cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PEMBERDAYAAN KADER SERTA EDUKASI KEPADA IBU HAMIL DAN IBU BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI JAWA BARAT Riswandy Wasir; Lusyta Puri Ardhiyanti; Marina Ery Setiyawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17146

Abstract

Abstrak: Angka stunting pada balita di wilayah Puskesmas Tugu, Kota Depok, menjadi keprihatinan karena dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan anak. Dalam upaya mengatasi ini, kami bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada ibu hamil, ibu balita, dan kader terkait pencegahan stunting. Kami bermaksud meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait stunting melalui pendekatan edukasi. Dengan kerja sama antara Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, kami melaksanakan kegiatan penyuluhan yang melibatkan 35 peserta dari berbagai kelompok termasuk kader, ibu hamil, dan ibu balita. Materi disampaikan melalui ceramah, dibantu dengan distribusi leaflet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta melalui monitoring perubahan perilaku. Peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30% setelah mengikuti edukasi. Diagram perbandingan pre-test dan post-test menggambarkan peningkatan ini. Pendekatan edukasi berhasil membantu mereka memahami stunting dan praktik gizi. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar lancarnya kegiatan, tetapi juga peningkatan nyata dalam pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait stunting dan perawatan anak.Abstract: The prevalence of stunting among toddlers in the working area of Tugu Primary Health Center, Depok City, raises concerns due to its long-term impact on children's growth. In an effort to address this issue, our aim is to provide better understanding to pregnant women, mothers of toddlers, and community health workers (cadres) regarding stunting prevention. We intend to enhance awareness and knowledge within the community about stunting through educational approaches. Collaborating between faculty members and students from the Public Health Department, we conducted educational sessions involving 35 participants from diverse groups. The material was conveyed through lectures, supported by leaflet distribution. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure knowledge improvement, alongside behavior monitoring. Participants demonstrated an average knowledge increase of 30% after attending the education. A comparative diagram of pre-test and post-test results illustrates this improvement. The educational approach successfully facilitated understanding of stunting and nutritional practices. The achievement is not only reflected in the smooth implementation of activities but also in the substantial enhancement of knowledge and understanding within the community regarding stunting and child care.
PELATIHAN HARD SKILL TEKNIK TATA UDARA UNTUK MENINGKATKAN PEMUDA KARANG TARUNA Ahmad Zayadi; Cahyono Heri Prasetyo; Masyhudi Masyhudi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16450

Abstract

Abstrak: Pasca Pandemi COVID-19, pergerakan ekonomi sudah mulai lancar. Masih banyak lulusan SMU/SMK belum memperoleh pekerjaan akibat dampak pandemic yang terjadi hampir di seluruh dunia. Pelatihan ini bertujuan agar lulusan SMU/SMK dapat memahami dan menguasai teknik sistem pendingin atau sistem tata udara khususnya AC Split. Kegiatan dilakukan tanggal 15 Juni 2022 di Laboratorium Fakultas Teknik dan Sains, jalan Bambu Kuning, Jakarta Selatan. Peserta pelatihan sebanyak 10 orang yang berasal dari warga masyarakat di sekitar Kampus Universitas Nasional dengan instruktur dosen FTS sebanyak 2 orang. Metode yang digunakan meliputi teori dan praktek. Tingkat keberhasilan kegiatan ini sebesar 85 % yang merupakan penilaian dari para peserta latihan. Sementara evaluasi keberhasilan pelatihan dengan metode pra test dan post-test menunjukkan tingkat pengetahuan Hard Skill peserta meningkat dari 56 % menjadi 73 %.Abstract: After the COVID-19 Pandemic, the economic movement has started to run smoothly. There are still many high school/vocational high school graduates who have not found work due to the impact of the pandemic that has occurred almost all over the world. This training aims to enable high school/vocational high school graduates to understand and master the techniques of cooling systems or air conditioning systems, especially split air conditioners. The activity was carried out on June 15, 2022, at the Laboratory of the Faculty of Engineering and Science, Jalan Bambu Kuning, South Jakarta. Ten training participants came from the community around the National University Campus with 2 FTS instructor instructors. The method used includes theory and practice. The success rate of this activity is 85% which is the assessment of the training participants. At the same time, the training evaluation showed that the participants' Hard Skill knowledge level increased from 56% to 73%.
PELATIHAN KETERAMPILAN HYPNOPARENTING IBU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PRASEKOLAH PADA ERA DIGITAL Esme Anggeriyane; Mahfuzhah Deswita Puteri; Akhmad Jazuli; Anida Maghfirah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15428

