cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENDAMPINGAN PEMBUATAN LABEL PRODUK SEBAGAI STRATEGI DALAM PENINGKATAN DAYA SAING DAN BRANDING UMKM KERIPIK Putra Irwandi; Muh. Kadri S; Aulia Adetya; Bunga Wirda; Cep Abdul Baasith Wahpiyudin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27436

Abstract

Abstrak: Kegiatan pendampingan ini dilakukan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mitra UMKM terhadap perbaikan kualitas label dan desain logo. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk dan branding UMKM. Metode pelaksanaan mencakup Focus Group Discussion (FGD), diskusi, dan pendampingan praktis pembuatan label logo kemasan. Pertemuan pertama diawali dengan FGD untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan UMKM. Tiga pertemuan berikutnya difokuskan pada aspek teknis dan kreatif pembuatan label dan logo, termasuk pengenalan desain dan prinsip-prinsip branding. Pertemuan terakhir berfokus untuk evaluasi hasil dan perencanaan implementasi. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah UMKM keripik pisang dan singkong di Desa Benteng berjumlah dua UMKM. Hasil pengabdian menunjukkan visualisasi dan informatif label produk, serta peningkatan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya branding. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan observasi langsung, wawancara berkala, dan adanya pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan. Dari hasil evaluasi didapatkan hasil peningkatan pemahaman terkait dengan label kemasan dari 75 persen menjadi 85 persen, tingkat kehadiran mitra selama kegiatan sebesar 100 persen, dan kepuasan mitra dalam kegiatan ini mencapai 100 persen. Mitra UMKM juga meyakinkan bahwa hasil penjualan meningkat dan disukai oleh konsumen, khususnya ibu rumah tangga dan anak-anak di Desa Benteng. Model pemberdayaan ini berpotensi untuk direplikasi di daerah lain guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.Abstract: This activity was carried out to increase the understanding of MSME partners on improving the quality of labels and logo designs. This is done to improve product competitiveness and branding of MSMEs. The implementation method includes Focus Group Discussion (FGD), discussion, and practical assistance in making packaging logo labels. The first meeting began with an FGD to identify the needs and challenges of MSMEs. The next three meetings focused on the technical and creative aspects of making labels and logos, including an introduction to design and branding principles. The last meeting focused on evaluating the results and implementation planning. The partners of this service activity are banana and cassava chips MSMEs in Benteng Village, totalling two MSMEs. The results of the service show the visualisation and informativeness of product labels, as well as an increased understanding of MSME players about the importance of branding. Monitoring and evaluation are carried out by direct observation, periodic interviews, and the pretest and posttest of the activities carried out. From the evaluation results, it was found that the increase in understanding related to packaging labels from 75 per cent to 85 per cent, the partner attendance rate during the activity was 100 per cent, and partner satisfaction in this activity reached 100 per cent. MSME partners also assured that sales results increased and were favoured by consumers, especially housewives and children in Benteng Village. This empowerment model has the potential to be replicated in other areas to support sustainable local economic growth. 
MENUJU SMART BUMDES: MENGOPTIMALKAN POTENSI EKONOMI MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK INOVATIF, PENINGKATAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMASARAN DIGITAL Andi Riska Andreani Syafaruddin; Iranita Haryono; Astrina Nur Inayah; Bahtiar Herman; Pratiwi Ramlan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26716

