cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
WORKSHOP PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN TEH CELUP BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DI DESA ADIMULYA KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Anisa Pebiansyah; Febriana Nur Anggraeni; Dwi Widyaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15983

Abstract

Abstrak: Bunga Telang adalah tanaman asli Indonesia dan memiliki sejumlah bahan aktif yang terkandung di dalamnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Salahsatu pengolahan bunga telang yaitu dapat dijadikan produk berupa teh celup. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Cukangleuleus Lor dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman bunga telang sebagai teh celup. Metode Pengabdian yang digunakan yaitu metode pretest, ceramah, diskusi dan demonstrasi, kemudian pemberian postest sebagai evaluasi pengetahuan responden sebanyak 31 orang. Hasil Evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan yaitu sebesar 79% setelah dilakukan penyuluhan.Abstract: Telang flower is a native plant of Indonesia and has a number of active ingredients contained in it that are beneficial for health. One of the processing of telang flowers is that it can be used as a product in the form of tea bags. The purpose of this study is to increase the knowledge of the people of Cukangleuleus Lor Hamlet in the cultivation and utilization of Telang flower plants as tea bags. The research methods used were pretest and lecture methods, discussions and demonstrations, then the provision of postests as an evaluation of the knowledge of 31 respondents. The results showed a significant increase in the level of knowledge of 79% after counseling.
PEMBERDAYAAN AKTOR PEMUDA DESA DALAM STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL PADA DESA TERBAIK DUNIA Yani Hendrayani; Sri Fatimah; Intan Putri Cahyani; Siti Maryam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17485

Abstract

Abstrak: Desa Nglanggeran, yang berlokasi di Kapanewon Patuk, Gunungkidul, DIY, berhasil memenangkan gelar Desa Wisata Terbaik Dunia tahun 2021. Mengingat potensi dan pencapaian luar biasa yang dimiliki oleh Desa Nglanggeran, menjalankan proses pergantian generasi dalam pengelolaan desa wisata berperan sebagai perihal yang sangatlah berarti. Kemampuan para pemuda desa tersebut sangat urgent dibekali kemampuan pengelolaan Marketing Information System (MkIS). Tujuan pengabdian adalah untuk memberdayakan pemuda desa dalam memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan kesadaran akan optimalisasi Sistem Informasi Pemasaraan. Terdapat 10 orang pemuda desa nglanggeran yang terpilih sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini sebagai aktor pemuda yang akan mengelola Marketing Information System (MkIS) Pemasaran pariwisata. Metode pelaksanaan pengabdian tersebut melibatkan teknologi berbasis Marketing Information System. Selanjutnya, pendekatan yang berfokus pada proses sosialisasi, pelatihan, pendampingan digunakan sebagai alat untuk mengalirkan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat guna meningkatkan pemberdayaan mereka. Adapun hasil pengabdian hasil pre-test menujukan sebagian besar pemuda desa memiliki kefahaman awal untuk mengelola website dan media digital yaitu 10 % yang memiliki kefahaman baik dan sisanya 30 persen yang cukup memahami dan 60% kurang memahami. Adapun hasil post-test menunjukan adanya kenaikan yang signifikan yaitu menjadi 70 % menjadi lebih baik. Demikian juga terhadap kefahaman pada keterampilan conten creator,Editing foto dan Cerita Bergambar di Media Sosial awalnya hanya 30 % menjadi 50 %.. Hasil kegiatan pengabdian telah memberikan edukasi dan memberikan stimulus kepada pemuda desa sebagai aktor pariwisata keberlanjutan untuk berperan aktif dalam mengelola website, aplikasi android, serta media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram sebagai media pemasaran pariwisata oleh Desa Nglanggeran.Abstract: Nglanggeran Village, located in Kapanewon Patuk, Gunungkidul, DIY, won the title of World's Best Tourist Village in 2021. Considering the extraordinary potential and achievements of Nglanggeran Village, carrying out a generational change process in managing a tourist village plays a very significant role. The village youth's abilities must be equipped with Marketing Information System (MIS) management skills. The service aims to empower village youth to utilize digital technology to increase awareness of optimizing Marketing Information Systems. Ten young people from Nglanggeran village were selected as partners in implementing this activity as youth actors who will manage the Tourism Marketing Information System (MIS). The method of implementing this service involves Marketing Information System-based technology. Furthermore, an approach that focuses on socialization, training, and mentoring is used as a tool to channel knowledge and education to the community to increase their empowerment. As for the service results, the pre-test results show that most village youth have an initial understanding of managing websites and digital media, namely 10% who have a good understanding, the remaining 30% who understand pretty well and 60% who do not understand. The post-test results showed a significant increase, namely 70% better. Likewise, understanding content creator skills, photo editing and illustrated stories on social media was initially only 30% to 50%. The results of service activities have provided education to village youth as sustainable tourism actors to play an active role in managing websites and applications. Android and social media are tourism marketing media by Nglanggeran Village. 
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN OBAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM APOTEKER CILIK Fery Indradewi Armadani; La Ode Muhammad Fitrawan; Rina Andriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16670

