cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS BAGI SISWA SMA DAN SMK MELALUI PROGRAM “MENGABDI PADAMU NEGERI”
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9378

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 telah menimbulkan berbagai tantangan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris yang berdampak pada menurunnya motivasi siswa. Kegiatan pelatihan bahasa Inggris secara daring memberikan wadah bagi siswa SMA dan SMK untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta menumbuhkan motivasi dan nilai-nilai positif dalam diri mereka. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Google Classroom. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMA dan SMK kelas XII dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bali dan provinsi lain. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan adalah 67 orang yang dibagi ke dalam empat kelas sesuai dengan kemampuan bahasa Inggris mereka. Sebagai bentuk evaluasi, peserta diminta mengisi google form refleksi diri untuk menyampaikan kesan dan pesan mereka setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil refleksi diri, dapat disimpulkan bahwa 99,1% peserta mengalami peningkatan motivasi belajar bahasa Inggris. Selain itu, peserta mendapatkan berbagai hal positif dari kegiatan pelatihan antara lain keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, rasa percaya diri dalam mengungkapkan pendapat, serta wawasan yang semakin luas.Abstract: The Covid-19 pandemic has caused various challenges in the English learning process, impacting student motivation. Online English language training provides a platform for high school and vocational high school students to improve their English skills and foster motivation and positive values in themselves. The training was conducted online through the Zoom application and Google Classroom. Partners of this community service are the grade 12 students of high schools and vocational high schools from various districts and cities in Bali Province and other provinces. The number of participants who participated in the training was 67 people. The participants were divided into four classes according to their English language levels. As a form of evaluation, participants were asked to fill out a self-reflection form to convey their impressions and suggestions after attending the training. Based on the results of self-reflection, it can be concluded that 99.1% of participants experienced an increase in their motivation to learn English. In addition, participants received various positive things from the training activities, including communication skills in English, confidence in expressing opinions, as well as broader insights.
PELATIHAN KEPEMIMPINAN PELAYANAN PUBLIK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SUKABUMI Asep Hikmat; Munandi Saleh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17058

Abstract

Abstrak: Pelatihan kepemimpinan pengawas, merupakan jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh kepala bagian dan kepala seksi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi, yaitu kurang up to date nya informasi mengenai isu-isu strategis kepemimpinan pelayanan publik, kurangnya pemahaman mengenai model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan, kurang pahamnya penerapan kepemimpinan yang melayani (servant leadership), serta kurangnya strategi dalam menghadapi tantangan kepemimpinan kini dan masa depan.. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman softskill Kabag dan Kasie di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan yang dilaksanakan secara offline di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sukabumi dengan peserta sebanyak 40 orang. Mitra dalam kegiatan pelatihan ini adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sukabumi. Evaluasi peningkatan pemahaman softskill yaitu membagikan kuesioner yang terdiri dari 4 bagian dengan total pertanyaan sebanyak 15, sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penyampaian materi kepada peserta. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah meningkatnya pemahaman softskill peserta sebesar 30%.Abstract: Supervisory leadership training, is an answer to the problems faced by section heads and section heads within the Sukabumi Regency Government, namely lack of up-to-date information on strategic issues of public service leadership, lack of understanding of leadership models developed to overcome leadership crises, lack of understanding of the application of servant leadership, as well as a lack of strategy in dealing with present and future leadership challenges. The purpose of this activity is to provide education to improve the understanding of soft skills of Kabag and Kasie within the Sukabumi Regency government. The method of this community service activity is training which is carried out offline at the Hall of the Human Resources Development and Personnel Agency of Sukabumi Regency with 40 participants. The partner in this training activity is the Sukabumi Regency Human Resources Development and Personnel Agency. Evaluation of increasing understanding of soft skills, namely distributing questionnaires consisting of 4 parts with a total of 15 questions, before (pretest) and after (posttest) material delivery to participants. The result of this training activity was an increase in participants' understanding of soft skills by 30%.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI SURABAYA Naja Nadhifa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16216