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi Desa Sipodeceng melalui penerapan konsep smart village berbasis technopreneurship. Fokus program ini adalah mengembangkan hard skill dan soft skill mitra BUMDES Padaidi, khususnya dalam manajemen keuangan, inovasi produk, dan pemasaran digital. Untuk mengukur efektivitas program, evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test, serta analisis kualitatif terhadap perubahan keterampilan dan operasional mitra BUMDES. Evaluasi kuantitatif juga dilakukan untuk menilai peningkatan efisiensi keuangan, diversifikasi produk, dan perluasan pasar, yang dilaporkan dalam persentase perubahan.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan keuangan mitra sebesar 40%, terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan yang akurat. Selain itu, diversifikasi produk meningkat sebesar 30%, dengan penambahan berbagai varian produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Perluasan jangkauan pasar melalui aplikasi "BUMDES Sipodeceng Store" juga berhasil meningkatkan cakupan pasar hingga 50%, yang didukung oleh pemasaran digital dan integrasi sistem pembayaran online. Aplikasi ini tidak hanya mengurangi biaya pemasaran hingga 25% tetapi juga meningkatkan penjualan dengan menjangkau konsumen di luar wilayah lokal. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi ekonomi desa, memperkuat keterampilan kewirausahaan, dan mengintegrasikan teknologi dalam operasional bisnis pedesaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Abstract: This community service activity aims to increase the economic potential of Sipodeceng Village through the implementation of a technopreneurship-based smart village concept. The focus of this program is to develop the hard skills and soft skills of BUMDES Padaidi partners, especially in financial management, product innovation, and digital marketing. To measure the effectiveness of the program, an evaluation was conducted using pre-test and post-test methods, as well as qualitative analysis of changes in BUMDES partner skills and operations. Quantitative evaluations were also conducted to assess improvements in financial efficiency, product diversification, and market expansion, which were reported in percentage changes. The evaluation results showed that this program succeeded in increasing partners' financial skills by 40%, especially in terms of accurate financial recording and reporting. In addition, product diversification increased by 30%, with the addition of various product variants that were more innovative and had higher economic value. The expansion of market reach through the "BUMDES Sipodeceng Store" application also succeeded in increasing market coverage by up to 50%, which was supported by digital marketing and integration of online payment systems. This application not only reduces marketing costs by 25% but also increases sales by reaching consumers outside the local area. Overall, this program has proven effective in optimizing village economic potential, strengthening entrepreneurial skills, and integrating technology into rural business operations to support sustainable development and improve community welfare.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN REMAJA MELALUI DIGITALISASI PEMANTAUAN JENTIK DAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH Ahmad Hidayat; Nurul Hidayah; Bayu Nugraha; Mahmudah Mahmudah; Khoirun Nisa; Nur Aisha Fawwaz; Mahwa Izhariaqi; Febria Sera Darnefi; Muhammad Chusnul Yaqin Aminullah; Ahmad Faizin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27556

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pelatihan dan pendampingan bagi KKR, rendahnya pengetahuan dan keterampilan mereka, serta belum optimalnya manajemen Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk pemeriksaan jentik yang masih manual dan tidak rutin. Program ini bertujuan memberdayakan Kader Kesehatan Remaja (KKR) di SMAN 1 Tamban untuk mengoptimalkan perannya dalam Trias UKS melalui teknologi digital. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, serta pendampingan untuk 15 kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi KKR. Evaluasi pre-test dan post-test mengungkap peningkatan pengetahuan sebesar 19,6% dan keterampilan sebesar 96,6% dalam pelaksanaan Trias UKS. Implementasi aplikasi pemantauan jentik berbasis web berhasil menggantikan metode manual dengan efektivitas 100% dalam penggunaannya. Pelatihan pendidikan kesehatan meningkatkan kemampuan komunikasi efektif KKR dengan peningkatan skor rata-rata 13,8%, sedangkan pelatihan pelayanan kesehatan menghasilkan peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik hingga 33,6%. Dalam aspek lingkungan sehat, kemampuan KKR meningkat 13,9% setelah pelatihan pengelolaan lingkungan sekolah. Pendampingan program UKS juga memastikan KKR mampu menyusun dan menjalankan program dengan tingkat keberhasilan 100%. Luaran kegiatan meliputi aplikasi Smart Larvae Risk Predictor, media edukasi kesehatan digital, dan publikasi hasil program di berbagai platform. Program ini memberi manfaat bagi sekolah dan berkontribusi pada kesehatan remaja di wilayah tersebut.Abstract: This program was motivated by the lack of training and guidance for Youth Health Cadres (KKR), their low knowledge and skills, and the suboptimal management of the Trias School Health Efforts (UKS), including mosquito larvae inspection, which was still manual and irregular. The program aimed to empower KKR at SMAN 1 Tamban to optimize their roles in the Trias UKS using digital technology. Methods included socialization, training, workshops, and mentoring for 15 cadres. The results demonstrated significant improvements in KKR competencies. Evaluation through pre- and post-tests revealed a 19.6% increase in knowledge and a 96.6% improvement in skills for implementing the Trias UKS. The implementation of a web-based mosquito larvae monitoring application successfully replaced manual methods with 100% effectiveness. Health education training improved KKR's communication skills by an average of 13.8%, while health service training enhanced their physical examination skills by 33.6%. In the aspect of healthy environments, KKR’s ability increased by 13.9% after training in school environment management. Mentoring for the UKS program ensured that KKR could develop and execute the program with a 100% success rate. The program outputs included the Smart Larvae Risk Predictor application, digital health education media, and the publication of program results on various platforms. This initiative benefited the school and contributed to improving adolescent health in the region.
PROTOTYPE DEVELOPMENT OF BOTTLE FILLING MACHINE TO SUPPORT CLEAN WATER DISTRIBUTION AND STUNTING PREVENTION Nurul Widji Triana; Muchlisiniyati Safeyah; Diana Aqidatun Nisa; Zainal Abidin Achmad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27200