Abstract

Abstrak: Penggunaan obat pada masa anak-anak merupakan hal yang umum. Sejak dini anak-anak dapat diperkenalkan tentang obat. Apoteker cilik merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan pada anak-anak tentang penggunaan obat yang aman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan profesi apoteker sebagai salah satu profesi kesehatan yang ahli di bidang obat-obatan. Selain itu untuk meningkatkan pemahaman anak-anak khususnya siswa sekolah dasar tentang penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sesi tanya jawab. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri 86 Kendari dengan jumlah 50 orang. Evaluasi untuk menilai pemahaman siswa dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan ditandai dengan terdapat peningkatan pemahaman pada siswa tentang profesi apoteker dan penggunaan obat. Persentase peningkatan pemahaman siswa terhadap profesi apoteker sebesar 72%. Cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat pemahaman siswa meningkat dengan masing-masing persentase 48%, 24%, 28% dan 52%.Abstract: The use of medication in children is common. From an early age, children can be introduced to the concept of medication. Apoteker Cilik is one of the efforts to raise children to the safe use of medications. The purpose of this activity is to familiarize children with the profession of a pharmacist as an expert in the field of medicine and to improve the understanding of children, especially elementary school students, about the use of medications. The methods used in this activity are education and question-and-answer sessions. The participants are 50 fifth-grade students from SD Negeri 86 Kendari. A pre-test and post-test evaluation is conducted to assess the students' understanding. The results of this activity show that it was successful, as evidenced by the improvement in students' knowledge of the pharmacist profession and the use of medications. There was a 72% increase in students' understanding of the pharmacist profession. Moreover, the students' knowledge about obtaining, using, storing, and disposing of medications increased by 48%, 24%, 28%, and 52%, respectively.
SOSIALISASI APLIKASI MONITORING STATUS GIZI BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN GIZI BURUK BERBASIS ANDROID Dona Marcelina; Evi Yulianti; Suryati Suryati; Mariska Putri Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15813