Abstract

Abstrak: Masa Prasekolah merupakan masa yang akan dilewati setiap anak. Berbagai faktor internal dan eksternal anak di era digital dapat mempengaruhi terjadinya resiko penyimpangan perilaku yang dapat terjadi pada anak seperti masalah mental emosional. Hypnoparenting merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan oleh seorang ibu dengan memberikan sugesti positif dalam menghadapi masa tumbuh kembang anak sehingga terbentuk karakter positif kepada anak. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pelatihan keterampilan Hypnoparenting kepada Ibu dalam upaya membentuk karakter anak prasekolah pada era digital. Sasaran kegiatan ini diberikan kepada 20 ibu yang memiliki anak usia prasekolah di TK Ar Raudah Banjarmasin. Metode yang akan digunakan dengan ceramah, demontrasi dari tim pengabdi dan diakhiri dengan evaluasi posttest dengan mempraktikan keterampilan hypnoparenting oleh masing-masing ibu menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) teknik hypnoparenting. Evaluasi keterampilan ibu dalam melakukan hypnoparenting dikategorikan menjadi 3 yaitu baik, cukup dan kurang yang dinilai berdasarkan form penilaian pada komponen komunikasi, tahapan hypnoparenting dan sikap. Pelaksanaan kegiatan evaluasi dibantu oleh masing-masing fasilitator dan pemberian feedback dari keterampilan yang dipraktikan peserta. Antusiasme ibu dan evaluasi akhir keterampilan terbanyak berada pada kategori baik (100%). Abstract: Preschool period is a period that will be passed by every child. Various internal and external factors for children in the digital era can influence the risk of behavioral deviations that can be occur, such as emotional mental problems. Hypnoparenting is one of the interventions that can be given by a mother by giving positive suggestions in dealing with the child's growth and development period so that a positive character is formed in the child. The purpose of this activity was to provide hypnoparenting skills training to mothers in an effort to shape the character of preschoolers in the digital era. The target of this activity was given to 20 mothers who have preschool-aged children at the Ar Raudah Kindergarten, Banjarmasin. The method to be used is lectures, demonstrations from the team and ends with a posttest evaluation by practicing hypnoparenting skills by each mother using the Standard Operating Procedure of hypnoparenting technique. Evaluation of the mother's skills in doing hypnoparenting was categorized into 3, namely good, sufficient and insufficient which were assessed based on the assessment form on the communication component, hypnoparenting stages and attitudes. The implementation of the evaluation activities was assisted by each facilitator and provided feedback on the skills practiced by the participants. Mother's enthusiasm and the final skills evaluation were mostly in the good category (100%).
PEMBEKALAN SISTEM PEMBAYARAN NON-TUNAI UNTUK PENGUSAHA MUDA UMKM Huda Aulia Rahman; Lucia Ari Diyani; Chita Oktapriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16781

