cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
OPTIMALISASI PRODUKSI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN PENERAPAN MESIN PENCACAH LIMBAH PERTANIAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Ahmad Akromul Huda; muliatiningsih muliatiningsih; Yesung Allo Padang; Muh. Safrizal Nizam; Muhibburahman Muhibburahman; Muhammad Didin Rosyidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34798

Abstract

Abstrak: Limbah peternakan yang melimpah dan tanpa sistem pengelolaan yang diterapkan, baik secara individu maupun kolektif dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari pencemaran lingkungan hingga risiko terganggunya kesehatan masyarakat sekitar. Dengan memanfaatkan potensi limbah ternak yang selama ini belum digarap, diharapkan terjadi perbaikan kualitas lingkungan, peningkatan produktivitas pertanian, serta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin sulit diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam mengelola limbah ternak, khususnya kotoran sapi, menjadi pupuk organik melalui pemanfaatan teknologi mesin pencacah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan dengan mitra yaitu kelompok tani Tetu Tan ta Tunaq dan anggota mitra yang terlibat sebanyak 32 orang. Untuk mengevaluasi hasil kegiatan peserta pelatihan diberikan pretest dan posttest, kemudian data diuji menggunakan paired semple T-test. Hasil analisa menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra sebelum pelatihan sebesar 45,75% dan meningkat menjadi 88,79% setelah kegiatan selesai dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa mitra memahami materi yang disampaikan dan dapat melaksanakan hasil pelatihan yang telah dilakukan.Abstract: Abundant livestock waste without an individual or collective management system can cause various problems, ranging from environmental pollution to risks to the health of the surrounding community. By utilizing the potential of livestock waste that has not been exploited, it is hoped that there will be improvements in environmental quality, increased agricultural productivity, and reduced dependence on chemical fertilizers, which are becoming increasingly difficult to access. The community service activity carried out in Sesait Village, North Lombok Regency, aimed to increase the knowledge and skills of farmer group members in managing livestock waste, especially cow dung, into organic fertilizer through the use of shredder technology. The methods used in this activity were socialization and training with partners, namely the Tetu Tan ta Tunaq farmer group and 32 members involved. To evaluate the results of the activity, participants were given a pretest and posttest, and the data was tested using a paired sample T-test. The analysis results showed that the average level of knowledge and skills of the partners before the training was 45.75% and increased to 88.79% after the activity was completed. This shows that the partners understood the material presented and were able to implement the results of the training that had been conducted.
PEMBERDAYAAN TP PKK MELALUI PEMANFAATAN DAUN PEPAYA JEPANG DAN DAUN MARENGGO DALAM PEMBUATAN ECOPRINT Emi Erawati; Safira Rijka Ardima; Syahrani Shabrina Dewantari; Zahirah Mentari Supriyono; Zahiyah Wulan Supriyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33770

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan pada 26 Juli 2025 di Desa Mertan, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota TP PKK Desa Mertan, mendorong terciptanya produk unggulan untuk TP PKK Desa Mertan, dan membuka peluang pemasukan tambahan bagi desa melalui usaha kreatif ramah lingkungan. Pengabdian masyarakat diikuti oleh 10 peserta yang dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan praktik. Metode sosialisasi dilakukan dengan cara mempresentasikan pengertian ecoprint, daun dan bunga yang bisa digunakan, serta teknik-teknik dalam ecoprint. Sedangkan metode praktik dilakukan dengan mordanting tote bag menggunakan tawas dan soda ash. Tote bag yang telah di mordanting selanjutnya dicetak motifnya dengan teknik pounding. Teknik pounding adalah teknik mencetak motif daun atau bunga ke media cetak seperti kain dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul seperti palu. Pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pretest dan diakhiri dengan posttest sebanyak 10 pertanyaan. Nilai rata-rata pretest sebesar 44 sementara nilai rata-rata posttest meningkat secara signifikan menjadi 92. Nilai tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para peserta terhadap ecoprint.Abstract: This community service program was held on 26 July 2025, at the Mertan Village Hall, Bendosari, Sukoharjo. The purpose of the activity was to educate and train members of PKK on utilizing japanese papaya and marenggo leaves as natural materials for eco-printing on tote bags. The activity was attended by 10 participants and implemented through a combination of presentation-based socialization and practical training. The presentation phase covered an introduction to eco-printing, suitable plant materials, and various techniques. The practical session involved mordanting tote bags with alum and soda ash, followed by motif transfer using the pounding technique. This technique involves transferring natural pigments from leaves or flowers to fabric by physically striking them with a hammer or similar tool. The activity began with a pre-test and concluded with a post-test. The average pre-test score was 4.4, while the post-test score improved significantly to 9.2, indicating increased participant understanding and skill.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA DHARMAWANITA MELALUI SOSIALISASI TENTANG MANFAAT NUTRISI PRODUK PERIKANAN PADA KESEHATAN GIGI DAN MULUT Meilya Suzan Triyastuti; Hetty Magritha Paulin Ondang; Fidel James Bonifacio Ticoalu; Itje Danti Wewengkang; Fernando Wowiling; Nova M. Tumanduk; Dyah Ayu Rakhmayeni; Dessy Atika Natalia; Mohamad Akbar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32101