Abstract

Abstrak: Gizi buruk merupakan kondisi seseorang yang kekurangan asupan nutrisi. Kondisi gizi buruk yang dialami oleh bayi dibawah lima tahun, khususnya di Indonesia, terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai pemantauan gizi balita yang dilakukan oleh orang tua, baik berupa media informasi dan sistem perangkat untuk melakukan cek gizi balita. Dari hasil identifikasi masalah diperlukan adanya sosialisasi aplikasi monitoring status gizi pada bayi dibawah lima tahun. Tujuan sosialisasi ialah membantu panitia posyandu dan para orang tua yang memilki anak dibawah lima tahun untuk memonitoring status gizi anak mereka yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Kegiatan ini melibatkan mitra sebanyak 30 orang yang terdiri dari petugas posyandu, ketua RT, dan para orang tua. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi terkait manfaat dan cara menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi dari program kegiatan ini adalah kehadiran peserta 95%, antusiasme peserta dalam mengikuti acara juga 95% dan pemahaman peserta acara juga sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu target awal adalah (75%) dan setelah acara sosialisasi mencapai (85%).Abstract: Malnutrition is a condition of a person who lacks nutritional intake. The condition of malnutrition experienced by infants under five years of age, especially in Indonesia, occurs due to a lack of understanding regarding monitoring of under-five nutrition carried out by parents, both in the form of information media and device systems to check under-five nutrition. From the results of problem identification, it is necessary to socialize the nutritional status monitoring application in infants under five years. The aim of the socialization is to help posyandu committees and parents who have children under five years of age to monitor their children's nutritional status which can be done anywhere and anytime. This activity involved 30 partners consisting of posyandu officers, heads of RTs, and parents. The method used is socialization regarding the benefits and how to use the application. The results of the evaluation of this activity program were that the attendance of the participants was 95%, the enthusiasm of the participants in participating in the event was also 95% and the participants' understanding of the event had also reached indicators of success, namely the initial target was (75%) and after the socialization event it reached (85%).
PENINGKATAN PEREKONOMIAN DESA MELALUI PENDAFTARAN MEREK UMKM Taupiqqurrahman Taupiqqurrahman; Rianda Dirkareshza; Rosalia Dika Agustanti; Ahmad Yani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16683

Abstract

Abstrak: UMKM Rolisa Food merupakan salah satu UMKM di desa Jatisura Kabupaten Indramayu. UMKM tersebut memiliki enam produk dalam bentuk kemasan. Keenam produk meliputi Kerupuk Mangga, Kopi Biji Mangga, Manisan Mangga, Jus Mangga, Kacang Daun Jeruk dan Krupuk Kulit Sapi. Namun permasalahannya bahwa UMKM Rolisa Food belum adanya perlindungan hukum atas merek terhadap nama UMKM dan produk tersebut. Karena tanpa adanya merek akan menyebabkan masyarakat sulit menjelaskan kepada orang lain tentang produk yang akan dikonsumsinya. Mitra dari kegitatan pengabdian ini adalah UMKM Rolisa Food dan UMKM yang berada di desa Jatisura Kabupaten Indramayu. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan tentang pentingnya perlindungan hukum produk UMKM melalui pendaftaran merek. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pelatihan terhadap mitra kegiatan mengenai pelatihan pemahaman terkait pendaftaran merek UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 18 peserta yang mengikuti, sebelumya dilakukan pretest terlebih dahulu mengukur sejauh mana mereka memahami Hak Merek. Hasil pre test tersebut ada di angka 27,7% dan setelah kegiatan selesai dilakukan melalui posttest dengan mengisi kuesioner menggunakan media google form dengan hasil posttest dengan hasil di angka 83,3%, terdapat selisih 55,6%, yang menjelaskan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikannya edukasi oleh tim pengabdi.Abstract: UMKM Rolisa Food is one of the micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) in the Jatisura village of Indramayu Regency. This MSME offers six products in various packaging forms. These six products include Mango Crackers, Mango Coffee Beans, Mango Preserves, Mango Juice, Orange Leaf Nuts, and Beef Skin Crackers. However, the issue lies in the fact that UMKM Rolisa Food lacks legal protection for its brand name and products. Without a brand, it becomes challenging for the community to explain to others the products they intend to consume. The partners in this community service initiative are UMKM Rolisa Food and other MSMEs located in Jatisura village, Indramayu Regency. The objective of this activity is to provide knowledge about the importance of legal protection for MSME products through trademark registration. The method used in this activity is training for the partners regarding understanding the process of trademark registration for MSMEs. The results of the activity indicate that out of 18 participants, a pre-test was conducted initially to measure their understanding of Trademark Rights. The pre-test results were at 27.7%. After the activity was completed, a post-test was conducted using a questionnaire through Google Forms, resulting in a post-test score of 83.3%. This shows an increase of 55.6% in knowledge, indicating that there was an improvement in understanding after receiving education from the service team.
PENGENALAN DAN PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN ANTI NYAMUK Tri Wulandari Kesetyaningsih; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Ludovica Prastiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16401