Abstract

Abstrak: Akses terhadap air bersih sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya di pedesaan Indonesia. Desa Kedungjambe, Tuban, menghadapi tantangan yang signifikan dalam pendistribusian air bersih karena kandungan kapur yang tinggi dalam air tanah, yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan seperti stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih, mendukung pencegahan stunting, dan memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan teknis. Program ini meliputi pendidikan kesehatan, pengembangan dan implementasi Prototipe Mesin Pengisian Botol Paralel hemat energi, dan pelatihan untuk pengoperasian dan pemeliharaan. Sebanyak 25 peserta, termasuk perangkat desa, guru, operator mesin, santri dan kader kesehatan, terlibat dalam kegiatan tersebut. Metode yang digunakan meliputi ceramah, pelatihan, dan praktik langsung. Evaluasi menggunakan kuesioner dan praktik mengungkapkan peningkatan 80% dalam soft skills, seperti kesadaran akan pentingnya air bersih dan stunting, dan peningkatan 90% dalam hard skills, khususnya dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin. Prakarsa ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat dan efisiensi distribusi air bersih, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6. Prototipe ini menunjukkan potensi replikasi di daerah pedesaan lainnya, berkontribusi pada upaya nasional dalam mengatasi tantangan akses air dan mengurangi prevalensi stunting.Abstract: Access to clean water is fundamental in improving the quality of life, especially in rural Indonesia. Kedungjambe Village, Tuban, has considerable problems with the distribution of clean water due to its groundwater having high levels of lime, contributing to health risks such as stunting. This community service program aimed to enhance clean water access, support stunting prevention, and empower communities by improving technical and interpersonal skills. The program comprised health education, the development and implementation of a low-energy Prototype Parallel Bottle Filling Machine, and training for operation and maintenance. A total of 25 participants, including village managers, machine operators, student (santri) and health cadres, engaged in the activities. The methods included lectures, hands-on training, and participatory sessions. Evaluation using questionnaires and interviews revealed an 85% increase in soft skills, such as awareness of the importance of clean water, and a 90% increase in hard skills, particularly in machine operation and maintenance. This initiative significantly improved community health knowledge and the efficiency of clean water distribution, which aligns with Sustainable Development Goal 6. The prototype shows potential for replication in other rural areas, contributing to national efforts to address water access challenges and reduce stunting prevalence.
LITERASI KEUANGAN UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN FINANSIAL: PENGENALAN ANALISIS TEKNIKAL DASAR UNTUK SISWA SMA Renna Magdalena; Ilyona Risty; Go George Herbert; Josephine Kurniawati Tjahjono; Mandy Mandy; Daud Rexy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27818

Abstract

Abstrak: Literasi keuangan merupakan keterampilan esensial untuk membangun kemandirian finansial generasi muda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan dasar akuntansi siswa kelas X SMA di Sidoarjo, dengan fokus pada analisis teknikal di pasar trading. Kegiatan dilakukan melalui lokakarya interaktif satu hari yang mencakup ceramah, simulasi trading menggunakan aplikasi MT4, dan diskusi kelompok tentang studi kasus nyata. Peserta kegiatan adalah 50 siswa SMA kelas X. Evaluasi dilakukan dengan metode kuis pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari rata-rata 38% sebelum kegiatan menjadi 84% setelah kegiatan. Hasil evaluasi ini mengindikasikan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan siswa, mencakup penggunaan aplikasi trading, analisis teknikal, dan prinsip dasar akuntansi.Abstract: Financial literacy is an essential skill for building the financial independence of younger generations. This community service program aimed to enhance the financial literacy and basic accounting skills of 10th-grade high school students in Sidoarjo, with a specific focus on technical analysis in trading markets. The activity was conducted through a one-day interactive workshop comprising lectures, trading simulations using the MT4 application, and group discussions on real-world case studies. A total of 50 10th-grade high school students participated in the program. Evaluation was conducted using pre-test and post-test quizzes, which demonstrated an increase in students' understanding from an average of 38% before the activity to 84% afterward. These results indicate significant improvements in students' financial literacy, including the use of trading applications, technical analysis, and basic accounting principles.
PENGEMBANGAN UMKM DESA MELALUI DIGITALISASI: STUDI IMPLEMENTASI QRIS, SHOPEE, DAN SHOPEE FOOD Annisa Uswatun Khassanah; Iqbal Arrosyid; Laila Amalia Widyastuti; Nur Himatul Muna; Ghandi Krisna Palupi; Isti Chana Zuliyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27112

