN KEMASAN DAN KUALITAS PRODUK UMKM Gana Wuntu; Mengku Marhendi; Tutik Tutik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13382

Abstract

Abstrak: UMKM merupakan salah satu ekonomi kreatif yang harus mendapatkan perhatian penuh untuk menunjang kehidupan masyarakat Desa, Dengan adanya pemberdayaan ekonomi kreatif pada masyarakat maka dapat membuka peluang usaha baru untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk mendukung dan mengidentifikasikan potensi ekonomi kreatif melalui pengelompokan UMKM yang ada di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Sejauh ini belum ada pengelompokan dan kesadaran penuh pada masyarakat tentang pentingnya ekonomi kreatif. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi Pra Kegiatan yang terdiri dari pemetaan dan identifikasi jenis UMKM, selanjutnya pelaksanaan kegiatan meliputi Focus Group Discussions, Sosialisasi, Pendampingan standar kreatifitas usaha produk kreatif, dan yang terakhir adalah tahap evaluasi . Adapun hasil yang diapatkan dalam pengabdian ini adalah ditemukan potensi ekonomi kreatif dari pengelompokan UMKM yang memiliki nilai jual dan dibentuknya komunitas ekonomi kreatif sebagai wadah untuk menampung produk yang dihasilkan masyarakat. Dengan dibentuknya komunitas ekonomi kreatif maka masyarakat akan jauh lebih mudah dalam mengenalkan produk yang dimiliki. Abstract: MSMEs are one of the creative economies that must get full attention to support the lives of the village community, with the empowerment of the creative economy in the community, it can open up new business opportunities to increase the added value of a product. This community service is carried out to support and identify the potential of the creative economy through the grouping of MSMEs in Linggamekar Village, Cilimus District, Kuningan Regency. So far there has been no grouping and full awareness in society about the importance of the creative economy. The methods used in this service include Pre-Activity which consists of mapping and identifying types of MSMEs, furthermore, the implementation of activities includes Focus Group Discussions, Socialization, Standard assistance and creativity of creative product businesses, and the last is the evaluation stage. The result of this service is that the creative economy potential is found from the grouping of MSMEs that have selling value and the formation of the creative economy community as a forum to accommodate products produced by the community. With the establishment of a creative economy community, it will be much easier for people to introduce their products.  
PENYULUHAN METODE BABY LED WEANING GUNA MENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BAYI 6-24 BULAN Annita Viesta Nirmala Dewi; Noviyati Rahardjo Putri; Devita Ayu Perwadani; Dewi Wungkas Intisari; Noni Uswatun Khasanah; Safira Rahmasari Azzahra; Straerla Atby Milinia; Annisa Alfi Azizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13704