Abstract

Abstrak: Biota laut merupakan sumber protein yang berasal dari perikanan dan kelautan. Bitung mempunyai potensi perikanan yang baik dalam tingkat kualitas dan hingga keberagaman jenisnya. Ibu Rumah Tangga (IRT) mempunyai peran mengatur rumah tangga harus mempunyai tangga dan memasak serta menyiapkan makanan untuk keluarga yang bernutrisi. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat yaitu meningkatkan hardskill pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada anggota dharmawanita dalam mengetahui pentingnya pola makan sehat berbasis ikan untuk mencegah masalah seperti gigi berlubang dan radang gusi. Metode yang digunakan pada pengabdian Masyarakat ini dengan metode ceramah dan diskusi interaktif dengan melibatkan 20 peserta anggota dharmawanita. Dengan demikian, ibu rumah tangga harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan terkait senyawa bioaktif pada biota laut untuk kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan hal tersebut maka metode yang diterapkan pada kegiatan ini sosialisasi atau penyuluhan nutrisi produk perikanan yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan presentase hasil evaluasi menggunakan kuisioner sebesar 90%. Presentasi sasil evaluasi setelah kegiatan pengabdian Masyarakat menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam memahami kandungan senyawa biokatif pada produk perikanan dan kelautan yang baik bagi kesehatan gigi dan mulut.Abstract: Biota is a source of protein that comes from fisheries and marine life. Bitung has good fisheries potential in terms of quality and diversity. The housewife has the role of managing the household, which includes cooking and preparing nutritious food for the family. The community service activity aims to improve hard skills on increasing knowledge and understanding of dharmawanita members in knowing the importance of a healthy fish-based diet to prevent problems such as cavities and gingivitis. The method used in this community service with lecture method and interactive discussion involving 20 participants of dharmawanita members. Thus, housewives must have knowledge related to bioactive compounds in marine biota for oral health. Based on this, the method applied in this activity is socialization or counseling on fishery product nutrition that can help maintain oral health. Based on the percentage of evaluation results using a questionnaire of 90%. Evaluation results presented after community service activities show the increase in knowledge and skills of partners in understanding the content of bioactive compounds in fishery and marine products that are good for oral health.
EDUKASI AKTIVITAS FISIK DALAM RANGKA OPTIMALISASI KUALITAS HIDUP LANJUT USIA S., Ayu Sunarti; Roswati, Roswati; S., Suci Fajriani; Rahmawan, Ummu Khaerat; Siallagan, Herdiani; Yacob, Anneke
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35703