Abstract

Abstrak: Pembayaran non-tunai dianggap lebih efisien dan ekonomis. Pembayaran non-tunai ini dilakukan tidak dengan bentuk uang selaku alat pembayaran namun bisa dengan cara transfer antar bank/intra bank, menggunakan kartu baik debit maupun kredit, serta metode pembayaran modern lainnya seperti e-money, aplikasi berupa Ovo, Gopay, dan sebagainya. Pentingnya pelatihan dan edukasi mengenai penggunaan sistem pembayaran non-tunai mendorong tim Universitas Bina Insani untuk membekali para pelaku UMKM di Desa Jatireja, Cikarang, Kabupaten Bekasi, tujuannya adalah untuk membuat mereka beralih dari transaksi tunai ke non-tunai. Pelatihan berupa workshop ini diberikan kepada 32 praktisi muda UMKM agar kedepannya transaksi non-tunai menjadi kebiasaan dan budaya bagi mereka. Pelatihan sistem pembayaran non-tunai kepada pelaku UMKM di Desa Jatireja, Cikarang, Kabupaten Bekasi telah sukses dan mencapai target karena meningkatkan pemahaman, minat, dan kesadaran para pelaku usaha sebesar 36% untuk lebih memaksimalkan sistem pembayaran non-tunai alih-alih pembayaran tunai. Akan tetapi, belum seluruhnya pelaku usaha akan menerapkan transaksi non-tunai dalam waktu dekat dengan berbagai alasan yang diantaranya belum siap dan belum menganggap penting sistem pembayaran non-tunai.Abstract: Non-cash payments are considered more efficient and economical. This non-cash payment is made not in the form of money as a means of payment but can be done by means of inter-bank/intra-bank transfers, using both debit and credit cards, as well as other modern payment methods such as e-money, applications in the form of Ovo, Gopay, and so on. The importance of training and education regarding the use of non-cash payment systems has encouraged the Bina Insani University team to equip MSMEs in Jatireja Village, Cikarang, Bekasi Regency. This training was given to 32 young MSME practitioners so that later non-cash transactions would become a habit and culture for them. Training on non-cash payment systems for MSMEs in Jatireja Village, Cikarang, Bekasi Regency has been successful and achieved the target because it increased the understanding, interest and awareness of business actors to maximize non-cash payment systems instead of cash payments. However, not all business actors will implement non-cash transactions in the near future for various reasons, including not being ready and not yet considering the importance of the non-cash payment system.
PEMBERDAYAAN KADER DAN ORANG TUA MELALUI EDUKASI SERTA PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sarliana Sarliana; Hastuti Usman; Yuli Admasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16593

Abstract

Abstrak: Salah satu gangguan dalam pertumbuhan anak adalah stunting. Keterbatasan tenaga kesehatan menyebabkan daya cakup pelayanan kesehatan khususnya dalam penanganan stunting masih belum optimal. Jumlah kasus stunting terbanyak di Sulawesi Tengah terjadi di Kabupaten Donggala mencapai 6977 balita. Dibutuhkan optimalisasi pengetahuan dan ketrampilan kader untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kader dan orang tua dalam melakukan DDTK di Desa Guntarano sebagai salah satu desa lokus stunting dan daerah binaan Poltekkes Kemenkes Palu. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pemerintah dan bidan Desa Guntarano. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa dan Posyandu Desa Guntarano pada tanggal 17-18 April 2023 yang diikuti oleh 31 peserta terdiri dari kader dan orang tua balita. Metode pengabdian berupa ceramah, demonstrasi dan praktik langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian ketrampilan DDTK menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil evaluasi menunjukan bahwa 74% peserta memiliki ketrampilan baik setelah dilakukan pengabdian.Abstract: One of the disturbances in children's growth is stunting. The limited number of health workers means that the coverage of health services, especially in treating stunting, is still not optimal. The highest number of stunting cases in Central Sulawesi occurred in Donggala Regency reaching 6977 toddlers. Optimization of the knowledge and skills of cadres is needed to carry out early detection of growth and development (DDTK) for toddlers. This service activity aims to improve the skills of cadres and parents in conducting DDTK in Guntarano Village as one of the stunting locus villages and the assisted areas of the Health Ministry Polytechnic of Palu. The community service partners are the government and the Guntarano village midwife. This activity was carried out at the Guntarano Village Hall and Posyandu on 17-18 April 2023 which was attended by 31 participants consisting of cadres and parents of toddlers. Methods of devotion in the form of lectures, demonstrations, and direct practice. Evaluation of activities is carried out by assessing DDTK skills using the Developmental Pre Screening Questionnaire (KPSP). The evaluation results showed that 74% of participants had good skills after serving.
PELATIHAN DAN EDUKASI LITERASI KEUANGAN UNTUK ANAK-ANAK PANTI ASUHAN Wahdan Arum Inawati; Ruri Octari Dinata; Hilda Salman Said; Hanif Azhar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16133