Abstract

Abstrak: Malnutrisi merupakan keadaan yang disebabkan kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Salah satu dampak malnutrisi adalah berat badan kurang (underweight). Prevalensi anak underweight di Indonesia mencapai 17% dan di Jawa Tengah sebesar 14%. Underweight pada anak yang tidak segera ditangani menyebabkan peningkatan angka pesakitan hingga kematian anak. Salah satu upaya mengatasi anak underweight dengan pemberian MPASI dengan gizi seimbang. Metode MPASI terbagi menjadi dua yaitu secara konvensional dan Baby Led Weaning (BLW). BLW merupakan pemberian MPASI dengan cara menyediakan makanan berbentuk finger food dan bertekstur lunak kemudian membiarkan anak memilih makanan dan makan sendiri dengan tangannya. Pengetahuan diperlukan sebagai dasar penatalaksaan awal individu dalam mencukupi kebutuhan gizi anak. Penyuluhan merupakan salah satu pendekatan edukatif sebagai upaya mengubah perilaku manusia menuju arah lebih baik. Tujuan dari kegiatan ini supaya ibu dengan balita 6-24 bulan memiliki pengetahuan tentang ragam pemberian MPASI berupa BLW kebutuhan gizi anak terpenuhi dan anak memiliki berat badan normal. Metode dalam kegiatan ini berupa pengadaan penyuluhan kepada ibu dengan bantuan media power point dan booklet. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah 16 ibu dengan anak 6-24 bulan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan ibu mengenai BLW dengan presentase hasil pre-test yaitu kategori pengetahuan baik 43.75%, pengetahuan cukup 43.75%, dan pengetahuan kurang 12,5%. Setelah dilakukan penyuluhan maka presentase hasil post-test mengalami peningkatan dengan kategori pengetahuan baik 81,25% dan pengetahuan cukup 18.75%.Abstract: Malnutrition is a state that causes malnutrition over a long period of time. Indonesia's underweight children prevalence is 17% and 14% in central Java. Underweight in children not treated immediately leads to an increase in fatal numbers until the death of a child. One way to overcome the underweight is to provide balanced nutrition. The complementary feeding is divided into two, which is conventional, and the baby led weaning. The BLW is a step of providing food that has a soft texture so that the child can select food and eat for himself. Knowledge is needed as a basis for the early completion of the individual in providing for the nutritional needs of the child. Counseling is one of the educational approaches as attempting to change human behavior in a better direction. The aim of this activity is to enable mothers with 6-24 months of age to have a knowledge of the broad strokes in which the BLW of the child's nutritional needs is met and the children's normal weight. The method of this activity involved educating mothers with the aid of media power point and booklet. The result is an increase in mother's knowledge of BLW with a pre-test percentage in the good knowledge category 43.75%, knowledge enough 43.75%, and knowledge less 12.5 percent. After some counseling has been made, the percentage of post-test results has increased to a category of good knowledge 81.25% and enough knowledge 18.75%. 
EDUKASI PROSPEK USAHA SEKTOR PETERNAKAN PADA SISWA SMK DI MANGGARAI RAYA Nautus Stivano Dalle; Maria Tarsisia Luju; Yohana Maria Febrizki Bollyn; Wigbertus Gaut Utama; Yohana Nurciyani; Hendrikus Demon Tukan; Elisabeth Yulia Nugraha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13229

Abstract

Abstrak: Kesulitan, kebingungan, keragu-raguan dalam mengambilkeputusan untuk melanjutkan studi atau menjadi wirausahawan adalah permasalahan yang sering dihadapi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya siswa yang telah duduk di kelas 12. Tujuan dari PkM ini adalah untuk mengedukasi siswa dibidang peternakan seperti manajemen biosecurity, pengolahan pakan, recording dan juga perhitungan ekonomi serta memotivasi siswa agar dapat melanjutkan studi pada perguruan tinggi khususnya program studi peternakan. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan diskusi untuk menggali dan menambah pengetahuan bidang peternakan serta mempromosikan kelebihan program studi peternakan bagi siswa-siswa dikelas 12. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN 1 Lamba Leda sebanyak 40 orang. Kegiatan kedua dilakukan di SMKN 1 Kuwus diikuti oleh 38 orang siswa kelas XII Jurusan Agribinis Ternak Ruminansi dan di SMKN 1 Lembor Selatan Jurusan Perhotelan diikuti oleh 41 orang siswa kelas XII.. Hasil dari kegiataan ini menunjukan adanya peningkaan pengetahuan dan keinginan anak dalam pemilihan melanjutkan studi dibidang peternakan. Abstract: Difficulties, confusion, hesitation in making decisions to continue their studies or become entrepreneurs are problems that are often faced by students in Vocational High Schools (SMK), especially students who are already in class 12.The purpose of this PkM is to educate students in the field of animal husbandry such as biosecurity management, feed processing, recording and also economic calculations as well as motivate students to continue their studies at universities, especially animal husbandry study programs. The method carried out is counseling and discussion to explore and increase knowledge in the field of animal husbandry and promote the advantages of animal husbandry study programs for students in class 12. This activity was attended by 40 students of class XII of the Ruminant Agribusiness Department of SMKN 1 Lamba Leda. The second activity was carried out at SMKN 1 Kuwus followed by 38 class XII students of the Ruminansi Livestock Agribinis Department and at SMKN 1 South Lembor, the Hospitality Department was attended by 41 class XII students. The results of this activity show a denial of knowledge and desires of children in the selection to continue their studies in the field of animal husbandry.  
APLIKASI QUESTION ANSWER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MATA PELAJARAN AKUNTANSI Dyah Apriliani; Sharfina Febbi Handayani; Tyas Nevi Anugrahaeni; Ahmad Miftahudin; Laeli Nurarifiah; Irfan Triadi Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13867