Abstract

Abstrak: Sebagai golongan penduduk rentan, lansia dipilih sebagai salah satu titik pusat dari pelaksanaan program KKN di Kelurahan Karangpoh dalam bidang pembangunan kesehatan. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat partisipasi pada posyandu lansia dan rendahnya pengetahuan terkait kesehatan pada lansia. Program kesehatan yang dilaksanakan adalah cek kesehatan gratis yang dilaksanakan pada posyandu lansia rutin serta sosialisasi penyakit menular dan tidak menular dengan edukasi dan diskusi bersama narasumber. Kedua program tersebut dilakukan dengan tujuan meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia rutin serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular dan tidak menular sebagai bagian dari kesehatan pada lansia. Kegiatan posyandu lansia dihadiri oleh 13 lansia dan sosialisasi dihadiri oleh 11 orang lansia serta 15 orang kader kesehatan setempat. Hasil dari pelaksanaan kedua program kerja bidang kesehatan di Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya memenuhi indikator keberhasilan program yaitu kehadiran partisipan lebih dari 50% populasi target dan peningkatan pengetahuan melalui kegiatan tanya jawab sebagai pre-test dan post-test sebesar 80%.Abstract: As a vulnerable population group, the elderly were chosen as one of the central points of implementing the KKN health development programs in Karangpoh Village. The problems faced are the low level of participation in the Posyandu Lansia and the lack of knowledge related to health in elderly. The health programs implemented included free medical check-ups and socialization of infectious and non-infectious diseases including education and discussions held with an expert. Both programs were carried out with the aim of increasing the participation of the elderly in routine Posyandu Lansia activities and increasing public awareness of infectious and non-infectious diseases as a part of elderly health. The posyandu lansia were attended by 13 elderly people and the socialization was attended by 11 elderly people and 15 local health cadres. The results of the two health sector programs in Karangpoh Village, Tandes District, Surabaya City met the program's success indicators, namely the presence of participants of more than 50% of the target population and increasing knowledge through QnA activity as a pre-test and post-test replacement of 80%. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KEWASPADAAN TERKAIT FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN Rosalia Dika Agustanti; Rianda Dirkareshza; Taupiqqurrahman Taupiqqurrahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.8999

Abstract

Abstrak: Masalah pertama adalah pernah terjadi kasus tindak pidana kekerasan seksual dan korbannya adalah anak di bawah 18 (delapan belas) tahun. Selanjutnya, banyak remaja yang setelah tindak pidana kekerasan seksual itu terjadi tidak pernah merasa hati-hati dan bahkan terkesan menunjukkan perilaku penyimpangan (kenakalan remaja). Tujuan utama yang ingin dicapai adalah peningkatan pemahaman dan kewaspadaan warga masyarakat terhadap tindak pidana kekerasan seksual. Metode pelaksanaan adalah Penyuluhan dengan tema No Excuse For Abuse: Lawan Pelecehan dan Kekerasan Pada Perempuan. Mitra kegiatan yakni warga, remaja karang taruna sebanyak 41 (empat puluh satu) orang dari Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan dalam bentuk wawancara kepada seluruh peserta Penyuluhan. Hasil menunjukkan bahwa dari semua materi yang disampaikan oleh tim terdapat peningkatan pemahaman dan kewaspadaan mitra terutama terhadap fenomena kekerasan seksual terhadap perempuan sebesar 47,77%. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar terutama perhatian yang diberikan kepada korban kekerasan seksual. Selain itu, masyarakat semakin paham dan waspada akan modus tindak pidana kekerasan seksual sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan seksual utamanya di lingkungan tempat tinggal mitra.Abstract: The first problem is that there have been cases of criminal acts of sexual violence and the victims are children under 18 (eighteen) years. Furthermore, many teenagers who after the crime of sexual violence occurred never felt careful and even seemed to show deviant behavior (juvenile delinquency). The main goal to be achieved is to increase the understanding and awareness of the community towards the crime of sexual violence. The method of implementation is counseling with the theme No Excuse For Abuse: Fighting Harassment and Violence Against Women. The activity partners are residents, youth youth organizations as many as 41 (forty one) people from Pondok Jaya Village, Cipayung District, Depok City. Monitoring and evaluation are carried out in the form of interviews with all extension participants. The results showed that from all the material presented by the team there was an increase in understanding and awareness of partners, especially against the phenomenon of sexual violence against women by 47.77%. By carrying out this activity, it can provide great benefits, especially the attention given to victims of sexual violence. In addition, the community is increasingly understanding and aware of the modus operandi of sexual violence so that it can prevent the occurrence of sexual violence, especially in the partner's neighborhood. 
MICROSOFT OFFICE BASIC TRAINING FOR KINDERGARTEN TEACHERS Lin Suciani Astuti; Dona Katarina; Muslihatul Hidayah; Ryan Kurniawan; Indra Kurniawan; Andri Rahadyan; La Ode Sabran; Mohamad Syafi'i
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15919