Abstract

Abstrak: Yayasan Griya Sodaqo Indonesia merupakan salah satu yayasan yang ada di Provinsi Jawa Barat. Yayasan ini menaungi beberapa panti asuhan, sehingga anak-anak yatim di dalamnya dapat menjadi masyarakat mitra sasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Istana Yatim Daarul Adzkar Kota Bandung denga mitra sasar sejumlah 23 orang. Belum banyak anak-anak yang memiliki kemampuan dan keyakinan mengenai literasi keuangan sehingga menjadi peluang dalam mengadakan pengabdian masyarakat di bidang ini. Literasi keuangan memiliki tujuan jangka panjang yakni menambah wawasan dan kemampuan literasi anak-anak dan meningkatkan kesadaran mereka mengenai kehadiran lembaga keuangan yang ada di masyarakat. Pelatihan mengenai literasi keuangan diperlukan agar anak-anak yatim memiliki pengetahuan yang memadai mengenai literasi keuangan. Tingkat keberhasilan kegiatan ini diukur dengan mengevaluasi hasil kuesioner, pre dan post test, jika mencapai di atas 50% maka kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan, bahwa jumlah peserta yang menjawab dengan benar pada saat post test semakin sedikit dibandingkan dengan pre test. Selain itu, tingkat kepuasan dari peserta sasar mencapai 90.59%.Abstract: The Griya Sodaqo Indonesia Foundation is one of the foundations in West Java Province. This foundation houses several orphanages, so that orphans in them can become target partner communities. This community service activity was carried out at the Daarul Adzkar Orphan Palace in Bandung City with 23 target partners. Not many children have the ability and confidence regarding financial literacy so that it becomes an opportunity to hold community service in this field. Financial literacy has a long-term goal, which is to increase children's knowledge and literacy skills and increase their awareness of the presence of financial institutions in society. Training on financial literacy is needed so that orphans have adequate knowledge about financial literacy. The success rate of this activity is measured by evaluating the results of the questionnaire, pre and posttest, if it reaches above 50% then this community service activity can be said to be successful. Based on the results of the community service activities that have been carried out, that the number of participants who answered correctly during the post test was less than the pretest. In addition, the satisfaction level of the target participants reached 90.59%.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR MELALUI KEGIATAN E-LEARNING Dwi Agustina; Dewi Anggraini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17400

