cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
EDUKASI EKONOMI MAYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN Polikarpus Payong; Ronaldus Don Piran; Yohana Spayolin Sarina Paur; Emiliana Firnalastri; Sesarius Saves
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14565

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan lahan pekarangan untuk usaha tani tanaman hortikultura khususnya tanaman sayur-sayuran di Kelurahan Tenda masih mengalami berbagai kendala karena rendahnya pengetahuan dan tidak ada upaya manajemen lahan pekarangan dari masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas masyarakat untuk usaha tani tanaman sayursayuran pada lahan pekarangan. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Ibu rumah tangga yang ada di Kelurahan Tenda sebanyak 15 orang. Metode kegiatan meliputi studi pendahuluan, penyuluhan, pelatihan teknis, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan yang diukur dari nilai pre-test 14,18 dan post-test 42,27. Hasil uji Wilcoxon Matched-Pairs menujukkan nilai signifikansi (p-value) pre-test dan post-test yaitu 0,003 (<0,05). Artinya, adanya peningkatan pengetahuan mitra dalam manajemen lahan pekarangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa metode yang diterapkan telah berpengaruh secara nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra khususnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk usaha tani tanaman sayuran. Untuk menjaga kelangsungan program ini, maka diharapkan peran pemerintah khususnya penyuluh pertanian lapangan.Abstract: The use of yards for horticultural crops farming, especially vegetables, in Tenda Village is still has various problems due to lack of knowledge and no efforts to manage yards from communities. The purpose of community service is to increase the knowledge, skills and creativity of the community for vegetables farming in their yards. The activity partners were 15 people (housewives) in the Tenda village. The activity methods include preliminary studies, counseling, technical training, monitoring, and evaluation. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge, skills and creativity of the community in the use of their yards as measured by the pre-test score of 14.18 and the post-test of 42.27. The results of the Wilcoxon Matched-Pairs test showed that pre-test and post-test significance value (p-value) of 0.003 (<0.05). This means that there is an increase in partners' knowledge in yard management. Based on the results obtained, it can be concluded that the method had a significant effect on increasing the knowledge and skills of partners, especially the use of yards for vegetables farming. To maintain the continuity of this program, the role of the government, especially agricultural extension workers, is needed.
PELATIHAN KADER POSYANDU REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER REMAJA Kasmawati Kasmawati; Rasmaniar Rasmaniar; Euis Nurlaela; Suriana Koro; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14292

Abstract

Abstrak: Permasalahan gizi pada remaja adalah stunting, wasting, kegemukan/obesitas, Kurang Energi Kronik (KEK), Kekurangan zat gizi mikro, Anemia dan gangguan makan (anoreksia nervosa dan bulimia nervosa). Untuk mengatasi masalah – masalah kesehatan yang terjadi pada remaja, maka diperlukan upaya penanggulangan secara komprehensif yaitu dengan membentuk wadah posyandu remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan pada remaja yang akan menjadi kader Posyandu Remaja. Sasaran utama adalah remaja sebanyak 30 orang. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan tentang pengukuran antropometri meliputi pengukuran status anemia dan risiko KEK pada remaja. Selain itu, sasaran juga diberikan edukasi tentang gizi seimbang bagi remaja dalam bentuk penyuluhan. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan sasaran. Setelah pelatihan sebagian besar (93,3%) pengetahuan kader posyandu remaja tentang gizi seimbang, KEK, obesitas dan anemia setelah pelatihan dalam kategori cukup.Abstract: Nutritional problems in adolescents are stunting, wasting, overweight/obesity, chronic energy deficiency (CED), micronutrient deficiencies, anemia, and eating disorders (anorexia nervosa and bulimia nervosa). A comprehensive management effort is needed to overcome adolescent health problems by forming a youth Posyandu forum. This activity aims to provide skills training to youth who will become Posyandu Youth cadres. The main target is teenagers, as many as 30 people. The activity method of delivering training on anthropometric measurements includes measuring anemia status and the risk of CED in adolescents. In addition, the target is also given education about balanced nutrition for adolescents through counseling. Evaluation of activities using a pre-post test questionnaire to determine the increase in target knowledge. After the training, most of the youth posyandu cadres (93.3%) had a good category about balanced nutrition, KEK, obesity, and anemia.
PROGRAM PENDAMPINGAN STEM PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS RECYCLABLE MATERIALS PADA PEMBELAJARAN IPA Anggun Zuhaida; Muhamad Imaduddin; Arifin Septiyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14603