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi informasi menyebabkan penyaluran informasi berkembang pesat, mudah dan juga cepat. Hal ini juga dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Siswa sekolah memerlukan informasi yang akurat mengenai informasi pembelajaran. Informasi yang ditanyakan tidak hanya ditanyakan oleh seorang siswa namun bisa berulang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dapat dibuat sebuat aplikasi question answer yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi untuk mendukung proses pembelajaran. Aplikasi ini dirancang untuk melakukan tanya jawab interaktif. Aplikasi ini dapat membantu dan mempermudah guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan pengabdian ini adalah membuat sebuah aplikasi question answer sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dan dapat memahami serta menggunakan aplikasi tersebut dalam pembelajaran akuntansi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan, dimulai dengan survey dan wawancara, pengambilan data, pembuatan aplikasi, persiapan sosialisasi aplikasi, pelaksanaan dan penyusunan laporan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini diikuti oleh 28 orang peserta. Hasil pengabdian ini bahwa peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang aplikasi Question Answer dan mampu memanfaatkannya, serta memberikan wawasan baru untuk siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hasil kuisioner pelaksanaan kegiatan bahwa sebanyak 36% peserta mengatakan setuju dan 61% mengatakan sangat setuju dengan adanya kegiatan PKM yang dilakukan ini. Berdasarkan hasil evaluasi pre test dan post test didapatkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 35%.Abstract: Because of the growth of information technology, information can now be shared quickly, easily, and in large amounts. This is also needed in the learning process. School students need accurate information about learning information. The information asked is not only asked by a student but can be repeated. To solve these problems, it can be made into a question-answer application that can be used as an educational tool to support the learning process. This app is designed for interactively answering questions. This app can help facilitate the learning process for teachers and students. The purpose of this service is to create a question-answer application as an interactive learning medium that can increase student learning interest and allow students to understand and use the application in accounting learning. Dedication activities are carried out in several stages, starting with surveys and interviews, data collection, application creation, application socialization preparation, implementation, and the preparation of reports. The event was attended by 28 participants. The result of this dedication is that participants gain knowledge and understanding of the Question Answer application and can leverage it, as well as provide new insights to students. This can be demonstrated by the questionnaire results of the implementation of the activity, in which as many as 36% of participants said they agreed and 61% said they fully agreed with the existence of this PKM activity. Based on the pre-test and post-test evaluation results, the participants’ understanding increased by 35%.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA BAGI PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Beti Kristinawati; Itsnaani Rahmadita Nur Latiifah; Dyaz Surya Anata; Rafi Abrar Pratama; Sri Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13561