Abstract

Abstrak: Dusun Gamping Kidul merupakan daerah endemic DBD, sehingga keberadaan nyamuk akan berisiko terhadap penularan DBD. Pengabdian bertujuan untuk mengenalkan jenis-jenis tanaman antinyamuk yang dapat dijadikan tanaman hias dan memberikan pengalaman ketrampilan membudidayakannya. Pelatihan dilaksanakan diikuti oleh 23 peserta dari kader Kesehatan, wakil anggota PKK dan pengurus RT setempat. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Analisis pengetahuan masyarakat teantang tanaman antinyamuk menunjukkan bahwa sereh dan lavender paling popular di masyarakat sebagai tanaman antinyamuk (95,65%), diikuti oleh kemangi (56,52%), zodia (30,43%). Tidak ada yang mengetahui bahwa rosemary merupakan tanaman antinyamuk (0%). Pengetahuan mengenai morfologi tanaman, yang paling dikenal adalah sereh dan kemangi (100%), diikuti oleh zodia (82,60%), lavender (78,26%), dan rosemary (43,47%). Terdapat peserta yang mengetahui bahwa daun mint (8,69%), marigold dan minyak kayuputih (4,35%) merupakan tanaman antinyamuk. Setelah pelatihan, semua peserta dapat mengenali semua tanaman yang disajikan sebagai tanaman antinyamuk (100%). Program pengenalan tanaman antinyamuk dan budidayanya disambut baik oleh masyarakat dan akan dilaksanakan melalui pemangku kebijakan.Abstract: Dusun Gamping Kidul is a DHF endemic area, so the presence of mosquitoes poses a risk of DHF transmission. The service aims to introduce the types of anti-mosquito plants that can be used as ornamental plants and provide experience in the skills of cultivating them. The training was carried out and was attended by 23 participants from health cadres, representatives of PKK members and local RT administrators. The method used is the method of lectures, discussions and demonstrations. Analysis of community knowledge about mosquito repellent plants showed that citronella and lavender were the most popular in the community as mosquito repellent plants (95.65%), followed by basil (56.52%), zodia (30.43%). No one knows that rosemary is an anti-mosquito plant (0%). Knowledge of plant morphology, the best known were lemongrass and basil (100%), followed by zodia (82.60%), lavender (78.26%), and rosemary (43.47%). There were participants who knew that mint leaves (8.69%), marigold and eucalyptus oil (4.35%) were mosquito repellent plants. After the training, all participants could recognize all the plants presented as anti-mosquito plants (100%). The program to introduce anti-mosquito plants and their cultivation is welcomed by the community and will be implemented through policy makers.
PENERAPAN ALAT PENGIRIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERUPUK Suwati Suwati; Muanah Muanah; Marianah Marianah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 4 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i4.9939