Abstract

Abstrak: Pembelajaran IPA erat kaitannya dengan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM). Program pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan STEM-Project based Learning (PjBL) berbasis recyclable materials bagi guru IPA, serta meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan STEM-PjBL berbasis recyclable materials. Proses pendampingan ini melibatkan kelompok MGMP IPA MTs di Kabupaten Kudus dengan jumlah 40 guru IPA MTs. Kegiatan pendampingan terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) FGD dengan Calon Guru IPA; (2) Proses desain dan produksi; (3) FGD dengan Kelompok MGMP IPA MTs (kelompok kecil); (4) Proses pendampingan; serta (5) Diseminasi hasil. Peningkatan kompetensi pedagogik guru dapat dilihat dari keterterapan model design thinking dalam proses pembelajaran di kelas. Respon yang diberikan berkaitan dengan kondisi siswa dalam pembelajaran, proyeksi keberlanjutan pembelajaran STEM dari perspektif siswa, kebermakaan pembelajaran STEM yang dilaksanakan terhadap pemahaman sains, kebermaknaan pembelajaran STEM terhadap pemahaman fenomena yang ada di sekitarnya, serta aktivitas STEM sebagai aktivitas yang membutuhkan kolaborasi. Respon menunjukkan 90% guru memiliki respon positif pada masing-masing aspek pernyataan.Abstract: Science learning is closely related to STEM learning. This mentoring program aims to provide STEM-PjBL mentoring based on recyclable materials for science teachers, and improve teachers' pedagogical competence in implementing STEM-PjBL based on recyclable materials. This mentoring process involves the 40 MTs science teachers. The mentoring activity consists of five stages, namely: (1) FGD with prospective science teachers, (2) design and production process, (3) FGD with MGMP IPA MTs (small group), (4) mentoring process, and (5) dissemination of results. The improvement of teachers' pedagogical competence can be seen from the applicability of the design thinking model in the learning process in the classroom. The responses given are related to the condition of students in learning, the projected sustainability of STEM learning from the perspective of students, the meaningfulness of STEM learning implemented towards understanding science, the meaningfulness of STEM learning towards understanding the phenomena around them, and STEM activities as activities that require collaboration. The responses show that 90% of teachers have positive responses to each aspect of the statement.
PENINGKATAN PENDAPATAN MELALUI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DIGITAL MARKETING KELOMPOK WANITA PENGRAJIN BATIK Nur Ika Effendi; Vivi Yosefri Yanti; Risti Afriyani Afriyani; Risni Nelvia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.15116