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah kondisi penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang persisten, sehingga dibutuhkan penatalaksanaan yang tepat agar tekanan darah terkontrol. Kader kesehatan sebagai wakil masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah timbulnya komplikasi akibat hipertensi. Hipertensi dapat dilakukan secara non-farmakologi salah satunya penggunaan tanaman obat untuk mengatasi hipertensi. Kandungan senyawa kimia dalam tanaman seperti flavonoid, alkaloid, dan karotenoid yang telah ditemukan memiliki efek antihipertensi. Metode yang digunakan adalah KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Pelaksanaan pendidikan kesehatan dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan kader Kesehatan dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi penderita hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Krajan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada tanggal 27 oktober 2022 dihadiri oleh 32 kader kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi secara langsung kepada kader kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan terhadap pengetahuan kader Kesehatan terkait pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi penderita hipertensi.Abstract: Hypertension is a disease condition characterized by a persistent increase in blood pressure, so proper management is needed so that the blood pressure is controlled. Health cadres as representatives of the community have an important role in preventing the onset of complications due to hypertension. Hypertension can be carried out with non-pharmacologically, one of which is the use of medicinal plants to overcome hypertension. The content of chemical compounds in plants such as flavonoids, alkaloids, and carotenoids that have been found to have antihypertensive effects. The method used is CIE (Communication, Information and Education). The implementation of health education is carried out with the aim of increasing the knowledge of Health cadres in the use of Family Medicinal Plants for patient with hypertension. The activity was held at the Krajan Village Hall, Gatak District, Sukoharjo Regency, Central Java on October 27, 2022, attended by 32 health cadres. The activity carried out is to provide education directly to health cadres. The result obtained is, there is an increase in the knowledge of health cadres related to the use of Family Medicinal Plants for patient with hypertension.
PELATIHAN PEMBUATAN SILASE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MAHASISWA MENYEDIAKAN PAKAN HIJAUAN SAAT MUSIM KEMARAU BAGI TERNAK RUMINANSIA. Korbinianus Feribertus Rinca; Roselin Gultom; Yohana Maria Febrizki Bollyn; Maria Tarsisia Luju; Puspita Cahya Achmadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14827

Abstract

Abstrak: Masalah yang dialami oleh mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) ini adalah sulit menyediakan pakan hijauan bagi ternak ruminansia ketika musim kemarau. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat silase untuk pakan ternak ruminansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah sosialisasi, demonstrasi pembuatan silase oelh pemateri dan praktik pembuatan silase secara mandiri oleh mitra. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatakan pengetahuan tentang silase sedangkan demonstrasi serta praktik pembuatan silase secara mendiri dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam membuat silase. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan PkM meliputi rancangan kegiatan PkM, prestest, sosialisasi kepada mitra tentang silase, demonstrasi pembuatan silase oleh pemateri, praktik, pembuatan silase secara mandiri oleh mitra dan posttest. Mitra yang terlibat dalam kegiatan PkM ini adalah mahasiswa di lingkungan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan PkM menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan mitra sebelum dilakukan sosialisasi, demonstrasi dan praktik mandiri pembuatan silase mencapai 32,67% sedangkan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan sosialisasi, demonstrasi dan praktik mandiri pembuatan silase mencapai 90%. Hasil kegiatan PkM ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan mahasiswa (mitra) mengalami peningkatan dalam membuat silase bagi ternak ruminansia setelah dilakukan sosialisasi, demonstrasi dan praktik mandiri pembuatan silase.Abstract: The problem experienced by partners in this community service activity is the difficulty of providing forage for ruminants during the dry season. This community service activity was carried out with the aim of increasing students' knowledge and skills in making silage for ruminant animal feed. The method used in this community service activity is socialization, demonstration of making silage by the presenters and the practice of making silage independently by partners. Socialization was carried out to increase knowledge about silage while demonstrations and independent silage making practices were carried out to improve partners' skills in making silage. The steps for implementing community service activity include planning community service activities, pretest, outreach to partners about silage, demonstrations of making silage by presenters, practice, making silage independently by partners and posttest. The partners involved in this community service activity were students at the Catholic University of Indonesia Santu Paulus Ruteng, a total of 30 people. The results of community service activity show that the knowledge and skills of partners before socialization, demonstrations and independent practice of making silage reached 32.67% while the knowledge and skills of partners after socialization, demonstrations and independent practice of making silage reached 90%. The results of this community service activity can be interpreted that the knowledge and skills (partners) have increased in making silage for ruminants after socialization, demonstrations and students' independent practice of making silage.
EDUKASI TUBERKULOSIS PARU KEPADA MASYARAKAT DALAM UPAYA ELIMINASI TB Rochmanah Suhartati; Yane Liswanti; Meri Meri; Muhammad Sugih; Naufal Naufal; Anggun Anggun; Farah Farah; Ilham Alifiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia tetapi secara global. Negara harus mewujudkan masyarakat Indonesia tangguh terbebas dari penyakit Tuberkulosis dengan program eliminasi tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah membantu program pemerintah dalam eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan kegiatan edukasi di wilayah kerja puskesmas kelurahan Karikil Kota Tasikmalaya. Metode pengabdian yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penyakit tuberculosis dengan mitra adalah warga Karikil RW 05 Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya sebanyak 47 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis, dengan nilai peningkatan pengetahuan sebesar 96%.Abstract: Tuberculosis is still a health problem not only in Indonesia but globally. The state must realize a resilient Indonesian society free from tuberculosis with a tuberculosis elimination program. The purpose of community service is to assist government programs in eliminating tuberculosis through increasing public knowledge, with educational activities in the working area of the Karikil sub-district health center, Tasikmalaya City. The service method used is counseling about tuberculosis disease with 47 partners from Karikil RW 05, Mangkubumi Village, Tasikmalaya City. Based on the results of data processing, community service activities can increase public knowledge about tuberculosis, with a value of increasing knowledge of 96%.
PENDAMPINGAN KADER PKK POKJA II DALAM MENYIAPKAN MP ASI ADEKUAT UNTUK MENCEGAH KEJADIAN STUNTING Rinayati Rinayati; Basuki Rahmat; Harsono Harsono; Sugeng Santoso
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14269