Abstract

Abstrak: Pembuatan kerupuk sepenuhnya dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tenaga kerja yang banyak terutama pada proses pengirisan. Tujuan pendampingan adalah menerapkan alat pengiris untuk meningkatkan produktivitas kerupuk yang dihasilkan. Kegiatan pendampingan menggunakan 2 metode yaitu penyuluhan tentang pengaruh penerapan alat pengiris dalam pembuatan kerupuk dan praktik menggunakan alat pengiris kerupuk. Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah tiga kelompok yang terlibat dalam pembuatan kerupuk baik itu pemilik usaha maupun tenaga kerja dengan total 18 orang terdiri dari 15 orang tenaga kerja dan 3 orang adalah pemilik usaha. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan kegiatan pengabdian dievaluasi dengan cara wawancara menggunkan kuesioner. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pendampingan dilakukan dengan menerapkan alat pengiris kerupuk yaitu mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan masyarakat sebesar 95%, pengirisan dapat dilakukan lebih cepat dan kebutuhan tenaga kerja lebih sedikit karena 85% alat pengiris kerupuk tersebut mampu dioperasikan dengan baik serta dapat meningkatkan produktivitas kerupuk dari 25% menjadi 65%.Abstract: Making crackers is completely done manually, so it takes a long time and a lot of labor, especially in the slicing process. The purpose of the assistance is to apply a slicer to increase the productivity of the crackers produced. Mentoring activities use 2 methods, namely counseling about the effect of the application of a slicer in making crackers and the practice of using a cracker slicer. The main targets of this activity were three groups involved in making crackers, both business owners and workers with a total of 18 people consisting of 15 workers and 3 business owners. After the activities are completed, the service activities are evaluated by means of interviews using a questionnaire. The results obtained after the mentoring activity was carried out by applying the cracker slicer were able to increase knowledge, community skills by 95%, slicing could be done faster and the need for labor was less because 85% of the cracker slicer were able to operate properly and could increase the productivity of crackers from 25% to 65%.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL MELALUI PENYULUHAN DAN PEMBUATAN APLIKASI BERBASIS ANDROID REMAJA SERTA PEMBAGIAN WOMAN SANITARY KIT DI PESANTREN PPI AL AMIN SINDANGKASIH CIAMIS Anna Yuliana; Sudianto Sudianto; Anisa Pebiansyah; Nunik Sri Mareta; Fawwaz Hanifa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17384

Abstract

Abstrak: Salah satu periode kritis kehidupan adalah masa remaja yaitu periode perubahan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Berdasarkan penelitian WHO menjelaskan bahwasannya kendala berkaitan dengan kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh kaum perempuan dengan kondisi yang tidak sehat mencapai angka mencapai 35% dari semua keseluruhan beban penyakit yang diderita perempuan di seluruh dunia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi dan penyuluhan dengan media audio visual yang diharapkan dapat menarik minat baik para guru maupun santriawati sehingga menjadi mudah untuk dipahami sehingga pengetahuan mengenai kesehatan repsroduksi dan seksual para guru dan santriawati meningkat. Sasaran dalam kegiatan ini santriawati yang berada di Pesantren Al Amin sebanyak 81 orang. Kegiatan diawali dengan pembukaan, pengisian pretest, pemberian materi, pengenalan aplikasi, diskusi, pengisian posttest dan penutup. Hasil akhir kegiatan menunjukan tanggapan yang baik dan mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dari rata-rata skor 58,3% menjadi 96,2% yang terlihat dari adanya antusias remaja ketika menyimak materi dan melakukan sesi tanya jawab serta memiliki daya tarik yang tinggi untuk dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Abstract: One of the critical periods of life is adolescence, namely the period of change from childhood to adulthood. Based on WHO research, it is explained that the obstacles related to reproductive health faced by women with unhealthy conditions reach 35% of the total burden of disease suffered by women worldwide. The purpose of this service activity is to provide education and counselling with audio-visual media which is expected to attract interest so that knowledge about reproductive and sexual health for teachers and female students increases. The target for this activity was female students who were at the Al Amin Islamic Boarding School as many as 81 people. The activity begins with the opening, filling out the pretest, giving material, introducing the application, discussion, filling out the post-test and closing. The final results of the activity showed good responses and increased knowledge and understanding of reproductive health from an average score of 58.3% to 96.2% as seen from the enthusiasm of teenagers when listening to material and conducting question and answer sessions and having high attractiveness to be able to apply it in everyday life.
IMPLEMENTASI MESIN PENCAMPUR BUMBU OTOMATIS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI UMKM ANUGERAH ABADI Zakki Fuadi Emzain; AM. Mufarrih; Nanang Qosim; Sarjiyana Sarjiyana; Lisa Agustriyana; Sudarmadji Sudarmadji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16535