Abstract

Abstrak: Dampak positif teknologi seperti perubahan tren pemasaran dari konvensional menjadi digital, menyebabkan pelaku usaha UMKM harus mampu memanfaatkan digital marketing dengan bantuan media sosial (Facebook, Instagram) sebagai sarana promosinya. Kelompok wanita pengrajin batik desa Purwo Bakti juga memiliki harapan mampu memanfaatkan secara optimal digital marketing dengan mengusung budaya dan menampilkan ciri khas Purwo Bakti (motif pisang). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan, dan pelatihan pengembangan digital marketing yang dapat diterapkan oleh mitra dalam mengembangkan dan memasarkan batik desa Purwo Bakti secara digital sehingga mitra mampu meningkatkan penjualan, pendapatan keluarga dan perekonomian desa Purwo Bakti nantinya. Pelatihan ini diikuti 10 orang pengrajin batik selaku mitra Setelah diobservasi dan diwawancarai mitra, pelatihan ini berhasil memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan oleh mitra, peningkatan penjualan atau pendapatan setelah pelatihan ini sebesar 10%-20%. Diharapkan pelatihan ini menjadi agenda rutin bagi dinas terkait, sehingga peningkatan penjualan dan pendapatan mitra semakin meningkat.Abstract: The positive impact of technology changes marketing trends from conventional to digital, so MSMEs must utilize digital marketing with the help of social media (Facebook, Instagram) as a means of promotion. The group of batik craftswomen in Purwo Bakti village also have hopes of to make optimal use of digital marketing by carrying culture and displaying Purwo Bakti's characteristics (banana motif). The purpose of this service is to provide knowledge and digital marketing development training by partners in developing and marketing Purwo Bakti village batik digitally so that partners can increase sales, family income, and the economy of Purwo Bakti village later. This training was attended by 10 people as partners. After being observed and interviewed, this training succeeded in providing knowledge by partners, increasing sales or income after this training by 10% -20%. Hopefully that this training will become a routine agenda for the relevant agencies so that partners' sales and income will increase.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI DEMO MASAK MAKANAN PENDAMPING ASI BAGI IRT DAN KADER KESEHATAN Nisrina Oksigendaru Dicha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14123

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, pengetahuan ibu yang kurang, dan status ekonomi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru terlihat pada usia dua tahun. Dari hasil identifikasi masalah diperlukan adanya program kerja sosialisasi dan demo masak makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan dari program kerja ini adalah ibu balita dan kader kesehatan sebagai sasaran dapat memahami terkait stunting dan mampu membuat masakan pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan ini melibatkan mitra sebanyak 20 orang yang terdiri dari petugas puskesmas, ketua RW, ketua RT, dan kader kesehatan Kelurahan Bangkingan, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi terkait stunting yang diisi oleh petugas puskesmas poli gizi dan dilanjutkan dengan demo masak MP-ASI bersama dengan ibu balita dan kader kesehatan. Hasil evaluasi dari program kegiatan ini adalah kehadiran peserta sudah 100%, antusiasme peserta dalam mengikuti acara juga 100% dan pemahaman peserta acara juga sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu target awal adalah (80%) dan setelah acara sosialisasi mencapai (82,5%).Abstract: Stunting is a condition of failure to thrive caused by a lack of nutritional intake, lack of mother's knowledge, and economic status. Stunting can occur from the time the fetus is still in the womb and is only seen at the age of two. From the results of the problem assistance work, it is necessary to have a socialization program and demonstrations on cooking complementary foods for ASI (MP-ASI). The aim of this work program is for mothers of toddlers and health cadres as targets to be able to understand stunting and be able to make complementary foods for ASI (MP-ASI). This activity involved partners, namely puskesmas officers, RW heads, RT heads, health cadres, and mothers of toddlers in Bangkingan Village, Surabaya City. The method used was socialization related to stunting which was filled out by the nutrition polyclinic health center staff and followed by a complementary cooking demonstration with toddler mothers and health cadres. The results of the evaluation of this activity program are that the attendance of the participants is 100%, the enthusiasm of the participants in participating in the event is also 100% and the understanding of the event participants has also reached an indicator of success, namely the initial target was (80%) and after the socialization event it reached (82.5%).
CEGAH DBD MELALUI GERAKAN MASYARAKAT SADAR LINGKUNGAN DAN GERAKAN MANDIRI PEMANTAUAN JENTIK Sani Eka Wiranti; Endang Dwiyanti; Julia Rohmatun Nazila; Armaniel Ababil; Danta Azza Cahya Wirawan; Firda Amelia Nur Fuaidah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14884