Abstract

Abstrak: Lansia akan mengalami proses dimana menurunnya kemampuan jaringan meregenerasi, mempertahankan kestabilan struktur tubuh, dan fungsi tubuh dalam menghadapi cedera ataupun infeksi. Lansia yang melakukan aktivitas fisik secara tidak aktif dapat menjadi faktor risiko penurunan kesehatan secara bermakna. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat aktivitas fisik lansia. Pengetahuan yang baik dapat mendorong lansia untuk melakukan aktivitas fisik dengan baik juga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang aktivitas fisik sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Mitra pengabdian Masyarakat sebanyak 26 orang lansia di Panti Sosial Tresna Werda Sentani Kabupaten Jayapura dengan metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi dengan media edukasi melalui Powerpoint yang berisi materi informatif dan ilustratif serta dilanjutkan dengan senam lansia. Hasil evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan pretest dan posttest. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi aktivitas fisik lansia. Sebelum dilakukan edukasi aktivitas fisik lansia, terdapat sebagian besar partisipan (57,67%) yang memiliki pengetahuan cukup dan setelah dilakukan edukasi didapatkan bahwa pengetahuan partisipan sebagian besar telah meningkat menjadi pengetahuan yang baik (84,62%).Abstract: Elderly individuals experience a decline in the ability of tissue to regenerate, maintain the stability of body structures, and body function in the face of injury or infection. Inactive elderly individuals can be a significant risk factor for health decline. Knowledge is one factor that influences the level of physical activity in the elderly. Good knowledge can encourage elderly individuals to engage in physical activity well. The purpose of this activity is to increase the elderly's knowledge about physical activity so that they can improve their quality of life. The community service partners were 26 elderly people at the Sentani Tresna Werda Social Home in Jayapura Regency. The method used was lecture and discussion with educational media through PowerPoint containing informative and illustrative materials and continued with elderly exercise. The results of the activity evaluation were carried out by comparing the pretest and posttest. There was an increase in knowledge after the elderly physical activity education. Before the elderly physical activity education, the majority of participants (57.67%) had sufficient knowledge, and after the education, it was found that the knowledge of most participants had increased to good knowledge (84.62%).
INOVASI TEKNOLOGI BERBASIS PLTS UNTUK PENGATURAN LINGKUNGAN AKUAKULTUR PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU Sitepu, Rasional; Angka, Peter Rhatodirdjo; Valen, Sasrio Resi; Krisanti, Yosefa Ruvinda Ayu; Retnoningtyas, Ery Susiany; Agustine, Lanny; Yuliati, Yuliati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34762

Abstract

Abstrak: Masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan memiliki potensi mengembangkan usaha sampingan yang lebih cepat menghasilkan dan berkelanjutan di lahan terbatas. Pokdarwis Kampoeng Oase Ondomohen tengah merintis usaha pembesaran kepiting air payau dengan tenaga surya, yang menjanjikan nilai jual lebih tinggi, waktu panen lebih singkat, dan biaya operasional lebih rendah daripada pembesaran ikan saat ini. Namun kemampuan mitra untuk mengelola akuakultur serta merawat sistem PLTS masih perlu ditingkatkan.Metode meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi kelompok (FGD) untuk membekali 28 peserta (pengurus pokdarwis dan anggota masyarakat) dengan teori dan keterampilan teknis. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan kapasitas mitra secara komprehensif. Peningkatan tidak hanya terjadi pada aspek pengetahuan teoretis (melonjak dari 37,5% menjadi 90–95%), tetapi juga keterampilan praktis. Secara rata-rata, tingkat keterampilan mitra untuk mengoperasikan sistem melonjak dari 15% (pre-test) menjadi 85% (post-test). Peningkatan paling drastis terlihat pada keterampilan baru seperti "Melakukan kultur probiotik" (0% menjadi 80%) dan keterampilan kunci lainnya.Abstract: Communities in low-lying urban areas have the potential to develop more quickly and sustainably profitable side businesses on limited land. The Kampoeng Oase Ondomohen Tourism Group (Pokdarwis) is pioneering a solar-powered brackishwater crab farming business, which promises higher sales value, shorter harvest times, and lower operational costs than current fish farming. However, partners' skills in managing aquaculture and maintaining solar power systems still need improvement.Methods included lectures, hands-on practice, and focus group discussions (FGDs) to equip 28 participants (Pokdarwis administrators and community members) with theory and technical skills. Pre- and post-test evaluations demonstrated the program's success in comprehensively enhancing partners' capacity. Improvements occurred not only in theoretical knowledge (jumping from 37.5% to 90–95%), but also in practical skills. On average, partners' skill level in operating the system jumped from 15% (pre-test) to 85% (post-test). The most drastic improvements were seen in new skills such as “Performing probiotic cultures” (0% to 80%) and other key skills.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENATALAKSANAAN PASIEN STROKE BERBASIS HOME CARE Sitohang, Tiur Romatua; Tumangger, Ramlah Yusni; Andesa, Putri Maharani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34527