Abstract

Abstrak: Organizational Citizenship Behavior (OCB) atau perilaku ekstra peran merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh organisasi agar dapat bersaing dengan para pesaingnya. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan adalah masih minimnya perilaku mengenai OCB yang ditunjukkan oleh karyawan. Sehingga hal ini membutuhkan suatu kegiatan yang dapat membantu karyawan mengenal mengenai OCB. Tahapan asesmen yang dilakukan untuk melihat Organizational Citizenship Behavior pada karyawan Human Resources Department PT.X Palembang adalah observasi, survey, dan wawancara. Metode E-Learning menjadi bentuk intervensi yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang dapat membantu mereka memberikan kontribusi yang lebih baik untuk organisasi. Sasaran utama kegiatan ini adalah karyawan Human Resources Department PT. X Palembang dan sebanyak 8 karyawan telah berpartisipasi dalam kegiatan E-Learning. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahap, yaitu asesmen (observasi, survey dan wawancara) secara luring, intervensi yaitu penyampaian materi e-learning dan tahap evaluasi yang dilaksanakan secara daring. Untuk menilai keberhasilan dari kegiatan E-Learning, diadakan kegiatan Post-Test tanpa memberikan Pre-Test terlebih dahulu dengan tujuan mengukur sejauh mana karyawan dapat memahami materi yang telah dibagikan. Kegiatan E-Learning memperoleh hasil yang baik yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan karyawan mengenai OCB, hal ini dilihat dari nilai rata-rata Post-Test yaitu sebesar 8,75 dari 10 poin.Abstract: Organizational Citizenship Behavior (OCB) or extra role behavior is something needed by organizations in order to compete with their competitors. However, the reality that occurs in the field is that there is still a lack of behavior regarding OCB shown by employees. So this requires an activity that can help employees learn about OCB. The assessment stage carried out to see the Organizational Citizenship Behavior in employees of the Human Resources Department of PT. X Palembang is observation, survey, and interview. The E-Learning method is a form of intervention carried out with the aim of increasing employee knowledge about Organizational Citizenship Behavior (OCB) which can help them make a better contribution to the organization. The main target of this activity is employees of the Human Resources Department of PT. X Palembang and as many as 8 employees have participated in E-Learning activities. The implementation of activities consists of three stages: offline assessment (observation, survey, and interview), e-learning material delivery, and online evaluation. To assess the success of E-Learning activities, Post-Test activities are held without providing Pre-Test first with the aim of measuring the extent to which employees can understand the material that has been shared. E-Learning activities obtained good results, namely an increase in employee knowledge about OCB, this can be seen from the average Post-Test score of 8.75 out of 10 points.  
SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN DAN INVESTASI BAGI GEN Z Fajra Octrina; Nora Amelda Rizal; Astrie Krisnawati; Ratih Hendayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16751

Abstract

Abstrak: Sebagai generasi internet, sudah seharusnya Generasi Z memiliki pengetahuan tentang literasi keuangan dan investasi, dengan begitu mereka akan mampu membuat keputusan keuangan yang baik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan literasi keuangan dan investasi bagi Generasi Z. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta pengisian kuesiner. Peserta kegiatan merupakan siswa SMK di daerah Sumedang Jawa Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh hasil bahwa masih banyak siswa yang belum pernah mngetahui atau mencari tahu tentang literasi keuangan, dan investasi. Secara keseluruhan sosialisasi ini telah meningkatkan pengetahuan peserta dan 65.38% peserta merasa pengetahuanya sangat bertambah.Abstract: As the internet generation, Generation Z should have knowledge about financial literacy and investment, so they will be able to make good financial decisions. This Community Service activity aims to socialize financial and investment literacy for Generation Z. The training is carried out using the socialization method, followed by discussion and question and answer as well as filling out a questionnaire. The activity participants were SMK students in the Sumedang area, with 26 participants. Based on the results of the questionnaire, it was found that there were still many students who had never known or found out about financial literacy and investment. Overall this socialization has increased the participants' knowledge and 65.38% of the participants felt that their knowledge had greatly increased. 
PENDAMPINGAN PENGUKURAN LOKASI PRAKTIKUM LAPANGAN DAN UJI NONSERTIFIKAS BAGI MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL Kasmir Gon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15860