Abstract

Abstrak: DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan laporan Puskesmas Bojonegoro, pada tahun 2021 hingga awal 2022 terdapat 13 kasus DBD pada Desa Sukorejo (5 orang meninggal dunia). Salah satu program pemerintah untuk menanggulangi tingginya kasus DBD adalah melalui program PSN dan 3M Plus. Untuk mendukung program tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu GEMA DARLING (Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan) dan GEMA PETIK (Gerakan Satu Mandiri Pemantauan Jentik) yang bertujuan untuk mengajak masyarakat turut serta menekan jumlah kasus DBD di tingkat desa. Kegiatan ini dilakukan pada 20 orang yang tergabung dalam kelompok dasawisma Desa Sukorejo. Berdasarkan lembar presensi, 80% peserta telah mengikuti kegiatan GEMA DARLING, sedangkan berdasarkan observasi, 40% peserta aktif melakukan tanya jawab dan 60% peserta telah mempraktikkan penanaman tanaman kayu putih sebagai tanaman anti nyamuk. Berdasarkan observasi pada kegiatan GEMA PETIK, 60% rumah telah memiliki satu rumah satu jumantik, 60% jumantik dapat mempraktikkan pemantauan jentik secara berkala, dan 40% kader penanggungjawab dapat mempraktikkan monitoring jentik.Abstract: DHF is an infectious disease caused by the Dengue virus through the Aedes aegypti mosquito. Based on the Bojonegoro Health Center report, in 2021 to early 2022 there were 13 cases of DHF in Sukorejo Village (5 people died). One of the government programs to tackle the high number of dengue cases is through the PSN and 3M Plus programs. To support this program, community service activities are carried out, namely GEMA DARLING (Environmental Awareness Community Movement) and GEMA PETIK (One Independent Movement for Monitoring Larvae) which aim to invite the community to participate and reduce the number of DHF cases at the village level. This activity was carried out with 20 people who are members of the dasawisma group in Sukorejo Village. Based on the attendance sheet, 80% of the participants had participated in the GEMA DARLING activity, while based on observations, 40% of the participants were active in conducting questions and answers and 60% of the participants had practiced planting eucalyptus as an anti-mosquito plant. Based on observations on GEMA PETIK activities, 60% of households already have one jumantik house, 60% of jumantik can practice periodic larva monitoring, and 40% of responsible cadres can practice larva monitoring.
PELATIHAN PEMANFAATAN KUIS INTERAKTIF ONLINE BAGI GURU SMP MATA PELAJARAN MATEMATIKA Novan Alkaf Bahraini Saputra; Mitra Pramita; Nuruddin Wiranda; Jamaludin Jamaludin; Esty Hairina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14298

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini dinilai sangat cepat dimana revolusi industri sudah berada pada fase 5.0. Sehingga mengharuskan guru untuk terus meningkatkan kecakapan penggunaan teknologi digital agar tidak tertinggal. Diperlukan pelatihan dan pendampingan berkaitan peningkatan kemampuan guru dalam menguasai media berbasis teknologi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melatih para guru yang tergabung dengan instansi mitra untuk dapat membuat kuis interaktif online menggunakan Quizizz. Quizizz dipilih karena memiliki kelebihan seperti kemudahan akses, kemudahaan penggunaan serta dapat meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu berupa survey, pelatihan, dan evaluasi. Mitra dari kegiatan ini yaitu MGMP Matematika SMP Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Program kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan peserta. Peserta terdiri dari 34 orang yang berasal dari 9 kecamatan berbeda. Hasil evaluasi menggunakan angket dari kegiatan ini yaitu 97% peserta dapat membuat media evaluasi digital menggunakan Quizizz berdasarkan mata pelajaran yang diampu. Selain itu terjadi peningkatan kecakapan penggunaan Quizizz sebesar 91.8%. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat dimenjadi pemantik para peserta untuk terus meningkatkan penguasaan teknologi yang diintegrasikan dalam pelajaran.Abstract: Technology development today is considered very fast, and the industrial revolution is already in phase 5.0. So it requires teachers to continue improving their digital technology skills so as not to be left behind. Training and mentoring are needed to improve teachers' ability to master technology-based media. The purpose of this community service activity is to train teachers who are members of partner agencies to be able to create online interactive quizzes using Quizizz. Quizizz was chosen because it has advantages such as ease of access and ease of use and can increase student interest and participation in learning. The community service methods carried out include surveys, training, and evaluation. The partner of this activity is the Junior High School Mathematics MGMP Tabalong Regency, South Kalimantan Province. The activity program is prepared based on the needs of participants. Participants consisted of 34 people from 9 different sub-districts. The evaluation results using a questionnaire form show that 97% of participants can create digital evaluation media using Quizizz based on the subjects they teach. In addition, there was an increase in Quizizz proficiency by 91.8%. It is hoped that the results of this activity can trigger participants to continue to improve their mastery of technology integrated into lessons.
INVENTARISASI POTENSI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI JAWA BARAT Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Nyai Kartika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14467