Abstract

Abstrak: Terdapat 12,2 juta orang di dunia menderita stroke setiap tahunnya. Angka kematian stroke secara global per tahunnya sebesar 6,5 juta orang. Stroke menduduki peringkat ketiga tertinggi penyakit penyebab kecacatan dan peringkat kedua penyebab kematian di dunia. Kader kesehatan belum mengetahui bagaimana perawatan dan penatalaksanaan pasien stroke berbasis home care. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatakan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penatalaksaan pasien stroke. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pre test, dengan menggunakan 10 butir pertanyaan , edukasi, pelatihan, diskusi, diakhiri dengan post test dengan menggunakan 10 butir pertanyaan terhadap 20 orang kader kesehatan di Desa Mela I dan Desa Mela II Wilayah Kerja Puskesmas Poriaha. Hasil posttest menunjukkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan meningkat menjadi 90% baik. Disimpulkan edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam tatalaksana pasien stroke berbasis home care.Abstract: Each year, an estimated 12.2 million people worldwide experience a stroke, with a global annual mortality rate of approximately 6.5 million. Stroke is recognized as the third leading cause of disability and the second leading cause of death globally. However, community health cadres often lack adequate knowledge regarding stroke care and management within a home-care setting. This community engagement program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres in managing stroke patients through a home-care approach. The methods applied included a pre-test, educational sessions, training, group discussions, and a post-test, involving 20 health cadres from Mela I and Mela II Villages under the working area of Poriaha Primary Health Center. Post-test results demonstrated a significant improvement, with 90% of participants achieving a good level of knowledge and skills. In conclusion, education and training interventions were effective in improving the knowledge and skills of health cadres in stroke management within the context of home care.
REKAYASA MESIN PENGOLAH JERAMI PADI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN TERNAK SAPI Hartatik, Sri; Rachmandhika, Yusuf; Setiyono, Setiyono; Ubaidillah, Mohammad; Avivi, Sholeh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33418

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama peternak sapi di Desa Mayangan adalah ketergantungan pada jerami padi segar bernutrisi rendah (protein 3,8%) dan biaya pakan konsentrat tinggi. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak memproduksi pakan fermentasi, mengurangi biaya pakan, dan mendorong kemandirian teknologi. Keterampilan yang ditingkatkan mencakup hardskill (pengoperasian mesin Straw Baller, pengepresan, pengemasan kedap udara, fermentasi anaerob) dan softskill (kerja sama, problem solving, pengelolaan sumber daya pakan). Kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan praktik pembuatan pakan fermentasi diikuti 27 peternak Kelompok Tani Muneng Makmur 2. Evaluasi melalui observasi dan angket 10 pertanyaan menilai pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesiapan adopsi teknologi. Indikator keberhasilan meliputi penguasaan teknik ≥80%, penurunan volume jerami ≥40%, dan peningkatan kepadatan penyimpanan ≥1,5 kali. Hasil menunjukkan keterampilan meningkat 85%, volume jerami berkurang 41–59%, kepadatan penyimpanan naik 1,7–2,4 kali, serta potensi peningkatan palatabilitas dan pertumbuhan bobot harian sapi.Abstract: The main challenge for cattle farmers in Mayangan Village is their reliance on low-nutrient fresh rice straw (3.8% crude protein) and the high cost of commercial concentrate feed. This program aimed to enhance farmers’ capacity in producing fermented feed, reduce feed costs, and promote technological self-reliance. Skills targeted included hardskills (operation of the Straw Baller machine, pressing, airtight packaging, anaerobic fermentation) and softskills (teamwork, problem solving, and feed resource management). Activities comprised lectures, training, and hands-on practice in fermented feed production involving 27 farmers from the Muneng Makmur 2 Farmers Group. Evaluation was conducted through field observation and a 10-question questionnaire assessing knowledge, technical skills, and readiness for technology adoption. Success indicators included ≥80% mastery of techniques, ≥40% reduction in straw volume, and ≥1.5-fold increase in storage density. Results showed an 85% skill improvement, 41–59% volume reduction, 1.7–2.4× storage density increase, and potential improvement in feed palatability and daily weight gain.
TRAINING ON MAKING COMPOSITE LIQUID SMOKE-BASED PLANT PESTICIDES FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Andi Setiawan; Najla Lubis; Rozyanti Rozyanti; Dwi Hayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35843

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mensosialisasikan inovasi pestisida nabati berupa asap cair berbasis komposit, yang dibuat dari bahan alam seperti kulit kayu, daun, dan ranting melalui proses pirolisis, untuk menjawab kelemahan pestisida nabati konvensional. Melibatkan 20 siswa SMK Panca Budi Medan, metode pelaksanaan bersifat praktis dan partisipatif dengan menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung (hands-on practice) dalam mengolah bahan dan memproduksi pestisida. Kegiatan ini secara bersamaan mengasah hardskill teknis peserta dan meningkatkan softskill berupa pemahaman lingkungan serta prinsip pertanian berkelanjutan. Evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan keberhasilan program, dengan terjadi peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta sebesar 45%. Hasil ini membuktikan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan masyarakat sasaran mengenai pemanfaatan pestisida asap cair komposit sebagai solusi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.Abstract: This Community Service (PKM) activity socializes the innovation of a botanical pesticide in the form of a composite-based liquid smoke, made from natural materials such as bark, leaves, and twigs through a pyrolysis process, to address the weaknesses of conventional botanical pesticides. Involving 20 students of SMK Panca Budi Medan, the implementation method is practical and participatory by combining lectures, demonstrations, and direct practice (hands-on practice) in processing materials and producing pesticides. This activity simultaneously hones the technical hard skills of participants and improves soft skills in the form of environmental understanding and sustainable agricultural principles. Evaluation through pre-test and post-test questionnaires showed the success of the program, with an increase in participants' skills and knowledge of 45%. These results prove a significant increase in understanding among the target community regarding the use of composite liquid smoke pesticides as a more effective and environmentally friendly pest control solution.
PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN JANIN MELALUI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS Fatmawati Ibrahim; Eka Rati Astuti; Magdalena Martha Tompunuh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34851