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran signifikan dalam mendorong perekonomian Indonesia, baik dari aspek pemberdayaan masyarakat, peningkatan pendapatan negara, maupun pembukaan peluang usaha baru. Meskipun UMKM di Desa Wangandalem, Brebes, berpotensi untuk berkembang, desa ini belum memiliki banyak kebijakan terkait pengembangan UMKM. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendukung perkembangan UMKM yang sudah ada melalui digitalisasi, yaitu dengan mendaftarkan UMKM pada platform QRIS, Shopee, dan Shopee Food. Kegiatan ini dimulai dengan pendataan lapangan dan wawancara dengan 10 UMKM di Desa Wangandalem. UMKM kemudian dikelompokkan berdasarkan kebutuhan digitalisasi mereka, dan hanya 5 UMKM yang bersedia melanjutkan hingga tahap implementasi. Evaluasi dilakukan secara diagnostik, formatif, dan sumatif, dengan indikator keberhasilan berupa penerapan sistem digitalisasi pada UMKM dan publikasi hasil dalam jurnal ilmiah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pasar bagi UMKM melalui teknologi digital.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in driving Indonesia’s economy, contributing to community empowerment, increasing state revenue, and opening opportunities for new businesses. Despite the potential for MSMEs in Wangandalem Village, Brebes, to grow, the village has not yet established comprehensive policies for MSME development. This community service program aims to support the growth of existing MSMEs through digitalization by registering them on platforms such as QRIS, Shopee, and Shopee Food. The program began with field observations and interviews with 10 MSMEs in Wangandalem Village. MSMEs were then categorized based on their digitalization needs, with only 5 MSMEs proceeding to the implementation stage. Evaluation was conducted diagnostically, formatively, and summatively, with success indicators including the implementation of digital systems in MSMEs and the publication of findings in academic journals. This program is expected to enhance market accessibility for MSMEs through digital technology.
PENDAMPINGAN PENCEGAHAN TUBERCULOSIS PADA ANAK SEKOLAH MELALUI EDUKASI DAN TOSS TBC Yuniske Penyami; Sumarni Sumarni; Norma Nofianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27561

Abstract

Abstrak: Kasus TBC di tahun 2022 dianggap sebagai angka tertinggi sejak TBC menjadi program prioritas nasional. Sebanyak 969.000 kasus di tahun 2022 dan angka ini meningkat 17%. Anak merupakan kelompok rentan untuk terkena TBC. Banyak studi menunjukan efektivitas program edukasi kesehatan berbasis sekolah dalam upaya pencegahan penyakit menular pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan TBC dengan meningkatkan pengetahuan anak tentang TBC dan praktik etika. Pendampingan dilakukan kepada 29 siswa dan siswi kelas 4-6 salah satu SD terpilih di Kota Pekalongan Kegiatan terdiri dari edukasi, pembuatan prakarya berupa gambar bertema TBC beserta penjelasannya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dinamika kelompok dan role play. Kampanye TOSS TBC yang melibatkan tenaga kesehatan, guru dan siswa. Terdapat peningkatan pengetahuan anak tentang TBC secara bermakna dari nilai rerata pre-test 3,62 menjadi 7,07 pada post-test. Sesudah kegiatan, anak sekolah dapat mempraktikan etika batuk dengan tepat sebanyak 75,6%.Abstract: TB cases in 2022 are considered the highest number since TB became a national priority program. As many as 969,000 cases in 2022 and this figure has increased by 17%. Children are a vulnerable group to contract TB. Many studies have shown the effectiveness of school-based health education programs in efforts to prevent infectious diseases in children. The purpose of this activity is to increase TB prevention efforts by increasing children's knowledge about TB and ethical practices. Mentoring was carried out for 29 male and female students in grades 4-6 of elementary school 1 Bandengan Pekalongan City. Activities consisted of education, making crafts in the form of TB-themed pictures along with explanations. The methods used were lectures, discussions, questions and answers, group dynamics and role play. TOSS TB campaign involving health workers, teachers and students. There was a significant increase in children's knowledge about TB from an average pre-test score of 3.62 to 7.07 in the post-test. After the activity, school children were able to practice cough etiquette correctly increased until 75,6%.
TEKNOLOGI PENJERNIHAN MINYAK PIROLISIS PLASTIK DENGAN METODE ULTRAFILTRASI BERBASIS TEKANAN VACUUM KAPASITAS 50 LITER/JAM Mastur Mastur; Utis Sutisna; Bambang Sugiantoro; Nana Supriyana; Warso Warso
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26892