Abstract

Abstrak: Microsoft Office merupakan program yang memberikan manfaat yang sangat besar bagi dunia teknologi yang terus berkembang, dalam hal pengolah kata digunakan untuk Pendidikan. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan keilmuan, dan keterampilan para guru dalam hal pengoperasian Microsoft Office dasar. Pelaksaan pengabdian dilakukan pada Guru-guru di TK Al Biruni yang berjumlah 10 orang. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan dalam kegiatan adalah: (1) melakukan Assesment dengan berkoordinasi dan FGD (Focus Group Discussion) dengan Guru-guru; (2) Planning and Development yaitu membuat materi tentang pengoperasian Microsoft Office dasar; (3) Implementation dilaksanakan sosialisasi pengoperasian Microsoft Office dasar; (4) Evaluasi: mengecek pemahaman dan keterampilan Misrosoft Office. Berdasarkan hasil pelatihan guru-guru merasa mendapat ilmu dan skill yang aplikatif dan bermanfaat. Jika dibuat dalam prosentase peningkatan ilmu dan skil tentang Dasar Microsoft Office naik dari kemapuan awal 25% jumlah yang paham, setelah sosialisai jumlah yang paham menjadi lebih dari 75%. Kemampuan yang dilatihkan dan dimiliki peserta sangat berguna sekali bagi guru TK Al Biruni.Abstract: Microsoft Office is a program that provides enormous benefits for the ever-developing world of technology in terms of word processing used for Education. This service aims to provide teachers with scientific knowledge and skills in terms of basic Microsoft Office operations. Ten teachers at Al Biruni Kindergarten carried out the dedication. The community service methods used in the activity are (1) conducting an Assessment in coordination and FGD (Focus Group Discussion) with teachers; (2) Planning and Development; (3) Implementation; and (4) Evaluation. Based on the results of the training, teachers have acquired knowledge and skills that are applicable and useful. If it is made in the percentage of increasing knowledge and skills about Basic Microsoft Office, it increases from the initial ability of 25% of those who understand. After socialization, the number of those who understand becomes more than 75%. The abilities the participants trained and possessed were beneficial for Al Biruni Kindergarten teachers.
MEMBANGUN KULTUR ZERO WASTE DI SEKOLAH Ahmad Eko Saputro; Widi Hastomo; Syihaabul Hudaa; Yoga Rarasto Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17334

Abstract

Abstrak: Sekolah merupakan salah satu sumber penghasil sampah. Untuk itu diperlukan sosialisai dan edukasi sejak dini mengenai sampah sebagai langkah membangun kultur zero waste di sekolah. Pengabdian masyakarat dilaksanakan di SMP dan SMK Faradisa Islamic School berlokasi di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan . Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi sampah sejak dini. Sekolah dipilih sebagai mitra karena merupakan instansi tempat belajar siswa. Dengan adanya sosialasi mengkampanyekan sekolah tanpa sampah diharapkan bisa mereduksi sampah dilingkungan sekitar. Penggunaan metode pada pengabdian ini berupa penyuluhan dan praktik. Metode penyuluhan dengan memberikan materi disatu waktu, sedangkan praktik dilakukan dengan memberikan tumbler gratis kepada peserta. Dengan adanya pembagian tumbler gratis diharapkan memberikan budaya dan kebiasan tidak menggunakan botol plastik sekali pakai. Pengabdian masyakarat dilaksanakan di SMP dan SMK Faradisa Islamic School berlokasi di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 50 peserta yang merupakan siswa SMK Faradisa Islamic school. Capaian pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan softskill berupa pengetahuan mengenai sampah dan dampak terhadap lingkungan. Sedangkan peningkatan hardskill berupa tindakan konkrit berupa penggunaan tumbler sebagai kampanye sekolah bebas tanpa sampah. Berdasarkan monitoring dan evaluasi kegiatan, sebesar 98,8% sangat setuju dan setuju bahwa kegiatan ini memberikan manfaat terhadap mitra.Abstract: Schools are one source of waste production. For this reason, early socialization and education regarding waste is needed as a step to build a zero waste culture in schools.Community service is carried out at Faradisa Islamic Middle School and Vocational School located in Bambu Apus, Pamulang, South Tangerang. The aim of this activity is to educate waste from an early age. The school was chosen as a partner because it is an institution where students study. With the outreach campaigning for schools without waste, it can reduce waste in the surrounding environment. The methods in this community service are counseling and practicing. The counseling method is by providing material at one time, while practice is carried out by giving free tumblers to participants. With the distribution of free tumblers, and it will provide a culture and habit of not using single-use plastic bottles. Community service is carried out at SMP and SMK Faradisa Islamic School located in Bambu Apus, Pamulang, South Tangerang. This community service was attended by 50 participants who were students of Faradisa Islamic School Vocational School. The achievement of this community service is the increase in soft skills in the form of knowledge about waste and its impact on the environment. While increasing hard skills in concrete actions in using a tumbler as a free school campaign without waste. Based on activity monitoring and evaluation, 98.8% strongly agreed and agreed that this activity provided benefits to partners.
PENGUATAN PERAN BIDAN DAN KADER DALAM DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING: EDUKASI PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN BALITA Sudarmi Sudarmi; St. Halimatussyaadiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15325