Abstract

Abstrak: Puskesmas Kota Selatan di Kota Gorontalo berperan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Fluktuasi angka kematian ibu (AKI) dalam lima tahun terakhir, dengan tertinggi 229,9 per 100.000 kelahiran hidup pada 2020, menunjukkan pentingnya pencegahan komplikasi kehamilan seperti diabetes melitus gestasional (DMG). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan kader kesehatan dan pengetahuan ibu hamil dalam deteksi dini serta pencegahan DMG melalui pemeriksaan glukosa darah dan edukasi kesehatan. Metode meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, praktik pemeriksaan glukosa darah, serta pre-test dan post-test. Mitra kegiatan terdiri dari 25 kader kesehatan dan ibu hamil berisiko di Kelurahan Limba B. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dari 71,43% menjadi 100% kategori baik, dengan 89,29% memiliki kadar gula darah normal. Edukasi dan pemeriksaan rutin terbukti efektif dalam pencegahan komplikasi kehamilan akibat DMG.Abstract: The South City Community Health Center in Gorontalo City plays a crucial role in improving maternal and child health. Fluctuations in the maternal mortality rate (MMR) over the past five years, with a peak of 229.9 per 100,000 live births in 2020, demonstrate the importance of preventing pregnancy complications such as gestational diabetes mellitus (GDM). This community service activity aims to improve the skills of health workers and the knowledge of pregnant women in early detection and prevention of GDM through blood glucose testing and health education. Methods include interactive lectures, focus group discussions, practical blood glucose testing, and pre- and post-tests. Participants included 25 health workers and at-risk pregnant women in Limba B Village. Results showed an increase in maternal knowledge from 71.43% to 100% in the good category, with 89.29% having normal blood sugar levels. Education and routine check-ups have proven effective in preventing pregnancy complications due to GDM.
PENINGKATAN KETERAMPILAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR BERBASIS ALAT PERAGA Febblina Daryanes; Irda Sayuti; Fitriwahyuni A’fifah; Febrika Anwar; Syarifah Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34777

Abstract

Abstrak: Permasalahan rendahnya keterampilan numerasi siswa sekolah dasar menjadi tantangan utama dalam pencapaian kompetensi abad 21. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan numerasi melalui program Kampus Mengajar dengan pendekatan pendampingan berbasis alat peraga. Mitra kegiatan adalah SDN 123 Pekanbaru dengan subjek siswa kelas V berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pembuatan media pembelajaran, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi melalui pretes dan postes dengan 20 pertanyaan. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan hasil tes numerasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan numerasi. Siswa yang memperoleh nilai kategori tinggi meningkat dari 15% pada pretes menjadi 64% pada postes, sehingga terdapat progres peningkatan sebesar 49%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga sederhana dapat memperkuat numerasi siswa, dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan serta dikembangkan pada bidang literasi sains maupun literasi digital.Abstract: The problem of low numeracy skills of elementary school students is a major challenge in achieving 21st-century competencies. This community service activity aims to improve numeracy skills through the Kampus Mengajar program with a teaching aids-based mentoring approach. The activity partner is SDN 123 Pekanbaru with 30 fifth-grade students as subjects. The methods used include initial observation, creation of learning media, implementation of mentoring, and evaluation through Pretest and posttest with 20 questions Minimum Competency Assessment (MCA). The activity's success indicator is determined based on the improvement in students' numeracy test results. The results of the activity showed a significant increase in numeracy skills. Students who obtained high category scores increased from 15% in the pre-test to 64% in the post-test, resulting in a 49% increase in progress. This activity proves that the use of simple teaching aids can strengthen students' numeracy, and is recommended for continuous implementation and development in the fields of science literacy and digital literacy.