Abstract

Abstrak: Desa Panican merupakan salah satu desa yang berkomitmen untuk pengelolaan sampah mandiri khususnya sampah plastik dengan sistem barter dengan masyarakat untuk bahan proses pirolsisis dengan kapasitas 50 kg/proses. Unit ini dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) Bangun Utomo. Hasil minyak pirolisis berupa minyak setara solar 60%, 20 % setara minyak tanah dan 20% setara premium. Proses penjernihan selama ini menggunakan proses mixing dengan NaOH dan metanol yang diaduk mengggunakan mixer elektrik, tetapi hasil masih keruh dan banyak mengandung partikel, proses pemisahan minyak masih menggunakan tahapan pengendapan selama 2 hari, sehingga menghambat proses produksi. Untuk meningkatkan kejernihan membutuhkan prosesiltrasi membran yang cepat. Teknologi yang diterapkan menggabungkan filtrasi membran dan vacuum dalam satu proses dengan daya listrik yang rendah yaitu 250 watt. Peningkatan pengetahuan dilaksanakan dengan workshop 8 orang operator untuk memahami sistem operasi, fungsi komponen dan pemeliharaan. Minyak pirolisis, terutama fraksi solar yang mencakup 60% dari hasil produksi, menawarkan potensi pasar yang besar sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin diesel di sektor pertanian dan industri kecil, Dengan harga jual Rp. 8000 per liter, produk ini mampu memenuhi 40% kebutuhan energi murah di desa ini. Selain itu, peningkatan harga sebesar 15% per liter meningkatkan pendapatan mitra, untuk mendukung pemasaran dilakukan pelatihan penjualan sebanyak 4 orang yang bertugas sebagai admin baik lokal maupun online. evaluasi berupa observasi performasi mesin sesuai jenis plastik menunjukkan bahwa penggunaan solar pirolisis lebih hemat dibandingkan biosolar, dengan efisiensi 5,5% pada mesin traktor, 7,23% pada mesin pemilah sampah, dan 6,5% pada mesin pencacah plastik. Fraksi minyak setara bensin dan minyak tanah dimanfaatkan untuk produksi thinner. Keberhasilan teknologi ini memberikan peluang signifikan produksi energi alternatif yang hemat biaya dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi mitra melalui penguatan pasar dan pendapatan.Abstract: The village of Panican is committed to independent waste management, particularly plastic waste, using a barter system with the community to gather raw materials for pyrolysis with a capacity of 50 kg per process. This unit is managed by the community self-help group (KSM) Bangun Utomo. The resulting pyrolysis oil includes diesel-equivalent oil at 60%, 20% kerosene-equivalent, and 20% gasoline-equivalent. The purification process has traditionally relied on mixing with NaOH and methanol, stirred by an electric mixer; however, the oil remains cloudy and contains numerous particulates. Oil separation still uses a two-day settling process, which slows down production. To improve clarity, a rapid membrane filtration process is needed. The technology implemented combines membrane filtration and vacuum in a single process with low electrical power, requiring only 250 watts. Knowledge enhancement was conducted through a workshop for eight operators to understand operational systems, component functions, and maintenance procedures. Pyrolysis oil, particularly the diesel fraction which comprises 60% of the production yield, offers significant market potential as an alternative fuel for diesel engines in agriculture and small industries. With a selling price of IDR 8,000 per liter, this product can fulfill 40% of the village’s demand for low-cost energy. Additionally, a 15% price increase per liter enhances partner income, and product marketing support is provided through training in local and online sales. An evaluation through machine performance observation, based on the type of plastic used, showed that pyrolysis diesel was more efficient than biodiesel, yielding 5.5% efficiency on tractors, 7.23% on waste sorting machines, and 6.5% on plastic shredders. Gasoline and kerosene-equivalent fractions are utilized for thinner production. The success of this technology offers a significant opportunity for the production of cost-effective, sustainable alternative energy, while enhancing economic well-being for partners through strengthened markets and increased revenue.
PENINGKATAN KAPASITAS PENGELOLAAN ARSIP DIGITAL DENGAN PEMANFAATAN PENYIMPANAN CLOUD Yusuf Hendra Pratama; Hendri Purnomo; Bayu Wibisana; Rifqi Sulthon Abqari; Ahmad Arfin; Wahyu Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28022