Abstract

Abstrak: Stunting di Provinsi NTB masih tinggi dengan kisaran 31.4% urutan ke-4 tertinggi di Indonesia. Lombok barat menduduki ururtan tertinggi ke-dua di Provinsi NTB dengan jumlah 13,647 balita stunting dari total 375,447 bayi balita yang telah ditimbang dan diukur pada 10 Kabupaten Kota yang terdapat di Provinsi NTB. Salah satu program intervesi untuk menurunkan stunting ini yaitu melalui upaya meningkatkan asupan gizi dengan edukasi pemberian Makan Pada Bayi dan Anak . Tujuan kegiatan PKMpenguatan peran Bidan dan kader dalam upaya stunting (edukasi PMBA) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi/balita, kader dan Bidan di Wilayah kerja Puskesmas Kuripan Kabupaten Lombok Barat desa Jagaraga Kecamatan kuripan dan meningkatkan berat badan bayi balita stunting. Metode edukasi yang digunakan yaitu Fokus Group Diskusi dengan Pihak Puskesmas KuripanIbu bayi/Balita, kader dan Bidan sebagai mitra, pelatihan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab, simulasi, demonstrasi dan praktek sekaligus pendampingan dalam edukasi pemberian makan pada bayi dan balita. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada ibu bayi dan balita dari hasil pretest rata-rata nilai 59.2 meningkat setelah diintervensi menjadi rata-rata 81.5. Terjadi peningkatan berat badan pada bayi dan balita sebanyak 15,8 kg dengan rata-rata peningkatan berat badan bayi balita sebesar 1.2 kg selama intervensi. Penguatan ini perlu dilakukan lebih rutin didalam kelompok Bina Balita stunting maupun di Posyandu sehingga dapat meningkatkan pengetahuan gizi ibu bayi/balita sebagai upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting in the Province of NTB is still high with around 31.4% ranking the 4th highest in Indonesia. West Lombok ranks second highest in the Province of NTB with a total of 13,647 stunted children out of a total of 375,447 babies under five who have been weighed and measured in 10 District Cities in the Province of NTB. One of the intervention programs to reduce stunting is through efforts to increase nutritional intake with education on feeding in infants and children. The aim of the activities to strengthen the role of midwives and cadres in stunting efforts (IYCF education) is to increase the knowledge of mothers of babies/toddlers, cadres, and midwives in the working area of the Kuripan Health Center, West Lombok Regency, Jagaraga Village, Kuripan District and increase the weight of stunted toddlers. The educational method used is Focus Group Discussion with the Kuripan Health Center as a partner, training using the lecture method, question and answer discussions, simulations, demonstrations, and practice as well as assistance in education on feeding infants and toddlers. The results showed that there was a change in the knowledge of mothers of infants and toddlers from the pretest results, the average value of 59.2 increased after the intervention to an average of 81.5. There was an increase in weight in infants and toddlers of 15.8 kg with an average increase in body weight of 1.2 kg during the intervention. This strengthening needs to be carried out more routinely in the stunting Toddler Development group and Posyandu so that it can increase the nutritional knowledge of mothers of infants/toddlers in an effort to prevent stunting.
STRATEGI PROGRAM PENINGKATAN GIZI SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING Shinta Ainur Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15547