Abstract

Abstrak: UMKM Anugerah Abadi yang memproduksi bumbu marinasi mengalami kendala dalam proses produksinya dimana keterbatasan alat yang digunakan masih manual dan SDM yang masih dilakukan oleh anggota keluarga saja. Disisi lain sudah mulai banyak pemesanan produknya dari luar kota. Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) mempunyai tujuan untuk melakukan efisiensi proses produksi dengan penerapan teknologi mesin pencampur bumbu otomatis pada UMKM Anugerah Abadi. Metode yang digunakan yaitu dengan substitusi iptek teknologi tepat guna dengan lima tahapan meliputi observasi, pembuatan mesin, penyerahan mesin, training pengoperasian mesin, dan evaluasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah UMKM Anugerah Abadi dengan melibatkan lima karyawan atau anggota keluarganya. Hasil PPM ini menunjukkan adanya peningkatan kuantitas produksi sebesar 333% yaitu menjadi 20 kg per jam dari awalnya 6 kg per jam dan kualitas produk campuran bumbu menjadi lebih merata karena adanya internal tip fin dalam tabung mesin. Serta mitra telah mendapatkan pengetahuan cara mengoperasikan dan merawat mesin beserta manual booknya.Abstract: UMKM Anugerah Abadi, which produces marinade seasoning, experiences problems in its production process where the limitations of the tools used are still manual and human resources are still only carried out by family members. On the other hand, there are many orders for their products outside the city. This Community Service Activity (PPM) aims to increase the efficiency of the production process by applying automatic seasoning mixing machine technology to Anugerah Abadi UMKM. The method used was technology and science substitution with five stages: observation, machine manufacture, machine handover, machine operation training, and evaluation. Partners in this service activity were UMKM Anugerah Abadi involving five of their staff or family members. The results of this PPM activity showed an increase in production quantity by 333%, namely to 20 kg per hour from the initial 6 kg per hour, and the quality of the mixed seasoning product became good due to the internal tip fins in the machine tube. As well as the partners have gained knowledge on how to operate and maintain the machine along with the manual book.
PENDAMPINGAN PEMILIHAN PROGRAM STUDI PERGURUAN TINGGI NEGERI PADA SISWA SMA Zulkaidah Nur Ahzan; Yosepha Patricia Wua Laja; Fitriani Fitriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15724

Abstract

Abstrak: Pemilihan program studi yang tepat merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung kelulusan siswa pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Oleh karena itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dapat menunjang kelulusan siswa. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pemilihan program studi perguruan tinggi negeri (PTN) pada 130 orang siswa kelas XII SMAN 2 Kefamenanu. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pendampingan. Tahapan kegiatan ini antara lain melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, mengurus administrasi kegiatan seperti surat izin dan surat tugas, melaksanakan kegiatan, dan terakhir melakukan pelaporan. Berdasarkan hasil analisis angket pengetahuan awal dan akhir diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan para siswa terkait kegiatan pengabdian ini, yaitu sebesar 21.34% dan juga terdapat perubahan dalam pemilihan program studi sebesar 4.61%. Kesimpulannya, setelah kegiatan pengabdian dilakukan sebagian besar peserta kegiatan telah memahami dengan baik mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan program studi pada PTN di Indonesia.Abstract: The selection of the right study program is one of factors that can support student success in the Joint Selection for State Higher Education Entrance (SBMPTN) and the National Selection for State University Entrance (SNMPTN) which are a series of college entrance tests. Therefore, we need an activity that can support student success. The objectives of this community service activity is to assist in the selection of state university study programs for 130 students of grade 12th of SMAN 2 Kefamenanu. The method used in this service is to provide assistance. The stages of this service activity include coordinating with the school, taking care of the administration of activities such as permit and assignment letters, carrying out service activity, and finally reporting. Based on the analysis of initial and final knowledge questionnare, it was found that there was an increase in students’ knowledge regarding this service activity, which was 21.34% and there was also a change in the selection of study programs by 4.61%. In conclusion, after the community service activity was carried out, most of the participants who were the students of grade 12th of SMAN 2 Kefamenanu had a good understanding of the things that needed to be considered in the selection of study programs at State University in Indonesia.