Abstract

Abstrak: Pengelolaan arsip digital menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi. Google Drive adalah salah satu teknologi Cloud yang popular digunakan untuk menyimpan data secara online. Permasalahan pengelolaan arsip digital di Kelurahan Dasan Geres meliputi pemahaman teknologi Cloud, Infrastruktur belum memadai dan resiko keamanan data, Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola arsip digital dengan Cloud. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan yang melibatkan 25 peserta dari masyarakat setempat. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan nilai rata-rata dari Pre-Test dan Post-Test meningkat sebesar 32%, yang diukur dengan 20 soal pilihan ganda. Selain itu tingkat kepuasan peserta memberikan penilaian “Sangat Baik” sebesar 50,4%, “Baik” sebesar 47,6% dan 2% memberikan penilaian “Cukup Baik”. Kegiatan ini memberikan 8 rekomendasi terkait peningkatan infrastruktur, pelatihan, keamanan dan pemeliharaan data untuk mendukung modernisasi pengelolaan arsip digital di Kelurahan Dasan Geres.Abstract: The efficiency and success of organizations are increasingly dependent on digital records. One of the most popular cloud storage options is Google Drive. Managing digital records in Dasan Geres village has unique challenges, such as a lack of knowledge about cloud technology, poor infrastructure, and data security threats. Enhancing the community's ability to maintain digital archives in a cloud computing context is the aim of this endeavor. 25 members of the local community participated in socialization, training, and mentoring as part of the technique. Evaluation using pre-test, post-test and participant satisfaction questionnaire. The results showed a 32% increase in the average pre-test and post-test scores, as measured by 20 multiple-choice questions, indicating an increase in participants' understanding. Furthermore, 50.4% of respondents gave participant satisfaction a "very good" rating, 47.6% a "good" rating, and 2% a "fairly good" rating. In order to promote the modernization of Dasan Geles Village's digital record-keeping, the event will offer eight proposals for enhancing data maintenance, security, training, and infrastructure.
INOVASI KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI STRATEGI MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH PRODUK PANGAN LOKAL Indrajit Wicaksana; Satriyo Restu Adhi; Yuridistya Primadhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26864

Abstract

Abstrak: Desa Pasirukem termasuk desa terkecil di Kabupaten Karawang. Selain bertani, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah menjual produk pangan. Minimnya pengetahuan dan kemampuan produksi membuat proses pembuatan produk pangan masih berlangsung secara tradisional, hanya dikemas dengan plastik, dan tidak memperhatikan keramahan lingkungan. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha Desa Pasirukem akan pentingnya usaha ramah lingkungan melalui sosialisasi dan pelatihan kemasan ramah lingkungan. Kegiatan diikuti 20 pelaku usaha pangan. Tingkat ketercapaian program terlihat pada peningkatan hasil pre-test dan post-test yang dibagikan kepada peserta. Hasil akhir rata-rata memperlihatkan 92,5% peserta memahami tentang usaha ramah lingkungan dan 87,5% peserta memahami pembuatan kemasan ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini tercipta kemasan ramah lingkungan sehingga menciptakan nilai tambah sebagai produk oleh-oleh khas Karawang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pembuatan kemasan ramah lingkungan untuk produk pangan lokal lainnya dan meningkatnya daya saing produk pangan lokal Desa Pasirukem. Abstract: Desa Pasirukem is one of the smallest villages in Kabupaten Karawang. In addition to farming, one of the livelihoods of the majority of the population is selling pfood products. The lack of knowledge and production skills means that the process of making food products is still carried out traditionally, only packaged in plastic, and not pay attention to environmental friendliness. The purpose of this community service program is to increase the knowledge and skills of Desa Pasirukem business actors regarding the importance of environmentally friendly businesses through socialization and training in environmentally friendly packaging. The activity was attended by 20 food business actors. The level of program achievement can be seen in the increase in pre-test and post-test results distributed to participants. The final results on average show that 92.5% of participants understand environmentally friendly businesses and 87.5% of participants understand making environmentally friendly packaging. Environmentally friendly packaging was created through this training, thereby creating added value as a signature Karawang product. This activity is expected to be the forerunner to the creation of environmentally friendly packaging for other local food products and increase the competitiveness of local food products in Pasirukem Village.