Abstract

Abstrak: Desa Murukan, Mojoangung termasuk satu dari 11 lokus dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Jombang. Berdasarkan survei kuesioner pada masyarakat, didapati hasil bahwa kurangnya pengetahuan Ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) menjadi salah satu akar permasalahan yang mempengaruhi tingginya angka stunting pada balita di Desa Murukan.Kegiatan yang terangkum dalam PKL ditujukan untuk memberdayakan Masyarakat, lebih spesifik, program yang dilaksanakan ditujukan untuk meningkatan pengetahuan masyarakat utamanya Ibu balita usia 6-12 bulan mengenai konsep gizi seimbang dan pengolahan MP-ASI.Pelaksanan program dilakukan melalui penyuluhan dan praktik pembuatan MP-ASI dengan melibatkan 30 Ibu Balita sebagai sasaran. Setelah program dilaksanakan, terjadi peningkatan rata-rata nilai oleh Ibu Balita skor rata-rata 67 menjadi skor rata-rata 83 yang merupakan indikasi dari peningkatan pengetahuan pada sasaran program.Abstract: Murukan Village, Mojoangung is one of the 11 locus with the highest stunting numbers in Jombang. Based on the survey on the community, the results were found that the lack of knowledge of Mother about the importance of giving exclusive breastfeeding and MP-ASI (weaning food) became one of the roots of the problem that affects the high number of stunting on babies in the village of Murukan.The activities included in the PKL are aimed at empowering society, more specifically, the program implemented is aimed to increase the knowledge of the main community of babies aged 6-12 months on the concept of balanced nutrition and processing of MP-ASI. The program implementation is carried out through dissemination and practice of making MP-ASI with involvement of 30 Mothers as a target. After the program was implemented, there was an increase in the average score by the mother of the babies score from an average of 67 to an average score of 83 which is an indication of the improvement of knowledge on the target of the program.
PENGOLAHAN LIMBAH TAHU MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK ECOGREEN DAN OPTIMALISASI PEMASARAN MELALUI REBRANDING UMKM TAHU Desi Susilawati; Dyah Pikanthi Diwanti; Ervina Ratna Ningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16953