Abstract

Abstrak: Sarjana teknik sipil yang merupakan produk perguruan tinggi dituntut agar mampu bersaing saat memasuki dunia kerja, mengingat jumlah lulusan tidak selalu berbanding lurus dengan kebutuhan. Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik sipil Unika Santu Paulus Ruteng, dosen pengampu mata kuliah pengukuran dan pemetaan melaksanakan pendampingan pengukuran menggunakan GPS lokasi praktikum lapangan Program Studi Agronomi dan Peternakan Unika Santu Paulus Ruteng di Watu Alo Kabupaten Manggarai sekaligus melakukan uji kompetensi nonsertifikasi bagi 20 orang mahasiswa, dengan tujuan menambah jumlah mahasiswa teknik sipil yang kompeten di bidang pengukuran dan pemetaan lahan sesuai peruntukannya. Metode yang dipergunakan adalah pelatihan pengukuran menggunakan GPS, pelaksanaan PkM, laporan dan persetujuan hasil pemetaan lahan, dan penilaian peserta PkM, dengan indikator: berhasil, jika nilai rata-rata ≥ 70, dan jika < 70 dinyatakan tidak berhasil. Dari 20 orang peserta/mitra PkM, 15 dinyatakan berhasil, sedangkan 5 orang tidak berhasil, sehingga tujuan PkM tercapai karena berhasil menambah 15 orang mahasiswa teknik sipil kompeten nonsertifikasi pada bidang pengukuran dan pemetaan dari kondisi sebelumnya.Abstract: Bachelor of civil engineering which is a university product is required to be able to compete when entering the world of construction work. To increase the competence of civil engineering students, lecturer in the measurement and mapping course carry out measurement assistance using GPS field practicum locations in Watu Alo, Manggarai Regency for 20 students, with the aim of increasing the number of civil engineering students who are competent in the field of measuring and mapping job. The method used is GPS measurement training, PkM implementation, reports and approval of land mapping results, and PkM participant assessments, with indicators: successful, if the average value is ≥ 70, and if < 70 it is declared unsuccessful. The 20 PkM participants/partners, 15 were declared successful, while 5 people were not successful, so the PkM goal was achieved because it succeeded in adding 15 non-certified competent civil engineering students in the field of measurement and mapping job from the previous condition of zero.
BERKEBUN SEBAGAI TERAPI MENURUNKAN STRES LANJUT USIA Kartinah Kartinah; Agus Sudaryanto; Rizka Endrayani; Galuh Restuti; Supratman Supratman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17506

Abstract

Abstrak: Masalah psikologis adalah masalah yang paling sering dialami lanjut usia. Menjadi tua akan mengalami banyak kemunduran secara fisik, biologis, mental, social, dan spiritual. Kasus lansia mengalami sakit atau menderita penyakit, mengalami stress, cemas dan depresi adalah beberapa masalah yang dialami lansia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan, mengajak, dan merangsang lansia melakukan aktifitas berkebun sebagai bentuk terapi komplementer yang bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah yang dirasakan dan dialami lansia selama tinggal di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda. Metode pengabdian menggunakan pendekatan aktifitas kelompok bersama, yaitu berkebun (field group activity with gardening). Mitra pengabdian adalah Wisma Jolotundo Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda Sleman Yogyakarta. Jumlah lansia yang terlibat sebanyak 17 orang. Alat evaluasi untuk mengukur tingkat stress menggunakan angket Stress Scale, 14 item dengan menggunakan skala Likert 4 tingkat. Hasil aktifitas berkebun bersama mitra menunjukkan penurunan tingkat stress. Lansia yang mengalami stress berat menurun 8%, stress sedang dan stress berat menurun 5%. Tim pengabdi merekomendasikan berkebun sebagai agenda tetap di Balai, menjadikan varitas tanaman dijadikan warung hidup, perlunya diversifikasi tanaman untuk memperkaya kebun yang dikelola. Abstract: Psychological problems are the most common problems experienced by the elderly. Growing old suffers many physically, biologically, mentally, socially, and spiritually. Cases of the elderly experiencing illness or suffering from illness, experiencing stress, anxiety and depression are some of the problems experienced by the elderly. The purpose of this community service is to introduce, invite, and stimulate the elderly to do gardening activities as a form of complementary therapy that will be useful to overcome the problems felt and experienced by the elderly while living at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda. The service method uses a group activity approach, namely gardening. The partner is Wisma Jolotundo Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda Sleman Yogyakarta. Evaluation tool to measure stress levels using the Stress Scale questionnaire, 14 items using the 4-Likert scale. The results of gardening activities showed a decrease in stress levels. Seniors who experienced severe stress decreased by 8%, moderate and severe stress decreased by 5%. The team recommends gardening as a fixed agenda in the Balai, making plant varieties into living stalls, the need for plant diversification to enrich the managed gardens.