Abstract

Abstrak: Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) menjadi kata kunci yang dapat digunakan untuk mengukur pemajuan kebudayaan. Hal tersebut secara tegas dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan demikian, pemajuan kebudayaan suatu daerah pada kabupaten, kota, provinsi, atau pada wilayah administratif lainnya yang berada di bawah kabupaten dan kota, baik itu kecamatan, desa atau kelurahan, dapat diukur atau didekati dari profil OPK yang dimilikinya, termasuk jenis aktivitas pemajuan kebudayaan yang dimilikinya, baik itu berkenaan dengan pelestarian, pengembangan, pemanfaatan maupun pembinaan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk inventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan di Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Metode dilakukan mulai tahap persiapan, inventarisasi kemudian dilakukan pendokumentasian, dan evaluasi atas kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Mitra kegiatan ini adalah Desa Cimekar. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini adalah orang-orang yang tergabung di dalam sanggar kesenian, orang-orang yang perduli pada OPK di daerahnya. Hasil dari kegiatan inventarisasi tersebut tidak saja memberi penjelasan tentang kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan Desa Cimekar, tetapi yang jauh lebih penting dari itu, mampu mendorong tampilnya Desa Cimekar sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan, tidak hanya di Kecamatan Cileunyi akan tetapi juga pada tingkat Kabupaten dan Provinsi. Peluang ini cukup terbuka luas bila mengingat kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan yang dimiliki Kecamatan Cimekar. Dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, Desa Cimekar memiliki kekayaan berupa delapan Objek Pemajuan Kebudayaan ditambah dengan cagar budaya.Abstract: The Object for the Advancement of Culture (OPK) is a keyword that can be used to measure the advancement of culture. This is explicitly explained in Law number 5 of 2017 concerning the Advancement of Culture. Thus, the promotion of the culture of an area in the district, city, province, or in other administrative areas that are under the regency and city, be it sub-districts, villages or sub-districts, can be measured or approached from the OPK profile they have, including the types of cultural promotion activities. owned, both with regard to preservation, development, utilization and development. This Community Service aims to inventory objects for the Advancement of Culture in Cimekar Village, Cileunyi District, Bandung Regency. The method is carried out from the preparation and inventory stages. The partner of this activity is Cimekar Village. The results of the inventory activity not only provides an explanation of the wealth of Cimekar Village Culture Advancement Objects, but far more important than that, it is able to encourage the appearance of Cimekar Village as a Cultural Advancement Village, not only in Cileunyi District but also at the District and Provincial levels. This opportunity is quite wide open when considering the wealth of Cultural Advancement Objects owned by the Cimekar District. Of the 10 objects for the promotion of culture, Cimekar Village has wealth in the form of eight objects for the promotion of culture plus cultural heritage.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KESEHATAN HIDUNG Rizka Fakhriani; Fadli Robby Amsriza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14463