Abstract

Abstrak: Sebagian besar industri menyadari fakta bahwa tidak ada instalasi pengolahan air limbah, terutama industri rumah tangga. Produksi menghasilkan banyak limbah, terutama cairan. Hasil Riset menunjukkan limbah cair mengandung protein yang mudah terurai. Cairan ini dapat menimbulkan bau dan suasana yang tidak menyenangkan jika dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan. Tetapi jika dilakukan dengan benar, itu akan menghasilkan keuntungan. Air limbah tahu yang dibuat masih banyak mengandung zat organik seperti protein, karbohidrat, lemak, dan terlarut yang mengandung padatan tersuspensi. Jika ada bahan organik yang cukup, mikroba akan aktif dan menguraikan bahan organik menjadi asam-asam organik secara biologis Karena kekurangan pengetahuan dan kemampuan, pengrajin tahu di Dusun Nengahan dan Gunung Saren Lor, Kecamatan Trimurti, Srandakan, dan Bantul belum berhasil mengelola limbah tahu secara efektif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan softskill berupa peningkatan kesadaran produsen tahu untuk mengelola limbah tahu serta meningkatkan hardskill berupa keterampilan untuk mengubah libah tahu menjadi pupuk cair. Kegiatan ini berdampak untuk mengurangi pencemaran air di desa, Liquid Tofu waste digunakan sebagai pupuk cair alami yang dapat menyuburkan tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Dalam kegiatan pengabdian ini, menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA) digunakan melalui penyuluhan, pelatihan, dan praktek langsung di lapangan.Mitra adalah 4 produsen tahu di Dukuh Nengahan dan 2 di Gunung Saren dan masyarakat sekitar yang berjumlah 26. Program pengabdian ini menghasilkan inisiasi bisnis baru berupa inisiasi penjualan pupuk cair organik yang di kelola oleh Karang Taruna. Untuk meningkatkan penjualan dan memperluas Pangsa pasar yang berfokus pada rebranding. Peningkatan pemahaman partisipan mencapai 98% peserta mengetahui cara membuat pupuk organik cair dari limbah tahu; sebanyak 86% mengetahui bagaimana menggunakan teknologi untuk memasarkan produk; dan Partisipan mengetahui cara mengoperasikan akun bisnis di media sosial sebanyak 97%. Pengabdi telah membuat beberapa piranti pemasaran digital. UMKM tahu sangat diminati kini sudah memiliki media sosial Whatsapp business,banner, pembuatan, packaging, dan video proses produksi, serta Google Maps point.Abstract: Most industries should aware the fact that there are no wastewater treatment plants, especially small home industries. Production generates a lot of waste, especially fluids. As everyone knows, liquid waste contains proteins that are easily decomposed. This liquid can cause an unpleasant odor and atmosphere if disposed of in the environment without treatment. But if done right, it will turn a profit. The tofu waste water that is made still contains a lot of organic substances such as proteins, carbohydrates, fats, and dissolved solids, which contain suspended solids. If there is sufficient organic matter, microbes will be active and decompose organic matter into organic acids. Because of a lack of knowledge and skills, tofu makers in Nengahan and Gunung Saren Lor hamlets, Trimurti, Srandakan, and Bantul districts have not managed to manage tofu waste effectively. To reduce water pollution in the village, Liquid Tofu waste is used as a natural liquid fertilizer that can fertilize the soil and help plant growth. In this service activity, participatory rural appraisal (PRA) is used through counseling, training, this service activity, using the participatory rural appraisal (PRA) method is used through counseling, training, and direct practice in the field. Partners are 4 tofu producers in Dukuh Nengahan and 2 in Gunung Saren totally 26. and the surrounding community. This service program resulted in a new business initiation in the form of selling organic liquid fertilizer which is managed by Karang Taruna. To increase sales and expand market share focusing on rebranding. Increased understanding of participants reached 98% of participants know how to make liquid organic fertilizer from tofu waste; 86% know how to use technology to market products; and Participants know how to operate a business account on social media as much as 97%. and direct practice in the field. This service program resulted in the initiation of a new business initiation selling organic liquid fertilizer managed by Karang Taruna. To increase sales and expand market share focusing on rebranding. Servant has created several digital marketing tools. MSMEs know that they are in great demand now that they have WhatsApp business social media, banners, manufacturing, packaging, and production process videos, as well as Google Maps points.
EDUKASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK KAMBING BAGI PETERNAK DI NUSA TENGGARA TIMUR Nautus Stivano Dalle; Maria Tarsisia Luju; Wigbertus Gaut Utama; Puspita Cahya Achmadi; Roselin Gultom; Aleksius Arwandi Jeramat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16186

Abstract

Abstrak: Kambing kacang merupakan ternak unggulan di Desa Nampar Tabang, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena banyak masyarakat banyak pendatang di daerah pelabuhan Reo merupakan mayoritas muslim dan sering dimanfaatkan sebagai qurban saat idul adha dan juga sebagai mahar pernikahan. Namun, pola pemeliharaan yang masih tradisional membuat produksi dari ternak kambing ini belum maksimal karena peternak tidak melihat manajemen pembibitan, manajemen pakan, manajemen perkandangan dan manajemen limbah. Tujuan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk mengedukasi peternak bagaimana manajemen yang baik dalam pemeliharaan ternak kambing ntuk dapat memaksimalkan produksi ternak kambing. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan diskusi untuk menambah pengetahuan tentang manajemen pembibitan, manajemen pakan, manajemen perkandangan dan manajemen limbah yang baik. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peternak kambing di Desa Nampar Tabang dan hasilnya adalah adanya peningkatan pengetahuan peternak dalam pemeliharaan ternak kambing, baik dalam manajemen pembibitan, manajemen pakan, manajemen perkandangan maupun manajemen limbah dengan baik sebanyak 100% peningkatan pengetahuan.Abstract: Peanut goats are the leading livestock in Nampar Tabang Village, East Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province (NTT) because many people in the Reo port area are the majority of Muslims and are often used as sacrifices during Eid al-Adha and also as wedding dowries. However, traditional maintenance patterns make the production of goats not optimal because farmers do not see nursery management, feed management, housing management and waste management. The purpose of this Community Service Program is to educate farmers how good management in raising goats can maximize goat production. The methods used are counseling and discussion to increase knowledge about nursery management, feed management, housing management and good waste management. This activity was attended by 30 goat farmers in Nampar Tabang Village and the result was an increase in farmers' knowledge in raising goats, both in nursery management, feed management, housing management and waste management properly as much as 100% increase in knowledge.