Abstract

Abstrak: Per Februari 2023 stunting di Kota semarang sebesar 1340 dari 95057 balita (1.41%). Kader PKK Pokja II merupakan garda terdepan yang berperan terhadap upaya pencegahan stunting dan menggerakan masyarakat dalam mencegah stunting melalui persiapan pemberian MPASI yang adekuat. Kelurahan Gondoriyo RW V terdapat ibu yang memiliki balita yang memberikan MP ASI dengan menu tunggal, menu 4 bintang, Baby Lead Weaning dan anti terhadap lemak dan santan dan masih membuat clear soup. berdasarkan analisis masalah dikhawatirkan peran kader tidak dapat berjalan maksimal dalam mencegah stunting. PKM ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang penyiapan MPASI adekuat sebagai upaya mencegah stunting. Mitra dalam kegitan PKM ini adalah Kader PKK Pokja II RW V Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Propinsi Jawa Tengah Metode dilaksanakan melalui ceramah tanya jawab, pendampingan dan evaluasi. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan kader Pokja II, yakni skore rata-rata pretest post-test yang mengalami kenaikan dari semula 67 menjadi 75.Abstract: As of February 2023 stunting in Semarang City was 1340 out of 95057 toddlers (1.41%). PKK Pokja II Cadres is the front guard who plays a role in efforts to prevent stunting and mobilize the community to prevent stunting through adequate preparation of Complementary feeding of the brestfed child. In Gondoriyo Village RW 5. There are mothers who have toddlers who provide Complementary feeding of the brestfed child with a single menu, 4 star menu, Baby Lead Weaning and anti-fat and coconut milk and still make clear soup. This PKM aims to increase the knowledge and skills of cadres regarding the preparation of adequate Complementary feeding of the brestfed child as an effort to prevent stunting. Partners in this PKM are PKK Pokja II RW V Cadres, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City, Central Java Province. Method is carried out through question and answer lectures, mentoring and evaluation. The results showed an increase in the knowledge of Pokja II cadres, namely the pretest posttest average score which increased from 67 to 75.