Abstract

Abstrak: Polusi, debu, rokok, virus, dan bakteri adalah beberapa bahaya lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan hidung. Sejak pandemi, cuci hidung menjadi lebih diperhatikan. Cuci hidung adalah prosedur mudah yang dapat dilakukan sehari-hari. Meskipun begitu, di Indonesia, kegiatan cuci hidung masih cenderung awam dan jarang dilakukan. Masyarakat masih banyak yang belum memahami praktik cuci hidung, sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara langsung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Padukuhan Gejayan dengan tindakan cuci hidung yang dapat mengatasi berbagai masalah hidung seperti alergi, sinusitis, rhinitis dan ISPA. Kegiatan ini diikuti oleh 40 anggota PKK Padukuhan Gejayan dan diselenggarakan dengan metode penyuluhan berupa pemaparan materi dan praktik cuci hidung. Antusiasme masyarakat dan hasil akhir dari pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan dari 8.05 menjadi 9.125.Abstract: Environmental dangers that might harm nasal health are pollution, dust, cigarettes, viruses, and germs. Since the pandemic, nasal irrigation has been given more attention. Nasal irrigation is a simple and easy technique that can be used in daily life. However, in Indonesia, nasal irrigation is rarely practiced. Many people still do not understand the practice of nasal irrigation, so it is necessary to do direct dissemination. The purpose of this program is to empower the community of Padukuhan Gejayan with nasal wash actions that can solve various nasal problems such as allergies, sinusitis, rhinitis and upper respiratory tract infections. This program was attended by 40 members of the PKK Padukuhan Gejayan. It was held with a counseling method through presentation and nasal irrigation practice. This program received a good response from the community, as evidenced by the community's enthusiasm and the final results of the pre-test and post-test, which showed an increase from 8.05 to 9.125.
PENYULUHAN PERAWATAN KULIT LANSIA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PANTI SOSIAL Amanda Gracia Manuputty; Alessandra Saija; Is Ikhsan Hataul; Juan Felix Pangestu; Zechania Maelissa; Tiffani Wafi Idlal; Etrin Z E S Linggar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14873

Abstract

Abstrak: Penuaan menyebabkan kerusakan organ, termasuk kulit, menyebabkan berbagai masalah kesehatan di usia tua. Xerosis merupakan masalah yang sering terjadi, dimana prevalensinya berkisar 29% hingga 85%. Penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan di era pandemi COVID-19 sangat penting, namun hal ini merupakan penyebab umum terjadinya xerosis dan iritasi terutama pada populasi lansia. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kelainan kulit lansia pada masa pandemi COVID-19 melalui penyuluhan Perawatan Kulit Lansia di Masa Pandemi COVID-19. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah persiapan dengan melakukan koordinasi dengan Panti Sosial Tresna Werdha. Pelaksanaan penyuluhan dengan memberikan materi tentang cara perawatan kulit pada lansia yang didampingi tim pengabdi dan mahasiswa. Peserta kegiatan terdiri dari komunitas Panti Sosial Tresna Werdha yang berjumlah 33 peserta Hasil evaluasi menggunakan prepost test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan. Pretest menunjukkan bahwa hanya 59% peserta yang mengetahui cara perawatan kulit pada lansia. Postest menunjukkan terjadi peningkatan sebanyak 85% setelah diberikan materi.Abstract: The aging process causes a decrease in organ function, including the skin, and causes various health problems in elderly. Pruritus is a complaint that is often found in old age. Xerosis is a common problem, with prevalence ranging from 29% to 85%. The use of hand sanitizers and washing hands in the era of the Covid-19 pandemic is of great importance and is therefore a common cause of dryness and inflammation in elderly patients. The purpose of this consultation is to overcome the problems related to skin diseases in the elderly during the Covid-19 pandemic.This can be achieved through advice on skin care for the elderly during the Covid-19 pandemic. The implementation phase of this community service is being prepared in coordination with the Tresna Werdha Social Institution. Provided materials on skin care for the elderly, accompanied by a team of volunteers and students to conduct consultations. The activity consisted of the Tresna Werdha, Social Institution community, totaling 33 participants. The evaluation results used a prepost test which showed an increase in knowledge. The pretest showed that only 59% of the participants knew how to care for their skin in the elderly. Posttest showed an increase of 85% after being given the material.